.
.
.
mianhe baru bisa update sekarang, baru punya duit buat beli pulsa modem XD
oh iya, sekedar pemberitahuan aja bagi yang baca ff SOQ, aku udah coba repost tapi lagi-lagi dihapus sama pihak ffn. so~ aku post di asian fanfic, kalau berminat, silahkan dibaca :D
.
.
.
Title: It's About Our Noona
Chapter: 10
Author: Cndy Prissycatice
.
.
.
Warning : Man character became woman
Jika anda tidak menyukai cerita bodoh yang tidak menarik, perubahan karakter tokoh secara besar-besaran, alur cerita yang tidak jelas dan ending yang tidak memuaskan, saya sarankan agar anda tidak membacanya.
-#####-#####-
.
.
.
"Kenapa nih anak satu?" TanyaKkangin saat melihat Heechul. Kangin adalah teman Heechul yang paling berani pada Heechul, walau ia sendiri menyadari bahwa saat mereka adu pendapat atau berkelahi sekalipun, kangin tidak dapat menang melawan Heechul.
"Oh Kangin… dia tidak datang hari ini.." keluh Heechul "Kangin… aku mau melihatnya!"
"Ya sudah. Tinggal ke SMU sebelah dan semua beres kan?"
"Aku akan ke sana! ayo Kangin!" ajak Heechul
"Kenapa pula aku harus ikut?" Tanya Kangin
"Kumpulkan semua anggota OSIS! kita pergi ke sana!" perintah Heechul
"Jangan seenaknya dong!" ucap Kangin
Namun Heechul tidak menghiraukannya dan berjalan anggun keluar kelas. Menyapa beberapa Murid yang berpapasan denganya dan berjalan menuju suatu tempat
"Dasar, dia itu benar-benar ratu yang tidak bisa dibantah" Kangin menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia bangkit dari kursinya, meregangkan tubuhnya lalu berkata Nah, sekarang waktunya mengumpulkan semua anggota OSIS sebelum ia membunuhku"
-#######-########-
.
.
.
"Wah? ada apa ini? bukankah festifal budaya sudah berakhir kemarin?" Donghae bertanya cukup kaget ketika Ia membuka pintu OSIS sekolahnya. Bagaimana tidak? semua anggota OSIS dari SMU 'tetangga' mereka kini telah ada di depan pintu
"Tidakkah anda mempersilahkan kami untuk masuk, Donghae-sshi?" Heechul bertanya balik dengan senyuman andalan yang tersungging di bibirnya
"O.. oh.. Iya. Silahkan masuk" jawab Donghae "Wanita ini.. memang.. sangat berbahaya.." batin Donghae sambil menatap wajah Heechul
Heechul tersenyum lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan OSIS dengan gaya anggunnya diikuti oleh anggota OSIS lainnya di belakangnya dengan gaya angkuh masing-masing. Pengecualian untuk satu orang bagi Donghae. Ia menarik lengan Eunhyuk sebelum Ia masuk
"Hei, ada apa sih tiba-tiba ke sini?" Tanya Donghae. Eunhyuk tidak menjawab. Ia menatap mata Donghae cukup lama membuat Donghae jadi mengerutkan keningnya "Ke.. kenapa?"
Eunhyuk menarik bibirnya membuat senyuman ringan "Bisa tolong lepaskan tanganmu dulu?" Tanya Eunhyuk
"O.. oh" Donghae segera melepaskan tangan Eunhyuk
"Terima kasih" ucap Eunhyuk "maaf, tadi bertanya tentang apa ya?" Tanya Eunhyuk
"Kok gaya bicaramu aneh begitu sih?" Tanya Donghae balik
"Maksudmu?"
"Ah.. lupakan"
Donghae berfikir sejenak. Tidak ada yang salah. Dari awal pertemuannya, semua anggota OSIS dari SMU DONGSUNG memang selalu berbicara dengan tutur bahasa yang sopan. Tidak seperti OSIS SMU SANG yang berbicara dengan cara biasa saja.
"Aku Tanya, ada apa semuanya datang ke sini?"
"Oh.. Ketua OSIS kami sepertinya ada sedikit keperluan" jawab Eunhyuk. Donghae hanya bisa mengangguk.
"Sekarang boleh aku masuk ke dalam?" Tanya Eunhyuk
"Ah.. iya. Silahkan" jawab Donghae
"Terima kasih" ucap Eunhyuk seraya masuk ke dalam. Donghae mengikuti
Langkah Heechul yang begitu pasti langsung terhenti ketika Ia melihat sosok Leeteuk yang tengah sibuk membaca beberapa dokumen. Jantungnya terus berdegup kencang. Hembusan nafasnya menjadi berat. Semburat merah mulai muncul di kedua pipinya yang seputih susu itu
"Heechul?" siwon dan Hankyung bertanya heran saat melihat kondisi Heechul "Heechul?" panggil mereka lagi. namun Heechul tidak bergeming sedikitpun
Mendengar ada yang ribut-ribut, Leeteuk yang tadinya sedang berkonsentrasi dengan dokumen yang sedang di telitinya langsung melihat kearah sumber keributan yang sebenarnya hanya dibuat oleh Siwon dan Hankyung yang masih panik melihat kondisi Heechul
"Heechul?" nama itu terucap begitu manis dari bibir Leeteuk
"Ya?" balas heechul dengan suara yang begitu lembut. Siwon dan Hankyung langsung mengerutkan dahi mereka. tentu saja bukan? mereka juga merasa aneh. Mereka dari tadi memanggil Heechul namun tidak ada balasan, tapi begitu dipanggil oleh Leeteuk, kenapa langsung menjawab?
"Kenapa ada disini?" Tanya Leeteuk lagi "Ah, semuanya silahkan duduk" ucap Leeteuk. Ia menghampiri Heechul lalu memegang tangannya "Silahkan" tambahnya
Kesadaran Heechul makin hilang. Benar-benar pria bernama Leeteuk ini. Ia telah membuat seorang Jung Heechul menjadi gadis yang tidak berdaya seperti ini. tiba-tiba saja Heechul melepaskan tangannya dari genggaman tangan Leeteuk lalu mendudukkan dirinya sendiri di lantai "Ah.. tidak usah.. ah.. lantainya kotor.." dengan sangat.. Oh God.. harus kukatakan bahwa ini benar-benar aneh. Kini Heechul tengah membersihkan lantai dihadapannya dengan rok sekolah yang tengah dipakainya. Wajahnya yang tertunduk memang berhasil menutupi wajahnya yang kini merah padam. Namun apa yang Ia lakukan? Ia seorang Nona muda terhormat! Jung Heechul kini membersihkan lantai dengan roknya sendiri? ini gila!
Semua orang di dalam ruangan itu langsung membelalakan matanya tidak percaya melihat Heechul. Padahal lantainya tidak kotor sama sekali. Sungguh aneh..
"Heechul?" Leeteuk berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Heechul. Mendengar suara Leeteuk, Heechul mendongakkan kepalanya. Terlihat jelas rona merah di pipinya. Mata heechul bersinar lembut, persis seperti mata gadis yang sedang jatuh cinta. Dan tanpa Ia sadari, Heechul juga menggigit bibir bawahnya sendiri
"Ya.. ya?" Tanya Heechul
"Lantainya tidak kotor loh" balas Leeteuk
Heechul langsung membuka lebar kelopak matanya dan menatap kebawah. Memang lantainya benar-benar bersih tanpa sedikitpun noda "A.. ah.. Iya.. lantainya sudah bersih ya.. ahahaha" ucapan heechul semakin aneh. Ia mencolek-colek lantai dengan jari telunjuknya
Melihat hal yang sangat tidak wajar itu, Kangin segera menghampiri Heechul dan mengangkat tubuhnya "Maaf ya, ketua OSIS kami sedang konslet" ucap Kangin sejujur mungkin
-####-
.
.
.
"Tidak ada…"
"Iya, tidak ada.." si kembar terus menggumamkan hal itu saat mereka melihat ke dalam kelas Heechul dan tidak menemukan Heechul disana
"Kemana ya?" Tanya Kyuhyun pelan
"Tadi di ruang OSIS tidak ada. Sekarang di kelas tidak ada" gumam Changmin
"Di kantin juga tidak ada" Tambah Kyuhyun
"Noona kemana ya?" si kembar bertanya dengan nada sedih secara bersamaan
"Doooooooooorrrr!" tiba-tiba saja Taemin muncul di belakang si kembar dan menepuk bahu Si kembar. Namun si kembar tetap diam pada posisinya "Ikh.. kok nggak ada tanggepan sih?" Tanya Taemin kecewa
Dengan perlahan, si kembar membalikkan tubuhnya. Mata mereka sayu dan Nampak malas "Eh?" Taemin agak bingung juga melihat si kembar yang biasa berwajah cuek jadi seperti ini "Kalian kenapa?" Tanya Taemin
Si kembar terus menatap Taemin dengan wajah lesu mereka, namun sedetik kemudian, mereka memasang mimik kesal dan langsung mengacak-acak rambut Taemin dengan geram "Eh? Kyaaaaaaaaa!" Taemin berteriak nyaring sambil mencoba berontak "Apa yang kalian lakukan? hentikan! rambutku! Hueeeeeeeeeeeeeeeeeeee~" Taemin mulai menangis, tapi si kembar tetap tidak berhenti membuat rambut Taemin menjadi semakin kusut dan kusut
Mendengar teriakan dan tangisan Taemin, semua pasang mata murid-murid langsung tertuju kepada mereka bertiga "hahhh? kasihan sekali Taemin-sshi…" ucap salah seorang siswi iba
"Huuuuuuuueeeeeeeeeee hentikan… Ibu… ayah.. Huuuueeeeeeeeeee"
Setelah merasa bosan, si kembar langsung berhenti mengacak-acak rambut Taemin dan langsung pergi begitu saja dengan wajah yang cemberut. Tak peduli murid-murid menatap mereka aneh. Namun sesekali Kyuhyun dan Changmin menoleh kearah para murid lantas membentak "APA?!" dengan urat-urat kekesalan yang muncul di leher mereka
Taemin hanya mampu menangis sambil terduduk di depan kelas Heechul "Hu.. Ayah.. ibu.. hiks.."
Semua murid di kelas Heechul langsung mendekati Taemin. Hampir seluruh murid di sekolah ini menyayangi Taemin, bagaimana tidak? Taemin sudah dianggap adik sendiri oleh seorang Jung Heechul. Semua orang yang berhubungan dengan Heechul di sekolah ini pastilah menjadi seseorang yang disegani tanpa terkecuali murid kelas satu seperti Taemin. Tak ada yang berani mengganggu, yah, kecuali memang mencari masalah dengan Heechul dan para sekutunya, para iblis dari OSIS. Sekali berurusan dengan mereka, semua murid mungkin saja jadi turut membencinya. Sebenarnya Heechul tidak memberlakukan hukum seperti itu, hal itu terjadi dengan sendirinya
"Untuk apa meladeni urusan tidak penting seperti itu? buang-buang waktuku saja" itulah yang selalu ada di benak Heechul. Bukan baik, Heechul hanyalah seseorang yang pemalas dan tidak peduli terhadap sekitarnya kecuali yang akan berdampak tidak baik pada dirinya.
-####-
.
.
.
"Min, noona ke mana sih?" Tanya Kyuhyun sedih
"Yah, jangan sedih begitu dong. Kita cari ya" ucap Changmin. ditariknya tangan Kyuhyun dan digenggamnya erat. Begitulah Changmin, biasanya kyuhyun akan lebih tenang saat Changmin menggenggam tangannya.
"..Hem.. kita cari noona. Pokoknya harus ketemu.." manja Kyuhyun. disandarkannya kepalanya di bahu Changmin
"Manja sekali Kyu ku ini" Changmin mengacak-acak rambut Kyuhyun
"Biar" balas Kyuhyun menggesek-gesekkan kepalanya. Mereka tetap pada posisi seperti itu sambil terus berjalan
-#####-
.
.
.
"Kau yakin dia baik-baik saja?" Hankyung berbisik di telinga Siwon dengan ekspresi cemas. Matanya terus menatap ke arah Heechul yang sedari tadi tidak berhenti memainkan rok seragamnya
"Aku tidak yakin dia baik-baik saja.. jangan-jangan saking jenius dan sempurnanya, dia jadi agak.." Siwon tidak melanjutkan ucapannya
"Agak apa?" Tanya Hankyung tambah cemas
"Agak konslet.." jawab siwon
"Yah! kau ini! tapi.. bisa jadi sih.. dia kan sibuk sekali" bisik Hankyung lagi mulai setuju dengan pemikiran Siwon
"Woi! kenapa sih nih anak? Heechul!" Kangin terus berusaha menyadarkan Heechul
"Boleh kupinjam dapurnya?" Eunhyuk bertanya
"Ah? ya, boleh. Mm.. Yoochun, antarkan dia" suruh Leeteuk
"Sebelah sini" ucap Yoochun menuntun Eunhyuk
"Heechul, kau baik-baik saja? demam ya?" lagi-lagi Leeteuk menghampiri Heechul. Melihat itu, sel-sel di otak Heechul bertambah kusut. Satu dengan yang lainnya saling mengikat dan mulai membuat Heechul semakin tidak dapat berfikir
"Ah.. Iya.. eh.. Tidak.." Heechul bergumam-gumam tidak jelas
"Konslet beneran kayaknya" batin semua anggota OSIS SMU DONGSUNG
Tiba-tiba saja Leeteuk menempelkan dahinya "Tidak demam"
Dan hal itu membuat Heechul semakin meledak. "Kau itu benar-benar gadis yang lemah ya. Manis sekali" ucap Leeteuk lagi sembari mengusap-usap kepala Heechul
"Apanya yang lemah? Iblis begitu!" Batin semua anggota OSIS SMU DONGSUNG lagi
"Bukan lemah, dia itu ib—" ucap Kangin terhenti saat Heechul dengan sangat sengaja menginjak kakinya begitu keras "Aaaauuuuuuuuwwwww!" teriak kangin kencang
Leeteuk langsung terlonjak kaget "ke.. kenapa?" Tanya Leeteuk. Tapi Kangin hanya terus merintih
"Ternyata tidak sepenuhnya konslet! sial!" batin Kangin
"Lee.. Leeteuk.. ka.. kapan kau akan.. melamarku?" saking erornya, Heechul kini tidak bisa mencerna kata-kata yang akan diucapkannya dengan baik. Semua mata orang yang ada diruangan itu langsung membulat, namun tidak dengan Leeteuk yang malah tertawa
"Secepatnya, pasti" jawab Leeteuk mantap
"Heeee? menikah secepat ini?" Kaget Donghae
"Siapa yang mau menikah?" Tanya Leeteuk
"Barusan kau bilang akan melamarnya bodoh! kubunuh kau!" bentak Siwon dan Hankyung geram
Leeteuk kembali tertawa "Kalian ini lucu sekali… Heechul sedang membantuku latihan drama kan?" Tanya Leeteuk pada Heechul
"Eh?" kini semua jadi tambah bingung tidak terkecuali Heechul
"Sebentar lagi akan ada pentas drama disini, yah, kebetulan aku akan jadi Romeo yang akan mencintai Juliet. Hebat juga kau bisa tahu Heechul" puji Leeteuk
Heechul hanya bisa tersenyum kaku "Ah.. hahaha.. iya.. aku memang hebat.. aku akan membantumu.." balas heechul seadanya. Kini fikirannya sudah berjalan normal "Sial! siapa yang akan jadi Julietnya?! kurang ajar! enak saja mau dilamar oleh Leeteuk!" batin Heechul
"Oh, jadi latihan drama toh. Haha. Bikin kaget saja" ucap semua
"Siapa juga yang latihan drama?! aku bertanya serius tahu!" geram Heechul dalam hati "Ehem.. Leeteuk, siapa yang akan menjadi julietnya kalau boleh kutahu?" Tanya Heechul
"Oh, itu.. yang jadi julietnya kalau tidak salah Tiffany, yah, Tiffany Jung!" jawab Leeteuk
"Tiffany jung?" Heechul mulai berfikir "Kenal nih nama deh kayaknya… Hm… Oh! Putri dari Bibi Jessica! shit! Jadi dia sekolah disini? Mau jadi Juliet dengan Leeteuk sebagai Romeonya? Jangan harap! Leeteuk cuma milikku!" Batin Heechul
"Um.. Leeteuk, bagaimana kalau kita adakan kerja sama dalam drama mu? kau sudah membantu kami dalam Festifal Budaya, sekarang biarkan kami membantumu" ucap Heechul
"APA?!" batin semua anggota OSIS SMU DONGSUNG "Urusan OSIS di sekolah masih banyak tahu!" pikir mereka geram
"Ah, yah, ide yang bagus!" setuju Leeteuk
"? …Dua orang ini.. memang seenaknya!" kali ini OSIS SMU SANG ikut setuju dengan pikiran OSIS SMU DONGSUNG
.
.
.
.
.
To be continued..
.
.
.
ayo pada ripiuw~ XD
makasih semuanya yang udah mau baca. lope yu #slap
.
.
.
