.
Tittle: Best Step Brothers Friend.
Author: Byunba.
Main Cast: Byun Baekhyun/ Park Baekhyun.
Park Chanyeol.
Others Cast: Oh Sehun,
Xi Luhan,
Kim Jongin,
Do Kyungsoo,
Zhoumi (Super Junior-M),
Victoria (f(x)),
Taehyun (Winner),
-Akan ada cast lainnya seiring bertambahnya cerita-
.
Mom.
.
.
.
Luhan memajukan bibirnya, kedua tangannya terlipat didepan dada sambil menatap sengit orang yang berdiri dihadapannya sekarang. "Hyung! Aku banyak pekerjaan!" Rutuknya.
Kris, sang ketua osis yang berdiri dihadapan Luhan hanya bisa menghela nafasnya sambil menggelengkan kepalanya. "Ini tidak akan lama, kau hanya perlu menjilidnya dan memberikannya pada Minhyuk."
"Kenapa hyung tidak menyuruh Minhyuk hyung saja, jangan aku!"
Kris lagi-lagi menghela nafasnya, terkadang sifat Luhan yang seperti ini membuatnya kesal juga. "Luhan dengar, Minhyuk sedang sibuk dengan proposal lain dan anggota yang lain belum datang jadi aku memintamu untuk mengurusnya."
Luhan semakin cemberut, tadinya ia ingin menghabiskan waktu menunggu bel masuk dengan membaca novel yang baru ia beli kemarin karena jika sudah masuk pelajaran namja Cina itu akan fokus pada pelajaran. Dengan berat hati Luhan mengambil satu map berisi beberapa lembar kertas itu dari tangan Kris.
"Arraseo," Jawabnya lesu.
Kris yang merasa tak enak hati lalu menepuk pundak Luhan. "Nanti kutraktir bubble tea, okay?"
Seperti dugaannya, mata Luhan seketika itu berbinar saat mendengar minuman kesukaannya yang segera akan ia dapatkan. "Benarkah? Terimakasih hyung!"
"Ne, ne. Sudah cepat sebelum bel masuk." Kris mengibaskan kedua tangannya seakan mengusir Luhan dan Luhan segera beranjak dari tempatnya menuju koperasi sekolah untuk mengurus proposal ditangannya itu.
Sekolah masih sangat sepi, karena ini masih pagi. Luhan sudah terbiasa dengan situasi ini, ia sudah sering dan selalu datang lebih awal ke sekolah. Luhan itu cukup rajin dan ia bangga dengan kebiasaannya itu.
Setelah sampai di koperasi dan mengurus semua tugasnya, Luhan beranjak menuju lantai tiga dimana kelas Minhyuk berada. Lantai tiga merupakan kelas dimana kelas tiga berada, Luhan sedikit sungkan saat melewati beberapa kakak seniornya dan membungkuk sopan pada mereka yang berpapasan dengannya. Di sekolah ini memang ada perbedaan antar angkatan, misalnya dari sepatu yang disediakan di sekolah, sepatu berwarna biru untuk siswa kelas satu, hijau untuk kelas dua, dan merah untuk kelas tiga. Sedangkan kini garis sepatu milik Luhan berwarna hijau yang jelas menunjukkan bahwa ia adalah siswa kelas dua.
Beberapa siswa yang lain menyadari itu dan Luhan tersenyum sopan pada mereka. Jujur saja, ada beberapa siswa yang tidak berani memasuki wilayah kelas tiga karena mereka memang terlihat lebih serius dan cukup menyeramkan. Tidak semua sih, hanya saja dari awal Luhan bersekolah disana rumor sudah mengatakan jika siswa-siswa kelas tiga akan sedikit menyeramkan dan Luhan tidak terlalu serius menanggapinya.
Namja manis itu kini sudah berdiri didepan kelas Minhyuk, ia merogoh ponselnya hendak memberi tahu kakak seniornya itu bahwa ia sudah menunggu didepan kelasnya. Setelah mengirimnya Luhan mengalihkan pandangannya pada proposal ditangannya yang memperlihatkan tentang proposal festival sekolah yang akan dilaksanakan OSIS beberapa minggu lagi. Ia mendesah, sepertinya Luhan akan sibuk beberapa waktu kedepan. Ia padahal sudah merencanakan akan mengajak Baekhyun dan Kyung—
"Kyungsoo?"
Luhan menoleh kekanan saat mendengar nama Kyungsoo keluar dari mulut beberapa siswa yang berjalan mendekat kearahnya. Mata rusanya menyipit dan ia memasang telinganya tajam.
"Ne, siswa kelas dua."
"Ada perlu apa kau dengannya?"
"Hanya menanyakan sesuatu tentang Baekhyun,"
Alis Luhan terangkat saat mendengar nama Baekhyun juga, ia tak berhenti menatap tiga orang siswa yang kini lewat tepat dihadapannya. Sesaat mata Luhan bertemu dengan tatapan milik salah seorang siswa yang lewat didepannya, namun hanya sesaat sebelum mereka berbelok dan masuk kedalam kelas.
Bersamaan dengan itu sosok Minhyuk muncul dari dalam kelas yang sama, ia tersenyum pada Luhan. "Oh, kau mengantarnya? Terimakasih!" Ucapnya seraya mengambil proposal itu ditangan Luhan.
Luhan hanya membalas dengan mengangguk, kepala Luhan bergerak ke kanan dan ke kiri mencoba mengintip suasana kelas yang ada dibalik tubuh Minhyuk yang berdiri tepat didepan pintu kelas itu.
Alis Minhyuk bertautan. "Kau mencari siapa?"
"Huh?" Luhan menoleh pada Minhyuk. "T-tidak ada kok."
Minhyuk mengangguk. "Terimakasih untuk ini, sekarang kembalilah kekelasmu."
Setelah mendapatkan tepukan bersahabat dari Minhyuk dipundaknya, Luhan hanya bisa mengangguk dan Minhyuk kembali kekelasnya tanpa berbasa-basi lagi. Benar saja, Minhyuk terlihat cukup sibuk jadi Luhan memilih untuk segera beranjak juga dari tempat itu, walau ada beberapa hal yang mengganggu pikirannya.
.
.
.
Chanyeol memakan habis ramyun miliknya dengan cukup lahap, Sehun yang duduk dihadapannya hanya bisa menatap aneh sahabatnya itu. Chanyeol benar-benar terlihat seperti orang yang belum diberi makan selama bertahun-tahun, sangat kelaparan.
"Pelan-pelan saja, bodoh." Ejeknya pada Chanyeol yang kini sedang tersedak karena kegiatan makan yang buru-buru itu.
Chanyeol tidak memperdulikan ejekan Sehun dan meminum air yang ada disampingnya lalu kembali melahap hidangan nikmat didepannya.
Jongin datang beberapa saat kemudian dan duduk disamping Sehun dengan bersungut-sungut tak jelas. Namja tan itu menggerutu ini-itu membuat Sehun menoleh padanya dengan tatapan aneh juga.
"Lalu kau kenapa?" Tanyanya. "Kau seperti yeoja yang sedang datang bulan."
Chanyeol tertawa mendengar itu, namun Jongin merasa kesal. Ia menjitak kepala Sehun sebagai balasannya.
"Jangan mengejekku!" Ujarnya kesal.
Sehun yang sedang meratapi kepalanya yang berdenyut akibat ulah Jongin kini ikut menatap Jongin kesal. "Lalu kau kenapa marah-marah begitu, hah?"
"Aku kesal dengan ibuku," Dengus Jongin.
"Ibu tirimu?" Tebak Chanyeol.
"Ya, siapa lagi." Jawab Jongin sedikit lesu mendengar kata 'ibu tiri' dari mulut Chanyeol.
"Kenapa dengannya?" Kini Sehun yang bertanya sambil sibuk menyedot jus miliknya.
Jongin kini menghela nafasnya, ia duduk mendekat pada Sehun dan Chanyeol. "Hari ini dia akan mengajak beberapa temannya kerumahku,"
"Lalu? Apa yang salah dengan itu?" Tanya Chanyeol heran.
Jongin menggeram. "Oh ayolah! Kalian tau sendiri bagaimana berisiknya tante-tante itu!" Jongin menutup kedua telinganya bertingkah seakan ia sedang mendengar suara yang begitu berisik. "Dan lagi, kalian tau apa yang lebih buruk dari ini?"
Chanyeol dan Sehun menggeleng bersamaan.
"Ibuku menyuruhku pulang cepat dan berniat mengenalkanku pada tante-tante itu!"
Chanyeol membulatkan bibirnya, sedangkan Sehun menganga. Jongin menepuk keningnya berkali-kali hingga keningnya itu memerah. "Aku tidak mau!"
Chanyeol berdehem sesaat, ia menyimpan dulu ramyun miliknya lalu menatap Jongin. "Heh, jangan-jangan ibumu akan menjodohkanmu?"
Mata Jongin membulat sempurna mendengar kata itu, ia menatap Chanyeol dengan tatapan horor. "Jangan bercanda! Aku masih sekolah dan aku masih belum mau menikah dan aku tidak mau dijodohkan dengan gadis manapun dan aku sudah berjanji pada kalian tentang jomblo itu dan aku—"
"Aku bercanda, bodoh!" Chanyeol kini menjitak kepala Jongin yang seketika menghentikan raungan tak jelas Jongin yang keluar dari mulutnya itu.
"Tapi bisa saja sih," Sehun menggidikkan bahunya.
"Bisa apa maksudmu?" Tanya Jongin.
"Kau dijodohkan."
Jongin semakin terlihat frustasi. "Aku tidak mau dengan gadis siapapun itu!"
"Siapa bilang dengan gadis? Maksudku kau bisa saja dijodohkan dengan tante-tante itu."
"Yang benar saja!" Kini suara teriakan Jongin menggema diseluruh kantin, membuat beberapa siswa melirik mereka sambil berbisik-bisik.
Chanyeol yang risih dengan hal itu hanya memutar bola matanya dan Sehun sedang tertawa sangat puas sekarang. Jongin mendengus kesal, ia ingin sekali memakan Sehun hidup-hidup karena leluconnya yang tidak lucu itu.
"Jangan tertawa kau!" Jongin mencubit lengan Sehun.
"Aw, yah! Baiklah!" Sehun mau tak mau menghentikkan tawanya.
Jongin kini duduk dengan lesu, ia mendengus lagi dengan tatapan pasrahnya. "Ah, bagaimana ini?"
Chanyeol yang tak tega melihat sahabatnya itu terlihat menderita akhirnya menepuk-nepuk pundak Jongin. "Aku punya ide," Ucapnya.
Jongin mendongak menatap Chanyeol. "Apa itu?"
"Aku dan Sehun akan ikut kerumahmu nanti,"
.
.
.
Baekhyun menatap bubur dihadapannya dengan wajah tak suka, perlahan ia mendorong mangkuk itu menjauh dari hadapannya, namun Victoria melihat hal itu.
"Baek, habiskan!"
Baekhyun sedikit tersentak namun kemudian ia mengeluh. "Ibu, aku sudah mual memakan bubur terus!"
Victoria yang sedang sibuk menuangkan jus pada gelas untuk Baekhyun hanya menggelengkan kepala. "Kau ini sedang sakit, memangnya apa yang mau kau makan, hm?"
Baekhyun memutar bola matanya. "Aku sudah sembuh, ibu!"
"Tidak, kau harus tetap menghabiskannya."
"Ibu!"
Victoria menghela nafasnya lalu mencubit kedua pipi Baekhyun yang duduk dihadapannya, anak lelakinya itu mengaduh namun Victoria malah semakin gemas mencubit kedua pipi putih milik Baekhyun itu.
"I-ibu..sakit.." Eluh Baekhyun.
Victoria menggeleng. "Tidak akan ibu lepaskan sebelum kau mau menghabiskan buburmu,"
Baekhyun menghela nafasnya. "Okay, aku habiskan!"
Victoria kemudian melepas cubitan itu lalu tersenyum menang pada Baekhyun yang cemberut. "Nah begitu dong, tidak susah kan?"
Baekhyun tidak menjawab namun hanya mengendus dan membawa mangkuk bubur yang hampir dingin itu ditangannya. Victoria yang melihat Baekhyun beranjak dari meja makan terlihat kebingungan.
"Baek, kau mau kemana?"
"Aku mau menonton film, tenang saja pasti kuhabiskan bu." Jawabnya tanpa menoleh pada Victoria.
Baekhyun berjanji sesudah ini ia tidak mau lagi sakit, sungguh ia tidak mau lagi sakit. Banyak hal merugikan yang ia rasakan akibat jatuh sakit. Membolos sekolah, harus tidur dirumah sakit, dan memakan makanan yang tidak enak itu cukup membuatnya tak nyaman. Baekhyun tidak suka makanan hambar apalagi pahit, obat-obatan yang ia konsumsi membuatnya sedikit mual dan ia terpaksa harus memakannya.
Sambil berjalan asal-asalan Baekhyun membawa mangkuk itu kelantai dua dimana ruang tivi yang biasa ia gunakan berada. Namun saat ia baru saja sampai dilantai dua tiba-tiba Baekhyun kehilangan keseimbangan hingga ia sedikit limbung kesamping dan menabrak lemari yang ada didekat tangga. Mangkuk yang ia bawa terjatuh kemudian pecah dan bubur itu otomatis tumpah berserakan diatas lantai, bersamaan dengan beberapa benda-benda yang ada di lemari pendek itu. Baekhyun mengaduh, ia menompang tubuhnya pada lemari itu, masih sedikit terkejut karena kepalanya yang tiba-tiba terasa pening.
Suara Victoria terdengar panik dibawah, Baekhyun hendak menjawab bahwa ia baik-baik saja namun sudut matanya tetarik pada sebuah figura foto, satu-satunya yang ada disana, yang pecah di dilantai dan ikut berantakan dibawah sana. Matanya menyipit, mencoba memperjelas pengelihatannya sekaligus menghilangkan rasa pening dikepalanya.
"Baekhyun!" Victoria datang bersama dua orang maid dibelakangnya, mereka menghampiri Baekhyun yang sekarang tengah berjongkok dengan panik. "Baekhyun-ah! Waeyo?!"
Baekhyun mau tak mau pada akhirnya menoleh pada ibunya yang sekarang berlutut disampingnya sambil memegang erat kedua bahu mungil Baekhyun. Raut cemas langsung terlihat oleh Baekhyun pada wajah cantik Victoria.
"Kau kenapa Baek? Jawab ibu!" Victoria kini menggoyangkan tubuh Baekhyun.
Baekhyun sedikit terkejut namun ia pada akhirnya hanya tersenyum lebar pada ibunya. "A-aku, hanya tidak hati-hati bu.." Jawabnya lalu tertawa kecil.
Sayangnya, Victoria terlalu pintar membaca pikiran Baekhyun. "Kau pasti merasa sesuatu kan? Apa yang sakit? Apa yang kau rasakan? Jangan bohongi ibu!"
Baekhyun menghela nafasnya, percuma saja. Percuma saja ia berbohong ia terpeleset atau alasan lain yang akan ia jelaskan pada Victoria saat ini. Jadi pada akhirnya ia hanya mengangguk sambil memijat pelipisnya. "Kepalaku tiba-tiba sakit, bu."
"Ya Tuhan, sudah kubilang kau harus banyak istirahat kan Baekhyun?!" Victoria mendesah kecewa sekaligus cemas, ia menatap anak laki-lakinya itu dengan tatapan khawatir.
"Tapi sekarang sudah hilang bu, aku sudah baik-baik saja." Jawab Baekhyun meyakinkan Victoria.
"Jangan membantah," Victoria memberi tatapan tajam pada Baekhyun. "Sekarang ikut ibu kebawah untuk makan dan minum obat sesudah itu kau harus istirahat, Baekhyun."
Mau tak mau Baekhyun harus menurut, ia sangat hapal bagaimana sifat protektif sang ibu. Dan lagi Baekhyun memang terlalu memaksakan diri pulang dari rumah sakit secepat ini yang pasti akan membuat kecemasan Victoria akan lebih besar dari nantinya.
Victoria membantu Baekhyun berdiri dan menyuruh maid yang sedari tadi berdiri disampingnya untuk segera membersihkan kekacauan yang Baekhyun buat. Baekhyun sebelum pergi dari tempat itu untuk ikut Victoria kebawah sedikit menoleh kebelakang dan kembali mengintip sebuah foto yang menarik perhatiannya.
Disana ada foto Chanyeol yang muda beberapa tahun dari sekarang bersama seorang wanita cantik berambut pirang panjang sedang berpelukan dengan raut keduanya yang sangat bahagia. Baekhyun belum pernah melihat senyum Chanyeol yang seperti itu dan wanita yang seperti seumuran dengan Victoria itu juga terlihat sangat bahagia.
"Oh, ini foto Nyonya Jessica." Ucap salah satu maid itu yang tertangkap oleh telinga Baekhyun, "Ternyata Tuan masih menyimpan foto ini walau mereka sudah resmi bercerai."
Baekhyun menoleh lagi saat mendengar kata-kata terakhir yang ia dengar, namun belum sempat ia mencerna apa yang ia dengar, Victoria sudah menariknya menjauh dari sana.
.
.
.
Rambutnya masih indah, berwarna pirang emas yang terurai panjang dipunggungnya. Tubuhnya terlihat semampai tidak sesuai dengan umurnya yang sudah menginjak kepala tiga. Hidung mancungnya, mata bulatnya semuanya masih sama, semuanya masih tak berubah.
Chanyeol berdiri membeku ditempatnya, panggilan Jongin dan Sehun tidak ia hiraukan. Yang ia lihat hanya sosok seorang wanita cantik yang berdiri beberapa meter didepannya yang sama juga tak bergerak melihatnya.
"Ah, Jongin sayang. Kau membawa temanmu?" Nyonya Kim –ibu tiri Jongin- menghampiri ketiganya sambil tersenyum. "Ibu juga sedang kedatangan teman-teman ibu."
Jongin menghela nafas malas, ia menyikut lengan Chanyeol yang sedari tadi masih tak bergeming disampingnya. Sehun terlihat sama kebingungan, ia hanya menggidikan bahu saat Jongin meliriknya. Keduanya akan kembali memanggil nama Chanyeol ketika seorang wanita salah satu teman Nyonya Kim datang menghampiri mereka bertiga dan berdiri dihadapan Chanyeol.
Suasana mendadak hening, bahkan nafas menderu milik Chanyeol terdengar jelas disana. Kini posisinya sungguh tidak nyaman dimana Chanyeol malah menatap dalam diam wanita yang berdiri dihadapannya sedangkan Jongin dan Sehun menatap bingung wanita itu lalu Nyonya Kim yang hanya menatap mereka bergatian.
"C-chanyeol-ah," Suara wanita itu terdengar pelan, membuat Sehun dan Jongin mengerut bingung mengapa wanita ini bisa mengenal Chanyeol.
Dan yang semakin membuat mereka bingung sekaligus terkejut adalah satu kata yang keluar dari Chanyeol setelahnya.
"I-ibu?"
.
.
.
ToBeCountinued.
.
.
.
Hallo, saya balik bawa chapter baru~~
Ini sekalian mau minta maaf (perasaan minta maaf mulu tiap update -_-) karena telat bangetnya saya update, maaf.. *bow*
Kalian harus tau gimana sibuknya mahasiswi semester 6 macam saya ini :')
Tapi yang selalu saya ingetin buat yang emang nunggu bgt fics ini, saya bakal tamatin kok walau gatau kapan wkwk..
.
.
= Minum Susu :: Hahaha, saya gak sakit hati malah makasih banget udah baca ff aneh ini. Kalo masalah penulisan itu emang udah dari bawaan lahir kaya gitu, jadi kaya udh jadi kebiasaan deh nulis pake bahasa korea nya juga ._.v nanti diusahain dikurangin kok buat kamu haha. Makasih udh suka cerita ini, kebetulan saya pernah mampir ke fanfic kamu tapi belum baca sampai akhir ceritamu itu hehehe..
.
.
Thanks to ::
[Rahma94] [Krasivyybaek] [Yongbaekyu] [AnaknyaChanbaek92] [dianahyorie1] [thiefhanie fha] [Guest] [ChikoChikim] [jonginkai] [Guyliner] [noersa] [ByunViBaek] [Kyukyuhanchun] [Minum Susu] [nayunda] [rachel suliss]
.
.
Kalian ko pada banyak yang pingin saya bikin fanfic yaoi BaekYeol ya, jadi pengen bikin nih.. :'D
.
.
Eh, boleh ngomong sekalian? Saya sebenernya lagi kasian sama Sehun itu kenapa sih bio Instagram dia begitu? -_- Pulang kuliah sore tadi buka instagram langsung penuh sama caption Sehun yang ganti bio sama pesan-pesan gitu.. ternyata katanya gara-gara dia komen di IG nya BoA? Hah? Atau gimana? Masih gak ngerti..
Tapi kalau emang 'cuman' gara-gara dia komen di akun tante BoA, kenapa pada ribut yaudah biarin aja ;_; kenapa sekarang setiap anak-anak EXO deket sama cewe kalian pada ribut, kasian loh mereka nya, mereka juga kan perlu kebebasan toh kita cuman fans.. jangan gini amat gatega gue liat Sehun ganti bio sampe kaya gitu kesannya gmn aja gitu.. Masih pada trauma masalah Baekhyun-Taeyeon ya? :'D Saya juga sakit hati tapi mau gimana lagi yaudah jangan ganggu hak mereka, kalau kalian fans yang real kalian pasti ngerti lah ya.. so, be a proffesional fans guys..
Maaf kepanjangan, saya sayang banget sama Sehun. Gatega aja jadi kesel sendiri kan.. Hufht.
Kasih tau ya kalau saya salah ngomong atau salah info, gdnight.
