Author : Makasih atas 100 reviewsnya, saia akan berusaha untuk menjadi lebih baik dichapter-chapter berikutnya. Maaf penyakit malas saia lagi kumat.

Untuk yang jadi naksir Tobi saia jadi bingung nih (walaupun saia sudah menemukan pasangannya sih). Dan chapter sebelumnya itu 2k words lebih loh, apa terlihat sangat pendek ya? Mungkin terasa pendek karena alurnya yang cepet *mikir*. Yosh, lupakan itu, please enjoy this chapter.

Warning : T rate, gajeness, my bad typo.

Pairing : AkatsukiXOC.

Disclaimer : Milik Masashi Kishimoto ya!.


Akatsuki Masuk Sekolah: My Boyfriend From Akatsuki

Chapter 9

(Jurit malam!)

.

.

Teng! Teng! Teng!.

"Anak-anak baru udah pada datang saudara-saudara!" Shikamaru dengan sablengnya mukul-mukul panci comotan punya si Sora. Anak Osis lain sama anak kelas tiga yang emang sengaja dateng langsung buru-buru masuk ke tenda buat ngumpet.

"Buru-buru masuk!" mereka malah gasak-gusuk sendiri berebutan masuk tenda sambil dorong-dorongan. Ceritanya sih mereka mau bikin anak-anak baru itu kaget, niat bener akal bejadnya.

DUT!. Sebuah hempasan napas dari arah belakang Naruto berbunyi, membuat tiga orang dibelakangnya kalang kabut.

"Ah, elu Nar. Masa temen ditembak juga sih!" Hidan yang pas tepat di belakang Naruto otomatis langsung protes.

"Heheheh sorry kelepasan!" jawab Naruto dengan nada suara yang polos kayak gak punya dosa.

Dut!. Naruto kentut sekali lagi sambil nyengir-nyengir.

"Bau, un!" Deidara protes langsung kibas-kibas rambut.

"Najis lo!" komen Sasori ikutan kibas-kibas tangan (nah ini baru bener).

"Kentut sekali lagi gua sodok pake ini nih!" ancem Hidan pake spatulanya Sora yang tadi sempet mental ke kepalanya gara-gara dilempar sembarang tempat sama Shikamaru.

"Sodok aja tuh!" timpal Sasori dengan muka bête bête bête ah!.

"Tau, un. Gara-gara elo Sora pingsan noh, un!" samber Deidara sambil nunjuk Sora yang geletak pasrah di luar tenda. Yang lainnya cengo sesaat, dan pas nyadar langsung nyeret Sora ke dalam tenda.

.

"Kok sepi ya?" anak-anak baru udah pada nongol dan mereka sekarang lagi berjalan menuju tenda di halaman belakang.

"Gak tau deh!" samber seorang cewek nyentrik yang demen banget sama warna pink dan demen banget ngejar Sasuke, aka Shimizu Hikari.

"Tuh ada tenda, samperin yuk!" dengan rame-rame bak murid-murid yang niat tawuran langsung pada nyamperin tenda-tenda yang udah berdiri dengan kokoh.

"Mereka menuju kemari, siap-siap ya. Pas mereka mendekat langsung pake topeng dan kagetin mereka!" kata Shikamaru memberi komando lewat takie-wakie (oke ini author pelesetin).

"SIP!" bales yang lainnya siap-siap megang topeng setan-setanan yang udah mereka siapin.

.

"Pada kemana sih ini sempai-sempai? Kebiasaan suka ngilang-ngilang kayak tuyul!" gerutu seorang gadis berponi rata aka Momomiya omii.

"Satu … Dua … Tiga! Beraksi!" kata Shikamaru ke takie-wakie dan secara serempak mereka semua keluar tenda sambil masang topeng diwajah masing-masing.

"BOHOHOHOHOHO" dengan pedenya para Osis gila itu keluar dari tenda sambil nakut-nakutin para murid baru dengan suara yang dibuat-buat (biar serem), plus pake topeng-topengan.

Krik … Krik … Krik.

Anak baru semuanya bukannya takut tapi malah cengo ngeliat mahkluk jadi-jadian yang baru keluar tenda dan sedang berusaha untuk menjadi serem.

Sedetik kemudian, terjadi ledakan tawa nan dahsyat yang keluar dari mulut-mulut para murid baru itu.

"BAHAHAHAHAHAHAHAHA!".

"Anjrit malah diketawain!" protes Naruto gak terima, sambil berpikir jangan-jangan dia emang cocok jadi setan gara-gara make topeng.

"Lha? Malah diketawain gini?" Sora bingung celingukan (ini anak udah sadar rupanya).

"Hahahah … Ya elah sempai! Kalau mau nakutin yang sereman dikit napa!" celetuk Aisaka Kagurashi, dia ngakak paling keras.

"Tau nih! Masa nakutin kita pake topeng-topengan teletubies sih!" samber Karin geleng-geleng.

"Kok bisa jadi topeng teletubies gini?" tanya Sasuke yang merasa telah turun harkat derajat dan martabatnya sambil ngelempar itu topeng.

"Siapa yang ganti coba?" tanya Shikamaru bingung, soalnya dia merasa udah yakin topeng yang dia beli topeng paling serem asli buatan lokal. Apa jangan-jangan ditelen Chouji? Pikir Shikamaru sambil lirik-lirik Chouji.

"Pasti kerjaan temen elo tuh!" kata Kiba sambil lirik-lirik Sasori.

"Siapa maksudnya?" tanya Sasori tak terima diterima dilirik seekor anjing *digampar Kiba*.

"Siapa lagi kalo bukan mahkluk abstrak yang gak jelas wujudnya alias Tobi!" samber Kiba membuka identitas tersangka yang ganti topeng-topeng mereka.

"Ah, udah deh. Ayo kumpul semua!" kata Shikamaru yang sebenernya kecewa tuh gak bisa ngagetin anak-anak baru. Sekarang dia nyuruh mereka semua buat kumpul.

"Baris yang rapih. Saya absen dulu". Kata Hisuke yang mulai mengabsen mereka satu-satu.

~o0o~

.

20 menit kemudian …

"Baiklah kalian boleh duduk dulu sebentar sambil mengumpulkan nyawa" kata Hisuke dengan cengiran ala pak lampir, bikin murid-murid baru itu begidik ngeri. Tanda-tanda ada niat maksiat dari para Osis nih, pikir mereka semua barengan.

"Malam ini kita akan mengadakan permainan jurit malam!" kata Naruto teprok tangan sendiri.

"Yah, males ah!" anak-anak baru itu pada protes semuanya.

"Jangan protes dulu!" kata Hidan memotong (ikan yang bikin Kisame nangis-nangis).

"Yang menang bakalan dapet hadiah!" sambung Hisuke.

"Yang bener sempai?" tanya cewek bernama Shimizu Hikari dengan mata berbinar, siapa tau hadiahnya dapet ciuman dari Sasuke hehehe.

"Yang menang boleh nge-date sama Osis favorite kalian!" jawab Hisuke yang disambut dengan tepuk riuh, aksi lompat-lompat serta sorakan berbagai macam suara. Yang anak cewek tentu aja girang, yang cowoknya manyun, soalnya Mayumi masih kecil, Haruru konon katanya milik Zetsu, mau macem-macem bisa-bisa di jadiin lalapan sama kanibal itu, Nozomi? Cakep sih tapi mereka masih ngeri sama Osis yang satu itu.

"Gimana menarik bukan?" tanya Hisuke yang sepertinya menyadari kalau anak ceweknya pada tertarik. Keliatan matanya pada berkilatan ampe silau men.

"Jadi? Mau ikutan game ini?" tanya Shikamaru tersenyum licik.

"MAUUUUUUU!" jawab mereka semua (yang semangat sih yang ceweknya, yang cowoknya terpaksa ikut dah).

"Kalau begitu sekarang kalian bikin kelompok berpasang-pasangan" kata Haruru meminta mereka semua berpasangan.


15 menit kemudian …

.

"Kalau sudah berpasangan akan saya kasih tau peraturannya" kata Shikamaru pas ngeliat anak-anak baru itu udah pada pasang-pasangan, tapi Shikamaru bukannya ngejelasin malah colek-colek Hisuke.

"Ngapain lo colek-colek gue?" tanya Hisuke yang merasa risih, emangnya dikira dia itu sabun colek apa?.

"Lo aja yang jelasin gue males" kata Shikamaru yang akhirnya malah duduk lesehan sama Chouji. Hisuke langsung ngurut dada, berusaha sabar menghadapi mahkluk males yang dengan sangat cakepnya jadi ketua Osis. Entah mimpi apa dia bisa kepilih jadi wakilnya.

"Kalian diharuskan pergi keruangan yang berada di lantai tiga sekolah kita yang ada dipaling pojok kiri. Di ruangan itu akan ada gulungan-gulungan foto yang harus kalian ambil. Foto itu yang nanti akan jadi penentu pasangan kencan kalian, ingat! Masing-masing harus dapet satu" kata Hisuke yang mulai menjelaskan.

"Sempai, kita kan berpasangan. Kalau yang dapet cuma satu orang aja gimana?" tanya Aisaka yang lumayan kritis otaknya.

"Ya itu berarti kalian gak menang, tapi yang sampai duluan ke ruangan itu boleh mewakilkan mengambil fotonya kok" jawab Hisuke.

"Ooooh syukurlah!" murid-murid baru itu langsung ber'oooh' dengan leganya.

"Tapi inget, meski bisa diwakilin tapi kalian harus tetep jalan kesana! Gak boleh satu orang aja!" kata Haruru dengan cepat yang kayanya udah ngerti niat licik para murid baru itu.

"Dan ada waktunya, kalau kalian disana melewati 30 menit itu artinya kalian juga gagal!" sambung Gaara sambil ngasih senyum iblis. Dia punya niat sama Kiba buat ngikutin masing-masing kelompok terus didokumentasiin.

"Kalau gak ada yang protes lagi kita mulai permainannya sekarang, dimulai dari kalian!" tak disangka ternyata yang maju duluan Anzan dan Aisaka.

"Sempai … Kalau protesnya sekarang bisa diundur gak?" tanya Anzan dengan gendengnya.

"Halah jangan kecut dong! Maju Anzan, buktikan lo berani!" kata Naruto menyemangati.

"Elo sih enak, yang ikut jurit malam kan gue!" balas Anzan pasang tampang bête.

"Nih bawa senter, satu kelompok cuma boleh bawa satu senter!" kata Sasori yang langsung ngasih senter ke Aisaka, Anzan langsung manyun gak dapet senter.

"Udah jangan kebanyakan ngomong, waktunya udah berjalan" kata Sasuke sambil liatin stopwatch, Anzan langsung ngacir sambil narik ketapelnya Aisaka yang notabene nyangkut dilehernya. Otomatis si Aisaka ngejerit kenceng dan geplak Anzan pake kaki (gimana caranya?), untungnya itu cewek pake celana kalo pake rok enak diAnzan tuh.

"Reseh banget sih, main tarik aja! Nyaris aja gue mati kecekek. Kalo gue sampe beneran mati elo bakal gue gentayangin!" kata Aisaka yang sekarang jalan disebelah Anzan sambil ngelus-ngelus lehernya yang terasa panas.

"Gak apa-apa, entar gue kasih sajen kulit kacang buat jadi peluru ketapel elo!" samber Anzan ngejawab seenak idung aja.


"Ngomong-ngomong jurit malem kok gak ada setannya ya?" tanya Anzan sok berani dan sekarang lagi jalan menuju lantai dua.

"Gak usah sok! Nanti pas nongol malah elo yang ngacir duluan" samber Aisaka cepet, omongannya menusuk jiwa raga Anzan.

"Hohohohohohoh" nongol kunti jadi-jadian ditangga dengan rambut panjang dikedepanin plus baju putih-putih norak. Kedua kunti itu sekarang lagi deketin Anzan sama Aisaka yang beku ditangga gak bisa gerak. Urusan jadi setan Itachi sama Neji emang paling cocok banget deh (ItaNeji : Maksud lo? *melotot angker ke author*).

"Tuh, kan gue bilang apa. Elo sih, jadi nongol deh demitnya!" kata Aisaka yang sekarang malah lari ditempat bareng Anzan.

'Sialan gue dikatain demit!' batin Itachi sama Neji barengan gak terima, wong mereka merasa ganteng abis kok disamain sama demit sih.

Gara-gara gak terima di hina sebagai demit, Itachi sama Neji jadi semangat buat nakut-nakutin. Tapi saking semangatnya mereka berdua jadi gak tau diri, kenapa? Jelas banget gak tau diri, udah tau rambutnya dikedepanin otomatis bikin pandangan mata minim plus pakai dress putih yang panjang, dua-duanya malah lari menuju Anzan sama Aisaka yang ada di tengah anak tangga, niatnya sih mau diculik gitu tapi malah mereka berdua yang jatoh gelundungan di tangga.

Gelundung … Gelundung …

Yeah, Itachi sama Neji jatoh udah persis kayak bola. Anzan sama Aisaka cengo sesaat, dan …

BRAK!

STRIKE!

Itachi sama Neji malah nabrak tembok, akhirnya pingsan gara-gara keleyengan. Anzan sama Aisaka sweatdrop.

"Lanjut!" kata Anzan ke Aisaka dan langsung meneruskan perjuangan mereka.

~o0o~

.

Di lantai tiga mereka ketemu lagi duo demit yang kayaknya gak jauh gajenya dari duo ItaNeji.

"BOHOHOHOHO" Kisame udah yakin banget penampilannya itu udah serem banget, dia ketawa ala setan bareng Kakuzu yang cuek-cuek aja.

"Duit, duit, duit, duit, duit, duit, duit" Kakuzu dengan edannya malah bersuara 'Duit duit duit', Kisame yang jadi partnernya sampe jawdrop.

"Ketawa setan macem apa itu!" omel Kisame merasa kaumnya ternoda oleh Kakuzu.

"Setan duit. Kalo mau lewat kasih dulu goceng!" kata Kakuzu yang sekarang malah mirip preman lagi malakin bocah.

"Ya udah lah bayar aja, dari pada kalah!" kata Aisaka sama Anzan yang terpaksa membiarkan duit goceng mereka diembat setan duit.

"Makasih dek, silahkan lewat!" kata Kakuzu dengan gaya ala butler-butler membiarkan Anzan sama Aisaka melewati mereka. Kisame udah gak bisa komen apa-apa, dia cuma bisa mangap persis ikan koi yang lagi butuh cinta (Kisame kan emang lagi butuh cinta!).

.

"YOSH! Akhirnya kita sampai!" kata Anzan teriak gaje pas udah sampe di ruangan terakhir. Tapi pas buka pintu lagi-lagi muncul sosok, dan sosok yang kali ini nongol sukses bikin Anzan pingsan dan Aisaka mengibarkan bendera putih (entah dapet dari mana itu bendera).

"Ampun mbak Sadako, gue ngaku kalah! Anzan boleh lo bawa. Lo apain juga terserah, gue permisi kabur dulu ya!" Aisaka dengan tidak elitnya ngabur ninggalin Anzan yang geletak.

"Emangnya gue seserem itu ya?" tanya sang mbak Sadako alias Nozomi dengan bingung.


"Sempai, gue nyerah! Sadakonya gak kuat, horror bener!" kata Aisaka yang udah ngos-ngosan. Nozomi bisa nangis-nangis nih kalau denger.

"Terus Anzan mana?" tanya Naruto saat melihat mahkluk reseh itu gak ada.

"Gak tau, ditelen jin kali!" jawab Aisaka seenak udel (anyone remember that line?).

"Gak bakalan ditelen juga kali, secara Zetsu aja disini!" kata Sasori sambil nunjuk Zetsu yang asik berduaan sama Haruru.

"Ingat dosa lu!" kata Hidan mencoba memperingati Zetsu sama Haruru (tumben alim?).

"Ya udah, berarti kamu gagal. Pasangan berikutnya kalian!" kata Shikamaru menunjuk sang duo kembar Yuu dan Yui yang malah masang tampang setan.

"Boleh cosplay kan, sempai!" pinta keduanya maksa.

"Iya, serah deh" Shikamaru sih iya-iya aja, daripada ribet.

"HOREEEE!" dua-duanya langsung girang gak ketolongan.

"Untung udah sediain kostum Halloween!" kata Yuu yang udah ngeluarin kostum Zombienya.

"Iya, untung aja gak diloakin!" timpal Yui kesenengan dan langsung ngeluarin kostum White Lady miliknya yang lebih tepat dikatakan kostum miss kunti.

"Ayo berangkat!" kata Yuu dan Yui barengan dengan semangat penuh cinta dan langsung jalan menuju sasaran. Dua-duanya udah lengkap pake kostum Halloween.

Gimana kelanjutan acara jurit malam mereka? Apa Yui sama Yuu bisa menang?.

TBC …


Author : Acara jurit malamnya saia lanjutin di next chapter aja, dan saia hanya akan menampilkan para OCnya aja (gak mungkin juga kan satu-satu murid baru saia ceritakan). Dan buat para OC lain yang belum tampil mohon sabar ya, nanti juga saia tampilin kok. Kan ini ceritanya lagi masa-masa perkenalan murid kelas satu dulu. Nasib para cewek dari akatsuki akan dimulai setelah acara jurit malam ini, jadi bersiapsiaplah kalian!.

Saki : *Gak denger asik ajeb-ajeb*.

Nazuka : *Panik mikir yang enggak-enggak*.

Yurina : *Malah celingukan ngeliat keadaan sekitar ngira ada perang*.

Aoi : *Melotot angker, siapin alat tempur*.

Haruru : *Malah nunjuk-nunjuk author nantangin*.

Author : Buat Tobi, nanti author akan bikin dia lepas topeng (akhirnya), tapi mungkin penggambarannya sedikit beda. Dan akan ada perubahan juga dari Zetsu. Saia harap penggambaran dua mahkluk nista itu bisa berkenan nantinya.

Buat Aisaka sama Anzan maaf ya, saia buat kalah disini, tapi salahkan Nozomi tuh, dandan ala Sadakonya lebih nyeremin dari yang aslinya.

Nozomo : Itu namanya gue niat *pasang muka flat*.

Author : Yang menang bakalan kencan nih! Ayo mau kencan sama siapa? *Lirik-lirik para Osis*.

Kisame : Nasib gue gimana?.

Author : Elo mah cukup berdoa aja semoga dapet jodoh!.

Oke deh, yang mau kasih saran dan kritik silahkan saja, semoga chapter ini bisa lebih baik dari chapter sebelumnya (yang saia akui memang agak kecepetan alurnya).

.

.

HAPPY READ!.