Life

Chapter 10: Reunion

Author : aya-na Byakun

Disclaimer : punya Ay lah,

(jangan percaya! Bleach masih punya Tite Kubo)

Pairing : IchiRuki, slight IchiHime dan GrimRuki

(IchiAy..whaaa..Ampun-ampun. Ay g jadi rebut Ichi dari Ruki d)

Chap ini Rukia's POV

Kalau ada POV lain, akan ada pemberitahuan

Langsung Read aja ya!

Okkkkkk!! R&R ok!

Aku terdiam, fikiranku masih dipenuhi kata-kata Grimmjow. 'Kau harus sadar, Ichigo hanya lelaki pecundang yang mengincar keperawananmu dan akan mencampakkanmu saat dia sudah mendapatkan apa yang diinginkannya'..' Karena Ichigo merenggut kesucian adikku yang membuatnya bunuh diri'.

Tidak! Itu semua tidak benar! Aku menangis. Kenapa? Kenapa ini semua terjadi pada hidupku? Tidak, aku tidak boleh percaya pada Grimmjow! Dia pasti berbohong! Air mataku mengalir membasahi kedua pipiku. Tiba-tiba ada tangan terulur di hadapanku.

"Ini, hapus dulu air matamu," ucap orang itu sambil mengulurkan sapu tangan padaku.

"Kau.."

Chapter 10: Reunion

"Kau masih mengingatku?" tanya laki-laki yang berada di hadapanku. Tangannya masih mengulurkan saputangan.

"Hn.." aku mengangguk dan menyambut saputangan yang diberinya. "Kau yang tadi pagi menabrak Momo kan?" tanyaku. Aku tahu laki-laki ini jelas orang yang yang tadi padi ditabrak Momo, tapi aku masih ingin mendapat penjelasan darinya.

"Iya, namaku Toushirou Hitsugaya," ucap laki-laki itu sambil tersenyum.

"Mmm.. namaku Rukia Kuchiki," ucapku masih memerah akibat tangisanku tadi.

"Sudah jangan menangis lagi," laki-laki itu lalu pergi meninggalkanku.

"Tunggu!" panggilku.

"Ya?" laki-laki itu, mmm.. maksudku Toushirou langsung menghentikan langkahnya dan kembali berbalik menghadapku.

"Apa.. apa kau melihat semua kejadian tadi?" tanyaku ragu-ragu. Toushirou lalu tersenyum sebelum menjawab,

"Ya. Aku melihat semuanya. Nasehatku adalah, kau harus percaya, Ichigo bukan laki-laki serendah itu,"Toushirou lalu kembali melanjutkan jalannya.

Aku tertegun mendengar ucapannya. Orang itu, Toushirou, dia pasti mengetahui kebenaran dari semua ini. Apa yang sebenarnya terjadi?? Aku kembali menunduk, merenungi semua kejadian yang terjadi hari ini. Dan tiba-tiba ada tangan lembut yang menyentuh bahuku.

"Sedang apa kau disini, Rukia?" Suara, suara itu? Aku mengadahkan wajahku untuk melihat siapa pemilik suara itu. Ichigo..

"Ichigo.." aku tidak tahu apa lagi yang terjadi karena tiba-tiba kegelapan lah yang tampak di hadapanku.

Aku membuka mataku saat kessadaran mulai menghampiriku. Mataku menangkap pemandangan yang sudah tak asing lagi bagiku. Ini.. inikan kamarku. Aku melirik ke sekeliling kamarku. Tidak ada satu orang pun di sini. Siapa yang membawaku ke sini. Oh ya, aku ingat. Bukankah tadi Ichigo yang menepuk bahuku sesaat sebelum aku tak sadarkan diri. Tapi dimana dia sekarang?

Seolah menjawab pertanyaan hatiku, aku melihat sosok Ichigo datang dari arah dapur dan membawa segelas air putih di tangannya. Ichigo berjalan menujuku dan mengecup pelan keningku. Dia lalu menawarkan segelas air yang dibawanya padaku.

"Ini minumlah," ucap Ichigo sambil menyodorkan segelas air putih ke hadapanku.

"Terima kasih," ucapku lalu meneguk sedikit air putih itu.

"Nah sekarang ceritakan padaku. Apa yang terjadi padamu? Aku begitu khawatir padamu saat mendapati kau tidak berada di UKK. Aku lebih khawatir lagi saat melihat kau yang langsung pingsan saat ku temui di lorong. Apa yang terjadi?" tanya Ichigo penuh perhatian padaku. Mata musim gugurnya seolah mengebor amethyst ku dalam, mencoba mencari kebenaran di dalamnya.

"Aku.. mm.. aku mungkin hanya kelelahan," ucapku berbohong. Aku.. aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya padamu Ichigo. Maaf, aku.. aku akan mempercayaimu.

Ichigo's POV

Aku melangkahkan kakiku keluar dari kamar Rukia. Aku yakin ada sesuatu yang disembunyikannya. Aku bisa melihat matanya memancarkan kebohongan saat mengucapkan hal itu. Apa yang sebenarnya terjadi? Pasti ada hubungannya dengan Grimmjow! Sial! Seperti mendengar amarah hatiku, tiba-tiba saja aku melihat orang yang baru saja aku pikirkan.

"Apa yang terjadi antara kau dan Rukia?" tanyaku sambil menatap tajam Grimmjow yang berjalan ke arahku. Tetapi Grimmjow hanya terdiam dan melanjutkan jalannya tanpa menoleh ke arahku sedikitpun. Aku pun menghadang jalannya dengan merentangkan tangan kananku.

"Cih, ada urusan apa kau denganku, Ichigo?" ucap Grimmjow tajam.

"Sekali ku tanya, apa yang terjadi antara kau dan Rukia?!" aku meninggikan suaraku. Aku tidak peduli dengan tatapan sekelilingku melihat perseteruanku dengan Grimmjow.

"Kau ingin tau?" Grimmjow menyeringai ke arahku. "Aku dan Rukia baru saja berciuman," ucapnya diakhiri seringai yang memuakkan. Brukk.. Tanpa pikir panjang, aku segera menghantam wajahnya dengan tinjuku. Grimmjow pun tersungkur di lantai. Aku bisa melihat darah segar keluar dari ujung bibirnya akibat tinjuanku barusan.

Grimmjow bangkit dan membalas tinjuku. Brukk.. Kini giliranku yang tersungkur di lantai. Darah segar pun mengalir dari pelipisku. Aku tidak menmbuang waktu lebih lama lagi untuk membalasnya. Dan orang-orang di sekitar kami mulai menonton perkelahian kami. Tak ada satupun yang berusaha melerai. Mereka terlalu takut melihat emosiku dan Grimmjow saat ini. Sampai ada suara seorang gadis yang berteriak.

"Hentikan! Kalian apa-apan?" aku dan Grimmjow melirik gadis itu, ternyata Momo.

"Momo, lebih baik kau tidak usah ikut campur. Ini urusanku dengan Grimmjow," ucapku pada Momo.

"Cih, kau pikir aku akan membiarkan gadis itu mengganggu kita. Tidak AKAN! Terima ini Ichigo! Untuk semua luka yang kau berikan pada Senna!" Brukk.. Grimmjow meninju rahangku. Aku yang tak sempat menghindar langsung ambruk saat mendapat serangan itu.

Tapi aku segera membalas dengan meninju keningnya, "Dan ini untuk tindakanmu yang melibatkan Rukia dalam masalah kita!" teriakku.

Tiba-tiba saja hatiku mencelos saat mendengar suara langkah kaki tergesa-gesa diiringi suaranya yang masih lemah, "Hentikan!! Kenapa kalian berkelahi seperti ini!!"

Aku menoleh pada sumber suara itu. Rukia.. Aku melihat Momo berdiri di sampingnya. Pasti Momo yang memberitahu Rukia. Aku melirik ke arah Grimmjow. Dia pun menoleh ke arah Rukia. Aku masih terdiam, tetapi Grimmjow lalu langsung mengarahkan pukulan ke arahku. Kejadiaannya begitu cepat. Tanpa aku sadari Rukia sudah berdiri dan berada di antara kami. Dan pukulan Grimmjow sukses mendarat di pelipisnya. Brukk..

"Rukia!" teriakku bersamaan dengan Grimmjow. Aku langsung menahan tubuh Rukia yang pingsan. Darah keluar dari pelipisnya. Grimmjow terlihat shock atas pukulannya yang salah sasaran. Tanpa memdulikan sekelilingku, aku langsung mengangkat tubuh Rukia.

"Ichigo, tunggu!" ucap sebuah suara. Suara itu? Aku berbalik untuk melihat siapa pemilik suara itu.

"Kau? Mau apa kau ke sini?" tanyaku ketus pada orang itu. Aku melirik Grimmjow. Dia begitu terkejut melihat orang yang baru saja memanggilku.

"Untuk menyelesaikan masalah antara kita bertiga. Aku, kau dan Grimmjow," ucap orang itu. Ya, orang itu adalah Toushirou.

"Aku tidak ada waktu," jujur, prioritasku saat ini adalah Rukia. Aku memandang luka di pelipisnya. Aku merasa bersalah pada Rukia karena melibatkannya dengan masalah ini.

"Kau tidak usah khawatir, biar Momo yang merawatnya. Dan kau perlu tahu, Rukia sudah mengetahui masalah ini dari Grimmjow tadi siang," ucapan Toushirou membuatku terkejut. Aku langsung memandang tajam Grimmjow. Tidak ku sangka dia akan mengatakan hal itu pada Rukia.

"Apa lagi yang harus dijelaskan!? Jelas Ichigo lah biang dari semua masalah kita!!" teriak Grimmjow.

"Apa pun masalah kalian, aku mohon serahkan Rukia padaku. Aku yang akan merawatnya!" ucap Momo menahan getir dalam suaranya. Ichigo memandang Momo sesaat. Toushirou benar, lebih baik untuk saat ini Momo lah yang merawat Rukia. Dan aku bisa menyelesaikan masalah diantara kami bertiga.

"Baiklah, aku titip Rukia padamu," aku lalu menyerahkan Rukia pada Momo. Momo dibantu beberapa teman perempuannya segera membawa Rukia ke UKK. Aku menatap kepergiaan mereka. Dan kembali menghadap Toushirou.

"Grimmjow, Ichigo, aku akan menjelaskan masalah yang sebenarnya pada kalian. Atau lebih tepatnya padamu, Grimmjow." Toushirou mengambil nafas sebelum melanjutkan, "Sebenarnya yang menghamili Senna adalah…."

To be continue

Hua… gomen..!! Chap ini pendek ya?? Hehe.. ay baru sembuh ni, makanya ru apdet..*alasan*

Makasih ya buat yang udah ripiu. Luv U all.. Muach..*reader muntah bacanya*

Balas ripiu dulu ah..

Haru Ai Byakuya Taichou.. aih, masa sih chap terthe best??*mata berbinar* arigatou^^ Ah, ay dengan senang hati menyambut AA Byakkun di rumah..XD *dibakar Byakun FC*

Zizi Kirahira Hibiki.., kyaaa~.. apa kabar neng? Damang? Yapz, yang ngasih saputangan tu mang si cebol..*ditabog Hitsu* Neng pinter euy!

Sevachi 'Ryuuki J'.. duh neng, mojang Bandung anu geulis, chap 9 mang abdi haturkeun jeung neng kika.. Gimana, GrimmRuki nya dah ma'nyos kan? Hehehe..

Aine Higurashi.. Hehe.. Gomen neng Ai.. Psst.. jangan gedor-gedor pintu atuh. Tar rubuh loh..*dijitak Aine*

Zheone Quin.. Aduh, Zheone, sok atuh mangga ari rek ripiu mah.. Diterima dgn senang hati..^^*peluk-peluk Zheone*

Ruki-Ichi Kun.. Hoy, sudah lama kita tidak bersua..*sok kenal*. Heee.. Ruki pinter deh! Yapz! Yang ngasih emang Hitsu.

Mii Saginomiya.. Iya, makasih ya pujiannya. Ow..ow..ow.. poster SBY dari mana tuh??

Kuroi no yuki.. Hai! Yapz.. ne ay dah apdet..^^

Aizawa Ayumu.. hihihihi..*ikutan ketawa ala hiruma*-dibazoka-. Ho-oh yang penting Ichi dah nyium Ruki. Hehehe..

liekichi chan.. Srett..*nangkis gorokan Ichi*.. Tenang liekichi, ay tidak akan membiarkan Ichi ngegorok kamu..*digetsuga tenshou*

Yurisa-Shirany kurosaki.. Tak pa, tapi chap ini ripiu lagi ya. Hehehe..^^ Ho-oh, aa Grimm emang keren..*dipelototin kika*

shiNomori naOmi.. Pssstt.. berhubung ay authornya, jadi tenang aja, Ichi ga bakal tau. Hehehe..*dibankai*

Riztichimaru.. ah, Rizt, ay kangen nih.. kemana aja? Ko jarang OL?? ^^

Kurosaki Shicchi.. Bletak..*ikut ngelempar panci ke Shicchi*-dijitak-. Hohoho.. becanda kok. Ripiu lagi ya^^

Fukai uta yuri mikazuki.. wow! Makasih ya^^ ni ay dah apdet^^

beby-chan.. Hai beb! Senang deh, kamu masih setia ngeripiu fic ay.. Ni ay dah apdet^^

ichirukiluna gituloh.. Lun, piye kabare? Udah baean? Sama ni, ay juga baru sembuh..

Buat satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan, apakah Ichi benar melakukan hal itu? Jawabannya adalah.. jreng jreng.. Saksikan di chap mendatang!^^ *dilempar duit sekarung ama para reader*

Happ!..*ay tangkap*. Thanks ya!!*kabur bawa duit sekarung*

Chap ini ripiu lagi ya!*puppy eyes*

Arigato^^