~Behind Her Smile~
Ansatsu Kyoushitsu
Rated : K+
Characters : Karma.A, Nagisa.S, Nakamura.R
Genre : Friendship, Romance, Humor, ect.
Disclaimer:
Ansatsu Kyoushitsu milik Matsui Yuusei-sensei. Saya hanya meminjam Charactersnya saja, Kesamaan alur cerita,tempat,ect hanyalah kebetulan.
Warning:
Typo bertebaran, penyiksaan Characters oleh author…. Jika kalian tidak menyukai fic saya, maka silahkan pencet tombol balik
Summary:
Kelas 3E kedatangan murid pindahan dari Korea,Bukannya menyambutnya dan membantunya beradaptasi Karma justru malah menjahilinya. Apa jadinya kalau si murid pindahan justru harus tinggal bersama Karma?
Chapter Sepuluh…..
Nagisa menyisir rambutnya di depan cermin, dengan dress musim panas berwarna soft blue, cardigan putih dan sepatu kets yang berwarna senada dengan bajunya, Nagisa sudah siap untuk berangkat, Kemana? Nagisa jadi hampir gila menginggat kejadian semalam, Akabane Karma si iblis merah mengajaknya ke Anime Festival…sekali lagi ANIME FESTIVAL!, siapa sangka setan wasabi itu ternyata juga seorang otaku, anime macam apa yang dia tontonpun juga masih menjadi misteri (karena kemarin Nagisa sudah terlalu senang untuk bertanya), mungkin semacam Ecchi…Mungkin, Tidak!Tidak!Tidak!, ini Karma Nagisa! Bukan Okajima si raja hentai itu, eh?! Tapi bukannya Nakamura pernah bilang kalau semua makhluk yang di sebut laki-laki itu memiliki pikiran seperti Okajima walaupun sedikit?, AAAHH! Tidak peduli yang penting aku akan ke anime festival itu hari ini, Hari ini!, YESS! Akhirnya bisa ketemu Husbando dari anime sebelah (maklum author masih baper karena Afaid 2016 kemarin)
Setelah beberapa menit naik kereta akhirnya mereka sampai di depan mereka terdapat sepanduk besar bertuliskan ''Anime Festival 2016!'' Nagisa dan Karma mengantri masuk, tentu saja dengan tiket masuk yang sudah Karma beli beberapa hari yang lalu
Sesampainya di dalam Nagisa dan Karma berkeliling sambil sesekali membeli beberapa barang, mereka asyik sendiri, tidak ada yang membuka pembicaraan sampai akhirnya Nagisa bertanya
''Anime apa yang sudah kau tonton Karma?, tak kusangka kau juga seorang otaku ya?, HAHAHA!''
Nagisa tertawa nista, Akabane Karma orang yang dulu pernah mengejeknya karena dia menganggap character 2D sebagai pacarnya (aduh author banget nih, nganggep Karma pacar~~/ Author di tabok Karma+di gebukin Readers)
Karma sedikit kaget bercampur malu karena akhirnya Nagisa tau kalau dia juga seorang otaku, tapi Karma benar benar kaget mendengar Nagisa tertawa nista seperti itu, Nagisa tertawa begitu? Jarang sekali kan? Tidak pernah malah, intinya Karma bersyukur karena menjadi orang pertama yang melihatnya
''Aku bukan orang Gila sepertimu Nagisa aku belum nonton banyak, yang sudah kutonton hanya Sword Art Online, Death Note dan Tokyo Ghoul kok''
''Eh?!, ada waifuku lho di Sword Art Online, Kirito-kun! Karma-kun pasti tau kan?, di Tokyo ghoul juga ada Kaneki-kun!, masih banyak yang harus Karma-kun tonton!, karena aku ingin melihat Karma-kun menangis, Karma-kun harus nonton Plastic Memories, Shigatsu wa kimi no uso dan Angel Beats! Wajib!''
''Kau cerewet sekali ya Nagisa kalau membicarakan anime''
''aku serius!, Log Horizon juga konsepnya mirip lho sama Sword Art Online, ceritanya tentang game….blah…..blah…..blah''
Mereka terus berjalan mengitari gedung yang besarnya tak terhitung itu, selama mereka berjalan Nagisa jadi makin cerewet, Karma hanya mendengarkannya saja sambil sesekali meresponnya. Sampai akhirnya Nagisa tiba tiba menghilang saat mereka berhenti di depan Toko yang menjual barang barang dari anime kesukaan Nagisa
''Nagisa, Hei! Jangan lari lari!, nanti kau jatu-''
Karma Belum selesai dengan ucapannya, tapi Sesuatu yang akan dikatakannya sudah menjadi kenyataan
''Tch'' Karma berjalan santai mendekati Nagisa yang sudah terduduk di lantai, Nagisa belum berpindah dari tempatnya jatuh, Nagisa hanya begong menatap tangannya yang mulai mengeluarkan cairan berwarna merah yang disebut 'Darah', Karma sudah berdiri di sampingnya sambil menyodorkan tangannya, Nagisa? Dia masih menatap 'Darah' itu dengan tatapan yang sulit di artikan, setelah beberapa menit mengulurkan tangan dan tidak mendapat jawaban kesabaran Karma perlahan lahan mulai habis dan akhirnya Karma memanggil Nagisa
''Oi Nagisa, ayo bangun mau sampai kapan disitu?, surgamu ada di depan mata lho''
Masih tak ada jawaban…
''Nagisa? Oi…Oi'' Karma berjongkok di samping Nagisa ''Eh?!, Nagisa menangis?, sesakit itukah lukanya?''
'''Nagisa?'' Karma mulai khawatir
''ada Darah, Karma-kun'' Nagisa mengangkat kepalanya sambil menjulurkan tangannya kearah Karma
''Eh?!'' Karma masih bingung, mungkin Nagisa phobia darah, Mungkin
''Ayo bersihkan ya'' Karma menagajak Nagisa berdiri dan membawanya duduk di kursi terdekat
Karma dan Nagisa duduk di kursi yang berada di samping stand sushi
''Jadi ada apa dengan darah hm?'' Karma menatap Nagisa penasaran, luka Nagisa juga sudah di bersihkan
''aku…..Phobia Darah, hehehe'' Nagisa yang sudah berhenti menangis menengok ke arah Karma sambil tersenyum tanpa dosa, Karma yang sudah menahan tawa daritadi akhirnya tertawa juga
''HAHAHAHA, mana ada pembunuh yang takut darah Nagisa'' Nagisa memerah, benar juga perkataan Karma, memangnya ada ya pembunuh yang takut darah?...Ada, itu adalah dirinya
''Diam Karma'' Nagisa memukul pundak Karma, melihat reaksi Nagisa dan mukanya yang memerah tawa Karma makin menjadi jadi
Setelah membeli sesuatu yang ia inginkan dan sempat tertunda karena insiden tadi kaki Nagisa mulai pegal dan akhirnya Nagisa mengajak Karma pulang
''pulang yuk Karma, bagaimana kalau kita mampir ke supermarket sebentar dan membeli bahan bahan untuk makan malam, lalu masak bareng''
''Hee?, bagaimana kalau kau saja yang masak malam ini Nagisa-chan, aku akan masak sarapan saja''
''Okay, masakanku biasa saja sih sebenarnya''
''setidaknya tidak separah Ramen geng Terasaka itukan?'' Karma menyeringai sambil menatap Nagisa, Nagisa langsung sweatdrop
''kau jahat sekali Karma''
.
.
Skip Time~~
Setelah berjalan beberapa menit mereka akhirnya sampai di supermarket tujuan mereka, Karma membeli bahan bahan masakan yang akan Nagisa masak nanti, Tapi yang mau masak kan Nagisa, kenapa Karma justru menyuruhnya menunggu di luar?, Dasar setan wasabi
Nagisa duduk di kursi yang berada di depan supermarket sambil mendongak melihat langit yang ada di atasnya butiran salju yang turun juga mulai menebal, udara di sekitar makin terasa dingin, baru saja ingin menyusul Karma yang sedang belanja di dalam tapi tiba tiba Karma sudah ada di sampingnya
''Ayo pulang Nagisa-chan, aku lapar'' kata Karma sambil berjalan mendahuluinya
Nagisa berjalan mengikuti Karma dan mulai bicara
''kau ingin menajutkan Sekolah dimana Karma?''
''Hmm…Mungkin aku akan tetap di Kunigigakoka''
''Kenapa tidak di tempat lain?, dengan Nilai ujian sempurna begitu kau bisa masuk ke sekolah Menengah akhir yang Bagus lho'' Nagisa kaget mendengar jawaban Karma, Karma yang tadinya berjalan santai sambil melihat ke trotoar yang ada di depannya kini mendongak ke atas dan menatap langit senja yang memiliki perpaduan warna yang sangat indah
''Aku ingin menyelesaikan pertarunganku dengan si Lipan itu'' Nagisa tambah bingung saat mendengar alasan Karma yang terkesan sangat aneh dan tidak masuk akal
''hanya itu?''
''Hm'' Karma mengeluarkan ponselnya dan mulai memainkannya, telepon genggam pintar milik Akabane Karma yang berisi ribuan photo nista Hasil kerjanya menjahili orang, Handphone Karma selalu model baru, tapi tetap saja pada akhirnya handphone yang malang itu hanya menjadi barang untuk menimpuk Terasaka disaat Karma kesal dan tidak ada barang lain di jangkauannya, hal seperti itu sudah sering terjadi tapi anehnya semua photo photo nista hasil kejahilan Iblis Merah itu tak pernah hilang satupun
Saat sedang asyik memainkan Handphonenya tiba tiba terlintas sesuatu di otak Akabane Karma
''dimana Nagisa akan melanjutkan sekolah nanti?, atau mungkin Nagisa akan pulang ke Korea?''
''kalau kau Nagisa?''
''Hm?''
''dimana kau akan melanjutkan sekolah menengah nanti?''
''Umm….aku masih belum tau soal itu''
Karma hanya diam saja setelah mendengar jawaban Nagisa, nanti pasti Karma akan tau dengan sendirinya kan? Tanpa perlu bertanya, tinggal tunggu saja waktunya
Setelah naik kereta selama 5 menit mereka sampai di stasiun yang berada di dekat rumah Karma, lalu mereka dengan cepat berjalan ke rumah Karma, tentu saja karena keduanya sudah lapar, Karma membuka pintu rumah dan langsung naik ke lantai dua, masuk ke kamarnya lalu Mandi, sementara Nagisa langsung mengeluarkan bahan bahan masakan yang sudah di beli Karma dan mulai memasak
Setelah 15 menit memasak akhirnya masakannya selesai, Sup Jagung dengan beberapa Pastry dan coklat panas, Nagisa langsung naik lantai dua, Setelah megambil baju tidur Nagisa langsung Mandi, setelah memakai baju tidurnya dan mengeringkan rambutnya Nagisa turun dan melihat Karma dengan celana hitam panjang dan baju panjang berwarna ungu tua, duduk dengan santainya di sofa sambil menonton televisi
''Karma-kun tidak makan?''
''Aku menunggumu bodoh''
''Eh?, Gomen''
''Hm, tidak apa apa''
Mereka berjalan ke meja makan dan duduk berhadap hadapan, meja makan itu di design untuk 12 orang jadi terlalu besar kalau hanya di pakai dua orang, tapi mau bagaimana lagi? Seluruh anggota keluarga Akabane juga tidak akan memenuhi meja ini
''Itadaikimasu!''
''Masakanmu lumayan juga ya Nagisa''
"Hm'' Nagisa sebenarnya agak kesal dengan ucapan Karma, tapi daripada adu mulut melawan Karma? Toh akhirnya dia pasti akan kalah jadi Nagisa memutuskan untuk diam saja
Setelah selesai makan Karma langsung pergi ke dapur untuk menaruh piring kotornya, Nagisa masih duduk di meja makan. Beberapa menit kemudian Nagisa berjalan kedapur untuk menaruh piring kotornya, saat sudah semakin dekat dengan dapur Nagisa mendengar Suara Karma, ''aku akan segera kesana'' sepertinya sedang menelfon, tapi kenapa suaranya pelan sekali?, Nagisa mempercepat langkahnya dan menemukan Karma yang sedang berdiri dengan kepala tertunduk sambil memegang handphonenya dengan erat, Nagisa mulai khawatir
''Ada apa Karma?'' Karma masih belum memberikan jawaban, Karma malah menyodorkan handphonenya ke arah Nagisa voice mail?, Nagisa jadi semakin bingung, beberapa detik kemudian suara yang tak asing terdengar
''Karma-sama, Shiina-sama dan Akabane-sama…..koma!'' Mata Nagisa melabar tak percaya, suara Karma yang paling Nagisa benci mulai terdengar, Suara Akabane Karma yang dingin dan Menusuk
''Kita berangkat ke Korea malam ini Nagisa''
.
.
.
Akhirnya Update juga, Author sebenarnya tidak ingin menyiksa character disini chapter ini, tapi author tidak bisa menahan nafsu untuk menyiksa mereka :D
Sebagai pengumuman: Chapter selanjutnya akan menjadi chapter terakhir dalam Fanfic ini
Maafkan keterlambatan update yang mencapai seminggu, semoga tidak terulang lagi
Di tunggu Reviewnya ^^
Arigato!
