Kuroko no Basket © Tadatoshi Fujimaki

Katekyo Hitman Reborn © Akira Amano

.

.

Chibi!

.

.

Chapter 10: Himuro Tatsuya

Jam di kelas sudah menunjukkan pukul sembilan lewat tiga belas menit, namun belum ada satu pun di antara Nijimura dan Himuro yang datang. Seharusnya mereka sudah mulai kegiatan dari sekitar empat puluh lima menit lalu.

Banyak yang memasang wajah khawatir, takut dua orang kesayangan mereka itu diculik makhluk jahat di jalan. Bahkan beberapa orang sudah mulai membuat rencana penyelamatan yang diprovokasi oleh Takao dan Kise.

"Apa mungkin Nijimura-sensei dan Himuro-sensei punya jadwal kuliah pagi mendadak?" Bukan rahasia kalau dua guru itu baru semester tiga, Tsuna yang lugu aja tau.

"Kurasa tidak, Tsunayoshi-kun, kalau mereka berdua kuliah pasti Sakurai-sensei akan menemani kita."

"Hiiieeee?" Tsuna melonjak, perasaan dari tadi dia ngomong sendirian di depan pintu, kenapa tiba-tiba ada Kuroko ikutan duduk di sebelahnya? "Jangan mengagetkanku, Kuroko!"

"Doumo." Dengan sopan, datar, dan tidak tau diri Kuroko memberi salam. "Maaf, Tsuna-kun, tapi aku sudah duduk di sini dari sebelum Tsuna-kun datang."

Eh?

Rasa-rasanya jantung Tsuna mencelos.

Ini kah yang Gokudera rasakan setiap Kuroko tiba-tiba muncul di samping Ogiwara dan mengatakan ia sudah di sana dari awal?

"Sudah kubilang kau tidak usah datang, Tatsuya!"

"Tch. Kau meremehkanku, aku bisa jalan sendiri, nggak perlu dipegangin."

Tsuna dan Kuroko menengok ke area parkir. Samar-samar terdengar suara Nijimura dan Himuro dari sana. Namun Tsuna dan Kuroko merasa ada yang aneh, gaya bicara Himuro terkesan dingin dan galak melebihi Nijimura, tidak seperti Himuro yang mereka kenal. Tidak seperti Himuro yang kalau lagi iseng, sering di panggil 'Mama' oleh Haizaki.

Sementara anggota geng milik Takao dan Kise sedang meneriakkan pendapatnya masing-masing hingga dibentak oleh Midorima dan dilempari buku bacaan oleh Akashi, Tsuna dan Kuroko membuat keputusan melalui lirikan mata untuk memastikan yang mereka dengar tadi suara Himuro atau bukan.

"...lukamu terbuka lagi!"

"Berisik! Kau bukan ibuku, Shuuzo!"

Tsuna dan Kuroko mengkeret melihat Nijimura dan Himuro dari balik tiang di depan Kelas Bunga Mawar milik Dino dan Sakurai.

Nijimura masih dengan gayanya yang biasa, masih dengan bibir yang mirip seorang tokoh dari anime ayo-main-voli(*) yang sering ditonton Giotto di akhir pekan. Tapi yang bikin mangap itu Himuro; jari, pipi, dan jidat putihnya dihiasi plester. Lengan kirinya di perban, wajahnya terlihat begitu dingin dan menyeramkan, belum lagi cara bicaranya yang berubah total.

Otak Kuroko berpikir keras, menerka-nerka Himuro kenapa.

Kecelakaan? Bisa jadi.

Nyemplung got? Mungkin saja.

Dihajar makhluk asing ketika mencoba kabur saat diculik seperti kata teman-temannya di kelas? Rasanya nggak mungkin.

Habis tawuran macam Akashi dan Hibari? Itu mustahil.

"Kalau nanti ada yang tanya gimana? Nggak mungkin kan kamu bilang kalau habis tawuran sama kampus sebelah sambil nyengir?" Nijimura itu khawatir, peka dikit dong. "Aku nggak akan bantu jawab kalau ada yang sampai tanya, oke?"

"Aku masih bisa bohong kan?"

"Lagian kenapa sih pakai ikut-ikut tawuran segala? Mau pantatmu ditendang dari kampus, hah?"

"Kamu nggak liat mereka nantangin? Mana ngatain aku lemah gemulai kayak cewek, apalagi yang bawa nanas itu, kujadikan sate juga kalau ketemu lagi!"

Himuro OOC-nya kumat, Nijimura tepuk jidat.

Serius, Himuro-sensei yang itu habis tawuran macam Akashi dan Hibari?

"Ayo kita seraaaaaang!" Teriakan Kagami diikuti langkah kecil teman-temannya yang satu-persatu mulai meninggalkan kelas mengagetkan Himuro. Entah bagaimana ekspresi dingin dan seram yang dari tadi dilihat Tsuna serta Kuroko bisa lenyap begitu saja.

"Oi, oi, oi, kalian mau ke mana?" Nijimura bersedekap sambil memerhatikan tuyul-tuyul yang akan berlari melintasi gerbang.

"Senseiiiiiiiiiii!" Ogiwara yang pertama kali menyadari teriakan Nijimura dari area parkir langsung berlari dan memeluk erat pinggang Himuro, "Kami pikir Sensei diculik makhluk asing seperti yang Takao dan Kise bilang."

"Eh?"

"Sensei, ke mana aja?"

"Kami khawatir..."

"Ku kira Senseicchi diculik-ssu!"

"Jangan tinggalkan kita sendirian di kelas dong, Sensei!"

"Huweee, Sensei, tadi aku dimarahin Shin-chan!"

Himuro menatap Nijimura minta penjelasan, Nijimura hanya menggeleng, mana dia tau, mereka kan datang sama-sama.

Akhirnya Himuro hanya menghela napas, ia elus kepala anaknya satu-satu sebelum menggiring mereka kembali ke kelas. Senyum khas yang biasa melekat di wajahnya kembali ia pasang. Tanpa mereka tau Nijimura menggerutu sebal di belakang.

"Kenapa aku nggak disambut kayak Tatsuya juga? Oke, fine, aku nggak butuh pelukan bocah ingusan kayak kalian!"

"Uhuk, ada yang iri." Haizaki nyengir di samping Nijimura, "Padahal tadi aku mau meluk Sensei sekalian nangis sambil ngelap ingus, tapi Sensei terlanjur bilang gitu sih... ya udah." Ucapnya sebelum lari sambil menjulurkan lidah.

"KEMBALI KAMU ZAKI!"

.

.

"Loh, Himuro-sensei kenapa kok diperban kayak gitu?" Momoi memandang Himuro khawatir.

Himuro menggaruk belakang kepalanya sebelum menatap Nijimura meminta bantuan. Nijimura mengangkat bahu sebagai balasan, dia kan sudah bilang dari awal nggak akan bantu Himuro jawab kalau ada yang tanya kondisinya sekarang.

"A-ah, waktu pulang kuliah tadi malam Sensei masuk selokan." Oh Himuro, nggak bisa elit dikit kah alasannya? "Jadi tadi Sensei dan Nijimura-sensei ke dokter dulu buat periksa. Maaf ya kalau kalian khawatir."

"Lain kali hati-hati ya, Sensei!"

.

.

"Kalian ngapain di sini?" Suara Dino mengagetkan Tsuna dan Kuroko yang masih berdiri gemetaran di balik tiang tadi. Setelah melihat siapa yang bertanya perlahan-lahan tubuh kecil mereka merosot hingga duduk.

"Ka-kami takut diajak tawuran, Dino-sensei!"

"Eh?"


See you next chapter :3


(*) maksud saya Kageyama Tobio

Ahaha padahal ini cuma iseng-iseng aja bikinnya, entah kenapa sudah sampe 10 chapter... Oh iya, ada yang sadar kah di chapter lalu Takao nggak ada?

Makasih banyak bagi yang mau baca :)