Terkadang, kemampuan dan kejeniusan seseorang – yang dipandang hebat oleh orang lain – justru, membuat dirinya sendiri tersiksa. Kemampuan lain dari yang lain itu hebat. Bahkan, kau bisa terlihat 'Wah' diantara beberapa orang – jika seandainya, kau disejajarkan oleh mereka.
Aku tak habis fikir. Mengapa aku dilahirkan se-jenius ini? Aku berharap, aku itu mempunyai pola fikiran yang sama. Sejajar. Biasa saja.
Karena, ke-jeniusan-ku itu menyiksa diriku. Aku rasa, itu bukanlah sebuah kemampuan dan kejeniusan dalam diriku. Melainkan, sebuah malapetaka bagi diriku.
... dan orang banyak dimasa mendatang.
Karena, mereka yang memaksaku melakukan itu...
...
Main cast [Kim Joonmyeon. Zhang Yixing. Do Kyungsoo. Kim Jongin]
[T+. Horror. Tragedy. Adventure. Suspense. Sci-Fi]
Author [CarolineaKim]
Length [Chaptered. Multi-chapter]
Disclaimer© [This storyline is belong to me and always MINE! So, don't copy this storyline without permission]
Warn! [YAOI. AU. Absurd. Typo everywhere. Pure YAOI no GS]
...
CarolineaKim storyline...
Present!
.
.
Happy Reading (~*3*)~
.
Chapter 10 [Some Flashback]
.
Kyungsoo ingat.
Saat itu, dia sempat mengalami kejadian yang tidak akan pernah ia lupakan sampai kapanpun. Setiap melakukan hal apapun, bahkan, setiap hembusan nafas sekalipun, dia selalu kembali terbayang akan hal itu.
.
.
.
Kala itu, si bungsu Kim merengek meminta berjalan-jalan atau sekadar refreshing selepas ia ujian kelulusan. Mau tidak mau, ayah, ibu, si sulung Kim, istri dari sulung Kim, dan kekasihnya harus menuruti kemauan si bungsu.
Mereka memutuskan untuk berjalan-jalan kesalah satu museum kuno. Bekas-bekas peninggalan pada saat penjajahan dulu ataupun pada saat lainnya.
Dari awal, Kyungsoo menolak untuk berkunjung ke museum. Firasatnya mengatakan ada hal yang tidak baik akan terjadi. Tapi, Jongwoon – ayahnya, mengatakan bahwa mereka jarang berkunjung ke museum dan selalu berjalan-jalan di mall atau tempat yang sudah sering mereka kunjungi sebelumnya. Lagipula, Joonmyeon juga mengatakan bahwa, Anson belum pernah ke-museum dan dirinya dan Yixing, terakhir kali berkunjung ke museum pada setengah tahun yang lalu.
Mulai dari sanalah kejadian itu dimulai.
Tepat saat itu, Kyungsoo sedang sibuk membaca tulisan yang tertera pada sisi kanan salah satu barang di museum kuno tersebut. Sesaat, dia merasakan ada hal aneh dan dia merasakan ada sekelebat sesuatu yang melintasi tepat dihadapannya. Namun, Kyungsoo lebih memilih untuk mengabaikannya dan dia berbalik untuk mengajak Jongin menemaninya ke kantin. Dia sudah lapar, omong-omong.
Tapi, dia terpencar. Dia tidak melihat keluarganya disini. Lalu, Kyungsoo memutuskan untuk bertanya. Karena demi apa, museum ini sangat luas dan mustahil untuk Kyungsoo menemukan mereka dengan cepat.
Kyungsoo menepuk pelan salah satu petugas keamanan yang sedang menjaga pada pintu masuk ruang museum 1. Namun, petugas tersebut tidak bergeming sama sekali. Dia lebih memilih untuk tersenyum ramah dan menyambut orang yang berlalu-lalang.
Hal aneh itu terus berlanjut. Kyungsoo berteriak sekeras-kerasnya memanggil nama sang kakak, sang kakak ipar, dan sang kekasih berkali-kali. Lalu, memanggil nama ayah dan ibunya lengkap. Namun, tidak ada yang perduli. Semuanya lebih sibuk mengurusi masalahnya masing-masing.
Kyungsoo panik. Dia melihat kearah jam tangannya yang menunjukkan pukul setengah empat sore. Dia harus cepat menemukan ayah dan ibunya.
Saat Kyungsoo menemukan mereka dikantin, Kyungsoo merasa sangat lega. Namun, kelegaannya tidak berlangsung lama saat dia menyadari ada dirinya di tengah-tengah mereka. Padahal, sudah jelas-jelas, Kyungsoo berdiri disini.
Dirinya yang sedang berada disana menunjukkan ekspresi datar dan tidak bersahabat. Memilih bungkam, alih-alih ikut bercanda dengan keluarga.
Saat itulah, Kyungsoo yakin bahwa itu bukanlah dirinya. Itu sangat berbeda. Dan Kyungsoo tahu, dia sedang berada pada dimensi lain kehidupan. Dan sesosok disana yang menyerupai dirinya adalah penggantinya – mungkin – sementara.
Bahu Kyungsoo bergetar pelan. Dia melirik kearah jam tangannya. Aneh. Jarum jamnya masih berputar sesuai waktu sekarang.
Kyungsoo memilih untuk menangis pelan. Dia menyadari, sosok yang menyerupai dirinya tersebut sempat menyeringai mengerikan pada Kyungsoo.
Sudah hampir 2 minggu, dia seperti ini. Bisa melihat orang lain, tetapi, orang lain tidak bisa melihat dirinya. Dan selama itu pula, sosok yang mengantikannya di dunia nyata bersikap berbanding terbalik daripada dirinya yang asli.
Dihari keduabelas, Kyungsoo memutuskan untuk kembali kerumahnya. Karena, selama ini dia hanya berjalan tak tentu arah. Dan saat ia membuka pintu,
"Kyungsoo! Ibu sudah memasakkan sup ikan kesukaanmu!" terdengar suara ibunya.
Kyungsoo menoleh kekanan dan kekiri. Ia linglung. Ia pikir, yang dipanggil sang ibu adalah penggantinya. Ternyata tidak.
"Mengapa masih diam, hem? Cepatlah."
Kyungsoo ingin sekali menangis saat itu pula. Dia langsung memeluk ibunya erat-erat. "Ibu, ibu! Ini betulan ibu? Ibu bisa melihatku?" tanya Kyungsoo antara senang dan bingung.
Ibunya terheran. "Iya, ini ibu. Kim Ryeowook. Dan ibu bisa melihatmu. Kau ini aneh, ya." Jawab ibunya yang membuat Kyungsoo bertambah gembira. "Memang mengapa?"
"Ah, tidak ibu. Tidak ada apa-apa. Oh iya, tumben ibu memasakkan sup ikan kesukaanku."
"Tadi pagi, kau terlihat marah pada ibu karena ibu tidak menyiapkan seragammu. Entahlah. Maafkan ibu, ya?" suara sang ibu berubah menjadi sendu.
Kyungsoo terhenyak. Sudah pasti ini ulah penggantinya. "Ini bukan salah ibu. Aku yang salah." Kyungsoo bersikap seolah tidak ada kejadian apapun yang menimpa dirinya.
Ya, dia tidak pernah memberitahu siapapun tentang hal itu...
...hingga saat ini.
.
.
.
.
"Kyungsoo!"
"Astaga! Kau mengagetkanku!" rutuk Kyungsoo pada Baekhyun.
"Habisnya, dari tadi kau melamun. Sedang memikirkan hal apa? Kau rindu dengan Jongin, yaaa?" goda sepupunya yang memiliki julukan 'Pembawa Berita Berjalan' itu.
"Bukan, ya! Sembarangan." Gerutu Kyungsoo.
Baekhyun tertawa pelan seraya memegangi perutnya yang sakit karena banyak tertawa.
"Sudah – sudah! Tidak lucu, tahu! eng, Baek... kau sudah tidak memikirkan kejadian 3 hari yang lalu dirumah Joonmyeon hyung, ya?" tanya Kyungsoo.
Tiba-tiba, Baekhyun berhenti tertawa dan meneguk salivanya kasar. "Kau tahu? Sebenarnya, hingga saat ini, aku masih shock. Bagiku, hal itu sangat mengerikan dan, yeah, aku tidak akan mungkin melupakannya. Bagaimana dengan yang lainnya?"
"Sama. Rekan kantor Joonmyeon hyung masih ketar-ketir hingga saat ini. Ibu dan ayah. Mereka juga masih shock. Apalagi, Zitao, adiknya Yixing gege. Sekarang, dia tidak berani kemanapun tanpa ditemani oleh Henry ahjumma." Jawab
"Eh, tunggu – tunggu! Mengapa kau memanggilnya ahjumma?"
"Aku tidak yakin jika akan memanggilnya dengan sebutan ahjussi. Karena, dia cantik." Kyungsoo terkikik.
"Ah, iya. Seperti ibumu." Baekhyun juga ikut terkikik.
"Sepertinya, ibumu lebih, Baek. Dia terlalu cantik untuk ukuran seorang lelaki. Ah, Heechul ahjumma seperti Cinderella."
"Ya, ibuku seperti Cinderella. Tepatnya, Cinderella yang galak. Hahahaha..."
Dan, kedua sahabat – sepupu ini larut dalam candaan.
.
.
Tidak jauh disana, sosok beraura positif – teman Kyungsoo tersenyum getir.
"Semoga kakak tidak akan pernah menghancurkan kebahagiaan mereka."
.
.
.
.
TBC
(Kalau ada yang masih mau lanjut, wkwk)
.
Update double.
Mumpung idenya ngalir lancar, hehe. Oh iya, yang flashback kejadian Kyungsoo di museum itu sebenarnya, Carl juga pernah ngalamin. Persis. Beneran, Carl pernah ngalamin itu. Bedanya, di sekitaran Keraton Yogyakarta. Aneh gitu.
Hampir dua minggu. Dan emang ada yang gantiin Carl di dunia nyata. Bedanya, dia (yang gantiin aku) sifatnya beda jauh. Pendiem, dingin, terus suka marah-marah kalau ada orang yang ngelakuin kesalahan dikit. Padahal, Carl aslinya hyperactive :v, terus cerewet, dan malah panik sendiri kalau ada orang lain yang salah (padahal, bukan Carl yang salah :v)
Untung aja, waktu itu lagi libur kelulusan kelas 6. Ngeri banget, ah. Udah, jadi flashback nih ;_;
Jangan lupa review, ya~ See you in chapter 11.
(Yeee, udah sampe 10 chapter, nih :D /tumpengan/)
.
Sign,
CarolineaKim.
