Fastened Your Seatbelt

Written by exophism AFF { story/view/1066351/}

Pair : Kim Jongin x Oh Sehun (KaiHun)

Side Character : Park Chanyeol, Byun Baekhyun, Kim Junmyeon, dan akan bertambah.

Warning : Boys Love, Perselingkuhan.

.-.

Sehun akui, ia masih tidak mampu mempercayai apa yang Baekhyun katakan padanya kemari tapi ia tahu Baekhyun ikhlas menceritakannya. Ia tahu Baekhyun merasa menyesal dan ia tahu Baekhyun masih mencintai Chanyeol walaupun ia tidak mengakuinya secara terang-terangan. Ada penyesalan dimata Baekhyun setiap kali ia menyebut nama Chanyeol dan sejujurnya Sehun merasa kasihan padanya.

Setiap orang pasti membuat kesalahan, itu tidak dapat dipungkiri tapi Sehun tidak dapat memahami kesalan Baekhyun – ia mengkhianati Chanyeol ketika ia tahu ia masih mencintai Chanyeol, dan lagi setiap orang berhak mendapat kesempatan kedua tidak terkecuali Baekhyun. Tapi itu artinya ia harus mundur, ia harus merelakan Chanyeol bersama Baekhyun – dan ia tidak akan melakukannya karena ia begitu mencintai Chanyeol.

Dan sekarang, saat ia berbaring disamping Chanyeol dan Chanyeol sedang tertidur disampingnya ia tidak dapat menahan perasaan sedih dan khawatirnya. Khawatir karena Baekhyun adalah orang yang luar biasa – ia baik dan cantik, sopan dan penuh keceriaan, sedangkan dia? Ia hanya seorang pramugara.

Sedih karena Chanyeol sudah mengalami patah hati sendirian – ia tidak dapat membayangkan seberapa hancur dan kesepiannya hidup Chanyeol sebelum mereka bertemu dan ia mengambil kesempatan ini, ia sangat bersyukur kepada Tuhan karena telah mempertemukan mereka. Ialah sumber kebahagian Chanyeol dan Chanyeol juga mengarahkannya, mendampinginya.

"Sehun, aku kedinginan." Suara Chanyeol mengejutkannya namun ia berhasil menguasai keterkejutannya. Ia mendekat kepada Chanyeol dan memeluknya erat. Chanyeol juga mendekat kearahnya, meringkuk dipelukannya seperti anak anjing dan ia tersenyum. "Hangatnya..." Gumam Chanyeol sebelum ia kembali tertidur.

Sehun hanya bisa tersenyum. Ia menyukai segala hal tentang Chanyeol. Chanyeol membuatnya bahagia hanya dengan melihat telinga lebarnya – terkadang Chanyeol membuatnya tersenyum lebar sampai pipinya sakit. Tapi ada juga waktu dimana Chanyeol membuatnya jengkel setengah mati, yang membuatnya menyesal berpacaran dengannya – tapi, Sehun tahu dengan baik bahwa Chanyeol adalah pria terbaik untuknya. Chanyeol diciptakan untuknya dan ia diciptakan untuk Chanyeol. Baekhyun dan Kai hanyalah cobaan bagi hubungan mereka – untuk mengetes seberapa dalam rasa cinta mereka satu sama lain.

.-.

Setelah rehearsal Kai memutuskan untuk tetap di kasurnya, ia butuh mengumpulkan energi untuk konsernya besok tapi ketika hari berubah malam pikirannya dipenuhi oleh Sehun dan Kai tahu ia butuh jalan-jalan untuk menenangkan jantungnya. Jadi ia menyelinap pergi, untungnya sekarang ini jam 12 malam dan semua orang sudah tertidur – khususnya kakaknya yang tidur disampingnya.

Kai menatap Suho beberapa saat sebelum keluar dari kamar hotelnya – menggunakan jaket hiam dan celana santai berwarna abu-abu. Ia hanya berharap itu semua cukup untuk menutupi wajahnya, ia tidak ingin dikejar fansnya pada tengah malam.

Kai menemukan taman setelah berjalan beberapa menit. Taman itu berada di antara dua hotel – taman itu khusus dibuat untuk para penginap. Tamannya cukup baik, lebar dan bersih dan penuh dengan bunga.

Malam itu begitu dingin hingga membuat Kai bersin beberapa kali, tapi ia juga mengakui bahwa kehadiran pepohonan tinggi dan buka itu sedikit membuatnya hangat dan tenang. Pikirannya kembali relax dan ia membiarkan dirinya larut dalam laut pemikirannya – dimana Sehun adalah ombak dan kesadarannya adalah daratan. Sehun menerpanya dengan hebat, membawanya jauh dari daratan tapi ia menyukainya. Ia ingin Sehun menenggelamkannya.

Setelahnya ia duduk disalah satu bangku yang berada didepan kolam buatan. Kolam itu nampak begitu indah dengan pantulan cahaya rembulan. Kolam itu nyaris seperti lautan intan dan Kai tidak mampu menahan rasa kagumnya, sungguh indah – tapi tidak ada yang mampu menandingi cantiknya Sehun.

Ada banyak bintang di langit, berkelap-kelip – ia nyaris mendnegar suara kelap-kelip mereka. Entah mengapa langit malam membuatnya bahagia karena hal itu membuatnya sadar ada seseorang diluar sana yang juga menatap langit yang sama dengannya – dan mereka mungkin memiliki masalah yang sama dengannya.

Kai mengalihkan pandangannya ke kolam lagi, langit mengingatkannya pada Sehun. Langit adalah tempat dimana Sehun berada – langit adalah taman bermainnya. Jika Sehun tidak menjadi pramugra – mungkin ia menjadi malaikat. Kai tahu rasa cintanya terhadap Sehun perlahan membunuhnya tapi ia tidak dapat menahannya – ia ingin memiliki Sehun. Ia tidak dapat membayangkan bagaimana hidupnya tanpa Sehun – ia tidak dapat membayangkan hidupnya tanpa mencintai Sehun. Sehun adalah segalanya baginya sekarang, ia mencintai Sehun sebesar cintanya pada menari – Sehun adalah irama dan ritmenya.

Sehun. Sehun. Dan Sehun – kamu payah Kim Kai. Kau begitu mencintai Sehun hingga kamu berhalusinasi jika Sehun sekarang sedang berjalan ke arahmu. Sadarlah, Kai! Jangan berhalusinasi!

Tapi Kai tahu ia tidak berhalusinasi ketika pria itu menatapnya terkejut. Disana, beberapa meter didepannya – berdiri seorang pria yang menggunakan mantel panjang dibawah lampu jalan, ia nampak kedinginan dan itu membuat Kai ingin memeluknya erat. Disana – didepannya, berdiri Oh Sehun, ombaknya. Dan kakinya bergerak sendiri menuju ke pramugara pucat itu, menatapnya sebentar sebelum bibirnya memutuskan untuk bicara.

"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Kai.

"Well, itu hotel tempatku menginap." Jawab Sehun, menunjuk bangunan hotel dibelakang Kai. "Kenapa kau ada disini?" Tanya Sehun.

"Well, itu hotelku." Balas Kai, menunjuk bangunan hotel dibelakang Sehun.

"Kita te-tetangga." Gagap Sehun, ia tidak mampu menahan hawa dinginnya bahkan bibirnya nyaris membeku.

"Yep. Kamu nampak kedinginan – ada cafe di dekat sini, mereka buka 24 jam. Ayo, aku akan mentraktirmu coklat panas." Kai tidak menunggu jawab Sehun, ia langsung merangkul Sehun dan membawanya ke cafe.

Dan Sehun terlalu terkejut untuk sekedar merespon ajakan Kai. Selain itu, Kai hangat dan secara tidak sadar ia semakin mendekatkan tubuhnya pada Kai. Sangat hangat, ia bahkan tidak ingin Kai melepaskannya – ia ingin Kai memeluknya sekarang, dan selamanya.

.-.

Cafenya agak sepi hanya adal beberapa pekerja, barista, dan beberapa polisi yang beristirahat setelah berpatroli. Cafenya tidak terlalu besar namun sangat imut. Tirainya bercorak bunga dan penuh renda. Pekerjanya juga ramah walaupun waktu sudah lewat tengah malam. Mereka memutuskan untuk duduk didekat jendela, diluar sana jalanan kosong tanpa ada mobil yang lewat dan hanya ada sinar oranye dari lampu jalanan tapi itu cukup indah dimata Kai – mungkin itu karena ada Sehun yang duduk didepannya, semuanya terasa seperti surga.

Sehun memesan coklat panas dan Kai memesan teh melati. Ada juga sepiring churros dengan celupan madu dan cokelat – atas saran imut dari Sehun dan Kai membeli semua yang ia inginkan. Suasana mereka canggung sebelum Sehun mencelupkan satu churros ke saus coklat dan memberikannya kepada Kai.

"Makanlah." Katanya, dan Kai menatapnya tidak percaya. "Ayolah Kai, aku sedang berbaik hati nih." Tambah Sehun.

Kai membuka mulutnya dan Sehun menyuapinya churros. Churrosnya manis, semanis sentuhan Sehun dibibirnya.

"Ini terlalu manis." Protes Kai tapi ia tersenyum. Ia tidak begitu menyukai makanan manis tapi ia tahu ia akan menyukainya ketika ia melihat ekspresi Sehun ketika memakan churrosnya sendiri. "Kau penggemar makanan manis, ya?" Tawa Kai.

"Yep." Sehun tertawa. "Chanyeol tidak begitu suka ketika aku terlalu banyak makan makanan manis. Ia bilang aku akan menjadi terlalu bersemangat dari biasanya." Jelas Sehun dan Kai mendengarkannya dengan seksama walaupun moodnya sedikit menurun ketika Sehun menyebut nama Chanyeol.

"Itu tidak baik, tapi untungnya aku mampu menghadapi dirimu yang terlalu bersmangat. Jadi, ceritakan padaku Hun kenapa kau masih bangun di jam seperti ini?" Kai menyesap sedikit tehnya dan ia nyaris mendesah ketika ia rasa teh melati itu memenuhi indra perasanya, sungguh lezat dan hangat dan hal itu membuat Kai penasaran bagaimana rasa Sehun ketika mereka melakukan french kiss.

"Aku tidak bisa tidur dan aku juga tidak bisa membangunkan Chanyeol karena ia nampak kelelahan. Jadi aku memutuskan untuk berjalan-jalan dan secara tidak sengaja aku bertemu dengan pria tampan yang menawariku coklat panas dan churros." Sehun terkekeh sebelum ia menyesap coklat panasnya. "Dan aku penasaran, kenapa pria tampan itu juga masih sadar?"

"Aku percaya pria tampan itu sedang memikirkan seseorang. Mungkin ia juga mencintai orang itu tapi ia tahu ia tidak mampu memilikinya." Balas Kai, memandang lurus ke mata Sehun yang agak bergoyang.

"Kalau begitu kau harus melepaskan orang itu." Gumam Sehun, ia menurunkan tatapannya ke coklat panas ditangannya.

"Aku tidak ingin. Lagipula aku ada pertanyaan – bisakah kau menjawabnya seakan kau orang yang disuka pria tampan itu?"

"Akan aku coba." Jawab Sehun ragu-ragu, tapi ia nampak serius.

"Jika kamu adalah orang itu dan kamu menemui pria tampan itu sebelum kekasihmu – apakah kau akan jatuh cinta padanya?" Sehun menatap Kai, ia menatap kedalam mata Kai.

Apakah aku akan jatuh cinta padamu?

Sehun menyesap coklatnya sedikit sebelum menggunakan kembali mantelnya. Ia kemudian bangkit dari kursinya dengan tersenyum kecil. Ia harus pergi dari sini sebelum hatinya mempermainkannya lebih lagi.

"Ya, aku tahu aku akan jatuh cinta padanya." Jawab Sehun. "Terima kasih atas traktiranmu, Kai. Kuharap konsermu sukses besok." Dan dengan itu Sehun pergi – meninggalkan Kai sendirian di cafe itu.

Tanpa disadarinya ia memberikan sedikit harapan pada Kai dan Sehun secara tidak sadar juga jatuh lebih dalam kedalam pesona Kai.

.-.

Untuk menyembuhkan perasaan galau kalian di chapter sebelumnya. Karena aku juga galau, ditambah aku menerjemahkannya sambil mendengar lagu galau. Omg... Aku baru sadar banyak OST DraKor yang galau. :")