MOS in Sanctuary
~Omake~
By San-san Yuki
Disclaimer : Cerita dari saya, kalau karakter dari Kurumada-jiisan. Kalau punya saya, udah dari dulu saya ubah ceritanya…XD, bukan para saint yang dibantai, tapi para dewa yang dibantai (?)
Summary : Nyaa~ cerita kali ini adalah fic tambahan sebelum ke kuil Scorpio. Fufufufu….Author harus bisa membangkitkan ide mengenai MOS di kuil Milo yang –piip- dan –piip-.
Milo : Em…kayaknya punya firasat buruk deh….
Author : Wah~ ada Milo! Ngapain disini? Ayo kembali sana kedunia –piip-mu. Wahahahaha…..XD #GJ
Omake #1
Terlihat seorang pemuda kelewat tua a.k.a kakek-kakek sedang menyusuri jalan menuju kuil Pope. Wajahnya terlihat lesu dan kummel, seakan-akan dunia akan runtuh pada saat itu juga. Tiba-tiba, sebuah suara terdengar dari arah belakang si Kakek,
"TUAN POPE! TUAN POPE! EMERGENCY!"
Si kakek yang kita ketahui bernama Pope Shion, menengok kearah datangnya suara. Dan disana, dari kejauhan, seorang gadis berlari-lari sambil memegang papan dada.
"Tuan Pope….hosh….gawat….host…panggil Densus 88" ucap gadis itu sambil terengah-engah
"hah? Disini gak ada Densus 88, adanya 88 Saints. Kamu gak lulus tes ya?" kata Shion
"BUKAN! Ini bahaya! E.M.E.R.G.E.N.C.Y! saya membawa dua berita untuk anda"
"Berita apa? Cepat katakan"
"Berita pertama, Penduduk Jamir menghilang!"
"APA?! Kenapa bisa?" jawab Shion terkejut
"saya tidak tahu, tuan. Tadi, Tuan Mu sudah berangkat ke Jamir untuk mencari tahu penyebab penduduk Jamir menghilang"
"Hum…mencurigakan, mungkin ini adalah kamikakushi secara massal" Kata Shion yang sotoy #distardustShion
"Hah? Entahlah, tapi saya menemukan secarik kertas bertuliskan 'INA'. Saya juga tidak tahu ada apa dengan kata INA"
"hem…hem….berita kedua apa?"
"Berita kedua, saya sudah mengetahui siapa penculik Tuan Dohko!"
"APAA?! SIAPA? SIAPA PELAKUNYA?!" Shion mulai OOC ketika mendengar siapa pelaku yang menculik pacarnya
"menurut data yang saya kumpulkan, 2 orang gadis bertopeng yang saya duga seorang Amazonian, membawa Tuan Dohko ke gedung Pegadaian Sanctuary di kota. 2 jam kemudian, mereka keluar dengan membawa 5 koper besar. Apa mungkin Tuan Dohko dijual?" Alala mulai berwajah Horror memikirkan Dohko dijual sebagai kurcaci di sirkus.
Shion masih terdiam di posisinya. Dan tanpa diduga, sebuah sinar menyinari seluruh tubuhnya bagaikan seorang malaikat jatuh dari langit ke selokan (?). Dan dia berubah wujud seperti pahlawan-pahlawan yang ada di TV (yang kalau berubah kudu buka/ngerobek bajunya)
"Awww…..silau! apakah ini…..ini pasti….," kata Alala sambil menutupi matanya
.
.
"…..THE DOMBA HEROES!" sekali lagi Alala berkata dengan kencang seakan-akan dia bertemu dengan artis Korea terkenal.
"Kyaaaa~ aku tidak menyangka, bisa melihat secara langsung perubahan wujud pahlawan yang terkenal ini. Apa Tuan Dohko juga bisa berubah ya?!"
"Alala!"
"Yes, Sir!"
"Aku akan pergi menolong Dohko. Selama itu pula, kau harus mengawasi jalannya MOS seaman mungkin. Mengerti?!"
"Eh, ya. Eh! Tapi gimana dengan penduduk Jamir?"
"Ada Mu yang ngurus. Ok, sampai jumpa! Dohko My Darling! Wait for me~~!" kata Shion sambil terbang seperti Superman. Mungkin kalau versi ini SuperDomba(?)
Alala hanya bisa terbengong. Entah kenapa, kalau menyangkut masalah Dohko, Shion pasti uring-uringan.
.
.
"seperti ibu-ibu saja…."
Omake #2
Di kuil ke-8, seorang pemuda berambut biru panjang sedang melakukan olahraga di atas treadmill. Keringat bercucuran dari wajah tampan dan tubuh maskulinnya. Tatapannya tertuju pada TV Plasma, dimana Bondan Prakoso dan Chef Juna sedang melakukan senam pagi (?).
Tiba-tiba, suara longsor datang dari arah pintu menuju kuil ke-9. Pemuda yang kita ketahui bernama Milo itu kaget bukan kepalang. Apa mungkin penjaga ke-12 marah dan mengamuk karena kehilangan salah satu alat make-upnya? Sehingga menciptakan longsor?.
"ASTAJ…! !3 #$$%^^&%^#%$(TOT) X( "
.
.
BRUK…BRUASH….KRETEK-KRETEK….
.
.
Dan dari arah longsoran itu, seorang Gold Saint Cancer meluncur menggunakan Skateboard.
"ANGELO! LU APAIN SI DITE?! LU APAIN DIA, HAH?!" Milo mulai mengamuk karena acara senam paginya kacau gara-gara longsor gaib.
"JANGAN PANGGIL GW ANGELO! DM WOI….DM! BUKAN SI DITE, TAPI PACAR LU, TU SI KULKAS!" DM juga gak mau kalah sama suara Milo. Dia juga gak mau disalahkan atas longsor ini.
"Hah? Emang ada apa sama si Camus? Tumben-tumbennya dia bisa ngebuat longsor" kata Milo sambil membersihkan debu ditubuhnya.
"Gak tau. Masa ya, pas gw mau turun dari kuilna si Dite, si Camus dateng, trus nanyain, 'Mau kemana?'. Ya gw jawablah, 'ke Neraka. Ya kemana lagi sih kalo bukan ke kuil gw sendiri'. Eh, tiba-tiba, dia nyodorin selembar kertas ke gw sambil bilang, 'nanti kalau ketemu Milo, tolong sampaikan kertas ini'. Yaudah, gw terima aja. Eh gak taunya, gw diserang pake Aurora Execution sampai longsor gini." Kata DM sambil duduk di sofa Milo.
"Hah? Kok bisa? Terus, pipilu kenapa? Kayak kena sabetan" Tanya Milo lagi
"Pas gw masuk ke kuil si Shura, kebetulan dia sedang ngebersihin kuilna. Lu tau kan, longsor tu tiba-tiba datang, nah pas si Shura lagi bersih-bersih, gw+longsor nabrak patung Athena dikuilna yang ngebuat tu kepala patung kepenggal. Dan tiba-tiba lagi, si Shura nyabet gw pake Excalibur ditambah ngelempar pisau ke gw. Otomatis, longsorannya nambah 2x lipat. Dan begitulah nasib gw hingga nyampe di kuil lu"
"Oh~….EGP. btw, mana surat Camus? Jangan-jangan dia mau nagih utang lagi?"
"Nih, bawa sial aja ni surat" jawab DM sambil nyodorin selembar kertas ke Milo.
Milo, Kasih ujian yang bermutu ke peserta. Jangan yang aneh-aneh
"Hah? Masa cuman kayak gini aja harus pakai surat segala? Telepati aja napa?" ujar Milo yang kaget ngeliat surat singkat Camus. Maklum, di Sanctuary kan gak boleh ada alat komunikasi. Jadi kalau mau berhubungan, harus pakai surat ataupun telepati ataupun jalan langsung ke kuil yang dituju.
"gak dibelakangnya ada lagi" jawab DM sambil ngunyah Popcorn di meja.
Selama MOS dikuilmu, hewan perliharaanmu saya 'amankan'. Demi keamanan peserta.
Kalau mau diambil, datang ke kuil dan ambil di kulkas saya.
.
.
.
"Mati dah gua. Udah ke 100x-nya hewan peliharaan mati. Mana lama nyari penggantinya" Milo mulai down ngedengar hewan peliharaannya di'amankan' Camus. Yang berarti, mati membeku dikulkas.
"hm…hm…ngomong-ngomong lu udah nyiapin apa buat para peserta?" Tanya DM yang mulai nonton sinetron 'Dimana Itik Berlabuh'
"Tenang aja. Gw udah nyiapin CD edukasi buat mereka. Oh ya, Film kemarin udah keluar loh season 2nya"
"WAH?! Udah keluar tu film –piip- yang kedua? Ayo nonton! Bête nih nunggu peserta, kelamaan"
Dan sekianlah omake di kuil Scorpio sebelum ujian berlanjut. Yah, sambil nunggu, mereka nonton film –piip- dulu. Biar bersemangat nanti….(?)
Omake#3
Bertempat di sebuah café terkenal di Sanctuary, Shaina dan Marin sedang menikmati hari-hari indah mereka bersama-sama. Mengingat di hari ini mereka mendapat 'untung' yang SANGAT besar. Jadi, mereka berdua bisa belanja ke Mall, nonton Bioskop dan pergi ke Café termewah di Sanctuary.
"Fuah~ asik juga ya bisa santai begini. Kita gak perlu repot-repot minta uang ke pacar buat pergi jalan-jalan. Ternyata kurcaci yang tadi kalau dijual, laku keras juga ya" kata Marin sambil menenggak Cappuccino pesanannya.
"Betul banget. Untung-untung ada diskon di Mall, jadi bisa beli banyak pakaian. Lagipula, tiap minta uang ke Milo, pasti alasannya 'Ah! Maaf ya,Sayang. Uangnya lagi dipinjam teman buat pergi berobat' ataupun 'Astaga! Uangku baru dimakan Betty dan Benno!'. Payah!" jawab Shaina yang mulai menggerutu masalah Milo.
"Hum…eh, ngomong-ngomong aku penasaran nih. Sejak kapan kalian pacaran? Maksudku, para Amazon kan dilarang masuk lingkungan Sanctuary sebelum lulus tes" Tanya Marin yang penasaran mengenai kisah cinta Shaina.
"eh…itu….gimana ya? Pokoknya….."
Flashback -Shaina-
"Dasar! Marin dimana sih? Pergi ke toilet aja lama. Katanya mau ngajak makan Es Krim!" Shaina yang baru masuk sebagai Trainee di Sanctuary sedang menunggu Marin dilapangan yang biasa dipakai latihan.
"Ukh! Hari ini panas banget! Kapan di Sanctuary ada salju?"
Tiba-tiba saja, kepalanya terasa pening. Dunia seakan-akan berputar,
"…..kepalaku….ukh…."
.
.
BRUUKKK!
.
.
Shaina terjatuh dipelukan seseorang. Saat dia menatap siapa yang menahannya, dia sangat terkejut. Seorang anak laki-laki berwajah rupawan dengan senyum secerah matahari-lah yang menahan dirinya agar tidak terjatuh.
"…kau tidak apa-apa?" Tanya anak itu
"ah….i…iya, aku tidak….apa-apa" jawab Shaina sambil malu-malu. 'ASTAGA! Aku lupa memasang topengku!' batinnya.
"Kau beneran tidak apa-apa? Mukamu merah?" Tanya anak itu lagi.
"sungguh, aku tidak apa-apa. Maaf, tolong jangan lihat wajahku" kata Shaina sambil merunduk
"Hah? Kenapa? Oh, iya. Kau pasti calon Amazon, benarkan? Wah, sayang sekali ya. Kalau kau menggunakan topeng, wajah cantikmu tidak kelihatan"
.
.
BLUSSHHHH
.
.
Muka Shaina mulai memerah mendengar ucapan anak itu.
'Astaga! Dia berkata aku cantik! (/)' batin Shaina dalam hati. Kayaknya dia baru pertama kali dibilang cantik nih.
"Nih! Ambillah!" anak itu melempar sekaleng minuman ke Shaina
"…itu susu Milo. Sesuai namaku, aku Milo. Calon Saint Scorpio" kata anak itu sambil tersenyum
"…susu….Milo….ini…."muka Shaina nambah merah. Pikirannya mulai kacau ngedengar kata susu Milo (?).
"AKH! Ingat ya, bukan susu 'itu'. Ini Susu MILO. Ingat Susu Milo. Aduh gimana ya ngejelasinnya?!"
"hehehe….Iya, aku ngerti kok. Terimakasih" jawab Shaina sambil tersenyum balik.
"Wah! Kalau kau tersenyum, manis juga. Oh, iya. Rahasia ini kita jaga berdua ya. Aku tak akan bilang ke orang lain bahwa aku melihat wajahmu. Kau juga tak perlu membunuhku atau mencintaiku. Anggap saja ini tanpa sengaja,Ok? Yasudah, aku pergi dulu ya. Shaina!"
.
.
"…Milo….hangat."
End of Flashback
"Dah begitulah bagaimana awalku bertemu dengannya. Tak kusangka, seorang calon Gold Saint dapat tahu namaku. Dan kaleng susu yang dia berikan kepadaku, masih kusimpan hingga saat ini!" Shaina berkata dengan semangat membara.
"Oh~ cukup romantis ternyata. Tak kusangka, perginya aku ke toilet dapat membuat temanku bertemu jodohnya"
"Idih….harusnya kamu sering-sering ke toilet dong. Jadikan aku bisa dapat banyak pacar(?). ah, kalau kamu gimana? Kenapa bisa nyangkut ke Aiolia? Kan banyak tuh Gold Saint yang lain?"
"Entahlah, pokokknya kalau ingat masa itu, jangan ingin tersenyum"
Flashback –Marin-
"M…Marin! Menikahlah denganku!"
"Tidak!"
.
.
"M…..Marin! lahirkanlah anak-anakku(?)"
"TIDAK!"
.
.
"M…Marin! Jadian denganku, dong?! Pwease!"
"Aiolia, sampai kapan kamu mau begini? Kita masih kecil. Kamu kan udah janji, kalau kamu udah jadi Gold Saint, baru boleh meminang diriku"
"T…tapi, aku takut kalau misalnya kamu keburu diambil orang! Pwease! Cukup jadian denganku saja!"
"Hah….gimana ya? Begini saja, kamu cukup belikan sesuatu yang selama ini aku idamkan. Yang paling berharga dan cukup banyak diminati oleh orang-orang. Kalau kamu bisa membawakan apa yang aku minta, aku mau jadi pasanganmu"
"Hah? Yang bener? Ok deh, nanti aku bawakan! Tapi janji ya?"
"Iya, Janji!"
.
.
-3 Hari Kemudian-
"Kak Marin! Selamat Ulang Tahun! Semoga para Dewa memberkatimu!" kata Touma, adik Marin, sambil memegang sebuah kue lengkap dengan lilinnya
"Makasih, Touma. Kau tahu ya, kalau kakak suka Blackforest"
"Heheheh….iya dong, kakak kan yang terbaik bagiku. Oh, iya. Kak, tadi ada anak laki-laki yang nyuruh Touma buat ngebawain surat ini ke kakak" kata Touma sambil nyerahin sepucuk surat.
"dari siapa ya?"
To Marin, Nanti datang ya ketempat yang biasa kita ketemu,
Aku menunggumu.
-Lia-
~o~o~o~o~o~
-Disuatu tempat tak dikenal-
"Dimana dia? Katanya harus datang kesini?" Kata Marin yang saat ini berada di tempat dimana dia dan Aiolia sering bertemu.
"….tidak ada siapa-siapa. Apa mungkin dia lupa? AH! Apa itu?" Marin terkejut melihat sebuah boneka Singa besar terdiam ditengah-tengah taman.
Saat dia berjalan kesana, tepat didepan sang Singa, sajian makanan serta kue-kue enak warna-warni tersusun dengan rapi. Seakan-akan ada yang berulang tahun disini. Dan disana juga, tertulis nama Marin.
"hem? Apa mungkin ini untukku? Tapi kemana Aiolia? Ah, mending duduk saja. Mungkin dia kemana dulu"
30 menit berlalu dan Aiolia belum datang. Marin merasa putus asa, apa mungkin Aiolia gagal memenuhi syaratnya? Atau syaratnya terlalu berat?
.
.
"M…Marin…" sebuah suara keluar dari arah boneka Singa itu. Marin sangat terkejut ketika boneka itu berbicara.
"Ah…k…kamu…Aiolia? Kamu Aiolia kan? Ini suara dia kan?"
"M…Marin…maafkan aku. Aku gagal memenuhi syarat yang kamu berikan. Bukannya aku malas, tapi aku…..aku…gak tau apa yang kamu inginkan. Dan bodohnya, aku tidak mengetahui apapun tentang dirimu, malah ingin menjadikanmu seorang pacar. Maafkan aku" kata Aiolia
"Aiolia….."
"M…makannya, karena aku gagal, Marin gak perlu memikirkan pacaran denganku. Jadi aku memakai kostum singa ini, biar Marin gak muak melihat wajahku…."
"….Aiolia…."
"Tapi! Walaupun begitu, aku masih sayang Marin! Sampai kapanpun, bahkan sampai dunia ini hancur. Aku masih sayang Marin. Jadi, kumohon! Izinkan aku memberikan hadiah ulang tahun buat Marin"
"AIOLIA!"
Aiolia terkejut ketika mendengar Marin berteriak. Dan tanpa disadari, Marin tiba-tiba memeluk dirinya.
"kau menang! Kau berhasil! Kau tidak gagal!"
"A….apa? tapi kan…"
"aku hanya menginginkan dirimu. Jadi, syarat itu hanya bohongan! Aku hanya bercanda, maafkan aku. Sekarang, kau tidak perlu memakai kostum singa ini lagi" kata Marin sambil melepas kostum Aiolia.
.
.
"M….Marin!" kata Aiolia sambil meluk Marin
Dan dihari itu, Aiolia beserta Marin menghabiskan waktu mereka ditaman itu untuk menikmati langit biru dan camilan kue yang dibuat kakak Aiolia.
End of Flaskback
"Auwh! Co cweeeettttt~! Gak nyangka Marin yang tegas bisa se-Romantis itu" kata Shaina yang mulai menggoda Marin.
"Harusnya kau ikut waktu itu, Masakan kakaknya enak banget. Jauh lebih enak daripada yang dijual di etalase toko"
"Ih…kan waktu itu aku lagi sakit! Tapi yang terpenting, kalian jadi akrab kan? Eheheeh….jadi iri deh. Jangan-jangan Marin lagi yang duluan menikah?"
"Ish….selalu saja begitu. Yasudah, mau kemana lagi sekarang? Kita santai aja, urusan MOS ada Alala yang ngurus"
"Gimana kalau ke Toko Fashion yang terbaru itu? Disana ada baju cowok-cowok cakep loh, kita belikan saja untuk pacar kita."
"Ide bagus. Ayo pergi"
~OMAKE End~
Author Note :
ASTAGA! Saya emang gak bisa ngebuat cerita romantis….(T_T) apa mungkin karena selalu gagal dalam percintaan?! Hiks….m(_||)m
Aphrodite : Malang sekali, sini ikut daku. Biar aku kasih tips and trick memikat cowok
Author : ah…makasih, mungkin lain kali saja. (=_=||)
Yah, kali ini hanya 3 Omake. Terimakasih bagi yang sudah membaca, mohon maaf bila ada kesalahan dan masih gak lucu. Hahaha….kutukan Milo nih #ngelirikMilo . Tapi kenapa dari humor menjadi romantis? #ngebaca omake3 #guling-gulingangakjelas
Jaa~ sekian dari saya. Terimakasih bagi yang selama ini mereview. Sayonara! :D
~San-San Yuki~
P.S : Haruno Yume-san, hum…hum….anak tunggal ya. Saya aja anak ke-3 dari empat bersaudara. 2 kakak tertua saya (cewek dan cowok) tu ingin dibantai, ngebuat keributan mulu. Dan akhirnya terjadilah perang dunia 3. XD Tapi, jadi anak tunggal ada enaknya. Jadi lebih diperhatikan orang tua. Tapi semangat! Anak adalah anugerah! IoI #gaknyambung
