Baekhyun yang terlalu terlena dengan sentuhan Chanyeol kini baru tersadar saat dirinya tengah duduk di meja wastafel dengan lengan yang melingkar di leher lelaki tampan itu, sedangkan kaki jenjangnya melingkar di pinggang, menarik Chanyeol lebih dekat, memeluk tubuh atletisnya lebih erat dan memagut bibir seksi itu lebih bergairah, "C-Chan.." jemari lentiknya menyelip diantara helaian hitam rambut Chanyeol, memainkannya dan sesekali menariknya dengan lembut setiap lelaki itu menghisap bibirnya terlalu kuat.

Chanyeol benar-benar seorang pencium yang andal, terbukti dari tiap hisapan, pagutan dan gigitan lembut yang ia berikan pada bibir dan lidah Baekhyun yang sukses meloloskan desahan-desahan manja dan tidak sabaran dari tenggorokannya, tangan besarnya yang hangat juga turut bermain, melepas jas mereka dan menggantungnya di dinding sebelum ibu jarinya mulai meraba-raba kedua puting Baekhyun yang mulai mengeras dari balik kemeja yang ia kenakan, "Sshh.. C-Chan-yeol.."

Lelaki jangkung itu menggeram, jemarinya membuka kancing kemeja Baekhyun satu persatu dengan tidak sabaran, Baekhyun terlihat sangat menggairahkan, rambutnya yang berantakan, mata sipit yang sekarang sayu, rona di pipinya, bibir tipis yang merah merekah dan jangan lupakan desahan-desahan yang terus mengalun tanpa rasa malu atau bersalah, ditambah dengan kedua belah paha Baekhyun yang mengangkang dan pinggang mungilnya yang terus bergerak liar menggesekkan kejantanan mereka yang masih tersimpan rapi.

Chanyeol menghela nafasnya saat kemeja lelaki mungil di hadapannya akhirnya terbuka dan tubuh mulus Baekhyun terpampang. Chanyeol langsung mengulum puting kemerahan yang sedaritadi menggodanya, ia bahkan tidak menghiraukan bekas gigitan-gigitan cinta dari kekasih Baekhyun yang masih terlihat di leher dan dadanya, ia terus asyik menghisap dan menggigit gumpalan daging mungil itu, "A-Aah! Ssshh.. C-Chan.. P-Perlahan.." Baekhyun menggelinjang, tangannya menggenggam rambut lelaki jangkung yang tengah melahap putingnya dengan sangat kelaparan.

"C-Channhh.. N-Nikmath.." Punggung lelaki mungil itu kini bersandar pada cermin sambil terengah, tubuhnya gemetar dalam kenikmatan, tak kuat menghadapi serangan dari Chanyeol yang semakin ganas.

Tidak biasanya ia merasa sangat sensitif saat disentuh, walau disentuh oleh kekasihnya sendiri. Tetapi dengan Chanyeol, baru mendengar nafas beratnya saja sudah cukup membuat kejantanan Baekhyun menegang dan lubangnya berkedut memohon untuk segera dimasuki, libidonya memuncak dan tak tertahankan lagi, apalagi saat lelaki tampan itu mulai menjamah bokong sintalnya, meraba-raba dan meremas gumpalan daging itu dengan kuat, "A-Aahh.. C-Cepat.. sshh.." mata sipitnya terus mengamati tangan Chanyeol yang sibuk membuka pengait dan resleting celana Baekyun sebelum celana itu berakhir di pergelangan kakinya, disusul oleh briefs dan celana dalamnya.

"C-Chanyeol.." Baekhyun bergidik dalam kenikmatan kala kehangatan tangan besar Chanyeol menyelimuti kejantanannya, mengurut perlahan sambil diselingi remasan lemah. Tubuhnya semakin terasa tidak berdaya, Baekhyun yang biasanya agresif di ranjang sekarang justru hanya terus mendesah dengan punggung yang bersandar dengan pasrah dan tubuh yang gemetar dalam kenikmatan.

Chanyeol menarik wajahnya menjauh dari dada Baekhyun dan menatapnya, "Apa kau punya kondom?" pertayaan itu sontak membuat wajah Baekhyun merona hebat. "T-Tunggu.." lelaki mungil itu merogoh kantong celananya dan berhasil menemukan satu buah kondom rasa strawberry yang belum dipakai, wajahnya semakin memerah menahan rasa malu.

Seorang Byun Baekhyun punya kebiasaan untuk selalu membawa beberapa buah kondom bersamanya, bukan berarti ia akan meniduri setiap lelaki tampan yang ia jumpai, hanya sebuah pengaman manakala Sehun tiba-tiba meminta jatahnya. Sesuai prinsip Baekhyun, 'Bermain bersih', dengan begitu orang tidak akan menemukan bekas-bekas mereka bercinta.

Chanyeol mengerjapkan matanya, masih 'terpana' melihat alat konsrasepsi di tangan Baekhyun, "A-Akan aku jelaskan nanti.. Apa bisa kita lajutkan?"

Lelaki jangkung itu mengangguk dan kembali menciumi bibir Baekhyun, ia tampak begitu ketagihan dengan bibir tipis itu, melumatnya penuh nafsu dan sesekali menarik bibir bawah Baekhyun dengan menggigitnya gemas sementara tangannya terus mengocok kejantanan mungil Baekhyun semakin cepat, "S-Ssh.. aaahh.. Y-Yeol.. C-Chanyeol.. Hhaah.. C-Cukup.." jemari lentik itu meremas tangan Chanyeol, namun lelaki bertubuh atletis itu tidak berhenti, ia justru menarik kepala Baekhyun hingga dahinya menyentuh pundak Chanyeol dan mulai menciumi bagian belakang leher Baekhyun, "Aah! J-Janganhh.. A-Aku mau k-kelu-ar.."

Begitu luar biasanya titik sensitif dibelakang leher Baekhyun, baru dicium saja sudah membuatnya ingin orgasme, "C-Chanh.. k-kumohon.." lelaki mungil itu bergidik hebat, matanya terpejam dalam kenikmatan dan kukunya terus mencakar lengan Chanyeol, "Keluarkan, Baek," tepat saat suara berat Chanyeol melintasi indera pendengarannya, saat itu juga cairan tubuh Baekhyun menyembur diantara mereka, namun tidak sampai mengotori kemeja Chanyeol karena pria itu mengarahkannya ke perut Baekhyun sendiri.

Lelaki mungil itu menggelinjang dan meleguh keenakan, menikmati puncak kenikmatannya sendiri sebelum ia turun dari meja wastafel dan berlutut di hadapan Chanyeol, tangan mungilnya nampak begitu lihai mengobrak-abrik pertahanan celana Chanyeol yang akhirnya menumpuk di pergelangan kakinya, "Aah! B-Baek!" dengan refleks, tangan Chanyeol langsung menggenggam rambut Baekhyun erat, matanya terpejam saat lidah hangat nan basah milik Baekhyun mulai menyapu permukaan penisnya dari pangkal ke ujung dan menjilati lubang kecil disana. "Sshh.." mata mereka saling bertatapan sementara bibir dan lidah Baekhyun sibuk memanjakan kejantanan Chanyeol. Baik milik Chanyeol atau Sehun, keduanya begitu indah dan menggairahkan, hanya saja milik Chanyeol sedikit lebih tebal.

Bibir merah natural nan sedikit membengkak itu sekarang membalut ujung kejantanan Chanyeol, menghisapnya lembut, membuat sang pemilik mengerang, "M-Masukan, Baek.." lelaki mungil itu tersenyum sedikit sebelum ia mulai memasukkan penis besar itu kedalam mulutnya dengan mata terpejam. Ia terlihat sangat menikmati apa yang ia lakukan. Lidah Baekhyun terus meraba-raba urat-urat yang menonjol disana sambil memaju mundurkan kepalanya, memang mulutnya tidak mampu menampung seluruh penis Chanyeol, memasukkannya kemulutnya saja sudah membuat Baekhyun kewalahan, entah karena mulutnya yang terlalu kecil atau penis Chanyeol yang terlalu besar. "Ah.. sial, Baek.."

Chanyeol membiarkan Baekhyun 'mencicipi' kejantanannya untuk beberapa menit, menonton penisnya dimanjakan oleh lelaki cantik itu sungguh membuatnya tidak sabar, ia baru membuat Baekhyun berhenti setelah lelaki mungil itu memasangkan kondom kepadanya dengan mulutnya, sebelum ia menarik kepala Baekhyun menjauh dan membuatnya berdiri membelakangi lelaki jangkung yang langsung mengarahkan penisnya ke lubang Baekhyun.

Keduanya bertatapan lewat cermin, mata mereka sama-sama layu dan diselubungi nafsu. "Ooh.. Sshh.. Ngh," Baekhyun mengrenyit sedikit kesakitan saat Chanyeol mulai memasukkan penisnya, tapi tidak lama karena Chanyeol langsung menjilat daun telinga Baekhyun dan mengulumnya, membuat lelaki mungil itu kembali meleguh dalam kenikmatan. Kesempatan yang diambil Chanyeol untuk langsung menanamkan kejantanannya dengan sangat dalam hanya dengan satu hentakan.

"Uuh.. Y-Yeol.. K-Kau tega sekali," kedua tangan mungil Baekhyun mencengkram erat pinggiran meja wastafel, tubuhnya sedikit condong ke depan. Lelaki jangkung itu menciumi sisi wajah Baekhyun dan mulai menggerakkan pinggulnya, "S-Ssh.. L-Lebih dalam, Yeol.."

Chanyeol mengerang, ia menggigiti pundak Baekhyun dan mulai menyetubuhi lelaki mungil itu dengan brutal, menusuknya tanpa ampun sampai tubuh Baekhyun tersentak-sentak. "Ooh! C-Chan-yeol!". Tangan besarnya mencengkram erat pinggang ramping Baekhyun, menariknya kearah berlawanan untuk memperdalam tusukannya, menekan titik sensitifnya lebih kuat.

Mereka memang baru mulai, tapi kamar mandi itu sudah dipenuhi desahan-desahan jalang Byun Baekhyun dan diiringi suara-suara penyatuan tubuh mereka. "C-Chanh.. A-Aku-Aahh~ K-Kakiku.." mengerti dengan maksud Baekhyun, lelaki tampan itu mencabut kejantanannya untuk mendudukkan Baekhyun di meja wastafel menghadapnya dan kembali menyodok lubang hangat yang memabukkan itu.

Baekhyun meraih penis mungilnya dan mulai mengocoknya seirama dengan tusukan Chanyeol sambil menonton penis besar Chanyeol yang bergerak keluar dan masuk ke lubang kemerahannya dengan semangat, "U-Uuh.. Hhah.." ia menarik tengkuk lelaki jangkung itu, mengundangnya dalam ciuman basah dan panas yang sudah pasti melibatkan lidah. "C-Ch-anhh.. A-Aku mauhh.. K-Keluar lagih.." tidak butuh waktu lama untuk Baekhyun kembali menyiramkan spermanya.

"D-Duduklah di toilet itu,"
Bisik Baekhyun. Chanyeol yang sedikit bingung hanya menurut dan duduk di toilet yang masih tertutup yang ditunjuk Baekhyun. "A-Ah, B-Baek," tangan besarnya reflek memegang pinggang Baekhyun saat lelaki bermata sipit itu mulai menggerakkan pinggulnya denga sensual. "Sshh biarkan aku memuaskanmu," tangan mungil itu melepas cengkraman Chanyeol di pinggangnya dan mengarahkannya untuk memainkan puting Baekhyun.

Pinggul ramping itu bergerak dengan lincahnya menggenjot kejantanan Chanyeol dengan tubuh mungil yang terus bergerak naik dan turun. Kedua mata Baekhyun menatap Chanyeol dengan tatapan nakal.

"Ssh B-Baek, sedikit lagi.."

Baekhyun meleguh saat mendengar suara bas itu, suara yang biasanya sudah berat dan rendah, semakin bertambah berat dan rendah saat bersetubuh. Leguhan Baekhyun semakin kuat saat ia merasakan penis Chanyeol berkedut hebat, disusul dengan kehangatan di dalam rektum Baekhyun, memang mereka menggunakan kondom, tapi Baekhyun hafal betul sensasi saat seseorang mengeluarkan benihnya di dalam.

Mereka terdiam sejenak, sama-sama mengatur nafas mereka. Chanyeol terlihat sedikit shock dengan apa yang ia lakukan, sedangkan Baekhyun terus memeluk tubuh lelaki jangkung itu dengan mata terpejam.

"Tidak seharusnya aku melakukan ini.." ucap Chanyeol ditengah deruan nafasnya, ia menatap dirinya lewat cermin jauh di depan sana. Tubuh mungil Baekhyun ada di dekapannya, tanpa tertutupi sehelai bulu pun.

Telah kuubah menjadi apa diriku ini..

Kebingungan menghampiri lelaki jangkung itu kala merasakan jantungnya yang ternyata sedaritadi berdegup kencang, Chanyeol bahkan tidak mengerti lagi apa yang hatinya inginkan.

"Aku menyukaimu.."
Chanyeol mengerutkan dahinya saat mendengar ucapan Baekhyun. "Kita bahkan belum lama kenal.." ia menggelengkan kepalanya dan memunguti pakaian mereka yang tergeletak di lantai, memberikan Baekhyun bajunya sebelum Chanyeol mulai mengenakan pakaiannya lagi, "Aku akan pergi duluan," ucap Chanyeol dengan dingin dan langsung menghilang dibalik pintu kamar mandi yang telah ia buka kuncinya.

Milikku.

"Kau terlihat sangat cantik, nyonya Kim.." Kyungsoo tersenyum kepada sang mempelai wanita yang ikut duduk dengannya dan Jongin. "Terimakasih," Geun Young tersenyum manis sambil menjalin lengannya dengan lengan Jongin, "Jagiya, orang-orang sedang menunggu kita untuk berfoto," ia memanyunkan bibirnya sambil menatap Jongin. "Baiklah, ayo. Soo, aku pergi dulu,"

Kyungsoo tersenyum dan mengangguk, menatap kedua mempelai yang perlahan-lahan menjauh dan suara tertawa keduanya berangsur-angsur menghilang,

Kurasa perjalananku mengejarmu cukup sampai disini..
Sekarang aku hanya bisa terduduk sambil memandangimu yang tengah berbahagia dengan orang lain..
Berusaha merelakanmu yang akhirnya pergi semakin jauh, tanpa memperdulikan betapa hancurnya aku..

Sudah tidak ada lagi gunanya aku mengejarmu..

Aku sudah tidak kuat lagi berlari..

Aku sudah hancur.

Kyungsoo menghela nafasnya dan menyeka air mata yang mulai mengalir di pipinya,
"Soo? Kemana Baekhyun?"
Ia tersenyum saat memandang Chanyeol, tidak terlihat adanya kesedihan sama sekali di wajah Kyungsoo. Ia sungguh ahli dalam menyembunyikan perasaannya yang sebenarnya, "Dia pergi untuk mengambil makanan. Apa kau sakit? Kau lama sekali ke kamar mandi," Kyungsoo menjulurkan lengannya dan menyentuh dahi Chanyeol. "Tidak, tadi aku bertemu teman lama jadi kita mengobrol dulu,"

Lelaki mungil itu mengangguk perlahan, "Begitu rupanya.."

"Ini enak sekali!" Baekhyun kembali dengan sepiring cemilan dan duduk sambil memakan makanannya dengan semangat.

Lucunya..

Pandangan Chanyeol tidak beralih dari wajah Kyungsoo, namun sesuatu di tatapannya berubah, terselip rasa bersalah disana saat ia kembali mengingat apa yang mereka lakukan di kamar mandi tadi, "Soo,"

"Iya?" Mata bulat nan berbinar dengan indahnya itu kembali menatap mata Chanyeol, membuatnya semakin merasa bersalah.

Maaf,

"Aku merindukanmu.." entah apa yang membuat Chanyeol mengatakan hal konyol seperti itu. "A-Apa?" Kyungsoo berusaha menahan tawanya, "Kita bahkan baru berpisah beberapa menit yang lalu," tawa lelaki mungil itu lalu meledak. Chanyeol tersenyum lembut melihat wajah ceria Kyungsoo dan tawanya yang menghibur indera pendengarannya.

Panggung sandiwara,
dan kita semua pemerannya..

Pemeran yang paling ahli, itulah yang akan bertahan sampai akhir.

.

.

.

.
TBC