oOo

Main Cast : luhan sehun chanyeol baekhyun

rate : M

Gendre : Romance

PS : ini yaoi,jadi buat yang ga suka yaoi dan ga suka HunHan couple juga ChanBaek couple tidak di sarankan untuk membaca Ini,aku nerima kritikan tapi tidak menerima bash hohoho happy reading^^

.

.

.

Di Canada. Sebuah Negara yang baru pertama kalinya Chanyeol injak dan Chanyeol justru berakhir dengan mengenaskan di sisi jalan. Pakaian Chanyeol kusut dengan wajah yang terlihat muram dan mata yang sedikit mempunyai lingkar panda di bawanya. Seolah menggambarkan bagaimana lelahnya seorang Park Chanyeol.

Percaya atau tidak. Setelah mendapatkan pesan LINE dari si berengsek Wu Yi Fan. Chanyeol tanpa persiapan matang. Hanya membawa koper berisi beberapa lembar pakaian dan alat mandi seperlunya memutuskan terbang menuju Canada di sore harinya.

Chanyeol berfikir. Dia hanya akan langsung membawa Baekhyun pergi kembali ke korea setelah ia sampai di Canada. Chanyeol bukanlah orang bodoh yang pergi tanpa alamat rumah yifan yang berada di tangannya. Tapi yifan si berengsek Naga Bercula itu justru TIDAK ADA DI RUMAHNYA!

"Shit!" Chanyeol menggeram dengan tingkat kefrustasian yang tinggi. Yifan benar benar tidak bermain main untuk menyembunyikan baekhyun darinya. Chanyeol sudah berusaha mencari hanya dengan bermodalkan foto Baekhyun di ponselnya. Bertanya pada hampir semua orang yang ia lihat dan selalu mendapati jawaban yang sama. Apakah chanyeol perlu melaporkan berita kehilangan Baekhyun pada media ? Oh itu ide bagus untuk membalas perbuatan si Naga Bercula.

Ini sudah hampir dua atau tiga hari –Chanyeol melupakan sola ini- ia berada di Canada. Dan Chanyeol hanya seperti orang bodoh yang mencari satu jarum di tengah tengah hamparan pasir.

Chanyeol sudah tidak mempunyai petunjuk untuk mencari Baekhyun. Nomor ponsel Baekhyun selalu tidak aktif dan di tambah nomor Naga Bercula Yifanpun sama matinya dengan nomor Baekhyun.

Chanyeol mengderakan pandangannya pada orang orang yang berlalu lalang di depannya. Mendengus saat matanya melihat sepasang kekasih yang tengah berciuman di sisi jalan tanpa memperdulikan orang lain yang berada di sekitarnya. Mereka seolah sedang menertawakan penderitaan Cchanyeol yang terdampar menyedihkan di Canada. Dan itu benar benar membuat Chanyeol ingin mejeburkan mereka berdua di aliran air yang tepat berada di bawah jembatan yang Chanyeol pijak.

Tapi itu tidak mungkin bukan ?

"Baek kau di mana ?" Raut kesedihan jelas terpancar di wajah Chanyol. Chanyeol bahkan merasa tidak bisa menikmati pemandangan indah Canada yang tersaji secara cuma cuma di depan matanya. Bagi Chanyeol semua itu tidak akan berarti tanpa Baekhyun di sisinya.

Langkah lunglai Chanyeol menapaki jalan yang akan menuju ke hotel yang ia sewa. Chanyeol berencana akan sedikit mengistirahatkan dirinya sebelum kembali mencari Baekhyun yang ia tidak ketahui berada di mana.

.

.

"Ge.. Kapan kita pulang ?" Baekhyun memberengut pada Yifan yang sedang memainkan game di ponselnya. Menatap focus pada ponselnya seolah tidak ada Baekhyun yang berdiri di hadapanya. Menati jawaban keluar dari mulut Yifan.

Baekhyun mendengus. Sekarang sudah tiga hari ia berada di Canada dan Baekhyun tidak tahu kenapa Yifan membawanya ke rumah salah satu sahabatnya. Bukan rumahnya sendiri. Sejujurnya Baekhyun merasa baik untuk tinggal di sini. Tapi apa kau pernah merasakan kalau kamarmu jauh lebih terasa nyaman di bandingkan kamar hotel bintang lima sekalipun ?

Baekhyun mengambil paksa ponsel Yifan dan mendapati cengiran bodoh kakaknya.

"Sebentar lagi Baek.. tempat concert one D mu jauh lebih dekat jika di tempuh dari sini dan gege hanya tidak ingin kau terlambat karna jika berangkat dari rumah gege jaraknya akan lebih jauh"

Baekhyun menatap Yifan penuh keraguan.

"Benarkah ?"

Tidak! Yifan mengangguk.

"Tentu Baek.. untuk apa gege bohong"

"Baekhyun.."

Baekhyun dan Yifan menoleh saat mendengar suara Jonghyun (Shinee) –Sahabat Yifan yang juga Baekhyun kenal- Mengintrupsi perbincangan mereka.

"Turunlah.. makan siang sudah siap"

Jonghyun adalah keturunan korea yang menetap di Canada. Jonghyun mendekat dan sedikit mengusak rambut tebal Baekhyun. Baekhyun memberengut,ini adalah yang kesekian kalinya Jonghyun mengacak ngacak rambutnya.

"Baiklah.. Ayo kita turun Baek" Yifan merangkul pundak Baekhyun yang hanya bisa pasrah untuk mengikuti langkah Yifan dengan Jonghyun yang terus tersenyum ke arahnya.

.

.

Udara malam kota Seoul berhembus. Memasuki cela jendela balkon kamar Sehun dan Luhan yang masih terbuka. Membuat tirai yang memang terpasang di sana bergerak lemut,mengikuti sapuan angin yang menyapa.

Sehun menggeliat di ranjangnya saat merasakan dingin pada tubuh polosnya. Sedikit meraba sisi ranjangnya dan mendapatinya rata. Tidak ada Luhannya di sana. Mata sipit sehun terbuka dan mengedarkan tatapannya pada seluruh kamarnya. Menyeringit bingung saat tidak mendapati Luhan di manapun. Dengan cepat,Sehun menggunakan celana pendeknya dan berjalan keluar dari kamarnya.

"Tidurmu nyenyak ?" Tangan Luhan menepuk pelan pipi Sehun yang sudah memeluknya dari belakang. Memberi beberapa kecupan pada tengkuk Luhan sebelum mengistirahatkan dagunya di bahu kecil Luhan. Mata Sehun menatap semua pergerakan lincah tangan Luhan yang tengah menyiapkan makan malam untuk mereka.

"Tidak setelah kau meninggalkanku sendiri.."

Kekehan Luhan terdengar menyapa telinga Sehun.

"Itu karna aku harus memasak untuk makan malam kita sehun"

"Harusnya kau tidak perlu memasak.. Ini sudah pukul sepeluh malam Luhan,kau bisa memesannya"

"Aku tidak suka membeli makanan siap saji Sehun"

Sehun melepaskan pelukkannya pada tubuh Luhan. Bersandar pada meja dapur dan lebih memilih diam mengamati punggung Luhan.

"Sehun.."

"Heemmm"

"Aku ingin ke panti.. Apa kau mau menemaniku ?" Luhan berbalik menghadap Sehun setelah semua sayuran yang ia potong sudah berendam dalam kuah sup yang ia masak.

Sehun tersenyum dan merengkuh pinggang luhan.

"Kau tau aku tidak akan pernah menolak semua permintaanmu.."

Satu kecupan Luhan hadiahkan pada bibir tipis Sehun. Prianya memanglah yang terbaik.

"Hayeon akan mengadakan perayaan ulang tahun di sana. Dan aku ingin membeli hadiah untuknya"

"Tidak masalah. Belilah apapun yang ingin kau beli"

Luhan mengangguk dengan senyum lebar yang terukir indah di bibirnya. Membuat Sehun tidak kuasa untuh tidak mencium bibir Luhan.

Luhan menyambut ciumannya dengan baik. Tangan Luhan bahkan mengelus dada telanjang Sehun dengan lembut. Hingga mampu membuat erangan Sehun terdengar di balik pagutan mereka. Tangan Sehun dengan jahil meraba paha mulus Luhan yang terexpose karna Luhan hanya mengenakan atasan piyama tanpa dalaman apapun yang menutupi bagian bawahnya.

Oh! apa Luhan ingin ia gagahi kembali ? Luhan terlalu menggoda jika hanya di biarkan seperti ini.

Luhan menarik tangan Sehun yang mulai meremas pantatnya. Mencoba melepaskan tangan Sehun dari sana. Demi tuhan! Mereka baru beberapa jam lalu bercinta dan Luhan tidak ingin jika ia harus berjalan dengan mengangkang seperti seekor penguin.

"Tangan mu Sehun!" Luhan mendelik pada Sehun setelah melepaskan pagutan bibir mereka. Meneliti arah pandang mata Sehun yang hanya tertuju pada bibirnya. Luhan mendesah malas. Harusnya ia tidak meladeni serigala kelaparan seperti Sehun.

Sehun merasakan sentilan kecil di keningnya. Membuat semua fantasi busuk Sehun menguar dari benaknya.

"Jangan tatap aku seperti itu Oh Sehun"

Sehun tersenyum lebar mendapati wajah cemberut Luhan.

"Hanya satu kali. Aku mohon.."

"Kau gila!" Luhan melepaskan diri dari dekapan Sehun. Kembali mengurusi supnya yang sudah mendidih. Mematikkan kompor dan memindahkan supnya pada mangkuk bening berukuran besar.

Sehun memberengut. Sehunpun merasa bingung pada dirinya sendiri. Kenapa hanya dengan mencium bibir Luhan nafsu kelelakiannya bisa begitu cepat terbangun ? Itu baik sebenarnya jika saja Luhan tidak menolak.

"Lu.."

"Berhenti merengek Oh Sehun! Sekarang cepat makan makananmu"

Sehun mendengus sebal. Dengan ketidak ikhlasan dalam hatinya. Sehun duduk di kursi makan dan mulai memakan masakan Luhan yang sudah tersaji di meja makan.

"Anak pintar" Luhan mengusak rambut Sehun bagai mengusak rambut anak TK yang berhasil mengerjakan tugas rumahnya dengan baik.

Sehun melirik sebal pada Luhan yang hanya di tanggapi tawa kecilnya. Sekali lagi. Sebongkah ES seperti sehun tidak akan menang melawan matahari yang menyilaukan seperti Luhan!

.

.

Awal februari menyapa. Kini baekhyun tengah berdiri dengan memegang satu tiket concert boy band pujaannya. Baekhyun sedang menunggu jemputan dari Yifan di halaman rumah Jonghyun. Yifan bilang dia ada keperluan dan berjanji akan kembali sebelum concert di mulai.

Baekhyun memberengut. Kakinya bahkan mulai terasa kesemutan karna telalu lama berdiri. Ini sudah pukul 7:30 PM dan Satu jam setengan lagi concetnya akan di mulai dan Yifan belum terlihat sampai sekarang. Baekhyun merutuk pada ponselnya yang tertinggal di korea. Baekhyun bersumpah akan memutilasi kakak tirinya jika semua rencana Baekhyun kacau karnanya.

"Yifan belum sampai ?"

Baekhyun menoleh dan mendapati senyum Jonghyun di sampingnya.

"Sepertinya gege terlambat. Apa bisa tolong kau hubungi ?"

Jonghyun mengangguk tanpa ragu. Mengeluarkan ponselnya dan menghubungi nomor baru Yifan.

"Tidak aktif Baek"

Baekhyun mendengus.

"Mau aku antarkan ?"

"Kau mau ?" Senyuman manis Baekhyun mengembang di bibir tipisnya.

"Tentu Baek.. Aku akan dengan senang hati melakukannya. Tunggulah di sini aku akan mengambil kunci mobil ku"

Baekhyun mengangguk cepat dan menuruti ucapan Jonghyun.

Tak lama mobil Jonghyun terparkir di depannya. Baekhyun sudah membuka pintu mobil Jonghyun,bersiap untuk duduk. Sebelum sebuah suara menghentikkan pergerakannya.

"Baekhyun!"

Baehyun menoleh dan di beberapa detik kemudian mata Baekhyun melebar.

"Chanyeol!"

Baekhyun menatap tidak percaya pada satu sosok yang berdiri di hadapannya dengan nafas yang terdengar berantakan. Nafas Chanyeol tersengal dan beberapa titik keringat yang terlihat membasahi dahinya.

.

.

TIGA JAM YANG LALU.

Chanyeol mengetuk gelisah bantalan sofa menggunakan jarinya. Sekarang Chanyeol tangah berada di dalam ruangan kerja Yifan. Menunggu kembalinya sesosok wanita bule yang berkata akan mencoba munghubungi Naga Bercula Wu Yi Fan.

Chanyeol mendapat alamat kantor Yifan dalam rasa keputus asaannya. Chanyeol berterimakasih pada Ayahnya yang sudah membantu menemukan perusahan si keparat Wu Yifan.

"Anda bisa menunggu.. Tuan Yifan sedang dalam perjalanan menuju ke sini"

Senyum Chanyeol mengembang. Akhirnya ia akan bisa bertemu dengan Baekhyun setelah berhari hari terdampar di Canada.

"Silakan.. Minum kopi anda tuan"

Sekertaris Yifan menaruh satu cangkir kopi di hadapan Chanyeol. Sebelum akhirnya keluar untuk membiarkna Chanyeol menunggu atasannya datang dengan nyaman.

Chanyeol tanpa ragu sedikit menyesap kopi di hadapannya. Mengambil Buku Biografi seorang Wu yifan yang tergeletak di atas meja.

"Cih! Kau terlalu percaya diri Wu yifan"

Chanyeol mengejek saat membaca tentang bagaimana Yifan dengan percaya dirinya menulis kalau dirinya mempunyai karisma mematikan. Yang mampu menjerat setiap mata yang menatap dirinya.

"Aku membencimu!"

Mengumpat saat Chanyeol menemukkan Yifan menulis tentang betapa sayangnya ia pada Baekhyun.

"Wow sebuah kejutan untukku Park"

Akhirnya setelah hampir satu jam menunggu. Chanyeol mendapati sosok Naga Bercula yang sudah menculik kekasihnya berada di hadapannya sekarang. Berdiri dengan senyum tanpa dosanya.

"Di mana Baekhyun ?" Pertanyan Chanyeol terdengar ketus dengan tatapan kesal terarah pada Yifan.

"Kita bahkan baru bertemu yeol.. Sejak kapan kau berada di sini ?"

Lihat! Chanyeol bahkan ingin mencekik leher Yifan yang bersikap seolah ia tidak melakukkan kesalahan pada dirinya.

"Kau fikir ?"

Yifan tergelak. Chanyeol benar benar terlihat seperti ingin melempar dirinya dari gedung kantornya.

Tentu Yifan tahu kalau Chanyeol berangkat menuju Canada sore hari setelah keberangkatannya. Dan Yifan pun tahu semua usaha yang Chanyeol lakukan untuk mencari adiknya. Yifan sengaja melakukan ini hanya untuk melihat seberapa kerasnya usaha yang akan Chanyeol lakukkan untuk mencari adiknya. Dan Yifan cukup puas melihat seberapa kerasnya Chanyeol mencari Baekhyun di Negara yang baru ia injak.

Tidak! Yifan tidak menguntiti Chanyeol selama ia berada di Canada. Yifan hanya mengirim orang untuk membuntiti Chanyeol selama ada di sini. Itu terdengar sedikit lebih sopan bukan ?

"Demi tuhan Fan! Apa kau bisa berhenti tertawa ?" Chanyeol menatap kesal pada Yifan. Yang seolah menikmati kegundahan hatinya.

"Ok Ok Ok" Yifan berdehem dan mengontrol dirinya.

"Sekarang beritahu aku. Di mana Baekhyun ?" Chanyeol langsung melempar pertanyaan yang sama pada Yifan. Chanyeol terlalu malas jika harus berbasa basi. Chanyeol merindukkan Baekhyunnya!

"Di rumah Jonghyun"

"Jonghyun ?!" Mata Chanyeol melebar. Dia tentu tahu siapa Jonghyun. Dia adalah salah satu keparat busuk dalam hidup Chanyeol selain Sehun.

"Kau Gila ?"

Yifan menggeleng kecil. Tentu ia waras,tidak akan ada orang gila setampan dirinya.

Chanyeol menjambak rambutnya untuk melampiaskan semua rasa kesalnya atas segala kekacauan yang Yifan buat dalam hidupnya! Jonghyun. Jonghyun. Jonghyun! Si keparat busuk yang mencintai Baekhyunnya. Dan sekarang Baekhyun ada bersamanya! Demi semua hal yang ada di bumi ini Chanyeol harus segera menemui Baekhyun!

Tanpa fikir panang. Chanyeol mengambil kunci mobil milik Yifan yang tergeletak di atas meja dan segera berlari keluar dari ruangan Yifan.

"Yak! Park Chanyeol kau mau kemana ?" Yifan berteriak dan mengejar langkah cepat Chanyeol.

.

.

Chanyeol menatap sengit pada Jonghyun yang tepat duduk di hadapannya. Kini Chanyeol tengah duduk di ruang tamu kediaman Jonghyun.

Sebenernaya Jonghyun terus menunjukkan senyum ramahnya pada Chanyeol. Teman lamanya di masa kuliah dulu sebelum ia menetap di Canada. Tapi di mata Chanyeol Senyuman Jonghyun adalah senyum kemunafikkan! Oh kau berlebihan tuan Park.

"Ini minumlah.." Baekhyun datang dan menaruh satu gelas berisi es jeruk di hadapan chanyeol.

Chanyeol melirik Baekhyun. Merasa heran dengan sikap ketus Baekhyun. Chanyeol jelas bisa melihat raut kekesalan di wajah imut Baekhyun.

"Duduk di sini Baek.." Chanyeol menepuk tempat kosong di sampingnya,karna Baekhyun memilih duduk di sofa lain. Chanyeol hanya ingin menunjukan pada Jonghyun. Kalau Baekhyun sampai sekarang masihlah miliknya seperti dulu.

Baekhyun mengabaikan Chanyeol dan tetap bergeming di tempatnya.

"Sepertinya kalian membutuhkan waktu untuk mengobrol"

-Ya.. pergi kau keparat busuk- Chanyeol menyahut ucapan Jonghyun dari dalam hati.

"Aku akan ke atas.. selamat malam Baek"

Chanyeol mendelik saat melihat Jonghyun mengusak surai kehitaman Baekhyun. Apa jonghyun belum pernah mendapatkan sentuhan lembut dari sepatunya ?

Chanyeol mendengus. Chanyeol tidak sadar dengan tatapan Baekhyun yang sudah terarah padanya.

"Sejak kapan kau berada di sini yeol ?"

Chanyeol mengalihkan perhatiannya pada baekhyun dari punggung Jonghyun yang seakan ingin ia lubangi.

"Tentu sejak kakak tirimu menculikmu Baek!"

Baekhyun menyeringit. Apa yang Chanyeol maksud dengan 'Menculik' ?.

"Yifan ge tidak menculik ku yeol.."

"Dia menculikmu Baek karna membawamu pergi tanpa sepengetahuan ku dan penculikkan ini penculikkan berencana. Harusnya aku melaporkan ini pada polisi"

Baekhyun memutar bola matanya malas. Dia sudah gagal untuk menonton concert boy band favoritnya dan hanya mendapati ucapan tidak jelas dari Chanyeol.

"Yifan Ge bilang dia sudah menghubungi mu.."

"Dan kau percaya ? kau fikir kenapa bisa kau ada di rumah si keparat Jonghyun jika bukan karna Yifan yang ingin mengumpatkkan mu dari ku"

Ok Baekhyun butuh penjelasan dari Yifan tentang situasi ini.

Baekhyun mengedikkan bahunya. Moodnya hancur karna rasa sedihnya telah gagal menonton concert One Direction. Baekhyun berdiri dan melangkah menuju kamarnya. Baekhyun hanya butuh tidur agar cepat melewatkan malam ini.

Chanyeol mengekori Baekhyun dan ikut masuk pada salah satu kamar yang Chanyeol yakini kamar yang Baekhyun gunakan untuk tidur.

"Di mana Yifan ge ?" Baekhyun bergumam kesal sekaligus bingung pada keberadaan kakaknya yang sampai sekarang belum kembali.

"Mobilnya mati saat dalam perjalanan menuju ke sini"

Baekhyun menoleh pada Chanyeol saat mendengar perkataan Chanyeol.

"Kau bersama Yifan ge ?"

"Tentu.. dan aku meninggalkannya. Memilih berlari untuk cepat menemui mu"

Baekhyun mengangguk mengerti. Jadi itu yang menyebabkan Chanyeol datang dalam keadaan hempir kehabisan nafas di paru parunya ? Suara tawa kecil Baekhyun terdengar. Moodnya tiba tiba membaik saat mendengar ucapan Chanyeol. Apa chanyeol merasa ke hilangan dirinya ?

"Jangan tertawa Baek.. Kau tidak tahu betapa mengenaskannya hidupku salama berada di sini hanya untuk mencarimu"

"Dan kaupun tidak tahu Yeol. Seberapa aku merasa kesal karna gagal menonton concert pangeran tampanku karna dirimu"

Oh. Jiwa fangirl Baekhyun muncul.

Baekhyun mendudukkan dirinya di sisi ranjang dan melepas sepatu yang ia kenakan. Menaruh tas yang berisi semua merchandise yang ia bawa dari korea. Chanyeol duduk di lantai. Tepat di hadapan Baekhyun. Baekhyun mengangkat satu alisnya saat melihat tatapan Chanyeol terus terarah penuh keseriusan padanya.

"Apa Yeol ?"

"Ayo kita memulai semuanya dari awal"

Baekhyun menyeringit bingung. Sebenarnya apa yang terjadi pada kekasih tampannya sampai mengatakan hal hal yang terus membingungkan.

"Aku tahu kau mengetahui kebusukkan yang aku lakukan Baek"

Baekhyun terdiam. Kebingungannya tergantikan dengan keterkejutan yang mendera hatinya.

"Maafkan aku.. Aku terlalu lembat untuk mengetahui kalau kau terluka dan menangis di belakangku"

Chanyeol menggenggam tangan Baekhyun yang masih terdiam. Baekhyun hanya tidak menyangka kalau Chanyeol mengetahui sesuatu yang sudah Baekhyun tutup rapat rapat. Baekhyun hanya tidak ingin semakin memperkeruh keadaan dengan memaki Chanyeol dan lebih memilih diam karna dirinya mencintai Chanyeol. Membiarkan Chanyeol untuk sadar dengan segala kesalahan yang ia lakukan.

"Kau menyadarinya ?" Suara Baekhyun terdengar lebih seperti bisikkan. Baekhyun menatap mata bulat Chanyeol dengan tatapan yang tidak mampu Chanyeol gambarkan sebagai tatapan kesedihan atau kelegaan.

"Yifan yang menyadarkan ku atas segala kelakuan busukku Baek dan kini aku menyadari kalau aku tidak akan bisa hidup tanpa mu setelah kejadian ini.."

"Kau mengatakan itu karna Luhan sudah meninggalkanmu Yeol"

Chanyeol terteguh. Apa luka yang ia gores pada hati Baekhyun sudah terlalu lebar sampai Baekhyun terus meragukan kesungguhannya ?.

"Tidak Baek tidak seperti itu"

"Andaikan Luhan tidak menikah dengan Sehun apa kau akan tetap memilihku ?" Airmata Baekhyun menetes. Walaupun pada kenyatannya Baekhyun adalah kekasih Chanyeol di mata dunia tapi sesungguhnya Baekhyun adalah yang ke dua di hati Chanyeol. Dan Baekhyun sangat mengtahui itu.

Seseorang yang hatinya sudah terluka tidak akan dengan mudah mendekati sesuatu yang sudah membuatnya terluka.

Hati Chanyeol mencelos mendengar pertanyaan Baekhyun. Ya apa jika Luhan tidak menikah dengan Sehun ia akan tetap memilih Baekhyun ? Pada kenyatannya Chanyeol mengemis pada Luhan dan bersumpah akan meninggalkan Baekhyun demi Luhan.

Kenapa Chanyeol baru menyadari kalau dirinyalah yang lebih pantas di sebut 'KEPARAT BUSUK' di banding Sehun ataupun Jonghyun. Perasaan menyesal menyeruak dalam hatinya. Tentu Baekhyun sekarang akan selalu meragukan dirinya.

"Kau bahkan tidak bisa menjawabnya Yeol"

Chanyeol mendongak. Memandang wajah datar Baekhyun yang di penuhi airmata. Hati Chanyeol penuh sesak akan segala kesalahan yang sudah ia lakukan tanpa sadar pada si mungilnya.

"Aku tahu aku terlalu busuk untuk mengemis pada mu.. Tapi aku mohon,beri aku satu kesempatan dan aku akan berusaha untuk memperbaiki segala hal yang aku buat salah. Aku tidak akan berjanji ataupun bersumpah tapi aku akan membuktikannya padamu" Satu tetesan air bening menetes dari pelupuk mata Chanyeol. Seolah ikut membertahu Baekhyun tentang rasa penyesalan yang ia rasakan.

Baekhyun menghapus airmatanya dan menatap Chanyeol yang terisak di atas padahanya. Tubuh Chanyeol bergetar membuat hati baekhyun merasa terenyuh. Dia sangat mencintai Chanyeol dan Baekhyun bukanlah orang yang munafik untuk menolak segala penyesalan dan kata maaf yang terus Chanyeol lafalkan di sela tangisannya.

Baekhyun menangkup pipi basah Chanyeol. Membuat arah mata Chanyeol hanya tertuju padanya. Mata Chanyeol terlihat merah dan sembab. Baekhyun bisa melihat satu garis kelelahan di sana.

"Sudah berapa hari kau tidak tidur Yeol" Baekhyun kembali menjadi sosok kekasih yang penuh perhatian. Membuat senyum kecil Chanyeol mengembang di bibirnya.

"Aku tidak tidur karna memikirkan mu dan merindukkan mu Baek.. Aku tidak berbohong,aku bersunguh sungguh" Chanyeol memberi kata kepastian pada ucapannya. Takut kalau Baekhyun kembali menganggapnya hanya berdusta.

Satu kecupan Chanyeol dapatkan dari Baekhyun. Terasa hangat dan menyenangkan.

"Tidurlah.. kau harus beristirahat"

Chanyeol menggeleng,menolak apa yang Baekhyun suruhkan. Rasa rindunya pada Baekhyun terlalu besar jika di bandingkan dengan kondisi fisiknya yang meronta meminta untuk di baringkan.

"Aku merindukkan mu Baek.."

"Tidak sekarang.. ini kamar tamu Jonghyun Yeol" Baekhyun mendengus dan melepaskan tangannya dari pipi Chanyeol. Baekhyun jelas tahu apa yang Chanyeol inginkan.

"Tidak sampai inti,aku mohon.. aku merindukkanmu sangat sangat merindukan mu. Aku tidak berbohong"

Tawa kecil Baekhyun terdengar saat lagi lagi Chanyeol memastikan ucapannya bukanlah sebuah kebohongan. Apa Baekhyun menaruh stempel 'Chanyeol adalah pembohong' pada benak Chanyeol secara tidak langsung ?

"Kau tidak perlu memastikan semua perkataan mu Yeol. Aku mempercayai mu" Senyum indah terukir di bibir tipis Baekhyun. Membuat Chanyeol merasakan kelegaan pada hatinya.

"Terimakasih Baek.. Aku mencitaimu"

"Akupun mencintaimu pembohong"

Tawa Baekhyun terdengar di ikuti kekehan kecil dari Chanyeol. Chanyeol tahu. Baekhyun mengatakan itu hanya sebagai gurauan.

"Oh jadi ada satu pasangan yang sedang berbahagia ?"

Baekhyun menoleh dan merengut saat mendapati Yifan berdiri di depan pintu dengan senyum bodohnya. Berbeda dengan Chanyeol yang hanya memutar bola matanya jengah.

"Gege!" Baekhyun berdiri dan berjalan cepat menuju Yifan dan itu adalah sebuah kode untuk Yifan waspada.

"Aku gagal menonton concert karnamu!"

"Yak Baekhyun!"

Yifan berseru saat betisnya menjadi sasaran tendangan Baekhyun.

"Bukan aku! Tapi kekasih bertelinga lebarmu yang memintaku datang ke kantor"

Mata Chanyeol membulat dan sontak menggeleng saat mendapat delikan dari Baekhyun. Oh sungguh Chanyeol tidak berbohong kalau dirinya tidak tahu Baekhyun akan menonton pangeran pangeran jeleknya itu hari ini.

"Tidak Baek bukan aku. Aku tidak tahu kalau kau akan menonton pangeran jelekmu" Chanyeol menutup mulutnya karna kelepasan menyebut mereka adalah pengeran jelek. Tapi bukan kah begitu ? Chanyeol jelas lebih tampan di banding mereka berempat.

"Yak Baekhyun aku bilang aku tidak tahu!" Chanyeol melindungi kepalanya dari serangan bantal guling yang Baekhyun pukulkan dengan brutal padanya. Sekali lagi Chanyeol tekankan. Jangan pernah berurusan dengan seorang Fangirl jika itu menyangku idola mereka dan tolong ingatkan Chanyeol untuk mendaftar sebagai Haters One Direction nanti!

"Kau yang jelek kau bertelinga lebar seperti yoda dan idiot seperti autis!" Makian Baekhyun terus terdengar di sela pukulannya pada tubuh Chanyeol.

Yifan yang berada di ambang pintu tersenyum. Cukup melihat adiknya Bahagia dan jangan buat adiknya menangis itu adalah sebuahn kepuasan untuk Yifan.

"Semuanya sudah normal ?" Jonghyun menepuk Yifan dari belakang. Membuat Yifan menoleh padanya.

"Ku rasa begitu.. Aku akan benar benar menculik Baekhyun kalau si idot Chanyeol tetap menyakitinya"

"Waw kau kakak yang baik Fan"

Yifan tergelak mendengar pujian dari Jonghyun. Oh harus Yifan tuliskan nanti di buku biografi selanjutnya kalau dirinya adalah kakak tiri terbaik di dunia!

Pintu kamar tertutup. Menyisakkan Baekhyun yang masih melampiaskan kekesalannya pada Chanyeol.

"Demi tuhan Baek aku lelah dan kau memukuliku hanya karna mereka ?" Chanyeol menarik bantal guling yang berada di tangan Baekhyun dan melemparnya kembali ke ranjang.

Baekhyun bersedekap tangan. Menatap Chanyeol sengit yang sudah berdiri di hadapannya.

"Aku kecanada untuk mereka Yeol"

"Dan aku kecanada untukmu Baek"

Senyum Baekhyun merekah. Dengan cepat Baekhyun memuluk tubuh tinggi Chanyeol. Chanyeol tersenyum kecil dan mengeratkan pelukkan pada Baekhyun.

"Aku merindukkan mu Yeol"

"Kau baru mengatakannya.. Padahal aku sudah menunggunya Baek,ayo kita lakukkan"

Satu cubitan sayang Baekhyun sematkan di lengan Chanyeol membuat Chanyeol sedikit mengaduh karna merasakan capitan jari lentik Baekhyun.

"Bukan merindukkan itu yang aku maksud Yeol. Aku merindukkan dirimu buka sentuhanmu"

"Benarkah ?" Chanyeol melepaskan Baekhyun dari pelukkannya dan memberi senyum menggoda pada Baekhyun. Oh Baekhyunnya sungguh manis ketika sedang salah tingkah. Matanya menatap arah lain dengan seburat rona merah di pipinya.

"Kau tidak bisa lepas dariku malam ini Baek. Persetan dengan kamar Jonghyun!"

Chanyeol menarik tengkuk Baekhyun. Dan mendaratkan kecupan bertubi tubi pada bibir Baekhyun. Sudah terlalu lama Chanyeol kehilangan bibir ini sajak Baekhyun di culik Yifan dan Chanyeol akan melampiaskan semua mala mini.

Kecupan Chanyeol berubah menjadi lumatan lumatan kecil di bibir Baekhyun. Mata Baekhyun terbuka. Bukan karna terkejut tapi lebih ingin melihat wajah Chanyeol. Baekhyunpun merindukan kekasihnya karna sejak berada di sini Baekhyun tidak pernah bisa menghubungi Chanyeol menggunakan ponsel Yifan. Dan Baekhyunpun merasa harus mempertanyakan hal itu nanti pada Yifan.

Chanyeol melepaskan pagutannya dengan nafas menderu. Menatap mata sipit Baekhyun dengan tatapan penuh hasrat. Baekhyun tersenyum kecil dan merapatkan tubuhnya pada pelukkan Chanyeol.

"Jangan di ranjang yeol.. aku malu jika nanti maid Jonghyun menemukan sepermamu di sana" Baekhyun mengusak belakang rambut Chanyeol sehingga mampu membuat bulu kuduk Chanyeol meremang karna geli.

"Lalu di mana Baek ?" Chanyeol kembali memberi kecupan kecupan pada bibir Baekhyun saat Baekhyun tengah berfikir.

"Kamar mandi"

Senyum lebar Chanyeol Terlihat. Chanyeol suka bermain di air.

"Persiapkanlah dirimu sayang"

Chanyeol menggendong Baekhyun dari depan dan berjalan menuju kamar mandi dengan berpagut mesra. Mencoba memanaskan diri untuk siap memasuki sesi menyenangkan.

Chanyeol menurunkan Baekhyun dengan masih saling balas lumatan. Tangan besarnya secara trampil membuka celana Baekhyun membuat celana itu tergeletak tidak berdaya di lantai.

"Euunghh Yeol" Satu lengguhan Baekhyun terdengar di sela ciuman panas yang mereka ciptakan saat tangan Chanyeol meremas kuat dua pantat polos Baekhyun. Oh jangan salahkan Chanyeol jika esok hari Baekhyun harus berjalan merangkak. Karna demi apapun yang ada di dunia ini. Baekhyun terlihat sangat menggoda malam ini.

Baekhyun melepaskan pagutan panasnya dengan Chanyeol. Memilih menunduk dengan menggigit bibir bawahnya saat jari panjang Chanyeol mulai menusuk pintu holenya.

Chanyeol merunduk dan memberi kecupan pada cuping telinga Baekhyun dan beberapa jejak kepemilikkan di daerah leher Baekhyun yang mudah untuk di lihat. Chanyeol ingin memamerkan pada Canada yang sudah membuatnya menjadi anak tersesat. Kalau dirinya berhasil menemukan pujaan hatinya dan melewati malam menggairahkan dengan Baekhyun.

"Yeeollhh akuh lelah"

Chanyeol melepaskan remasannya pada pantat sintal Baekhyun dan mengangkat tubuh mungil Baekhyun untuk duduk di atas wastafel. Melebarkan kaki Baekhyun dan tampa menunggu lama langsung menelusupkan kepalanya pada selangka Baekhyun.

Baekhyun mendesah dengan diringi keringat yang menetes dari pelipisnya. Mata sipitnya sesekali terpejam saat merasakan lidah basah Chanyeol menjilat area bawahnya. Membuat Baekhyun rasanya ingin memasukkan kepala Chanyeol dalam holenya.

Tangan chanyeol meremabat pada bagian tubuh Baekhyun. Mencari mainan kecil pada dada Baekhyun. Baekhyun menuntun tangan Chanyeol untuk memasuki kaosnya dan membiarkan Chanyeol bermain di sana.

Dengan pandai Chanyeol memainkan penis kecil Baekhyun menggunakan mulutnya dan putting mungil Baekhyun menggunakan jarinya. Membaut gairah Baekhyun semaik tersulut bagai kobaran api yang di beri percikan minyak tanah.

Chanyeol berdiri tegak. Melepaskan semua sentuhan menggairahkannya di tubuh Baekhyun. Menatap Baekhyun dengn keadaan yang sangat menggiurkan di mata Chanyeol. Kaki Baekhyun masih mengangkang dengan lebarnya seolah mempertontonkan surga dunia milik Chanyeol di sana. Nafas Baekhyun terdengar berat dan jangan lupakan mata sayu yang seolah meminta Chanyeol cepat memasukinya.

"Kau tidak ingin membukanya untukku ?" Chanyeol menunjuk area bawahnya dengan semirik sexy terlihat di sana hingga mampu membuat Baekhyun kualahan menahan diri untuk tidak menerjang Chanyeol saat ini juga.

Baekhyun melepaskan celana Chanyeol begitupun dengan kemeja Chanyeol. Sedikit memberi rabaan lembut pada dada bidang Chanyeol dan menjilati seluruh tubuh berkeringat Chanyeol.

"Yaahh Baek terussh kan" Chanyeol memilin putting Baekhyun yang masih menjelajahi tubuhnya menggunakan lidahnya. Membuat Chanyeol bisa merasakan sensai basah dan hangat lidah Baekhyun di sekujur tubuhnya.

Dan Chanyeol hampir di buat gila saat jilatan Baekhyun berhenti di penis ereksinya. Melumat penisnya dengan begitu lembut dan memberi gigatan kecil di puncak penisnya.

"Berikan aku lubangh muuh Baeekhh"

Baekhyun mendongak saat telinganya mendengar rintihan penuh gairah kekasihnya. Memberi Chanyeol kecupan lain dan menunggingkan diri tepat di depan Chanyeol. Tangan Baekhyun mencengkram erat pinggiran wastafel yang ada di depannya sebagai pelampiasan dan juga penopang kakinya yang mulai terasa lemas.

Dengan cepat Chanyeol mengarahkan penisnya di hadapan hole Baekhyun. Baekhyun menggigit bibirnya bersiap untuk menerima penis besar Chanyeol dalam tubuhnya. Dan tak lama Baekhyun bisa merasakan penis Chanyeol yang dengan berutal memasuki dirinya.

"Aaahh.. Yeolh" Satu desahan lolos dari bibir putih Baekhyun. Efek dari gigitannya sendiri.

Mata Chanyeol terpejam. Dua tangan Chanyeol merengkuh pinggang Baekhyun dan mulai memaikan perannya sebagai pendominasi. Menghujam telak hole sempit Baekhyun dengan kenikmatan duniawi hingga mampu membuat tubuh Baekhyun tersentak keras di depannya.

Permainan yang panas untuk malam yang cukup dingin di Canada.

.

.

Pagi itu. Saat hangatnya matahari baru menyapa kota Seoul dan membangunkan beberpa penghuni kota Seoul yang masih mengumpat di balik selimut. Memilih menutup matanya dan mengabaikan kebisingan yang mulai terdengar di telinga. Luhan sudah di subukkan dengan segala sayuran yang ada di hadapannya.

Hari ini adalah hari yang ia tunggu. Hari ulang tahun Hayeon. Si gadis kecil yang ia termui beberapa waktu lalu di panti. Dan Luhan berniat membuatkan makanan untuknya sebagai kado lain untuk di berikan pada Hayeon. Luhan hanya teringat. Dulu saat dia masih kecil Luhan sangat menyukai jika Mamanya memasakkan makanan kesukaannya di hari ulang tahun dan Luhan ingin membagai perasaan itu pada Heyeon. Menunjukan kalau di dunia ini masih ada yang perduli dan menyayanginya.

"Kau bangun terlalu pagi sayang.."

Luhan menoleh dan memberi kecupan di bibir Sehun yang sudah berada di sampingnya. Sehun masih terlihat dalam keadaan setengah mengantuk. Luhan yakini kalau Sehun terbangun bukan karna sudah tidak mengantuk tapi dia terbangun karna dirinya sudah tidak ada di sana. Di ranjang mereka.

"Aku takut terlambat Sehun" Senyum lebar Luhan merekah. Membuat suasana cerah kota seoul semakin terlihat indah di mata Sehun.

"Apa perlu aku bantu ?" Sehun sedikit menawarkan karna melihat semua bahan makanan yang berada di depan luhan terlihat sangat banyak.

"Mandilah.. aku tahu kau sangat tidak ahli dalam hal ini dan itu hanya akan membuatku semakin kerepotan"

Sehen terkekeh kecil. Merasa malu karna memang yang Luhan ucapkan adalah sebuah kenyataan.

"Beri bibirku sapan lebih dulu" Sehun menunjuk bibirnya pada luhan yang masih sibuk memotong sayuran.

"Kemarilah.."

Dengan senyum lebar Sehun mendekatkan wajahnya pada Luhan. Luhan meletakan apapun yang ia pegang dan menangkup pipi Sehun sebelum akhirnya menyatukan bibir mereka.

Sehun melumat bibir bawah Luhan. Menikamti pagutan di pagi hari mereka sebagai sambutan untuk hari ini.

Di tengah Sehun yang sedang menikmati bibir Luhan. Luhan melepaskan tautan mereka secara tiba tiba membuat bibir Sehun masih berusaha mengejar jarak bibir Luhan.

"Buka matamu dan pergilah mandi Tuan Oh!"

Sehun mendengus. Apa lagi yang bisa Sehun lakukan jika sudah mendengar Luhan memerintahnya dengan Suara ketus. Oh tidak! Sehun bukanlah Pria yang takut pada Lelaki mungilnya. Sama sekali tidak! Sehun hanya terlalu menurut pada apapun yang Luhan suruhkan karna dia mencintai Luh.

"Oh Sehun cepat pergi mandi atau penismu.."

Teguran Luhan belum sampai akhir karna Sehun sudah dengan cepat berlari menuju kamar mereka.

Yah itu karna Oh Sehun terlalu mencintai Luhan bukan karna takut pada Lelaki mungilnya! Ingat itu.

.

.

"Ibuuuu" Luhan berlari menghampiri ibunya dan meninggalkan Sehun dengan segala macam hal yang Luhan tinggalkan di tanganya. Sehun lagi lagi harus terlihat seperti budak Luhan. Tapi apa yang bisa Sehun lakukan selain menuruti perintah Luhan ?

Sehun mendengus. Menatap Lelaki mungilnya yang sudah memasuki panti bersama wanita setengah baya yang Luhan panggil ibu. Tidak menghiraukan dirinya yang sepertinya harus berjalan seperti setrikan demi membawa semua bawan Luhan.

"Yak! Kenapa jalanmu lelet Jongin"

Jongin ?

Sehun menoleh dan sontak melotot saat melihat Kyungsoo datang bersama Pria itu. Pria yang pernah mencintai Luhannya.

Oh apa lagi ini tuhan ? Sehun beru berpesta untuk merayakan kepergian Chanyeol dan kenapa Jongin datang kembali dalam hidupnya! Tapi tunggu ada yang aneh di sini.

"Sehun. Kau datang ?"

Kyungsooo menghampiri Sehun saat mata bulatnya menangkap sosok Sehun tak jauh di sampingnya.

"Ya aku datang.." Sehun menjawab sahutan Kyungsoo dengan arah tatapannya tertuju pada Jongin yang sama mengenaskannya dengann diriya.

"Oh ini.. Dia kekasihku,jongin" Merasa Sehun hanya terus memperhatikan Jongin. Kyungsoo dengan sendirinya memperkenalkan Jongin pada Sehun.

"Kekasihmu!" Sehun berseru penuh keterkejutan. Otaknya memutar memori saat mereka bertemu di rumah sakit.

"Jadi Kyungsoo adalah kekasihmu ?"

"Astaga! Kau pria itu.." Bukan menjawab pertanyaan Sehun yang di ajukkan untukknya. Jongin justru berseru dengan tidak kalah kencangnya saat menyadari pria di hadapannya adalah orang yang Luhan perkenalkan di rumah sakit.

Kyungsoo menatap aneh pada Sehun dan Jongin yang masih saling menatap dengan pandangan tidak menyangka. Mendesah malas saat dua pria di hadapannya hanya terlihat seperti orang bodoh.

Jongin terdiam. Dengan fikiran yang mulai berkecamuk. Jika kyungsoo mengenal pria ini apa berarti Kyungsoopun mengenal Lu"

"Di mana Luhan ?"

Oh astaga. Dunia benar benar sempit. Sejenak Jongin merasa kepala berdenyut.

Kyungsoo terdiam menunggu jawaban dari Sehun. Namum saat menyadari Sehun sama sekali tidak berniat menjawab. Kyungsoo memilih untuk memasuki panti. Meninggalkan dua pria yang masih memproses segala hal yang berkecemaku di dalam benak.

Sehun tersadar lebih dulu dari keterkejutannya. Kembali memasang wajah datar dan berjalan melewati Jongin dengan tiga tumpuk kardus yang ia bawa.

Jongin mendengus. Berjalan cepat dengan berbagai paper bag yang berada di genggamannya hingga mampu melampaui langkah Sehun.

Sehun mendelik saat melihat punggung Jongin berada jauh di depannya. Tidak ingin Jongin lebih dulu melihat Luhannya di dalam. Sehun dengan segera mempercepat langkahnya. Tidak memperdulikan keselamatan kardus yang tengah ia bawa.

Jongin berdecak kesal. Dan aksi saling mengejarpun terjadi pada dua pria yang Kyungsoo sebut. Bodoh!

.

.

Di dalam. Luhan dengan segera memperkenalkan Sehun pada ibu angkatnya. Dan Sehun merasa senang saat ibu angkat Luhan menyambutnya dengan baik.

Begitupun Kyungsoo. Kyungsoo dengan bangga menggandeng tangan Jongin dan mengenalkan Jongin pada ibunya. Menyebutkan kalau Jongin adalah kekasihnya.

Luhan terkikik kecil. Dia tidak pernah menyangka kalau kekasih Jongin adalah Kyungsoo. Begitupun Sehun. Sehun tidak menyangka. Persikolog sehebat Kyungsoo bisa jatuh dalam pelukkan Pria hitam seperti Jongin.

"Nah ini dia putri cantik kita hari ini.." Ibu Kyungsoo datang setelah meninggalkan anak beserta menantunya dan calon menantunya ke dalam. Membawa gadis kecil yang terlihat cantik dan imut mengenakan dress pesta khas anak kecil berwarna merah. Di rambut panjang Hayeon terpasang bando berwarna senada yang memiliki hiasan bunga mawar di sekelilingnya. Membuat Hayeon terlihat semakin menggemaskan.

Luhan adalah orang yang lebih dulu mendekati Hayeon. Berjongkok di depan Hayeon dan menatap lekat bola mata kehitaman Hayeon.

"Kau masih ingat denganku ?"

Hayeon terdiam. Meneliti wajah Luhan demi menemukan wajah itu dalam ingatannya. Mengangguk kecil saat benaknya sudah dapat mengingat wajah Luhan.

"Jeruk.." Hayeon menyebutkan jeruk sebagai sebutan lain karna dia tidak mengetahui nama Luhan.

Luhan tersenyum dan mengulurkan satu buah jeruk pada Hayeon.

"Apa Hayeon mau menerimanya ?"

Hayeon menatap jeruk yang berada di telapak tangan Luhan. Menatap mata Luhan sejenak dan mengambil jeruk pemberian Luhan.

Luhan tersenyum lebar dan memasukkan tubuh kecil Hayeon dalam pelukkannya.

"Selamat ulang tahun Hayeon.."

Senyum tipis Sehun terukir di sana saat melihat Luhan yang begitu terlihat nyaman dengan keberadan Hayeon di dalam dekapannya.

Kyungsoo tersenyum dan memeluk leher ibunya. Kyungsoo bisa melihat sesuatu di mata Luhan saat Luhan menatap mata Heyeon. Sebuah sorot mata penuh kasih sayang dan rasa ingin melindungi. Mungkin Luhan melihat dirinya sendiri di dalam diri kecil Hayeon. Dan tidak ingin Hayeon merasakan kesakitan seperti apa yang ia alami.

Jongin terenyuh dengan pemandangan di hadapannya. Rasanya iapun ingin memeluk seseorang. Namun semua itu buyar saat mendapati Sehunlah yang berada di sampingnya.

Sehun menoleh pada Jongin saat mendengar dengusan kesal Jongin. Membalas delikkan mata Jongin dengan tidak kalah tajamnya.

-Kyungsoo terlalu bodoh untuk mencintai Jongin- Sehun.

-Astaga Luhan! Harusnya kau bisa mendapatkan yang lebih baik dariku- Jongin.

Dan umpatan umpatan kecilpun saling Sehun dan Jongin lontarkan satu sama lain di dalam hati. Terlihat benar benar seperti pria bodoh!

.

.

Baekhyun menghirup udara Canada di malam hari yang terasa menyejukkan. Memandang kerlap kerlip cahaya lampu yang terlihat dari atas balkon kamar hotel Chanyeol hingga mampu membuat Canada semakin terlihat mengaggumkan.

Besok ia akan kembali ke Seoul bersama Chanyeol. Dan Baekhyun ingin pemandangan ini bisa ia ingat saat dirinya sudah kembali ke Seoul.

"Mau kopi ?"

Baekhyun menoleh dan menerima kopi yang Chanyeol berikan. Menyesap kopi hangat buatan Chanyeol dengan mata masih tertuju pada hamparan bangunan di depannya.

Chanyeol tersenyum dan menggengam jari lentik Baekhyun hingga membuat perhatian Baekhyun teralihkan padanya.

"Kau masih ingat.. Saat kau memintaku menjadi kekasih mu ?"

Tawa kecil Baekhyun terdengar.

"Apa kau ingin meledekku ?" Menunjukkan wajah cemberut yang di buat buat hingga mampu membuat senyum lebar terukir di bibir Chanyeol.

"Tentu tidak Baek.. walaupun yah kau terlihat sedikit memalukkan"

Baekhyun cemberut dan kali ini bukanlah sebuah kepura puraan.

"Ya aku memang memalukkan karna tanpa segan memintamu menjadi kekasihku saat kau masih mencintai Luhan"

Chanyeol tertawa geli dengan di iringi anggukan. Membenarkan perkatan Baekhyun.

Baekhyun mendengus. Jika tidak mengingat kopi yang tengah ia minum bisa saja membuat kulit Chanyeol mengelupas mungkin Baekhyun akan dengan senang hati menyiramkan kopi itu di muka Chanyeol.

Baekhyun menaruh kopinya di atas meja kecil yang berada di balkon. Berniat memasuki kamar untuk menghapus semua pemandangan Canada yang sudah berubah menjadi buruk dalam ingatannya. Tapi langkah Baekhyun terhenti saat tangan Chanyeol dengan cepat menarik tubuhnya hingga membuat mereka kini beradu wajah dengan jarak yang dekat.

Mata Baekhyun melebar dengan umpatan umpatan yang ia tujukkan pada dirinya sendiri saat merasa debaran kencang di jantungnya. Kenapa ia selalu merasakan ini saat Chanyeol memenjarakan dirinya dengan retina hitamnya ? Oh Baekhyun sadarlah,dia sudah menertawakanmu beberapa saat lalu.

"Apa ?"

Satu kecupan Baekhyun terima dari Chanyeol sebagai jawaban lain dari pertanyaannya.

"Lepaskan aku Yeol. Aku ingin tidur" Baekhyun meronta dan kembali merasakan kecupan lain di bibirnya. Baekhyun mendengus dengan delikkan yang ia arahkan pada Chanyeol.

"Terimakasih Baek.."

Baekhyun melunak saat mendengar ucapan Chanyeol. Tubuhnya tidak lagi meronta dan membiarkan Chanyeol merapatkan pinggangnya hingga mampu membuat tubuh mereka menempel dengan sempurna.

"Terimakasih kau sudah memintaku menjadi kekasihmu.. dan aku ingin meminta maaf karna sejujurnya saat itu aku menerimamu hanya sebagai pelampiasan keputus asaan ku"

Baekhyun terdiam. Jadi selama ini semua itu benar ? Chanyeol hanya menjadikannya sebagai pelampiasan.

"Jangan berfikiran buruk Baek" Chanyeol tahu apa yang ada di benak Baekhyun.

"Berfikirlah.. kalau itu semua tidak terjadi aku tidak akan mungkin berada di sini bersama mu. Mencintaimu.. Dan tergila gila padamu"

Satu kecupan lain Chanyeol berikan pada bibir Baekhyun hingga mampu membuat Baekhyun tersadar.

"Dan jangan pernah berfikir kalau selama ini aku tidak mencintaimu.. aku mencintaimu dan karna sangat tidak ingin kehilanganmu.."

"Kau mendukanku dengan Luhan" Baekhyun menyela ucapan Chanyeol.

"Ya kau benar.. Dan itu semua kesalahanku,kau dan Luhan hanya korban di dalamnya"

"Tentu.. Aku tidak pernah berfikir kalau Luhan adalah dalang dari perselingkuhan kalian"

Chanyeol terkekeh kecil. Wajah Baekhyun benar benar menyiratkan kekesalan.

"Aku hanya tidak ingin ada lagi yang di sembunyikan dalam hubungan kita.. Aku ingin kau tahu yang sejujurnya agar kau bisa kembali menaruh kepercayaan padaku.."

"Lalu bagaimana jika kau kembali merusak kepercayaan ku ?"

Chanyeol teridam untuk berfikir.

"Kau boleh menceraikan ku.. tapi aku pastikan itu tidak akan terjadi"

Decihan keluar dari bibir tipis Baekhyun.

"Kita bukan pasangan yang sudah menikah Yeol.."

"Kalau begitu menikahlah denganku.."

Baekhyun terdiam dengan tatapan yang terfokus pada mata Chanyeol. Baekhyun merasa tidak yakin dengan apa yang ia dengar.

"Jangan mengharapkan hal hal romantic karna aku tidak akan melakukannya.. Cukup katakana 'Ya' dan aku akan mengikatmu di hadapan tuhan dan dunia" Terkesan mengancam. Tapi Baekhyun menyukainya. Sebuah ancaman keluar karna tidak ingin di tolak dan perasaan tidak ingin di tolak muncul karna takut kehilangan. Chanyeol takut kehillangan dirinya. Bukankan itu lebih romantic dari hal apapun ?

Satu garis senyuman tipis muncul di bibir Baekhyun. Baekhyun sangat tahu kalau Chanyeol bukanlah pria romantic dan Baekhyun sama sekali tidak mengharapkan meja yang di penuhi lilin dan hidangan lezat di tengah cahaya temaram. Bagi Baekhyun ini sudah lebih dari cukup. Dengan Chanyeol yang mendekapnya. Menghangatkan tubuhnya di tengah sapuaan angin Canada. Dan satu kalimat itu sebagai pelengkap kebahagian yang Baekhyun rasakan.

Baekhyun mengangguk kecil. Satu tetes airmata kebahagian mengalir dari mata sipitnya.

"Aku akan membahagiakanmu Baek"

"Selama ini kau sudah membahagiakanku Yeol" Baekhyun tersenyum lebar dan mendapi satu kecupan lain di bibirnya.

"Aku akan membahagiakanmu sebagai priamu.. pria yang kau miliki dengan seutuhnya"

Baekhyun mengangguk. Dia percaya dengan apapun yang Chanyeol ucapkan. Bahkan jika Chanyeol mengatakan dunia akan kiamat esok haripun Baekhyun akan mempercayainya. Terkesan bodoh tapi itulah kenyataannya.

Satu pagutan bibir itu terjadi. Saling memejamkan mata dengan lumatan lumatan yang mampu membuat hati keduanya bergetar karna rasa cinta yang membuncah untuk satu sama lain.

Udara malam Canada berhembus terasa membuat Baekhyun semakin merapatkan tubuhnya pada Chanyeol. Tangan Baekhyun meremas rambut Chanyeol dengan desahan yang mulai terdengar saat jemari Chanyeol mulai menggelitik punggungnya di dalam sana.

Chanyeol menuntun langkah Baekhyun untuk memasuki kamar. Menutup pintu balkon seolah tidak membiarkan udara dingin Canada mengganggu kegiatan panas mereka.

Meninggalkan satu cangkir kopi di luar sana untuk menjadi pelampiasan sapuan angin Canada yang tidak mampu menerobos kaca pintu balkon di mana Baekhyun dan Chanyeol bergulat dengan segala kenikmatan dan cinta yang mereka bagi di dalam setiap pagutan.

.

.

Musim semi telah berlalu dan musim panas menghampiri kota Seoul. Beberpa kelopak bunga terlihat menunduk lesu karna sengatan matahari yang seolah tidak membiarkan mereka untuk ikut menikmati musim ini. Cuaca terik matahari yang bisa saja membuat dehidrasi tidak mampu mengurangi padatnya kota Seoul.

Semuanya tetap terlihat sama namun terasa jauh lebih baik untuk Luhan. Dia kini sudah sembuh total dari trauma masa lalunya dan sepuluh hari lagi akan menjadi hari membahagiankan untuk salah satu sahabatnya –Baekhyun-. Baekhyun akan melangsungkan pernikahan bersama Chanyeol. Sesekali Luhan akan ikut di sibukkan dengan persiapan pernikahan mereka karna Baekhyun yang selalu merengek kelelahan jika harus mengurus semuanya sendiri, sampai beberapa kali menyebabkan pertengkaran kecil di antaranya dan Chanyeol. Baekhyun menolak saran Chanyeol untuk di bantu pihak W.O ataupun ibunya dengan alasan ingin mengurus hari bahagianya sendiri namun Baekhyun selalu merengek lelah pada semua orang hingga mampu membuat Chanyeol mengerang frustasi. Dan itu adalah pemandangan menyenangkan di mata Luhan.

Begitupun yang terjadi pada Kyungsoo. Sahabatnya yang lain ataupun bisa di bilang adik kecilnya. Beberapa hari yang lalu telah melangsungkan pesta pertunangan bersama teman lamanya. Kim Jongin. Pesta itu di adakan atas permintaan Jongin karna dia ingin mengikat Kyungsoo lebih dulu sebelum berangkat menuju U.S untuk mulai membantu mengembangkan usaha ayahnya di sana. Katakanlah Jongin adalah anak nakal yang selalu menolak jika itu menyangkut tentang pekerjaan. Bagi Jongin dia tidak butuh semua itu tapi sekarang ia berubah. Jongin berubah menjadi sosok pria dewasa yang mulai memikirkan masa depannya kelak sejak menjalin kasih bersama Kyungsoo. Tentu Jongin tidak ingin membuat Kyungsoo terlantar saat mereka sudah menikah nanti.

Dan begitupun hubungan di antara mereka semua. Persahabatan Luhan bersama Baekhyun yang kini bertambah dengan bergabungnya Kyungsoo dan Minseok dalam lingkaran mereka menjadikan semuanya terasa lebih menyenangkan dan hangat. Mereka sering berkumpul dan menjadikan Minseok sebagai bahan ledekan karna hanya dia yang masih bersetatus single dan akan berakhir dengan pukulan kecil yang mereka dapatkan dari kepalan tangan Minseok.

Yang berubah saat ini hanya satu. Yaitu dengan bertambahnya Pria yang selalu Kyungsoo sebut bodoh. Sehun. Jongin dan Chanyeol.

.

.

Pias langit sore sudah mulai terlihat saat enam orang -Yang seharusnya tujuh seandainya Minseok tidak menolak untuk bergabung- tengah menikamti waktu luang mereka di salah satu café. Berkumpul di akhir pekan sebagai salam perpisahan pada Jongin yang akan berangkat besok.

Wajah Kyungsoo terlihat sedih dan jangan lupakan mata bulatnya yang telihat sembab karna tidak bisa berhenti menangis walaupun Jongin sudah terus berusaha menenangkannya. Di dunia ini tidak ada yang ingin di tinggal tunangannya merantau.

Sehun mendesah malas. Terlalu bosan dengan pemandangan di depannya.

"Kau sudah satu jam menangis Soo. Kita berkumpul untuk merayakan kepergian Jong Aw!"

Cubitan keras jemari Luhan di perutnya mampu membungkam mulut Sehun yang menurut Luhan selalu mengucapkan kata kata tidak berguna. Sehun mendengus kesal membuat tawa mengejek Chanyeol terdengar.

"Yak! Apa kau telinga lebar" Sehun mendelik pada Chanyeol yang masih saja tertawa.

"Astaga! Di dunia ini aku fikir hanya ada satu manusia bodoh seperti Kyungsoo yang mencintai Jongin tapi ternyata ada yang lebih bodoh. Baek bagaimana bisa kau mau menikah dengan pria seperti dia ?"

Suara tawa Baekhyun terdengar sebagai tanggapan pertanyaan Sehun. Sementara Chanyeol sudah bersiap ingin menendang betis Sehun di bawah meja sana sebelum suara Luhan mengintrupsi dirinya.

"Kalaupun ada yang paling bodoh di dunia ini. Itu adalah aku Oh Sehun! Aku bodoh karna mau saja menikah denganmu"

Suara tawa yang bukan hanya milik Chanyeol terdengar. Jongin yang masih merengkuh tubuh mungil Kyungsoo ikut menertawakan Sehun yang merengut saat mendengar kalimat Luhan. Bagi mereka itu adalah pemandangan yang menyenangkan. Di mana Sehun di buat K.O oleh lelaki mungilnya.

Baekhyun sebenarnya ingin ikut tertawa tapi dia masih mempunyai hati dan lebih memilih menarik Kyungsoo untuk berpindah masuk dalam pelukkannya.

"Sudahlah.. kalian membuat situasi semakin kacau" Luhan berusaha menenangkan Chanyeol dan Jongin yang masih berusaha meredam tawa mereka. Luhan bisa melihat satu titik airmata di sudut mata Jongin karna terlalu lama tertawa.

"Kau yang membuat mereka seperti itu Lu.. " Sehun bangkit dari kursinya dan berjalan keluar dari café meninggalkan Luhan yang hanya mendesah malas di kursinya.

"Aku harus pulang.."

Suara tawa Chanyeol dan Jongin mereda walaupun sesekali mereka masih menahan untuk tidak kembali tertawa.

Baekhyun mengangguki ucapan Luhan. Luhan mengelus rambut Kyungsoo.

"Aku harus pulang Kyung.."

Kyungsoo hanya menjawab dengan anggukan. Luhan mencium belakang rambut Kyungsoo dan segera menyusul Sehun.

.

.

"Aaahh Sehuunn" Desahan Luhan lolos dari mulutnya yang sudah memerah dan membengkak. Tubuh Luhan penuh peluh karna rasa panas yang di akibatkan dari kegiatan malamnya bersama Sehun.

Ranjang mereka berderit memilukan saat Sehun dengan telak menghujam hole Luhan di bawahnya hingga mampu membuat erangan dan desahan berkali kali lolos dari bibir mungilnya.

"Pelan pelan Sehuunn" Luhan mencengkram lengan Sehun dengan kuat. Meminta Sehun untuk menurunkan tempo gerakannya.

"Iniih untuk hukamanmuuh Luu" Sehun tidak menghiraukan permintaan Luhan. Dirinya sudah cukup di buat malu di hadapan Chanyeol dan Jongin dan Sehun tidak akan membiarkan Luhan mampu untuk berjalan besok.

"Babaaaa"

Tubuh Luhan menegang seketika saat mendengar suara panggilan dari luar pintu kamarnya. Kenikmatan yang tengah menghujam dirinya seolah tidak bisa Luhan rasakan lagi.

"Sehun kau mendengar itu ?"

Sehun hanya mengangguk tanpa menghentikan gerakakan penisnya di dalam hole Luhan.

"Babaaaaa.."

"Berhenti Sehun.."

"Tidak mau" Sehun tidak mengindahkan permintaan Luhan.

"Berhenti! Atau kau akan tidur di luar selama satu bulan"

Sehun mendengus saat lagi lagi Luhan mengeluarkan suara ketusnya. Sehun menghentikan gerakan penisnya dan menatap jengkel pada Luhan.

"Tapi Lu kita sedang berada di tengah permainan.."

"Aku tidak perduli.. cepat keluarkan!"

Sehun mengerang, antara ingin menangis atau marah. Dengan berat hati Sehun mengeluarkan penisnya yang masih mengacung dengan gagahnya dari hole Luhan. Luhan dengan cepat berdiri. Mengenakan semua pakaiannya dengan lengkap dan berjalan dengan sedikit usaha menuju pintu kamar. Namun langkah Luhan terhenti saat teringat sesuatu.

"Pakai celanamu.."

"Tidak mau.."

"Yak!" Luhan sudah bersiap ingin melempar Sehun menggunakan sandal rumahnya namun terhenti saat Sehun dengan gelimpungan langsung memakai celana piyamanya.

Luhan menghembuskan nafasnya dan membuka knop pintu kamarnya.

"Ada apa Hayeon ?" Luhan berjongkok di hadapan putri kecilnya bersama Sehun yang mereka asuh sejak satu bulan lalu.

"Apa Hayeon boleh tidul dengan Baba ?"

Luhan tersenyum.

"Tentu sayang.. kau boleh tidur dengan Baba dan Appa"

Mendengar jawaban Luhan. Membuat rengutan Sehun terlihat di wajahnya. Kalau Hayeon tidur dengan mereka lalu bagaimana dengan penisnya yang masih merintih meminta belaian ? Sehun rasanya ingin menangis sekarang juga. Berguling di lantai,memohon pada Luhan untuk melanjutkan kegitan panas mereka.

"Appaaa"

Sehun tersadar dari semua penderitaan penisnya saat merasakan Hayeon memeluk lehernya.

"Oh Hayeon.. kenapa kau ingin tidur dengan Baba ?"

Luhan medelik saat mendengar pertanyaan Sehun.

"Di kamal Hayeon ada suala hantu appa" Hanyeol melepaskan pelukkannya pada leher Sehun dan menatap serius dengan mata menggemaskannya pada Sehun.

"Suara hantu ?" Luhan mengulang perkatan Hayeon saat dirinya sudah duduk di sisi ranjang.

Hayeon mengangguk membuat senyum lebar Sehun merekah saat tahu apa yang Hayeon maksud dengan suara hantu.

"Benarkah ada suara hantu ? apa bunyinya seperti aahh aahh aahh ?" Sehun mencontohkan desahan Luhan yang sebenarnya seratus persen tidak terdengar seperti desahan. Melainkan terdengar seperti ejekan.

"Iya dan Hayeon takut appa.."

Sehun melirik puas pada Luhan yang duduk menegang di tempatnya. Suara hantu yang Hayeon maksud adalah suara desahannya ? Astaga, apa Luhan mendesah dengan sangat kencang ?

"Baiklah.. Hayeon bisa tidur di sini dan Appa jamin, suara hantu itu tidak akan lagi terdengar"

Luhan memutar bola matanya malas. Memang suara itu keluar karna ulah siapa ?

Hayeon masuk le dalam selimut yang sama dengan Sehun. Dengan lembut Sehun mengelus kening Hayeon hingga perlahan mata Hayeon terpejam. Luhan tersenyum dan ikut berbaring di sisi kanan Hayeon. Ikut memejamkan matanya untuk mulai mengarungi mimpi indahnya.

.

.

"Luhan"

Luhan merasakan sedikit guncangan kecil di bahunya.

"Luhan"

Apa ini sudah pagi ?

Luhan membuka matanya perlahan dan mendapati Sehun berdiri di sisi tempat tidurnya. Hanya menggunkan celana piyama tanpa atasan seperti sebelum ia terlelap.

"Apa ?"

"Ssssttt.. kecilkan suaramu" Sehun berbicara dengan berbisik. Menunjuk pada Hayeon yang terlelap menggunakan dagunya.

Luhan menatap Sehun bingung. Sekarang masih pukul sepuluh malam itu artinya baru tiga puluh menit ia terlelap. Jadi untuk apa Sehun membangunkannya ?

"Ayo kita pindah"

"Pindah ?"

Sehun mengangguk.

"Hayeon sudah terlelap. Jadi bantu aku menidurkan ini" Sehun sedikit mengeluarkan penisnya dari dalam celana pada Luhan.

"Kau masih menegang ?!"

"Sssstttt aku bilang kecilkan suaramu"

Luhan menutup mulutnya saat tanpa sadar berbicara sedikit kencang.

"Ya.. dan aku tidak mungkin bisa tidur jika terus seperti ini" Sehun meunjukkan wajah merajuknya pada Luhan. Luhan mendengus. Sehun memang bisa bertahan begitu lama jika sedang benar benar bergairah.

"Kita tidak mungkin melakukkannya di sini sehun"

"Aku tahu.. karna itu ayo kita pindah ke luar, kita bisa mengunci pintu ini dari luar jika kau takut hayeon terbangun"

Walaupun sedikit kesal tapi Luhan tetap tersenyum. Luhan tidak akan bisa menolak ajakan Sehun untuk melewati malam bergairah di bawah kungkungan prianya.

"You got me. Oh Sehun!"

Sehun tersenyum lebar. Dengan cepat Sehun membopong tubuh Luhan dari ranjangnya.

"Aku mencintamu Luhan. Sangat mencintaimu.."

"Hanya aku ?"

"Tentu. Akupun mencintai putri kecil kita"

Luhan tersenyum puas. Sehun bukan hanya prianya yang sempurna tapi Sehunpun adalah appa yang baik untuk Hayeon. Sehun adalah sosok yang mengagumkan di mata Luhan. Sosok yang mampu membuat Luhan jatuh cinta di setiak tarikan nafasnya.

"Aku mencintaimu Oh Sehun"

Luhan menarik tengkuk Sehun dan menyatukan bibir mereka yang selalu terasa pas untuk satu sama lain.

Bunyi knop pintu terdengar. Sehun membaringkan Luhan di sofa ruang tengah.

Meninggalkan Malaikat kecil mereka yang tertidur dengan pulas. Tenggelam dalam mimpi indahnya yang berisi kebersamaannya dengan Appa dan Babanya. Satu senyuman Hayeon terukir, menandakan sebuah kebehagian yang mampu Hayeon bawa untuk memasuki dunia mimpinya.

.

.

.

.

THE END!

Hayeon lagiiii LOL Jadi sebenernya kalian tahu ga sama sosok HAYEON ? Dia bocah yang ada di iklan peperonya EXO-K, bocah yang bikin aku pengen minum racun karna liat bibir dia yang hampir nemperl sama Sehun (==) Ok abaikan!

Tamaaaaaaaaattttt! FF ini tamat (TT) Puas ga kalian sama endingnya ? Takut kalian kurang puas. Tapi itu udah semampuku(?).. Yang minta Luhan hamil maaf ya^^ kalo Luhan bisa hamil mungkin udah dari jamannya masih sama Chanyeol dia udah hamil jadi aku kasih mereka buat ngasuh anak aja HO HO HO

Bicara Soal FF Baruku yah..

Banyak yang Tanya 'kenapa GS?' . Aku jawab "Karna Luhannya harus punya nenen buat netein anak dia sama Sehun, eh?/ dan soal RATEnya apa kan udah aku tulis 'M' (^^). Sedih sebenernya saat beberapa bilang ga suka GS. Tapi gimana dong FF ini di haruskan GS untuk beberapa alasan. Aku ga akan maksa kalian walaupun sedih nantinya ga bakal baca review kalian untuk FF ini (TT)

Dan buat yang udah ngasih antisipasi baik untuk FF GS pertamaku. THANKS^^ dan GOOD NEWSnya FF itu udah aku post /Goyang Dumang/ silakan cek MY STORIE dan tolong tinggalkan REVIEW demi kelanjutan FF itu (^^).

Sekali lagi, aku ucapin TERIMAKASIH BANYAK buat yang udah Review di FF ini, foll/fav FF ini dari chap awal sampe terakhir, thanks thanks thanks dan semoga kalian bisa terus menikmati FFku yang lainya^^ ok bye bye.. :'D

The Secret past chap 1 update.. review juseo ^^