" Kau akan pulang? " Chanyeol mengamati Jongin yang membereskan barang - barang ke dalam koper kecil.
" Iya hyung, kau tidak pulang? "
" Pulang tapi kurasa tidak akan lama. Noona ku sedang di Inggris dan ibu ku lusa akan pergi menyusul nya. "
Junmyeon, Baekhyun dan Jonghyun hyung sudah pergi dari tadi pagi. Sekarang di dorm sisa Chanyeol, Sehun, Jongin dan Kyungsoo. Semua nya tampak senang menyambut liburan ini. " Kau tidak beres - beres hyung? " Sehun meyembulkan kepala nya dari ujung pintu. Di punggung nya, ia sudah menggendong ransel kecil.
" Kau kenapa bawa koper segala Jongin? Rumah mu masih di Seoul kan? "
" Aku berencana membawa beberapa barang nanti saat pulang. Kau sendiri kenapa tidak terlihat seperti mau pulang kampung? "
" Heol, rumah ku masih di daerah sekitar sini. "
Jongin hanya mengangkat bahu nya acuh menanggapi Sehun. Sebenar nya koper yang Jongin bawa berisi barang - barang ia dan Kyungso. Tentu saja Kyungso terlalu malas untuk membereskan barang - barang nya sendiri sehingga akhir nya Jongin yang turun tangan.
" Kalau begitu aku pergi dulu ya, hyungdeul! Sampai jumpa lagi, jangan merindukan ku! " Sehun berucap dengan senang.
.
.
Tak lama kemudian terdengar suara pintu depan di tutup, Sehun sudah pergi. Sekarang dorm semakin sepi. " Jongin, ayo! "
" Kau tidak membawa tas apa - apa? " Chanyeol mengerinyit melihat teman nya itu.
" Tidak, buat apa aku membawa barang. Di rumah juga sudah ada semua perlengkapan ku. " jawab Kyungsoo bosan.
" Nah, aku sudah siap! Ayo hyung! "
" Loh, kalian pulang bareng atau salah satu dari kalian menginap di rumah yang lain? " Chanyeol bingung. Perkataan Jongin dan Kyungsoo dari tadi seolah mereka akan pulang bersama padahal Chanyeol tau rumah mereka memiliki jarak yang berlawanan.
" Eh? " Jongin bengong menyadari kebodohan nya sendiri.
Haduuu si Jongin ini bodoh sekali sih! " Maksud Jongin, kita akan turun bersama. Ya kan? " Kyungsoo mencubit Jongin tanpa sepengetahuan Chanyeol.
" Eh, iya iya! " jawab Jongin gelagapan.
" Mau ku antar ke bawah? " tawar Chanyeol baik hati. Sebenar nya bukan baik hati juga sih, Chanyeol hanya lagi tidak ada kerjaan saja dan ia sangat bosan karena sudah tidak ada orang lagi di dorm.
" Tidak usah hyung, mending kau beres - beres lalu pulang. Eomma mu pasti merindukan mu. " kata Jongin.
" Nah, kalau begitu kita pulang dulu ya. Daaah Chanyeol! "
.
.
.
Chanyeol akhir nya memutuskan untuk pulang juga. Selama perjalanan pulang Chanyeol menyetir mobil nya dengan tidak fokus. Pikiran nya melayang - layang kepada seseorang. Yep, siapa lagi kalau bukan Byun Baekhyun.
Ternyata kecurigaan Chanyeol selama ini benar kan. Ia tidak cukup bodoh saat mendapati pantat Baekhyun yang berdarah. Tentu saja Chanyeol tau kalau itu adalah darah haid karena Chanyeol mempunyai noona, di tambah sikap aneh Baekhyun yang selalu menolak mandi bersama atau Baekhyun yang tidak pernah mengganti baju nya di depan member lain.
Chanyeol tidak tahu siapa lagi yang mengetahui hal ini karena Chanyeol pikir member lain tidak ada yang menunjukan gerak - gerik curiga. Mereka memperlakukan Baekhyun normal selayak nya perlakuan mereka kepada Chanyeol juga. Chanyeol sebenar nya tidak marah juga kok, dia hanya terlalu kaget. Shock.
Bayang kan saja jika sahabat mu selama ini memiliki gender yang berbeda dari yang selama ini kau tahu! Shock kan!
Tunggu,
Kalau Baekhyun adalah perempuan, tidak mungkin ia mengelabui SM begitu saja kan? SM juga pasti menyeleksi secara ketat artis - artis nya.
Hanya ada dua kemungkinan. Pertama, Baekhyun sangat jago memalsukan identitas asli nya, kedua SM yang memalsukan identitas Baekhyun.
Tapi yang mana pun alasan nya, pasti ada alasan tersendiri kan mengapa hal itu terjadi?
Chanyeol jadi merasa agak bersalah kepada Baekhyun. Harus nya ia tidak bersikap dingin dan ketus seperti ini kepada nya. Harus nya Chanyeol mendengarkan penjelasan Baekhyun dulu karena bagaimana pun keadaan Baekhyun ia tetap Byun Baekhyun yang sahabat Park Chanyeol kan?
Chanyeol memutuskan untuk berbicara tentang masalah ini dengan Baekhyun saat Baekhyun pulanh dari Beijing nanti.
.
.
.
Setelah 3 jam perjalanan, Kyungsoo turun dari mobil nya bersama Jongin. Mobil mereka kini di bawa oleh pegawai lain di rumah Kyungsoo.
Well, sebenar nya tempat ini tidak bisa di sebut rumah juga sih mengingat wilayah nya yang sangat luas dan model bangunan nya. Tempat ini lebih seperti istana mini.
" Kyungie sayang ku!! "
" Lepaskan aku appa! Aku bukan anak kecil! " Kyungsoo cemberut begitu ayah nya melemparkan diri kepada nya lalu memeluk Kyungsoo erat - erat.
Ayah Kyungsoo mengomel, " Tapi kau akan selalu menjadi bayi kecil ku, Kyungie! Kau tidak tahu betapa khawatir nya aku saat kau kabur dari tempat ini! Untung ada Jongin yang mengejar mu!! "
Kyungsoo memutar bola mata nya malas. Jujur, sebenar nya Kyungsoo malas pulang. Kalau bukan karena teror dari ayah nya yang terus menerus tidak berhenti memaksa nya pulang, Kyungsoo lebih baik mendekam di dorm sampai libur selesai.
" Selamat siang tuan besar. " sapa Jongin.
" Jongin, anak ku sayang! Kemarilah! Sudah kukatan berhenti menanggil aku seperti itu. " Ayah Kyungsoo beralih memeluk Jongin.
Jongin balas memeluk ayah Kyungsoo yang sudah seperti ayah nya sendiri juga. " Jongin aku lapar! Kau mau disitu terus bepelukan dengan ayah ku atau apa! "
" Baiklah tuan muda, ayo kita makan. Pelayan yang lain sudah menyiapkan makanan untuk anda. " ajak Jongin menghampiri Kyungsoo.
" Tapi aku capek, gendong aku sampai meja makan. "
Jongin berjongkok di depan Kyungsoo menyodorkan punggung nya untuk Kyungsoo naiki sementara ayah Kyungsoo memperhatikan mereka dengan gemas. Aduh anak nya ini memang sangat menggemas kan. Tidak salah ia mempercayakan Kyungsoo kepada Jongin karena ia tau juga hanya Jongin yang bisa membuat Kyungsoo luluh.
.
.
Malam hari nya Jongin di kejut kan dengan kedatangan Kyungsoo di kamar nya. Kamar Jongin dan kamar Kyungsoo bersebrangan. Memang sengaja di atur seperti itu oleh ayah Kyungsoo.
" Ada apa tuan muda? "
" Tidak bisa tidur. "
" Kenapa? Kangen dorm? "
Kyungsoo menggeleng lagi lalu berucap pelan. " Kangen eomma. "
Jongin meraih Kyungsoo ke pelukan nya. Ia elus punggunh Kyungsoo untuk menenangkan tuan muda nya itu. Jika sudah menyangkut eomma Kyungsoo, Jongin tau tidak ada kata - kata yang bisa ia katakan untuk mengibur nya. Jadi yang Jongin lakukan hanya memeluk Kyungsoo untuk menghibur nya.
" Aku sangat - sangat merindukan nya. " Kyungsoo terisak di dada Jongin. Rasanya sakit melihat tuan muda tersayang nya menangis lemah seperti ini walaupun Jongin sudah sering melihat Kyungsoo menangis karena merindukan eomma nya tetap saja Jongin merasa sedih juga, mana tega sih ia melihat kesayangan nya seperti ini. Jongin semakin mengeratkan pelukan nya mengelus rambut halus Kyungsoo dengan hati - hati.
Sekitar 15 menit kemudian Jongin merasa tangis Kyungsoo sudah berhenti dan terdengar suara nafas Kyungsoo yang tenang. Sudah tidur rupanya? Jongin ingin memindahkan tubuh Kyungsoo yang tertidur di atas dada nya ke samping, tapi pelukan Kyungsoo malah semakin erat.
Yah, kalau sudah begini Jongin mengalah saja membiarkan dada nya menjadi kasur untuk tuan muda nya itu. Tangan Jongin yang semula mengelus rambut Kyungsoo turun ke dahi nya, terbesit rasa ingin lebih dari ini di dalam hati Jongin. Jongin ingin lebih. Lebih dari sekedar pelayan atau bodyguard tuan muda nya itu. Haaah, tapi rasanya tidak mungkin ya, bahkan Jongin saja, yakin tuan muda nya itu hanya mengganggap ia sebagai pelayan nya.
.
.
.
.
Kota Beijing sangat cerah hari ini seolah mengerti keadaan mood Junmyeon. Junmyeon tidak bisa berhenti tersenyumn- senyum sendiri seperti orang bodoh dari tadi yang membuat Baekhyun sangat jenggah. " Berhenti tersenyum - senyum seperti itu! Kau menakuti ku! " tapi tentu saja perkataan Baekhyun hanya di anggap angin lalu oleh Junmyeon.
Sekarang mereka sedang dalam perjalanan menuju dorm exo m, mereka di jemput oleh manager exo m yang tak lain adalah Daniel Kang.
" Oh iya, Baek apa yang mau kau lakukan disini? Kau bilang ada keperluan di Beijing? Seingat ku, kau tidak punya kluarga disini kan? " tanya Junmyeon.
" Aku perlu ke dokter disini. "
" Hah? Kenapa? Kau sakit? "
" Tidak. Hanya melakukan check up biasa. "
" Memang nya tidak ada di Korea? "
" Bawel kau hyung, suka - suka aku mau ke dokter yang ada dimana! "
Junmyeon cemberut. Si Baekhyun ini kenapa suka tiba - tiba menjadi galak sih.
Baekhyun memang benar akan pergi ke dokter saat disini. Penyebab nya adalah karena dada Baekhyun blakangan ini semakin sering sakit. Kenapa tidak ke dokter yang di Korea saja? Jawaban nya adalah karena dokter yang ini adalah dokter khusus yang menangani Baekhyun dan artis - artis SM lain nya sejak dulu. Yah, seperti dokter pribadi milik SM yang sayang nya sedang cuti dan kembali ke kampung halaman nya di Beijing sehingga membuat Baekhyun harus jauh - jauh kesini, sebab tentu saja Baekhyun tidak bisa pergi ke sembarang dokter jika ia tidak ingin identitas nya terungkap.
.
.
.
Saat membuka pintu dorm, wajah Luhan yang pertama kali meyapa mereka.
" Luhan hyungg!!! " Baekhyun menjerit senang lalu memeluk hyung nya erat.
Luhan kaget di terjang tiba - tiba seperti itu oleh Baekhyun. Sial, ada apa dengan jantung nya? Mengapa berdetak sedikit lebih cepat saat Baekhyun memeluk nya ?!
" Ehm, Baekhyun lepaskan Luhan. Lihat dia sampai kaget begitu. " ucap Jonghyun. Hufft, Jonghyun hyung kau penyelamat ku! Batin Luhan menghela nafas lega.
Baekhyun dan Junmyeon membawa barsng bawaan mereka masuk ke dalam. Dorm exo m memiliki model yang serupa dengan exo k juga, masing - masing member memiliki kamar pribadi.
" Hyung! Junmyeon hyung!! " mata Yixing berbinar melihat sahabat nya di ruang tamu.
Yixing bergegas menghampiri Junmyeon lalu memeluk nya erat. " Aku kangen kamu tau! "
Junmyeon? Jangan di tanya lagi ia merasa kaki nya sudah seperti jelly dan nyawa nya melayang - layang di atas.
" Baekhyun! Junmyeon! " kali ini suara lengkingan Jongdae dan Tao yang terdengar. Tidak lama kemudian mereka ikutan menubruk Junmyeon dan Yixing, menyeret Baekhyun untuk berpelukan seperti teletubies di ruang tengah sambil meloncat - loncat.
" Ehem. " acara berpelukan mereka berhenti, Baekhyun dan Junmyeon menoleh.
" Yifan!! " Junmyeon beralih ingin memeluk partner dalam mengurus anak - anak nya.
" Eits, no touching. " Yifan membuat silang dengan tangan nya di depan dada. Junmyeon cemberut.
Oh, tapi tidak berpengaruh kepada Baekhyun tentu saja. " Yifan hyung!!! " dengan kekuatan super nya Baekhyun menubruk Yifan sekeras mungkin sambil tertawa - tawa.
" Ya!! Byun Baekhyun! " omel Yifan kesal. Memang badan Baekhyun kecil tapi kan dia lumayan kuat juga, mengingat Baekhyun dulu atlet hakpido.
" Nah, sekarang kalian mau tidur bersama siapa? " Daniel memecah acara haru - biru mereka.
" Kita pilih sendiri, hyung? " tanya Baekhyun.
" Ya, tentu saja. "
" Aku mau dengan Luhan hyung, yaaa hyung yaaaa?? " Baekhyun menggoyang - goyang kan tangan Luhan memohon.
Aduh, padahal dari tadi Luhan sudah menghindari tatapan Baekhyun. Jadi apa Luhan, kalau Baekhyun tidur bersama nya. Di tambah semua kamar mereka hanya memiliki satu ranjang sehingga arti nya Luhan juga harus tidur seranjang bersama Baekhyun.
" T-tidak mau! Sama yang lain sana! Tao atau Jongdae. "
" Aku mau nya sama hyung, ayolah! Pelit sekali sih! "
" T-tida "
" Dengan atau tanpa persetujuan mu, aku tidur di kamar mu hyung! " kata Baekhyun seenak nya, ia berlalu membawa tas nya menuju kamar Luhan sementara Luhan hanya melongo seperti orang bodoh.
Sialan si Byun Baekhyun itu.
" Kau bagaimana? Mau sekamar dengan siapa? Jangan bilang dengan ku karena aku tidak akan mengijinkan mu. " tentu saja ini Yifan yang berkata.
" Dengan ku mau? "
Jder
Memang rejeki anak soleh tidak kemana. Tanpa menunggu apapun lagi, Junmyeon mengamit tangan Yixing menuju kamar mereka.
.
.
.
" Eh kasur nya hanya satu? " tanya Junmyeon bodoh, padahal sudah jelas - jelas di depan nya hanya ada satu kasur dan ia masih bertanya.
Yixing tertawa. Manis sekali. Nyawa Junmyeon melayang - layang lagi. " Iya hyung. "
" Jadi kita tidur seranjang " tanya nya lagi semakin bodoh.
" Iya hyung. Tidak mau ya seranjang dengan ku? "
" Eh eh bukan begitu! Mau kok! " jawab Junmyeon gelagapan. Mau banget malah. Sampai takut khilaf, Xing.
" Bagaimana kalau besok kita jalan - jalan? "
Apa? Ulangi? Ulangi!! Apa yang sudah Junmyeon lakukan sampai keberuntungan bertubi - tubi menghampiri nya hari ini!
" Berdua? "
" Mau ajak yang lain? Ajak saja, hyung mau sama siapa lagi? "
" Eh! Eh tidak usah! Berdua saja! "
" Baiklah. " Yixing tersenyum lagi.
Tuhan, kuatkan hamba mu ini agar tidak terkena diabetes melihat makhluk manis ciptaan-Mu ya Tuhan!
Tbc!See you next chapter! Hayoo ada apakah dengan Kasioo! Terus Baek kenapa yaaaaa
