Yak, seperti yang Neji katakan kemarin, ia mengajak Tenten keluar. Jika biasanya Tenten sangat senang dan menarik Neji untuk berkeliling maka yang terlihat adalah Tenten mengambil jarak 3 meter dari Neji. "Err, Tenten kenapa kau berjalan berjauhan denganku?"sahut Neji heran. Tenten malah melotot ke arah Neji, "Aku gak mau dekat-dekat denganmu…nanti kau akan melumpuhkanku atau kau akan mengintipku."lalu memalingkan mukanya.

Nampaknya, klan Hyuuga sangat terkenal. Lihat aja setelah mereka berjalan, sudah beberapa kali mereka digeret masuk ke rumah makan di wilayah itu. "Aaaaaah, Hyuuga sama! Ayo mampir ke rumah makan kami…." Dan yah lagi-lagi mereka masuk dan mencicipi makanan di situ tanpa bayar alias gratis. Saat Tenten ingin membayar maka yang dijawab adalah, "Tidak perlu nona…klan Hyuuga sangat membantu kami hingga kami seperti sekarang. Nona beruntung sekali bisa jalan bersama Hyuuga. Kami mohon jaga tuan muda Hyuuga ini baik-baik nona…". Tenten sudah akan mengklarifikasi "EH? Tapi kami bukan seperti…"namun Neji segera menambahkan, "Terima kasih pak. Doakan saja kami bahagia."

Tenten kesal sekali….semua ini karena Hyuuga..Hyuuga dan Hyuuga. Ia berbalik pada Neji dan berkata, "Aku mau keliling sendiri….jangan mengikutiku! Apalagi dengan Byakugaan itu!". Tenten pun berlari meninggalkan Neji yang menganga heran. 'Apa Tenten lagi PMS ya?' pikir Neji. Ia pun berpikir lebih baik menjauhi Tenten terlebih dahulu. Well, maklum aja dia tahu dirinya juga salah siiih, masa bikin Tenten sampe gak bisa gerak sama sekali.

Sementara Tenten yang udah sangat jauh dari Tenten lega. "Ya ampuun, sepertinya keputusanku menikahi Neji salah banget….Bego banget dirimu Tenten! Kok mau-mau aja dinikahi Neji hanya karena nenek!". Ia melangkahkan kaki menuju sebuah tempat karaoke. Betapa kagetnya ia disana ada tetua Yuriko. Gadis itu mengumpat, 'Ya ampun bisa gak sih seharian tanpa ada klan Hyuuga disini?'. Yuriko tersenyum kecil melihat gadis itu. "Kau sendirian? Mana Neji?"sahut Yuriko lembut. Tenten agak panik mengingat dialah yang meninggalkan Neji tadi tapi ia berusaha tenang. "Aku ingin jalan-jalan sendiri jadi kami berpisah di jalan".

Oke, sekarang ada tetua lain yang berniat mengujinya setelah para tetua pria kemarin. Yuriko memberikan mic pada Tenten, "Aku ingin mendengarmu menyanyi….kebetulan, aku sedang ingin mendengar seseorang bernyanyi untukku. Mau kan, nak?". Tenten menegak air liurnya dan memandang mic itu lama sebelum menerimanya. Layar menampilkan lirik lagu yang akan ia nyanyikan. Ah lagu ini…lagu yang sering diajarkan sang ayah, Guy tapi dalam bahasa inggris. Tenten menarik napas dalam sembari mendengar suara lagu mengalun (A love before time).

[English Lyric]
A Love Before Time

If the sky opened up for me,
And the mountain disappeared,
If the seas ran dry, turned to dust
And the sun refused to rise
I would still find my way,
By the light I see in your eyes
The world I know fades away
But you stay

As the earth reclaims it due
And the cycle starts anew
We'll stay, always
In the love that we have
Shared before time

If the years take away
Every memory that I have
I would still know the way
That would lead me back to your side

The north star may die
But the light that I see in your eyes
Will burn there always

Lit by the love we have
Shared before time

When the forest turns to jade
And the stories that we've made
Dissolve away
One shining light will still remain

When we shed our earthly skin
And when our real life begins
There'll be no shame
Just the love that we have made before time

[Chineses Lyric]
Moonlight Love

Wo xing lai, shui zai yue guang li.
Xia xian yue, rang wo xiang ni.
Bu xiang xing guo lai, shui ming bai?
Pa yan zheng kai, ni bu zai.

Ai ren xin, shen ru hai.
Dai wo qu, ba ta zhao hui lai.
Qing ai wo, yi wan nian, yong xin ai.
(Ai shi yue guang li de li wu, wo deng dai tian shi de qing shu. Shuo ni ai wo.)
Wo yuan wei le ai chen shui, bie xing lai.

Yong heng na, zai bu zai.
guai wo de xin, fang bu kai.

Bei ji xing, dai wo zou.
Bie duo cang, ba ai zhao chu lai.
Wo ai ni, mei yi ye.

Wo deng dai, wo de xin.
Wei le ai (wei le ai), shui zai yue zhi hai.
Gu dan de wo, xiang nian shui, shui ming bai?

(Wo zai yue guang xia liu lei, ye zai yue guang xia chen shui, mei you hou hui.)
Deng dai zhen xin ren ba wo wen xing.

(Wo zai shui meng zhong yi tian, ye shi zai hui yi zhong yi nian. Shuo ni ai wo.)
Wo yuan wei le ai chen shui, dao yong yuan.

Tenten menyanyi namun bukan lirik bahasa inggris yang keluar dari mulutnya tapi bahasa cina yang fasih dan teringat pada sang ayah. Ayahnya juga suka menyanyi lagu ini untuk mengenang sang istri kendati suaranya fales minta -tiba bayangan sang ayah terganti tentang bayangan sesuatu tentang Neji. Neji berpakaian aneh dan sedang bertarung dengan beberapa orang. Tak lama di arah yang lain ada potongan-potongan kayu yang melayang dan menembus tubuh Neji. Neji terbatuk dan memuntahkan darah di sana.

Tenten menghentikan nyanyiannya dan terduduk menangis. Yuriko menghampiri Tenten namun Tenten keburu meninggalkan tempat itu. "Maaf Nyonya, aku harus pergi…."pamitnya sambil berlari.

Di lain pihak, Neji yang sedang keluyuran mendapat telepon dari Tenten. Ia mengernyitkan dahi. "Bukankah dia marah padaku?"pikir Neji. Saat ia mengangkat, suara Tenten terdengar terisak, "Hiks, Neji…hiks kau dimana? Hiks…". Neji yang kaget langsung bertanya, "Tenten…kau dimana? Kau tidak apa-apa?". Tenten malah nangis, "Nejiiii….kau dimana? Srrroooot"sambil mengeluarkan ingus. Neji antara jijay sama khawatir, "Apa kau mau aku ke sana? Aku akan menggunakan Byakugaanku untuk menemukanmu….". Tenten malah marah, "Jangaaaaaaan! Kau tidak boleh menggunakannya. Aku ada di atas pohon dekat taman…."

Neji sampai ke taman dan tidak menemukan Tenten. Ia melirik ke arah pohon besar dan mengarahkan matanya ke atas. Bingo, target yang ia cari tengah duduk di dahan sambil menghapus air matanya berkali-kali. "Ya ampuuun, kok dia mengalami mood swing kaya ibu hamil sih?" gerutunya. Neji memanggil nama istrinya itu dan menendang pohon itu hingga Tenten jatuh. Herannya Tenten jatuh mengenaskan dan tangisnya tambah keras. "Jahaaat…kau jahat sekali Neji. Padahal aku khawatir….kau malah membuatku kaya gini. Tau begini, aku gak akan mau menikah. Huaaaaa…..".Neji bingung sekali. Masalahnya Tenten itu bahasanya campur-campur antara merajuk, menangis dan khawatir? "Ada apa Ten? Aku baik-baik saja…kok. Oke, siapa yang berbuat begini padamu? Jawab!". Dengan muka memerah, Tenten memandang Neji khawatir. Ia ragu mau bercerita, tapi akhirnya ia bercerita juga pada suaminya itu. Saking cemasnya Tenten ampe meluk Neji.

Muka Neji berkedut kesal, "Dasar tetua bodooooh! Pasti cari gara-gara sama istriku biar kami cerai terus aku dinikahin sama yang lain. Ih ogaaah!". Dia menghembuskan napas sebentar. "Tenang saja Tenten, aku baik-baik saja….entah siasat aneh apa yang dibuat para tetua karena mereka tidak suka padamu. Sudah jangan sedih lagi. Tapi aku senang, kau masih mengkhawatirkan aku. Ku kira kau masih marah padaku". Tenten langsung sadar kalo ia jadi meluk-meluk Neji dan segera menendang perut Neji dengan dengkulnya. Sayang Neji gak siap dan jatuh. "Itaaaaiii, apa lagi Tenten?"sahutnya kesakitan. Tenten mengusap air matanya kesal, "Aku masih maraaaaaah! Kalian para Hyuuga yang licik! Tidak mereka, tidak juga kau!". Tenten berlari sekencang-kencangnya dari Neji.

Neji kembali ke rumah dalam keadaan kesal dan langsung menghadap para tetua. Di sana Yuriko sudah menunggunya. "Apa yang kalian lakukan pada istriku, ha? Dia jadi aneh sejak tadi". Yuriko mengangguk, "Aku hanya meminta istrimu menyanyi tapi entah mengapa, ternyata dia malah menyanyikan lagu kuno yang membuatnya bisa melihat lagi masa lalu kehidupanmu, Neji….". Neji melotot, "Tidak mungkin! Aku tidak percaya. Aku akan pergi dari sini sekarang juga karena kalian bersikap tidak baik pada istriku". Dalam sekejap, mereka mengerubungi Neji dan Neji langsung memasang kuda-kuda. Sayang mereka terlalu kuat dan akhirnya menyeret Neji ke sebuah ruangan khusus seperti sebuah museum kecil.

Yuriko meninggalkan Neji sendirian di sana dan mengurungnya. Suara bening Yuriko kembali menyanyikan hal yang sama seperti Tenten nyanyikan tadi. Kepala Neji terasa sakit dan kini ia juga bisa melihat apa yang dilihat istrinya tadi. Tidak. Bahkan lebih dari itu. Ia melihat sejarah keluarga klan Hyuuga yang kelam, ia melihat dirinya di masa lalu bersama dengan Tenten yang juga merupakan rekannya di masa lalu hingga kematiannya yang heroic untuk menyelamatkan Hinata. Ia masih ingat wajah Tenten yang memandang tubuhnya nanar. Tak lama, penglihatan itu hilang.

Ketika pintu dibuka, tampaklah sang istri yang meluncur ke dalam. "Neji, kau tak apa kan?". Neji memandang sang istri tersenyum, "Ah, pantas saja kau sedih. Kenangan masa lalu itu sangat menyedihkan. Kapan kau kembali Tenten?"tanyanya tampak santai. Tenten tampak sangat menyesal. "Baru saja….perasaanku tidak enak lagi jadi aku putuskan pulang. Jadi kau sudah melihat semuanya?"Tanya Tenten. Neji mengangguk, "Ya…aku tidak menyangka kehidupanku dulu sangat menyedihkan. Ah, lupakan. Ayo kita keluar, aku sudah lapar." Tenten tersenyum dan mengajak suaminya itu keluar.

"Tenten, aku ingin minum Honey CC. Bisakah kau membuatkannya?"Tanya Neji. Tenten mengangguk dan segera pergi ke dapur. Seorang tetua lain, Izumi heran melihat istri Neji membuat minuman yang tak biasa itu. Ia lalu mengamati sangat baik cara sang istri membuat minuman. Setelah selesai, Tenten mengantarkannya ke Neji dan berpesan untuk membuatkan bubur bagi Neji.

Neji meminum minuman itu dan merasa rileks setelahnya. Tenten juga lega melihat Neji sangat rileks namun tidak berlangsung lama karena tiba-tiba seseorang berteriak pada Neji dan Tenten. "Mama…..Papa…..sudah kembali." Seorang anak umur 7 tahun sudah ngelendot memeluk sepasang suami istri/sahabat itu. "APA?!"teriak keduanya. "Mama dan papa kenapa? Kenapa lupa sama Arashi?". Beberapa saat kemudian tampaklah seorang pelayan yaitu Yanotaro dan Seika. "Gomenasai Neji-sama! Arashi kau tidak boleh seperti itu pada Neji-sama! Kembalilah, Arashi-kun"sahut mereka

Anak itu menjawab "Gak mau! Aku tinggal sama papa dan mama."sahutnya sambil terus memeluk Neji-Tenten. Seika membujuk, "Sayang….jangan merepotkan Neji-sama! Neji-sama hanya sebentar di sini". Neji kesal tapi ia tahu ia tak mungkin memarahi anak kecil ini di saat begini. Tenten yang tadi menonton, tersenyum manis "Sudahlah, tak apa. Arashi akan tinggal sama kami saja dulu". Anak itu langsung memeluk gadis itu erat. "Makasih mama!". Yanotaro menegur anak itu, "Nak, apa yang kau bicarakan? Kau itu anak kami…kenapa kau malah memanggil orang lain seperti itu?". Anak itu tidak memandang mereka malah terus memeluk Tenten sambil menangis. Neji mengkode mereka untuk pergi.

"Baiklah, sekarang jelaskan padaku jagoan? Mengapa kau memanggil kami mama dan papa? Coba liat orang tuamu sedih sekali begitu…". Tenten merenggut, "Hei, Neji jangan membuatnya takut dooong…Liat dia udah mau nangis nih…Cupcupcup…jangan dengarkan papa jahat ini ya? Oke sekarang coba ceritakan pada mama kamu kenapa?". Anak itu tertunduk malu, "Arashi benci…kedua orang tadi gak sayang lagi sama Arashi. Katanya Arashi harus bisa mandiri karena mau punya adik. Arashi gak mau…jadi Arashi nyari papa dan mama baru".

Plak, Tenten menepuk jidatnya. 'Ya ampuuun, jadi ceritanya ni anak cemburu ama bakal adiknya?'. Neji menarik anak itu dari pelukan Tenten, "Hn, dengar anak muda. Laki-laki tidak boleh cengeng, apalagi kau bagian dari Hyuuga. Kau seharusnya beruntung, bisa mendapatkan adik…" Neji terdiam lama mengingat keluarganya. Hanya ada ia dan sang paman. Ia mengarahkan lagi matanya pada sang anak "Dengar, dengan punya adik kau akan punya teman bermain sepanjang hari dan tak akan bosan….Jujur saja, papa iri padamu yang akan punya adik. Papa tidak punya saudara sepertimu. Mungkin berbeda dengan mamamu, ia punya saudara yang sangat hiperaktif yang bakal selalu mengajakmu bermain."

Tenten melotot mendengar perkataan Neji. Neji memang baru pertama melihat Lee saat mereka menikah namun tingkahnya yang tak jauh beda dengan sang ayah membuatnya yakin inilah yang membuat Tenten tidak merasa kesepian jika saja mereka tidak dipisahkan. Mata anak itu berkaca-kaca memandang istri Neji itu. "Benarkah ma?" Mata Tenten melihat ke arah Neji lalu mengangguk. "Hmm, justru dengan kau dianggap dewasa maka kau akan lebih mudah bersama adikmu. Jangan takut, papa dan mamamu yang asli tidak akan pernah menyia-nyiakanmu, Arashi. Justru mereka sangat senang karena kau tidak kesepian…".

Anak itu tampak senang, "Benarkah….arigato…papa Neji-sama dan mama Tenten-sama. Apa boleh Arashi balik ke kamar mama dan papa Arashi yang asli?". Mereka serentak mengangguk. "Yeaah, Ara akan punya teman main!"teriaknya lantang. Sepasang suami istri itu tersenyum geli mendengarnya. Sementara di luar sana, para tetua kembali terkejut. Ujian tak terduga inipun keduanya bisa lulus.

Ujian terakhir adalah untuk Neji. Keesokan harinya saat ia bangun sudah ada Honey CC disebelah futon dan saat meminumnya Neji mengernyitkan dahi. Minuman itu tidak seperti biasanya, Ia tidak berkata apa-apa dan sekarang mengajak Tenten kembali keluar karena ini hari kedua liburnya namun Tenten menolak karena dia sudah ditarik para tetua wanita membantu di dapur. Wajah Neji horor tapi karena ini yang memerintah tetua maka ia terpaksa menurut. Semoga tak ada korban lagi akibat masakan Tenten. Saat ia masuk ke meja makan tampak sepuluh gelas Honey CC terpampang di sana. Kening Neji berkerut, ia yakin istrinya tidak mungkin mau membuat minuman ini untuknya dan tampaklah Yuriko dan tetua Izumi memandangnya dengan penuh arti.

"Apa lagi ini? Kalian mau menjebakku lagi?"tanyanya. Izumi tersenyum, "Bukan….ku dengar kau menyukai minuman ini dan koki kami berusaha membuatnya. Komposisinya cukup aneh tapi kami hanya ingin tahu apa pendapatmu. Ah, Tenten juga membuatkannya untukmu tapi sepertinya tercampur dengan punya para koki". Sementara Tenten dari arah dapur menggeleng cemas sambil memberi kode pada Neji untuk tidak meminumnya. Oh, well dia mendengar rencana para tetua untuk bisa mendapatkan cucu dalam waktu dekat. Intinya adalah semua minuman itu diberi afrodisiak…Tau intinya lagi? Tenten akan kehilangan keperawanan dan akan terdengar desahan 'Ikeh-ikeh….kimochi….motto…motto aaaaaah!''. Nooooooooo!.

Neji menangkap maksud dari gelengan Tenten yang membuatnya tidak menyentuh dari 10 cangkir minuman itu. "Maaf, aku sedang lapar dan minuman ini tidak bisa kuminum saat pagi. Tenten seharusnya mengerti itu….ah, aku lupa mungkin ia sedang bereksperimen dengan minuman ini". Neji lanjut dengan mengambil makanan dan memakannya dengan tenang. Tenten mengelus dada, "Untung aja, Neji pintar ngeles…(Snif…sniff) Nooooooo gosooooong!". Teriakan Tenten bikin panik suasana dapur, telur dadar itu jadinya gosong. Neji tertawa kecil. Ya ampun, Tenten dan memasak tidak pernah cocok. Hari itu tenten hanya berhasil memasak 1 masakan saja, yaitu tumis udang dan bayam yang bentuknya acak-acakan. Sial bagi Neji, karena lagi-lagi atas permintaan tetua ia wajib menghabiskan masakan itu. "Siaal. Aku harus secepatnya menguasai jurus itu dan pergi dari sini"rutuk Neji sambil mengunyah masakan Tenten sementara Tenten tersenyum penuh arti.

Sore harinya Neji kembali menjalani latihan dengan tetua Kyou sementara Tenten kembali dengan kebiasaannya untuk menangkap lalat pake sumpit. Ia masih belum bisa melakukannya. Tanpa sadar, lagi Tenten lagi-lagi menyanyikan lagu yang ia nyanyikan saat di karaoke kemarin. Tetua Izumi menghampiri, "Suara yang sangat bagus…..kukira hanya Yuriko yang bisa menyanyikan lagu itu..". Tenten duduk tegak saat melihat Tetua Izumi datang.

"Ah, kau tidak usah takut. Aku tetua Izumi. Lagu itu….kau tahu darimana? Lagu itu sangat kuno dan aku tidak mengira anak muda sepertimu dapat menyanyikan lagu itu."tanyanya blak-blakan. Tenten tersenyum malu, "Papa sering menyanyikan lagu itu saat ia merindukan mama. Lagu itu sangat indah dan aku suka menirukannya. Tapi kemarin…aku melihat hal yang aneh saat menyanyikan lagu itu".

Tetua Izumi tersenyum, "Ya…sebenarnya lagu itu adalah lagu cinta yang diciptakan sang pujangga untuk sang kekasih tapi seorang di masa lalu juga menyanyikan lagu ini saat kekasihnya pria Hyuuga meninggal….Kurasa kau sudah melihat dia siapa kan?" Tenten menoleh ke samping, "Aku…maksudnya aku adalah kekasih Neji di masa lalu…". Izumi tersenyum, "Kau benar…kau adalah kekasih Neji, pahlawan Hyuuga yang meninggal. Neji yang sekarang ini pun sudah mengetahui masa lalu di kehidupannya yang lampau. Mungkin alasan mengapa Byakugaan miliknya bisa bangkit, adalah karena dirimu. Dia mau melaksanakan ritual Dragon Keeper sebelum menikahimu, kan?".

Tenten mengernyit, "Ritual..Dragon Keeper? Apa itu?"tanyanya. Izumi hanya tertawa, "Tentu saja, menjaga kediaman calon istri di malam hari menggunakan baju Hyuuga untuk memastikan tidak ada yang akan mengganggu calon istri. Semua pria Hyuuga zaman dulu hingga kini mau melakukannya…" Tenten kembali mengingat percakapan aneh itu dengan suaminya.