"Saranghae~" akhirnya Siwon mengucapkannya sambil menatap tepat di kedua mata Kyuhyun.
"Are you serious?" tanya Kyuhyun meyakinkan.
"I'm serious Kyuhyun-ah. Mau jadi namja-chinguku?" tanya Siwon balik.
...
Di kantor Hankyung...
Tenot tenot *anggap aja dering pesan, ok.*
From : Leeteuk hyung
Subject : Siwon's confession
Text : Hankyung-ah, Siwon akan menyatakan perasaanya sekali lagi pada Kyuhyun. Matilah kau!
'MWO? Aish, apa Kyuhyun akan menerimanya ya? Aish, aku jadi tidak tenang bekerja kalau begini.'
To : Leeteuk hyung
Subject : About Kyuhyun
Text : Beritahu aku hasilnya hyung, gomawo.
...
Chapter 10
Brave To See The Blood
Author : DeKyu aka Debby
Part : 10/?
Cast : Seluruh member SuJu dan beberapa dari f(x) dan SNSD
Disclaimer : They're all belongs to God and this fic is mine
Rated : T
Genre : Yaoi (boyxboy), romance, friendship, school life, and a little angst
Note : Karena saya author baru, jadi mohon dimaklumi jika cerita dan bahasanya rada gaje dan banyak typo...
DON'T LIKE! DON'T READ!
SO, NO BASHING!
Di Taman Belakang Rumah Siwon...
"Jadi, Kyuhyun-ah? Jawabanmu?" tanya Siwon lagi pada Kyuhyun yang hanya berdiam diri dari tadi.
"Mianhae." Hanya satu kata yang keluar dari mulut Kyuhyun dan langsung membuat seorang Choi Siwon lemas.
"Wae, Kyuhyun-ah? Apakah ada seseorang yang kau cintai?" tanya Siwon lagi yang kini sedang mengurut dahinya frustasi *bahasanya++*
"Mollayo~" singkat, cukup untuk membuat Siwon sakit akan jawaban dingin dari Kyuhyun.
"Kyu, aku mohon jangan sedingin ini padaku. Kau boleh menolakku, tapi kita tetap sahabat, kan?"
"Ya hyung! Kau ini banyak tanya sekali!" jawab Kyuhyun dan menatap marah ke arah Siwon.
"Kyu, please. Sekarang kau malah marah denganku? Apa salahku?" kini Siwon menangkup wajah Kyuhyun, terlihat jelas bahwa Kyuhyun sangat marah. Wae? Apa salahnya?
Kyuhyun melepas tangan Siwon dari wajahnya. Ia mengangkat (?) telunjuknya tepat di depan wajah Siwon. Siwon hanya menatap telunjuk Kyuhyun yang sekarang perlahan menunjuk ke arah bawah. Bawah? Siwon pun melihat ke bawah dan...
"Omo? Mianhaeyo Kyu, mianhae aku tidak tahu, mianhae~" kini Siwon berlutut di depan Kyuhyun.
Apa sih yang membuat magnae kita ini marah?
"Dasar! Pabboya hyung! Menyatakan cinta dengan memijak kaki orang yang ingin kau tembak. Pabbo! Makanya jangan terlalu dekat."
PLETAK!
Yak! Siwon dapat geplakan dari magnae! Kyuhyun kereeeeeeeennnnn *Author jingkrak-jingkrak!*
"Aish, appo! Ya, Kyuhyun-ah. Chakkaman!" teriak Siwon lalu segera berlari mengejar Kyuhyun yang sudah meninggalkannya setelah menjitak kepalanya.
Mendengar teriakan Siwon, Kyuhyun pun menghentikan langkahnya. Ia mendengus kesal. Pasalnya saat Siwon mendekatkan dirinya tadi untuk mengatakan Saranghae pada Kyuhyun, Siwon terlalu dekat sehingga memijak kaki Kyuhyun secara tidak sengaja. Tapi, walau sudah beberapa menit waktu berlalu tetap saja dia tidak sadar kalau sedang memijak kaki orang. 'Siwon hyung kayaknya sudah mati rasa!' pikir Kyuhyun.
"Haaaahhh... haaaahhhh..." Siwon mengatur nafasnya karena habis berlari mengejar Kyuhyun tadi.
"Kyu... kenapa kau lari?" tanya Siwon masih terengah-engah.
"Aku kesal padamu, hyung!" kembali Kyuhyun melanjutkan langkahnya meninggalkan Siwon (lagi) yang masih terengah-engah.
Kyuhyun terus berjalan menyusuri koridor rumah besar ini (rumah Siwon). Kyuhyun terus menggumam 'woah' karena barang-barang di koridor ini sungguh mewah. Benar-benar sudah lama ia tidak kesini.
Karena terlalu fokus dengan barang-barang yang ada di koridor, tanpa sadar Kyuhyun menabrak (?) seorang pelayan yang sedang membawa teh panas. Dan...
PRRRAAANNNGGG!
"Auwww, panas!" keluh Kyuhyun karena tangannya terkena teh panas itu sehingga menyebabkan tangan kanannya memerah.
"Ma... maaf Tuan muda. Saya tidak tahu, mianhamnida." Ucap pelayan itu.
"Ne, gwench... omo? Tanganmu berdarah!" kata Kyuhyun sedikit berteriak. 'Wait, darah?' Kyuhyun memperhatikan darah di tangan pelayan itu. Ia terdiam sesaat.
"Tu... tuan muda? Gwenchana?" tanya pelayan itu. Ia takut melihat ekspresi Kyuhyun sekarang ini. Terlihat sekali wajah Kyuhyun yang tiba-tiba pucat pasi sambil menggumam 'Darah'.
"Tuan mu... Ya tuan muda!" pelayan itu terkejut karena tiba-tiba Kyuhyun pingsan.
"Tuan muda! Tuan muda!" ucap pelayan itu sambil menepuk-nepuk pipi Kyuhyun berharap Kyuhyun bangun.
"Kyuhyun-ah!" teriak Siwon dan langsung menghampiri tempat pelayan serta Kyuhyun berada.
"Ada apa dengan Kyuhyun?" tanya Siwon pada pelayan tersebut. Sebelum pelayan itu menjawabnya, Siwon melihat tangan pelayan itu berdarah lumayan banyak. Ia juga melihat pecahan cangkir. Berarti, bisa diambil kesimpulan bahwa tangan pelayan ini terkena pecahan cangkir itu sehingga tangannya berdarah.
"Rawat saja lukamu. Biar aku yang mengurus Kyuhyun." Tanpa mendengar jawaban dari pelayan itu, Siwon langsung bergegas menggendong Kyuhyun. Dia membawa Kyuhyun ke rumah sakit terdekat.
Sesampainya di rumah sakit, Siwon menggendong Kyuhyun ke dalam UGD. Setelah itu, ia baru mengirimkan pesan ke hyung-ddeulnya.
To : Leeteuk hyung
Subject : Rumah sakit
Text : Hyung, phobia Kyuhyun kambuh lagi dan dia pingsan. Aku sekarang berada di RS **** (Author gak tahu namanya). Datanglah kesini bersama yang lainnya!
Setelah mengirmkan pesanl tersebut, Siwon mendudukkan dirinya di kursi yang tersedia disana menunggu hasil pengecekan dokter. Dia sungguh khawatir saat ini. Segini parahnya kah phobia Kyuhyun sampai pingsan seperti itu?
...
From : Siwon
Subject : Rumah sakit
Text : Hyung, phobia Kyuhyun kambuh lagi dan dia pingsan. Aku sekarang berada di RS **** (Author gak tahu namanya). Datanglah kesini bersama yang lainnya!
"Mwo?" teriak Leeteuk dan megagetkan semua orang di ruangan itu.
"Waeyo hyung ? Apa Kyuhyun menerima Siwon?" ucap Yesung dengan weird smirk nya *ditendang Yesung!*.
"Lebih parah lagi! Kyuhyun masuk RS. Ayo kita kesana!" Leeteuk langsung menyambar mantelnya di sofa dan bergegas ke mobilnya diikuti dengan yang lainnya. Didalam mobil ia mengirimkan pesan pada Hangeng.
...
Hangeng yang sudah menerima pesan dari Leeteuk pun panik dan langsung menyambar mantelnya lalu segera ke parkiran bawah tempat mobilnya berada. Dengan kecepatan yang lumayan tinggi, ia melaju membelah jalan Seoul yang lumayan ramai itu.
...
Beberapa menit kemudian, ia sampai di RS dimana Kyuhyun dirawat. Disana sudah ada Siwon, Leeteuk, Yesung, Henry, Eunhyuk, Donghae, dan Amber. Siwon menceritakan ulang kejadian sebelumnya termasuk penolakan Kyuhyun akan pernyataan Siwon dan hal itu cukup membuat Hangeng bersorak dalam hatinya karena Kyuhyun tidak menerima Siwon. Tapi, sebagian hatinya kini panik akan keadaan Kyuhyun dan siapa orang yang dicintai Kyuhyun sampai-sampai ia menolak Siwon yang notabene namja favorit di sekolah.
Beberapa menit kemudian, Kyuhyun sadarkan diri dan dokter pun mempersilahkan mereka masuk. Terlihat Kyuhyun yang terbaring lemah disana sambil mengatur napasnya yang tidak karuan karena phobianya yang kambuh.
"Kyuhyun-ah, gwenchana?" tanya Siwon lebih dulu.
"Ne, gwencahana." Jawab Kyuhyun singkat karena masih sulit baginya untuk berbicara dengan napas yang masih belum teratur.
Mereka terdiam beberapa saat, tak ada yang berani membuka mulut sedikitpun. Sebenarnya bukan tak berani, mereka juga sedang berkecamuk dengan pikiran mereka sendiri. Sampai akhirnya, Siwon membuka suara.
"Kyuhyun-ah." Panggil Siwon lalu menatap intens ke arah Kyuhyun.
"Wae hyung?" Kyuhyun mengerjap-ngerjapkan matanya imut (walau mukanya masih pucat).
"Siapa orang yang kau cintai sampai-sampai kau menolakku?"
Sontak semua orang didalam ruangan itu kaget akan pertanyaan Siwon. Yang tadinya menunduk, kini semua tengah menatap Siwon.
"Jawab aku Kyuhyun-ah." Ucap Siwon lagi.
"Mollayo~ aku saja bingung aku mencintai siapa. Tapi, aku selalu merasa ada seseorang yang selalu memenuhi benakku." Jawab Kyuhyun dan memegangi dadanya "Seseorang...entah itu siapa tapi dia bukan dirimu Siwon hyung, mianhae." Jawab Kyuhyun sambil memegangi tangan Siwon yang berada di sampingnya.
"Ne, gwenchana. Rasa suka itu tidak bisa dipaksakan, kan?" kata Siwon sedikit menyunggingkan senyum tipisnya.
Hangeng yang melihat adegan didepannya itu terkadang panas sendiri. Tapi dia bisa apa ? Kyuhyun bukanlah pacar dari seorang Tan Hankyung. Kyuhyun dan Hankyung hanya sebatas sehabat, tidak lebih. Jadi, tidak wajar kan kalau Hankyung melarang Kyuhyun memegang tangan Siwon?
Seisi ruangan itu pun bingung. Siapa yang Kyuhyun cintai?
Tok...tok...tok...
Masuklah seorang dokter dan seorang suster. Setelah membungkuk sebentar, mereka langsung memeriksa Kyuhyun yang sudah siuman. Dokter bilang Kyuhyun harus dirawat sehari di RS. Dan akhirnya, Kyuhyun menginap disini.
Satu persatu orang meninggalkan ruangan itu karena keterbatasan waktu. Tinggalah Siwon dan Hankyung serta Leeteuk yang tertinggal disana bersama Kyuhyun yang hanya bisa berbaring saat ini. Mereka berempat mengobrol dan tertawa bersama, sama sekali tidak menyadari bahwa ada seseorang yang memerhatikan mereka.
"Jjang, tinggal tiga orang lagi." Ucap seseorang itu yang sedang mengintai Kyuhyun.
"Teruskan saja pengintaianmu. Jalankan rencana setelah mereka semua pergi, arraseo?"
"Arraseo, Yunho jjang."
Kalian sudah tahu, kan maksudnya? Ya, Yunho lagi-lagi memiliki rencana untuk membunuh Kyuhyun *mian Yunho oppa*.
Satu jam kemudian...
"Kalian pulanglah, sudah malam." Ucap Kyuhyun pada Leeteuk, Hangeng, dan Siwon.
"Anniya, kami tidak apa-apa kok." Jawab Hangeng dengan senyuman hangatnya cukup membuat pipi Kyuhyun sedikit memerah *o.O*.
"Tidak perlu. Besok kan sekolah, tidak mungkin kalian libur, kan? Aplagi Teukie hyung sebagai guru. Walaupun aku kepala sekolahnya, tetap saja kalian tidak kuberi izin libur hanya untuk merawatku." Ucap Kyuhyun sedikit tertawa.
"Ne, ne. Kajja." Sahut Leeteuk dan mengambil jasnya.
"Jaga dirimu baik-baik, ne?" ujar Siwon dan dijawab anggukan oleh Kyuhyun.
Hangeng yang terakhir keluar kamar pun memberikan senyumannya pada Kyuhyun. Kini Kyuhyun sendirian di kamarnya. Kyuhyun tidak merasakan apapun saat ini akibat badannya yang masih lemah untuk bereaksi. Kyuhyun hanya bisa menghela napasnya dan tak lama kemudian ia tertidur.
Namja yang disuruh Yunho tadi langsung menjalankan rencananya. Ia masuk ke ruangan Kyuhyun dengan langkah pelan sambil membawa sebuah kardus yang lumayan berat. Namja itu menaruh kardus itu dilantai dan membuka. Apa isinya?
Ternyata didalam kardus itu berisi beberapa kantung darah. Bisa dibilang banyak sekali. Perlahan namja itu membuka satu kantong darah lalu menumpahkannya di dinding-dinding ruangan tersebut. Jika sudah habis, namja itu akan membuka kantung yang lainnya hingga seluruh ruangan itu penuh bercak darah.
Mungkin kalian bingung, dari mana namja ini mendapatkan darah sebanyak itu. Oh, ayolah. Yang memerintah adalah seorang Jung Yunho. Sangat gampang baginya untuk mengambil hanya dengan atas nama Jung Yunho, bos yang menyuruhnya.
Di lantai dasar RS...
"Hankyung-ah, mana jasmu?" *anggap aja jas sama mantel sama, okeh?* tanya Leeteuk yang heran melihat Hangeng hanya berbalut kemeja saja.
"Eh?" jawab Hangeng bingung sambil menatap ke badannya. "Ah, ketinggalan di atas. Aku ambil dulu hyung, kalau kalian mau pulang duluan, pulanglah." Ucap Hangeng pada Leeteuk dan Siwon.
"Ne, Han gege." Sahut Siwon.
Hangeng berjalan menuju lift terdekat sementara Leeteuk dan Siwon sudah pulang duluan. Tapi, seperti ada yang mengganjal dihatinya. Hangeng sedikit ragu meninggalkan Kyuhyun sebenarnya, apalagi dalam kondisi lemah seperti itu.
...
Ruangan Kyuhyun...
"Haahahahaha, mati kau Cho Kyuhyun!" gumam namja itu lalu meninggalkan tempat itu sementara Kyuhyun masih terbang dalam mimpinya.
Kyuhyun sedikit tidak nyaman dengan bau di ruangan itu. Tak lama kemudian, Kyuhyun akhirnya membuka matanya. Tidurnya terusik karena bau yang tidak sedap menguar di ruangannya.
"Mw...mwo?" gumam Kyuhyun yang kaget melihat kamarnya penuh bercak darah.
Wajah Kyuhyun yang tadi tak pucat lagi kini kembali pucat pasi. Matanya membelalak lebar melihat darah di depannya yang begitu banyak berceceran di lantai serta di dinding. Badannya kini bergetar hebat. Perlahan air mata keluar dari pelupuk matanya.
"Andwae...andwae..." gumamnya pelan.
Perlahan Kyuhyun menyentuh darah yang menempel di dinding, ia mengambilnya sedikit menggunakan ujung jari telunjuknya. Ternyata darah itu asli! Kyuhyun terduduk dilantai yang penuh dengan darah yang berceceran. Badannya masih bergetar, matanya terus mengelilingi seisi ruangan.
"ANDWAE!" teriaknya sambil memegangi kepalanya.
Kyuhyun membanting semua barang yang ada di kamar itu sambil terus berteriak. Sedangkan namja yang tadi hanya tertawa licik melihat Kyuhyun yang frustasi dari balik pintu. Tiba-tiba...
"Nugusaeyo?" Hangeng kini sudah tegak disamping namja itu, memandang namja itu heran.
Tanpa menjawab sama sekali, namja itu lari menjauhi Hangeng. Hangeng menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu mengangkat bahunya. Hangeng tiba-tiba terkejut mendengar teriakan seseorang di dalam ruangan Kyuhyun. Hangeng membuka pintu dengan sedikit tergesa-pintunya tidak terkunci.
Seketika Hangeng terdiam, memandangi ruangan yang penuh darah serta bau yang lumayan tak sedap itu. Matanya terus mengelilingi sudut ruangan hingga akhirnya dia mendapat Kyuhyun sedang duduk meringkuk (?) di pojok ruangan. Perlahan ia melangkah ke arah Kyuhyun.
"Kyuhyun-ah..." panggil Hangeng tapi tak ada jawaban sama sekali dari Kyuhyun. Hangeng mencoba memeluk Kyuhyun tapi Kyuhyun langsung mendorongnya.
"PERGI! JANGAN GANGGU AKU!" teriak Kyuhyun yang kini mulai memukul Hangeng.
"Kyuhyun-ah, tenanglah." Ucap Hangeng sambil menghentikan pukulan Kyuhyun.
Kyuhyun terus menangis sambil memukul-mukul Hangeng. Dan akhirnya, Hangeng bisa memeluknya. Kyuhyun hanya bisa menangis di pelukan Hangeng sedangkan Hangeng terus mengelus-elus punggung Kyuhyun untuk membuatnya tenang.
"Gege... takut... hiks... eomma... darah..." gumam Kyuhyun tak jelas masih dengan tangisannya yang menderu-deru.
"Sssshh, gwenchana Kyuhyun-ah. Ada gege disini. Gege akan terus menjagamu, ne?" kini Hangeng menangkup wajah Kyuhyun. Sedikit demi sedikit tangisan Kyuhyun mereda.
Perlahan Hangeng mendekatkan wajahnya, melepas jarak antara dirinya dan Kyuhyun. Kyuhyun yang mengerti akan maksud Hangeng akhirnya menutup matanya dan...
Chuuu~
Kini bibir mereka menempel sempurna. Semakin lama ciuman Hangeng semakin ganas, mereka bertarung lidah walau pada akhirnya Hangeng yang menjadi pemenangnya. Beberapa menit kemudian, Kyuhyun mendorong tubuh Hangeng karena membutuhkan oksigen setelah berciuman sangat lama. Pipi Kyuhyun kini bersemu merah sedangkan Hangeng hanya bisa tersenyum melihatnya.
"Gege, apa artinya..." ucapan Kyuhyun terpotong karena jari telunjuk Hangeng kini berada di bibirnya.
"Sssst, kita keluar dari sini dulu, ne?" Hangeng menutup mata Kyuhyun, mengambil jasnya dan mantel Kyuhyun lalu keluar kamar.
Setelah mengkomfirmasikan ruangan Kyuhyun yang bermasalah, mereka berdua pergi ke taman belakang RS ini. Cuaca cukup dingin malam ini, untung saja Kyuhyun menggunakan mantelnya. Kyuhyun menceritakan kejadian dikamarnya tadi.
"Jadi, kau tidak melihat sama sekali yang menaruh semua darah itu?" tanya Hangeng untuk memastikan sekali lagi, Kyuhyun hanya bisa menggelengkan kepalanya tanda ia tak tahu menahu akan orang jahat yang tega-teganya melakukan hal itu padanya.
"Haaahhh~ Arraseoyo. Aku akan mencari tahu hal ini besok, aku juga akan bertanya pada appamu. By the way, tadi phobiamu kambuh kan? Kenapa tidak pingsan melihat darah sebanyak itu? Padahal lihat darah sedikit saja kau sudah pingsan, Kyu-ah." Ucap Hangeng.
"Mollayo gege. Tapi rasanya badanku tadi lebih tersiksa daripada saat aku pingsan. Untung saja kau datang tepat waktu gege, kalau tidak... ah, sudahlah lupakan saja." Ujar Kyuhyun melampirkan senyum mirisnya.
"Gwenchana Kyuhyun-ah. Kebetulan juga tadi jas ku ketinggalan jadi aku balik lagi." Jawab Hangeng dengan santainya.
"Jadi, kalau misalnya jas gege tidak ketinggalan, gege gak bakalan datang ke ruanganku." Kata Kyuhyun sedikit malu dan pipinya yang sudah memerah.
"Hahahaha, gak juga kok. Perasaanku juga sudah gak enak dari awal. Mungkin Tuhan memberi jalan yang lebuh mudah, ya kan?" jawab Hangeng dengan senyuman hangatnya.
"Ehm, gege~" panggil Kyuhyun ragu. Ia memainkan ujung bajunya sangking malunya *kyeopta banget,loh (bayangan author, wkakakaka)*.
"Ne?" sahut Hangeng sambil mendekatkan tubuhnya ke arah Kyuhyun.
"Duh, gege jangan dekat-dekat!" ujar Kyuhyun sedikit berteriak.
"Waeyo? Kau marah padaku?"
"A-anni... Hanya saja, jantungku, berdebar cepat sekali." Jawab Kyuhyun memegangi dadanya serta mukanya yang sudah memerah seperti tomat.
"Ha? Benarkah?" tanya Hangeng dangan wajah berbinar-binar dan dibalas anggukan oleh si magnae.
"Gege~" panggil Kyuhyun lagi pada Hangeng yang sedang bersenang ria karena kenyataan Kyuhyun menyukainya walau Kyuhyun masih tidak terlalu mengerti.
"Ne?" jawabnya dengan senyum sumringah membuat Kyuhyun jadi tambah salang tingkah.
"Ehm, ciuman tadi... ciuman tadi... apa maksudnya, gege?" woah, wajah Kyuhyun sekarang benar-benar seperti kepiting rebus, bukan kayak tomat lagi, hahahaha *author menggila sendiri ngebayanginnya*.
"Kau mau tahu?" tanya Hangeng balik, Kyuhyun kembali mengangguk.
Hangeng mendekatkan wajahnya ke wajah Kyuhyun dan mengecup bibir Kyuhyun sekilas. Kyuhyun membelalakkan matanya lalu memegangi bibirnya.
"Saranghae~" ucap Hangeng akhirnya lalu memeluk tubuh Kyuhyun.
"Na... nado~" jawab Kyuhyun dan balik memeluk tubuh Hangeng.
"Mwo? Kau serius Kyuhyun-ah?"
"Ne gege."
"Prove it!"
"Hah?"
"Ayo buktiin kalau kau juga mencintai gege, hmmm~" ucap Hangeng.
Kyuhyun tampak berpikir. Perlahan ia menelusuri tiap lekuk wajah Hangeng. Matanya yang sipit, hidung yang mancung, dan berakhir ke bibir tipis merah milik Hankyung. Tanpa sadar Kyuhyun memajukan kepalanya lalu mengecup bibir Hangeng sekilas. Baru saja mau menjauhi wajahnya, tengkuk Kyuhyun sudah ditahan oleh tangan Hangeng. Dan alhasil mereka kembali dengan ciuman panas mereka, saling bertaruh lidah dan bertukar saliva.
Perlahan tangan Hangeng masuk ke dalam baju Kyuhyun, mengelus perlahan punggung Kyuhyun dan menimbulkan erangan nikmat dari empunya.
"EHEM!"
Satu kata dari seseorang telah mengintrupsi keduanya untuk melakukan lebih jauh. Kyuhyun dan Hangeng pun saling menjauh dan berdehem masing-masing untuk menyamankan suasana.
"Maaf, tolong kalau ingin melakukan 'itu' jangan disini." Ucap seorang dokter yang tiba-tiba lewat itu.
Kyuhyun hanya bisa tertunduk malu akan ucapan dokter itu. Setelah dokter itu pergi, Hangeng menggenggam tangannya.
"Kau tahu, Kyunnie. Akku mencintaimu sejak dulu. Aku sungguh merasa kehilangan saat tahu kau pergi entah kemana. Tapi sekarang, kau sudah menjadi namjachingu-ku." Hangeng mengecup bibir Kyuhyun sekilas.
"Aku sempat merasa takut kalau misalnya kau menerima Siwon, untungnya kau menolaknya, hehehe." Ucap Hangeng sambil tertawa pelan.
"Kau tahu dari mana gege?" tanya Kyuhyun.
"Leeteuk hyung."
"Ooohh."
"Kyu..."
"ne?"
"Ayo kita ke apartemenku."
"Wae?"
"Kita lanjutkanyang tadi, hehehe. Kajja!"
"Mwo? Ya!"
Heheehehe, sepertinya malam ini malam paling bahagia untuk pasangan GengKyu kita yang sedang berbahagia ini.
Bagaimana dengan Yunho? Ia sekarang sedang memarahi anak buahnya yang telah gagal itu.
Yang lain? Yaaahh~ author malas ngintipin satu-satu, wkwkwkwk.
END
Gantung? Banget. Wkwkwkwk. Kalo review banyak yang minta sequel, author buatin deh, tapi gak janji untuk NC, xD.
Okeh, FF ini udah end.
Thanks pada semua yang udah ngereview, hehehehe.
Author undur diri, papaaaayyy^^
Tunggu ff author yang lainnya^^
