Disclaimer : I don't own Gakuen Alice

Chapter 10 : Puzzle 2

Seorang gadis kecil dengan baju bewarna biru es, rok hitam mini, dan celana ketat biru selutut, terengah engah di dalam lingkaran AAO berbaju hitam.

"Sial..." kutuknya," dimana kucing hitam itu." Dia kemudian melompat sangat tinggi sambil melempar pisau pisau es ke arah mereka. Dia langsung bersalto di udara sambil bersiap siap untuk mendarat. T ak lupa ia memakai ice barrier dan nullification barrier (di sekeliling ice barrier) disekeliling tubuhnya agar ia terlindungi dari serangan alice dan serangan senjata yang mengarah padanya.

Lalu, salah satu dari anggota AAO tersebut melemparkan kilat kilat ungu terang ke arahnya. Namun, kilat tersebut tidak dapat melukainya karena nullification barrier miliknya. Tiba tiba saja Mikan mengalami sensasi aneh pada tubuhnya. Perasaan seperti sedang tersetrum menjalar ditubuh kecilnya.

"sial..." kutuk Mikan sambil memeluk tubuhnya sendiri. Mikan langsung mendarat dengan mulus sambil berlutut karena dirinya kehabisan tenaga.

"li... LIGHTNING STRIKE..."

Kilauan cahaya menyilaukan mata Mikan diserati dentuman dentuman yang menggelegar ditelinganya. Orang orang AAO disekitarnya langsung tumbang saat kejadian itu berlangsung.

'mi... MIKAN..." teriak seorang gadis yang berlari ke arahnya. Mikan memandang si pendatang itu sambil tersenyum lembut. Jiwanya terasa lemah.

"Kalau kau begini terus, kau bisa pingsan dalam waktu yang lama," bisik gadis itu. Mikan tetap tersenyum lemah.

"bi... Biarkan aku melakukannya. Dengan begitu, kekuatanmu akan kembali walaupun itu hanya sedikit sehingga kau dapat bertahan menghadapi efek tersebut," ucapnya serius sambil membantu Mikan untuk berdiri.

"Kumohon..." pintanya. Mikan kemudian mengangguk lalu memejamkan matanya. Sensasi aneh yang menjalar di tubuhnya sedikit demi sedikit berkurang. Tenaganya mulai bertambah walau sangat sedikit. Perlahan lahan penopang tubuhnya menghilang dan Mikan tahu apa yang sedang terjadi. Ketika ia membuka mata, gadis itu tidak terlihat lagi...

Mikan memandang kesekelilingnya. AAO tumbang bertebaran di aspal dekat gudang tempat dimana anak pemilik wind alice itu disekap.

"hm... efek dari lightning strike rupanya," bisik Mikan sambil membayangkan bagaimana 'lightning strike' itu bekerja. Ia menyesal tidak melihatnya karena pada saat itu tenaganya terkuras habis akibat efek dari barrier nullification-nya.

Tiba tiba saja, kesadarannya mulai menipis. Mikan tahu kalau itu sudah waktunya untuk memulihkan diri. Ia memandang sekeliling mencari cari seseorang yang dapat ia mintai bantuan. Lalu, ia menangkap sosok Natsume yang keluar dari gudang. Mikan tersenyum dibalik topengnya sebelum akhirnya pandangan Mikan menggelap.

"MIKAN..."

--

Suasana tenang kini dirasakan oleh Mikan. Mikan di bawa ke rumah sakit karena kelelahan akibat misi yang ia jalani. Mikan terbangun dari tidurnya yang sangat panjang. Matanya bergerak memandang ke seluruh ruangan. Kini, dia tahu kalau dirinya sedang berada di dalam salah satu rumah sakit Alice Academy.

Mikan bernapas lega. Dia kemudian bangun da meninggalkan kasur dan berjalan menuju jendela. Suasana di luar begitu gelap. Langit hitam bertaburan bintang bintang kecil, mengingatkannya pada sebuah kenangan masa kecilnya.

"Kalau kau memandang bintang di langit, maka kau dapat melihat ayahmu, Mi-chan," ucap wanita berumur kurang lebih 30 tahun pada Mikan kecil yang saat itu berumur 7 tahun.

"Sungguh, kaa-san," ucap Mikan dengan mata berbinar bnar. Yuka mengangguk sambil tersenyum memandang anaknya yang begitu polos. Dia kemudian merogoh sakunya dan mengeluarkan batu biru bening dan orange kepada Mikan.

"Ini untukmu, Mikan," ucap Yuka sambil memasang senyum kecil di bibirnya. Mikan memandang batu tersebut dan mengamatinya. Tiba tiba ia terkejut setelah akhirnya mengetahui perihal batu tersebut.

"Kaa-san... ini, kan..."

--

5 jam sebelumnya

Jam 3 sore... Natsume duduk di pohon sakura memandang kelopak bunga yang berguguran. Perlahan lahan dan menyejukkan hati. Ia terdiam sambil memikirkan kejadian malam itu.

Flashback

"Azumi... kau benar benar tidak tahu Minami Sakura?" tanya Natsume sambil berlari menuju pintu keluar.

"Ya... aku sama sekali tidak tahu siapa Minami itu," ucap Kazu.

"Minami Sakura..." lirih Natsume," Minami adalah saudara kembar Mikan." Kazu memandang Natsume dengan ekspresi yang sangat aneh. Kemudian ia menggelengkan kepalanya.

'Seumur hidupku, aku tidak pernah mendengar kalau Mikan-sama mempunyai saudara kembar," ucapnya serius, "aku... AKU ADALAH SEPUPU MIKAN-SAMA."

Natsume terdiam, tidak merespon ucapannya dengan segra. Ia sulit untuk memecahkan teka teki aneh tersebut. Dipikirannya hanya ada satu... tentang kebenaran akan jati diri Mikan dan Minami.

Siapa Minami itu sebenarnya, pikir Natsume

End of Flashback

Natsume mengacak ngacak rambutnya. Stress. Ia bingung... Banyak sekali yang disembunykan sehingga membuat Natsume sangat bingung.

"Mana mungkin Kazu tidak tahu kalau sepupunya yang sangat ia sayangi itu mempunyai saudara kembar," gumam Natsume. Ia menatap lagi tarian kelopak bunga yang berguguran.

Natsume melompat dari dahan pohon dan berjalan menuju rumah sakit. Ia ingin menjenguk Mikan, mencari tahu kebenaran dari puzzle puzzle yang membingungkan itu.

Saat ia berjalan menuju kamar Mikan, tiba tiba saja ada yang mencegatnya.

"Maaf... tapi sekarang tidak diperkenankan untuk membesuk pasien. Mohon tunggu satu jam lagi," ucap suster dengan ramah. Natsume memandang tajam suster tersebut sehingga membuat suster itu ketakutan (me: ketakutan pada anak berumur 10 tahun... itu sangat jarang terjadi).

"se... sekali lagi ma.. maad. I.. Ini sudah pro.. sedur dari p.. pihak rumah sakit," ucap suster itu dengan gugup. Natsume tetap memandang suster tersebut dengan tatapan penuh ancaman. Dia seakan akan ingin menguliti suster itu hidup hidup hingga akhirnya...

"Apa yang kau lakukan disini, kuroneko," bisik suara yang familiar dengannya yang muncul di belakang Natsume tiba tiba. Refleks, Natsume melompat ke samping sambil menoleh ke arah pemilik suara. Ia mendapati kalau pemilik suara itu adalah Persona.

"ck... ck... ck... tak kusangka kau sekaget itu, eh..." ucap Persona sambil memasang seringai liciknya yang terkenal itu. Natsume terdiam sambil mengutuki Persona dibalik desah napasnya.

"Sudahlah, kuroneko. Kutukanmu tidak akan mempan," nasihat Persona," Dan kurasa... lebih baik kau beristirahat terlebih dahulu mengingat kau yang baru saja melakukan misi tadi malam." Persona kemudian meninggalkan Natsume yang sedang memasang wajah sedikit kaget.

se... sejak kapan dia menjadi peduli seperti ini? tanya Natsume dalam hati. Ia akhirnya meninggalkan rumah sakit. Kini, ia berjalan menyusuri Central Town yang agak ramai mengingat hari itu adalah hari minggu sore. Ia memandangi toko satu per satu tanpa mempedulikan teriakan teriakan yang berasal dari fansgirl-nya.

"Natsume-san," panggil seorang anak laki laki yang berumur kira kira 12 tahun. Natsume menoleh dan mendapati Kazu Azumi sedang berlari menghampirinya.

"wa... lihat cowok di samping Natsume-sama"

"Keren banget..."

"iya..."

Bisik bisik gadis gadis di sekitar Natsume benar benar membuat Natsume merasa sangat terganggu. Satu persatu rambut mereka terbakar dan akhirnya mereka berlari tunggang langgang menjauhi Natsume dan Kazu.

"Wah... alicemu keren, Natsume-san," puji Kazu," sangat cocok dengan kepribadianmu." Natsume terdiam.

"Wah... Kau hebat, Nat. Kau mengalahkan anak nakal itu tanpa terluka," puji Mi sambil memasang senyum imutnya. Natsume hanya dapat membalasnya dengan senyum kecil lalu membisikkan sesuatu pada Mi," Ya... karena aku akan melindungimu, my princess,"

"Natsume-san," panggil Kazu sambil menatap heran. Natsume langsung tersadar dari lamunannya.

"Ada apa, Natsume-san?" tanya Kazu. Natsume menggeleng gelengkan kepalanya," aku tidak apa apa." Mereka kemudain berjalan menyusuri Central Town. Tujuan mereka sudah jelas... yaitu mencari keberadaan Minami dan memintanya untuk menjelaskan tentang kebenaran yang tersembunyi.

--

Akhirnya selesai... aku berusaha untuk meluangkan waktuku saat mengetik chapter 10. Mungkin chapter ini agak tidak nyambung... tapi, biarlah... hanya ini yang bisa aku tulis...

Mohon Reviewnya...