Halooo! Ketemu lagi! #Plakk akhirnya setelah sekian lama meninggalkan dunia FFn Via-chan kembali *hikss* #ditabok yodah daripada mendengar ocehan yang tidak beguna ini mending langsung aja -_-"

Happy Reading ^^


Disclaimer: Hiro Mashima

Genre: School Life, Romance, Family, Humor, and other..

Pairing: Natsu x Lucy and many more..

Warning: AU, OOC's, Gaje, Dll..

Cerita ini bukan milik saya, saya hanya mengedit dan mengganti nama tokoh Dan sebagainya itu sajaa :D


"Hei, kenapa kau diam saja?"

"turunkan aku." kataku.

"disini?"

"ya" lalu Natsu menurunkanku.

"kenapa kau mau turun?"

"karena aku harus membersihkan bibirmu yang sudah dikotori oleh rubah betina itu!" kataku.

Lalu aku mengumpulkan keberanian dan aku meraih wajah Natsu dengan kedua tanganku.

.

.

.

.

.

.

Aku memejamkan mataku.

.

.

.

.

.

.

Lalu aku mengecupnya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Ya. aku yang pengecut ini terlalu takut untuk mencium bibirnya. jadi aku mencium pipi Natsu.

"itu yang kau bilang membersihkan?" aku tak menjawab karena terlalu malu dan gugup untuk menjawab. jadi aku mengangguk saja.

"kalau membersihkan itu seperti ini!" kata Natsu sambil meraih wajahku dengan kedua tangannya dan mencium bibirku.

.

.

kepalaku kosong seketika.

aku sudah tak dapat berpikir apa-apa lagi pada saat itu.


aku sedang menuju kantin sekarang bersama dengan Juvia. saat aku dan Juvia lewat, semua orang melihat ke arah kami. entah kenapa aku harus mendapat perhatian sebanyak ini! padahal aku cuma ingin pergi ke kantin beli makanan! dan tentu saja. perhatian yang kudapatkan ini tak lain dan tak bukan adalah karena manusia berkepala kosong yang bernama N.A.T.S.U!

dia mengikutiku dari tadi pagi. bahkan dia bolos pelajaran agar bisa membuntutiku. dia mengikutiku kemanapun aku pergi, bahkan ke toilet sekalipun! masih mending kalau cuma Natsu yang mengikutiku, tapi pengikut-pengikutnya yang banyak itu juga ikut mengikutiku karena kaptennya selalu mengikutiku kemanapun aku pergi! mungkin kalian bingung kenapa Natsu mengikutiku dari tadi, jadi sebaiknya kuceritakan dulu kejadian tadi pagi sebelum aku berangkat sekolah.

_Flashback_

rumah Lucy, 06.30 pagi-

+DING DING~ CHA CHA CHA~ DING DING~ CHA CHA CHA~+ HPku berbunyi.

Tumben sekali pagi-pagi begini ada yang telepon? siapa kira-kira ya? lalu kulihat layarnya- 'unknown' kenapa sih si pinky sinting itu selalu menyembunyikan nomornya? dengan mengingat si pinky sinting ini saja jantungku sudar berdebar kencang. aku benar-benar menyerah dibuatnya!

Oh ya ampun... apa lagi mengingat kejadian kemarin.. dia menciumku! ciuman pertamaku! oh tidak! yah, bukan berarti aku tak suka sih.. tapi tetap saja dia merebut ciuman pertamaku yang sebenarnya ingin kusimpan sampai hari pernikahanku!

+DING DING~ CHA CHA CHA~ DING DING~ CHA CHA CHA~+

oh ya ampun, aku sampai lupa mengangkat telepon.

"ehem.. ya? halo?" jawabku

"heloo mesum~~~~ " kata Natsu

"ap- apa katamu?!"

"santai saja deh... kenapa gugup begitu sih?"

"si- siapa yang gu- gugup?!"

"ini aku! suamimu."

"terserah. apa maumu?!"

"temani aku nanti ke Rumah Sakit."

"siapa yang sakit?"

"aku harus check keadaan tanganku ini. hari ini jadwal checknya sepulang sekolah. dan hari ini hari jumat dan besok libur! jadi jangan alasan kau tak bisa!"

"Rogue , Gray, dan yang lainnya juga ikut kan?"

"tentu saja mereka ikut. kenapa kau bertanya?!"

"kau pergi saja dengan mereka. aku tidak bisa hari ini"

"apa?! hei! -" sebelum dia lebih jauh marah-marah, aku tutup teleponnya.

-selesai-

Kembali ke realita, si sinting ini terus mengikutiku kemanapun aku pergi lantaran aku tidak memberi tahunya kenapa aku tidak bisa pergi dengannya nanti ke RS. tentu saja ada sebabnya, dan aku tak mau beritahu Natsu. karena kalau aku beritahu, Natsu pasti akan memaksa ikut!

"mau kemana kau nanti?" tanya Natsu yang sekarang berjalan di sampingku.

Entah kenapa posisinya bisa tertukar seperti ini, Juvia tidak lagi berada di sampingku, dia berada di samping Gray

-_- Akhir-akhir ini mereka makin akrab, aku jadi curiga..

"aku mau pergi berdua sama Juvia kok! jadi kau tenang saja, aku tak akan cari cowok lain!"

"aku tidak peduli kalau kau cari cowok lagi."

"oh begitu? baiklah... ROGUEE!" ledekku berpura-pura memanggil Rogue dan berjalan menuju ke Rogue yang berada di depanku.

Natsu memegang tanganku erat sekali,

"mau mati...?" katanya.

"lho? kan kau yang suruh cari cowok lagi."

"berani menjawabku?"

aku diam saja. aku malas ngeladenin si sinting ini.

"pokoknya aku tak bisa pergi denganmu hari ini!" kataku kepada Natsu.

lalu aku cepat-cepat berlari dan menyambar Juvia. aku berlari membawa Juvia dan ngumpet di Wc putri.

+sepulang sekolah+

Hari ini guru pengawas hukuman kami sedang amat baiiikkk...

Entah dia kesambet apa sampai baik begitu! dia membiarkan kami libur 1 hari untuk tidak membersihkan WC!

Oh ya ampun! hadiah dari langit! kujelaskan, sebenarnya aku dan Juvia ingin pergi ke kafe parfait dekat stasiun.

hari ini khusus untuk gadis single diberi potongan harga 50%! yah.. semacam promosi musim panas begitu.. musim panas kan musimnya orang pacaran, jadinya bagi gadis yang jomblo diberi potongan harga

(mungkin dengan tujuan menghibur gadis-gadis yang kesepian. makanya mereka membuat promosi begitu)

Parfait disitu enak sekali! jadi aku tak bisa menyia-nyiakan saat-saat untuk makan parfait sebanyak-banyaknya! dan, kalau aku beritahu ke Natsu. dia pasti akan ikut dan aku tak akan dapat diskon! jadi sepulang sekolah, aku dan Juvia langsung keluar dan menuju langsung ke kafe parfait dekat stasiun itu sebelum Natsu dan yang lainnya melihatku.

Dan usaha kami berhasil! kami berhasil sampai di kafe parfait ini tanpa kepergok oleh Natsu cs! yeahh! aku dan Juvia mengambil tempat duduk di samping jendela. oh ya ampuuuunn , sudah lama sekali aku tak jalan-jalan berdua saja dengan Juvia seperti ini!

asiknyaaaa! ini hari para gadis!

+klining!+

Suara bel pintu kafe menandakan ada pelanggan lain yang masuk.

"hahaha, bla bla bla bla!"

ramai sekali ... -_- sepertinya pelanggan barusan yang masuk adalah segerombolan laki-laki. aku melihat kebelakang untuk melihat siapa gerangan pelanggan yang membuat kegaduhan seperti itu. dan

GHEEEEE?! itu Natsu Cs! oh ya ampun! apa aku tak bisa lebih sial dari ini?! Natsu cs melewati mejaku dan Juvia, lalu mereka duduk di meja depan kami.

"bagaimana mereka menemukan kita?" bisik Juvia.

"aku tak tahu..." kataku patah semangat. aku tahu aku takkan bisa makan parfait dengan harga murah lagi sekarang.. oh ya ampun!

"permisi, mau pesan apa?" kata pelayan kafe itu sambil menyerahkan menu pada kami. pelayan kafe itu laki-laki berbadan tegap dan tinggi. wajahnya sih biasa saja, tapi lumayan lah... hehehe

"ehm... aku pilih yang nomor 2 ini." kata Emi.

"aku yang ini!" tunjukku semangat pada parfait nomor 9.

"itu saja?" tanya pelayan itu lagi.

"iya itu saja." kataku dan Emi serentak.

"oh ya, hari ini kami sedang ada promosi musim panas bagi para gadis single akan diberi potongan harga sebesar 50%. apakah kalian single?" tanyanya pada kami.

"tentu saja aku single! makanya aku datang kemari berdua dengannya" kata Juvia semangat sambil menunjukku. bisa kulihat di meja depan Gray melotot kepada pelayan yang sedang berbicara kepada Juvia itu.

"oke... kalau anda?" kata pelayan itu kepadaku.

"oh? aku... aku... sing-"

"aku pacarnya." kata Natsu yang tiba-tiba sudah berdiri di samping bangkuku.

"pergi kalau tak mau mati.." geram Natsu ke pelayan itu dengan tatapan mengerikan. pelayan itu bergidik ngeri lalu meninggalkan meja kami. aku turut kasihan kepada pelayan itu... -_-

Natsu langsung duduk di sebelahku. begitu Natsu duduk di sebelahku, pengikut-pengikut Natsu juga ikut bergabung di mejaku. hhhh... aku sudah tak bisa berkata apa-apa lagi... -_- huhuhu! aku tak dapat diskon jadinya! siaaaaaaaaaaaaallllllllllllllllll!

"hahaha! kau pikir kau bisa kabur dariku?! hahaha!" kata Natsu kepadaku.

"..." aku diam saja.

"hei. kok tumben kau diam saja? biasanya kau pasti akan teriak-teriak?"

"..." aku tetap diam.

"hei!" teriak Natsu.

sebenarnya si kepala kentut ini mengharapkanku ngapain sih?! aku diam salah, aku teriak-teriak salah! maunya apa sih!? aku benar-benar jengkel.. hanya hari ini saja aku minta dia agar tak mengikutiku... hanya hari ini saja! aku ingin sekali makan parfait di sini.. disini parfaitnya enak namun tak terbeli karena harganya mahal... dan hanya hari inilah kesempatanku untuk makan parfait seenak ini sepuasku.. tapi semuanya gagal karena pacar bloon-ku ini!

"hiks..." isakku. aku menangis saking jengkelnya aku terhadap Natsu. aku jengkel sekali karena ini hari yang kunanti-nantikan selama ini supaya bisa makan parfait sebanyak-banyaknya dihancurkan berkeping-keping oleh kepala kentut ini!

aku jengkeeelllllllllll sekaliiiiiiiiiiiiii! aku jengkel... jengkel... Natsu beserta pengikutnya sangat kaget melihat aku menangis. tak terkecuali Juvia,Rogue ,dan Gray, mereka juga kaget melihatku menangis

(oh tolong jangan anggap aku cengeng, tapi kalian juga pernah kan menangis karena jengkel akan sesuatu yang dinanti tapi tak terpenuhi?)

"he- hei! kamu menangis?!" tanya Natsu gugup.

"tentu saja kepala bau! kamu ga liat aku sedang menangis hah?! hah?! hah?! heuk heuk hiks..." isakku

"kenapa kamu menangis?! siapa yang membuatmu menangis?! pelayan jelek tadi ya?! biar kuhajar!"

"tentu saja karena kamu bodoh! kau kira gara-gara siapa aku tak bisa memakan parfait sebanyak-banyaknya dengan setengah harga hah?! aku sudah menantikan hari ini sejak 1 minggu lalu tahu! dasar BUCERI!"

"ap- apa..? heh! jadi kau menangis cuma karena tumpukan es yang bernama parfait itu?! masa beli parfait saja perlu diskon!?"

"HEUK HEUK HUWEEEEEEEEEEEE! kurang ajar! aku ingin sekali makan ini tahu! aku benciiiiiii! benciiiii!" tangisku kencang.

"hei! hei! jangan menangis lagi! cukup! berhenti! akan kubayar semua parfaitmu! kau bisa makan sebanyak yang kau mau!" kata Natsu. tangisku mulai berhenti,

" sungguh...?"

"iya! sungguh!"

"baiklah... janji ya... hiks..." kataku sambil mengacungkan jari kelingkingku. dan Natsu melilit jari kelingkingku dengan jari kelingkingnya.

"pelayan! aku mau pesan lagi!" teriakku senang sambil mengacungkan tanganku ke atas.


"uwahhh! aku puas sekali! terima kasih ya Natsu! kamu memang paling TOP!" Kataku kepada Natsu.

"kau memakan 6 gelas parfait dan kau bilang kau puas? aku pasti sudah muntah-muntah kalau jadi kau!" teriaknya. kutarik rambut Natsu.

"brisik ah! kan kamu yang bilang aku boleh makan sepuasnya!"

"beraninya kau-" sebelum Natsu bisa protes, kucium pipi Natsu. lalu aku mencoba mempraktekkan senyum menyilaukan ala Sting kepada Natsu sambil aku berkata,

"terima kasih ya. hehehe" Natsu terdiam sesaat lalu berkata,

" ada apa dengan senyummu itu? menjijikan sekali."

okay... berarti aku tak bisa meniru senyum ala Sting dengan sempurna, yah setidaknya aku telah mencoba walaupun hasilnya menjijikan.

"hei, kenapa kau suruh yang lainnya pulang sedangkan aku mau pulang tidak kau perbolehkan?" tanyaku kepada Natsu lantaran dia menyuruh semua temannya pulang sehabis dari kafe parfait tadi. -_-

"kau kan harus menemaniku check ke RS!"

"jadi sekarang kita mau ke RS?"

"tentu saja! mau kemana lagi kau pikir!"

"jangan teriak-teriak kenapa si...h? hei kemari cepat!" kataku sambil menarik Natsu ngumpet di belakang tiang listrik.

"kenapa sih?!" tanya Natsu.

"ssstt! diam! lihat itu!" bisikku sambil menunjuk ke arah 2 orang yang sedang berbicara.

"itu... Sting dan Lisanna...? apa yang mereka lakukan?"

.

.

.

.

"itu Sting dan Lisanna... apa yang mereka lakukan?" kata Natsu.

Manusia berharga diri tinggi seperti Natsu biasanya bukan tipe yang senang menguping. tapi Natsu menguping, dan kemungkinan berarti ini penting... yah.. aku ikutan aja deh..

"kau kan yang mengirim 5 orang itu untuk menghabisi Lucy?!" teriak Sting kepada Lisanna.

GHEEE?! mampus aku, Natsu jadi tahu deh kalau aku berbohong saat aku bilang aku diincar 5 orang itu karena aku menabraknya.

tangan Natsu mengejang mendengar perkataan Sting. feelingku, Natsu mulai tahu aku berbohong... -_-'

"kalau memang iya, apa urusannya denganmu? untuk apa kamu peduli?" jawab Lisanna dengan gaya yang arogan.

ukh, melihatnya membuatku ingin mengacak-ngacak wajah cantiknya itu!

"dia pacar Natsu dan kau tahu itu!" kata Sting.

"tentu.. tentu saja aku tahu."

"lalu? kenapa kau melakukan itu?! kau tak puas hanya menghancurkan hidupku saja hah?!"

"Natsu milikku! dan cewek jelek itu harus mengembalikkan padaku yang sebenarnya adalah milikku!"

"dia bukan milikmu rubah busuk. kau meninggalkan Natsu. ah, bukan meninggalkan, kau MEMBUANGNYA!"

"lebih baik jaga mulutmu bocah. kau pikir kau bisa bicara seenaknya mentang-mentang aku menyukaimu dulu? dulu kau menolakku, sekarang kau mau menggodaku?"

"menggodamu? hah! lebih baik aku menggoda anjingku daripada harus menggoda wanita bau sepertimu."

(Gomenn Lisanna.. Hiks..TT_TT Maaf mengganggu X3)

"ap-"

"karena perbuatanmu itu sekarang Natsu dan yang lainnya membenciku! karena kau mengaku-ngaku telah berpacaran denganku! Bisa-bisanya kau berbuat seperti itu disaat aku mabuk!"

"mengaku-ngaku?! hahaha, lucu sekali kau! kau yang menciumku duluan!"

"mungkin kau pikir aku tidak ingat, tetapi walau dalam keadaan mabuk aku ingat semuanya! kau yang menciumku dan mengatakan pada semuanya bahwa kita telah pacaran! menjijikan."

"begitu..? hahaha, walaupun kau ingat, tak ada satupun yang mempercayaimu.

"…"

"apa maumu sekarang? lebih baik kau jangan mengungkit-ngungkit masa lalu."

DASAR RUBAH BUSUK! ADUH! ADUH KEPALAKU! RASANYA AKU INGIN SEKALI MENCAKARI WAJAHNYA ITU! OH YA AMPUN! TANGANKU GATAL SEKALI RASANYA!

"aku percaya kepadanya." kata Natsu.

aku baru sadar ternyata Natsu sudah keluar dari tempat persembunyian kami dan berjalan ke arah Sting dan Lisanna.

"aku percaya kepada Sting." kata Natsu lagi.

"Natsu..." gumam Sting.

"Senpai..." gumam Lisanna

To Be Continued

NB: untuk chapter selanjutnya akan ditunda dulu, ada yang ingin Via-chan sampaikan, Dan maaf belum bisa membalas review mungkin chapter depan akan Via-chan balas, By the way bagaimana dengan chapter ini? Gimana moment Nalunya? Gomen kalau ada typo, Via-chan hanya cek 2 kalii ^^