Maka satu-satunya cara hanyalah membuat Chanyeol segera kehilangan nyawa dan mewariskan hartanya kepadaku dan Bibi. Bibi pasti akan segera memindah namakan harta itu atas namaku, lalu Baekhyun akan memaksaku menikahinya dengan berbagai dalih yang membuat bibiku percaya bahwa dialah yang pantas mendampingiku. Lalu dalam waktu singkat…"

"Dia akan membunuhmu?"

Sehun mengangguk, ia merapatkan pelukAnnya di pinggang Jongin lalu mencium bibirnya sejenak. Jongin segera memalingkan wajahnya dan Sehunmenatapnya heran. "Aku fikir kau sudah mengerti!"

"Kau sedang mengambil kesempatan, Oh!"

"Sehun!"Sehun meralat lagi. "Ya, kau tau bagaimana aku. Tapi ini bukan untukku sendiri. Untuk kita bersama. Untuk mempertahankanmu di rumah ini sampai batas waktunya tiba. Juga untuk membuat Baekhyun jera—Seandainya itu bisa!"

"Berapa kau membayar untuk ini!"

"Kau sudah punya harta yang berlimpah!"

"Tapi kau akan segera mengambilnya!"

"Ya, baiklah. Aku akan membuat hidupmu makmur setelah harta itu kembali ke tanganku. Aku pastikan kalau kau akan menjadi Pria kalangan menengah ke atas setelah berpisah dariku. Sekarang bagaimana?"

"Aku tidak menginginkan harta milik Oh!"

"Aku akan memberikan hartaku yang tidak berkaitan dengan Oh!" Jongin tersenyum. "Jangan terlalu sering melakukan ini Sehun!"

Ia mengucapkan nama Sehun untuk pertama kali lalu melingkarkan tangAnnyadi leher laki-laki itu. Sesaat kemudian, Sehun merasakan bibir Jongin menyelimuti bibirnya. Hangat dan lembut. Tapi seperti itu saja tentunya tidak cukup. Sehunadalah orang yang menggebu, dan ia tidak bisa memungkiri itu saat merasakan dada Jongin menempel di dadanya. Sehun membayangkan sesuatu yang luar biasa. Ia membelai punggung Jongin dan berusaha menjejalkan lidahnya. Jongin terpancing, tentu saja. Dan tindakan Jongin menghisap lidahnya membuat Sehun tidak bisa menahan diri untuk meremas pinggul Jongin yang kenyal. Jongin mengerang saat merasakan gairah mulai memenuhi setiap ruas tubuhnya. Terlalu mudah. Sehunsesungguhnya selalu membuat Jongin bergairah setiap laki-laki itu menggodanya. Tapi selama ini Jongin berusaha untuk menahan diri. Dia tidak punya alasan, dan tidak ingin membuat cinta sebagai alasan. Sekarang Jongin merasa kalau dia sudah punya alasan untuk melakukan ini semua.

"Demi Tuhan. Rasamu sangat nikmat, Jongin!"Sehun berbicara dengan agak keras, ia ingin siapapun yang ada disana mendengarnya.

Beberapa saat kemudian semuanya bebalik. Sehun yang menguasai Jongin. Ia yang menjamah Jongin lebih banyak. Kedua tangAnnya mengangkat pinggul Jongin sehingga Pria itu tidak lagi menginjak tanah. Ia benar-benar melayang karena keterampilan Sehun dalam hal seperti ini sangat memukau. Laki-laki itu mengenali setiap ruas tubuh Pria seperti mengenali dirinya sendiri. Ia tau dimana dirinya bisa membuat Jongin mengerang, mendesah, merintih. Jongin berusaha melepaskan kendali yang sudah di kuasai oleh Sehun. Jika tidak, ia bisa meledak dan mereka akan bercinta di halaman saat itu juga. Dia tidak ingin hal itu terjadi. Jongin mencapai puncak pemikirAnnya saat merasakan bukti gairah Sehun menonjok bagian bawah perutnya. Jika tidak di lepaskan sekarang, maka mereka akan berakhir dengan telanjang. Jongin menjauhkan wajahnya dan itu belum cukup untuk membuat SehunmelepaskAnnya. Ia harus memegangi kedua belah pipi Sehun dengan tanganya.

Sedikit keras tapi Sehun pada akhirnya melepaskan Jongin setelah menggigit bibir bawah Jongin dengan lemah. Jongin mencoba menenangkan nafasnya yang menggebu lalu memandangi bagian bawah perutnya yang masih di tempeli oleh Sehun. Sesaat kemudian Jongin memandang wajah Sehun yang begitu dekat dengAnnya. "Kau sangat mudah terangsang, Oh!"

"Ya, kau cukup ahli dalam hal ini. Kau sangat agresif dan aku menyukainya. Tapi aku yakin kalau kau juga sudah sangat basah!"Sehun mulai kembali meraba Jongin dan berusaha menelisip kedalam celananya.

Jongin menolak dan menjauh. "Kau tidak akan bisa membuktikan apa-apa!"

"Biarkan aku melakukAnnya…"Sehun tidak sanggup melanjutkan ucapannya saat Jongin melarikan diri darinya. "Jongin, kau tidak bia membohongi dirimu terus menerus. Kau menginginkanku!" Teriaknya. Dan langkah demi langkah Sehunberusaha menyamai Jongin. Tidak butuh waktu lama untuk melihat Jongin dan Sehun berkejar-kejaran di sekitar taman setelahnya. Pemandangan yang sungguh menyakitkan hati untuk seseorang yang hanya bisa melihat dari kejauhan.

"KAU DAN SEHUN, sudah berapa lama kalian menikah?"Baekhyun berusaha tersenyum. Tapi nada suaranya terdengar sangat mengintimidasi. Jongin merasa beruntung karena pada malam sebelumnya, ia merasakan firasat tentang ini sehingga memaksa Sehun untuk memperbincangkan semuanya agar tidak ada satupun dari ucapan mereka yang berbeda. Sehun sangat bermalas-malasan saat itu. Baginya Jongin tidak harus mengatakan apa-apa. Cukup Sehun yang berbohong.

Tapi di saat itu Jongin beranggapan kalau hal itu sangat perlu, bisa saja Baekhyun atau bibinya menarik Jongin kedalam kamar mereka untuk bicara dan hari ini benar- benar terbukti. Baekhyun membawakan pudding coklat sebagai pembuka saat ia menyapa Jongin yang selalu berdiam diri di kamar setiap kali Sehun tidak ada di rumah. Jongin sama sekali kesulitan untuk menolak niat baik yang ia tau tidak tulus.

Tapi bukankah ia sedang berperan sebagai pria lugu yang di nikahi oleh bajingan seperti Sehun? Ia harus terus berpura-pura tidak tau, berpura-pura mempercayai Sehun sepenuhnya.

Hari itu Baekhyun benar-benar mengamati setiap sendi kamar itu seolah-olah dia tidak pernah melihatnya. Jadi dimana selama ini mereka bercinta jika bukan di kamar Sehun? Seharusnya Jongin tidak bertanya karena terlalu banyak kamar di rumah ini. Beberapa hari yang lalu Jongin menguping pembicaranny beberapa orang pelayan yang menganggap Jongin sangat tidak beruntung karena menikah dengan laki-laki yang seringkali mendatangi iparnya untuk sekedar memuaskan hasrat kelelakiannya. Lalu beberapa saat kemudian pembicaranny mereka berubah saat Mr. Jung masuk kedapur. Jongin yakin kalau semua pelayan tau tentang hubungan Sehun dan Baekhyun sebelumnya. Hanya saja mereka terbiasa untuk tidak terlihat dan tidak bersuara sehingga rahasia itu masih amandan belum sampai di telinga Oh Soyeon. Setelah kejadian semi bercinta di halaman waktu itu, Jongin juga beberapa kali mendengar Baekhyun mengamuk di kamarnya. MrJung memintanya untuk lebih berhati-hati karena saat itu Baekhyun terlihat sangat membencinya. Jika bukan karena Mr. Jung yang mengantarkan pudding coklat itu, Jongin yakin kalau ia tidak akan menyentuhnya. Baekhyun bisa saja memasukkan sesuatu kesana. Tapi sepertinya tidak. Jadi Jongin tetap bisa ber-akting polos dan menyantap pudding coklat itu secara perlahan.

"Kau membuat semua ini sendiri?" Jongin berusaha untuk terlihat sangat ramah.

"Ya, ku rasa kau berkhayal kalau mengira hal itu akan terjadi. Aku tidak akan pernah memasak!" Jawab Baekhyun. Jelas ia sedang berusaha keras untuk bersikap lebih baik. Seandainya Jongin tidak tau tentang segala kelicikAnnya, Jongin pasti tidak akan mendengar kejanggalan dari setiap nada irama yang di ucapkannya.

"Ku rasa Mr. Jung yang membuat. Ini sangat enak, sungguh!"

"Apa alasanmu menikah dengan Sehun? Benarkah kau tidak tau siapa Sehun?"Jongin memandang Baekhyun, berpura-pura tidak mengerti dengan kata-katanya.

"Maksudmu kalau dia Oh?"

"Kau cukup cerdas Jongin. Tapi kalau kau berharap setumpuk harta saat menikah dengan Sehun, maka kau tidak akan mendapat apa-apa. Suamiku tidak mewariskan apapun kepadanya. Ia hanya mengurusinya sampai pewarisnya di temukan! Seseorang bernama Kim Kai."

"Benarkah?" Jongin bergindik, ia mulai khawatir saat mendengar kambali nama aslinya di sebut-sebut. Jongin tidak akan meminta Baekhyun membahas tentang Kim Kai jika dia tidak ingin kehilangan kendali dan menarik rambut Baekhyun secara brutal. Setidaknya itulah caranya mempertahankan diri dalam persaingan ketat di rumah bordil milik Soo Man. "Aku tidak mengharapkan itu. Aku sedang menata diri untuk hidup dalam lingkungan ini. Kau pasti tau kalau aku selau kikuk jika berhadapan dengan orang kaya seperti kalian. Aku tidak ingin hidup seperti ini selamanya. Aku harap setelah Pria itu di temukan, Sehunbersedia meninggalkan semua ini dan memulai hidup baru bersamaku!"

"Kau fikir Sehun akan bersedia meninggalkan kesenangan-kesenangan itu?"

"Kesenangan? Sehun selalu mengeluh tentang ini." Jongin menyuap potongan pudding yang sempat terlupakan. Ia menikmatinya, coklat membuat Jongin merasa lebih percaya diri untuk menghadapi Baekhyun. Ia memandang Baekhyun dengan seksama. Sangat cantik, kulitnya kemerahan dan indah. Dia benar-benar Pria yang hidup dalam gelimang perawatan mahal. Bukan hal aneh jika Sehun sempat tergoda untuk menidurinya. Sayangnya Oh Sehun sepertinya tidak akan memberikan hatinya pada siapapun. Jongin merasa sebersit rasa kecewa hadir di hatinya mengingat itu. Tapi ia berusaha tersenyum lagi. Sejak awal Jongin sudah mencegah hatinya untuk berharap.

"Kau tau kalau Sehun sudah mempermainkan banyak Pria? Dia bahkan sudah berkali-kali gagal menikah, Sehun menganggap pernikahan adalah mainan!"

"Astaga!" Jongin pura-pura terkejut. Ia berusaha menampilkan mimik tersinggung dalam raut wajahnya. Pada kenyatannynya tentu saja Jongin tidak perlu merasa tersinggung. Sehun memang seperti itu dan dia membicarakan pernikahAnnyadengan sangat ringan seolah-olah pernikahAnnya sama seperti membeli dan mengganti pakaian. Banyak Pria yang akan menyerahkan dirinya jika mendengar iming-iming pernikahan dan Sehun menggunakan iming-iming itu untuk melengkapi kehendaknya yang tinggi. Jongin rasa, Pria yang di iming-imingi oleh Sehun selama ini adalah Pria-Pria seperti Baekhyun. Mungkin semua istri Sehun sebelumnya bersikap mirip dengan Baekhyun.

"Kau jangan tersinggung, Jongin. Aku tidak bermaksud apa-apa! Aku hanya

ingin kau berhati-hati dengan laki-laki."

Aku sudah terlalu sering melakukAnnya.Gumam Jongin dalam hati. Ia menanti ucapan Baekhyun selanjutnya. Baekhyun tidak akan menyerah menghasutnya. Tentu saja, karena setelah itu Baekhyun segera melanjutkan ucapAnnya.

"Aku sudah terlalu lama sangat percaya kepada suamiku. Tapi kenyatannynya, Chanyeol mecintai pria lain sampai akhir hayatnya. Aku berusaha untuk tetap ada di sampingnya.

Tapi, Pria itu bahkan berhasil membujuk suamiku untuk mencantumkan namanya dalam harta warisan."

Pandangan Jongin berubah tiba-tiba. Tentu saja Chanyeol akan melakukan itu jika ia tau istrinya berselingkuh dengan sepupunya. Jika Chanyeol memang merencanakan semua ini, termasuk memaksa Sehun mencari Kim Kai yang sebenarnya sudah mati bertahun-tahun lalu, Artinya Chanyeol ingin semuanya menjadi sulit. Chanyeol pasti tau kalau Jongin sangat membencinya, dan Chanyeol akan mengira kalau Jongin akan mempersulit semua ini hingga Baekhyun menyerah. Atau bisa saja Chanyeol sudah mengira kalau Jongin tidak menginginkAnnya, tapi Sehun akan berakting kalau Kim Kai bukanlah orang yang mudah di urus.

Jongin menghela nafas. Ia tidak bisa melakukan hal ini lagi, ocehan Baekhyun membuatnya merasa sangat lelah dan ingin tidur. Tapi Jongin tidak mungkin

mengusir Baekhyun begitu saja. "Aku sangat menyesal mendengar itu. Tapi ku rasa Sehun tidak begitu, aku sangat mempercayainya. Kegagalan dalam pernikahan juga bukan keinginAnnya, ku rasa!"

"Apa kau tidak ingin mencari laki-laki baik sebagai suamimu, Jongin? Kau bisa menderita jika bersama Sehun. Dia tidak akan mempertahankanmu seperti yang kau harapkan!"

"Mungkin benar. Itu akan terjadi." Kali ini ekspresi Jongin sungguh-sungguh.

"Tapi aku hanya akan berusaha menikmati semuanya sampai kami benar-benar berpisah. Akuakan mengingatnya, mencintainya dan merindukannya seumur hidupku."

Baekhyun terdengar putus asa. Ia memandang Jongin yang mungkin terlihat sangat bodoh karena mencintai orang seperti Sehun. Tapi Jongin bukanlah orang yang bodoh, Baekhyun yang terlihat seperti itu karena sudah gagal untuk menghasut Jongin Kim untuk pergi dari hidup Oh Sehun. Jika saja Baekhyun segera keluar, maka Jongin pasti akan tertawa, tapi Baekhyun memandanginya terlalu lama, sangat lama hingga kegugupan Jongin menjalar kembali.

"Aku tidak percaya kau sepolos ini Jongin."Baekhyun menggeram. "Kau berasal dari belahan dunia mana? Bagaimana mungkin kau masih mempercayai bajingan seperti Sehun?"

Jongin tidak menjawab sepatah katapun. Tidak perlu menjawab karena perdebatan hanya akan semakin memperpanjang waktu Baekhyun untuk berada di kamarnya. Jongin masih ingin tidur, ingin menutup telinga dari segala kata-kata penuh hasutan Baekhyun. Jika Baekhyun berfikir kalau Jongin mudah di hasut, dia salah. Jongin terlalu lama hidup di dunia yang suram. Hasutan apapun sama sekali tidak akan pernah berarti untuknya.

OH SEHUN TERBANGUN LEBIH CEPAT dari biasanya. ia menggeliat memandangi sinar mata hari yang masuk ke kamarnya dengan gamblang. Semalaman, Sehun hanya mendengar cerita dari Jongin tentang hasutan-hasutan Baekhyun kepadanya. Ternyata menikmati kecemburuan seorang pria sangat menyenangkan. Baekhyun sepertinya tidak mengira kalau Sehun dan Jongin adalah musuh yang lihai. Tidak, Jongin-lah musuh yang lihai. Dan Sehun berbahaya. Sehuntersenyum mengingat pemikirAnnya barusan. Jongin juga menggeliat, menarik perhatian Sehun. Pria itu memeluk selimutnya dan masih tidur dengan nyaman di lantai. KelihatAnnya Jongin bahkan pernah mengalami hal yang lebih buruk di bandingkan tidur di lantai sehingga lantai menjadi tempat yang cukup nyaman untuknya saat ini. Sayang sekali Sehuntidak bisa menyentuhnya. Ia belum mendapat kesempatan lagi. Meskipun mereka sudah pernah berciuman dengan sangat panas, Jongin tetap sulit di jamah. Ia tidak akan bersedia di sentuh kecuali untuk kesenangan Oh Soyeon yang suka melihat kemesraan mereka. Tapi sesuatu yang mendekati ciuman seperti waktu itu benar- benar tidak terjangkau lagi oleh Sehun. Dia tidak akan tahan dengan ini, seharusnya ia bisa menaklukkan Jongin karena Jongin adalah Pria yang sangat mudah tersulut. Tapi kenyatannynya, Jongin cukup hati-hati untuk tidak membuat dirinya di ganggu dengan gairah apapun. Yang perlu Sehun lakukan hanya memancing gairahnya, maka ia akan mendapatkan Jongin. Tapi bagaimana caranya?

Tuhan, bagaimana cara medapatkAnnya? Sehun membatin sambil mengangkat tangAnnya dengan khidmat. Bunyi ponselnya mengejutkan Sehun. Ia memandang pesan dari Chen beberapa saat.

Ku dengar pagi ini Baekhyun menyuruh

Salah seorang pelayan dapur

Untuk mengambil pakaian kotor di kamarmu

Setelah itu Baekhyun meminta pelayan itu

Untuk melaporkan apa yang dia lihat

Kau harus membuat kejutan, Sehun!

(Sender: Chen!)

Sehun mendesah. Baekhyun benar-benar curiga. Mungkin sosok yang selama ini Jongin tampilkan terlalu sempurna sehingga ketidak percayanny timbul di hati Baekhyun. Pria itu sampai bangun sepagi ini hanya untuk memata-matainya. Tapi Sehun tersenyum, jalan keluarnya sudah terbuka, jalan yang wajar yang bisa menyulut hasrat Jongin kepadanya.

"Psstt…, Jongin!"Sehun mencoba membangunkan Jongin. Pria itu menggeliat, mungkin mengira suara Sehun adalah suara nyamuk. "Jongin, bangun!" Bisikan Sehun kali ini lebih keras, tapi Jongin masih tak bergeming. Pesan dari Chen masuk lagi.

Bersiap-siaplah bung!

Pelayan itu bergerak dari dapur

Dalam waktu beberapa menit,

Ia akan sampai

Di kamarmu/kalian

Sender: Chen!)

Jongin belum juga terbangun. Sehun melempar bantalnya dan ternyata itu adalah senjata yang ampuh. Jongin terbangun begitu benda itu menghantam wajahnya. Ia terduduk dan melotot kepada Sehun.

"Apa yang kau lakukan?" Jeritnya nyaring.

Sehun langsung menempelkan jari telunjuk di depan bibirnya lalu memberi isyarat agar Jongin mendekat. Dengan perasanny yang masih kesal, Jongin mendekat dan bertolak pinggang dihadapannya. Sehun menunjukkan pesan dari Chen kepada Jongin dan sikap kesal Jongin sirna.

"Sekarang ambillah bantal-bantal itu, Jongin—Tidak. Tidak perlu, singkirkan saja selimutmu dan buka sedikit pintu kamar!"

"Apa yang sedang kau rencanakan?"

"Apa yang seharusnya di lihat seorang pelayan jika menyelinap ke kamar pengantin baru?"

"Dia akan mengetuk pintu Sehun, sudah cukup jika aku berbaring di ranjangmu."

"Dia harus melihat yang lebih luar biasa lagi, sayang! Aku ingin membuat Baekhyun meradang!"

Bunyi ketukan langkah menaiki tangga mulai terdengar. Sehun segera menarik Jongin ke ranjangnya dan memaksa untuk membuka T-shirtnya. Jongin melotot tak percaya. Sehun benar-benar ingin memperlihatkan kemesranny di depan orang itu?

Jongin lebih Shock lagi saat Sehun sudah berhasil membuat tubuh bagian atasnya benar-benar polos, ia menyelimuti Jongin sebatas pinggang lalu memandangi Jongin sejenak saat Pria itu menyilangkan tangan untuk menyembunyikan putingnya.

"Ayolah, Kau tidak perlu bertindak seperti seorang perjaka!" bisik Sehun. Suara langkah semakin jelas dan sepertinya itu membuat keduanya semakin cemas.

"Sekarang cium aku!"

Jongin menatap Sehun dengan ekspresi ‗aku akan menghabisimu karena ini' sebelum ia melingkarkan lengAnnya di leher Sehun. Beberapa saat kemudian mereka berciuman lagi, sangat dalam sampai Jongin tidak tau mengapa ia menjadi sangat liar. Dalam waktu singkat, Sehun sudah berhasil membuatnya mendesah saat puncak putingnya bergesekkan dengan dengan kulit Sehun. Erangan kenikmatan tergambar jelas dari kedalaman ciumannya dan sepertinya Sehun sangat menikmatinya. Puncak putingnya bergelanyar dan mengeras dengan cepat, terlebih saat Sehun menyentuhnya. Sehun benar-benar membuat Jongin meremas rambutnya karena tersengal-sengal. Sehun benar kalau Jongin sangat sensitif.

Sebuah sentuhan kecil bisa membuatnya bergairah dengan sangat cepat dan itu bisa saja menjadi pembuka dari semuanya. Hari ini masih pagi, Tapi Sehun berhasil membuat Jongin menjatuhkan tubuhnya di ranjang sekali lagi.

Pria itu merangkak di atas tubuhnya, duduk di pinggangnya dan masih berusaha memberikan ciuman terbaiknya. Rambut-rambut Jongin menyentuh pipinya, beberapa menyusup ke dalam telinga dan menambahkan sensasi nikmat yang tak terelakkan. Tiba-tiba, Jongin merasakan tubuhnya terhempas ke ranjang, Sehun sedang membalasnya.

Sekarang laki-laki itu sudah berada di atasnya dan menenggelamkan wajahnya untuk menciumi leher Jongin dengan cara-cara khusus yang memabukkan. Pintu terbuka sedikit mengahasilkan bunyi klik yang sangat halus, Jongin memperlebar pandangannya dan melihat seseorang berdiri disana. Seorang pria muda yang pastinya datang karena permintannyBaekhyun. Begitu melihat tatapan Jongin, pria muda itu menunduk dan segera pergi.

Seharusnya semuanya berhenti, seharusnya selesai sampai disini. Tapi sepertinya Sehun tidak perduli dan beralih ke sisi tubuh Jongin yang lain. Kedua tangAnnya masih berusaha meremas puting Jongin dengan sangat berirama. Tidak ada hal lain yang bisa Jongin lakukan selain mendesah. Ia ingin berhenti tapi tidak bisa. Tubuhnya tidak ingin kenikmatan berhenti smapai di situ saja. Tapi jika terus seperti ini, Jongin akan membuat Sehun menakhlukkAnnya. Ia sedang merasakan sesuatu di hatinya sekarang dan perasanny itu bisa saja terus berkembang jika interaksi intim ini terus berlanjut. Jongin ingin menjerit, meminta Sehun berhenti menggerayangi tubuhnya, meminta Sehun berhenti melumat putingnya. Tapi tidak ada satu katapun yang berhasil keluar.

Getar-getar halus sudah merasuk, dan Jongin hanya bisa terisak meratapi kegagalannya kali ini. Sehun tidak perduli. Jongin berduka untuk ketidak perdulian Sehun terhadap penderitann hatinya.

"Astaga, Sehun! Setidaknya yakinkan kalau pintu kalian tertutup rapat!"

Akhirnya Sehun berhenti. Ia memandangi Oh SoyeonOh yang berdiri di depan pintu sambil menggeleng-geleng tak habis pikir. Jongin segera menyembunyikan tubuhnya di dalam pelukan Sehun. Ia tidak berani memandangi Oh Soyeon saat ini.

"Bagaimana jika ada yang melihat?"Oh Soyeon melanjutkan ucapannya lagi.

"Maaf . Aku tidak menyadari mengenai pintu itu!"

Oh Soyeon menghela nafas lalu menutup pintu. Sejenak suasana hening, hingga isakan yang tertahan dari mulut Jongin keluar. Terdengar jelas meskipun sangat halus. Sehun segera memandangi Jongin yang berusaha menyembunyikan wajahnya. Tidak, Jongin tidak boleh menyembunyikan apa-apa darinya. Sehun berkeras untuk melihat Jongin, ia memegangi dagu Pria itu keras-keras dan melihat kedalam matanya. Jongin mungkin menangis, mungkin juga ia sudah berhasil menghapus airmatanya sehingga tidak sejumputpun noda basah ada di wajahnya. Tapi wajah itu benar-benar sedang menggambarkan kemalangan yang menghancurkan hati Sehun. Jongin bersedih? Sudah beberapa minggu belakangan ini Jongin selalu tertawa dan tersenyum. Bahkan ia merespon dengan sikap lucu saat Sehun menggodanya. Tapi saat ini Jongin kembali seperti saat-saat pertamanya berada di rumah ini. Kali ini bahkan lebih menyedihkan di bandingkan dengan yang biasa Sehun lihat.

"Ada apa?"Sehun mengendurkan genggamAnnya pada dagu Jongin. Jongin sangat cengeng, ia kembali membenamkan wajahnya dalam pelukan Sehun dan menagis sejadi-jadinya. Jika begini Jongin terdengar sangat manja. Sehunmembalas pelukan Jongin dan mengelus-elus punggungnnya.

Ia merasakan kulit Halus Jongin seolah-olah memanjakan telapak tangannya. Jongin tidak bicara

beberapa saat hingga ia bisa lebih tenang lalu menatap Sehun lagi sejenak setelah menghapus air matanya. Beberapa saat kemudian Jongin menangkupkan kedua telapak tangan pada putingnya dan berusaha memakai pakaianya kembali.

"Jongin, kau belum menjawab pertanyannyku. Ada apa?"

"Gagal melakukan Seks pada pagi hari bisa membuat seorang Pria tertekan." Jongin menjawab dengan itu. Ia berhasil membuat Sehun tertawa.

"Kalau begitu ayo kita lakukan sekarang!"

"Aku tidak bisa, Bibimu datang menjemput kita untuk sarapan. Kita harus segera turun!"

Sehun turun dari ranjang dan memeluk Jongin dari belakang. "Itu semua bisa menunggu!" ia berbisik dalam jarak yang sangat dekat di telinga Jongin.

Jongin menolak dan melepaskan dirinya dengan mudah dari pelukan Sehun. Ia sudah selesai mengenakan pakaiAnnya kembali lalu memandang Sehun kesal. Jongin sudah kembali seperti semula.

"Aku sudah bilang kalau aku tidak mau berdekatan dengan Oh manapun. Jadi berhentilah menyerangku!"

"Tapi tadi, kita hampir saja bercinta jika bibiku tidak datang. Seharusnya aku mengunci pintu! Aku akan memastikAnnya lain kali!"

"Jangan terlalu berharap, Oh. Kita tidak akan melakukAnnya lagi!"

"Apa?"Sehun terdegar sangat terkejut. "Bagaimana dengan misi menjauhkan Baekhyun dariku? Bagaimana dengan kelangsungan hidupmu sebagai istriku?"

"Aku ingin membatalkan perjanjian itu, Sehun!"

"Lalu kau ingin memperkenalkan dirimu sebagai Kai."

Sehun memelankan suaranya dan mendekatkan wajahnya kepada Jongin untuk mengucapkan nama "Kim Kai." Dengan bisikan yang sangat halus. Jongin menjauhkan wajahnya seketika. "Aku hanya ingin membatalkan perjanjian tentang bermesran di depan bibimu atau siapa saja yang berhubungan dengan Baekhyun. Aku tidak butuh jaminan hidup apa-apa. Aku hanya perlu segera keluar dari rumah ini dan tidak melihat Oh manapun lagi sepanjang hayatku.

Kau berjanji untuk mempercepat proses pengalihan harta itu, kan? Sekarang usahakanlah lebih maksimal lagi. Dan aku akan segera pergi!"

"Kenapa kau bersikap seperti ini?"

"Karena aku sudah bosan menjadi pelacur! Bermesranny denganmu, lalu mendapat bayaran atau jaminan hidup sama saja dengan aku menjual diri…"

"Tapi melayani satu laki-laki dalam jangka waktu berbulan-bulan kedepan jauh lebih baik daripada melayani lima orang laki-laki yang berbeda dalam semalam!"

Sehun mulai marah, "Kau tidak sedang menjual dirimu padaku, kita begini karena kau harus membantu segala hal untuk kelancaran proses…"

"Ya!" Potong Jongin. Kata-kata Sehun mulai membuat emosinya meninggi "Ya, aku akan pergi sekarang. Dan aku akan berusaha membayar tiga ratus juta dolar itu segera!" Jongin berjalan kelemari dan mulai mengeluarkan pakaiAnnya dari sana. Ia membuat Sehun frustasi, Jongin juga tidak bisa menghindari kalau ia nyaris tidak bisa mengendalikan diri. Ia nyaris menangis dan mengatakan kalau dia tidak bisa tinggal karena Sehun. Karena Jongin mulai menaruh harapan yang mustahil. Dia tidak bisa melakukannya. Jongin tidak bisa membiarkan dirinya berharap karena itu pada akhirnya hanya akan membuatnya merasa sakit. Jongin sudah bosan tersakiti. Pergi sekarang lebih baik, maka sakit hati yang dirasakAnnya akan lebih sedikit.

TBC