Aaaah~ Etooo... Gomene untuk update yang lama ini. Saya sejujurnya.. kehilangan password! QAQ dan baru saja mengingat ada story berjudul Etique yang belum selesai XD

Gomene... apalagi untuk Amusuk, JP dan JW yang menunggu. (JW ... don't kill me QAQ )

Di chapter ini, akan ada masalah baru yang menghalangi para Etique.

Enjoye~


Ryuvan membuka pelan remang-remang seperti biasa. 'Bagus...' Ujarnya dalam bergerak pelan merasakan segala aspek kulitnya sakit bagaikan terbakar. Ia mengingat kejadian terakhir yang sang putera raja Etique itu... Ryuvan menutup wajahnya dengan telapak sekarang kesakitan.

"Permisi tuan. Saya datang menggantikan baju anda."Suara Faye terdengar dari sepertinya mencoba membuka pintunya sekecil mungkin. Berarti, sekarang adalah paki hari.

"Faye, berapa lama saya tertidur ?" Tanyanya dengan suara serak.

Faye hanya tersenyum kecil menyentuh pelipis sang sepertinya sudah baikan setelah terpanggang cahaya untuk kesekian kembali memutih dan dirinya sudah tidak mengalami pendarahan lagi. "Tujuh belas hari. Hari-hari diselingi dengan kedatangan Tuan Astrid,Tuan Simone dan adiknya Praskevy. Mereka bahkan bermain ritual-ritualan dengan Sofiya di ranjang anda."Faye sedikit tertawa. "Tuan adalah sesajennya..."

Ryuvan tertawa kecil."Sembarangan saja mereka... " Ryuvan berdiri, meletakan lengannya terlentang agar Faye dapat membantunya mengenakan pakaian yang dia dipilihkan. Hari ini sebuah jas kelabu double-breasted dengan celana bahan hitam. Cocok dengan matanya, seperti apa yang Faye selalu katakan.

"Dimana Sofiya ?" Tanya Ryuvan lemah.

Mata Faye menyipit (walau sudah sipit dari awal ), lalu tersenyum sinis."Kau mencemaskan gadis itu... Atau menyukai gadis itu ?"

Ryuvan yang malu mendorong Faye jatuh ke rencananya namun dirinya yang jauh lebih lemah dari Faye malah akhirnya hanya dapat mendorong Faye tanpa Faye bergerak ke mana-mana.

Faye tersenyum manis nan mengejek. "Tuan tahu kemampuan saya,bukan ?"


"Sophitia, maukah kau menjelaskan nengapa dirimu dapat bertemu tempat Etique macam ini ? Sangat unik ,bukan untuk manusia mengetahui semacam ini ? Ufufufu~ "Simone menuangkan the berwarna ungu miliknya ke gelas wine. Dia masih seperti dirinya yang normal, Etique aneh yang meminum the di gelas wine.

Sofiya mengetuk kepala Simone. "Tuan Simone juga aneh. Pertama, namaku Sofiya ! Kedua, saya diundang Faye. Faye adalah temanku" Ujar Sofiya bangga. Dirinnya sedikit penasaran dengan minuman yang diminum Simone, langsung saja dia tanyakan.

"Ini ? "Simone mengangkat gelas lebar keluar dari wajah asingnya. "Namanya Lunacy Imperium et Fanatique Fantasque. Singkat kata, the yang memiliki rasa 'kegilaan' tetapi juga membuat seseorang terkekang erat dalam rantai di saat yang bersamaan. Kau akan merasakan bagaikan terbang di angkasa berwarna merah jambu, Ah~ namun diikat kencang di leher oleh rantai emas yang indah~ perasaan yang manis, bukan ?"Simone menyeruput teh miliknya.

Mendadak Faye muncul dan menepuk tangannya pelan."Teh tersebut memakai empat jenis teh yang berbeda, berbeda dengan teh normal yang memuat dua atau tiga jenis..."Faye menjelaskan dengan manis.

"Tuan Faye ! Ah, maksudku Faye!"Sofiya beranjak dari sofanya. Sudah dua jam dirinya hanya menemani Simone yang tidak jelas. Ia sangat bersyukur ada manusia-etique-normal yang akhirnya datang. Faye tersenyum tipis seperti biasanya, mengantarkan Ryuvan duduk di sofa miliknya.

"Ada apa dengan tuan Ryuvan ?" Sofiya penasaran. Ryuvan terlihat terlalu tenang dan matanya ditutup oleh kain berwarna yang melihatnya langsung berdiri dan pergi dari ruangan mengatakan ia memiliki urusan makin tegang diantara mereka. Sofiya memperhatikan jemari Ryuvan yang halus serta jas miliknya yang luar biasa indah seperti biasa. Faye juga masih tersenyum dengan tenangnya, membuat suasana semakin membingungkan.

"Tuan Ryuvan sudah sembuh total,kok... Hanya hari masih cukup siang menjelang sore. Ia tidak banyak dapat memakai inderanya untuk sementara ini. Matanya kabur, jadi saya menjadi matanya, apalagi ia bru sembuh dari kejadian 'itu'."Faye sejenak lalu menepuk tangannya, menandakan dirinya sibuk dan harus kembali bekerja. Seketika, Sofiya diberi tugas untuk menjaga Ryuvan.

"Ia akan berbisik untuk berbicara, sekitar setengah jam lagi ia akan bebas kamar gelapnya ia sudah sembuh, namun di ruangan yang cukup terang seperti sekarang sepertinya tidak."Tambah Faye yang langsung mengambil peranti perak bekas makanan Simone ke dapur.

Ryuvan merasakan Faye yang telah tiada di kamar langsung dengan pelan memberikan tanda pada Sofiya untuk mematuhinya dan duduk di samping Ryuvan. Ryuvan membisikinya sepatah kata.

"Sofiya..."Suaranya begitu halus.

"Ya,tuan ?"Sofiya penasaran.

"... Maafkan wujud saya yang terlihat begitu menyedihkan." Tambahnya halusnya,mungkin terdengar seperti bisikan manis dari seorang vampire... Yang di film-film.

Sofiya menggelengkan kepala."Tidak, terima kasih karena tuan telah melindungiku..."Sofiya menyentuh jemari putih milik Ryuvan. Ryuvan terkejut, tersipu malu. "Itu hanya tugas Etique..."

"Tidak. Kata Faye itu tidak perlu dilakukan seorang master. Saya berterima kasih pada Tuan Ryuvan yang telah... Melindungi saya atas kemauan sendiri..." Sofiya tersenyum, memberikan kecupan kecil pada pipi Ryuvan.

Ryuvan dirinya terlihat pucat pasi sepengetahuan mereka, Faye,Yukki,Simone,Praskevy dan Astrid sedang memperhatikan mereka melalui akhirnya lebih terkejut lagi ketika kedua pasangan itu kali ini bertukar ciuman.

"Ah! IRI ! IRI BANGET GUA!"Yukki kesal namun ditangkap Faye dan Simone bersamaan agar tidak menganggu mereka.

"Apa yang mereka lakukan ? Itu bukan cara Etique !"Praskevy melipat tangannya membuat Astrid tertawa kecil.


"Jadi...kapan kau akan memberitahu Ryuvan ?" Yukki bertanya pada Faye yang sepertinya terus menundanya. Faye sendiri bingung. Kejadian selama tujuh belas hari ini... Sanggupkah Ryuvan tahu ?Faye hanya mendesah pelan melihat jendela yang memperlihatkan Simone dan Praskevy bermain di taman.

"Aku sih udah tidak peduli lewat masa berkabungku walau masih menyedihkan. Simone saja sampai memakaikan spell 'hedone' agar Praskevy tidak bersedih atas kematian mendadak ayah dan ibunya."Yukki melipat tangannya. Ia sendiri bingung akan apa yang terjadi minggu ini.

Ayah dan Ibu mereka hilang, bersamaan dengan Ayah dan Ibu keluarga Surcorde. Mendadak datang kembali dalam bentuk tubuh kering tanpa darah. Bagaikan mumi. Etique seharusnya tidak dapat mati selain dibunuh sesamanya. Dikeringkan merupakan hal yang kejam.

"Saya mendengar ada cara lama mambangkitkan Etique. Lima tubuh harus dipersembahkan. Dua darah raja, dua darah bangsawan dan satu darah manusia..."

Yukki teringat perkataan Astrid yang menakutkannya sampai ke sum-sum ada yang akan dibangkitkan ? Seorang Etique yang sampai mengorbankan darah murni raja Etique ? Ia merasakan adanya chaos yang akan terbentuk, namun kapan ia harus memberitahu adiknya yang baru saja mengenal cinta ?Simone... Simone berjanji memberitahunya setelah dia diangat menjadi raja...

Sekarang... Mereka hanya bisa menunggu...

Dan berharap Sofiya tidak masuk ke dalam permasalahan ini.


Yap~ selesai. Gomen for misstypes dan kalau kau melihat perubahan dari cara menulisku, maafkan juga kalau berkurang kualitasnya karena saya telah lama tidak menulis cerita ini.

Saya akan tetap mencoba menerskannya~ R&R~

love, Ichi.