main cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol
other cast : Luhan, Kyungsoo, Sehun, dan lain-lain (silahkan dicari)
warning : GS, Typo, Abstrak, gak sesuai EYD, aneh.
MASIH PADA INGET SAMA FANFIC ABSTRAK INI? T.T SEMOGA MASIH YAAAAAAAAA
MIAN BARU BISA UPDATE, BABY YERI *liriklaptop BARU AJA SEMBUH
UDAH MASUK KE 4 RUMAH SAKIT DAN BARU SEMBUH DI RUMAH SAKIT YANG KE 4, SEDIIIHHH BANGET
OH YAUDAH NANTI DILANJUT DI AKHIR, TOLONG DIBACA YAAAA BAGI YANG MAU DENGER CURHATANKU ^.~
.
.
.
HAPPY READING
.
.
.
.
.
RnR
.
.
.
.
.
Chap 9
Baekhyun merasakan haus yang luar biasa menyerang tenggorokkannya.
Sedikit menggerakkan badannya yang tearasa nyeri, dan menyadari jika dia tidak tidur seorang diri, karena merasakan lengannya menyentuh sesuatu di samping kirinya.
Baekhyun memiringkan tubuhnya, perlahan membuka matanya.
Matanya langsung disuguhkan dengan pemandangan wajah namja tampan yang sedang tertidur tenang.
Baekhyun mengerjapkan matanya berkali-kali, moncoba focus pada objek di hadapannya.
Seketika matanya terbelalak, melihat sosok namja yang tak lain adalah Chanyeol, Park Chanyeol.
Baekhyun terduduk begitu saja bagian bawahnya terasa nyeri itu membuat Baekhyun meringis, dan selimut yang menutupi tubuhnya ikut turun hingga keperutnya.
Baekhyun menatap tubuhnya yang polos tanpa sehelai benangpun.
Bayangan malam itu samar-samar mulai berputar didalam otak Baekhyun.
Bayangan dimana mereka mabuk, berciuman, masuk kekamar hotel, kelembutan Chanyeol, bercinta. Semuanya terus berputar didalam otak Baekhyun.
Setitik air mata mengalir kepipi cubbynya.
Tubuhnya bergetar, Baekhyun menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya.
Menekuk kakinya, menyembunyika kepalanya pada kedua lututnya.
"hiks…. Hiks aku ko…kotor" Baekhyun terus terisak, meratapi perbuatannya semalam.
.
.
.
.
Chanyeol terganggu dengan gerakan dari ranjang yang dia tiduri, dan tak lama terdengar isakkan pilu dari sebelahnya.
Chanyeol perlahan membuka matanya, menatap Baekhyun yang sedang menyembunyikan wajahnya pada kedua lututnya.
Bagaimana, dia bisa bersama yeoja ini? Fikir Chanyeol.
Dan sekelebat bayangan tentang kejadian malam tadi memutar di otak Chanyeol.
Chanyeol terduduk terkejut menghadap Baekhyun yang tak berhenti terisak.
Chanyeol menggerakkan matanya gelisah.
Bingung harus berbuat apa, semuanya hanya kesalahan.
Mereka sama-sama mabuk dan itu terjadi dibawah kesadaran mereka, tapi Chanyeol merasa bahwa dirinya masih sedikit sadar melakukan kejadian semalam.
Chanyeol mengacak rambutnya frustasi, "aarrrggghhh" geram Chanyeol.
Dan itu membuat tubuh Baekhyun menegang tak lama Baekhyun kembali terisak.
Chanyeol merasakan nyeri pada hatinya melihat Baekhyun yang menangis pilu, dan Chanyeol yakin Baekhyun menangis karena menyesal dengan apa yang mereka perbuat semalam.
Chanyeol tergerak untuk mengusap punggung Baekhyun lembut, tapi Baekhyun saat merasakan tangan Chanyeol segera menjauh, dan menatap Chanyeol dengan matanya dan hidungnya yang sudah memerah.
"mian" kata Chanyeol lirih.
Chanyeol memilih untuk menunduk, meruntuki kebodohan yang dia lakukan hingga membuat seorang yeoja menangis akibatnya.
"mian, aku sangat bodoh dan brengsek" kata Chanyeol.
Baekhyun menatap Chanyeol, dia sedih taku juga ingin marah tapi dia tak tahu harus berbuat seperti apa.
Baekhyun baru akan membuka mulutnya saat Chanyeol menatapnya.
"aku akan antar kau pulang, berpakaianlah aku tak akan melihat" kata Chanyeol lemah, membawa seluruh pakaiannya, menggunakan kemeja untuk menutupi daerah privasinya dan memasuki kamar mandi yang ada disana.
Baekhyun menunduk sejenak, bingung harus seperti apa tapi setelah itu Baekhyun lebih memilih untuk mengikuti perintah Chanyeol untuk berpakaian walaupun badannya sangat nyeri.
.
.
.
Suasana didalam mobil sangat hening, tak ada kata-kata yang keluar dari masing-masing bibir mereka. Baik Chanyeol maupun Baekhyun, keduanya tenggelam dalam fikiran masing-masing.
Chanyeol memberhentikan mobilnya disebuah restoran, dan keluar begitu saja tanpa berbicara pada Baekhyun.
Melihat Chanyeol turun tanpa mengucapkan apapun membuat Baekhyun bingung untuk mengikuti Chanyeol atau tidak, tapi tak butuh waktu lama Chanyeol kembali keluar dari restoran dan memasuki mobilnya dengan membawa beberapa bungkusan.
Mobil Chanyeol kembali berjalan melewati jalan yang Baekhyun tau itu jalan menuju apartemennya.
.
.
.
Sudah hampir 5 menit mobil Chanyeol berada didepan gedung apartemen Baekhyun.
Entahlah Baekhyun bingung harus bagaimana jika Chanyeol terus diam memandang depan tanpa meliriknya.
Baekhyun sudah benar-benar lelah dan ingin istirahat,
"Chan/Baek" kata mereka bersamaan, lama mereka terkunci pada pandangan masing-masing, sampai Baekhyun memutus kontak terlebih dahulu.
"maafkan aku" kata Chanyeol lirih.
"sudahlah, memang sudah terjadi. Percuma untuk menyesali, tidak perlu terus meminta maaf, aku juga salah" kata Baekhyun sambil menunduk.
Chanyeol mengambis 2 bungkusan yang dia bawa tadi dari retoran, menyisakan satu.
"ini bawalah untuk sarapanmu, dan istirahatlah yang cukup. Maaf aku tak bisa mampir keapartemenmu, aku ada beberapa urusan" kata Chanyeol menyerahkan 2 bungkus makanan untuk Baekhyun.
Baekhyun menatap bungkusan itu dan menatap Chanyeol bergantian.
Baekhyun menghela nafas sejenak dan mengambil bungkusan itu, lalu memaksakan senyuman pada bibirnya.
"gomawo" ucap Baekhyun dan keluar dari mobil Chanyeol.
Baekhyun terus berjalan hingga memasuki gedung apartemennya dengan cara jalannya yang sedikit aneh, mungkin karena menahan nyeri pada tubuhnya. Baekhyun berjalan tanpa menatap mobil Chanyeol lagi, dan Chanyeol segera melesatkan mobilnya ketika Baekhyun sudah benar-benar masuk kedalam gedung, walaupun hatinya sedikit sakit karena Baekhyun tak menengok kearah mobilnya sama sekali.
Baekhyun memasuki gedung apartemennya dengan lemas.
Menekan beberapa digit password dan masuk kekamarnya.
Duduk di sofa ruang tv, menatap makanan yang dibelikan Chanyeol untuknya.
Baekhyun sangat lemas, nyeri ditubuhnya sangat menganggu, Baekhyun lebih memilih untuk tidur tanpa menyentuh makanan tersebut.
.
.
.
The Space Between
.
.
.
Duduk diranjang dengan kaki diluruskan, bersandar pada kepala ranjang.
Rambut yang terlihat basah, menggunakan bathrobe berwarna putih dan handuk kecil yang tersampir dilehernya.
Ditemani kopi dan roti bakar yang berada pada nakas samping ranjangnya.
Chanyeol mengecek beberapa hasil pekerjaan karyawannya pada laptop miliknya.
Fikirannya terpecah menjadi beberapa, memikirkan pekerjaan dan juga yeoja yang menarik perhatiannya Byun Baekhyun.
Apa Baekhyun baik-baik saja? Apa dia sarapan? Apa tubuhnya sangat sakit? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang mengganggu fikiran Chanyeol.
Sesekali Chanyeol melirik jam di dinding kamarnya, memastikan dia tidak terlambat untuk datang kekampus.
Setelah dirasa cukup untuk memeriksa document, Chanyeol berganti pakaian dan bersiap menuju kampus.
Chanyeol memasuki gedung kampusnya dengan fikiran yang entah melayang kemana.
Sampai sebuah tangan menepuk pundaknya, Chanyeol segera menolehkan kepalanya dan mendapati namja berkulit pucat itu mengernyit. Chanyeol yang tak paham dengan sikap Sehun ikut mengernyit.
"ada apa?" tanya Chanyeol bingung.
"kau tanya ada apa? Apa kau mulai tuli hyung?" tanya Sehun.
"apa maksudmu?" tanya Chanyeol yang tak begitu tertarik, jujur dia sangat malas untuk datang ke kampus.
"aku berteriak memanggilmu sampai sesisi kampus mendengar, tapi kau tak memberikan respon apapun" kesal Sehun.
"oh… kau memanggilku" kata Chanyeol dan melanjutkan jalannya.
"yak! Kau kenapa? Kau terlihat lemas sekali" tanya Sehun.
Chanyeol hanya diam tanpa menanggapi pertanyaan Sehun, dan masuk kekelasnya.
Sehun pergi menuju kelasnya yang pastinya berbeda dengan Chanyeol.
.
.
.
The Space Between
.
.
.
"jadi kau Park Chanyeol, CEO dari Empire Group?" tanya Luhan dengan mata berbinar.
"ya chagi, dia Park Chanyeol" jawab Sehun yang sedikit tidak suka dengan tatapan menganggumi dari Luhan.
Chanyeol Luhan dan Sehun sedang susuk di cafeteria kampus.
"kau sangat tampan" puji Luhan, dan di balas senyuman dari Chanyeol.
Sehun hanya mendengus kesal mendengar itu, tapi Sehun tahu Chanyeol tak terlalu menanggapi perkataan Luhan. Sehun tahu Chanyeol sedang memikirkan sesuatu.
"apa kau mempunyai adik?" tanya Luhan, kini mereka bertiga tengan menunggu pesanan. Selain menunggu pesanan mereka juga sedang menunggu teman Luhan.
"tidak, aku anak bungsu" jawab Chanyeol sedikit malas.
Luhan membulatkan mulutnya, tiba-tiba.
Seorang yeoja bermata bulat berlari kearah meja mereka, semua mata tertuju pada yeoja mungil itu.
Butuh beberapa waktu untuk Kyungsoo yeoja tadi menetralkan nafasnya.
"ada apa Kyungie?" tanya Luhan,
"oh ya Chanyeol, kenalkan ini Kyungsoo dan diamana-" perkataan Luhan terpotong oleh Kyungsoo.
"apa eonnie bisa menghubungi Baekhyun? Ponselnya mati sejak semalam, dia tak kekampus. Aku sangat khawatir padanya. Aku takut dia sakit dan tak memberi tahu kita, atau dia diculik? Aku ke apartemennya semalam dan dia tak kunjung membukakan pintu, aku tahu dia tak ada di apartemen. Aku khawatir eonnie~" kata Kyungsoo dengan satu tarikan nafas, matanya mulai berkaca-kaca.
"tenang Kyung tenang, aku akan coba menghubunginya, kau duduk dulu" kata Luhan.
Chanyeol yang mendengar nama Baekhyun disebut, menatap mereka semua.
Luhan menghela nafas dan menaruh ponselnya, tertunduk lemah.
"bagaiaman?" tanya Kyungsoo sangat cemas.
Luhan hanya menggeleng lemah.
"tuh kan aku salah meninggalakannya pulang sendiri larut malam" sesal Kyungsoo.
"aku yang salah, pulang lebih dulu tanpa bertanya padanya" ucap Luhan.
"Baekhyun yang kau maksud, Byun Baekhyun?" tanya Chanyeol pelan, dan itu membuat Sehun, Luhan dan Kyungsoo menatapnya.
Chanyeol tau dari tatapan kedua yeoja itu, dan berlari sangat kencang keluar cafeteria menuju parkiran.
.
.
.
.
Chanyeol mengemudikan Lamborghini miliknya cukup kencang menuju apartemen milik Baekhyun.
Memarkirkan mobilnya di parkiran depan apartemen, dan memasuki gedung apartemen dengan tergesa.
Menaiki lift menuju kamar Baekhyun, menekan angka 4 berkali-kali berharap lift dapat berjalan lebih cepat, dan itu petcuma.
Chanyeol terus berjalan menyusuri lorong menuju kamar Baekhyun, rasanya kamar Baekhyun lebih jauh dari biasanya, atau dia yang berjalan lambat fikir Chanyeol.
Chanyeol berdiri didepan kamar yang Chanyeol yakini adalah kamar Baekhyun.
Diam cukup lama didepan pintu dan menghela nafas panjang sebelum memencet bell.
Lama tak ada jawaban Chanyeol memencet bell itu kembali.
Sudah lama Chanyeol memencet bell dan tak kunjung dapat jawaban, Chanyeol mulai menggedor kamar itu dengan tidak sabaran.
Terus menggedor kamar itu dan mulai berteriak.
"BAEKHYUN BUKA PINTUNYA, APA KAU DIDALAM?"
.
.
.
The Space Between
.
.
.
.
Baekhyun yang merasa ada orang memencel bell apartemennya hanya diam.
Dia sangat lemas hanya untuk bangun, nyeri sekali apalagi pada bagian bawah tubuhnya padahal Baekhyun tau Chanyeol melakukannya dengan lembut semalam, tapi Baekhyun tetap saja merasakan sakit. Apa karena ini adalah pertama kalinya untuknya.
Bell itu terus berbunyi, hingga sebuah ketukan pintu yang cukup keras terdengar, kepala Baekhyun masih sedikit pening untuk berjalan kearah pintu akibat bangun tidur dan posisi tidurnya yang tidak nyaman karena tertidur di sofa ruang tv.
"BAEKHYUN BUKA PINTUNYA, APA KAU DIDALAM?"
Suara itu Baekhyun tahu, dan segera menegakkan tubuhnya untuk duduk di sofa.
Baekhyun tau itu suara Chanyeol.
Baekhyun belum siap untuk bertemu dengan Chanyeol, tapi Chnayeol terdengar khawatir dan Baekhyun bangun dari duduknya untuk membukakan pintu, walaupun jalannya sedikit aneh karena menahan nyeri.
Baekhyun membuka pintu dan mendapati wajah khawatir Chanyeol didepannya.
Beberapa saat mata mereka bertemu, dan Baekhyun memutusnya lebih dulu.
"ada apa?" tanya Baekhyun tanpa melihat Chanyeol.
Chanyeol menetralkan wajahnya yang mungkin terlihat bodoh. Ingin rasanya Chanyeol memeluk Baekhyun yang sudah membukakan pintu.
"a-aku ha-hanya ingin me-melihat ke-keadaaanmu" kata Chanyeol menggerakkan matanya kesegala arah.
Baekhyun hanya diam tak bergeming.
"apa kau sudah makan siang?" tanya Chanyeol lirih.
Baekhyun masih diam, tanpa berniat menjawab pertanyaan Chanyeol.
"sa-sarapan yang aku berikan k-kau makan kan?" tanya Chanyeol lagi.
Baekhyun tetap diam, dan itu membuat Chanyeol frustasi karena Baekhyun tak meresponnya sama sekali.
"BAEKHYUN JAWAB!" bentak Chanyeol dan itu membuat Baekhyun terlonjak kaget.
Melihat Baekhyun dengan wajah kaget dan takutanya, Chanyeol segera melembutkan tatapannya.
"apa kau sudah mak-" perkataan Chanyeol terhenti saat terdengar suara teriakan yeoja.
"BAEKHIIEEEE" Chanyeol dan Baekhyun mengalihkan pandangannya pada kedua yeoja yang baru saja berteriak, dua yeoja itu bersama seorang namja yang Chanyeol sangat kenal.
Kedua yeoja itu memeluk Baekhyun sangat erat, dan itu membuat Baekhyun bingung dengan sikap mereka.
"kau tak apa kan?"
"kau sudah sarapan?"
"apa kau terluka?"
"apa kau diculik?"
"kemana kau semalam?"
"kau tak pulang?"
"kau tak menghubungi kami?"
"kenapa ponselmu mati?"
"kau marah pada kami?"
Tanya Luhan dan Kyungsoo bergantian, dan di akhiri dengan "maafkan kami~" bersamaan.
Baekhyun memandang bingung pada kedua sahabatnya ini, mengerjapkan matanya beberaa kali.
"yak! Kenapa kau tak menjawab?" kesal Luhan.
"aku harus menjawab yang mana dulu?" tanya Baekhyun lemah.
Luhan dan Kyungsoo menghela nafas, dan kembali memeluk Baekhyun.
"tak perlu kau jawab, kami sudah sangat senang melihatmu" kata Kyungsoo dan di balas anggukkan oleh Luhan.
Chanyeol yang hendak pergi dari situ tangannya ditahan oleh seseorang.
"bisa kita bicara?" bisik Sehun.
.
.
.
.
"apa kalian memiliki hubungan special?" tanya Luhan pada Baekhyun.
Baekhyun terdiam sejenak dan bayangan pada malam itu kembali berputar diotak Baekhyun.
"yak! Byun Baekhyun aku berbicara padamu" kata Luhan sambil membuatkan makan siang untuk Baekhyun.
"ah anni, kami tak memiliki hubungan apapun" jawab Baekhyun.
"jinjja?" tanya Kyungsoo.
Baekhyun mengangguk imut, tapi Kyungsoo malah memicingkan mata bulatnya itu.
Kyungsoo sedang duduk bersama Baekhyun dimeja makan, sambil sesekali menyesap susu dingin buatannya.
"wae?" tanya Baekhyun, karena Kyungsoo terus memicingkan matanya, Luhan tau jika Kyungsoo ingin membicarakan apa.
"kau tidak lihat tadi ekspresi khawatir Chanyeol seperti apa?" tanya Kyungsoo.
Baekhyun hanya diam, dia sangat tahu ekspresi Chanyeol tadi tapi dia memilih untuk diam.
"tadi Chanyeol keluar dari cafeteria dengan berlari kencang saat aku mengatakan jika kau tak dapat dihubungi sejak semalam dan lainnya, dan kami tak dapat mengejarnya karena mobil yang dia kendari melaju sangat kencang" ucap Kyungsoo.
'benarkah Chanyeol sekhawatir itu?' batin Baekhyun.
Melihat Baekhyun yang diam, itu membuat Kyungsoo bertukar pandang pada Luhan.
"ada yang ingin kau ceritakan?" tanya Luhan.
Baekhyun menatap Luhan dan Kyungsoo bergantian.
"ani, tak ada" jawab Baekhyun.
Luhan dan Kyungsoo menghela nafas bersamaan.
"yasudah, tapi jika ada yang mengganjal fikiran dan hatimu jangan dipendam sendiri. Aku sudah menganggapmu adik Baek" kata Luhan.
"ya kau sudah aku anggap saudaraku Baek" kata Kyungsoo.
Baekhyun hanya mengangguk dan memaksakan senyuman pada bibirnya.
.
.
.
.
"benar, kau tak ada apa-apa?" tanya Sehun pada Chanyeol yang kini hanya diam dan memilih untuk mengaduk-aduk milkshake yang tadi dipesannya.
"hyung, kau benar-benar aneh" ucap Sehun dan itu membuat Chanyeol mengernyitkan keningnya.
"apa yang aneh?" tanya Chanyeol.
"kau berlari kencang, mengendarai mobil dengan cepat, dan terlihat khawatir tapi kalian tak memiliki hubungan apapun."
"memangnya itu aneh?" tanya Chanyeol.
"sangat aneh malah" jawab Sehun.
Dan Chanyeol kembali terdiam.
.
.
.
.
The Space Between
.
.
.
.
19.00 KST
Kaki panjangnya melangkah pelan namun pasti memasuki restoran mewah di pusat kota Seoul.
Menggunakan setelan jas hitam dan celana bahan hitam, dengan kemeja pada bagian dalam berwarna merah marun dan sedikit terlihat rompi berwarna hitam, dan tidak lupa dasi yang terpasang rapi berwarna hitam.
Chanyeol membungkukkan badannya 90 pada pria paruh baya yang sudah menunggunya di restoran itu.
"maaf menunggu lama tuan Byun" kata Chanyeol.
"tidak, aku baru sampai. Duduklah" jawab Byun Donghae.
Chanyeol menarik kursi tepat berhadapan dengan Donghae.
Ada sekertarisnya yang selalu mendampinginya tapi dia tidak duduk dan lebih memilih untuk berdiri.
"kita membahas proyek setelah makan saja ya?" tanya Donghae pada Chanyeol.
Chanyeol tersenyum dan mengangguk pelan "ya, tuan."
"tidak usah terlalu formal Chanyeol, aku tidak ingin kau seperti itu terlihat canggung. Santai saja, anggaplah aku clientmu yang seumuran dengan mu hahahaha" tawa Byun Donghae.
"dia sudah sampai tuan" kata sekertaris Yun memberitahukan Byun Donghae.
Donghae terseyum melihat orang yang datang menghampiri meja mereka.
Chanyeol terlihat kebingungan, pasalnya dia fikir pertemuan ini hanya pihak mereka berdua, tapi-
"hai appa" sapa yeoja yang suaranya sangat familiar ditelinga Chanyeol.
Yeoja itu segera mencium pipi Byun Donghae, dan membungkukkan badannya 90 sebelum melihat siapa orang itu.
Keduanya sama-sama terkejut dan terkunci pada pandangan masing-masing dalam beberapa detik hingga Baekhyun lebih dulu memutuskan kontak mata itu.
"kau mengenalnya sayang?" tanya Donghae pada Baekhyun.
Baekhyun terdiam sebentar, dan menatap sang ayah "ani appa, aku hanya mengetahui jika dia adik dari Yoora eonnie yang gaunnya sedang aku buat."
Chanyeol sedikit terkejut dengan jawaban Baekhyun.
"oh, appa harap setelah pertemuan ini kalian berteman baik ya" kata Donghae, dan hanya ditanggapi senyuman tipis oleh Baekhyun dan anggukkan oleh Chanyeol.
Baekhyun terlihat seksi sekaligus manis dengan balutan gaun berwarna merah marun yang hanya menutupi sampai atas lutut, dan pundak yang terekspos.
Rambut yang bergelombang tergerai indah menutupi sedikit pundaknya, menggunakan flat shoes berwarna hitam dengan pita merah.
Tidak lupa membawa dompet yang hanya berisikan ponsel kesayangannya.
Baekhyun duduk di sebelah Byun Donghae, dan sekertaris Yun meninggalkan mereka bertiga sesaat setelah seluruh menu makan malam mereka sampai dimeja.
Sesekali percakapan ringan keluar dari mulut Byun Donghae dan Park Chanyeol.
Chanyeol terlihat akrab dengan Donghae, dan mereka terlihat begitu cocok.
Baekhyun hanya memakan santapannya dengan bibir yang sedikit di poutkan.
'untuk apa aku diajak kesini, jika mereka asik mengobrol seperti tidak ada orang lain' fikir Baekhyun.
Tuan Byun sebenarnya tau jika Baekhyun sangat tidak menyukai jika dirinya dianggap tidak ada, tapi Donghae sengaja agar Baekhyun memulai percakapan lebih dulu jika dia ingin dianggap ada.
Tapi ternyata sampai makanan mereka habis Baekhyun tak kunjung membuka suaranya
Hidangan penutup datang dan ini saatnya untuk Chanyeol dan Byun Donghae membahas soal pekerjaan mereka.
Saat Chanyeol hendak menyalakan laptop yang dia bawa Baekhyun bersuara.
"tunggu, jadi untuk apa appa menyuruhku hingga mengancamku untuk datang kemari sedangkan kalian membicarakan proyek yang sama sekali aku tidak paham?" tanya Baekhyun dengan wajah kesalnya.
"sayang, ini pembangunan apartemen yang akan appa turunkan untukmu, dan akan dikelola oleh suamimu kelak, jadi kau harus tau bagaimana bentuk dari gedung itu, bagaimana pembutannya serta apa saja fasilitas yang ada di apartemen itu." Jelas Tuan Byun.
Baekhyun dibuat bengong dengan jawaban dari appanya itu, sedangkan Chanyeol hanya bingung.
"tunggu sebentar appa, ini bukan artinya aku sedang dijodohkan oleh anak-anak kolega appa kan seperti dulu? Sudah aku bilang, aku belum ingin menikah appa~" rengek Baekhyun.
"makanya ini akan dibuat dari sekarang, dan akan di kelola sementara oleh kakakmu, dan akan diberikan jika kau sudah menikah. Maka dari itu cepatlah menikah" kata Tuan Byun, Baekhyun yang mendengar hanya mempoutkan bibirnya, Chanyeol tersenyum melihat wajah Baekhyun yang terlalu imut dimatanya.
"jadi ini hasil dari rancangan yang saya gambarkan waktu itu. Gedung ini memiliki 27 lantai, 614 kamar, 6 karaoke, 9 mini bar, 5 kolam renang, landasan helicopter pada atap, 11 ruang meeting, 4 aula, lapangan tennis indoor, lapangan basket indoor, parkiran diluar gedung dan didalam gedung. Mungkin ada yang ingin dikoreksi tuan dari jumlahnya?" tanya Chanyeol.
"mungkin tidak untuk saat ini, bagaimana bentuk dari ruangan-ruangan tersebut?" tanya Tuan Byun.
Chanyeol memperlihatkan seluruh gambaran ruangan yang akan dibangun pada apartement itu. Baekhyun sedikit dibuat kagum dengan rancangan yang Chanyeol buat, sangat indah dan megah fikir Baekhyun.
.
.
.
.
Disinilah Baekhyun, duduk di kursi penumpang mobil milik Park Chanyeol.
Salahkan appanya yang menyebalkan itu yang tidak mengizinkan Baekhyun pulang bersama, dengan alasan berbeda arah.
Dan salahkan juga Baekhyun kenapa tidak membawa dompetnya, lupa karena tadi taxi pesanan appanya yang menjemputnya.
Baik Baekhyun maupun Chanyeol sama-sama terdiam, tak ada niatan untuk Chanyeol menginjakan kakinya pada gas mobilnya.
Mereka sudah menghabiskan 20 menit didalam mobil dan mobil itupun tidak bergerak sedikitpun.
Baekhyun yang sudah kehilangan kesabarannya, berniat untuk turun dari mobil itu tapi tangannya di pegang oleh Chanyeol.
"kau mau kemana?" tanya Chanyeol.
"turun" jawab Baekhyun ketus.
"kenapa? Bukankah tadi appamu mempercayakan kau padaku?" tanya Chanyeol.
"iya, tapi sepertinya tak ada niatan untukmu menjalankan mobil ini" jawab Baekhyun.
"maaf, aku hanya sedang berfikir" jawab Chanyeol lirih.
Baekhyun terdiam mendengar jawaban Chanyeol.
"mengapa kau bilang tak mengenalku?" tanya Chanyeol menatap lurus kedepan.
"karena aku memang tak mengenalmu" jawab Baekhyun.
Sebenarnya jawaban Baekhyun ada benarnya, Baekhyun tidak begitu mengenalnya. Hanya entah mengapa mereka menjadi dekat, dan melewatkan malam yang hebat.
"jadi kau ingin melupakannya?" tanya Chanyeol.
"bisakah kau tidak membahas malam itu?" bukannya menjawab Baekhyun malah bertanya balik.
"baiklah, tapi kita tetap kenal kan?" tanya Chanyeol menatap Baekhyun, Baekhyun ikut mengalihkan matanya menatap Chanyeol.
"iya, hanya sekedar mengenal" jawab Baekhyun.
"jujur, sedari tadi aku menahan ini" kata Chanyeol, perlahan menyentuh pipi Baekhyun.
Baekhyun tidak menolak, dan ikut meresapi kelembutan tangan Park Chanyeol.
Matanya terpejam hingga dia merasakan benda kenyal menyentuh bibirnya, sedikit melumat.
Lama kelamaan ciuman itu menjadi menutup, tangan Chanyeol yang bebas kini tengah meraba-raba paha Baekhyun yang terekspos.
"eungh" Baekhyun melenguh saat Chanyeol melesakkan lidahnya pada mulutnya dan tangannya masuk semakin dalam.
Ciuman Chanyeol kini sudah turun pada leher mulus milik Baekhyun, sedikit menyesapnya dan meninggalkan bercak merah tipis pada leher itu, Chanyeol melesakkan lidahnya pada belahan dada Baekhyun yang terlihat dari luar gaunnya, dan itu membuat Baekhyun merasa geli Baekhyun menjauhkan wajah Chanyeol dari tubuhnya.
Nafas mereka memburu, terdapat nafsu yang memuncak. Chanyeol kembali memajukan wajahnya dan kini dia mengecup berkali-kali pada pundak Baekhyun.
"eungh Chanyeol sudah" kata Baekhyun dan menjauhkan wajah Chanyeol.
Chanyeol memejamkan matanya dan bersandar pada kursi.
Mengusap wajahnya, dan berkata "ayo kita pulang,"
Dalam perjalanan baik Chanyeol maupun Baekhyun sama-sama terdiam, sampai akhirnya mereka tiba di depan gedung apartement Baekhyun.
Baekhyun hendak turun, dan Chanyeol menahan tangannya.
"bolehkah?" tanya Chanyeol, Baekhyun diam sejenak dan menatap mata bulat milik Chanyeol. Dan tak lama Baekyun mengangguk dengan kepala tertunduk, seringaian tercetak diwajah tampan Chanyeol.
.
.
.
.
The Space Between
.
.
.
"tidak berubah sejak terakhir kali aku masuk kemari" kata Chanyeol.
"aku sedang malas untuk merubahnya" jawab Baekhyun sambil mengunci pintu.
Saat berbalik Baekhyun dikagetkan dengan Chanyeol yang berdiri tepat dihadapannya, dan memojokkan dirinya pada pintu.
Chanyeol menghirup wangi vanilla yang keluar dari rambut Baekhyun.
Kedua tangannya mengusap lengan Baekhyun dengan gerakan erotis.
Entah Baekhyun yang terbuai dengan sentuhan Chanyeol atau Chanyeol yang sangat ahli, kini Baekhyun hanya tinggal mengenakan celana dalamnya saja.
"kau indah" puji Chanyeol dan Baekhyun sangat malu dengan pujian itu.
Chanyeol segera melepaskan seluruh pakaiannya dan membuka kain terakhir yang ada pada tubuh baekhyun.
Menggendong Baekhyun seperti koala, merasakan kejantanannya yang terjepit oleh bokong sintal Baekhyun.
"sshhhh" Chanyeol mendesis merasakan nikmat pada kejantanannya saat berjalan menuju kamar Baekhyun.
Menurunkan Baekhyun perlahan pada ranjangnya, menyalakan pendingin ruangan dan naik keranjang menindih tubuh Baekhyun.
"ini sudah malam, besok kau kuliah dan aku harus kerja jadi kita langsung keinti saja ya?" kata Chanyeol dan Baekhyun mengangguk seperti seekor puppy yang diperintah oleh majikannya.
Chanyeol memasukkan kejantanannya pada vagina Baekhyun, sebelumnya Chanyeol sudah melebarkan paha Baekhyun.
"awh" ringisan Baekhyun membuat Chanyeol menghentikan aktivitasnya, penisnya belum masuk seluruhnya tapi dia tidak ingin Baekhyun menahan sakit yang amat sangat jika dia terus memaksakannya.
"lanjutkan" kata Baekhyun dan Chanyeol segera memasukkan penisnya dalam sekali hentakkan, dan itu sukses membuat Baekhyun meringis kesakitan.
Butuh waktu beberapa saat untuk Baekhyun menyesuaikan dengan junior milik Chanyeol yang ukurannya diatas rata-rata.
"bergeraklah" kata Baekhyun dan Chanyeol mulai menggenjot.
"aahhh oouuhhhh aaahhh"
"sssstttt Baekkhhhh"
"oouuuhhh Chanyeolllhhhh fasterrrrr"
"tentuhhhh"
"aahhhhhh ya, disitu Chanhhhhh"
"aaaahhh ah ah ah"
"BAEKHYUUUNNNNN/CHANYEOOOOLLL"
Chanyeol mengecup kening Baekhyun, dan menggunakan pakaiannya kembali lalu keluar dari apartemen itu dan kembali keapartemen miliknya.
"jaljayo gadis manis"
.
.
.
.
The Space Between
.
.
.
.
Chanyeol sedang sibuk dengan seluruh berkas ditangannya.
Terdengar ketukkan pintu dari luar ruangannya.
"masuklah!" teriak Chanyeol.
Chanyeol sama sekali tidak memperhatikan siapa orang yang masuk kedalam ruangannya sampai orang tersebut berdiri tepat di depan meja kerjanya.
"selamat pagi Sajangnim, saya sekertaris baru anda" sapa yeoja itu dan membungkukkan badannya 90 .
Chanyeol mengalihkan tatapannya dari berkas-berkas ke yeoja yang berkata sebagai sekertaris barunya.
Dan mata yang bulat itu seketika membulat sempurna.
"kau" kata Chanyeol, dan yeoja itu hanya tersenyum manis menanggapinya dan kembali membungkuk.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
.
.
.
AKHIRNYA UPDATE JUGA
KOK NCNYA PENDEK? MIAN SOALNYA INI NGETIK DALAM WAKTU SATU JAM DENGAN RASA BERSALAH YANG BESAR, KARNA LAPOTOP MALAH DIPAKE IBU BUAT NONTON DRAMA -_-
PENGEN CURHAT DIKIT, SOAL SYUTING CHANYEOL HUWAAAAAA T.T SEDIH BANGET DEH LIAT TANTE TANTE GANJEN DEKET-DEKET CHANYEOL, PEGANG PEGANG LAGI T.T
DAN UDAH PADA LIAT VIDEO EXO DI V APP? HUWAAAAA CHANBAEK SHIPPER PUAS PUAS PUAAAASSSSS, AKU STREMING DAN TERIAK-TERIAK GEJE DI RUANG TENGAH PADAHAL LAGI ADA SODARA :D
UDAH PADA LIAT MAMA, AKU GAGAL STREAMING SOALNYA BESOKNYA ULANGAN FISIKA & MATEMATIKA PEMINATAN, SEDIH BANGET CUMA LIAT RED CARPET, TERUS NONTON DI INDOSIAR EEHHH GAK DI TRANSLATE, DAN AKHIRNYA DOWNLOAD DEH.
OH YA, UDAH PADA LIAT YANG EXO MENANG PENGHARGAAN DI CHINA TERUS TAO JUGA DAPET PENGHARGAAN DITEMPAT YANG SAMA? JUJUR AKU KAGET BANGET, APA MEREKA KETEMU? SEMOGA IYA ^.~
HUWAAA AKU SEDIH BANGET DEH INSTAGRAMKU GA TAU KENAPA GAK BISA KOMENT, GAK BISA BIKIN CAPTION SEDIIHHH BANGET LAPTOP BENER EH INSTAGRAM YANG ERROR.
.
.
.
OH YA GIMANA INI TANGGEPANNYA SOAL FF INI? JADI JELEK YA? GAK NGEFELL YA? (EMANG DARI AWAL JUGA JELEK)
MINTA SARAN DAN MASUKAN YA, TAPI "NO BASH"
DAN PERBANYAK REVIEW YA, SOALNYA SEMAKIN BANYAK REVIEW SEMAKIN AKU SEMANGAT BUAT NGETIK DAN GALI BANYAK IDE.
DAN TOLONG HARGAI SEMUA AUTHOR YANG UDAH CAPEK CAPEK NGETIK DAN LUANGIN WAKTUNYA BUAT BIKIN FANFICTION, KARENA KAIAN HARUS TAU SUSAH BANGET BUAT NGELUANGIN WAKTU DITENGAH KESIBUKAN.
JADI REVIEW PLEASE...
SEE YOU NEXT CHAP (ITUPUN KALO BANYAK YANG REVIEW) OH YA JANGAN LUPA RESPON BUAT FF AKU YAG BARU
PAY PAY
^.~
