Disclaimer ; yang gw klaim Cuma plotnya, yang lainnya dimiliki oleh masing-masing pencipta. Kalau kalian ga tu nama penciptanya... gw tanya gini " tinggal di batu mana mas/mba?"
Di fict gw ini, gw terkadang gak akan make nama indo pada sesuatu, misal King menjadi raja. Gw pake yang bahasa inggris. Soalnya ya nyaman gw nya aja. ..
Zzz karena kesibukan, gw hanya baru baca 2 chapter setelah Raiser.
Ga usah banyak bacott! Ni chapter 10... jreng..jrenggg
Dan sekali lagi, beberapa hari telah berlalu setelah insiden Iblis terlantar dan pertemuan Issei dan Naruto di Cafe maid. Anggota Rias sedang melakukan pembicaraan di ruangan utama dengan pengecualian Issei yang tidak hadir karena ada alasan tertentu. Sedangkan Naruto hadir karena tidak ada kesibukan.
"begitukah, jadi kalian bertemu dengan 'pengusir setan' ?" Ucap Naruto setelah Rias menceritakan tentang pertarungan kecil mereka di tempat Issei berkunjung.
"ya sepertinya pengusir setan yang bernama Freed membunuh pemanggil dan mulai bertarung dengan Issei. Di situ ada juga seorang biarawati yang sepertinya dikenali Issei sejak dia terus melihatnya an memanggil namanya. Sepertinya mereka berdua sebelumya bertemu dan berteman"
"Biarawati itu ya..sigh... sudah kubilang kemaren, ternyata tetap saja dilakukannya." Komen Naruto dengan sedikit nada kecewa, sambil memutar-mutar rubik yang ada ditangannya dengan cepat. Tidak berapa lama rubik tersebut menjadi berpasangan penuh.
"apakah kau mengenalnya juga Naruto?" tanya Ingin tahu Rias.
"tidak, hanya berpapasan dengan mereka berdua saja, sudah kukatakan aksinya itu akan membawa sial padanya, namun tetap saja dia lakukan. Tapi.. itu bukan urusanku juga, terserah apa yang mau dilakukannya.. aku tidak peduli " ucap Naruto sambil menaruh rubik yang berada ditangannya ke meja.
Seperti mengacuhkan perkataan Naruto tadi, Rias pun menjelaskan kembali kejadian waktu itu.
"kami sudah merasakan sesuatu yang aneh, saat pemanggilnya melakukan sesuatu yang cukup lama dari biasanya. Saat kami sampai mereka sudah hampir membunuh satu sama lain. Kami bisa memukul mundur sang pengusir setan dan mencooba meninggalkan tempat kejadian. Namun Issei bersikeras hendak tinggal karena ingin melihat teman biarawatinya tersebut."
"aneh.. tidak pernah kudengar ada seorang Iblis berteman dengan Biarawati sampai sebegitunya. Bukannya dia sudah tahu mahkluk seperti dia tidak bisa mendekati hal yang suci bukan ?" Ucap Akeno yang ikut masuk perbincangan.
"biarpun begitu, kurasa dia akan tetap melakukannya.. Hati seseorang itu sangat rumit, terkadang manusia akan melakukan apa saja menurut kehendak hati atau Nafsu mereka." Jelas Naruto kepada dua gadis Iblis yang mendengarnya.
"tapi bukannya Issei iblis Naruto?" tanya tersenyum Rias saat mendengar Ucapan Naruto tadi.
"Sekarang Issei memang Iblis, tapi sebelumnya dia adalah manusia. Hati manusia dan Hati iblis itu sangat berbeda Rias, Issei masih memiliki hati bagaikan seorang manusia, dia masih akan mengikuti permintaan Hatinya sampai waktu tak tertentu. Hati manusia itu akan selalu berada pada dia meskipun dia dirubah menjadi apapun. Jadi wajar saja Issei melakukan apa yang dia mau untuk saat ini.." jelaskan Naruto dengan sedikit nada bosan pada kedua gadis cantik yang bisa dibilangnya teman ini,
"begitukah..."
"hmm..."
"tapi Naruto-kun.. kau menceritakan hati Manusia itu seperti kau sudah tahu betul akan apakah perasaan manusia itu, seperti menceritakan makhluk lain yang berbeda kau itu sendiri manusia.." Tanya Akeno dengan senyum lugu. Kontras dengan dalamnya..
"sigh.. bisa kau bilang aku adalah Manusia yang sudah mengerti akan sifat alami mengerti dengan betul akan emosi mereka. sedih. Marah. . Hati seorang Manusia itu rumit bagaikan Rubik, namun jika diberikan waktu tentu saja akan dimengerti. Begitu juga dengan makhluk lain. Kita tidak ada beda jauhnya. Makhuk apapun akan mengalami semua emosi yang berada di manusia. Hanya saja ada yang membuat manusia berbeda dengan yang lainnya..."
"apa itu ?" tanya Kedua gadis itu bersamaan.
"aku tidak tahu... " jawab Naruto sambil membuka sebuah Novel yang dibawanya.
*SWEATDROP"
Rias pun melihat selama beberapa menit ke Naruto, dari tadi Naruto hanya membaca buku yang berada ditangannya tersebut, tanpa memperdulikan dua gadis yang dari tadi bersamanya.
"apa sih yang kau Baca Naruto?kelihatannya menarik banget jika kau hanya setengah memperhatikanku dari tadi" Tanya Rias seraya mendekati tempat Naruto duduk tersebut. bergesekan dengan badannya sembari ingin melihat apa yang dibaca Naruto, dan dalam proses menggesekan kedua asetnya kepada tangan Naruto.
Naruto hanya bisa menahan diri dengan teknik "tidak beremosi" miliknya dengan hampir sukses ketika merasakan lembutnya dua aset yang masih menempel tangannya. Naruto juga termasuk pria Normal. dalam situasi yang dirasakannya saat ini. meskipun bisa menyembunyikannya dengan sukses.
"rias..." ucap Naruto dengan nada biasa.
"yaa Naruto-kun? " tanya Rias dengan nada sensual yang akan membuat pria apa saja akan gugup.
Sedangkan di sofa seberang, Akeno yang sedang tersenyum, namun Urat yang muncul di dahinya dan jarinya yang terkadang kejang sendirinya mengatakan hal sebaliknya saat melihat dua orang didepannya. Entah kenapa dia ingin sekali menyetrum seseorang saat ini..
"bisakah kau geser sedikit ?" Ucap Naruto dengan nada kosong.
"ffftt..." terdengar suara Akeno dari seberang, dengan satu tangan menutupi mulutnya yang sepertinya ingin tertawa, dan mata yang melirik arah lain.
"mouu... kau ga lucu deh Naruto-kun." Jawab Rias dengan Muka cemberut, dan kemudian menatap tajam Gadis yang menahan tawa didepannya, dan menatap penuh kesal seakan membalas Akeno di masa yang akan datang. Namun Akeno hanya tersenyum lugu melihat ekspresi si rambut merah yang menatapnya dengan penuh janji sakit tersebut.
Sebelum pembicaraan mereka berlanjut kembali, Issei tiba-tiba masuk dari pintu dengan kondisi berkeringat dan kotor, dengan mata yang terlihat panik membuat semua yang berada di tempat itu membalikkan perhatian kepadanya. Termasuk Kiba dan Koneko yang berada di ruangan lain.
"issei ada apa ? kenapa kau sampai terlihat habis nafas begitu?"
"ah...Asia. dia diambil..tidak, diculik oleh malaikat jatuh. Yang membunuhku saat aku masih seorang manusia." Dia berkata sekarang, membuat Naruto juga mendengarkan apa yang dikatakan Issei.
"kami saat itu masih berada di Taman, dan kemudian Yuma atau Raynare, terserah mau dipanggil apa datang dan mengambil paksa Asia dengannya. Aku mencoba melawannya tapi dia terlalu kuat kuhadapi dan mendorongku jatuh. Kemudian dia menarik Asia dan membawanya terbang. Aku mencoba mengikuti mereka, namun mereka terlalu cepat."
"kenapa sih kau tertarik dengan gadis biarawati itu Issei ?" tanya Kiba yang entah kenapa terlihat kesal mendengar nama Biarawati dan Malaikat.
"apa yang kau sembunyikan dari kami Issei?" Rias bertanya.
Issei melihat semua orang menatap padanya, sedangkan Naruto memberikan tatapan yang menyuruh dia memberitahu yang sebenarnya."A-asia mempunyai kekuatan aneh yang dia tunjukkan padaku saat aku pertama jumpa dengannya. Dia bisa mengeluarkan cahaya hijau yang muncul ditangannya dan dapat menyembuhkan orang yang terluka. Dia disebut Gadis suci karena itu."
"jadi pengguna Sacred Gear." Ucap Rias dengan pose berpikir."jadi ada seorang pengguna Sacred gear di kota ini dan sepertinya mereka munculiknya karena kekuatannya tersebut."
"tolong bantu aku menyelamatkan Asia dari mereka" Mohon Issei, Kiba dan Akeno pun bersiap menolong Issei. Meskipun Pada awalnya Rias menolak, namun akibat kedua anak buahnya Koneko dan Kiba yang dengan senang hati membantu Issei. Kemudian mereka pergi
Karena akhirnya mereka pergi juga, Rias pun memutuskan ikut juga.
"sepertinya kita harus membantunya.." Kata Akeno kepada Kingnya.
"ayo pergi Akeno..." jawab Rias dengan serius, dan melihat Naruto "apakah kau ikut Naruto ?"
Terjadi beberapa jeda antara Rias dan Naruto yang saling melihat satu sama lain. Naruto saat ini sedang berpikir-pikir tentang apa yang akan dilakukannya, Disatu sisi dia baru saja menerima informasi baru dari Karawana, tentang dia dan Raynale. Raynale bekerja akibat dari paksaan, meskipun dia menunjukkan sifat dan emosi seperti itu. namun itu hanya topeng juga,
Mata Naruto melebar, jika mereka menghadapi Kekuatan penuh antara salah satu Rias dan Akeno tentu saja tidak ada harapan untuk mereka berdua untuk selamat, dan jika Karawana mati, maka dia yang akan menjadi rugi disini.
"boleh, tapi Rias, Akeno.. Aku mempunyai sebuah permintaan. Maukah kau dengar" tanya Naruto dengan Nada serius.
Rias pun berpikir sebentar dan akhirnya mengaggukkan kepalanya, menandakan Dia akan mendengar permintaan dari dirinya.
"Jika kau bertemu dua malaikat jatuh bernama Karawana dan Raynale ampuni mereka, kau boleh mengalahkan mereka tapi jangan sampai membunuhnya."
Kedua gadis tersebut terlihat terkejut mendengar perkataan Naruto." boleh kutanya mengapa ?" Rias bertanya dengan kedua perasaan mereka yang cemburu.
Naruto mengangkat bahunya." Aku hanya punya perasaan kalau Raynale terpaksa melakukan ini, namun untuk Karawana hal berbeda, dia adalah mata-mataku." Dia berkata, kemudian kedua gadis itu hanya mengangguk, namun dalam hati mereka terkejut.. dengan mata-mata yang dimiliki Naruto.
"kami coba." Kedua gadis berkata. Naruto pun berterima kasih kecil kepada kedua gadis tersebut. kemudia kedua gadis tersebut tertutupi segel sihir dan menghilang. Sedangkan Naruto yang masih duduk itu hanya berbisik pada udara.
"Kamui" dengan perkataan itu, Mata Naruto langsung membuka portal menuju tempat yang dituju, kemudian menghisap Naruto dalam lubang kecil tersebut.
Dengan Naruto
Naruto muncul disebuah pohon, melihat ketiga Iblis yang terdahulu pergi. Koneko memukul sebuah pintu yang tua milik gereja tersebut diikuti Issei dan Kiba. Gereja tersebut sudah terlihat tua dan terabaikan. Dan sepertinya tidak ada yang meninggalinya selama puluhan Tahun. Tempat ini juga sepertinya jauh dari kota dan jarang dikunjungi orang. Jadi mirip seperti markas atau semacamnya.
Dari atas pohon tersebut, Naruto bisa merasakan Rias dan Akeno sudah bertarung dengan tiga malaikat jatuh. Yang dari Auranya Naruto tahu siapa dua dari mereka bertiga. Naruto hanya berharap Rias dan Akeno menepati janji mereka.
Dari dalam ketiga Iblis bergerak cepat melewati setiap koridor gereja tersebut. dan akhirnya mereka sampai di tengah gereja. Dari suatu tempat terdengar suara langkah kaki. Sosok orang tersebut pun terlihat, dia memilki rambut putih pendek dan mata merah. Dan meggunakan pakaina iman Gereja.
"bah...dan kukira aku membunuhmu sebelumnya Issei-san." Dia berkata dan melihat Issei, ketiga Iblis muda tersebut langsung memasang kuda-kuda.
"mehh... melihatmu hidup buatku jengkel, biasanya aku langsung membunuh Setan seperti kau dan tak ada lagi yang hidup, namun melihat kau masih hidup seperti kecoa membuat ku jengkel banget!" dia berkata sambil mengeluarkan hulu pedang, dari hulu pedang tersebut keluar energi cahaya dan membentuk pedang, dan dari tangan kirinya keluar pistol.
"okee mari kita mulaii!" Freed berteriak, dan langsung Kiba yang mulai maju duluan menghadapi Freed dengan dua pedang yang muncul disetiap lengan tangannya. Kedua pedang mereka saling bergesekan dan mengeluarkan percikkan api dan suara yang keras. Mereka berdua saling mengayunkan pedang ke arah musuh yang ada didepannya, namun mereka dapat menangkis dan menahan serangan dari masing-masing. Hal itu berlangsung beberapa kali, namun akhirnya Freed menggunakan Pistolnya untuk menembak Kiba.
Namun Kiba juga menunjukkan kekuatannya sebagai "KNIGHT" dan dengan cepat dapat menghindari Peluru-peluru yang ditembak Freed.
"hee...menarik! menarik! Kurasa kau tak hanya punya muka cantik aja Setan!"
"holy eraser(penghapus kesucian)"kiba memanggil, kemudian pedangnya berubah menjadi hitam penuh dan bersentuhan dengan pedang cahaya milik Freed. Kegelapan yang memancar dari pedang Kiba mulai menelan cahaya. Kekuatan itu menunjukkan Bahwa Kiba memiliki Sacred gear juga.
"he.. pengguna lain ya !? " Ucap Freed seraya menjilat bibirnya dengan muka gila muncul.
Namun ocehan Freed berhenti akibat kepalan tangan yang mendarat dimukanya, namun dari kepalan tangan Issei yang menyimpan banyak kekuatan membuat Freed terlempar jauh dan menabrak dinding.
Sedangkan dengan Naruto,
Saat ini dia sudah memutuskan, dia akan ikut bertarung juga, dirasakannya Area sekelilingnya dan mencari musuh yang masih tersisa. Dan ketemu... beberapa Malaikat jatuh yang menjaga ketat seseorang dibawah Gereja.
Naruto pun melompat dari pohon tersebut dan mendarat denga indahnya, kemudian Naruto mengisi Chakra dikakinya dan menembak pergi dengan cepat. Dari ujung kaki tempat Naruto mendarat, muncul retakan yang cukup dalam.
Dari bawah Gereja, nampak 5 malaikat jatuh yang masih menjaga seorang gadis biarawati yang terikat dengan ketatnya.
"hei...sampai kapan kita disini hah!?" tanya seorang Malaikat jatuh.
"sampai loe Tua."
"haaa!?"
"dasar bego ! ya jelas sampai Ketiga Gadis tak beguna dan Imam gila itu selesai mengurusi Para setan penyusup itu." Teriak satu malaikat jatuh yang memiki badan lebih besar.
"haa!? Malas gua jaga ni gadis" keluh salah satu Malaikat jatuh.
Sedangkan Asia hanya bisa merintih akibat tali yang mengikatnya dengan kuat, sepertinya jika begini terus dia akan mati, setelah mendengar rencana mereka ingin mengeluarkan Sacred gear punyanya, namun Asia tahu kalau Sacred Gear pengguna dikeluarkan, maka ...dia akan mati.
" ha..ha..ha." terdengar Orang yang mengeluarkan nada aneh, bukan suara tertawa yang keluar, namun bagai suara Anak kecil yang mengejek seseorang.
"siapa Itu !? keluar kau pecundang !" teriak Salah satu malaikat jatuh, Seketika itu 5 malaikat jatuh yang berada di tempat tersebut langsung memasang posisi bertahan dan meyerang. lengkap dengan tombak cahaya ditangannya.
Mata Malaikat jatuh selalu mengobservasi sekitarnya, dari satu tempat muncul bayangan yang sepertinya selalu berpindah dengan cepatnya.
*stab*
"a..kggh" Rintihnya saat melihat sebuah benda tajam yang menusuk dadanya, dengan gemetar dia melihat sosok yang menusuknya, sebelum dia menutup matanya yang terakhir kalinya, dia akan selalu mengingat mata merah bagaikan neraka itu sendiri melihatnya dengan dinginnya.
"Kurang ajar!" teriak 1 dari empat malaikat jatuh yang masih tersisa, dari tangannya keluar belasan tombak cahaya yang langsung terbang menuju sosok pemilik mata merah tersebut.
Naruto pun langsung membuat segel jurus dengan tangannya, dan pada segel ketiga Naruto berteriak
"elemen tanah; Perisai pelindung Bumi!" dari tanah sekeliling Naruto langsung membentuk pertahanan yang terbuat dari tanah dan menutupi seluruh badannya. Belasan tombak cahaya tersebut hanya tertusuk pada perisai pertama dan tidak berhasil menembus Tempat Naruto.
"Sihir tanah ?! kepung dia !" Ketiga Malaikat jatuh yang masih tersisa langsung berlari menuju Tanah Pelindung Naruto dan dengan kekuatan mereka, Mereka dapat menghancurkan Perlindungan tempat Naruto berada, namun mereka tidak menemukan Naruto, yang mereka temukan hanya gumpalan kecil di tanah, seperti ada yang menggali tanah tersebut.
Sedangkan Satu malaikat jatuh yang melihat kejadian dengan ketidakadaan Musuh mereka itu hanya melebarkan matanya seakan baru mengerti.
'tidak ada, berarti.. Tanah!' teriak dalam batinya, Malaikat jatuh tersebut pun langsung melompat, namun lompatannya itu tidak jauh, akibat dari dua tangan yang memegang kakinya dan menariknya kedalam tanah dan menyisakan kepalanya saja sedangkan bagian tubuhnya yang lain terkubur di dalam tanah.
"elemen tanah; jurus pemburu kepala. Sukses. "Ucap Naruto yang muncul dengan cepat dari Tanah lainnya, ditangan kanannya muncul bola biru yang mengeluarkan biru Aneh. "rasengan!"
Mata malaikat tersebut menatap Naruto yang datang kearahnya dengan cepat. Sebelum dia bisa berteriak, bola biru itu sudah bersentuhan dengan mukannya. rotasi Bola biru yang menyentuh muka malaikat tersebut langsung menghancurkan wajahnya hingga kedalam otaknya. Darah dan daging bertebaran kemana-mana,
Ketiga malaikat Jatuh yang baru menyadari salah satu temannya sudah tewas mengenaskan, langsung Maju dan Bertarung dengan Naruto menggunakan kepalan tangan. Setiap Tinju dan tendangan berhasil di tangkis dan dihindari Naruto. dalam penglihatan Naruto gerakan mereka bagaikan lambat sekali, sehingga dia dapat menghindari dan memberi serangan yang efektif kepada ketiga malaikat jatuh tersebut.
Saat menangkis serangan dari setiap Malaikat jatuh, Naruto diam-diam mengambil tiga kertas dan menempelkan pada setiap dada masing-masing Malaikat jatuh. Sedangkan Malaikat jatuh yang melihat kertas yang ada pada dada mereka hanya mengacuhkan kertas itu saja, berpikir itu Cuma aksi gila musuh mereka. Namun pikiran mereka salah ketika Naruto melompat jauh dan menaikkan satu tangannya.
"Katsu!" Teriak Naruto kertas yang menempel pada dada mereka kemudian berpijar .
*Blarrr!*
suara ledakan dari ketiga Malaikat jatuh yang tersisa terdengar, badan mereka langsung meledak dan terbakar hingga hangus menjadi abu, mereka tidak sempat berteriak.
'sigh... bukannya aku ingin membunuh Kalian... tapi itu memang diharuskan.'batin Naruto yang menatap apa yang masih tersisa dari tubuh-tubuh Malaikat jatuh tersebut.
Sedangkan Asia yang melihat kejadian tersebut, Hanya bisa memandang takut Orang yang berada didepannya, Asia langsung mengingat pelayan baik yang ditemuinya beberapa hari yang lalu, ekspresi baiknya berubah menjadi dingin bagaikan es dan sekejam ini dalam membunuh, Namun asia melihat Mata Naruto hanya terdiam, Asia bisa melihat kesedihan yang terpancar dari muka dingin yang berada didepannya saat ini.
Namun belasan lain Malaikat jatuh datang secara tiba-tiba, dan setengah dari malaikat jatuh tersebut membawa pergi langsung Asia, sedangkan yang lainnya menghadapi Naruto.
Dengan Issei dan yang lainya, belasan menit kemudian.
Akhirnya mereka naik suatu tangga dan memasuki sebuah ruangan mata mereka melebar setelah melihat gadis berambut pirang tergantung dengan rantai disekujur tubuhnya.
" oi sudah selesai ga karawana ?" tanya Freed dengan wajah gila. Dia sudah berhasil kabur dan menuju ke lantai atas duluan setelah melawan Issei dan Kiba.
"sebentar lagi " jawab Karawaana, Salib besar yang menampun Asia pun mengeluarkan Cahaya berwarna Hijau.
"he.. sebentar lagi akan ritualnya akan selesai dan juga temanmu Iblis.." Ucap Karawaana sambil melihat ketiga Iblis yang baru masuk terse-" Ucapan Karawana berhenti akbiat mendengar suatu bisikkan dikepalanya. Keberhentian Karawaana itu memberikan kesempatan kepada ketiga Iblis tersebut dan berlari menuju Asia yang masih tergantung tersebut.
"oii! Apa sih yang kau lakukan Karawaana ?" tanya Freed dengan marahnya.
Dalam batin Karawaana. 'karawaana ini aku, sekarang waktunya..'..
"Naruto-sama !? baiklah.."meskipun terkejut akan suara tuannya yang tiba-tiba datang, namun Karawaana tidak menunjukkannya di mukanya. Mendengar perintah dari tuannya Karawaan pun membuat tombak cahaya secara diam-diam dan menusuknya langsung ke Freed yang pandangannya ke Tiga Iblis tersebut.
Aksinya tersebut tentu saja membuat semua orang disitu terkejut, baik dari Malaikat jatuh maupun dari Iblis tersebut.
"Karawana ka-uu!" Ucap Freed dengan marahnya sebelum dia terkapar dan tewas. Sementara dengan sisa malaikat yang lainnya.
"Karawaana beraninya kau berkhianat !" teriak salah satu malaikat jatuh.
"sejak kapan aku berkhianat!? Siapa bilang aku bekerja dengan kalian huh!? Tuanku hanya satu dan itu bukan dari kalian " ucap Karawaana sambil melompat kauh dari Maliakat jatuh yang Menatapnya dengan penuh benci.
"kerja bagus Karawaana..."
"Naruto sama !?" Sambut Karawana dengan nada hormat, saat melihat kedatangan Tuannya yang tiba-tiba muncul dari udara.
Tidak merespon panggilan anak buahnya itu, Naruto langsung membuat segel tangan dengn cepat.
"elemen angin; Pukulan angin Hampa" dari sekitar Naruto, angin langsung membentuk 5 kepalan tangan dan menuju Malaikat jatuh yang masih tersisa. Dari pukulan angin tersebut membuat mereka terlempar dari lantai dan menembus dinding tersebut. Kemudian Naruto langsung lompat mengikuti mangsanya tersebut.
Tidak terhitung beberapa menit, Naruto sudah datang kembali ketempat Issei dan yang lainnya, namun Issei dan yang lainnya tidak sendiri, Rias dan Akeno juga ada disitu, dengan isyarat kedua gadis tersebut mengangukkan kepalanya seakan sudah melaksanakan perintah Naruto.
Sedangkan Karawaana hanya melihat Iblis yang berada didekatnya dengan siaga.
Asia masih terlentang dipangkuan Koneko.
"Aku sudah melakukan misiku Tuan.." Ucap Karawaana dengan nada hormatnya.
"bagus Karawaana... apakah kau terluka?" Tanya Naruto dengan Nada perhatiaan yang membuat Karawaana memerah akibat perkataan Tuannya.
"tunggu dulu ! jadi maksudmu kau disisi kami dari tadi!?, terus kenapa kau melakukan Ini pada Asia !?" tanya Issei dengan marahnya sambil memegang kerah Karawaana.
*Slapp*
"jangan berani-berani kau memegangku dengan tangan kotormu itu setan, yang hanya boleh memegangku hanya Naruto-sama," Hardik Karawaan kepada Issei yang mundur sedikit akibat dari tamparan Karawaana.
"dan kenapa aku melakukannya kepada gadis itu merupakan pekerjaan yang memang harus kujalani selama mata-mata, aku tidak ada urusan dengan kalian Iblis, dan aku tidak menerima perintah dari kalian." Ucap Karawaana dengan nada dingin.
"cukup Karawaana." Suruh Naruto.
Seketika itu Karawaana terdiam dan memilih mundur kebelakang tuannya tersebut.
Setelah itu, Melihat Kondisi Asia yang sekarat, akhirnya Rias mengubah Asia menjadi Iblis dengan "Evil Piece" dan akhirnya memasuki anggota Rias, untuk meyelamatkan nyawanya. Mereka pun melakukan selamatan kecil akibat hal baru yang mereka dapatkan, termasuk juga benda merah berbentuk yang muncul ditangan Issei sebelumnya.
Namun ketika Mereka melihat Naruto dan Karawaana, Mereka sudah hilang tanpa jejak meninggalkan mereka sendiri di ruangan tersebut.
Dengan Naruto dan Karawaana
"apakah disini dia berada..?"
"yaa.. Naruto-sama, meskipun dia terluka berat namun nyawanya masih bisa diselamatkan." Ucap Karawaana dengan serius. Tentu saja karena karawaana dan Raynale merupakan tema dekat, makanya Karawaana memohon kepada tuannya agar nyawanya diselamatkan.
Akhirnya mereka sampai di suatu Area tidak jauh dari Gereja, disitu mereka menemukan Raynale yang terbaring pada sebuah pohon dan memegang luka yang berada di perutnya. Saat melihat Kedatangan seorang yang ditakutinya dan temannya. Raynale hanya bisa terdiam bingung akan kedatangan mereka.
Disatu sisi dia takut karena tubuhnya yang sudah kritis ini tidak akan kuat melawan musuhnya, disatu sisi temannya datang menghampirinya. Namun yang menjadi pertanyaan kenapa Karawaana bersama dengan musuhnya. Namun pikirannya tidak dapat berlanjut lagi, akibat matanya yang sudah tertutup kelelahan(bukan mati, hanya pingsan.)
Naruto kemudian mengangkat Raynale dan menaruhnya di pundaknya.
"pegang tanganku Karawaana." Perintah Naruto dengan Nada lembut.
Mendengenar perintah Tuannya itu membuat pipi Karawaana merah, bermacam hayalan muncul di otaknya, namun dia tetap saja melakukan perintah tuannya dengan sedikit gugup.
"Kamui."
Zzzz. Update-update.. Tau ga ni chapter adalah chapter Ninja DxD terpanjang yang gw buat.
Chapter ini sedikit Gaje dan banyak typo(malas mutik). gw agak buru-buru buat ni chapter jadi ada kesalahan kecillah. kalo ada yang gak dimengerti Tanya aja lewat PM, Langsung gw balas dalam kurun waktu 24 jam.
Dan gw akhirnya mutusin; Raynale dan Karawaana hidup(heheh..)
Yaaa mau gimana lagi, cape dah gw.
Cuma satu permohonan. Tinggalkan jejak reviewmu.
