Kalau Motochika sedang menderita, kini Keiji sedang menghabiskan waktu istirahatnya di kantin.
Act 10 : Yosh! Break time! » Maeda Keiji
Skip aja tu, si Motochika! Doain ya, biar dia dapet obatnya, amiin! Sekarang, Keiji sedang memesan makan di kantin. Alhamdulillah, juru masaknya ikut terkenal... Hah? Iya kan! Dia kan nanti yang masakkan dan minta bayaran... Eh..
Keiji : " Oi, juru masak! Gue pesen... "
Juru masak : " Pesen apa ya, tuan? "
Keiji : " Gue pesan ramen! Kuahnya satu mangkok ya... Terus, minumnya green tea uaaaanget! "
Juru masak : " Wookeh! Siap tuan! " *menjulurkan tangannya* " Sebelumnya... Duit? "
Keiji : " Berapa? "
Juru masak : " Hanya 550 yen! "
Keiji : " Wokeh! Ini ya... 100, 200, 300, 400, 500 plus 50 yen buat juru masak! "
Juru masak : " Makasih, tuan! Moga uang ini bermanfaat buat saya! "
Keiji : " Semoga Kami-sama mengabulkan doamu, wahai juru masak. " *tersenyum*
Juru masak mulai memotong-motong bayam. Kebetulan, Masamune dan Kojuro juga makan di kantin.
Kojuro : " Masamune-sama... Itu Keiji kan? "
Masamune : " Ekh... Iya lah! "
Kojuro : " Oi! Keiji-kun! " *menyapa Keiji*
Keiji : *mencari sumber suara* " Siapa ya? "
Kojuro : " KEIJI! Ini Kojuro! Babu dari Masamune-sama yang manja saat mencari Honey, kuda kesayangannya! "
Masamune : *menampar Kojuro* " Kalau ngomong... Jaga! "
Kojuro : " Sorry... And WOW... "
Keiji : *masih mencari* " Maaf, sebelah mana? Gue gak kedengeren! Berisik! "
Masamune : " Apanya yang berisik bro... Disini kan cuma ada 4 orang... "
Keiji : *marah* " Apa maksudmu 4? Kan ada Yumekichi... "
Yumekichi, monyet si penggembara ini menggerutu kayak kakek-kakek tenan.
Yumekichi : " Kiik... Kikikik... Kikik... Kikikik! "
Kojuro : " O ya... KEIJI! Jangan sok tuli! "
Keiji : *mencari sumber suara* " Siapa yang tuli, gue bingung kalian dimana! "
Kojuro : " Perlu diberi tau tonjokkan Bruce Lee neh... " *mendatangi Keiji* *akting kayak petinju beneran*
Keiji masih mencari... Dan mencari... Mencari... Mencari... Kojuro sudah di depannya.
Kojuro : *tatap deathglare* " Hei, Aku disini... "
Keiji : *kaget* " Oh! Kamu disini, Hai Kojuro! "
Kojuro : " Kenapa kau malah menyapaku begitu... "
Keiji : *terdiam 3 detik* " Ekh? "
Kojuro : *menonjok Keiji* " HAAAAH! BRUCEEEE LEEEEE! "
Keiji : *kaget* *kena tonjok* " Itta! Taa! "
Masamune : *menghampiri Kojuro* " Oh My God, my babu Katakura-kun, jangan sok jadi pegulat deh... "
Keiji : " Oh, Dokuganryuu! " *hormat* " Hormat kepada ketua kelas baru! "
Masamune : " Apaan sih... "
Kojuro : " Masamune-sama, mungkin dia sudah sarap... "
Keiji : *marah* " Oi! Apa maksudmu aku sarap, Katakura? "
Masamune : " Cih... Silence! Kojuro, kita sudah selesai makan kan? "
Kojuro : " Belom! Masamune sama kripiknya belum habis! Uppo nya juga masih ada 5 butir! "
Masamune : " Peduli amet sama Uppo ku! Aku kenyang tau! Kamu sendiri jika dilihat Uppo nya... " *ternganga* " Wow... Kinclong... "
Kojuro : " Hahah... Masamune mubazir makanan! Hayooo? "
Masamune : " Aku kenyang, Kojuro! Lagipula mubazir itu istilah agama lain! "
Kojuro : " Uppo Masamune-sama itu hikmah lo, kok dibuang, nanti mereka nangis bro! "
Masamune : " Darimana lu tau kalau nasi bisa nangis? "
Kojuro : " Ya iyalah! Mereka kan kepisah sama yang Masamune sudah masukkin ke mulut... "
Masamune : " Oh... Kukira mereka tegar... "
Keiji : " Sudah malah ngomongin Uppo! Apa keperluan kalian tadi? Nyapa nyapa gue? "
Kojuro : " Yah, cuma nyapa masa gak boleh? "
Keiji : *hanyut* " Jadi itu cuma bilang hai... "
Masamune : *tertawa* " No. Bagi gue nggak kok. " *nampar Kojuro* " Lu mau makan apaan bro? "
Keiji : *kembali* " Oh! Gue pesen ramen! "
Masamune : " Ramen, itu makanan yang paling laku tadi katanya juru masak... "
Keiji : " Lantas kalian berdua? "
Masamune : " Nasi pake telur saos merah.. "
Keiji : " Itu fuyunghai... "
Kojuro : " Gue... Pesen roti lingkaran yang ada tomat, sawi, timun, daging dan kejunya... "
Keiji : " Itu burger... "
Kojuro : " Ditambah gue pesen nasi warna coklat.. "
Keiji : " Kalian gak tau nama aslinya? Lantas cara pesennya gimane? "
Kojuro : " Emang nasi warna coklat ada nama aslinya? "
Keiji : *menampar Kojuro* " NASI GORENG! "
Masamune : " Kami bilangnya ya itu tadi... Pesen telur saos merah, roti lingkaran isi sayur, daging dan keju, dan pesen nasi warna coklat! "
Keiji : " Ya ampun... "
Kojuro : " Jadi... Jadi... Makanan punya nama? Berarti ada Nasi Goreng 1, Nasi Goreng 2, Nasi Goreng 3, Nasi goreng 4... Sampai Nasi Goreng 1 Milyar! "
Keiji : " Gak gitu juga! Yang sejenis itu namanya hanya satu! Kayak kelompok getoh! "
Kojuro : " Ooowh... Tapi satu pertanyaan lagi ni, sobat Keiji... Jumlah uppo nya tiap nasi kan belum tentu sama, jadi gak sejenis dong? "
Masamune : *nampar Kojuro* " Gak gitu juga kaleek! "
Keiji : " Maksudnya sejenis itu ciri-cirinya sama! Gimana seh? "
Kojuro : *K.O* " Bintangnya banyak banget... Padahal masih siang... "
Masamune : " Ayo, Kojuro! Kita ke kelas! "
Kojuro : " Oke... "
Masamune dan Kojuro kembali ke kelas setelah bicara dengan ahli makanan alias Professor Maeda Keiji -_-
Keiji : " Hah.. Dasar Oshuu... " *teriak* " Oi, Juru masak! Makanannya udah siap beloom? "
Juru masak : " Masih 85 persen! Tunggu ya! "
Keiji : " Lama banget sih.. " *nyanyi*
Tibanya... Juru masak ini bikinnya sambil makan wortel... Perlu diperhatikan, juru masak ini kalau makan bisa sampai perutnya buncit cit cit cit... (Emang ada tikus -_-)
Juru masak : " Wortel adalah sayuran yang puaaaaling lezaato! " *melahap wortel*
Keiji : " Masih lama kah? " *bersiul*
Juru masak : " 5 menit lagi dah beres! "
Eh, wortelnya malah dimuntahin...
Juru masak : " HOOOEK! Terlalu manis! Kukira wortel ini biasa... " *melahap wortel kedua*
Keiji ternyata menjadi korban bencana ini... Mukanya langsung orange campur gulali.
Keiji : " WOI! Yang bener dong! "
Juru masak : " Owh... Maaf... " *tibanya wortel ini dimuntahkan* " Hoek! Terlalu asam! "
Sekarang, korbannya Yumekichi... Sabar ya nyet, hidup lo masih panjang... :D
Keiji : *mengelus sang monyet* " Kamu gak papa? "
Yumekichi : " Kiik... Kuk... "
Juru masak : " Oops! Gomen! My little monkey.. "
Keiji : *marah* " Jangan makan wortel mulu! Makanan saya mana? Dan jangan sok sayang sama monyet aku! "
Juru masak : " Bentar lagi! Suwer broo! "
Keiji : " Dari tadi ntar ntar mulu... Tapi malah ngasi wortel... "
Juru masak : " Hehe.. Iya, iya... "
Kebiasaan juru masak ini memang makan wortel... Tapi gak pernah melempar kayak sekarang loh!
Juru masak : *makan 4 wortel lagi* " Semoga rasanya oke... " *sesak* " HOOOOEKK! Yang ini terlalu kecil! Terlalu keras! Terlalu benyekk! Dan... " *yang terakhir kelempar ke ramen yang padahal sudah jadi* " Oops... "
Keiji : *kena 2 wortel lainnya* " Aakh! Kantin macam apa ini? Lebih mirip festival carrot... "
Yumekichi : *kena 1 wortel* " Kiik... Kiiik! "
Juru masak : *grogi* " Maaf... Wortelnya mengenai ramen tuan... Saya bikin lagi... Yaah? "
Keiji : *jurus babon* " DASAR JURU MASAK! Saya sudah bayar 550 yen sama kamu! Tapi apa hasilnya? WORTEL TAK LAKUUUU! "
Juru masak : " Akan saya bi... " *omongan terputus*
Keiji : " TAK PERLU! " *mencekik juru masak* " Oi, seharusnya lu balikin duit saya! Tambah juga biaya tidak puas pelanggan! Karena, wortel yang kamu kenakan ke saya dan monyet saya membuat pelanggan tak puas! CEPAAT KEMBALIKAAAN! "
Juru masak : " Ampun... Kumohon... " *berlindung di pancinya*
Keiji : " 550 yen tambah 100 yen! "
Juru masak : *lari* " TOLOOOONG! Ada babon ngamuuk! " *nangis*
Keiji : " BIARIN! Sekalian sebut gue double monkey mengamukk! Rasain! " *mengejar juru masak*
Taunya, ada wortel kelempar tepat di muka Keiji. Tapi, kali ini bukan juru masak yang melemparnya. Tentu saja, Keiji menuduh juru masak.
Keiji : *teriak* " JURU MASAAAAAK! "
Juru masak : " KANTIN UNTUK HARI INI TUTUUUUP! " *lari kencang*
Keiji : " Tunggu, mana uang saya! " *kecapekan*
Juru masak sudah tak terlihat di mata Keiji. Ia mengambil uangnya di counter sang juru masak. Lalu, Keiji hanya bisa duduk pasrah di kursi makan.
Keiji : " Sia-sia gue beli makan disini! " *memukul meja*
Kemudian, ada seorang anak kecil memasuki kantin dan sedang mencari sesuatu. Panggil apa ya? Puff? Oke!
Puff : *noleh kanan* " Loh? Tadi kan kulempar kesini... " *noleh kiri* " Masa' melayang lagi? "
Keiji : *dalam hati* " Apa mau anak kecil ini sih? "
Puff : " Wortel? Dimana kamu? "
Keiji : *kaget* " Apa wortel yang tadi terakhir itu... Wortelnya? "
Puff : *duduk pasrah di lantai* " Hiks! Wortel itu sudah terambil nyawanya! " *nangis*
Keiji hanya bisa sweatdrop dengan anak ini. Kalau perlu, dia bisa hormat di depan anak ini (?)
Puff : " Kapan aku bisa gak kehilangan wortelku yah? "
Keiji menghampiri anak manis tersebut. Keiji mengejutkannya dengan elusan lembut.
Keiji : " Dek, napa kamu kok nangis? " *pura-pura kepo*
Puff : " Itu kak, aku main sama temenku di luar, terus wortelnya kelempar masuk kesini.. Tapi sekarang hilang... " *nangis*
Keiji : *sweatdrop lagi* " Tenang, ya... Aku gantiin wortel kamu... "
Puff : " Sungguh? " *mata bercahaya*
Keiji : " Dengan monyet aku! "
Puff : " Apaa? Monyet kak? "
Keiji : " Iya, kamu bisa pinjam kapan saja... Asal jangan dipake main lempar tangkap... "
Puff : " Manis monyetnya kayak aku... " *tertawa kecil*
Keiji : " Masa? Aku gak percaya... "
Puff : " Iya lah... Aku kan anak kepsek yang lucu! Hoho! " *eksis*
Keiji : " Anak KepSek? Lucu yah... "
Puff : " Kenalan yuk! Aku Itsuki! "
Keiji : " Itsuki? "
Nama anak kepsek ini... Itsuki. Dia disini berperan sebagai anak kepsek yang imut dan agak cantik. Sukanya main lempar tangkap dan nyanyi.
Itsuki : " Iya kak! Nama kakak siapa? "
Keiji : " Oh... Namaku Keiji! "
Itsuki : " Oh! Pemimpin Klan Maeda! Ya kan? "
Keiji : " Lebih tepatnya klan Kaga. Oya, nama monyetku Yumekichi.. Greetings! "
Mereka berdua berjabat tangan. Kayak kenalan pegawai yah -_-
Itsuki : " Yoroshiku... "
Keiji : " Yoroshiku made! "
Itsuki : " Kakak bisa nyanyi gak? "
Keiji : " Bisa lah! Suara kakak yang paling merdu disini! "
Itsuki : " Iya? Aku gak percaya! " *menampar Keiji*
Keiji : " Aakh! Memang kenyataan! "
Mereka berdua tertawa riang melepas duka. Keiji dan Itsuki memang agak cocok ya... Tapi bukan berarti Keiji itu anak cantik -_-
Keiji : " Kamu tau lagu apa? "
Itsuki : " Itu lo.. Lagu... "
Mereka berdua nyanyi bareng sambil menikmati panorama kantin. Sedangkan itu, si kepala sekolah alias pak Xavi sedang mencari Itsuki.
Xavi : *tarik napas panjang* " Saya akan menunjukkan suara alam! Atas nama Xavi akan mempersembahkan... AI NO UTA! "
Burung-burung di dekatnya bubar semua... Xavi memang KepSek yang sangat lebay di JaNime HS, belum ada yang bisa tahan di JaNime HS dengan suaranya, kecuali Keiji dan anaknya sendiri.
Xavi : " Oke! Mulai! Lalala... Ai no Uta! Okawariyo... XAAAAAA... " *nyanyian terputus*
Kenapa nyanyiannya terputus? Ternyata, bajunya yang panjang itu alhasil kecantol ranting pohon...
Xavi : *memperbaiki baju* " Oowh... Nyantol tooh.. Yo opo to ya, kok pak Xavi yang terhormat ini melakukan kesalahan fatal? "
Nouhime yang masih latihan dengan senjata-senjatanya melihat kepsek. Dia cuek dan melanjutkan latihannya.
Nouhime : " Siapa itu? Kepsek tah? Aneh banget... Kayak anak manja... "
Xavi : *tarik napas* " Nyanyi lagi! Okawariyo... XAAAAAAA... " *nyanyian terputus*
Iyalah, dia kan jalan ke depan, ke arah Nouhime. Jelas banget kalau dia kena tembakan-tembakan sang gadis yang cetar itu.
Xavi : *marah-marah* " Hoi, gadis! Jangan mainan senjata tajam disini! Itu menganggu suara saya yang merdu! "
Nouhime : *berhenti sejenak* " Masa' sih, suara anda merdu? Gue mau denger? "
Xavi : *berdehem* " Lalala! Ai no Uta! "
Nouhime : *melempar granat* " Huuuu! Itu fales banget! "
Xavi : *gosong* " AAAWWW... "
Nouhime : " Minggir cepet! Pemandangannya keganggu buat latihan karena anda, pak! "
Xavi melihat gadis itu dengan teliti amat. Ternyata, pesona gadis itu membuatnya terpikat! Cantik...
Xavi : *fly* " Wow... Ternyata kau cantik gadis.. "
Nouhime : " MINGGIR GAK? Kalau gak, gue tembak pake peluru berapi! " *menyiapkan pistol*
Xavi : *mendatangi sang gadis* " Oi, gadis! Sini dong! Gue fall in lope lope! "
Nouhime : *jijay sama Xavi* " Iyew! Nggilani! " *lari ke kelas*
Xavi : *akting lari padahal gak ngebut* " TUNGGU! Mau kemana? Kamu adalah gadis tercantik di alam semestaaaa! Jadilah pacarku! "
Nouhime cuek ke Xavi dan akhirnya sampai di kelas. Dia ditanya oleh teman gadisnya, siapa lagi kalau bukan Matsu, Oichi dan Kasuga? Karena mereka berempat bareng-bareng secewek baratnya!
Nouhime : " Gue disamperin wong gila! " *ngos-ngosan*
Matsu : " Apaa? Wong gila? " *kaget*
Nouhime : " Kepsek stress itu loh! Masa' dia ngerayu aku biar jadi pacarnya? "
Kasuga : *merasa jijay* " Iyeeew! Kepsek kayak gitu lebih pantes dengan anak jalanan! "
Nouhime : " Hahah! Betul katamu, Kasuga! "
Kasuga : " Lagian, kok bisa sih dia fall in love ama elu? "
Nouhime : " Mana gue tau? "
Oichi : " Ichi malah setuju.. Nouhime kan cantik.. " *bercanda*
Nouhime : " Tapi, Oichi-san... Masa' Nouhime yang super duper cantik, normal, dan langsing ini harus berpacaran dengan seorang kepsek tua, banci, gendut dan suara fales? Gak cucook pake bgt! "
Oichi : " Ichi cuma becanda, Nouhime... " *tertawa kecil*
Matsu : " Nouhime pasti jodohnya lebih ganteng! "
Nouhime : " Iya? "
Kasuga : " Mungkin lu bisa sama si Dokuganryuu! "
Nouhime : " Gak mungkin sama dia! Dia gak bakal nerima cewek kayak aku! "
Matsu : " Sapa tau? " *mendekati Nouhime*
Kasuga and Oichi : " Cieeeh! "
Nouhime : " Apaan sih! Cukup soal pacarannya! "
Back to Xavi...
Xavi : " Sial! Gue harus kehilangan bidadari secantik itu! " *jalan* " Ai no Uta! OKAWARIYO! XAAAAA.. " *lagi lagi terputus*
Yap, nyanyi KepSek harus terputus untuk kesekian kalinya... Kali ini, karena ada si Dokuganryuu dan Kai no Tora yang bertengkar.
Xavi : *teriak* " YOU BROKE UP MY LEGS! (Dia bacanya : yu beroke ap mi legs) " *sok ngomong english padahal fales*
Masamune : " Long time no see, again! "
Yukimura : " Dokuganryuu! Yoroshiku! "
Masamune : " Kenapa mukamu penasaran begitu? "
Yukimura : " Gue cuma mau nanya soal ini... Apa duel nya jadi? Soalnya tadi kan elu kayak grogi.. "
Masamune : " Apa maksudmu? Duel akan tetap berjalan! Lagian, anak naga tak akan grogi dan cengeng kayak elu! "
Yukimura : " Kata-katamu barusan harusnya mencerminkan dirimu sendiri! "
Masamune : " Nani? " *mengeluarkan keenam pedangnya* " Kalau begitu, why don't we death match! Right here, and right now! "
Yukimura : *mengeluarkan kedua tombaknya* " Ok! Gue terima tantangan lu! "
Masamune : *tersenyum evil* " Let's fight, Sanada YUKIMURAAAAA! " *memancarkan aura petir*
Yukimura : *tersenyum membara* " Ok, Date MASAMUNEEEE! " *memancarkan aura api*
Xavi : *teriak teriak sendiri* " Apa-apaan ini? Mereka berdua menganggu suara saya! "
Mereka berdua tak mendengarkan teriakan Xavi.
Masamune : " Death bite! "
Yukimura : " Daisharin! "
Haslinya, mereka berdua seri... Yosh! Pertarungan semakin seru!
Masamune : " Don't make me satiesfied! " *mengeluarkan hell dragon*
Yukimura : " Dare ka! Ge-er janai! " *mengeluarkan fire ball*
Masamune : " Hahah! "
Yukimura : " Omo shiroi! "
Xavi semakin kesal dengan dua anak over ini. Sang KepSek menjewer telinga mereka dan menariknya ke arah lain.
Masamune : *kesakitan* " Apa lagi sih, kepsek? "
Yukimura : *kesakitan* " Masa' duel aja gak boleh? "
Xavi : " Asal kau tau, suara ribut kalian menganggu suara saya! "
Masamune and Yukimura : " Ya wez, gak ngurus.. "
Xavi : " Apaaaa? Kalian? Katakan sekali lagi! " *menyiapkan meriam api*
Masamune : " WAAAAH! "
Yukimura : " AYO KABUUUR! "
Mereka berdua lari ke kelas sampai akhirnya ngos-ngosan kehabisan tenaga.
Masamune : *teriak* " KEPSEK ANCEN KURANG AJAR! "
Yukimura : *teriak* " KEPSEK GAK BERMUTU! "
Xavi : *teriak* " APPAAA? "
Masamune and Yukimura : *teriak* " GAAK JADI! "
Xavi : *tepuk tangan* " Bagus! " *jalan dan nyanyi lagi*
Kali ini, tak ada gangguan dari siswa siswi JaNime yang menurutnya sarap itu. (Padahal dia sendiri yang sarap -_-)
Xavi : " Syukurin... Gak ada gangguan... Ambil napas, Xavi! Ambil napas! Yosh! Lalala! Ai no Uta! Okawariyo... XAAAAA... VIIIII! " *nyanyi GaJe*
Haah... Pingsan karena dewa mabuk lagu nih, bukan mabuk laut lageeh... Oh, sekarang Xavi sudah sampai di kantin sekolah. Tentu saja, disana dia menemukan sang anak tercinta, alias Itsuki chaaaaaaaaan... (Kepanjangan)
Xavi : *kaget* *jalan penuh cinta* " My Lovely kids alias Itsuki chan! Aku mencarimu kemana-mana! "
Itsuki : *kaget* *jalan penuh cinta* " Ayaaah! Aku juga mencarimu! Beta sudah lega karna melihat ayah disini! "
Xavi : *memeluk Itsuki* " Mari berpelukaaan! "
Itsuki : " XOXO, daddy! XOXO! " *mencium Xavi*
Keiji : " Lah, aku kok enggak? Aku kan Keiji dari klan Kaga? "
Xavi : " Oh, Keiji! " *memeluk Keiji*
Keiji : " Pelukan anda erat juga, pak.. " *senyum*
Itsuki : " Kita bertiga berpelukaaan! "
Keiji : " Teletubbies, teletubbies... "
Xavi : " Jangan nyanyi itu ah! Nyanyi lagu cinta ajah! Kan keren? "
Keiji : " Wasshoi, Wasshoi! BANNNZAAAAI! "
Xavi : " Lalala... " *nyanyi*
Itsuki : " Ai no Uta... " *nyanyi*
Keiji : " Okawariyo! " *nyanyi*
Xavi + Itsuki + Keiji : " Lalalalala... Syalalalala.. Ai no Uta... " *sambil jalan ke ruang kepsek*
Motonari yang melihatnya bertanya.
Motonari : " Kepsek, Keiji, kalian ngapain? Kok bisa bareng-bareng disini? Kawin ya? "
Keiji : " Enak aja! Lu duo gender! "
Motonari : " Whaaaat? "
Kepsek : *nyanyi* " We singing bout Ai no Uta! "
Keiji : " Kenapa, Mouri? Mau ikut? Mari nyanyi, bro! " *nyanyi*
Itsuki : " Lah, aku kok gak disebut? "
Motonari : " Emang kamu siapa? Anaknya Keiji? Wow, Keiji duo gender ya? " *bercanda*
Keiji : " Sekali lagi, Bukannya lu yang duo gender bro? " *kembali ke perjalanan*
Motonari : " Tunggu, gue ikut! "
Xavi : " Banyak orang, banyak juga peminat saya! "
Itsuki : " Nama kakak siapa? "
Motonari : " Mouri Motonari. "
Itsuki : *merasa jijay* " Kok nama klannya Mori kak? Itu kan klan temanku! Kakak plagiator pembunuh anak kecil! "
Motonari : " Kamu Mouri nya pake u atau gak? Kalo gak pake, bukan klanku... "
Itsuki : " Gak pake sih.. " *tertawa*
Motonari : " Hmph! "
Xavi : " Ya wes, mari nyanyi salsa! "
Keiji : " Jangan! Nyanyi jazz aja! "
Motonari : " Lebih baik lagu yang tadi aja! "
Xavi : *fly* " Duo gender ini bener-bener fansku! "
Motonari : *tatap deathglare* " Apa? Duo gender? Gue hanya ber-gender lelaki 100% disahkan pengurus bayi! "
Keiji : " Oh. Ya wez, daripada ribut kita langsung nyanyi! "
Itsuki : " Dari aku ya... " *berdehem 3 kali* *nyanyi* " Lalala! "
Keiji : *nyanyi* " Ai no Uta! "
Motonari : *nyanyi* " Okawariyo! "
Xavi : *teriak kencang* " XAAAAAVIIII! "
Mereka berempat jalan happily ke ruang kepsek. Motonari dan Keiji yang bukan penghuninya malah bablas masuk. Mereka berdua langsung ditutupi pintu oleh sang anak. Alhasil, Keiji serta Motonari jatuh ketatap pintu besi tersebut...
Motonari : " Aaah... Xavi-kun... Ai no sugoi ne! "
Keiji : *menampar Motonari* " Sok ngomong kayak istrinya aje lo! Mau disebut trio gender? "
Motonari : " Kau... " *lari ke kelas*
Keiji : " Ya wez... " *jalan biasa menuju kelas*
Sebenarnya, habis ini Keiji mau menyambut Motochika. Tapi...
Keiji : *heran* " Huh? Kemana ya, Chosokabe-dono? "
Kemudian, Yukimura memasuki kelas dan menyadari keadaan Keiji.
Yukimura : " Keiji- dono? Ada apa? "
Keiji : " Apa kau tahu kemana Motochika? "
Yukimura : " Owh! Tadi kata Masamune-dono, Motochika ada di lapangan sama Imagawa-dono! Sama Katakura-dono juga! "
Keiji : " Hmmm... Begitu ya? " *berjalan perlahan menuju kelas* " Ya sudah... "
Sebenarnya, semua ini terjadi karena ada Flashback nya! Mau tau gak, ceritanya? :)
Continued to Act 11!
