Happy reading and keep giving me comments
WARNING NC INSIDE
Kyungsoo's P.O.V
Kehidupan pernikahanku bersama Kim Jongin menjadi lebih berwarna ketika aku sudah tahu perasaan Jongin padaku dan akupun sudah mengakui kalau aku juga mencintainya. Aku memasak sambil tersenyum senang.
Kemarin, kami sudah hampir melakukan 'nya' kalau saja Sehun Oppa tidak datang. / Untung saja tidak jadi. Kalau jadi, aku tidak tahu aku harus bagaimana.
Tiba-tiba, HP ku berbunyi. Dari Ahra eonnie rupanya.
"Yeoboseyo eonnie?" aku mengangkat telepon.
"Kau sedang apa Kyungsoo~ya?" tanya Ahra eonni.
"Aku sedang masak untuk makan malam... " jawabku.
"Joha... Aku kesitu sekarang... Aku lapar.. Buatkan aku makanan ya?? Hehe." pintanya.
"Ne, Onnie... Kebetulan Jongin juga belum pulang."
"Oke, aku akan segera kesana..."
Sesaat kemudian, Ahra eonnie sampai kerumah kami. Aku pun membukakan pintu, menyambutnya.
"Ini, ada cheese cake kesukaanmu." ujar Ahra eonni sambil menyodorkan sekotak cheese cake kesukaanku.
"Uwaaa... Gomawo, eonnie." sahutku senang.
"Aduhh... Aku benar-benar cape..."
"Duduklah eonnie. Akan ku buatkan teh dulu. Eonnie lembur lagi?"
"Iya. Nanti juga aku masih harus kembali ke kantor. Masih ada yang perlu kutangani..." ujarnya. Aku beranjak ke dapur dan membuatkannya teh camomile.
"Wah... Kau memang baik sekali Kyungsoo~ya. Ngomong-ngomong kemana Jongin? Kenapa belum pulang juga?" ujarnya setelah kuberikan teh kepadanya. Ahra eonni menyesap teh itu pelan karena masih panas.
"Ini kan sudah tahun terakhirnya eonnie. Jadi, dia masih ada di perpustakaan untuk belajar. Biasanya jam 7 nanti dia baru pulang..." jelasku.
"Oh, begitu. Kau juga sudah tahun terakhir, kan? Sama seperti Jongin." tanyanya.
"Iya. Tapi, aku sudah ke perpustakaan sebelum pulang tadi. O,ya. Eonnie belum makan kan? Aku membuat kimbab dan pajeon kesukaanmu. Mau makan dulu sebelum kembali ke kantor?"
"Aigoo... Kau memang adik ipar yang baik Kyungsoo~ya.. Kaja... Nan jinjja pegupa..." ajak Ahra eonni. Jadi, aku akhirnya makan dengan Ahra Eonnie sambil menunggu Jongin pulang.
"Ya~... Jongin sering meninggalkanmu sendirian ya diapartemen?" tanya Ahra eonni di sela makannya.
"Yah.. Begitulah eonnie. Tapi, aku tahu dia itu kan memang sedang berjuang untuk tugas akhirnya..."
"Ngomong-ngomong kalau seperti ini, pasti sangat sepi ya..."
"Hahaha... Iya. Tapi, kalau Jongin sudah pulang pasti akan ramai. Lagipula menunggunya pulang, aku kan bisa main game di laptop atau psp." jawabku sambil mengunyah kimbabku.
"Pasti akan lebih ramai kalau ada bayi disini." perkataan Ahra Eonnie membuatku tersedak.
"Uhuk uhuk..."
"Ya~ gwenchanha?" ucap Ahra eonni sambil menepuk-nepuk punggungku. Dia mengambilkan air putih di hadapannya dan segera saja kuminum air itu.
"Uhuk uhuk... Ne, eonnie. Gwenchanha..."
"Kalian berdua rajin melakukannya, kan?" katanya sedikit curiga.
"Aku ingin punya keponakan perempuan jadi bisa kudandani dengan baju-baju buatanku." ucapnya senang.
"Uhuk uhuk... Bagaimana bisa ada bayi kami saja belum pernah..." ucapku cukup keras. Oops! Tidak!! Kenapa aku mengatakannya. Aku menutup mulutku. Memandang Ahra eonnie yang kini membuka matanya lebar-lebar. Aish. Pasti eonni mendengarnya tadi.
"MWOOOOOO!!!! APA KAU BILANG KYUNGSOO~YA!!! KALIAN BELUM PERNAH MELAKUKANNYAAAAAA!!!" teriak Ahra Eonnie. Teriakannya cukup bisa membuat ibu hamil keguguran di tempat. Aish. Kenapa membahas kehamilan lagi? =.=
"A...aniyo eonnie..."gagapku.
"Cih!! Bocah tengik itu belum pernah menyentuhmu??? Ini kan sudah bulan ke 3 pernikahan kalian!! Jadi selama ini kalian melakukan apa??!!" bentaknya. Ahra eonni melotot. Membuatku takut saja.
"A..ani..." Aduh!! Mati aku!! Mulut bodoh!!
"Aish!! Kenapa kau tidak minta saja??" suruhnya
"EONNIE!!" teriakku dengan muka yang merah. Yang benar saja? Masa aku memintanya untuk melakukannya padaku? Aku malu.. Lagian aku kan belum pernah melakukannya. Dan aku tidak tahu harus berbuat apa. =.="
"Ani. Berarti ini salah Jongin. Bagaimana bisa dia tidak mau melakukannya denganmu?? Kalian benar-benar parah!! Jadi selama ini kalian masih virgin???!! Aish!! Michigeda...!" Ahra eonni mengacak rambutnya frustasi. Aigoo.. Aku tidak tahu apa lagi yang harus aku katakan kepada Ahra eonni.
"Se..sebenarnya... Kemarin saat kami mau melakukannya, Sehun oppa datang mencari flashdisk yang ternyata ada pada eonnie... Ja..jadi Jongin sudah tidak mood dan langsung tidur." jelasku.
"MWOOO!! Si cadel itu mengganggu kaliaaaaaaaannnn!! Tidak bisa dibiarkan... Jamkkan.. Kalian baru mau melakukannya kemarin ini?? Kemarinnn!!!!!!!!! Aish, jinjja..." Ahra eonni berteriak makin menjadi-jadi. Aku bahkan dapat melihat tanduk di kepalanya. Eomma! Tolong aku!
"Eonnie... Mianhaeyo." ucapku pelan.
"Mianhae? Ini semua salah Sehun!! Tenang saja Kyungsoo~ya... Semua pasti beres... Aku pergi dulu. Gomawo untuk makan malamnya. Kau chef terbaik!" Ahra Eonnie buru-buru pergi. Tepat saat membuka pintu, Jongin sudah ada di depan pintu juga.
"Nuna!" sapanya.
"Aish!! Kau ini tidak becus jadi suami..." kata nunanya lalu sambil pergi.
"Kenapa dia?" tanya Jongin padaku. Jongin nampak terlihat bingung dengan perilaku kakak perempuannya itu. Aish, mana mungkin ku katakan kalau dia minta aku melakukan 'itu' dengan Jongin. Aku tidak bisa membayangkan reaksinya.
"Molla..." bohongku.
"Ah, sudah biarkan saja... Myeonjang, kau masak apa? Aku laparrrrrr..." Jongin memegangi perutnya.
"Kimbab dan pajeon." jawabku.
"Kau sudah makan?" tanyanya lagi.
"Sudah sedikit..." aku membawakan tasnya.
"Kaja...aku mau makan..."
End of Kyungsoo's P.O.V
Author P.O.V
Sementara itu, Ahra yang kesal gara-gara mendengar curhatan Kyungsoo tentang Sehun yang menganggu mereka itu langsung meneleponnya untuk bertemu.
"Yeoboseyo?"
"Ya! Kau dimana Sehun~ah??!!" bentak Ahra.
"Yoo... Sabar sabar Ahra~ya... Aku baru selesai latihan dance."
"Aku kesana sekarang!!"
"Tak perlu. Aku sudah mau pulang. Kau tunggu saja aku di café biasa. Oke?"
"Ya sudah.. Palliwa... O,ya. Apakah Chanyeol bersamamu juga?" tanya Ahra.
"Iya. Dia ada di sebelahku. Wae?" jawab Sehun.
"Bawa dia juga. Ada yang ingin kubicarakan dengan kalian." ucap Ahra.
"Arasseo..."
Mereka pun bertemu dicafe Siwon seperti biasa. Ahra sudah menunggu ditemani secangkir cappuccino. Tak lama, Sehun dan Chanyeol datang bersamaan.
"Annyeong! Ada apa?" Sehun dan Chanyeol datang. Mereka duduk di depan Ahra.
"Gawat!!" teriak Ahra.
"Apa? Apanya yang gawat?" tanya Chanyeol panik.
"Kemari..." Ahra meminta mereka untuk mendekat. Mereka berdua pun mendekat ke tubuh Ahra.
"Kau tau... Adik-adik kita masih virgin..." bisiknya.
"MWOOOOO!!! Bagaimana kau tau??!!!" teriak Chanyeol. Sehun hanya melongo mendengar ucapan Ahra dan menepuk-nepuk kedua pipinya, seolah itu hanya mimpi.
"Kyungsoo keceplosan." ujar Ahra.
"Ya!! Padahal, kami kan sudah memberi mereka hadiah film yadong." kata Sehun masih tak percaya dengan ucapan Ahra.
"Tuh.. Benar, kan apa kataku. Kyungsoo itu lemot sekali. Tapi, kau bilang Jongin pintar kalau soal seperti itu." tambah Chanyeol.
"Itu benar. Kenapa Jongin jadi seperti itu. Apakah Kyungsoo membuatnya lemot juga??" kata Sehun.
Pletak! Pletak!
Dua kali hadiah jitakan mampir ke kepala Sehun dari Chanyeol dan Ahra.
"Ya!! Sembarangan kau bicara." kata Chanyeol.
"Ini semua salahmu Sehunie.." timpal Ahra.
"Mwo?? Mworago? Salahku? Bagaimana bisa, hah?!!" protes Sehun.
"Kyungsoo bilang saat Jongin mau melakukannya kemarin, kau datang mencari flashdisk yang ternyata ada padaku..." jelas Ahra.
"Aku kan sudah menyuruh mereka melanjutkan..." balas Sehun.
"Jingin sudah tidak mood gara-gara kau!!" bentak Ahra.
"Kenapa kau bisa ke rumah mereka malam-malam seperti itu??" tanya Jongin.
"Tugasku ada di flashdisk itu dan aku mau mengerjakannya." jawab Sehun.
"Pembohong!! Tidak ada tugas! Hanya ada yadong!!" kata Ahra.
"Ada!! Ada di salah satu folder kok..." Sehun membela diri.
"Aish!! Sudah sudah... Sebaiknya kita pikirkan ini... Betul kata Ahra. Ini semua salah mu Hun~ah... Lalu apa yang harus kita lakukan?" Chanyeol menyilangkan tangannya. Ahra dan Sehun mengernyitkan keningnya, tanda berpikir.
"Jongin benar-benar gila. Kenapa dia bisa setahan itu ya?" ucap Sehun diikuti anggukan dari Chanyeol.
"Ah, iya... Kau ingat curhatan Jongin waktu itu... Aku tau sekarang kenapa Jonginie belum mau menyentuh Kyungsoo." kata Chanyeol tiba-tiba.
"Kenapa?? Adikku bilang apa pada kalian? Kenapa dia tidak bilang padaku?" tanya Ahra penasaran.
"Ini masalah namja, Ahra~ya... Kau pasti tidak akan tahu." jelas Sehun. Ahra mengerucutkan bibirnya lalu melanjutkan lagi.
"Jadi adikku bilang apa pada kalian?" tanya Ahra dengan nada mengancam.
"Kau shock kan waktu Jongin membawa Kyungsoo ke rumah?" balas Chanyeol sedikit takut dengan suara ancaman Ahra. Ahra mengangguk.
"Dia yeoja pertama yang dibawa Jonginn ke rumah. Lalu, apa hubungannya? Bukannya mereka itu sudah pacaran tanpa memberi tahu kita?"
"Aniya... Mereka itu bertemu di game online. Yeodongsaeng ku itu walaupun lemot tapi pintar sekali bermain game nya. Dan mungkin mereka bertemu gara-gara game juga. Aku tahu Jongin juga maniak sekali pada game. Dan adikmu itu melamar adikku begitu saja." jelas Chanyeol panjang lebar mengingat apa yang Jongin katakan kepadanya dan Sehun sebelumnya.
"Mwo?!! Aku kira mereka sudah pacaran. Wahhh... Berarti Kyungsoo itu hebat sekali, ya... " kata Ahra kagum.
"Maksudnya?" Chanyeol tidak mengerti.
"Jongin itu tidak pernah jatuh cinta. Selama ini justru dia itu banyak di kejar-kejar yeoja. Dan dia menolaknya mentah-mentah. Berarti Kyungsoo kan hebat sekali. Bisa menaklukan hati Jongin begitu saja."jelas Sehun. Sehun jelas tahu dengan keadaan ini karena dia tetangga sekaligus teman bermain Jongin sejak kecil.
"Kyungsoo itu memang berbeda dengan yeoja lain. Aku juga bisa merasakannya." kata Ahra.
"Haha.. Siapa dulu oppanya... Hahhaa..." ucap Chanyeol bangga.
Pletak!
Jitakan Sehun gantian melayang ke kepala Chanyeol.
"Ya!!" Chanyeol mengelus-elus kepalanya.
"Baiklah. Jadi, rencana kita sekarang bagaimana?" Ahra berpikir.
"Bagaimana kalau kita belikan mereka barang-barang yang bisa mendukung?? Contohnya, kita beri lagi film-film yadong atau... buku kamasutra misalnya. Kyahahahaha..." Sehun geli sendiri membayangkan idenya.
"Aish!! Ide yang aneh!!! Andweee!!! Kau ini meracuni saja... " larang Ahra.
"O,ya!! Aku ada ide..." kata Chanyeol tiba-tiba.
"Apa idemu?"
"Masih ingat? Mereka itu kan belum bulan madu. Jadi, kita kirim saja mereka tiket bulan madu." usul Chanyeol.
"Kau ingat kan apa kata Jongin? Dia tidak punya waktu untuk itu. Kalau kita yang menyuruhnya dia pasti tidak akan mau. Bocah itu benar-benar keras kepala." ucap Ahra.
"Bagaimana caranya kita menyuruh mereka ke sana, ya??" mereka bertiga berpikir.
"Aha!! Aku juga punya ide!!" kali ini Ahra yang berkata setelah beberapa saat mereka berpikir.
"Apa apa??" Chanyeol dan Sehun penasaran.
"Kita buat saja mereka dapat hadiah jalan-jalan... Otte?" usul Ahra.
"Johaaaa!! Jadi mereka kan tidak tahu kalau kita yang mengatur itu." Chanyeol setuju.
"Lalu mereka jalan-jalan kemana?" tanya Sehun.
"Kemana lagi?? Pulau jeju saja. Appaku kan masih menyimpan hadiah untuk mereka." ucap Ahra semangat.
"Betul juga. Lagipula di sana banyak fasilitas pendukung untuk mereka belajar melakukannya. Ada fasilitas nonton yadong gratis juga di hotel-hotel di sana." ucap Sehun berbinar.
Pletak! Pletak! Kali ini Ahra dan Chanyeol memberikan dua benjolan di kepala Sehun.
"Ya! Appo!" teriak Sehun.
"Aish, sudahlah. Lalu, bagaimana kita melakukannya??" tanya Chanyeol.
"Sudah aku pikirkan... Kalian bantu aku saja." kata Ahra dengan smirk-nya.
"Oke, aku setuju..." kata Chanyeol.
"Dan kau, Sehunie. Kau kan yang bertanggung jawab atas kegagalan first night mereka. Jadi, kau yang menanggung biayanya oke??!!" kata Ahra.
"Ya~!! Bagaimana bisa begitu... Aku ini kan miskin ahra~ya!" tolak Sehun.
"Pokoknya, kau yang mesti bertanggung jawab!!!" teriak Ahra.
"Aish!! Jinjja!!" ucap Sehun kesal.
"Ya! Ya! Ya! Mati kau! Mati!! Aish!! Andwae.. Andwae... Kau tidak akan bisa mengalahkanku, Do Kyungsoo!!" Jongin berteriak.
Di depannya Kyungsoo lebih tenang. Dia hanya memperlihatkan smirk nya saat dia mengklik mouse nya beberapa kali. Di tengah-tengah permainan mereka, tiba-tiba bel berbunyi.
Ding dong... Konsentrasi Jongin terpecah karena mendengar suara bel itu.
"Kau yang mati, Kim Jongin!!" Kyungsoo menekan tombol enter di keyboardnya.
"YOU LOSE!" kata-kata itu terpampang jelas di layar laptop Jongin.
"Aish!! Kenapa aku masih saja kalah!!!" teriak Jongin frustasi. Dia menjambak rambutnya dan menatap ke arah laptopnya tak percaya. Ini sudah kesekian kalinya ia kalah oleh yeoja di depannya ini, istrinya sendiri.
"Aku curiga sekali jangan-jangan dulu itu kau menang taruhan menikah denganku hanya karena kebetulan."ucap Kyungsoo sambil menopang dagunya di tangannya.
"Aniya!! Argghhh!! Ini gara-gara bel itu."ucap Jongin kesal. "Kau saja yang buka, Myeonjang!!"perintah Jongin.
Ding dong ding dong... Belnya lagi-lagi berbunyi.
"Enak saja!!! Kau kan yang kalah..." tolak Kyungsoo.
Jongin mengacak-acak rambutnya kesal sambil berjalan menuju pintu. Kyungsoo senang membuat suaminya itu kalah. Ia terkekeh melihat wajah kesalnya. Jongin melihat ke arah monitor ketika sampai di dekat pintu.
"Nuguseyo?" tanyanya.
"Kami dari Seoul Department Store. Benar ini alamat Tuan Kim Jongin?"tanya seseorang di luar pintu.
"Iya benar. Sebentar saya bukakan pintunya..." Jongin membuka pintunya dan terlihatlah seorang pria dengan jas rapi.
"Tuan Kim?"tanyanya.
"Ne, maseumnida (betul). Ini sebenarnya ada apa?" jawab Jongin. Kyungsoo muncul dibelakang suaminya.
"Kami dari Seoul Department Store Tuan. Chukahamnida... Anda adalah pemenang hadiah jalan-jalan ke Pulau Jeju selama 3 hari 2 malam..." Orang tersebut menyalami Jongin.
"Ne??!! Anda bercanda ya? Sepertinya di sana tidak ada undian seperti itu. Dan saya juga tidak pernah mengikuti undian apa-apa..." Jongin melirik ke arah Kyungsoo.
"Wae?" tanyanya tak mengerti.
"Kau mengirimkan undian?"tanya Jongin.
"Ani... Waktu itu aku kan juga bersamamu terus..."jawab Kyungsoo.
"Aneh..." kata Jongin.
"Sudah.. Pokonya selamat, ya... Ini semua ada akomodasi, hotel, dan uang saku. Semuanya sudah ada di amplop ini. Selamat bersenang-senang Tuan dan Nyonya Kim!" orang itu menyerahkan poster bukti undian dan sebuah amplop besar, lalu pergi.
Kedua orang yang diberi benda-benda aneh itu masih shock.
"Ini benar-benar aneh Myeonjang~ah..."ucap Jongin curiga.
"Sudah masuk dulu. Kita lihat dulu!! Yaaayyy!! Kita akan ke Jeju asyikkkk!!!" teriak Kyungsoo girang.
"Jangan senang dulu... Siapa tahu ini hanya bohongan saja." Jongin memukul lembut kepala Kyungsoo dengan amplop yang ada ditangannya. Sekarang dia mulai membuka amplopnya.
"Waaaaaa..." kata keduanya berbarengan.
"HOREEEEEEEEEEEE!!! Ini betulan Jongin~ah!!! Asiikkk!! Kita liburaaaaaaaannnn!!" Kyungsoo bersorak. Amplop itu berisi uang saku, akomodasi hotel, dan tiket pesawat.
"Ya! Siapa yang mau liburan, aku tidak mau..."
"Ah~ wae???" Hyora bertanya dengan suara memelas.
"Pekerjaanku banyak, Myeonjang.."
"Tapi kan kita belum liburan bersama... Kau juga menolak hadiah dari Appa tentang bulan madu kita, kan? Aku bisa menerima itu dulu... Tapi, aku ingin liburan sekarang!! Kau tau kan, aku juga sibuk. Kita ini bukan robot Jangmyeon~ah... Kau perlu refreshing juga. Aku kasihan padamu yang setiap hari pulang malam hanya karena mengerjakan tugas akhir itu. Kau harus menuruti aku untuk sekarang ini, oke?? Dan aku mau kita liburannn!!! Titik!!"ucap Kyungsoo panjang lebar.
"Tsk...Ara ara...Baiklah... Kita liburan..."ucap Jongin pasrah. Jongin tidak bisa melihat tatapan memelas Kyungsoo. Jadi, dia mengiyakan saja.
"Kyaaaa... Kau baik sekali jangmyeon~ah!!" Kyungsoo otomatis memeluk Jongin dengan senang.
"Ya~ pelukanmu terlalu kencang!! Kau mau membunuh suami tertampanmu ini ya??!!"
"Aish!! Tidak berubah juga narsismemu itu.." Kyungsoo menjentikan jarinya ke dahi Jongin.
Flashback
"Aku mohon, bantu kami ya, Hyung..." Chanyeol dan Sehun memohon kepada seorang yang kebetulan baru pulang kerja melewati gedung apartemen Kaisoo couple.
"Jadi, aku hanya bilang begitu saja pada mereka bahwa aku dari Seoul Department Store dan mereka memenangkan hadiah 3 hari 2 malam di Pulau Jeju?"tanya orang itu.
"Ne, Hyung hanya itu..." kata Chanyeol.
"Arasseoyo... Tapi, apakah kalian akan memberikan aku sesuatu?" tanya orang itu. Chanyeol dan Sehun saling bertatapan. Chanyeol memberikan tatapan seram pada Sehun.
"Aish! Jinjja!! Baiklah, Hyung... Ini, terimalah..." Sehun mengeluarkan uang dari dompetnya.
End of Flashback
End of Author P.O.V
Jongin's P.O.V
"Omo!!! Kalian akan berlibur??!! Hahahaha... Bagus sekali!! Sekalian buatkan aku keponakan ya..." Ahra nuna tertawa aneh.
Belakangan ini, dia suka sekali mengunjungi apartemen kami. Dan dia juga suka sekali me request minta dibuatkan keponakan. Dia pikir gampang membuat keponakan untuknya. =.="
Aku ini masih tidak mood gara-gara Sehun hyung kemarin. Makanya, aku masih menahan diri untuk tidak menyentuh Kyungsoo. Walaupun sebenarnya aku ingin sekali. Tapi, entah kenapa aku sedikit trauma dengan kehadiran Sehun Hyung. Kedua hyungku dan nunaku ini terkadang suka datang tiba-tiba. Membuatku gagal melakukan hal yang mestinya kulakukan bersama Kyungsoo. Grrr..
Seperti tadi saja. Saat aku sedang akan berciuman dengan Kyungsoo, bel pintu tiba-tiba berbunyi. Dan ternyata, nuna ku ini datang. Mentang-mentang butiknya sangat dekat dengan apartemen kami. Selalu saja mengganggu. Huh!! Dan sekarang, saat Kyungsoo memberi tahu kalau kami akan berangkat liburan ke Pulau Jeju dia tertawa sangat aneh. Aku sedikit curiga dengan caranya tertawa itu.
"Kalian berangkat kapan?" tanyanya ingin tahu.
"Besok eonnie.. Kami sedang mempersiapkan barang-barang yang akan kami bawa." jawab Kyungsoo.
"Baiklah kalau begitu. Biar kubantu packing..." ucapnya semangat, membuatku tambah curiga dengannya.
"Mwo?? Tidak perlu, noona... Kami sudah bisa packing sendiri." Kataku.
Aku sedikit curiga kenapa noona mau membantu kami packing. Terakhir kali dia membantuku packing saat aku akan pindah apartemen, dia memasukan benda-benda aneh seperti piyama sapi. Dia pikir aku akan memakai piyama seperti itu? =
"Gwenchanha... Kaja Kyungsoo~ya..." dia menarik tangan istriku.
"Noona~ya!!! Jangan masukan yang tidak - tidak ya..." teriakku.
"Eo!!" jawab Ahra nuna santai.
End of jongin P.O.V
Kyungsoo's P.O.V
Sejak tadi main PSP terus. Aku sebal sekali. Padahal kan, aku sudah mengurangi waktuku main game gara-gara menikah dengannya. Ini kan liburan, kenapa dia malah pacaran dengan PSP nya itu. Aish!! Benar-benar membuatku jengkel. Aku saja sengaja tidak membawa PSP atau laptopku. Tapi dia memaksa membawa PSP dan laptopnya.
"Jongin~ah... Berhentilah main PSP... Kita kan sedang liburan..." Aku berkata padanya saat kami di pesawat. Perjalanan dari Seoul yang hanya satu jam itu dihabiskannya dengan bermain PSP.
"Sebentar lagi... ya ya ya!! Mati kau mati!!"teriaknya.
"Kau ini berisik sekali sih??!!" dia tidak mempedulikan teriakanku.
"Gyaa!! Aku menang!! Horeeee!! Aku memang hebat sekali hahaha..."ucapnya bangga.
Saat dia bilang seperti itu, suara pramugari mengumumkan bahwa kami sudah sampai di bandara jeju.
"Sudah sampai rupanya.. Kaja..." dia memakai kacamata hitamnya lalu pergi begitu saja. Meninggalkanku dan membawa barang-barangnya saja yaitu laptop dan PSPnya... huh... "-_-"
"Waa... tampannya..."
"Keren sekali dia... omo omo..." beberapa komentar dari gadis-gadis yang turun dari pesawat bersama kami bisa kudengar. Membuatku panas saja. Baiklah aku akui dia itu memang sangat tampan.
"Kau dengar kan? Mereka memujiku. Kau beruntung sekali mendapatkan suami sepertiku DO Kyungsoo." bisiknya.
"Cih... Penyakitmu itu sudah permanen ya?" aku meninggalkannya. Masih merasa kesal dengan perlakuannya tadi dan juga komentar dari gadis-gadis itu.
Ada guide yang sudah menunggu kami di pintu keluar. Dia mengantarkan kami ke hotel.
"Ige mwoya?" komentar Jongin saat kami masuk ke dalam kamar.
Kamar itu sudah dihiasi dengan bunga mawar yang bertebaran diatas tempat tidur. Banyak lilin yang dinyalakan. Dan ada bau wangi yang aneh juga.
Aku masuk dan segera membuka koper. Aku tidak peduli dengan semuanya. Yang penting nanti malam sudah bisa tidur.
Sekarang ini, aku hanya ingin jalan-jalan saja.
"Ah~ joha..." Jongin segera melemparkan tubuhnya di atas kasur dan membuka laptopnya. Dia mulai menyalakan laptopnya dan yah aku yakin dia sudah larut dalam dunia game nya.
"Ya~... Bisakah kau membantuku merapikan baju dulu?" protesku setelah selesai merapikan baju-bajuku.
"Nanti saja... Aku masih lelah..." jawabnya sekenanya.
"Kita kan mau jalan-jalan..."ucapku.
"Kau saja duluan... Aku sedang ingin memainkan game terbaru ini. Lagipula, menurut ramalan cuaca nanti akan turun hujan. Besok saja kita jalan-jalannya..."
"MWO!! Kau tega sekali??!! Ya! Kim Jongin!! Sudah habis kesabaranku kali ini... Kau pikir aku ini siapamu hah? Dari tadi kau mengabaikanku terus!!! Ya sudah. Aku akan pergi sendiri!!" Aku menuju pintu dan membantingnya keras-keras.
"Aish! Dia bahkan meletakkan laptopnya di kasur... Menyebalkan sekali!!" gerutuku setelah keluar dari kamar hotel.
"Baiklah kalau begitu. Biar saja aku jalan-jalan sendiri. Aku tak peduli dia mencariku atau tidak." gumamku.
Aku melihat buku panduanku dan mulai berjalan sendirian untuk mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di Jejudo.
"Ya~ oppa..." terdengar suara yeoja memanggil seorang namja.
"Saranghae Min Young~ah..." yeoja itu mendatangi namja itu dan mereka berduapun langsung berciuman.
Aish!! Pasangan ini. Tidak lihat-lihat tempat. Seenaknya saja berciuman. Aku kesal sekali, Dari tadi aku melihat pasangan-pasangan yang sedang bermesraan. Sedangkan aku sendirian.
"Arrrghhh!! Awas kau, Kim Jongin!! Kau mengabaikanku dari saat kita berangkat. Memangnya yang istrimu itu siapa hah? Laptopmu? PSPmu? Baiklah. Minta mereka saja untuk memasak dan mengurusimu." teriakku frustasi.
Aku menghentakkan kakiku keras ke tanah. Cukup sudah. Emosiku sudah sampai di ubun-ubun. Aku tidak peduli dengan orang-orang di sekitarku meskipun mereka memandangiku dengan tatapan aneh. Pasti mereka pikir aku ini orang gila yang baru keluar dari rumah sakit jiwa.
End of Kyungsoo's P.O.V
Author P.O.V
"Sepertinya mereka bertengkar. Kenapa Kyungsoo sendirian saja." kata Sehun. Ahra dan Chanyeol hanya menatap Kyungsoo yang berjalan sendirian.
Mereka bertiga memutuskan untuk mengikuti jalannya 'bulan madu' rancangan mereka. Tapi, yang mereka dapati sekarang adalah Kyungsoo yang sedang berjalan seorang diri.
"Arrrghhh!! Awas kau, Kim Jongin!! Kau mengabaikanku dari saat kita berangkat. Memangnya yang istrimu itu siapa hah? Laptopmu? PSPmu? Baiklah. Minta mereka saja untuk memasak dan mengurusimu." teriak Kyungsoo seraya menghentakan kakinya ke tanah.
"Jongin pasti sedang asyik bermain game. Bocah itu memang benar-benar menyebalkan jika sedang main game. Semuanya dilupakan." geram Ahra.
"Coba kita telepon saja." usul Chanyeol.
"Tidak dengar ya? Istrinya saja tidak ditanggapi. Apalagi telepon. Bisa-bisa kalau mengganggu dia main game, dia akan membanting teleponnya." jawab Sehun.
"Ya sudah biarkan saja dulu Kyungsoo sendirian. Yang penting kita mengikuti dia. Aku tidak mau dia kenapa-kenapa. Kita lihat saja. Apakah Jongin memang secuek itu pada Kyungsoo." kata Ahra. Sehun dan Chanyeol pun hanya mengangguk, mengikuti kata Ahra.
Jadi, mereka mengikuti Kyungsoo yang berjalan-jalan sendirian. Mereka menjaga jarak dengan Kyungsoo agar tidak ketahuan kalau mereka mengikuti Kyungsoo sampai ke pulau Jeju.
"Jongin keterlaluan ini sudah jam 7. Dia bahkan tidak mencari adikku." chanyeol geram. Kyungsoo duduk sendiri di sebuah kursi yang menghadap ke arah pantai. Dia menatap kosong ke arah pantai. Chanyeol pun hendak menghampiri adiknya yang sedang duduk sendirian itu. Tapi, langkahnya dihentikan oleh Sehun.
"Ya~ Mau kemana kau? Kau mau rencana kita berantakan? Biar saja... Nanti kalau sampai jam 9 dia tidak mencari, baru kita bergerak." kata Sehun.
"Lihat. Adikku itu sudah menangis. Dan bajunya juga tipis sekali. Dia itu tidak tahan dingin. Bisa-bisa dia sakit."jelas Chanyeol. Dia tampak khawatir dengan keadaan adiknya itu.
"Chanyeol~ya... Biarkan saja dulu... Tenang... Benar kata Sehun. Kita biarkan dulu saja. Kalau sampai jam 9 Jongin tidak kunjung datang, kita baru membawanya ke hotel." kata Ahra, mencoba menenangkan Chanyeol. Chanyeol hanya bisa pasrah.
"Boleh aku telepon dia?" tanya Chanyeol.
"Boleh. Kau bilang saja supaya dia beli jaket di toko dekat situ."timpal Sehun.
"Yeoboseyo?" Chanyeol menghubungi Kyungsoo.
"Oppa..." Kyungsoo mencoba menjawab dengan nada tenang.
"Kau bersenang - senang?"tanya Chanyeol.
"Keurom oppa... Aku sangat senang disini. Haha... Kapan lagi aku dapat liburan gratis seperti ini, hahaha..."ucap Kyungsoo. Dia berusaha sekuat mungkin untuk menahan agar nada suaranya tidak terdengar sedih.
"Jangan lupa jaga kesehatanmu. Di sana dingin kan?Jangan lupa jaketmu." pesan Chanyeol.
"Ne~ oppa..."
"Jongin dimana?"
"Jongin... dia sedang mandi, oppa."
"Arasseo... Ya sudah kau hati-hati ya..."
"Ne~ oppa..."
Chanyeol memutuskan teleponnya dan memandang Kyungsoo sedih. Setelah menutup telepon tiba-tiba hujan turun. Awalnya hanya hujan gerimis. Tapi, lama kelamaan hujannya menjadi deras.
"Ya~ hujan!! Cepat berteduh..."ucap Sehun sambil melepaskan jaketnya dan menaruhnnya di atas kepalanya.
"Kyungsoo bagaimana?" tanya Chanyeol cemas.
"Kaja..." ucap Ahra. Mereka pun berteduh di toko dekat tempat Kyungsoo duduk.
Kyungsoo beranjak dari kursinya saat hujan mulai turun. Dia berjalan perlahan di tengah hujan sambil menangis meratapi nasibnya tanpa Jongin.
End of Author P.O.V
Jongin's P.O.V
"Daebak!!! Aku menang!! Hahahaha... Game nya tidak terlalu sulit... Nanti akan kuajarkan Kyungsoo caranya memainkan game terbaru ini..." Aku puas sekali karena bisa langsung menguasai cara mengalahkan musuh di game yang baru saja aku mainkan dari Seoul.
Kruyukkkk...
Aduh... Aku lapar... Aku mengelus perut. Aku melihat jam tanganku. Ini sudah jam 7 malam. Kami tadi sampai di Jejudo jam 3. Dan aku ingat kalau kami belum makan.
"Kyungsoo~ya... Ayo kita makan... Pegupa jinjja (lapar sekali)..." kataku sambil mematikan laptop. Tidak ada jawaban.
"Kemana dia?" Aku bangun dari tempat tidur dan melihat seisi kamar. Tidak ada tanda-tanda dia dimana pun.
"Oh iya, dia kan tadi pergi... Dan belum kembali sampai sekarang. Ya, Tuhan... Kemana dia??!!" ucapku cemas.
Aku melihat kearah jendela. Tiba-tiba hujan. Aku pun langsung keluar mencarinya. Aku meminjam payung dari hotel. Aish, bagaimana kalau dia tidak memakai payung dan kehujanan? Aku cemas sekali.
Argh.. Aku sudah berkeliling dan mencarinya kemana-mana. Tapi, belum ketemu juga. Bajuku sudah basah kena air hujan. Saat melewati sebuah jalan yang sepi, aku melihat sosok yang kukenal. Aku segera berlari menghampirinya.
"Kau kemana saja hah??!!!" teriakku. Aku membalikkan badannya dan memeluknya sebentar. Kulihat wajahnya yang sepertinya habis menangis. Aku merasa lega telah menemukannya. Kutatap matanya. Kudekatkan wajahku dan kini aku menciumnya di bawah payung yang kubawa untuk melindungi kami dari hujan.
"Kukira kau hanya peduli pada PSP dan laptopmu itu..." katanya setelah aku melepaskan ciumanku.
"Kau ini selalu saja berpikiran yang tidak-tidak... Paboya~ Kaja! Kita kembali ke hotel. Bajumu basah semua." Aku merangkulnya erat berharap dapat menghangatkan badannya yang basah kuyup karena kehujanan sebelum aku menemukannya.
"Kau ini benar-benar nekat pergi sendirian dan tidak mau kembali ke hotel. Beginikah caramu marah padaku? Urgh.. Menakutkan sekali..."ucapku di sela perjalanan kami. Sekarang hujannnya sudah tidak begitu deras. Hanya sedikit gerimis.
"Kau takut kehilanganku?" tanya Kyungsoo.
"Aku takut tidak akan makan makanan enak lagi setiap hari." dia tersenyum mendengar jawabanku.
Setelah kami kembali ke hotel aku menyuruhnya mandi dengan air hangat. Dia keluar dari kamar mandi. Wajahnya terlihat sangat pucat.
"Gwenchanha?" tanyaku. Saat hendak menjawab tiba-tiba dia pingsan begitu saja.
End of Jongin's P.O.V
Author's P.O.V
Kyungsoo membuka matanya. Badannya sudah lebih baik dibandingkan tadi malam. Dia melihat sekelilingnya dan menangkap sosok Jongin yang tidur dalam posisi duduk di sebelahnya. Dia tersenyum dan memposisikan tubuhnya lebih dekat dengan Jongin dengan perlahan karena tidak mau membangunkannya.
Dia suka sekali memandang suaminya yang sedang tidur. Dia menyingkirkan beberapa helai rambut Jongin agar dia bisa melihat wajahnya yang sedang tidur itu dengan lebih jelas. 15 menit sudah dia memandang wajah Jongin.
"Apakah kau sudah puas melihat ketampananku?" Jongin berkata masih sambil menutup mata.
"Ya!! Kau mengagetkanku tahu!!" Kyungsoo bergerak mundur.
"Tak ada morning kiss kah untukku?" ledeknya.
"Morning kiss?? Kau bermimpi!! Kenapa kau tidak bangun saja dari tadi hah?!" ucap Kyunsoo sambil memunggungi Jongin. Mukanya sekarang seperti kepiting rebus.
"Baiklah.. Kalau begitu, aku saja yang memberimu morning kiss..." Jongin kemudian naik ke tempat tidur. Dia memeluk Kyungsoo dari belakang dan mencium pipinya.
'Wangi rambutnya membuatku ingin menciumnya terus. Kkkk...' pikir Jongin.
"Ya~ Apa yang kau lakukan??" semburat merah diwajah Kyungsoo semakin jelas.
"Kau sudah sembuh rupanya? Wow.. Kisseu ku begitu manjurnya kah untuk mengobatimu?" kata Jongin tanpa merubah posisinya.
"Mworago? Aish!! Jinjja... Besar kepala sekali..."
"Ah~ iya. Kau hutang dua kali kiss padaku ya..."
"Enak saja!! Apa apaan kau?"
"Mianhae myeonjang~ah..." katanya.
"Gwenchanha... Sebagai gantinya kau sudah merawatku. Gomabta..."ucap Kyungsoo.
"Sepertinya hari ini cerah. Kau mau jalan-jalan bersamaku tidak?"ajak Jongin.
"Ehm... Akan kupikirkan. Sepertinya aku ingin bermain PSP saja... Kau pergi saja sana sendiri." ledek Kyungsoo.
"Mwo?? Andwe... Kau harus ikut aku jalan-jalan hari ini... Ireona!!" ucap Jongin.
Jongin membantu Kyungsoo untuk bersiap-siap. Dia merasa sedikit bersalah karena membiarkan Kyungsoo jalan-jalan sendirian kemarin.
"Kenapa tidak boleh? Aku tidak melarangmu bermain PSP kemarin." ejek Kyungsoo. Dia ingin sedikit membalas perlakuan Jongin kemarin.
"Kemarin itu berbeda dengan sekarang... Kau harus menurut padaku tahu! Sekarang bangun cepattttttt!! Atau kau mau aku memandikanmu?" goda Jongin dengan seringai setannya.
"Aniya aniya... Aku bisa sendiri..." Kyungsoo ketakutan dan segera menuju kamar mandi. Jongin terkekeh saat melihat Kyungsoo berlari dan masuk ke dalam kamar mandi.
Kyungsoo memakai baju terusan hadiah dari Ahra saat ulang tahunnya kemarin. Jantung Jongin berhenti sebentar saat melihat Kyungsoo.
'Yeppeo' katanya dalam hati. Kemudian mereka pun kini berjalan-jalan di beberapa tempat disekitar pulau Jeju. Jongin menggandeng tangan Kyungsoo terus menerus. Dia takut kehilangan istrinya lagi. Kyungsoo sangat senang dengan perlakuan Jongin padanya hari itu. Banyak pasangan yang melihat mereka dan iri dengan mereka. Mereka berdua terlihat serasi bersama. Namja yang melihat Kyungsoo pun banyak yang bergumam membuat Jongin panas.
"Wah... Yeppeoda.."
"Aih.. Kyeopta.. Sayang sudah ada yang punya.."
"Aish,.. Jinjja.."ucap Jongin.
"Ahaha. Kau harusnya senang mempunyai istri yang cantik, Jongin~ah.." Kyungsoo membalikkan pernyataan Jongin waktu mereka hendak turun dari pesawat saat sampai di Pulau Jeju. Jongin hanya mendengus kesal.
Sekarang keduanya duduk di tepi pantai.
"Mianhae... Aku belum bisa melakukan kewajibanku sebagai suami." Kata Jongin tiba-tiba.
"Mwo?Apa maksudmu?" Kyungsoo masih saja tidak mengerti apa maksud Jongin.
"Kau tahu... Kewajibanku sebagai suami... Sebenarnya aku trauma sekali. Beberapa kali kita mau melakukannya. Tapi, Sehun Hyung, Chanyeol Hyung, dan nunaku selalu mengganggu kita... Aura mereka kadang muncul begitu saja. Seperti sedang mengawasi kita jika kita akan melakukannya." kata Jongin malu-malu. Sampai-sampai dia mengucapkan kata 'melakukannya' itu bekali-kali. Dia menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal itu.
"A... Aku tidak mengerti maksudmu, Jangmyeon..." ucap Kyungsoo tergagap.
"Aish!! Kau memang tidak perlu penjelasan ya. Yang kau perlukan hanya praktek." Dia kesal sekali karena Kyungsoo tidak mengerti juga maksudnya. Sekarang, Jongin menghadap ke arah Kyungsoo.
"Mw... Mwoya?" Kyungsoo masih saja gagap ketika Jongin melakukan hal-hal yang seperti itu.
"Kau berhutang kisseu yang ke tiga ya..." Jongin tersenyum evil. Tapi, ketika bibir mereka sudah sangat amat dekat, tiba-tiba Jongin berhenti.
"Jamkkan..."
"Wae?"
"Aku merasa ada yang mengawasi kita." Jongin melihat sekelilingnya.
"Tentu saja ada yang mengawasi kita, soalnya kau itu mesum sekali..." ucap Kyungsoo.
"Enak saja kau!! Apa perlu aku beri name tag supaya semua orang tahu kita ini sudah suami istri?" kata Jongin sambil mengawasi orang-orang disekitarnya. Siapa tahu memang dia melihat ketiga cecunguk-cecunguk itu.
"Ini tidak beres. Kenapa aura mereka kuat sekali?" ucap Jongin, masih memperhatikan keadaan sekitar.
"Nugu?"ucap Kyungsoo penasaran.
"Sehun hyung, Chanyeol hyung, dan Ahra nuna... Aku merasa mereka sedang mengawasi kita."
"Mana mungkin? Mereka kan ada di Seoul..."
"Ah~ molla... Sampai di mana kita?" Jongin mendekatkan kepalanya lagi kepada Kyungsoo.
"Sampai mana? Aku juga tidak tahu..." Kyungsoo pura-pura memandang kearah lain.
"Bilang saja walaupun aku mesum, tapi kau suka kan jika kucium?"goda Jongin.
"Mwoya?? Ya! Kim.. hhmmmpptt...hhmmpptt..." Jongin tidak menyia-nyiakan kesempatannya mencium Kyungsoo saat Kyungsoo hendak menyangkal pernyataannya tadi.
Di tempat yang tidak jauh dari mereka, ketiga kakak mereka mengawasi Jongin dan Kyungsoo.
"Aish!! Jinnjaro... Kita hampir saja ketahuan... Ini semua karena kau, Hun~ah ... Ingin tahu saja!!" bentak Chanyeol karena tadi Sehun mendekat ke arah Kyungsoo dan Jongin. Sehun sangat penasaran sekali, makanya dia mendekat. Untung saja, Chanyeol dengan cepat menariknya dan bersembunyi.
"Adikmu itu hebat sekali. Aura kita saja dia bisa merasakannya..." gumam Sehun pada Ahra.
"Iya, hebat sekali dia. Aku tidak menyangka... Atau ini gara-gara kita sering mengikuti mereka ya. Jadinya, perasaan Jongin benar-benar terlatih untuk mendeteksi aura kita." tambah Ahra.
"Sepertinya rencana kita akan berhasil.. Semoga nanti malam mereka segera melakukannya hahahahaha..." kata Sehun lagi. Kali ini tawanya benar-benar terdengar seperti ahjushi mesum. Ahra dan Chanyeol hanya memandanginya dengan tatapan aneh =.= seperti ini.
"Iya. Tapi, kata Jongin kau itu yang selalu mengganggu mereka kalau mau melakukannya... Jadi nanti malam kau harus kami ikat supaya tidak mengganggu lagi." ancam Chanyeol.
"Aku setuju Chanyeol~ah... Ja! Sekarang kita jangan menggangu mereka lagi... Keurigo neo.." Ahra menunjuk Sehun.
"Mwo?"
"Kau harus mentraktir kita makan sekarang... Palli!!" Ahra menarik telinga Sehun. Dan mereka pun meninggalkan Kaisoo couple yang sekarang tengah menikmati matahari terbenam di pantai.
Kyungsoo's P.O.V
Tangannya masih menggengam tanganku saat kami masuk ke dalam kamar hotel. Sepanjang perjalanan berkeliling tadi ia terlihat sangat memperhatikanku. Aku senang. Akhirnya, ia bisa lepas dari psp kesayangannya itu.
"Kau mandilah dulu..." katanya sambil minum air dari kulkas.
"Baiklah..." ucapku.
Aku segera masuk kamar mandi. Di dalam kamar mandi aku tersenyum sendiri. Masih terbayang saat Jongin menciumku. Rasanya pun masih terasa dibibirku. Manis. Argh.. Apa yang aku pikirkan? Kenapa aku jadi mesum begini? Walaupun kiss itu bukan yang pertama kali bagi kami, tapi setiap kami berciuman rasanya selalu seperti first kiss saja.
Aku mulai membuka resleting baju hadiah dari Ahra eonnie. Omo!! Kenapa ini, kenapa resleting ini tidak bisa dibuka... Yah~ Ottokhae?? Aku keluar dari kamar mandi dan mendekat ke Jongin.
"Jangmyeon~ah..."panggilku.
"Wae?" Jongin menjawab malas-malasan dari kursi. Dia sedang bermain dengan game lagi di laptopnya.
"Boleh minta tolong?" tanyaku takut-takut. Aku tahu. Dia itu paling tidak suka diganggu saat sedang bermain game.
"Mwo?" Jongin mempause game nya dan melihat ke arahku. Aku membalikkan badanku.
"Bukakan resletingku... I.. Ini macet. Aku tidak bisa membukanya..."ucapku pelan. Dia pun bangkit dari kursinya dan mendekatiku. Dapat kurasakan nafasnya menderu di pundakku. Aku bahkan bisa mencium aroma tubuhnya. Hhh. Aroma yang sangat kusuka.
End of Kyungsoo's P.O.V
Jongin's P.O.V
"Jangmyeon~ah..."panggil Kyungsoo.
"Wae?" Aku menjawabnya malas-malasan karena aku sedang memainkan game yang baru ku download.
"Boleh minta tolong?" tanyanya takut-takut. Dia pasti tahu aku paling tidak suka diganggu saat sedang bermain game.
"Mwo?" Aku mempause game yang sedang kumainkan dan melihat ke arahnya. Dia membalikkan badannya.
"Bukakan resletingku... I.. Ini macet. Aku tidak bisa membukanya..."ucapnya pelan.
Aku berdiri di belakangnya dan mencoba membuka resleting bajunya. Hanya dalam beberapa menit, aku berhasil membukakan resletingnya yang macet. Tubuhnya tidak bergerak saat aku membuka seluruh resletingnya.
Bagian belakang punggungnya pun terekspos karena resletingnya sudah ku tarik sampai bawah. Cantik sekali. Aku bisa melihat bra hitam yang dipakainya. Tanpa sadar aku membenamkan wajahku ke pundaknya. Aku mencium pundaknya, kemudian punggungnya pelan. Sepertinya, aku sudah tidak bisa menahannya lebih lama. Keinginanku untuk memiliki Kyungsoo sepenuhnya sudah sangat besar.
End Of Jongin's P.O.V
WARNING !!! NC21. BAGI YANG MASIH DIBAWAH UMUR HARAP SKIP BAGIAN INI. TAPI KALO GA MAU DOSA TANGGUNG SENDIRI" YA , YANG PENTING AQ UDAH MEMPERINGATKAN
Author P.O.V.
Jongin mulai mencium bagian belakang tubuh Kyungsoo. Di mulai dari pundaknya, kemudian punggungnya pelan. Kyungsoo hanya bisa terdiam merasakan bibir basah Jongin yang berada di pungungnya. Ciuman jongin sampai pada bra hitam Kyungsoo. Dengan tidak sabaran jongin menurunkan gaun yang di pakai kyungsoo.
Setelah itu jongin membalikkan tubuh kyungsoo menjadi kehadapannya. Jongin mengunci bibir Kyungsoo sebelum Kyungsoo bicara. Kyungsoo membelalakkan matanya karena kaget dengan aksi Jongin yang tiba-tiba. Namun, akhirnya dia menutup matanya. Menikmati ciuman lembut yang Jongin berikan padanya. Jongin pun melepaskan cengkeramannya di tangan Kyungsoo dan memindahkannya ke leher Jongin.
Tangan kanan Kyungsoo mulai menyelusupkan tangannya ke rambut Jongin, sementara tangan kirinya dibiarkan bergerak bebas di punggung Jongin. Mengusapnya pelan. Jongin yang merasa mendapat respon dari Kyungsoo mulai melumat bibir Kyungsoo lebih dalam. Dia melumat bibir bawah Kyungsoo lembut lalu berpindah ke atas. Naik turun, begitu seterusnya. Tangan Jongin memegangi belakang leher Kyungsoo, berusaha memperdalam ciumannya. Kyungsoo terlihat kehabisan nafas karena ciuman mereka yang cukup lama, intens, dan dalam.
Setelah puas mencium bibir kissable Kyungsoo, kini bibir Jongin berpindah ke leher putih Kyungsoo dan mulai menghisap leher mulus yang terlihat menggoda itu . Jongin terus menghisap, menjilat, dan menggigit leher Kyungsoo. Meninggalkan tanda merah di leher Kyungsoo. Kyungsoo menggelinjang geli mendapat perlakuan Jongin. Wajahnya memerah karena perlakuan Jongin.
"J-Jongin... Ah..."desah Kyungsoo pelan. Mendengar desahan Kyungsoo, Jongin makin bersemangat untuk menjelajahi leher Kyungsoo. Tampak leher Kyungsoo sudah penuh dengan tanda merah buatan Jongin.
Jongin menghentikan aktivitasnya dan menatap kyungsoo dengan mata sayunya. "Kau cantik sekali Kyungsoo..". kyungsoo yang mendengar itu hanya bisa tersenyum dengan wajah yang sayu dan memerah karna ulah Jongin. Setelah itu Jongin langsung menggendong Kyungsoo ala bridal style menuju ke tempat tidur mereka. Jongin membaringkan Kyungsoo dengan sangat lembut, takut malaikatnya itu kenapa napa. Setelah Jongin membaringkan Kyungsoo di ranjang King size mereka, Jongin menatap Kyungsoo dengan tatapan menahan nafsunya.
Jongin mulai mencuim bibir Kyungsoo dengan lembut. namun lama kelamaan ciuman itu berubah ganas. Jongin mulai menggigit bibir atas dan bawah Kyungsoo secara bergantian. Bunyi kecipak mulut keduanya sangat terdengar diseluruh penjuru kamar tersebut. Dan kini Jongin tengah memulai untuk memasukkan lidahnya kedalam mulut hangat Kyungsoo. "Euh.. eumm.. ah.. ahh.." desahan Kyungsoo keluar dari bibirnya dan malah membuat Jongin kehilangan kendalinya. Tubuh Jongin mengunci tubuh kecil Kyungsoo yang berada dibawahnya, Jongin mulai meremas payudara Kyungsoo yang terlihat dari bra hitam tersebut. Ciuman jongin turun menuju leher kyungsoo dan turun lagi menuju payudara Kyungsoo.dengan tidak sabar Jongin melepas Bra Kyungsoo.
Terpampang lah payudara Kyungsoo dengan sempurna. Putingnya yang berwarna kemerahan sangat menggoda Jongin untuk segera mengulum dan menjilat bagian tersebut. "aahh.. J-Jong...". Desah Kyungsoo tertahan karena jongin terus mengulum dan memainkan payudara kanan Kyungsoo. Tangan jongin tidak tinggal diam, ia memelintir niple Kyungsoo , dan membuat Kyungsoo menggelinjang kegelian. Setelah puas dengan payudara kiri Kyungsoo Jongin berpindah ke payudara kanan Kyungsoo.
Setelah puas dengan payudara Kyungsoo, ciuman Jongin terus turun keperut Kyungsoo, sampai kebagian bawah Kyungsoo, yang masih terbungkus celana dalam yang berwarna hitam, memandangi bagian privat Kyungsoo dengan tatapan yang tak bisa di artikan. Membuat Kyungsoo merona malu. Tangan Jongin mulai membelai bagian Privat Kyungsoo. "oohh.. J-Joongghh...SShhttt...".Kyungsoo mengerang tertahan. Jongin mulai membuka Celana Dalam Kyungsoo dan membuat Kyungsoo benar-benar naked di hadapannya. Jongin meneguk salivanya sekali lagi ketika melihat tubuh berkeringat gadisnya yang sangat sexy itu.
Kyungsoo malu seketika , karena tatapan Jongin yang seperti ingin memakanya. Tangan Kyungsoo mencoba menutupi bagian privatnya. "kenapa kau tutupi sayang". Tanya jongin tepat dihadapan Kyungsoo. "aku malu jongin".ucap Kyungsoo dengan wajah bersemu merahnya. "kau sangat indah sayang, percayalah padaku". Kata Jongin meyakinkan. Perlahan tangan Jongin memindahkan tangan Kyungsoo dari bagian privatnya. "biarkan aku melihatnya".ujar jongin. Kyungsoo hanya bisa menggangguk saja.
Tanpa basa-basi lagi kembali meraup bibir ranum Kyungsoo, dan kedua tangannya kembali memijat payudara gadis itu, sesekali mencubit gemas puttingnya. Membuat Kyungsoo harus mendesah disela ciumannya.
Dengan perlahan tangan Jongin bergerak menuju bagian private Kyungsoo. Dibelainya bagian itu hingga membuat kyungsoo mengerang dalam ciumanya."ssttt...J-Jongin..aahh...".erang kyungsoo di sela ciumanya dengan jongin. Kyungsoo mendesah panjang ketika tangan Jongin mencubit klitorisnya, sementara Jongin dengan sengaja melepas desahannya di telinga Kyungsoo ketika gadis itu mengusap lembut juniornya. Digeseknya benda kecil itu dan membuat tubuh Kyungsoo membusungkan dadanya semakin membuat Kyungsoo tampak sexy menurut Jongin .
Setelah puas dengan benda kecil yang ada dalam bagian private Kyungsoo ,tangan Jongin mulai memasuki lubang Kyungsoo. Dikeluar masukkan tangannya dengan perlahan. Kyungsoo hanya bisa mengerang mendapat perlakuan seperti itu dari jongin.
Tidak puas dengan satu jari jongin menambahkan dua jarinya sekaligus. "AAKKHH.. Jongin.. sakiitt". Erang kyungsoo. Tidak tega melihat Kyungsoo kesakitan jongin mencium bibir Kyungsoo agar mengalihkan rasa sakit bagian bawah Kyungsoo karena ulah jarinya. Beralih kejari jongin, jongin terus mengeluar masukkan jarinya ke dalam lubang Kyungsoo. "aahhkk.. J-Jooong...ak-kku..aahh.. mau .. K-Keluaarr..hhnngg".erang Kyungsoo. "keluarkan sayang". Jawab jongin dengan lembut. Kyungsoo mengeluarkan orgasme pertamanya.
"aahhh...". tubuh Kyungsoo langsung lemas, setelah ia mengeluarkan orgasme pertamanya. Peluh membanjiri wajah dan dahi Kyungsoo. Jongin lalu mengeluarkan jarinya dari lubang Kyungsoo. Jongin mengusap peluh Kyungsoo dengan tangannya. "sudah capek kah sayang" tanya Jongin. Kyungsoo hanya bisa menggangguk saja. "tapi ini masih awalnya saja sayang". Ucap Jongin dengan smirk andalanya. Kyungsoo hanya bisa menelan ludahnya melihat Jongin yang bersmirk ria.
Udah stop sampek sini aja apa mau lanjut readers
(author mengganggu kesenangan readers nih)
Okeh saia lanjutkan
Jongin mulai melepaskankan pakaianya. Terlihatlah tubuh tan yang sexy. Dan jangan lupakan perut ber ABS Jongin. Kyungsoo mulai meraba perut Jongin. Jongin hanya bisa mendesis merasakan tangan lembut Kyungsoo yang membelai perutnya. Jongin kembali mencium bibir Kyungsoo, melumatnya dengan membabi buta.
Kyungsoo mengimbangi ciuman Jongin tanpa kesulitan karena pada kenyataanya, dia memang mendambakan bibir lelaki itu semenjak tadi.
Jongin membuka paha Kyungsoo lebar-lebar dan menempatkan diri pada posisinya. Kyungsoo bergerak-gerak bak cacing kepanasan ketika Jongin menggesek-gesekkan pusat tubuh mereka dengan kecepatan yang selalu bertambah. Tak tahan lagi, Jongin kemudian mengarahkan juniornya ke liang Kyungsoo. Kyungsoo menjerit sekeras-kerasnya ketika kepala junior Jongin memasuki tubuhnya.
"appo.. apoo... hiks hiks..." tangisnya. Jongin menghentikan usahanya sejenak, lalu mencium kepala Kyungsoo.
"tunggu sebentar, nanti kau tidak akan kesakitan lagi, ok?" rayu Jongin
"appo Joong.." rengek Kyungsoo. Mereka saling bertatapan dalam, dan dengan senyum menenangkannya Jongin pun berjanji, "aku akan pelan-pelan, aku akan menjagamu dari semua rasa sakit, percayalah padaku!" Kyungsoo tak mungkin bisa meragukan ketulusan di mata Jongin, bahkan menurutnya orang butapun bisa melihat ketulusan dari lelaki itu. Kyungsoo mengangguk pelan.
Jongin kembali berusaha memasuki tubuh Kyungsoo, benar-benar berkonsentrasi agar tidak menyakiti gadis itu. Namun, Jongin masih bisa melihat Kyungsoo meringis menahan sakit. Jongin mengecup bibir gadis itu, lalu menghentikan kegiatannya yang setengah jalan itu.
"masih sakit?" tanya Jongin. Kyungsoo membuka matanya dan menghela nafas. Jongin berasumsi bahwa semenjak tadi gadis itu menahan nafasnya. "ini pertama kalinya bagiku.." aku Kyungsoo. Kyungsoo mendongak menatap Jongin karena lelaki itu tak merespon kata-katanya, dan Kyungsoo melihat, bagaimana lelaki itu menggigit bibirnya sendiri untuk menahan nafsunya.
Entah apa yang merasuki Kyungsoo, tiba-tiba saja gadis itu meraup wajah Jongin dalam genggamannya dan menciumnya dengan ganas. Jongin yang sempat terkejut, pelan-pelan terlena juga. Dia kembali berusaha menyatukan tubuh mereka. Tautan bibir mereka bertambah kuat dan dalam satu hentakan terakhir dari tubuh Jongin memasuki tubuh Kyungsoo. Jongin menghela nafas lega sementara Kyungsoo menahan sakitnya, dengan menggigit bibirnya sendiri.
"gwencana?" tanya Jongin cemas. Kyungsoo mengangguk sekali. Jongin bisa merasakan darah Kyungsoo yang kini membasahi juniornya. 'pasti sangat menyakitkan' pikir Jongin, lalu kembali mengecup dahi Kyungsoo.
"mianhae.." ucap Jongin. Kyungsoo membalasnya dengan menghujani wajah Jongin dengan kecupan-kecupan di seluruh permukaan wajahnya.
"arrghhh" erang Jongin. Bodoh memang, karena dia baru sadar bahwa juniornya terjepit keras oleh dinding rahim Kyungsoo ketika gadis itu memberinya kissmark di lehernya. Jongin mulai menggenjot tubuhnya pelan.
"ahhh..." desah Kyungsoo ketika merasakan gerakan tubuh Jongin di tubuhnya.
"oh sayangg ahh.. kau-sem-pit ahh... sekal-lih ungghh..."desah Jongin.
"J-Jongiiinaahhh... ahh.. ahhh... asshhh..." desah Kyungsoo ketika Jongin mempercepat gerakannya. Kyungsoo sudah bisa mengimbangi tubuh bawah Jongin dengan nyaman dan Jongin kembali mengarahkan satu tanganya untuk memainkan payudara Kyungsoo sementara bibirnya asyik bergulat dengan bibir gadis itu.
"mmmpphh... mmmppphhh..."
"mmmmmpph..."
Desahan mereka pun saling di bungkam satu sama lain, sementara mereka terbang semakin tinggi. Jongin menarik tubuh Kyungsoo semakin dekat dan Kyungsoo mengeratkan rangkulannya di leher Jongin
"J-Joongghhh ... akhhh...akuhh... nggghhhh!! Mau ahhh...ke-lu-ar ahhhh... emmpphh.." ucap Kyungsoo.
"seb-ben ahh tarhh sayang oohhh... Kyungsoo-ya..." racau Jongin, kembali mempercepat gerakkannya, membuat Kyungsoo menjerit-jerit nikmat.
"JJoongiiinnaaa... ahhh ahhh ahhhh ... Joonghh... engghh ahh.. JJoongiin..." panggil Kyungsoo merasa dirinya benar-benar sudah tidak waras lagi.
"Kyungsoo-ya... anggg ahhhh... chagiii... sebut namaku lagi sayang.." ucap Jongin.
"Jongin-ah..." panggil Kyungsoo. Hujaman Jongin di tubuhnya semakin kencang, membuat Kyungsoo ikut berguncang-guncang.
"bersama-sama Kyungso-ya, bersamaku!"
"JJoongghh aku... ahhh Jongiin!! Jongiinaahhh!!" jerit Kyungsoo.
"KYUNGSOO-ya...!!"
"Jongin-ah...!!" jeritan mereka melepas kenikmatan malam itu. Tubuh Kyungsoo dan Jongin masih bergetar akibat pelepasan itu, membuat mereka tak bisa langsung memisahkan tubuh mereka. Kyungsoo memejamkan mata merasakan kehangatan cairan Jongin di rahimnya. Kyungsoo merasakan ketika Jongin mengecup dahinya, membuatnya membuka mata dan menatap lelaki itu.
"saranghae.." Kyungsoo menatap Jongin dengan mata berkaca-kaca, lalu senyum indahnya muncul seperti matahari terbit. "Nado.." . Jawab Kyungsoo. Jongin memeluk tubuh polos Kyungsoo. Kyungsoo menenggelamkan wajahnya di ceruk Jongin. Jongin menarik selimut untuk mereka berdua gunakan , untuk menutupi tubuh polos keduanya.
Sebelum Kyungsoo benar benar terlelap, Kyungsoo merasakan kaki kirinya sedikit terangkat. Dia menatap bagian bawahnya , dan mendapat kan junior Jongin ingin memasukinya lagi. "apa yang kau lakukan jong?" kata Kyungsoo. "aku capek Jjong...". jongin hanya menjawab dengan smirk andalanya. Dan berkata "adikku juga kedingan sayang, butuh kehangatan". Kyungsoo menanggapi dengan wajah datarnya. "tapi aku sudah capek Jong, mau tidur~~". Rengek Kyungsoo. "Janji tidak akan ku gerakan lagi". Jawab Jongin. "Eeengghhhh..". erang Kyungsoo lagi. "Mianhe chagi. Jaljayo~~". Di akhiri oleh jongin dengan mengecup dahi Kyungsoo.
"elap keringet... NC keut. Mian yang masih polos "
~TBC~
Wah elap keringet dulu buat bagian NC nya.. fiuhh..
mian buat yang kurang HOT... Hanya segitu yang aku bisa. Maklum lah masih polos and ga pengalaman soal begituan. Itu juga terinspirasi dari beberapa FF yaoi and GS yg pernah aq baca.
buat yang masih volos dilarang membaca bagian NC, tp kalo masih tetep mau baca, dosa tanggung sendiri" ya... wkwkw / ketawa evil
ini masih part 1 , kalo aq gabung nanti kalian bosen, jd aq buat jadi dua bagian hehe... buat bagian 2 nya mungkin besok aq update... (author banyak omong nih)
dah segitu aja... jngan lupa vomment ya...
reader yang baik pasti selalu tinggalin jejak..
annyeong...
maaf in I aq copy Dr wattpad q... malas edit ulang. jadi harap maklum kalo banyak typo bertebaran...
