Samurai Deeper Kyo belongs to Kamijyo Akimine.
Promise belongs to costae...
"...": ngomong
'...': pikir
-xxx-: ganti setting
OoooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooO
"Selamat makan...!" Yukimura berseru riang, sedangkan Kyo cuma menatap dengan ekspresi yang sulit dikatakan pada mangkuk di depannya. Menu sarapan pagi ini, Yukimura membuatkan mie instant dengan tambahan paprika dan potongan kecil ayam. Sebenarnya makanan itu enak, hanya saja karena itu hal baru bagi Kyo, dia berulang kali mengernyitkan dahinya menatap masakan Yukimura.
"Kenapa Kyo? Apakah masakanku tidak enak?" Yukimura melihat tingkah laku Kyo yang aneh dengan tatapan khawatir, takut jika makanan yang dia buat tidak sesuai dengan lidah dan perut orang kaya satu ini. Yukimura baru ingin menarik mangkuk Kyo dan Kyo buru-buru berkata "Enak. Makananmu enak." Kyo mengambil sumpitnya dan makan dengan lahap. Yukimura lega mendengarnya, dia takut kalau gara-gara masakannya, Kyo keracunan, lalu mati. 'Makanannya bahkan lebih enak daripada bikinan pembantuku di rumah.' Kyo makan dengan lahap dan di dalam hatinya dia senang.
Jam menunjukkan waktu pukul 8.00. Mangkuk,sumpit, dan alat makan lainnya sudah dibersihkan dan disimpan, mereka siap untuk berangkat ke sekolah. Yukimura mengunci pintu apartement lalu memasukkan ke dalam tas sekolahnya.
"Ayo berangkat,Kyo." Yukimura mengajak Kyo. Yukimura berjalan di depan Kyo. Yukimura sudah menyuruh Kyo untuk berjalan di sampingnya, tapi Kyo bersikeras ingin berjalan di belakang Yukimura. 'Jaga-jaga jika ada hal buruk dari belakangnya.'
Sepanjang perjalanan, Yukimura membuka pembicaraan dengan Kyo supaya tidak terjadi kebekuan di antara mereka. Biarpun Yuki lebih banyak bicara ketimbang Kyo, tapi omongan Yukimura tidak pernah dicuekin Kyo. Dengan penuh perhatian dia mendengarkan setiap perkataan Yukimura, dari hal-hal idealis imajinatif hingga hal-hal realistis dan humoris. Sesekali Kyo menanggapi dengan tawa dan senyum ketika Yuki membicarakan hal yang lucu, kadang juga dia berkata "Aku ikut sedih..." saat pembicaraan mengarah ke hal yang menyedihkan, dan protes ketika pendapat Yukimura tidak sesuai dengan hatinya. Kyo sangat menikmati perjalanan ke sekolahnya bersama Yukimura.
Di tengah perjalanan, mereka menemukan seekor kucing tergeletak di pinggir jalan, dengan luka di kaki yang sepertinya bekas robekan yang cukup dalam. Kyo yang kebetulan kini berjalan di depan Yukimura yang pertama melihatnya, namun dia berlalu begitu saja. Setelah berjalan agak jauh ke depan dari tempat si kucing tergeletak, Kyo sadar, Yukimura tidak mengikutinya. Kyo menoleh ke belakang. Ternyata Yukimura sedang jongkok di dekat kucing tadi. Kyo berlari menuju Yukimura dan berdiri di sampingnya.
"Carikan rivanol." Yukimura langsung menyuruh Kyo begitu dia tiba di dekatnya. "dan juga kapas serta plester." Yuki menyerahkan sejumlah uang pada Kyo. Kyo bingung, Yukimura berseru "Cepat carikan,Kyo!" seolah terbangun dari mimpi, Kyo segera berlari mencari toko terdekat yang menjual barang-barang yang dibutuhkan Yukimura.
Sementara itu, Yukimura berusaha membersihkan luka si kucing. Si kucing tidak berhenti mengeong kesakitan. Ketika kakinya disentuh, dia langsung menolehkan kepalanya dan mencakar tangan Yukimura.
"Ssshhh....tenanglah manis," Yukimura berusaha menenangkan si kucing sambil menahan perih di tangannya. Tak berapa lama, Kyo datang. Syukurlah, semua barang yang Yukimura butuhkan berhasil didapatkan Kyo.
"Ini." Kyo menyerahkan barang-barang pesanan Yukimura. "Terima kasih." Yukimura menerima bawaan Kyo. Kyo terkejut melihat bekas cakaran di tangan Yukimura, kini tangan yukimura yang putih mulus itu jadi terhiasi oleh goresan-goresan dengan panjang sekitar 2 cm dan lebar 1mm, tak lupa beberapa lubang kecil tanda gigitan si kucing. 'Kucing kurang ajar...' begitu pikir Kyo.
Yukimura menyerahkan si kucing pada Kyo. Kyo menerima dengan bingung.
"Tolong kau pegangkan kucing ini, sementara aku memberi perawatan bagi lukanya." Kyo menatap kucing cokelat dengan tipe warna tabby berbulu pendek di tanganya. Tatapan Kyo bisa dibilang berisi kemarahan pada si kucing karena telah mencakar tangan Yukimura. Mata Kyo yang bersinar menakutkan ternyata manjur untuk membuat si kucing terdiam.
Yukimura merawat luka di kaki kucing dengan seksama. Pertama-tama dia menggunting rambut di sekitar bulu, membersihkan lukanya sekali lagi, kemudian menaruh kapas ber-rivanol untuk mencegah infeksi luka luar dari agen infeksi. Yukimura berdiri dari posisinya, berkata pada Kyo. "Ayo, kita ke klinik. Aku tahu dokter hewan di dekat sini."
Mereka berdua berjalan cepat-cepat menuju tempat praktek dokter hewan yang diketahui Yukimura. Tempatnya tidak terlalu jauh dari sekolah Fujimori, Kyo bahkan kenal daerah situ,cuman, dia tidak pernah mengamati kalau ada praktek dokter hewan. Mereka membuka pintu, terdengar bunyi lonceng kecil tergantung di atas pintu untuk menjadi tanda ada klien datang. Dalam waktu singkat, seorang dokter yang umurnya kira-kira sepantaran dengan Muramasa datang menyambut mereka. Dokter itu tersenyum ke arah Yukimura lalu ke Kyo dan seketika wajahnya menunjukkan ekspresi kaget.
"Pagi Yukimura,lho... bukannya Kyoshiro...." omongan dokter langsung dipotong Yukimura.
"Selamat pagi dok, aku bawa kucing, kakinya robek agak dalam, mungin kena pagar besi." Yukimura berjalan mendekatkan kucing yang dibawanya ke dalam ruang praktek meninggalkan Kyo yang diselimuti tanda tanya.
'Orang ini tahu siapa Kyoshiro? Berarti Kyoshiro adalah orang yang dekat dengan Yukimura,karena di kamarnyapun ada hasil pekerjaan Kyoshiro.' Kyo lalu berkeliling di klinik kecil yang sekaligus sebagai pet shop sambil masih berpikir hal yang mengganjalnya tadi.
"Hey, kau masih ingin lihat-lihat?" Yukimura tahu-tahu sudah ada di belakang Kyo bersama si dokter.
"Datanglah lagi,Yukimura." Si dokter melambaikan tangan saat Yukimura dan Kyo keluar dari klinik hewan. Yukimura membalas dengan senyuman dan lambaian tangan, sedangkan Kyo hanya menundukkan kepala lalu mengikuti ke arah Yukimura pergi. Dalam perjalanan,Kyo bertanya pada Yukimura.
"Hey,Yukimura. Siapa Kyoshiro?" Tetap berjalan, Yukimura bertanya balik pada Kyo.
"Buat apa kau tanya itu?"
"Tadi malam aku melihat nama itu tertulis pada puisi di kamarmu, dan tadi dokter itu memandangku dengan tatapan heran dan menggumam 'Kyoshiro'. Siapa dia? Orang yang penting bagimu?"
Yukimura tidak langsung menjawab, baru sekian detik setelahnya dia bicara.
"Kalau kau sudah tahu, buat apa bertanya?" Kyo tertegun. Dari nada bicaranya terasa kalau Yukimura tidak mau menyinggung apapun tentang orang bernama Kyoshiro. Bagi Kyo, itu hal yang harus diselidiki, apalagi Yukimura berkata dia adalah orang yang penting dalam hidup Yukimura.
Mereka memasuki gerbang Fujimori, melewati halaman, lalu masuk ke gedung utama, tempat kelas-kelas berada.
"Yo! Kyo!" Dari belakang, Kyo sudah ditempeli oleh Tora. Dia berpaling ke sebelah kanannya, hendak berpamitan pada Yukimura. Yukimura melewati Kyo tanpa bicara, wajahnya menatap lantai, sebersit sendu tersirat dari wajahnya, dan dia melenggang pergi cepat dari depan kelas Kyo.
"Ow...sampai jumpa Sanada-senpai! Nanti kita bertemu saat persiapan Halloween." Tora bereteriak pada Yukimura yang sudah jauh berjalan. Yukimura mengangkat tangan kanannya dan menunjukkan ibu jarinya pada Tora. Kyo menatap kepergian Yukimura.
'Ada yang tidak beres.' Dia menyerahkan tasnya pada Tora, "Taruh tasku." Tora menerimanya dengan bingung, dan tanpa menunggu Yukimura menghilang di belokan menuju tangga ke lantai 3, tempat kelasnya, Kyo mengejar Yukimura. Sayang sekali, Yukimura lebih cepat, tapi Kyo tidak menyerah, dia masih berlari ke kelas Yukimura.
Sampai di ujung lorong kelas 3, Kyo berhenti. Di lorong penuh anak-anak kelas 3 berseliweran, menunggu jam pelajaran dimulai dengan mengobrol atau mengerjakan latihan soal. Kelas 3-2. Di depannya, Kyo melihat Anthony menyambut Yukimura. Yukimura tidak langsung masuk, dia berhenti,berbicara dengan Anthony. Tak lama, wajah Anthony tampak sedih, dia lalu menepuk-nepuk pundak Yukimura. Lalu Anthony berbicara sesuatu pada Yukimura, dia mengangguk-anggukkan kepalanya dan tersenyum pada Anthony. Kini, wajah Anthony cerah lagi saat Yukimura sudah senyum. Anthony mengajak Yukimura masuk dengan merangkulnya. Saat masuk, tatapan Anthony tepat mengenai mata Kyo. Anthony memandang Kyo dengan kesan 'ck-ck-ck-kau-ini-hhh...-'. Diberi tatapan seperti itu, Kyo sedikit tidak terima, tapi dia bisa menahan diri dan kembali ke kelasnya.
-chapter 10 selesai-
Gomenasai everybody...updatenya lama...huff...ide cerita sempat menguap, jadi harus dirangkai lagi. Read n reviewnya ditunggu...
