Because of Sehun
.
.
.
.
Chanyeol terbangun di saat telinganya menangkap suara tawa dengan samar-samar. Matanya terbuka perlahan, mengumpulkan kesadarannya menatap langit-langit dengan tatapan kosong.
"Nghhh"
Suara lenguhan manis menarik perhatiannya. Chanyeol menunduk, dan mendapati seorang lelaki manis yang tertidur dengan nyaman dalam pelukannya, Baekhyun, kekasihnya.
Baekhyun mengeratkan pelukannya pada pinggang Chanyeol. Begitu pula dengan kakinya yang mengapit kedua paha kokoh Chanyeol, seakan tengah memeluk guling. Dalam tidurnya, Baekhyun mengusakkan pipinya di dada telanjang Chanyeol. Terlalu nyaman dengan kehangatan dan aroma maskulin dari kekasihnya.
"Aigoo~ manisnya," Chanyeol terkekeh pelan. Tangan besarnya mengusap-usap pipi Baekhyun dengan gemas. Ingin rasanya Chanyeol pipi mochi Baekhyun yang menekan dadanya.
Benar-benar pagi yang indah bagi Chanyeol. Setelah semalam menghabiskan 3 ronde panas, pagi-pagi begini ia sudah disuguhkan keimutan Baekhyun dalam pelukannya. Baekhyun terasa begitu kecil di dalam dekapannya. Membuatnya jiwa dominannya berbangga.
Clekk
"Oi hyung! Cepat keluar sarapan-
OH WOW!"
Pintu kamar mereka tiba-tiba terbuka. Si pelaku, dengan lancang masuk tanpa mengetuk pintu.
Sebenarnya itu hal biasa karena mereka sudah hidup bersama bertahun-tahun sehingga hampir tidak ada lagi privasi.
Tapi...
Mata Chanyeol melotot menatap Sehun dan Jongin yang berdiri di ambang pintu, dengan sepasang mata mereka yang menatapi punggung polos Baekhyun yang mulus dalam pelukannya.
"YAA! LIHAT APA KALIAN?!"
"Baekhyun hyung sexy sekali..." Sehun meneguk ludahnya, terlihat dari gerakan jakunnya yang menonjol.
"Shit! Harusnya dulu aku terima ajakan Baek hyung mandi bersama!" Jongin dengan mata yang menatap lekat ke arah punggung mulus Baekhyun yang tidak tertutupi selimut. Walau sedikit terhalang lengan Chanyeol, namun punggung mulus itu masih terlihat jelas.
Mata Chanyeol melotot hingga menyaingi bulatnya mata Kyungsoo.
"YAAA! KELUAR SEBELUM KUCOLOK MATA KALIAN DUO KOPI SUSU!"
"HAHAHA"
BRAKKK
Kyungsoo mendengus keras. Menusuk sosis panggang di piringnya dengan sadis. "Aish kenapa mereka selalu ribut?!"
Suho yang sedang menyantap sandwich di hadapan Kyungsoo meliriknya waspada. Takut kalau-kalau garpu di tangan Kyungsoo melayang dan mengenainya. Dalam hati merutuki tingkah kekanakan membernya.
.
.
.
Baekhyun terbangun karena suara teriakan Chanyeol yang memekakan telinganya.
"Hks, Yeollieeee hiks"
Chanyeol kaget mendapati Baekhyun yang terisak dengan wajah memerah di pelukannya.
"Baek? Kau kenapa?" tanya Chanyeol panik, meraih pinggul Baekhyun untuk menyamakan posisi mereka agar berhadapan namun Baekhyun malah memeluknya dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Chanyeol.
"Baek?"
"Hikss Chanyeol berisik!" Baekhyun merenggut kesal. "Pantatku sakit tapi Yeollie malah ribut-ribut!"
"Oh, maafkan aku Baek. Aku-
"Apa Chanyeol sudah tidak marah lagi pada Baekkie?" Baekhyun bertanya dengan menggemaskan, matanya mengedip lucu dan menatap penuh harap pada Chanyeol.
Rasanya Chanyeol ingin menerkam Baekhyun lagi. Dengan mata bak anak anjing, bibir merah lembut yang mengerucut dan rambut yang berantakan, Baekhyun terlihat 100 kali lebih menggemaskan dari biasanya.
"Yeollie?" panggil Baekhyun, memiringkan kepalanya ke kanan. Bingung karena Chanyeol hanya diam menatapnya.
Yah... Baekhyun terlalu polos, tidak tahu saja kalau dengan tatapan itu Chanyeol sedang memikirkan hal yang -ehem ehem- terhadapnya.
"Yeollie!" Baekhyun menepuk pipi Chanyeol sedikit keras.
"Aww! Kenapa, Baek?" Tuh kan. Chanyeol terlalu mesum jika sudah menyangkut Baekhyun hingga menghiraukannya.
"Menyebalkan! Apa setelah aku mengabulkan permintaanmu kau senang dan tidak marah lagi?"
"Permintaanku... Apa Sehun bilang begitu?"
"Eung!" Angguk Baekhyun. "Sehun bilang aku harus memuaskan Chanyeol kalau mau Chanyeol tidak marah lagi!"
Blush!
Wajah Chanyeol seketika memerah mendengar ucapan kelewat polos Baekhyun.
"Jadi... Yeollie," Baekhyun merangkak naik ke atas badan Chanyeol. Kemudian berbisik di telinga lebarnya, "Apa Baekkie sudah cukup memuaskan Yeollie?"
Wah... Entah apa yang dikatakan Sehun hingga membuat Baekhyun berubah menjadi sedikit nakal.
.
.
.
| Flashback |
Kris kembali ke dorm lebih awal dari member China lainnya. Ia ingin beristirahat dengan tidur lebih lama di dorm. Karena jika tetap di rumah keluarganya, ia tidak akan bisa tidur seharian. Ibunya akan selalu membangunkannya di pagi hari, atau ketika hendak tidur lagi akan ada keponakannya yang dengan senang hati menganggunya.
"Wow... Ada apa ini?"
Kris terheran-heran begitu memasuki dorm. Terlihat tiga dongsaengnya duduk berjauhan di ruang tamu. Ah tidak...
Baekhyun dan Sehun duduk bersama di satu sofa, dengan Baekhyun yang menunduk sambil memainkan jemarinya dan Sehun yang menatap tv mati di hadapannya dengan tatapan kosong.
Sedangkan di satu sofa di sebelah mereka, Chanyeol duduk dengan tangan menyilang dan sorot mata menatap Sehun tajam seakan ingin membunuhnya.
Kris jadi merinding. Biasanya mereka bertiga berisik, tapi sekarang?
"Guys, ada yang mau menjelaskan apa yang terjadi pada kalian?"
Krik krik krik
"Guys?"
"..."
"Adik-adikku sayang?"
"..."
Kris mulai jengah.
"Bicara atau kucium satu-satu!"
"NO!" Chanyeol dan Sehun berteriak kompak. Namun tidak dengan pria kecil di antara mereka.
"Baekhyun hyung, kenapa kau diam saja?" Sehun bingung. Walau ia tahu Kris dan hyungnya itu sangat dekat, Baekhyun juga pasti tidak mau dicium selain oleh Chanyeol.
Chanyeol sudah panas melihat kekasihnya yang diam saja. "Baekhyun bicaralah! Yaa!"
Namun tidak ada reaksi dari Baekhyun. Kris yang melihatnya ikut heran, namun ia merasa sesuatu yang serius -atau sebenarnya sepele- telah terjadi. Baru saja ia ingin bicara, Baekhyun sudah bangkit dan berlari ke kamarnya.
Chanyeol mendengus di tempatnya. "Ini semua karena kau, Sehun!" jari telunjuknya menuding ke arah hidung Sehun yang dibalas tatapan jengkel oleh si maknae.
Sehun menepis tangan Chanyeol. "Aku kan hanya bercanda! Lagipula itu takdir kertasnya berisi punyaku!"
Chanyeol menatap garang Sehun yang memasang tampang masa bodoh.
"Kau bilang itu takdir?! What the fuck, OH SEHUN!"
"Tentu saja! Kau kan yang mengambil kertasnya, hyung. Itu takdir kalau kertas yang kau ambil berisi permintaan kecilku!" Sehun balas menjawab dengan nada tinggi, tidak mau kalah dibentak oleh hyungnya itu.
Bibir Chanyeol berkedut kesal. "Menulis di 30 kertas dari 34 gulung kertas kau bilang kebetulan?!"
Sehun tergelak, matanya menatap Chanyeol tidak percaya. "Hyung menghitungnya? Wow."
Chanyeol mendengus mendapati reaksi menyebalkan Sehun. Kemudian mengambil ponsel dari saku celananya.
"Pokoknya sekarang akan kuadukan pada Luhan hyung kalau kau sudah kelewat genit pada Baekhyun-ku!"
Mata sipit Sehun melebar. Secepat angin ia mendekati Chanyeol, menghalangi lelaki yang lebih tua darinya itu yang berniat mengadukannya. Yang ia khawatirkan akan membuat Luhan marah dan memutuskan hubungan mereka, kemudian Sehun jadi jomblo.
"Andwae, hyung!" teriakan Sehun memekakan telinga Chanyeol. "Aku kan hanya bercanda!"
"Tetap saja itu keterlaluan, Oh!"
"Aku punya penawaran!"
Chanyeol menghentikan tangannya yang tengah berusaha mencari nomor Luhan di ponselnya. Sehun menjauh, membuat Chanyeol menyimpan kembali ke dalam saku.
"Tawaran apa?"
Sehun menyeringai. "Permintaan maafku, kupastikan Baekhyun hyung memberimu jatah malam ini."
Kepala Chanyeol seketika mengangguk setuju. Senyum lebar -dan mesum- menghiasi wajah tampannya yang bagi Sehun terlihat bodoh.
Sehun bangkit dari duduknya. "Kalau begitu aku pergi menemui Baekhyun hyung dulu!" kemudian kaki panjangnya melangkah ke kamar ChanBaek.
Kris yang sejak tadi diam menonton pertengkaran kecil Chanyeol dan Sehun membuka mulut. "Jadi ada yang bisa pahlawan cinta ini bantu, Park Chanyeol-ssi?"
"Tidak ada. Hyung jauh-jauh saja dari Baekhyun-ku."
Kris berdecih sebal. "Bagaimana ya? Baekhyun lho yang mendekatiku terus selama ini kkk~"
"HYUNGG!"
.
.
.
Sehun membuka perlahan pintu kamar ChanBaek. Setelah masuk dan menutupnya perlahan, matanya menjelajahi seisi ruangan hingga menemukan sosok Baekhyun yang sedang termenung di pinggir ranjang.
Sehun pun mendekat. Duduk disamping Baekhyun yang terlihat murung, diam memandang kosong ke bawah.
"Baek hyung?" panggil Sehun lembut.
"..."
Sehun menghela napasnya. Sedikit merasa bersalah telah membuat hyungnya bertengkar. Padahal niatnya hanya bercanda, yah walau ia mau-mau saja jika dicium bibir manis Baekhyun hehe
Karena Baekhyun diam saja, Sehun pun berpikir untuk langsung mengatakan tujuannya saat ini.
"Hyung, aku tahu lho cara membuat Chanyeol hyung tidak marah lagi. Kabulkanlah permintaannya yang satu ini."
Berhasil. Baekhyun langsung menoleh dan mendongak ke arah Sehun. Saat itu Sehun dapat melihat mata sipitnya yang terlihat sedih.
"Apa itu, Sehun-ah?"
Tangan Sehun terjulur ke wajah Baekhyun. Dengan lembut jemarinya mengusap mata si mungil.
"Puaskan Chanyeol hyung. Hyung harus bisa sebagai kekasihnya! Dengan begitu Chanyeol hyung bilang ia tidak akan marah lagi."
"P-p-puaskan Chanyeolie?"
"Ya. Caranya tonton video di ponselku ini, hyung!" Sehun meronggoh saku celananya dan menunjukan ponselnya.
Baekhyun yang wajahnya sudah memerah sepenuhnya menepis tangan Sehun. "A-aku tahu itu... Tidak perlu video!"
Sehun terkekeh melihat Baekhyun yang malu seperti itu. "Lakukan dengan benar ya, hyung."
"Ugh... A-aku..."
"Hyung tidak mau?"
Baekhyun menggeleng cepat. Bukannya ia tidak mau melakukan "itu" bersama Chanyeol. Tapi ia malu.
"Oke kalau begitu aku katakan pada Chanyeol hyung, kemudian boom! Chanyeol hyung akan memutuskanmu dan mencari wanita lain!"
"Andwae Sehun-ah!" Baekhyun cepat-cepat menarik baju Sehun yang beranjak dari kasur.
Sehun menyeringai kecil. "Jadi hyung akan melakukannya?"
Baekhyun mengangguk kaku. Tangannya meremas sprei tempatnya duduk. "T-tolong panggil Chanyeol kemari 15 menit lagi."
"Kau akan bersiap untuk bercinta, hyung?" goda Sehun frontal dengan seringai tampannya. "Ingat untuk jadi nakal ya hyung, Chanyeol hyung pasti suka HAHAHA"
"OH SEHUNNNN!"
.
.
.
Kkeut!
TBC atau END?
Chapter ini 70% flashback. Maaf kalo bosenin :(
Sejujurnya aku susah cari ide yang "pas" buat ff ini. Karena ChanBaek as idol tuh kurang bebas berimajinasinya 😅😂😂
Jadi mungkin pas update lagi nanti ChanBaek bukan as idol lagi, random deh tergantung ide nongolnya gimana ya :))
Last, pls comment if you like it~ kritik dan saran sangat diterima.
