Standard Disclaimer. Semoga chingu Aghasse dan Couple GOT7 shipper suka. Karakter lain muncul sesuai alur. Italic : Flashback.

.

.

"Anak itu bernama Jaebum, Park Jaebum." Wanita setengah abad itu menatap Mark sambil menunjukan foto dua orang anak yang sedang duduk sambil bermain di taman belakang, foto yang diambil tanpa sengaja untuk dokumentasi sebelum panti mengalami perombakan.

"Satu-satunya anak yang bisa mendekati Jisoo, mungkin karena Jaebum satu bahasa dengan Jisoo, pun mereka mengalami satu kesamaan, orang tua Jaebum mengalami kecelakaan dan mereka masuk pada hari yang sama." ibu panti menghela nafas sebentar lalu memandang Mark. "Tiga tahun itu Jisoo hanya mau dengan Jaebum tapi Jaebum juga terkadang tidak mengerti apa yang dikatakan Jisoo, apalagi jika sedang menangis, Jisoo masih usia tiga tahun. Lalu ada sepasang suami isteri datang kemari."

"Apa mereka membawa Jo- ah maksudku Jisoo?" tolong katakan yang akan menguntungkan Mark. Lelaki itu menyela, dan ibu panti menggeleng, haruskah Mark senang? Atau sedih?

"Tidak, pasangan itu membawa Jaebum. Saat itu Jisoo menahan Jaebum pergi dengn menangis namun pasangan itu tetap membawa Jaebum, Jisoo mengikuti mobil itu sampai dia tersesat, untung saat itu salah satu pekerja kami menemukannya, dia menangis dipinggir jalan memanggil nama Jaebum. Ia membawa pulang Jisoo, tiga hari anak cantik itu tidak mau makan sehingga kami berinisiatif membawanya pergi ke taman hiburan, tapi kami malah kehilangannya" segurat kesedihan terpancar dari mata ibu panti.

"Dia anak yang sangat ceria, Jaebum sering membuatnya tertawa dan tawa Jisoo benar-benar terindah, dia tertawa dengan lepas seakan tidak punya beban, namun itu hanya bertahan sebentar."

"Lalu apa Park Jaebum pernah berkunjung kesini? Mungkin menengok Jisoo?"

"Jaebum pergi ke luar negeri. Seattle, ia pernah mengirim surat beberapa kali, tapi sejak dia tahu kalau Jisoo pergi dia sudah tidak mengirimnya lagi."

...

a GOT7 Fanfiction

by

Moonbabee

...

Ketika Youngjae terbangun paginya yang dia dapati adalah Im Jaebum, pria itu sedang menyiapkan makanan. Begitu melihatnya bergerak mencoba duduk ia beranjak menghampiri. "Kau sudah bangun?"

"Apa yang kau bawa?" Youngjae terbangun karena aroma sedap mengusik hidungnya. Dia baru ingat kalau kemarin dia belum sempat makan apapun, dia hanya minum satu kaleng minuman dingin, dan minuman itu yang dicampur dengan obat perangsang oleh Yugyeom. Ah Yugyeom, apa pemuda itu menghubunginya? Mencarinya dikampus? Jam berapa sekarang?

"Aku membawa-

"Jam berapa sekarang?" ia menyela panik, dia harus ke kampus, ah harus mengecek ponselnya dulu. "Sekarang baru-

"Dimana ponselku?" dia menyela lagi, matanya masih berputar gelisah, sampai akhirnya Jaebum mengulurkan benda kotak dihadapannya.

"Aku membawa sup hangat untukmu, sekarang baru jam enam dan ponsel-

"Mati?"

"Kehabisan batrai, mau aku isikan dayanya?"

Youngjae menoleh pada Jaebum sebelum akhirnya mengangguk. "Tapi biarkan seperti ini, jangan dihidupkan sampai terisi penuh"

Jaebum mengerutkan kening Kenapa? Apa Youngjae menyembunyikan sesuatu dalam ponselnya?

Semoga Yugyeom tidak menghubunginya, memintanya datang atau sejenisnya, semoga. Dia takut kalau Yugyeom menyebarkan video itu. Dia pasti akan langsung mati ditangan Jinyoung atau mungkin anak-anak di universitas. Bullying dikalangan mahasiswa masih kerap terjadi, apalagi jika sampai mencemarkan nama universitas.

Jika disebarkan di diinternet dan salah satu dari pihak dari universitasnya melihat Youngjae pasti akan langsung menjadi buah bibir, terlebih wajahnya terlihat, dia mendesah dan menikmati permainan itu. Meski dia mengatakan kalau dia dalam pengaruh obat pasti mereka tidak akan percaya.

Bagaimana ini? Tapi jika disebarkan kemudian dia dihakimi, kan ada kemungkinan dia mati. Tapi bagaimana dengan Yien-ge? Katanya dia sedang mencarinya kan? Tapi bayangan dia dicacimaki orang-orang sungguh menakutkan.

Ketika Jinyoung menghinanya saja hatinya sudah sangat sakit bagaimana jika semua orang?

"Youngjae"

"Apa ponselku sudah penuh?"

"Kau ini kenapa? Hari ini kau terus memotong pembicaraan orang lain dan kau sering melamun."

"Aku tidak apa." Lalu diam lagi, ah sejak mimpi aneh yang seakan nyata itu pikirannya benar-benar terus tertuju pada pria bernama Yien, siapa pria itu sebenarnya? Apa dia salah seorang yang akan menambah kesakitannya? Seseorang yang seperti Jinyoung atau Yugyeom? Tolong jangan.

Yugyeom menggerakan pinggulnya, mendesakan dirinya semakin dalam pada tubuh Youngjae, salah satu alasan kenapa banyak pasangan yang suka berhubungan badan, kenikmatan bercinta. Yugyeom tidak tahu, tidak pernah berfikir kalau dia akan melakukan sex sebelum dia menikah, dia polisi, sex bebas adalah larangan, tapi demi membayar kematian kakaknya dia rela melanggar aturan ini.

"Jinyounghhh" Youngjae mendesah, memanggil nama kekasihnya sambil meremas keras pundaknya, pasti dalam pikirannya dia sedang bercinta dengan kekasihnya. Dan tangan Yugyeom tidak bisa tidak melayang, mendaratkan satu pukulan tepat diwajah yang membuat ludah Youngjae memuncrat. "Appoh" dia merintih.

Berhenti memanggil lelaki sialan itu Youngjae. Seberapa banyakpun dia meneriakan itu, Youngjae tidak akan mendengarnya, dia sekarang dipenuhi kabut nafsu. "Ah ah"

Ia menangkap bibir itu dan melumatnya, mencecap sampai Youngjae kehabisan nafas, entahlah Yugyeom hanya ingin membungkam mulut Youngjae yang terus memanggil Jinyoung, samapai ketika dia memukul-mukul dada Yugyeom, polisi muda itu tidak melepaskan ciuman itu, hal yang selanjutnya terjadi tentu saja, tubuh Youngjae melemas, pingsan, Yugyeom mengumpat, ah dia belum selesai dengan permainannya.

"Youngjae" ia memanggil, menapar pipi itu sampai Youngjae terhentak kaget, dia bangun lagi dan Yugyeom melanjutkan. Yugyeom harus cepat, sebelum Youngjae jatuh pingsan, tidak akan menyenangkan bercinta dengan orang pingsan.

Arghh. Yugyeom mengerang ketika mengingat percintaannya dengan Youngjae kemarin. Sekarang lelaki itu tidak masuk, nomornya tidak aktif, kenapa kejadian it uterus membayangi pikirannya, rasanya ingin melakukannya terus, sial dia bukan maniak.

Sepasang kakinya terasa goyah, ada apa? Kenapa rasanya terasa sakit sekali ketika dia akan mengangkatnya untuk sekedar berjalan, apa dia akan lumpuh? Tapi kenapa? Kemarin dia berjalan dengan normal, dia memang sempat terjatuh ditangga, tangga apartemen Yugyeok dan tangga rumah Jinyoung, namun setelah itu dia berjalan seperti biasanya, memang tertatih, tapi itu karena pantatnya terasa sakit, tapi kali ini rasanya seperti seluruh kakinya terasa sakit, didalamnya seakan rmuk dan tidak lagi memiliki tulang ada apa ini?

"Youngjae" kebetulan yang menguntungkan, Jaebum datang dan langsung menangkap tubuhnya yang hampir jatuh. "Kenapa? Ada apa?"

"Aku ingin kekamar mandi tapi kakiku sangat sakit?"

"Ini pasti karena kau terjatuh ditangga kemarin, mungkin kau terkilir."

"Hyung, eotteokae arraseo?"

"Pelayan mengatakan padaku." Hah, ini jatuh yang ada dirumah Jinyoung, semoga saja hanya terkilir, kemarin ia juga merasa punggungnya sakit, mungkin karena ia memaksa berjalan menuju halte bus dari rumah Yugyeom.

"Aku akan membantumu" dengan mudahnya Jaebum mengangkat tubuh Youngjae dan membawanya kekamar mandi, tapi begitu sampai disana dan ditinggalkan sendiri, Youngjae merasa bingung, tadi dia ingin apa? Mandi? Dia sudah mandi? Dia merasa tidak memerlukan kamar mandi lagi sekarang.

Bangkit dari duduknya Youngjae mencoba menggerakan kakinya namun baru beberapa langkah dia tergelincir, ah kenapa kakinya begitu sakit, apa benar-benar terkilir? Jika iya masa dua-duanya terkilir.

"Astaga Youngjae" Jaebum datang lagi, mungkin mendengar sesuatu debumaan. "Apa kau kesulitan menggunakan kakimu?" anggukan adalah jawaban yang Youngjae berikan. "Sebaiknya aku memanggil dokter segera" ia membawa Youngjae kedalam gendongan dan membaringkannya diatas tempat tidur.

Youngjae menatapi sepasang kakinya, ada apa? Kenapa dengan kakinya?

"Jie"

Ponsel ditangannya jatuh seketika, suara Mark yang memanggil namanya membuatnya kaget. Dia baru saja menghubungi rumahnya, menanyakan kabar Youngjae yang ternyata masuk rumah sakit, Jaebum membawa kekasih gelapnya setelah menemukannya tak sadarkan diri dikamar.

"Are you okay?" tanya Mark, sambil mengambilkan ponsel Jinyoung. "Aku sedang berbicara dengan orang rumah" sahutnya lalu mengambil benda segi empat ditangan Mark secepat yang dia bisa. "Ada masalah?"

"Salah satu pelayanku sakit, dan aku kesal karena mereka baru mengabariku"

"Ah kupikir ada apa, kau mengagetkan kami dengan teriakanmu"

Jinyoung gugup sebenarnya, tapi sepertinya Mark tidak menyadari itu, dimata Mark, Jinyoung adalah orang yang sangat pengertian dan tidak suka orang lain menderita, karena itulah dia tidak curiga. "Apa aku mengganggu pembicaraanmu?"

"Tidak, aku baru saja selesai, Jackson sedang mengabil beberapa foto yang masih tersimpan disini. Kau tidak berniat mengambilnya juga?"

"Aku akan mengambilnya, tapi tadi aku mendengar teriakannya"

"Uh, aku menganggumu, maaf."

Im Jaebum – lelaki itu membayar ginjal yang diberikan Jinyoung kepada ibunya dengan menyerahkan Youngjae, menjadikan Youngjae budak nafsu untuk kepuasan diri. Jinyoung memiliki sakit hati pasalnya ketika masih menjadi mahasiswa Jinyoung menyukai Jaebum namun dia menolak, Jinyoung sakit hati karena Jaebum menolak dan pembalasan dendam yang dia lakukan dengan cara menggunakan Youngjae untuk menyakiti hati Jaebum.

Kim Yugyeom – lelaki itu menggunakan Youngjae untuk membalaskan dendam atas kematian kakaknya, Kim Yuna – kakak Yugyeom mati meregang nyawa karena cintanya ditolak oleh Jinyoung, sebuah kecelakaan pada beberapa tahun silam selepas Yuna menyatakan cinta dan ditolak. Niat Yugyeom dengan menggunakan Youngjae yang merupakan kekasih Jinyoung maka dia bisa menyakiti Jinyoung karena kekasihnya menghianatinya.

Dan yang mereka lakukan adalah kebodohan dan kejahatan, menggunakan Youngjae yang tidak tahu apa-apa demi pembalasan dendam karena emosi yang membara, semuanya salah besar, Im Jaebum Park Jinyoung dan Kim Yugyeom.

Karena bukan Choi Youngjae yang dicintai Im Jaebum saat lelaki bermata segaris itu menolaknya, karena Choi Youngjae hanya budak nafsunya ia tidak akan menyakiti hati Jinyoung meski Kim Yugyeom menghabiskan semua hal yang disiakan Park Jinyoung dalam diri Youngjae, salah kaprah.

TBC

Nyambung gak sih? Duh, Cuma sampe sini aja imajinasiku untuk chapter ini, mian-mian-mian.