Sebenarnya author tu ga ngerti juga

Kenapa Heechul nangis tiba-tiba atau duduk terdiam sendirian disana?

Tapi mungkin…

Mungkin… mungkin ada sedikit perasaan menyesal meminta orang yang kita sukai untuk meninggalkan kita sendiri. Namun di lain pihak Unnie tahu hal itu adalah hal yang terbaik yang bisa dilakukannya saat itu.

.

Chapter IX

Friend or Lover

.

.

.

"Noona…. Noona kau kenapa?" tanya Yesung yang baru saja pulang. Dia menghampiri Heechu yang tengah menangis.

"Yesungie…. Noona tak tahu…. Tiba-tiba saja….." ucapnya. Yesung hanya dapat memeluk noonanya. Dia merasa sedih saat noonanya menangis. Dia menatap sekeliling ruangan, mencari teman-temannya yang seharusnya ada disana menemani noonanya.

"Shut! Sudahlah jangan menangis lagi! Aku tidak suka melihat noona menangis!" kata Yesung sambil terus membelai rambut noonanya.

.

.

.

Malam itu, Heechul sama sekali tidak bisa memejamkan kedua matanya. Dia menatap ke dinding kamarnya dimana disana tergantung foto keluarganya_dulu. Ada Hangeng dan juga… Siwonnya.

"Siwonnie, kamu dimana? Umma kangen sekali padamu…." Gumam Heechul.

"Umma,"

"Wonnie sangat sayang sekali pada umma,"

"Appa! Umma milikku!"

"Umma, lihat!"

"Umma bacakan ceritanya lagi ne? Cinderella dan Simba!"

"Hik… hik…. Apa umma marah pada Wonnie? Apa umma membenci Wonnie?"

"Umma, saranghae. Saranghae umma…."

Celotehan suara Siwonnya terdengar, Heechul berusaha untuk membendung air matanya. Hal yang dulu telah dia lupakan bermunculan satu persatu. Kenangan akan Siwonnya.

"Maaf, nona. Anda siapa?" tanya seorang satpam.

"Saya Kim Heechul. Apa Tuan dan Nyonya Lee ada?" tanya Heechul.

"Apakah anda sudah mempunyai janji bertemu dengan mereka?" tanya salah seorang satpam dari dua orang satpam yang ada disana.

"Ani! Saya datang untuk bertemu dengan putra saya, Siwon. Kim… Choi Siwon," kata Heechul menjelaskan.

"Bagaimana ini?" tanya si satpam sambil melirik temannya.

"Ya, kau bilang saja," katanya cuek.

"Maaf, nona tapi Tuan Kim sekeluarga telah berangkat ke Amerika tadi malam," jelas satpam itu.

"Mwo? Amerika!?" ucap Heechul penuh dengan rasa terkejut.

"Siwonnie, sekarang sedang apa kamu disana?" gumam Heechul sebelum akhirnya terlelap dalam tidurnya.

.

.

.

Sedangkan di tempat lain Siwon terduduk sendirian, di dalam kamarnya yang gelap. Dia tak habis pikir hari itu bagaimana mungkin dia mengejar Kibum dan meminta maaf padanya atas apa yang dilakukannya. Dia masih merasakan panas pipinya yang tadi ditapar oleh Kibum.

"Kibum-Ah! Tunggu! Wait!" panggil Siwon namun Kibum berusaha untuk tak mendengar panggilan Siwon. "Bummie!" panggil Siwon sambil menarik tangan yeoja itu. Kibum menatapnya dengan mata yang penuh dengan air mata.

"Oppa, apa yang akan oppa katakan? Kumohon jangan sakiti aku?" kata Kibum dengan air mata yang kian deras mengalir.

"Mianne, Kibum! Oppa, tidak bisa menerima perasaanmu pada oppa! Oppa menyukai yeoja lain," kata Siwon berusaha untuk tidak melukai oerasaan yeoja yang memang disukainya_ya meski hanya sebatas adik-kakak.

"Apa orang itu Kim Heechul?" tanya Kibum tiba-tiba. Hal itu membuat Siwon menatap lekat padanya.

"Bagaimana kau tahu?" kata Siwon gugup.

"Waeyo? Oppa, mengapa kau menyukainya? Padahal aku lebih dulu mengenalmu! Aku yang harusnya kau cintai bukan yeoja itu!" kata Kibum marah.

"Kibum-ah! Jangan menghinanya!" teriak Siwon. Dia tidak suka jika umma yang dicintainya di hina oleh orang lain.

"Wae! Padahal kau hanya mengenalnya dalam waktu kurang dari seminggu, oppa" kata Kibum sambil menangis meminta keadilan.

"Kibummie, tunggu!" kata Siwon sambil menahan tangan yeoja itu. Namun, saking marahnya dan ingin lepas dari cengkraman tangan Siwon. Kibum menampar pipi pemuda tersebut.

"Mianne, Kibum. Aku tidak dapat menjelaskannya padamu," gumam Siwon. Dia merebahkan badannya ditempat tidurnya yang empuk.

"Umma, apa kau tahu? Aku adalah Siwonmu. Umma mianne. Mianne, aku sudah mencintaimu. Saranghae, umma. Saranghae Kim Heechul," ucapnya berulang-ulang seperti sebuah mantra.

.

.

.

Keesokan harinya, Kyuhyun dan Sungmin merupakan couple yang pagi itu datang pertama. Mereka terkejut melihat Wookie yang kala itu tengah duduk di atas tubuh Yesung.

"Apa yang kalian lakukan?" tanya Kyuhyun pada dua sejoli itu. Wookie segera bangun dan merapikan pakaiannya. Sedangkan Yesung berusaha untuk mengucapkan sesuatu yang nihil.

"Wookie-ah! Yesunggie!" goda Sungmin.

"I…ini tidak seperti yang kalian pikirkan!" teriak Wookie dengan wajah yang memerah seperti kepiting rebus.

"Ya, kalian mana datang terlambat. Kalian tidak tahu apa begitu sulitnya memasang kawat ini!" kata Yesung menjelaskan.

"Wookie-ah, bagaimana kalau kau nanti hamil dan ditinggalkan Yesung hyung!" goda Kyuhyun.

"Yah! Lee Kyuhyun! Aku bukan namja piktor sepertimu!" ucap Yesung.

"Be…benarkah?" ucap Wookie polos.

"A….ani, Wookie" kata Yesung gugup.

"Iya, Wookie, hayo," goda Sungmin yang ikut-ikutan jailin Yewook.

"Oppa…." Wookie memberikan tatapan yang mengiba padanya.

"Ji… Jika hal itu terjadi, aku tidak akan kemana-mana. Aku akan menikahimu Kim Ryewook!" kata Yesung sungguh-sungguh dan membuat wajah Wookie kian memerah.

"Benarkah, oppa?" tanya Wookie.

"Ne!" jawab Yesung.

Kyumin yang mendengarnya hanya tersenyum menyaksikan tingkah laku dua sejoli itu. Keduanya bahkan tos.

"Apa yang kalian lakukan?" tanya sebuah suara.

"Kalian sedang apa?" tanya orang yang baru saja datang. Mereka semua saling tatap satu sama lainnya.

Klang!

"Sedang apa kalian diluar? Ayo, masuk!" kata seorang yeoja yang memakai baju terusan warna merah tersebut.

"Ne, Unnie/Noona!" jawab mereka semua kompak. Yeoja itu hanya tersenyum menyaksikan kekompakkan jawaban dongsaeng-dongsaengnya itu. Dia membuka pintu toko itu lebar-lebar dan menatap wajah mereka satu persatu hingga akhirnya tanpa sengaja dia menyembunyikan wajahnya dan berbalik masuk ke dalam toko.

Siwon menatap perubahan dalam diri Heechul, dia merasa sedikit aneh dan kecewa karena 'ummanya' tidak melayangkan senyum untuknya dan malah berbalik begitu saja.

"Oppa, ini celemekmu!" kata sesorang yang membuyarkan lamunan Siwon.

"Thanks Bummie," kata Siwon sambil mengenakan celemeknya.

"Baiklah, hari ini karena Yesung dan Wookie telah berkumpul bersama kita di sini kalian bisa belajar cara merangkai bunga atau membuat buket bersama mereka," kata Heechul sambil tersenyum.

"Noona, kenapa aku harus mengajari mereka. Menyebalkan!" kata Yesung protes sedangkan Wookie hanya tersenyum mendengarnya.

"Yesungie, hari ini noona mau ke pasar. Nanti siang kita makan bersama di sini, ara!" kata Heechul menjelaskan.

"Wah asyik dong!" kata Wookie dan Sungmin kompakan.

"Noona, beli makanannya yang enak, ya." Kata Kyuhyun berpesan.

"Yah, kau itu Cuma numpang jadi terima saja apa adanya," kata Yesung.

"Baiklah, noona siap-siap dulu ne," kata Heechul sambil meninggalkan sekelompok remaja itu. Mendengar ummanya akan memasak Siwon tersenyum, sudah lama dia kangen masakan buatan ummanya.

"Yah, Hyung kau kenapa?" tanya Kyuhyun padanya.

"Wae! Ayo, kita bereskan mejanya," ajak Siwon karena hari ini mereka akan belajar membuat buket dan merangkai bunga.

"Yah! Urusan pekerjaan saja yang kau pikirkan," kata Kyuhyun protes. Sedangkan saat itu, Wookie, Sungmin dan Kibum tengah mengambil peralatan yang mereka butuhkan.

"Siwon, kau ikut dengan noonaku saja!" kata Yesung pada Siwon. Siwon menatap wajah Yesung tak percaya. "Noona pasti akan berbelanja banyak, kau jadi kulinya," kata Yesung sambil menyeringai.

"Ne," jawab Siwon setengah bergumam. Tak lama kemudian Heechul sudah siap untuk pergi ke pasar. "Noona, aku ikut denganmu," kata Siwon menyambut kedatangan ummanya dengan senyum.

"….." Heechul terdiam, "Tak usah, lagi pula pasarnya dekat kok," kata Heechul.

"Noona, kau akan membawa banyak barang dan kukira Siwon cukup kuat untuk jadi kulimu," kata Yesung setengah mengejek Siwon.

"Baiklah," jawab Heechul. Dia tidak merasa nyaman jika berada di dekat namja itu. Hatinya selalu berdebar dan membuatnya kehilangan konsentrasi.

"Ayo, berangkat!" kata Siwon penuh semangat. Dia menunjukkan senyum termanisnya padanya.

Kibum yang melihat hal itu diam saja, dia tidak dapat memaksakan kehendaknya agar Siwon selalu bersama dan menyukainya. Dia masih merasa bersalah atas perbuatannya kemarin malam.

"Oppa, jangan lupa belikan kami es krim!" kata Sungmin mencoba menarik perhatian Siwon.

"Minnie, kenapa kau memanggilnya oppa?!" kata Kyuhyun protes.

"Kyunnie! Kami mau es krim gratisan dari Tuan Choi!" jawab Sungmin, Kibum dan Wookie kompakkan. Entah sejak kapan ketiga yeoja itu menjadi anak kembar.

"Baiklah akan kubelikan!" kata Siwon. "Noona!" kata Siwon saat menyadari Heechul sudah tidak ada di sana. Dengan cepat dia melangkahkan kakinya keluar toko. "Noona, tunggu aku!" kata Siwon Heechul terdiam dia berbalik dan melihat Siwon menghampirinya.

"Ayo, berangkat," kata Heechul sambil mengalihakan pandangannya yang tertuju pada Siwon.

"Ne," jawab Siwon sambil tersenyum. Dia mengikuti langkah Heechul perlahan. Namun, dia tak mengerti kenapa yeoja itu menundukkan kepalanya bagaimana kalau sampai dia menabrak tiang atau tidak melihat kendaraan yang lalu lalang.

Grep!

Akhirnya Siwon menyamakan langkahnya dan menggandeng tangan Heechul. Heechul terkejut dan menatap wajah Siwon yang sok polos. Dia berusaha melepaskan genggaman tangan Siwon yang mana tak ditanggapi oleh namja itu. Dia malah mempererat genggaman tangannya.

.

.

.

Sedangkan di toko, Kyumin, Yewook dan Kibum tengah menyiapakan pelajaran mereka hari itu. Mereka berlima telah berdiri mengelilingi meja tersebut.

"Sepertinya ada yang kurang," gumam Yesung.

"Ada apa hyung?" tanya Kyuhyun.

"Oh, Kibum. Kamu lupa mengambil gunting dilaci meja Heechul unnie!" kata Wookie mengingatkan.

"Mianne," kata Kibum.

"Biar ku ambilkan!" kata Kyuhyun yang memang berdiri tak jauh dari meja kerja Heechul. Saat tengah mencari gunting, pandangannya tiba-tiba tertuju pada sebuah foto yang tergeletak disana. Sepertinya dia pernah melihat foto yang sama tapi dimana.

"Kyunnie! Cepatlah!" teriak Sungmin sudah tidak sabar.

"Ne! aku datang Minnie!" kata Kyuhyun sambil berlari kearahnya.

"Apa yang kau cari dilaci meja noonaku?" kata Yesung curiga.

"Tentu saja gunting, hyung!" kata Kyuhyun sambil menunjukkan deretan giginya yang putih.

"Sudahlah, oppa! Ayo kita mulai kegiatan kita!" kata Wookie.

"Iya, jangan bertengkar!" kata Kibum yang sedikit kesal pada dua namja tersebut.

"Hei, Kyunie! Kenapa kau hanya mengambil satu buah gunting?" tanya Sungmin.

"Biasanya ada dua," kata Yesung.

"Akan kuambilkan!" kata Kibum dengan wajah yang sedikit kesal. Dia kembali membuka laci meja kerja Heechul dan alangkah terkejutnya dia saat melihat sebuah foto yang ada di sana. Ada foto kecil Siwon dan seorang yeoja yang tak lain adalah Kim Heechul.

"Ini ummaku. Dia memang bukan umma kandungku tapi dia begitu menyayangiku. Dia seorang yeoja yang cantik. Sangat cantik,"

Kibum mencoba untuk berdiri. Dia terkejut.

"Aku mencintai ummaku, Bummie. Dia yeoja yang sangat aku idam-idamkan"

Kata-kata yang diucapkan dulu oleh Siwon kembali terngiang dan membuat kepalanya begitu pusing. Dia tak dapat mengatakan sepatah kata pun dan

"Kibummie, kenapa lama sekali?" tanya Wookie. "Kibum!" pekik Wookie saat melihat temannya yang tak kuat lagi menahan gejolak jiwanya.

Semua pandangan tertuju pada Wookie, Kibum terkapar tak berdaya di sudut ruangan itu. Dia pingsan akibat syok yang diterimanya.

.

.

.

Di pasar

Siwon terus mengikuti Heechul yang tengah berbelanja. Mereka mendatangi beberapa toko seperti toko buah dan sayuran lalu saat ini mereka sedang memilih ikan.

"Siwonnie, kamu dan teman-temanmu suka makan apa?" tanya Heechul. Siwon menatapnya, pertanyaan yang sama. Heechul sudah menanyakannya tadi di dua toko sebelumnya. Siwon tersenyum.

"Noona, belilah apapun yang kau suka," kata Siwon mengulang jawaban yang sama. Heechul tersenyum dia memilih ikan tuna. "Biar ku bawakan," kata Siwon sambil mengambil beberapa belanjaan yang tengah dipegang oleh Heechul.

"Baiklah, sudah cukup belanjanya. Ayo, kita pulang," ajak Heechul pada Siwon. Siwon hanya menganggukkan kepalanya dan mengikuti langkah Heechul.

"Emm, Noona tunggu sebentar," kata Siwon sembari meletakkan belanjaan yang tadi dibawanya dan menghilang entah kemana. Meninggalkan Heechul. Selang beberapa menit Siwon menghampirinya dengan nafas yang terengah-engah.

"Kau, dari mana Siwonnie?" tanya Heechul.

"Hah, noo…noona…. Hah…hah… untukmu…. Huh," Siwon berusaha mengatakannya dan memberikan Heechul sebuah bibit tanaman. Heechul menatapnya keheranan namun dia pun mengulurkan tangannya.

"Bibit tanaman, untuk apa?" tanya Heechul.

"Bibit bunga matahari, Ku dengar noona suka bunga matahari," kata Siwon.

"Gumawo, Siwonnie," kata Heechul sambil tersenyum. Dia tidak ingin menanyakan kenapa dan darimana Siwon tahu dia suka bunga matahari. Yang pasti saat itu dia sangat gembira sekali.

"Aku suka noona," kata Siwon tiba-tiba. Heechul menatapnya keheranan. Hatinya berdebar dan bertanya-tanya, benarkah apa yang dikatakan Siwon. Namun sepertinya dia harus membuang perasaannya jauh-jauh.

"Ne. Aku juga suka padamu, Siwonnie" jawab Heechul sambil tersenyum. Mendengar jawaban dari Heechul tersebut Siwon tersenyum. Dia segera menenteng belanjaan mereka di tangan kirinya dan tangan kanannya menggenggam tangan kiri Heechul yang bebas.

"?!" Heechul menundukkan wajahnya. Wajahnya sedikit memerah, dan Siwon yang mengetahuinya hanya tersenyum dan mempererat genggaman tangannya.

"Kajja!" kata Siwon. Sepanjang perjalanan keduanya bergandeng tangan. Mereka tidak memperdulikan keadaan disekeliling mereka. Karena tak ada seorang pun yang tahu status mereka sebelumnya. Yang bisa mereka lihat hanyalah seorang namja yang menggandeng yeoja yang disukainya.

.

.

.

Siwon yang tengah menggandeng tangan Heechul terkejut karena Heechul mencoba melepaskan genggaman tangannya. Rupanya tinggal beberapa meter lagi mereka sampai di rumah Heechul. Mau tidak mau Siwon harus melepaskan genggaman tangannya. Sesampainya di rumah keduanya tak menemukan orang-orang yang harusnya menjaga toko.

"Kami pulang!" kata Heechul.

Mereka berdua menatap sekeliling toko yang sepi. Hingga salah satu diantara mereka muncul dari arah dapur.

"Wookie, yang lain mana?" tanya Heechul.

"Unnie, Kyuhyun, oppa dan juga Minnie sedang mengantarkan Kibum. Tadi dia pingsan. Katanya dia memang punya penyakit anemia," kata Wookie menjelaskan.

Heechul menatap Siwon ada sorot kekhawatiran diwajah namja itu. Melihatnya Heechul hanya tersenyum.

"Oppa, bukankah Kibum itu yeoja chingumu?" tanya Wookie tiba-tiba. Sejauh ini dia hanya mendengar klo Kibum dah menembak Siwon tanpa tahu hasilnya. Mendengar pertanyaan tersebut wajah Siwon memerah. Kenapa sepertinya teman-temannya tahu tentang masalahnya tersebut.

"A…." kata Siwon hendak mengatakan 'ANI!'

"Siwon-ah, jika kau ingin menjenguknya silahkan saja," kata Heechul. Tangannya meraih belanjaan yang masih di pegang Siwon. Tangan mereka bersentuhan Heechul mencoba untuk menahan nafasnya yang terasa berat. Heechul tak mengerti kenapa dia menyuruh namja itu pergi bukankah dia menyukainya? Serasa ada sesuatu yang salah tapi apa?

"Oppa, aku akan disini bersama unnie jadi tak usah khawatir, ara?" kata Wookie.

Siwon sedikit bimbang, baru saja tadi siang dia mengungkapkan perasaannya pada Heechul malah masalah baru muncul.

"Aku…." Kata Siwon dia menatap Heechul yang meninggalkan toko dan pergi kea rah dapur tanpa melihatnya atau mengatakan 'hati-hati di jalan'. "Pergi dulu Wookie," kata Siwon sambil meninggalkan toko.

Di dapur Heechul mendengra suara lonceng tanda namja itu telah meninggalkan toko. Dia meletakkan belanjaannya di dapur dan bersiap untuk memasak mungkin yang akan kembali hanya beberapa orang. Dia memasak untuk 5 porsi, Kyumin, Yewook dan dirinya. Saat tengah memasak Wookie memanggilnya.

"Unnie, ada yang memesan bunga!" kata Wookie diujung pintu.

"N… ne…. to…. Tolong kau buatkan Wookie!" ucap Heechul terbata-bata.

.

.

.

Kibum's Apartemen

Siwon memarkirkan mobilnya tak jauh dari mobil Kyuhyun yeoja itu. Dia pun turun dari mobilnya danb melangkah masuk ke lift dan menekan tombol 3. Lift pun berhenti dan dia berjalan lurus ke lorong sebelah kanan. Dia merasakan hal yang buruk akan terjadi. Dia menekan bel ruangan tersebut.

"Masuklah," kata Yesung yang saat itu membukakan pintu. Kyuhyun yang menatap Hyungnya yang baru saja tiba sedikit kesal.

"Wah, lihat! Pangeran kita baru datang!" kata Kyuhyun usil.

"Dimana, Bummie?" tanya Siwon.

"Dia ada dikamarnya, bersama dengan Sungmin," jawab Yesung. "Hei, wajahmu kenapa?" tanya Yesung yang melihat rona wajah Siwon yang pucat.

"Oh, Hyung. Kau pucat sekali apa kau begitu mengkhawatirkannya. Klo begitu pergilah kekamarnya!" kata Kyuhyun sambil mendorong tubuh Siwon.

Perlahan Siwon mendekat dan mengetuk pintu tersebut.

"Masuklah!" terdengar sahutan suara Sungmin. Perlahan Siwon membuka pintu kamar tersebut tampak Kibum yang tengah tertidur lelap.

"Apa yang terjadi?" tanya Siwon pada Sungmin.

"Entahlah, tiba-tiba saja dia pingsan di toko. Aku sampai terkejut. Klo paman dan bibi tahu aku pasti akan diceramahi mereka, huh!" kata Sungmin.

"…." Siwon merasa bersalah pada yeoja itu_Kim Kibum.

"Hei, aku mau pulang ke toko," kata seseorang di depan pintu. "Jika, kalian ingin tinggal silahkan saja," lanjut Yesung.

"Aku akan mengantarmu hyung," kata Kyuhyun.

"Aku juga ikut," kata Sungmin, "Siwon-ah, Kibum membutuhkanmu jadi tinggallah," kata Sungmin sambil mengikuti dua namja yang telah pergi tersebut.

Akhirnya Siwon menjaga Kibum. Beberapa jam kemudian, Siwon membuka perlahan kelopak matanya yang terasa berat. Dia merasakan sentuhan lembut dikepalanya.

"Umma," gumamnya.

"…." Sedangkan yeoja yang mengusap kepala Siwon menatapnya tak percaya. Siwon benar-benar keterlaluan. Bagaimana pun dia akan melakukannya. Dia akan membuat Siwon berpaling padanya.

"Oppa….bangunlah! Oppa!" kata Kibum sambil mengguncang bahu Siwon. Perlahan dia membuka kedua matanya.

"Ada apa Bummie? Apa kua butuh sesuatu?" tanya Siwon sambil melemaskan kedua tangannya yang terasa pegal.

"Aku haus," kata Kibum. Siwon pun segera ke luar untuk mengambilkan air minum untuk Kibum. Tak lama kemudian dia masuk dengan membawa sebuah gelas berisi air putih dan sebuah pil di atas piring.

"Minumlah!" kata Siwon. Kibum diam saja dia hanya meneguk air putih tersebut, "Kibummie, jangan membuat oppa khawatir. Minumlah obatnya, please!" kata Siwon kesal.

"Oppa, aku akan meminum obatnya jika oppa mengatakan bahwa oppa mencintaiku," kata Kibum setengah mengancam.

"Kibummie!" ucap Siwon setengah berteriak.

"Aku bersungguh-sungguh oppa. Jika kau tidak mengatakannya, aku tidak akan meminum obat tersebut dan…. Dan aku … aku akan mogok makan dan minum," kata Kibum mengancamnya. Siwon tahu sifat keras kepala yeoja yang satu ini.

.

.

.

Klang!

Terdengar suara pintu yang terbuka Wookie dan Heechul yang saat itu tengah berbicara melihat kearah pintu.

"Noona, kami pulang!" kata Yesung.

"Selamat datang, kami sudah menunggu kalian lama sekali," kata Heechul menyambut kedatangan mereka.

"Bagaimana keadaan Kibum?" tanya Wookie.

"Baik-baik saja Wookie," kata Sungmin.

Heechul tampak masih celingak-celinguk mencari seseorang. Dia mencari-cari namja itu, namja yang mungkin akan pulang bersama mereka.

"Dia menjaganya," kata Yesung, "Tak usah khawatir sepertinya Kibum baik-baik saja," kata Yesung sambil menepuk bahunya.

"Oh, itu bagus." Kata Heechul, dia mencoba tersenyum dan berkata, "Ayo, kita makan," ajak Heechul.

"Ne, kami memang sudah sangat lapar noona!" jawab Yesung sambil tertawa.

Mereka beranjak ke ruang makan dan makan bersama disana. Namun, Heechul sepertinya kehilangan selera masak karena selama makan siang karena Kyumin terus bercerita tentang hubungan Siwon dan Kibum.

"Noona, kau mau kemana?" tanya Yesung.

"Ada yang kulupakan, akh!" kata Heechul seolah-olah dia mengingat sesuatu hal yang dia lupakan. "Aku lupa untuk bertemu dengan Tuan Shindong, lanjutkan saja makan kalian, ne. noona, berangkat sekarang!" kata Heechul meninggalkan mereka.

"Tapi noona kau belum makan apapun, makanlah sesuatu," kata Yesung merajuk.

"Tuan Shindong paling tidak suka pada orang yang tidak menepati janjinya," kata Heechul. "Tapi tenang saja nanti noona akan memintanya untuk mentraktir noona, ne!" kata Heechul.

"Ara, dan akan kupastikan Shindong ajushi mentraktirmu tenang saja," kata Yesung. Heechul segera masuk ke kamarnya dan bersiap-siap pergi ke kantor tuan Shindong.

"Hyung, bukannya Shindong itu nama pengirim bunga unntuk toko kita, kenapa kau dengan seenaknya bilang akan menyuruhnya untuk mentraktir noona?" tanya kyuhyun.

"Wae?! Apa salahnya meminta bagian pada pengurus perkebunanku," kata Yesung.

"Mwo?!" kata Kyuhyun dan Sungmin berbarengan. Wookie yang mendengarnya hanya tersenyum melihattingkah Kyumin.

"Wookie, unnie tak terlalu mengerti. Katakan sesuatu," pinta Sungmin.

"Unnie, ummanya Yesung oppa punya perkebunan bunga yang sekarang dirawat oleh Tuan Shindong dan terkadang Heechul unnie dan Tuan Shindong bertemu untuk berbincang soal perkebunan milik Yesung oppa," jelas Wookie.

"Jinja!" keduanya berkata berbarengan.

"Yesunggie, noona berangkat dulu!" kata Heechul yang saat itu turun dari kamarnya.

"Ne!" jawab Yesung santai. Yesung menatap dua orangtemannya, Kyumin yang tercengang "Tutup mulut kalian dan Wookie segera tambahkan air kedalam supnya," kata Yesung sambil meneguk segelas air.

"Ne," kata Wookie sambil kembali memanaskan sup mereka.

"Bukannya sup buatan noonamu paling enak!" kata Sungmin.

"Cicipilah," kata Yesung sambil menyodorkan sendoknya. Kyuhyun tak ingin Sungmin melakukan ciuman tidak langsung itu langsung melahapnya dan…

"Asin!" teriak kyuhyun sambil batuk-batuk.

"Ini minumlah," kata Sungmin. "Lalu bagaimana bisa kamu mengatakan masakan noonamu paling enak?" tanya Sungmin.

"Ya, noona berulang kali mencicipinya hingga sempurna dan sepertinyta tadi dia tidak melakukannya. Noona paling tidak bisa memasak. Makanya aku sangat tertolong saat Siwon menjadi temanku, dia melahap habis masakan buatan noona dan aku bisa memakan bekal Wookie yang enak," jelas Yesung. "Oh, iya. Aku heran kenapa anak itu mau memakan bekalku yang awful banget. Kadang tak berasa atau bahkan terlalu asin atau manis?" tanya Yesung pada dirinya sendiri.

"Hyung tidsak punya selera," cibir Kyuhyun.

"Bukannya dia selalu bersama dengan Kibum saat kita di Amerika. Bukankah Kibum selalu membawakan bekal untuk Siwon," kata Sungmin.

"Iya, benar sepertinya begitu. Seharusnya dia punya selera yang bagus," kata Kyuhyun.

"So, kalian tak suka masakan noonaku?!" ancam Yesung.

"Ani, enak kok!" kata Sungmin takut Yesung marah.

"Makanan siap!" kata Wookie.

"Ayo, lanjutkan makan siang kita!" ajak Yesung. Mereka pun melanjutkan makan siang mereka.

.

.

.

Di kantor Tuan Shindong.

"Selamat datang, Nyonya Kim," sambut seorang namja bertubuh tambun dan sexy.

"Terima kasih atas sambutannya, Tuan Shindong," jawab Heechul.

"Baiklah, langsung ke ruangan saja Nyonya Kim. Yang lain sudah menunggu anda!" kata Tuan Shindong.

"Terima Kasih!" kata Heechul.

Malam harinya di sebuah restoran yang mewah Heechul dan Tuan Shindong beserta rekan bisnis mereka tengah menikmati acara makan malam kali ini.

"Terima Kasih, Nyonya Kim dan Tuan Shindong!" ucap mereka sambil berpamitan.

"Sampai jumpa lagi, kami permisi!" ucap yang lainnya. Mereka saling membungkukkan badan sebagai tanda penghormatan.

"Wah! Sudah malam juga ya," kata Heechul sambil menatap sekelilingnya.

"Apakah saya perlu mengantar anda Nyonya Kim," tanya Tuan Shindong.

"Baiklah!" kata Heechul sambil naik mobil Tuan Shindong.

"Bagaimana kabar Little Donggie?" tanya Heechul.

"Akh! Dia sekarang tumbuh sehat sepertiku. Bagaimana keadaan Tuan Kim?" tanya Shindong ajushi.

"Dia baik-baik saja," jawab Heechul. Dia menatap pinggiran jalan dekat rumahnya. "Tuan Shindong bisakah anda hentikan mobil anda disini?" tanya Heechul tiba-tiba.

"Kenapa? Kita kan belum sampai di rumah," kata Tuan Shindong sambil menghentikan mobilnya.

"Aku akan ke mini market di depan sana, Gumawo atas tumapangannya!" kata Heechul samba turun dari mobil.

"Lain kali aku akan berkunjung!" kata Tuan Shindong.

"Kunjungan anda sangat dinanti oleh Kami. Hati-hati di jalan!" kata Heechul sambil membungkuk dan dijawab dengan anggukan kepala Tuan Shindong.

Heechul yang turun dari mobilnya berjalan kea rah mini market dia mengambil dua buah minuman kaleng dan segera berjalan keluar dan menghampiri seorang namja yang berdiri tak jauh dari mini market tersebut. Dia menempelkan kaleng minuman yang dingin itu ke pipi namja yang tengah termenung itu.

"Akh!" teriak namja itu kaget. Heechul tertawa. Namja itu menatap sosok Heechul yang ada didepannya. "Noona, ku kira siapa?! Dari mana? Kenapa rapi sekali?" tanya namja itu.

"Oh,ini. Tadi ada pertemuan dengan Tuan Shindong!" kata Heechul sambil tersenyum rasa lelah dan suntuk yang tadi ada hilang entah kemana. "Ini!" kata Heechul menyodorkan minuman tersebut.

"Noona," kata Siwon sambil menerima minuman tersebut. Heechul tak ingin berlaam-lama berdua dengan namja itu disana.

"Baiklah, aku pulang dulu," kata Heechul.

"Noona!" panggil Siwon sambil menggenggam erat tangan Heechul. Heechul berusaha melepaskan diri darinya. "Mianne…." Gumam Siwon.

"Siwon-ah, lepaskan!" kata Heechul sambil menatap tajam namja itu. Siwon merasa sedih dia melihat bagaimana tatapan Heechul padanya.

"Mianne, noona. Aku…. " Siwon sangat kesulitan akan apa yang diucapkannya. Dia teringat apa yang dikatakannya pada Kibum dia menariknya kedalam pelukannya.

"Baiklah! Aku akan menjadi pacarmu, Bummie!"

"Oppa…"

"Siwon-ah! Lepas… Lepaskan!" kata Heechul. "Siwonnie!" kata Heechul setengah berteriak saat Siwon mengecupnya. Keduanya berdiri mematung. "Siwon-ah, tidak bisakah kita berteman saja?" kata Heechul tiba-tiba ditengah kesunyian mereka.

"Ani…. Sarang….saranghae…." bisik Siwon ditelinga Heechul.

"Pulanglah, sudah malam," kata Heechul pelan sambil melepaskan dirinya dari dekapan namja itu. Namja muda yang dia sukai. Pikiran macam apa yang kau miliki? Dia seusia dengan Yesung bahkan mungkin dengan ankamu, Siwonnie? Sadarlah Kim Heechul?

"…." Siwon diam saja rasanya menyedihkan orang yang dia sukai_tidak_Cintai dengan mudahnya meninggalkan dirinya begitu saja. Dia menangis dalam sepi. Dia tak tahu bahwa Heechul pun melakukan hal yang sama.

.

.

.

TBC

.

Huh, update Kilat!

Trims buat yg dah Reviews

Buat Tuan Choi…. Mian lama updatenya.

Horay juga buta Jeong S Hwa

Wow buat

Tetep support author ne!