Chalice07 : *cry* aduh! Gua pusing dengan ide ceritaaa!
Luna : Chalice07 ini tissu untuk mu dan jangan menangis lagi *panik mode : on*
Chalice07 : *menangis makin keras* huweeeee! Siapa saja toloong akuuu!
Raven : *nendang pintu* BERISIK! Dan lagi gak ada yang bakalan bantuin eluu! Jadi jangan nangis atau ini tempat banjir?
Chalice07 : uweeee! Raven jahaaat! *pergi*
All :*sweatdropped*
Akito : jadi siapa yang jadi disclaimernya?
Kazuna : aku! Aku!
Disclaimer : GC bukan milik chalice07 tapi megaxus, kalau milik chalice07, GC sudah hancur jadi debu. Demi kehancuran yeiy! ( maniak hancur *sweatdropped* *di hajar*)
Warning : gaje , abal , aneh, dan makin kacau dan bosenin jadi gomenansai
Happy reading, dont like dont read.
SOME PLACE
AT 12 : 00 PM
"kali ini jangan gagal lagi! Ingat itu!" ucap gadis berantai kesal.
"a,aku ngerti chain nee-san" jawab mizuki ketakutan. "hehehehe... mizuki jangan takut begitu~"ucap gadis bertopi sambil mengelus kepala mizuki.
"diam! Jangan sok manis deh! Death! Kau itu iblis berhati iblis sejati!" teriak mizuki. "hmm... kau masih kurang ajar pada kakak mu itu ya? *death aura* musti di ajarin dulu" ucap gadis bertopi sambil mengeluarkan aura membunuh yang mencengkram sesuana tempat itu.
"sudah, death nee-san. Kau jangan keluarkan aura membunuh mu itu. bisa-bisa mizuki kehabisan nafas loh." Ucap gadis bermuka baik.
"hmm... oke lah mizuna..." ucap gadis bertopi itu dan tiba-tiba. "kakak!" muncul lagi 5 anak gadis itu Cuma bedanya yang kacamata gak ikutan meluk. Bisa dibilang dia berdiri disampingnya dan ngelihat sambil membaca buku misteri.
Jadilah background nya yaitu acara meluk 4 gadis itu ke gadis bertopi.
"nah mizuna dan mizuki kalian ke gc mansion sekarang" perintah gadis berantai.
"apa? Kenapa gak sendiri saja?" protes mizuki. "mengingat elu gak balik-balik sehari kakak jadi khawatir jangan-jangan kamu keluyuran kemana, mengingat kamu suka jalan-jalan dan shopping jadi takutnya kamu keluyuran dulu makanya kusuruh mizuna temenin kamu" ucap gadis berantai itu.
"jadi kakak gak percaya sama mizuki? Jahaat! *cry*" ucap mizuki sambil menangis. "maksud kakak bukan begitu... kakak takut ada... apa-apanya dengan mu ... eh, bukan.. maksud ku... " ucap gadis berantai kebingungan. "hahahaha... rasakan kau chain, merasakan kebingungan ku kemarin! Ahahaahaha" tawa gadis bertopi yang keliatannya dendam sama gadis berantai itu dan terjadilah Sister wars. Dan orang-orang disana hanya sweatdropped.
"Ayo mizuki kita ke GC mansion" ucap gadis bermuka baik itu. "hmp! Aku mengerti, mizuna!" ucap mizuki kesal. "...dan jangan sampai meninggalkan shortwand mu itu..."lanjut gadis bermuka baik dan membuat mizuki kesal. "JADI KAU MENGHINA KU?" bentak mizuki kesal "eh... enggak bukan itu maksudku..." ucap gadis bermuka baik dan orang disebelahnya yang berkacamata berkata "... kalau aku jadi kau, mizuna... aku akan bilang iya." "berisik kau ,4MATA!" bentak mizuki kesal. Dan mereka akhirnya berantem untung saja mizuki di tarik mizuna untuk pergi ke grandchase mansion.
GRANDCHASE MANSION
AT 22 : 00 PM
Semua chaser malam-malam begini masih ada yang bangun , mari kita intip kegiatannya :
Jin = teriak-teriak di ruang tamu karena amy bernyanyi (maksudnya memberi semangat)
Amy = bernyanyi di ruang tamu dengan suara volume maximum (bisa bikin telinga budeg)
Zero = gak usah ditanya lagi, dia udah kaya orang gila bicara sendiri- *di hajar* err... maksudku bicara dengan grandark.
Nina = melukis zero diam-diam di balik pohon.
Elesis = tidur di kamarnya.
Arme = lagi mencari mantera baru bersama lass di perpustakaan.
Lass = dia mencari mantera baru walau kita bilang dia ditarik sama arme untuk bantuin dia.
Ronan = tidur di kamarnya.
Dio = tidur lah malam-malam begini.
Ley = sama, lagi tidur.
Sieghart = dia mah tidur kapan saja dimana saja kaya ke... *di tebas*
Mari = sedang membuat sesuatu.
Ryan = tidur
Lire = keliatannya memandang 1 pot bunga di kamarnya.
Kazuna = gak usah ditanya lagi, yang pasti lagi berantem dengan kazusa.
Kazusa = sama kaya kazuna.
Luna = masak dan menjadikan akito kelinci percobaan (kasian amat nasib akito)
Akito = menerima jadi kelinci percobaan luna walau aslinya takut tapi gak mau buat luna kecewa ( ck...ck... cinta itu buta ,ya? Sampai-sampai mau makan masakannya walau kemungkinan hidupnya 30% *jadi kaya psiqologis cinta saja :p)
"akito, silakan dicoba" ucap luna sambil memberikan akito sepiring makanan yang kalau kita lihat bukan makanan tapi racun...( ya iya lah, lihat aja bentuknya. Aneh dan misterius * di tebas raven*) Akito hanya melihatnya dengan ketakutan. "oh, iya aku lupa kasih kecap manis" ucap luna dan pergi ke dapur untuk ambil kecap. " hei, akito. Kau mendingan makan snack siput atau makan masakan luna?" tiba-tiba muncul kazuna yang habis selesai berantem dengan kazusa walau begitu tubuhnya banyak luka dalam dan bajunya terkoyak.
"kubilang mendingan makan masakan luna deh" ucap akito dan tentu saja membuat kazuna matanya melotot gak percaya. " aku... gak percaya... segitu sukanya kau dengannya...sehingga... kau... mau makan masakan beracun itu"kata kazuna sambil menahan tawanya yang kalau dilepas sedikit dapat menggelegar (hah?).
"ada apa, kazuna? Kok kau ketawa sendiri kaya orang gila saja" tiba-tiba kazusa muncul dan berkata dengan sengaja menekan kata 'orang gila'. Tentu saja membuat kazuna mengamuk dan pada akhirnya mouth war's.
"apa katamu?, darah beku!(?)" bentak kazuna kesal.
"apa maksudmu darah beku?, Maniak penghancur!"
"berisik, Iblis!"
"aku bukan iblis!, Vampire!" (nah loh kok nyambungnya lama-lama begini?)
"aku bukan vampire! , Zombie!"
"haus kehancuran!"
"darah biru!"
"mana ada orang darahnya biru, gadis idiot!"
"kamu yang idiot! Baka!"
Dan begitulah sebagian mouth wars mereka. Membuat akito hanya sweatdropped melihatnya.
"ini kecap nya... ada apa ini?" tanya luna kebingungan melihat kazuna dan kazusa siap-siap bertarung padahal mereka badannya banyak luka (gara-gara berantem). "oh aku tahu kalian disini mau coba masakan kita ya?" ucapan reicy membuat si kembar kaget dan ketakutan ( ya iyalah masa hidupnya tinggal sebentar lagi jika makan tuh makanan *di hajar*). "tid,tidak kok—"ucapan kazuna tergagap. "kata kazuna dia mau coba masakanmu,luna" ucap kazusa sambil di balas deathglare kazuna. "oh ini masih banyak" ucap luna sambil memberikan sepiring masakannya ke kazuna dengan takut kazuna teriak "kazusa juga!" "ap—" "makan ini!" ucap kazuna kesal sambil memasukin masakan luna ke mulut kazusa. Dalam sekejap kazusa langsung weak atau pingsan.
"eh? Kok kazusa pingsan? Ada apa?" tanya luna dengan kebingungan dengan reaksi kazusa yang langsung pingsan saat dia memakan masakan luna. " biarkan saja dia, dia memang suka pingsan jadi abaikan saja" ucap kazuna masa bodo ( contoh saudara yang jahat * di hajar kazuna*).
"umm... tapi..." ucap luna khawatir membuat akito merasa... yah... yang pasti... dan kazuna ngelirik akito dengan senyuman jahil yang membuat bulu kuduk merinding karena dia tahu akito lagi cemburu karena luna sangat khawatir dengan keadaan kazusa. " SUDAH BIARKAN SAJA, LUNA!. BIAR MATI MEMBUSUK!" tiba- tiba raven muncul dan mengatakan hal yang termasuk kriminal (menurut ku :P).
Semua yang di ruangan hanya diam membisu ( Cuma ada kazusa = pingsan, luna = maskud ku raven, akito = diam saja, kazuna = senyum-senyum sendiri kaya orang gi-*plak*). " raven, kau ticak boleh mengatakan hal yang kejam!" teriak luna karena gak setuju dengan ucapan raven. "hmp, terserah berbuat baik hanya membuat repot. Apa kau mengerti luna" ucap raven dengan aura membunuh. " tidak, aku tidak mengerti ucapan mu raven!" bantah luna. 'luna. Ternyata bisa membantah toh...' pikir kazuna dan akito persamaan. "geez... kau keras kepala ya. Sudah kuajarkan berapa kali dan ku pratekkan bera—" ucapan raven terpotong. "iya! Meninggalkan orang yang sekarat sampai mati, raven kau iblis sejati! Mirip kaya kakak death"bentak luna dengan kesal. Membuat akito dan kazuna mempunyai pikiran yang sama ' aku baru tau dia bisa membentak'.
Setelah menunggu 1 jam 12 menit pembicaraan 2 gadis itu (luna & raven) dia membalikkan badannya ke akito dan kazuna yang dari tadi membeku. " apa kalian sudah habisin masakkanku? Enak tidak? *smilling*" ucap luna. "oi, akito" panggil kazuna ke akito, "apa?" tanyanya. "aku... merasa luna itu menyeramkan..." kata kazuna dengan ketakutan. "aku... juga merasa yang sama... tapi..." ucapan akito terpotong. "kau masih suka sama dia yakkan? *senyum nakal*" perkataan kazuna membuat akito bermuka merah. " hmm... rasa suka itu memang gak bisa hilang ya~ *senyum nakal*" ucap kazuna sambil tersenyum nakal. "tenang saja aku walau mulut bocor tapi aku akan jaga rahasia mu kok~ *memukul punggung akito*" ucap kazuna sambil memukul punggung akito. " yang paling ku bingungin 1 hal" kata kazuna dan tentu membuatnya bingung.
" ngomong-ngomong beberapa orang takut raven, dan soal takut...*evil smile*" ucapan kazuna terpotong. " yang paling ingin kuketahui siapa yang paling kalian takutin?" lanjutnya. Akito yang lagi minum langsung menjatuhkan gelas nya (sejak kapan dia minum? Ah buat aja gitulah *masa bodo* / readers : contoh author yang buruk *sweatdropped*) dan luna langsung bermuka pucat.
"emang segitu pentingkah kau sampai..." ucapan raven terpotong karena kazuna langsung main potong saja (sebentar lagi kazuna jadi tukang jagal, main potong mulu *di tendang sampai ujung dunia(?)*) " sangat penting. Karena aku jika penasaran dan gak dijawab itu membuat ku gak bisa tidur... jadi..."ucapan kazuna terpotong dan langsung menarik tangan luna. "luna, tolong kasih tahu kalau gak aku gak bisa tidur" ucap kazuna sambil membuat muka innocent.
"MAAF SAJA TAPI GAK BISA! DAN JANGAN SAMPAI BUAT KAMI MENGINGAT KAKAK DEATH!" bentak raven dan dikepalanya ada icon yang menunjukkan dia kesal. " kakak death?~ hmm..." ucap kazuna sambil tersenyum jahil. "siapa itu?" "raven!" teriak reicy kesal. "yang membuat ku bingung siapa dia? Tadi juga luna berkata demikian saat berantem dengan raven." Ucap kazuna. "... makanya kau bilang soal penasaran kan?" tanya akito.
"... gak juga... dari awal aku juga penasaran" ucap kazuna. "nah siapa dia death~" lanjutnya. "hmp! Tidak...a... akan ku kasih... tau..." ucap raven dengan tubuh gemeteran. " kakak perempuan kami" ucap envy tenang tapi tubuh nya gemetar hebat. " envy!" teriak reicy kesal. "hmp! Aku ngerti...luna" panggil envy ke luna. "eh... aku... harus kasih tau..." ucap luna sambil bermuka pucat. "*sigh*kakak kami death, walau dia agak kekanakan dan sangat memanjakan kami..." ucap envy yang langsung dipotong sama kazuna. "kenapa kalian takut sama dia?" " hmp! Dia.. monster... dan jika sekali ia mengeluarkan aura membunuhnya... berati dia gak akan ragu... membunuh..."ucap raven terputus. "lalu?" tanya kazuna. "..." badan luna semakin gemetar. "hall—"ucapan kazuna terpotong karena luna eh bukan reicy langsung lari dan teriak. " yang pasti segitu saja kami kasih taunya! Itu hanya akan membuat kami mati jika menggossipinyaa!" "eh?" kazuna kebingungan apa maksudnya. "oh ya kata luna habisin masakannya" teriak reicy dari kejauhan dan menghilang di hadapan.
"...jadi kita harus makan makannan berbahaya ini?"tanya kazuna. "aku tidak tahu dan yang pasti jangan kejar dia..." ucap akito. "hmm... jadi kau tahu juga kan tentang gadis yang kusebut tadi" ucap kazuna. "kau juga sama... 'dia' gadis yang sangat menyeramkan aku dulu sempat bertemu dengannya..." ucap akito sambil gemeteran. "... aku juga sama dengan mu dan lagi aku hampir mati karena mengejeknya pendek" ucap kazuna. "... kau juga?"tanya akito. "berati kau juga pernah ngejek dia pendek? Gimana rasanya terkena sabitnya?"tanya kazuna sambil bermuka pucat. "jangan tanya... itu hanya akan membawamu keneraka"ucap akito. "...waktu itu ronan kasih tahu gadis aneh mau membunuh GC dan mengatakan dia dari keluarga kurogane... semoga saja gadis itu gak menyerang..." ucap kazuna. "...semoga saja dia dipihak netral" ucap akito, "iya, lebih mendingan dibanding jadi musuh" ucap kazuna sambil bermuka pucat.
"ngomong-ngomong..."ucap kazuna.
"apa?"tanya akito
"kita harus makan ini?" tanya kazuna sambil menunjuk masakan luna
" ya kita makan mau, gak mau"ucap akito.
Kita tinggalkan saja mereka yang lagi bimbang soal masakan luna. Kita pindah ketempat lain.
SOME PLACE
Waktu persamaan saat kazuna dan akito membicarakan "dia".
"hachiii!" "kau gak apa-apa, death nee-san?" tanya gadis bertatapan kosong. "gak tau, yang pasti aku merasa ada orang yang membicarakan ku *death aura*"' ucap gadis bertopi sambil megeluarkan aura membunuhnya. Tentu saja orang yang didalam ruangan itu langsung bermuka pucat kecuali gadis berantai itu. "death, bisakah kau menghentikan aura membunuh mu? Itu hanya akan membunuh mereka walau itu hanya aura membunuh mu tapi..."ucapan gadis berantai di potong sama gadis bertopi. "oh, maaf. Apa kalian baik-baik saja, vaine,xeina,reina,yuka,rena,dean?"tanya gadis bertopi dan auranya langsung hilang. "iya, akhir-akhir ini death nee-san bete?"tanya gadis berambut diikat 1. "soal luna?"tanya gadis berbaju seksi. "kalau gitu kenapa gak ke adik mu paling kau sayangin?" tanya gadis bertatapan kosong. "hmp! Kalian gak akan marah?"tanya gadis bertopi. "kau memilih pihak netral, jadi kami gak bisa melawan"ucap gadis berantai. "walau aku mau juga... dia masih membenci ku..."ucap gadis bertopi. Dan ada yang memukul belakangnya. "makanya, jadi orang jangan suka marah kalau di gossipin, diejek,dan terlalu kekanakan"ucap gadis berbaju seksi. "makanya jadi kakak jangan pendek"lanjutnya lagi.
"jadi maksudmu, aku pendek dari kau kan?" ucap gadis bertopi dan mengeluarkan aura mebunuhnya dan senjatanya deathsctye mirip luna punya tapi bedanya yang ini ada matanya. Semua yang disitu hanya mengambil jalan aman yaitu kabur ninggalin adiknya disitu bersama gadis bertopi, "reina, aku hanya bisa mendoakan mu..."ucap gadis bertatapan kosong dan berkacamata bersamaan dan langsung kabur. "eh..."ucap gadis berbaju seksi kebingungan dan ketakutan pas dia lihat belakang. "tenang saja aku hanya membuat mu setengah mati kok *devil smile*"ucap gadis bertopi dan siap menyerang.
Dan selanjutnya yang tahu hanya tuhan yang maha esa.
DI BELAKANG GEDUNG GRANDCHASE
Di dekat pohon terlihat luna diam disana dan memandang bunga. "fuh... agak mendingan sekarang" ucap reicy sambil mencabut bunga itu dan menaruhnya di baju. "hmm... envy kau gegabah sekali..."ucap raven gak senang. "justru yang paling kutakutin , death nee-san ahli mematain dan bisa menghilang kan auranya sesuka hati, dan satu abilitynya yang paling menyeramkan... yang paling bikin takut... semoga saja dia gak dengar pembicaraan kita tadi..."ucap luna ketakutan. "kita akan mati..."ucap envy tenang.
Sunyi...senyap...
.
.
.
.
.
.
"doakan saja tidak, baka!" ucap raven. "iya, iya..."ucap envy mengalah.
"wuah ada luna dan kami mendengarnya pembicaraan kalian~"
"!"
Saat luna melihat arah sumber bunyi dan dia melihat 2 sosok di dekatnya.
"hallo, adikku yang sangat nakal!" ucap mizuki. "lama gak ketemu..."ucap gadis di sebelahnya santai. "kakak mizuna...kakak mizuki" ucap luna ketakutan.
"kebetulan kau disitu... kami akan menghukummu karena kabur tanpa pamit~"ucap mizuki dan siap siap mencast magic (chalice07 : mizuki kaya ibu kehilangan anaknya saja~ *dibakar*). 'luna, siap-siap posisi battle! (chalice07 : emang mau main game apa?)' teriak raven dalam bentuk suara.
Chalice07 : fuh, selesai juga membuatnya butuh waktu banyak. Pegel.
Akito : tunggu! Apa yang akan terjadi? Luna akan baik-baik saja?
Chalice07 : meneketehe! Mana ku tahu belum sampai tahap itu.
Akito : jangan sampai dia mati atau kau... *ngeluarin dark sword*
Chalice07 : iya,iya saya ngerti...*ketakutan* tolong simpan tuh senjata...
Akito : *simpan dark sword*
Chalice07 : luna, tolong minta reviewnya badan ku pegel...
Luna : tolong review ya *smile*
