Sensual Caresses

Main Cast:

Byun Baekhyun

Park Chanyeol

Kris Wu

Genre:

Romance, hurt, little bit action

Rated:

M

Song Recommended:

Flower (Lizzy), Uncover (Zara Larsson), Suffer (Charlie Puth), Say Yes ( Loco, Punch)

WARNING : MATURE CONTENS, little bit BDSM, Dirty Talk

DON'T LIKE GS DON'T READ

Summary:

Byun Baekhyun gadis berusia 23 tahun yang mau tidak mau harus tinggal bersama Park Chanyeol setelah dirinya sadar akan jaminan sebuah perjanjian konyol laki-laki tersebut. Terjebak akan gairah, dendam yang tersembunyi, cinta dan obsesi yang membuat perasaanya tak menentu.

Ruangan bercat putih dengan satu ranjang dan meja tersebut tampak penuh dengan bau berbagai obat. Byun Baekbeom, laki-laki yang tidak lain merupakan saudara laki-laki Baekhyun tersebut tampak berbaring dengan tatapan mata kosong, lebih tepatnya berpura-pura menatap dengan tatapan kosong. Song Hana dan Kim Jongdae berdiri tidak jauh darinya itulah yang membuatnya harus bersikap seperti sosok yang benar-benar gila, meskipun dalam hatinya ia selalu mengumpat kesal wanita jalang yang berstatus sebagai ibu tirinya tersebut. Tubuhnya sedikit menegang kala dirinya merasakan langkah kaki menyeramkan Song Hana yang kini tengah berjalan menghampirinya. Dari sudut ekor matanya ia dapat melihat jika wanita tersebut tampak begitu puas dengan acting dadakannya. Ia sedikit berfikir jika wanita tersebut bodoh telah ditipu olehnya. Dengan posisi tangan diborgol dan kaki diikat diranjang membuatnya tambah merinding merasakan jari jemari ibu tirinya tersebut menelusuri tangan hingga wajahnya. Ingin sekali dirinya berteriak dan menyumpahi wanita tersebut jika saja dirinya tidak mengingat akan rencananya selama ini.

"Kau terlihat begitu sempurna dengan setelan pakaian orang gila Byun Baekbeom" Baekbeom mencoba untuk bertahan pada posisinya. Mengabaikan gemuruh emosi didalam hatinya akan ucapan Song Hana.

"Akan terlihat lebih sempurna jika kau mendekam disini selamanya Baekbeom sayang"

Song Hana beranjak meninggalkan Baekbeom dan beralih menghampiri dokter yang menangani laki-laki tersebut. Baekbeom melirik sebal Song Hana setelah wanita tersebut berbalik dan menghampiri dokter yang menanganinya. Sejenak ia menatap Jongdae yang berdiri tak jauh darinya dan dirinya mendapati jika laki-laki tersebut tersenyum begitu tulus namun tak menyembunyikan gurat kekecewaan dan kesedihan. Dalam hal ini ia tidak bias menyalahkan Jongdae yang takhluk begitu saja pada Song Hana. Posisi Jongdae sebagai penasehat mendiang ayahnya sekaligus orang kepercayaan keluarganya membuat laki-laki tersebut terjebak didalam dua pilihan yang sama sekali tidak menguntungkan. Ia ingat kejadian dua tahun yang lalu dimana dirinya disekap dan Jongdae yang berdiri dengan pistol tertodong tepat dikepalanya. Ia ingat bagaimana laki-laki tersebut berusaha untuk menolak tawaran Hana yang ingin menjadikan penasehatnya tersebut sebagai salah satu pesuruhnya. Pukulan demi pukulan diterima Jongdae, membuat laki-laki tersebut hampir tidak sadarkan diri. Dirinya yang tak bias berbuat apa-apa hanya meringis dan berusaha untuk tidak terlihat lemah dihapan Hana. Namun hingga pada akhirnya Jongdae menyetujui apa yang diinginkan Song Hana. Ia setuju bukan karena sebuah kekuasaan atau hal lainnya, tetapi keluarganya yang menjadi ancaman akan dibunuh dihadapan mereka. Baekbeom paham akan hal itu, ia juga akan melakukan hal sama jika itu untuk menyelamatkan keluarganya. Kemarahan itu memang ada namun ia tidak berhak untuk memusuhi Jongdae yang juga terkena imbasnya. Ia yakin jika laki-laki tersebut suatu saat nanti akan berubah haluan untuk kembali membantunya.

"Apa ini? Kenapa baunya seperti sirup di supermarket murahan?" kerutan didahi Hana tampaknya berhasil menarik perhatian beberapa pengawal wanita tersebut siap siaga dengan senjata mereka. Jongdae hanya diam, ia tidak mencoba untuk menghampiri sang majikan atau hanya sekedar mencegah para pengawal untuk tetap diam. Ia memang penasaran dengan apa yang berhasil membuat Hana sedikit murka tetapi ia berusaha untuk diam dan menjalankan tugas apabila diperintah saja.

"Ini formula baru sebagai obat tambahan tuan Byun, nyonya. Ini memang terlihat seperti sirup tetapi kandungan bahannya sama. Aku sengaja membuatnya agar terlihat berbeda" suara dokter Kim terdengar begitu tenang yang mana berhasil membuat Song Hana perlahan dapat mempercayai omongan tersebut.

Suasana ruang rawat Baekbeom kembali sepi setelah pintu utama tertutup setelah Song Hana dan komplotannya keluar. Baekbeom mengumpat keras tanpa memperdulikan dokter yang kini tengah menyeringai. Mulutnya tak ada hentinya untuk mengucapkan sumpah serapah dan beberapa kalimat yang akan menyatakan balas dendam kepada wanita yang dianggapnya jalang tersebut. Minseok yang tidak lain merupakan dokter yang menangani Baekbeom kini berjalan menghampiri laki-laki tersebut. Wanita tersebut memasukkan kunci pasang borgol yang berada di kedua tangan Baekbeom dan sedetik kemudian borgol tersebut terlepas.

"Kau harus menahannya lebih lama Baekbeom-ah"

"Jika kau lupa aku sudah hampir tiga tahun terkurung dirumah sakit jiwa, Kim" dokter Kim yang sering disapa Xiumin tersebut hanya terkekeh dan menyerahkan sirup yang tadi sempat ditanyakan Hana pada Baekbeom.

"Dia itu bodoh sebenarnya"

"Ya aku setuju, terlihat sekali dari matanya yang tak jeli membedakan obat dan sirup. Otaknya mungkin sebesar biji kacang hijau hingga dia bodoh seperti itu" Xiumin semakin tergelak mendengar gerutuan sebal sang pasien yang sudah hampir setahun ini ia tangani.

"Bagaimana keadaanmu? Apa kau masih sulit membedakan nyata dan halusinasi?"

Baekbeom tersenyum tipis sebelum dirinya meneguk habis minuman yang diberikan dari Xiumin yang tidak lain adalah sirup tersebut. Laki-laki tersebut menatap Xiumin dengan penuh rasa terima kasih. Sudah hampir setahun ini wanita yang memiliki putra satu tersebut telah merawatnya dengan diam-diam bekerjasama dengan Zhang Yixing. Dua dokter yang diam-diam menyembuhkan gangguan jiwa yang ia alami.

"Aku baik-baik saja, terima kasih sudah menolongku"

"Berterima kasihlah pada adik sepupuku, Baekbeom-ah" Baekbeom tersenyum. Ya dia memang harus berterima kasih pada adik sepupu Xiumin yang telah menolongnya secara diam-diam.

"Jika saja ia tidak bertemu dengan adik perempuanmu ia tidak mungkin akan mengirimku kesini. Jadi bersyukurlah Chanyeol mencintai Baekhyun"

Baekbeom tidak tahu apakah dalam hal ini ia harus senang, sedih atau benci mendengar jika Baekhyun memiliki seseorang special bernama Chanyeol. Ia juga belum sepenuhnya percaya jika Chanyeol menolongnya hanya karena mencintai Baekhyun atau memiliki niat lainnya, tentunya niat buruk pada Song Hana. Ia yakin jika dibalik ini semua Chanyeol memang juga memiliki rencana buruk pada Song Hana. Baekbeom menyeringai yang mana mengundang tatapan mengerikan Xiumin. Wanita tersebut bergidik ngeri melihat bagaimana senyum pasiennya tersebut.

"Kau tidak kembali gila hanya karena meminum sirup rasa jeruk yang kuberikan?"

Baekbeom menatap datar Xiumin yang masih saja memandangnya ngeri. Jika saja dokter yang merangkap sebagai sahabatnya ini laki-laki mungkin ia sudah menendangnya, tapi sayang Xiumin itu adalah wanita, single parents dan janda ber-anak satu.

-SC-

Baekhyun menatap kesal sosok laki-laki yang kini tengah berbaring disampingnya. Kedua telapak tangannya sedaritadi menggenggam erat selimut yang menutupi tubuhnya. Wajahnya yang memerah benar-benar menampakkan bagaimana dirinya yang tengah emosi. Terbangun di dalam kamar pribadi Chanyeol dengan tangan lelaki tersebut melingkari tubuhnya dan oh jangan lupakan bagaimana keadaan mereka yang kini telanjang bulat tanpa sehelai benang apapunhanya selembar selimut tebal yang menutupi tubuh polos mereka. Baekhyun tidak dapat memikirkan alas an apalagi yang mendasari mereka tidur bersama dalam keadaan telanjang bulat. Ia hanya meyakini jika laki-laki bersurai abu-abu tersebut baru saja mencabuli dirinya.

Jika ia mencabuliku, kenapa aku tidak merasakan sakit dibagian bawah tubuhku?

Baekhyun mengernyit atas pemikirannya sendiri. Pemikirannya tentang penuduhan atas aksi pencabulan saja belum ia selesaikan kenapa sekarang berpikir mengenai bagian bawahnya yang tidak terasa sakit. Bibir tipisnya mencibir kesal atas pemikiran konyolnya sendiri, mengabaikan Chanyeol yang kini tengah menatapnya semenjak dirinya asik dengan pemikirannya. Mata bulatnya dengan nakalnya menelusuri setiap inci tubuh Baekhyun dan berakhir dibelahan dada wanita tersebut yang kini mulai terekspos karena selimutnya yang kian menurun. Posisinya yang berbaring dibelakang Baekhyun membuatnya memiliki keuntungan sendiri dengan adanya suguhan punggung telanjang hinggga pinggang dan pantat berisi Baekhyun. Sungguh jika saja Baekhyun wanita yang tak bermulut pedas mungkin pagi ini akan diisi dengan suara desahan merdu Baekhyun, tangan jelentik yang akan menari dengan indahnya disela-sela rambutnya dan jangan lupakan bagaimana tubuh ramping tersebut yang akan memanjakan dirinya. Ugh..kejantanannya akan benar-benar mengeras setelah ini.

Wow… rencana dan bayangan yang indah dipagi hari, bung. Tapi sayang, telan saja semuanya jika kau tidak ingin seisi rumah ini mendengar suara jeritan dan ocehan mematikan dari si Byun ini, Park. Kau harus lebih mengutamakan kesehatan pendengaran para pegawaimu dan anakmu daripada ereksimu yang mungkin saja sudah mulai menegang.

Baekhyun menolehkan kepalanya kearah Chanyeol dan betapa terkejutnya dirinya ketika mendapati Chanyeol tengah menyeringai kearahnya. Ia mendelik tajam dan kemudian menarik selimut untuk melingkar ditubuhnya. Chanyeol menempatkan kedua tangannya dibelakang kepala guna menompang kepalanya dengan kedua lengannya. Seringain yang terpantri dibibir tebalnya masih saja tampak dan berhasil membuat tingkah Baekhyun semakin brutal untuk menutupi tubuhnya. Chanyeol diam, mengamati Baekhyun yang sibuk sendiri seperti adalah hiburan tersendiri baginya. Ia bersiul genit tatkala mendapati selimut yang kembali melorot dan menampakkan belahan dada sintal si wanita. Baekhyun jengah, selain tangannya yang mulai pegal sendiri ia juga tidak dapat berbuat banayk untuk menggertak Chanyeol. Ia sepenuhnya berbalik dan bersiap untuk meneriakkan Chanyeol.

"YAK! Seharusnya kau itu turun pergi dari sini ketika melihat wanita tengah kesulitan menutupi tubuhnya. Bukan malah berdiam diri seperti orang bodoh" Chanyeol mengangkat alisnya tanpa menghilangkan seringaian dibibirnya. Lelaki tersebut semakin gencar untuk menggoda Baekhyun.

"Kenapa aku harus pergi jika didepanku ada pemandangan yang lebih indah sekaligus menggairahkan"

"KAU_"

"Apa? Kau akan mengancamku dan meneriakiku hm"

"Dasar idiot"

"Dan kau adalah orang yang lebih idiot daripada diriku"

"YAK!"

"Daripada meneriakiku seperti itu, sebaiknya kau buatkan aku sarapan pagi Baekhyun sayang"

"Aku tidak mau" Chanyeol mengernyit, laki-laki tersebut beranjak bangkit menjadi duduk yang mana membuat selimut melorot dan menampakkan perutnya yang semi berotot dan berhasil membuat Baekhyun bersemu merah memalingkan wajahnya.

"KYA! TUTUP TUBUHMU IDIOT. APA KAU TIDAK MALU HAH!" Chanyeol terkekeh geli melihat Baekhyun yang memalingkan wajah dengan mata tertutup. Rambut almond-nya yang panjang tersebut tak berhasil menutup keseluruhan wajah Baekhyun, namun kini malah tampak berantakan yang mana terlihat begitu sexy dimata Chanyeol.

"Kenapa harus malu, jika kita semalam tidur tanpa sehelai bajupun" Baekhyun memberanikan dirinya untuk menoleh menatap wajah tampan Chanyeol yang menyebalkan. Rasa kesalnya sudah memuncak jadi mau tak mau ia harus kembali meneriaki laki-laki tersebut meskipun matanya akan melotot kesana kemari seperti wanita nakal.

"Kau benar-benar tidak malu hah? Bagaimana jika kau telanjang didepan umum apa kau juga tidak malu"

"Asalkan itu bersamamu, aku tidak malu" Baekhyun jaw drop. Wanita bersurai almond tersebut membulatkan matanya dengan bibir mungil membentuk huruf 'O'. Keterkejutan dengan diiringan rasa haru masih menyelimutinya kala perkataan Chanyeol masih berkeliaran didalam otaknya.

Ya Tuhan bagaimana bisa aku bertemu dengan manusia seperti dia.

Sorot tatapan tajam kini kembali menyapa Chanyeol, namun laki-laki tersebut bukannya terbawa akan keseriusan malah menahan hasrat untuk tertawa. Bagaimana bisa ia akan larut dalam keseriusan jika tatapan tajam Baekhyun malah dominan tampak seperti puppy merengek kelaparan seperti itu. Ia hanya menanggapinya dengan santai, tersenyum tipis untuk meredakan denyutan hasrat akan tawanya. Baekhyun menggigit bibirnya menahan kesal melihat Chanyeol yang yang malah tampak begitu santai. Ia semakin mengulum bibirnya yang mana mengundang kedua mata bulat Chanyeol untuk terfokus dalam lipatan yang tergigit tersebut. Kali ini bukan hasrat tawa yang ia tahan melainkan hasrat untuk mencumbu kembali bibir merah muda Baekhyun yang menggairahkan. Ia tidak bisa menatap begitu lama sepasang bibir tipis tersebut tergigit. Ia juga ingin kembali merasakan betapa manisnya bibir tersebut jika kembali tenggelam dilipatan bibir tebalnya.

'Shit'

Chanyeol mengumpat kesal. Laki-laki tersebut menempatkan tangan kirinya dibelakang leher Baekhyun dan dengan cepat menariknya. Tautan penuh keintiman tersebut kini kembali terulang. Gerakan sensual yang tidak dapat Baekhyun cegah kembali menyapanya. Wanita tersebut hanya diam mematung, masih dilanda dengan keterkejutan atas gerakan Chanyeol yang begitu tiba-tiba. Namun ketika kesadaran mulai menghampirinya dan gerakan tangan untuk memberontak, namun tubuh lelaki pemilik bibir tebal tersebut sudah memblokir pergerakannya dengan menarik paksa pinggangnya hingga kini posisinya berada diatas pangkuan sang dominan. Wow..posisi yang begitu menguntungkan bukan. Pukulan demi pukulan Baekhyun lontarkan diatas bahu Chanyeol namun balasan yang ia dapatkan adalah gerakan tangan Chanyeol yang semakin erat memeluknya, yang mana berpengaruh besar dan sangat kacau untuk tubuh bagian bawah mereka. Baekhyun pasrah. Kesadaran akan emosi lenyap begitu saja terkalahkan oleh gairah yang tiba-tiba datang meyelimutinya seketika dirinya merasakan belaian halus dikulit pinggangnya. Menggelitik mesra seperti lidah Chanyeol yang tidak berhenti membelai rongga-rongga mulutnya.

Chanyeol memutuskan untuk membuka matanya dan disambut oleh mata Baekhyun yang terpejam sarat akan penuh gairah. Ia tersenyum ditengah cumbuan panas mereka mendapat reaksi positive dari Baekhyun. Itu artinya ia bisa berbuat lebih dari yang namanya ciuman misalnya seperti…bercinta di pagi hari. Ereksinya kini sepenuhnya berhasil menegang ketika dirinya menerima sengatan bak listrik ditubuhnya yang disebabkan oleh kinerja kedua tangan Baekhyun yang bermain disekitar leher dan rambutnya. Ia memiringkan kepalanya yang mana berhasil mengundang lenguhan penuh kenikmatan dari bibir Baekhyun. Hingga ketika dirinya akan menyibak selimut yang mereka gunakan sebuah suara cempreng dengan lantang memecahkan aura sensual diantara mereka.

"Daddy, Mommy apa yang thedang kalian lakukan?"

Itu suara Jiwon Park, si kecil Park yang baru saja memergoki kegiatan tidak senonoh mereka. Dan itu artinya mereka harus mempersiapkan berbagai alasan untuk menjawab seluruh pertanyaan si kecil Park, mengingat bagaimana cerewetnya sikecil Park tersebut. Tidak banyak yang mereka lakukan untuk menyangkal ataupun mengelabuhi tatapan Jiwon yang polos, lugu dan menggemaskan. Baekhyun mengeratkan pelukannya dan menyembunyikan wajahnya dilekukan leher Chanyeol sementara laki-laki tersebut hanya melontarkan senyuman hambar yang mana terlihat begitu konyol bagi siapapun yang melihatnya, termasuk Jiwon.

.

-SC

.

Keadaan ruang makan tampak tak begitu ramai maupun hening meskipun kedatangan dua bawahan Chanyeol tersebut ada disini bersama sang pemilik rumah. Yah..setidaknya untuk saat ini dimana Chanyeol dan Baekhyun yang masih betah melototi Kim Jongin dan Oh Sehun yang sibuk menahan tawa akan cerita Jiwon yang terkesan polos. Sementara si kecil Park kini tampak sibuk dengan celotehannya didapur, mengacau sang kepala dapur si Kim Suho untuk membuatkan berbagai roti yang berbau dengan coklat. Kim Jongin menenggelamkan kepalanya diantara lipatan lengannya untuk mengindari Baekhyun sementara Oh Sehun hanya memalingkan wajahnya sambil mengulum bibirnya semakin dalam dan tentunya tanpa menghilangkan hasrat mereka untuk tertawa lepas.

Setengah jam lalu setelah kejadian dimana Jiwon memergoki mereka yang berada di posisi yang cukup dibilang darurat, bocah mungil tersebut kembali turun dan menyambut kedatangan paman favorite dan kesayangannya. Jangan bertanya kenapa bocah tersebut menyebut Jongin dan Sehun sebagai paman kesayangannya, itu hanya akan membuat wajah mereka lesu mengingat bagaimana bocah Park tersebut menindas mereka secara tidak langsung dengan menjadikkannya teman sepermainan. Itu sudah menjadi hal biasa bagi mereka, apalagi jika Chanyeol sedang berada dikantor atau ke luar kota dan disini Oh Sehun lah yang memiliki tanggungan yang lebih besar. Tidak ada keluhan, tidak ada protes ataupun imbalan. Mereka melakukan semua ini selain karena menyayangi si Park junior juga untuk membalas jasa budi sang ayah dari bocah tersebut. Oh Sehun hanyalah anak yang tak diinginkan oleh dari kedua belah pihak orang tuanya. Berakhir sebagai seorang pesuruh hingga berumur enam belas tahun sampai pada akhirnya dirinya bertemu dengan Chanyeol. Kehidupannya berubah seketika, Chanyeol yang saat itu masih berumur dua puluh tahun menawarkan sebuah pekerjaan sebagai asisten pribadinya. Tidak banyak yang Chanyeol lakukan untuk membantu Oh Sehun namun posisinya sebagai asisten pribadi yang sudah disetujui oleh semua keluarganya setidaknya dapat mengurangi kesulitan bocah yang baru saja menginjak sekolah menengah pertama tersebut. Dari situlah Sehun bertekat untuk menjadi orang sukses dan meraih mimpinya seperti yang diinginkan Chanyeol.

Kim Jongin, takdirnya masih lebih baik dari Oh Sehun. Ia berada dari kalangan keluarga yang mapan namun satu hal yang ia tidak punya, kasih sayang. Tidak ada yang menemaninya, tidak ada yang mendengarkannya, tidak ada yang memarahinya karena sebuah khawatir membuatnya menjadi pemuda yang urakan dan sempat menjadi perbincangan seisi sekolahan karena tingkahnya yang hampir membunuh salah satu siswa hanya karena mengganggunya. Ia tidak tahu bagaimana rasanya memiliki seorang saudara dan bagaimana rasanya menghargai dan dihargai hingga sampai dirinya berakhir diatas rumah sakit milik Chanyeol. Saat itulah dirinya benar-benar merasakan bagaimana rasanya dikhawatirkan. Ia tidak mengenal Chanyeol sama sekali namun laki-laki tersebut dengan berani menampar dirinya dan memberikannya saran dan nasehat yang cukup membuatnya sadar. Ia sadar jika tidak semua didunia ini melupakan dirinya, masih ada orang yang membutuhkan dirinya, yang mengkhawatirkan dirinya dan itu semua ia hanya membutuhkan kesabaran. Ia ingat saat Chanyeol dengan kerasnya menarik dirinya bak seorang militer untuk merubah penampilannya dan sikap ditengah kesibukannya menjadi seorang mahasiswa. Chanyeol yang ia kenal adalah sosok yang keras dari luar namun lembut didalam dan hal itulah yang membuatnya rela jika harus hidup bersama laki-laki tersebut.

.

.

Chanyeol jengah menatap dua bawahannya yang entah mengapa tidak memiliki rasa takut sedikitpun terhadapnya, malah sekarang mereka terang-terangan tertawa dibelakangnya dan Baekhyun. Ia menjadi penasaran sendiri bagaimana anak lelakinya tersebut bercerita pada dua manusia idiot tersebut hingga membuat mereka tampak jauh lebih idiot. Ia kemudian melirik Baekhyun yang ada disampingnya yang mana membuatnya jadi ingin tertawa. Wajah sebal Baekhyun dengan tatapan tajam khas seperti seekor puppy dan kedua tangan yang bersedekap membuat wanita tersebut tampak jauh lebih cantik sekaligus sexy. Chanyeol tidak tahu mengapa membuat Baekhyun marah dan merajuk adalah hal yang menyenangkan yah selain membuat wanita tersebut merona tentunya.

"Berhentilah tertawa jika tidak mau aku menyuruh Tuan kalian untuk menurunkan gaji kalian" mendengar kata 'gaji' yang terlontar dari mulut Baekhyun seketika membuat dua laki-laki yang memiliki warna kulit yang sangat kontras tersebut terdiam. Sementara laki-laki yang namanya baru saja disebut hanya mengerutkan dahinya dan menatap Baekhyun lebih lekat tanpa melontarkan sebuah protes. Yah..itu karena baginya terdengar lucu ditelinganya. Bagaimana bisa wanita tersebut dengan seenak jidatnya akan menyuruh dirinya untuk mengurangi gaji adik angkatnya ini hanya karena sebuah tawa. Diam-diam Chanyeol terkekeh dalam hati mengingat ucapan Baekhyun tadi.

"Kenapa gaji kami juga harus terseret dalam kasus kalian?" Jongin menganggukkan kepalanya menyetujui perkataan Oh Sehun yang berupa sebuah protesan, namun dirinya kembali diam ketika mendapati tatapan tajam Baekhyun.

"Karena kalian menertawakan kami, benarkan Chanyeol?" Chanyeol hanya mengangguk mengikuti alur bicara Baekhyun. Ia ingin tahu apa yang akan terjadi selanjutnya jika Baekhyun bermain system 'gaji' untuk melawan mereka, meskipun itu terdengar konyol.

"Kami tidak tertawa"

"Tetapi menahan tawa dengan jelas dihadapan kami" Baekhyun menyela perkataan Jongin yang ingin mengajukan sebuah pembelaan.

"Kau tidak bisa mengajukan gaji untuk sebuah ancaman dalam kasus hubungan seksual seperti ini Baek"

"Ini daerah kekuasaanku, Kim Jongin-ssi dan aku bebas melakukan apapun yang aku inginkan"

"Hey tidak bisa begitu, itu namanya kekerasan"

"Kekerasan apanya Oh Sehun. Ini adalah salah satu cara untuk memberikan hukuman keringan agar tidak menertawakan orang lain. Jadi gaji kalian akan turun jika kalian menertawakan kami. Iya kan Chanyeol?" Lagi-lagi Chanyeol hanya menganggukkan kepalanya menanggapi Baekhyun yang tersenyum lebar akan keberhasilannya mengancam dua adik angkatnya tersebut. Sungguh rasa kesalnya meluap seketika mendengar beberapa pernyataan yang dilontarkan Baekhyun yang terdengar begitu konyol. Chanyeol diam-diam kembali tertawa didalam hati menanggapi akhir dari alur pembicaraan Baekhyun. Benarkah ini adalah pewaris kedua keluarga Byun yang akan turun diperusahaan? Kenapa begitu menggemaskan dan lucu dalam waktu bersamaan. Jika saja ini berada didalam kamar mereka Chanyeol mungkin akan langsung menyerang Baekhyun dengan kecupan-kecupan nakan diseluruh wajah wanita mungil tersebut.

Deheman Chanyeol akhirnya menjadi akhir dari perdebatan sengit anatar adik angkatnya dengan Baekhyun, membuat Oh Sehun dan Kim Jongin teringat akan tujuan mereka datang ke mansion mewah milik Chanyeol ini. Seakan mengerti akan tatapn Sehun, laki-laki bersurai abu-abu tersebut memfokuskan tatapannya pada Sehun dan menanti apa yang akan disampaikan pemuda yang ada didepannya tersebut. Sementara Baekhyun kini tampak sibuk dengan beberapa kue hasil tangan Kim Suho bersama anak angkatnya, Park Jiwon. Yah meskipun matanya masih betah untuk melototi laki-laki tan yang pernah menjadi seniornya tersebut.

"Ini mengenai Byun Baekbeom" mendengar nama kakaknya disebut lantas Baekhyun mulai mendekati Chanyeol dan Oh Sehun yang mana membuat kedua laki-laki tersebut menoleh serentak kearah Baekhyun sebelum kembali pada pembicaraan.

"Minseok noona mengatakan jika keadaan laki-laki itu tampak jauh lebih baik selama beberapa bulan ini"

"Lalu?"

"Noona juga mengatakan jika kita mungkin bisa membawa Baekbeom langsung kesini mengingat kondisinya yang sudah mulai membaik" rasa sesak tiba-tiba menghantam relung hati Baekhyun. Mendengar apa yang dibicarakan Oh Sehun membuatnya mampu membayangkan bagaimana keadaan kakak laki-lakina yang harus terkurung dan disuguhi denganberbagai obat untuk menghilangkan kesadaran diri kakaknya tersebut. Ia tidak bisa menerka apa yang Baekbeom lakukan untuk pertama kalinya ketika si Song Hana tersebut menjejalkan beberapa obat pada kakaknya tersebut. Baekhyun berdiri dan beranjak meninggalkan ketiga pria yang tengah memandangnya dengan berbagai pemikiran yang berbeda. Chanyeol tahu jika wanitanya tersebut tengah mengalami kesedihan mendalam mengenai kakaknya dan karena itulah ia tidak berniat untuk menyusulnya.

"Baekhyun akan baik-baik saja, ia hanya membutuhkan waktu untuk menerima ini semua" Oh Sehun mengangguk akan perkataan Baekhyun yang tiba-tiba meninggalkan mereka.

"Lalu apa kalian sudah memiliki rencana untuk membawanya kesini?"

"Hyung, masalahnya si Song sialan Hana itu tidak bisa meninggalkan begiitu lama Baekbeom. Minseok noona mengatakan jika wanita gila itu sering sekali mengunjungi Baekbeom bahkan hampir setiap hari. Belum lagi wanita gila itu juga memiliki mata-mata ada dimana-mana"

Chanyeol terdiam, mencerna perkataan Sehun yang begitu detail dan jujur saja membuat kepalanya sedikit dilanda pusing. Mengabaikan rasa pusing yang tiba-tiba menghantam kepalanya, ia menolehkan kepalanya kearah Kim Jongin yang sedaritadi ikut menyimak pembicaraanya.

"Ada yang ingin kau sampaikan Jongin" Jongin terdiam sejenak. Melihat raut wajah Chanyeol yang mendadak lesu membuatnya enggan untuk mengatakan tujuan kedatangannya kesini. Namun jika dipikir kembali hal ini juga penting untuk kelangsungan rencana mereka.

"Ya"

"Apa?"

"Kyungsoo akan datang kesini bersama temannya, Luhan"

Satu masalah lagi akan datang memperlambat rencananya dan Chanyeol bingung apa yang harus ia lakukan pada adik sepupunya tersebut untuk membatalkan penerbangannnya menuju Manhattan. Ini tidak boleh terjadi, keberadaan Baekhyun cepat atau lambat akan diketahui adik sepupunya itu jika dua wanita tersebut datang kesini dan bau-baunya ia juga merasakan gadis China yang tidak lain adalah Luhan itu mulai menaruh perasaan kepadanya. Ini bukanlah hal tidak biasa, sebutannya sebagai si Playboy pada semasa sekolah menengah atas membuatnya mengerti bahasa seorang gadis melalui tatapn matanya sebagai symbol sebuah perasaan. Dan hal itu kian menambah pikirannya untuk membuat siasat untuk menyingkirkan kedua gadis tersebut.

To Be Continued

14 Februari2017 00.02 A.M

Bunny-B99Present

.

.

.

ngga banyak yang mau aku ucapin cuma kata maaf aja yang telat update ya:v

Sekarang ini aku mau focus di event 'MEMECOMIC CB' untuk membuat story, jadi tolong dukung aku ya biar bisa menang di event itu. Kalo nemu ff yang judulnya ' Let Me Love In You' jan lupa di read, favorite dan follow ya guys wkwkw:v

Untuk yang nanyain sequel 'Complicated' sama 'Hold Me Back' ditunggu aja ya ini juga lagi proses kok. Sekali lagi aku minta maaf ya dan terima kasih yang udah ninggalin jejak dilapakku ini. Sampai jumpa di next chapter ya ^^