Oke, no Review again but no problem! Happy Reading! :D
Sebelumnya di 'The Crazy Summer Camping'...
"Woy, Ice! Lama banget, sih! Lu kagak tau apa kalau kami lagi ngantri berebut kamar mandi?!"
"Can you three shut up, Red Trio? Or, maybe Baby Trio!"
"Minna, Andre-san bilang kita bakalan ulangan!"
"Hey, Andre! Apa kagak salah kita biarin Ger-kun kayak gitu?"
Chapter 9: The Nursing
Saat sedang hujan deras di depan CSO Dorm, terdapat dua orang cowok yang kebasahan. Kelihatannya, mereka sedang berantem! Mari kita intip (?)!
"Please, jangan tinggalin akulah!" kata salah satu dari cowok itu.
"Apa susahnya ngomong? Nelpon gak pernah, SMS gak pernah!" balas cowok yang satunya dengan kesal.
"Aku gak punya pulsa!"
GUBRAK!
Cowok yang kesal barusan pun langsung pingsan.
"Makanya, pakai XLCSO (?)! Murah, cuma 1 perak per 50 jam (Bujug, dah!)!" Tiba-tiba muncul Mathias yang memakai baju maid (yang menimbulkan kesan kalau yang muncul adalah seekor (?) Kambing Jabrik yang memakai baju banci! *Narator dipenggal Mathias.*) sambil memegang sebuah kartu yang berbentuk seperti kartu Pokemon (?).
"Baiklah, CUT!" teriak seseorang mengakhiri kejadian gaje tersebut.
"Kalian boleh istirahat!" kata sang sutradara yang entah kenapa mirip banget sama troll (?).
Di dalam CSO Dorm, terdapat Emil, Lance, dan Mathias. Hanya ada mereka bertiga, sisanya ngilang diculik zombie (?). *Narator dihajar massa.*
"Siaaaal! Masa harus gue yang pake baju beginian?! Gerrard itu ya! Dia kagak kira-kira apa ngasih tugas?!" teriak Mathias yang pake baju maid tadi frustasi
"Benar juga, ya! Tugasnya Sanada-san nangkep kucing tetangga yang hilang (?), Sarutobi-san sama Takeda-san tugasnya ke laut nyari rumput laut (?), Tino-san, Berwald-san, sama Lukas-san tugasnya ke sungai nyari ikan badut (?), Date-san sama Katakura-san tugasnya nyari kuda laut di hutan (?), umm, siapa lagi ya? (Nah, lho! Kok lupain temen sendiri?) Oh iya, Ishida-san sama Takenada-san pergi ke rumah angker cuma buat nyari sekarung kapur ajaib milik Biclops (?) (Lha, kok jadi nyambung ke Chalk Zone?)!" jelas Lance.
Kayaknya akhir-akhir ini Gerrard agak sarap, deh! Apa gara-gara kemaren kesamber petirnya Thundy kali, ya? Sampai otaknya korslet kayak gitu! *Narator digorok Gerrard.*
"Kelihatannya Ger-san korslet gara-gara kesamber petirnya Thundy, deh! Buktinya, dia malah ngasih tugas yang kagak jelas semua!" kata Lance yang disahut dengan anggukan setuju dari Mathias.
"Bagaimana denganmu, Emil-san/Ice?" tanya Lance dan Mathias sambil melirik Emil yang ternyata...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Dia bersin-bersin dengan muka yang memerah saat Lance memegang keningnya.
"Panas! Kau sakit, Emil-san! Pasti gara-gara hujan tadi! Ayo, kau harus istirahat! Nanti biar tugas selanjutnya aku dan Mathias yang urus!" kata Lance sambil menarik Emil.
"Tidak perlu! Aku baik-baik saja, kok!" balas Emil. "Aku masih bisa melaksanakan tugas mencari sendal yang hilang!"
"Kagak boleh! Badanmu panas! Kamu demam, Emil-san! Setidaknya istrirahat dulu!" tolak Lance marah.
"Aku kagak apa-apa! Aku baik-baik sa-" Sebelum selesai ngomong, Emil langsung pingsan yang sukses membuat Lance kaget.
"EMIL-SAN!" teriak Lance sambil berusaha menahan Emil agar kagak terjatuh.
Tapi bukannya menahannya, dia malah tertindih Emil yang pingsan.
"Be-berat! Mathias, can you help me?" pinta Lance.
"Hah, baiklah! Sekarang Ice mau kita apain?" tanya Mathias sambil menaruh Emil di punggungnya
"Taruh saja di kamarnya!" balas Lance SPJ (Singkat-Padat-Jelas).
Di kamar Emil...
Terlihat Lance yang lagi mengompres Emil agar panasnya turun.
"Lance!" panggil Mathias.
"Iya, Mat?"
"Soal tugas, biar gue aja yang urus! Lu urus aja tuh bayi (?), oke?" tanya Mathias sambil mengedipkan matanya.
"Ta-tapi-"
"Byeeeeee~ Pasangan romantis~" teriak Mathias sambil menutup pintu dan meninggalkan pasangan sejoli tersebut.
Lance hanya bisa menghela nafas dan dia pun langsung mengambil termometer untuk mengukur suhu badan Emil.
"Aduh, suhu badannya panas banget!" ujar Lance khawatir melihat suhu badan Emil.
Di saat yang bersamaan, Emil membuka matanya walaupun badannya berkeringat karena panas.
"Ah, Emil-san! Kau sudah bangun? Mau makan bubur? Oh, aku harus cari obat dulu!" kata Lance sambil berniat membuka pintu untuk pergi sebelum dicegat Emil.
"Tugasnya?" tanya pemuda Iceland itu.
"Tugas? Oh, itu? Itu sih biar Mathias yang urus! Sudahlah, jangan dipikirkan! Istirahat saja, oke?" jawab pemuda berambut merah itu sambil tersenyum dan meninggalkan Emil sendirian di kamarnya. (Si Emil OOC banget, ya? Masa mikirin tugas, sih? Emil yang asli kagak mungkin kayak gitu, hahahaha!)
Di kamar Lance...
Kelihatannya Lance sedang sibuk mencari kotak obat dan dia pun ke ruang tamu untuk mencarinya. Dia melihat kotak obatnya berada di atas lemari yang tinggi.
'Kagak nyampe!' pikirnya sambil lompat.
Ketika Lance melihat tumpukan buku bekas bacaan Kenshin (?), dia pun langsung menumpuknya dan menaiki tumpukan tersebut.
'Sedikit lagi, sedikit lagi!' batin Lance sambil berusaha mengambil kotak obatnya.
'Berhasil!' batin Lance senang karena berhasil mendapatkan kotak obatnya.
Tapi sayangnya, tumpukan buku itu jatuh karena Lance kurang menjaga keseimbangan dan dia pun terjatuh.
"HUWAAAAAAAAA!"
BRUK! BRAK! BRUK!
"LANCE!" teriak Emil sambil membuka pintu dan melihat Lance yang tertimpa buku yang udah kayak api unggun perkemahan (?).
"E-Emil-san? Kenapa kau ada di sini? Seharusnya kau istirahat!" tanya Lance sambil berusaha keluar dari tumpukan buku tersebut dibantu Emil.
"Emil-san, kau kan sakit! Biar aku saja yang bereskan!" kata Lance sambil membereskan buku-buku itu.
"Tapi kenapa kau ke sini? Jarak kamarmu dengan ruang tamu kan jauh banget! Gimana caranya kau dalam keadaan sakit bisa ke sini dalam waktu singkat?" tanya Lance sambil menatap Emil yang duduk di sofa.
"Umm, so-soalnya a-aku-" jawab Emil terbata-bata karena malu.
Hening...
"Ada apa, Emil-san? Kenapa kau kagak jawab pertanyaanku?" tanya Lance kebingungan.
Emil hanya bisa diam sambil blushing.
"Ya sudahlah, Emil-san! Sebaiknya kau kembali ke kamar!" saran Lance.
Di kamar Emil...
"Nah, minum obatnya dan makan bubur!" ujar Lance sambil memberikan obat, air, dan bubur (?).
Emil hanya bisa menurutinya. Dia pun meminum obat dan makan bubur.
"Lance!"
"Iya?"
"Kau juga harus makan!"
"Hahahaha, aku bisa nanti!"
Emil langsung menatap tajam Lance dan akhirnya dia pun menyerah.
"Oke, oke! Aku ambil makanannya du-" Sebelum selesai ngomong, Emil langsung memasukkan sesendok bubur ke mulut Lance atau bisa dibilang, menyuapinya.
"E-Emil-san!"
"Kau juga!"
"Eh?" Lance pun kebingungan dan Emil tetap menatapnya.
"Baiklah!"
Akhirnya, Lance pun menyuapi Emil. (Girl-chan: "Cie, cie! Pasangan romantis~" XD/Lance dan Emil: *blushing parah.*)
Malam harinya...
"Huwaah, capek banget nyari kucingnya!" keluh Yukimura sambil menguap lebar.
"Sama, kita juga capek! Gerrard-san pasti sudah gila!" keluh Mitsunari dan Hanbei.
Mereka semua mengeluh dengan tugas kagak jelas dari Gerrard.
"Hm?" Mereka pun mengintip pintu kamar Emil yang sedikit terbuka.
"Hihihi!" Mereka pun tertawa pelan (kecuali Motonari, Mitsunari, dan Berwald).
"Jangan ganggu acara romantis mereka!" kata mereka bersamaan sambil pergi meninggalkan kamar itu.
"Moncong-moncong, gue lapar nih! Nanti kita makan apa, ya?" tanya Motochika sambil berjalan.
"Semoga saja dango!" jawab Keiji.
Di kamar Emil, terlihat Lance dan Emil yang sedang tidur. Emil tidur di ranjangnya, sementara Lance tidur sambil duduk di bangku dan menyender kepalanya di ranjang Emil.
To Be Continue...
Preview for Chapter 10:
"Hei, Sve! Kau yakin jalannya benar?"
"Jangan bilang kau suruh Fin juga yang ngambil petanya!"
"Badut? Bayangin aja Anko Uzai! Dia kan kayak badut!"
"Hei, Sve! Kenapa kau tidak lakukan saja serangan itu dari awal? Kita kan bisa selesai lebih cepat!"
"WUAPHUAAAAAAAAAAAAA?!"
Review! :D
