TIME TO REPLY REVIEWS:

Tsurugi De Lelouch : wah senpaimakasih. Masih banyak typonya ya? Hm, harus di perbaiki. Hn, kalau boleh tahu, kenapa senpai tertarik membeta fic GaJe ini? dari segi cerita kah? Atau adakah yang membuat senpai tertarik pada fic ini? soalnya kan SaaGaa-chan gak begitu mengerti maksudnya beta,hehehe (malu ama para reader). Kalau SaGaa-chan mah boleh-boleh saja. :D Lalu bagaimana ama chap ini? ada kemajuan kah? Review lagi ya senpai? :D

mako-chan : Hn, SaGaa-chan juga pingin kayak gitu. Tapi sayangnya gak ada yang nyangkut ke SaGaa-chan #pundung n nangis Bombay. Hahaha… review lagi ya?

angodess : hehe ternyata bukan marah ya? Gomen ne angodess, udah nuduh-nuduh. #peluk cium untuk angodess:D. untuk Gaara ama Shion kayaknya di chap depan bakal tiba saat mereka mendapat 'Hadiah'. Hehehe…. Review lagi ya?

sasusaku kira : Kira-san gomen sebelumnya. Seperti yang pernah SaGaa-chan bilang, bahwa SaGaa-chan suka banget ama cerita yang banyak konflik. Jadi kemungkinan masih ada. Hehe….#di lempar ke jurang. T,T Jangan marah ya? :D

Fira Sasusaku : Arigatou Fira-san. Pasti ada kok adegan itunya. Soalnya Sai lagi bikin sketsa adegannya tuh. #Sai udah cukup repot ama urusan Ino. di tunggu ya? Jangan lupa review lagi, :D

namiiko-chan : hehe… untuk menentukan berapa chapnya, SaGaa-chan belum bisa pastikan. Soalnya bisa lebih bahkan kurang dari planning awal. Hehehe… review lagi ya?

Guest tiffanyyuki: nah loh SaGaa-chan kena tembak #mati dech. Haha untuk lemon SasuSaku rencana di chap 10 ato 11. Nah berhubung di chap ini belum ada pasti akan ada di chap depan. So di tunggu aja. Terus kenapa SaGaa-chan suka bikin tbc di moment yang seru supaya para reader penasaran. Hahaha #senyum nista :D aduh Yuki-chan jangan panggil senpai ya? SaGaa-chan juga masih baru, baru banget bahkan di sini.

LeEdacHi aRdian Lau : hehe untuk Sasori yang kenapa bisa tahu siapa pembantai keluarga Saku salah satunya dari lambang keluarga uchiha itu. untuk alasan selanjutnya masih ada di otak SaGaa-chan. #otak SaGaa-chan di ambil paksa buat di introgasi. Plaakk XD. Review lagi ya?

Pinkblue : SaGaa-chan udah berusaha membuat adegan SasuSaku seromantis mungkin. Kalo masih belum romantis harap maklum ya? Hahaha :D

sasusaku uciha : hehe… waktu Saku tahu rahasia masih terancang dalam otak SaGaa-chan. Dan belum terealisasikan. Bisa berat, bisa ringan itu tergantung nanti mood SaGaa-chan gimana. Hehehe… :D

sasu lve saku : harusnya sih untuk lemon SasuSaku kemungkinan di chap depan. Hehe : jangan lupa review untuk chap ini ya?

Ah Rin : SaGaa-chan juga penasaran.#ih SaGaa-chan kan authornya ngapain penasaran segala. Hehe tunggu saja ya? Jangan lupa review untuk chap ini.

AnnisaHM : Hn, menurut alur sih emang rencana orang tua Sasu yang ngebunuh orang tua Saku. Hehe… untuk berapa chap SaGaa-chan masih belum bisa memastikan. Pastinya harus happy ending, SaGaa-chan gak suka sad ending. Tapi gak tahu lagi jika harus berubah. :p review lagi ya?

AdlinAfifah : Salam kenal Afifah-san. :D. Iya gak apa-apa. Arigatou udah mau baca fic GaJe karya SaGaa-chan ini :D. Review lagi ya?

hanazono yuri : sudah update. Gomen kalo telat. :D

chayesung : SaGaa-chan juga pengen cepet tahu endingnya. #Plaak! XD

RyeoRezClouDy : makasih udah review. Hehe rencana Gaara pastinya bikin hubungan mereka ancur, Shion juga. Aduh SaGaa-chan bingung mau jawab gimana. Diikuti aja ya? Jangan lupa review lagi ya?

YOSH SUDAH SELESAI

LAST CHAPTER

"Hn, Baiklah baiklah. Kami berangkat dulu Tsunade ba-chan." Kata Sasori seraya beranjak dari tempat duduknya dan menuju ke mobil diikuti oleh Sakura.

'Sasuke-kun, mulai hari ini kita akan bersama. Dan kita akan memulai untuk melukis kenangan-kenangan indah bersama lagi. Ne Sasuke-kun, tunggu aku?' batin Sakura saat mobil yang di kemudikan Sasori telah melaju menuju ke sekolahnya.

Disclaimer :

Naruto © Masashi Kishimoto

Warnings : OOC (maybe), Typo(s), etc.

You Hate It, Don't Read and Please Leave This Page

CHAPTER 10

You Always In My Heart

Suasana siang hari di Konoha High School sangatlah lenggang. Sebab sebagian besar siswa – siswi lebih memilih untuk berkumpul di kantin sekolah guna mengisi perut mereka yang telah berdemo meminta jatah makan siang. Tak sedikit pula para siswi terlihat asik ber-gosip ria bersama sesamanya. Demikian juga dengan keadaan di salah satu meja di kantin itu. Sekelompok siswa – siswi terpopuler KHS sedang berbincang hangat di jam makan siang itu.

"Seperti ada yang kurang?" ucap seorang pemuda berambut panjang yang merasa aneh dengan suasana disekitarnya.

"I-Iya kau benar, Neji-nii." Jawab seorang gadis berambut indigo panjang pada pemuda yang diketahui bernama Neji itu.

"Kurasa ini karena si Jidat dan si Pangeran Es kita tak ada di sini." Ucap gadis berambut pirang dengan gaya pony tail yang sadar dengan kejanggalan saat ini.

"Hm, kalau Teme dan Sakura-chan tadi mereka….Slruuuups… pergi berdua. Sepertinya mereka ingin melepas rindu, Ino." jawab pemuda rubah yang tak lain adalah Naruto di sela – sela memakan ramennya.

"Benarkah?" kini pemuda pucat dengan senyum yang entah tulus atau palsu yang hanya berguna untuk memperindah penampilan wajahnya (mungkin) angkat bicara. Siapa lagi jika bukan Sai.

"Hn, itu benar. Sejak tadi pagi, Sakura-chan dan Teme terlihat mesra sekali. Bahkan kalian tahu? Gadis pirang di sebelah Sakura-chan seakan tak mereka anggap ada." Jelas Naruto yang kini pikirannya melayang ke sederet kejadian pagi tadi.

-FLASHBACK_ON-

Pagi di gerbang Konoha High School sudah berdiri standby seorang pemuda tampan dengan rambut khas chicken butt style yang mencuat kebelakang. Rambut berwarna hitam kebiru-biruan itu tertata sesuai modelnya seperti sang empunya selalu rajin ke salon guna me-maintain rambut emo-nya itu. Kulit putih bersih bak porcelain tanpa adanya sedikit goresan membuat pemuda ini mampu melelehkan hati para kaum hawa mulai dari anak kecil, bahkan jika ada nenek-nenek pun pasti ikut meleleh melihatnya.

Wajah tampan rupawan yang seakan dipahat sempurna oleh Tuhan dan merupakan karya paling indah dari sang pencipta (tapi sayangnya yang bikinkan Mr. Masashi Kishimoto. Hahaha :D) itu tetap terlihat cool walau dengan ekspresi stoic-nya. Mata indah sekelam malam dan setajam tatapan elang yang seolah sedang mengintai mangsa memandang lurus ke depan. Entah apa yang sedang ia tatap, namun tatapannya tertuju pada satu titik.

Di sebelahnya kini juga berdiri seorang pemuda yang tak kalah berwajah tampan dengan warna kulit tan yang memiliki ciri tiga kumis di pipi kanan dan kirinya. Pemuda berambut pirang dengan spike style itu berdiri di samping pemuda emo dan terlihat begitu bosan.

"Woi, Teme apa tak sebaiknya kita tunggu di kelas saja. Aku capek jika harus berdiri terus." Rengek pemuda berambut jabrik yang tak lain adalah Naruto pada sahabatnya.

"Aku kan tidak memintamu datang pagi dan menemaniku. Jadi jika kau ingin pergi, pergi saja." Jawab pemuda berambut emo yang juga pangeran dalam mimpi saya yaitu Sasuke Uchiha dengan dingin dan wajah stoic khasnya.

"Kau menyebalkan Teme!" Balas Naruto kesal dengan sikap sahabatnya itu.

"Urusai yo Dobe!"

Setelah pertikaian kecil antar dua sahabat itu, kini tibalah apa yang mereka nanti. Seorang gadis berambut senada dengan warna bunga kebanggaan Jepang itu kini tampak baru keluar dari sebuah mobil sport merah. Di sampingnya seorang pemuda berambut merah menggandeng lengan gadis itu seakan ia tak ingin jika sang gadis tersandung batu dan jatuh.

Perlahan sang pemuda berambut merah yang tak lain adalah Sasori bersama gadis berambut merah muda yaitu Sakura berjalan menghampiri kedua pemuda yang tengah menunggu mereka.

'Hmm, kok seperti di altar pernikahan ya? Aku pendetanya, si Teme mempelai laki-lakinya, Sakura-chan mempelai wanitanya, dan Sasori-nii adalah pendamping mempelai wanita yang mengantar Sakura-chan pada Teme. Hehehe' batin Naruto saat melihat adegan secara slow motion.

Jika dilihat memang benar apa yang dikatakan hati Naruto. Posisi mereka saat ini sangat persis dengan prosesesi pernikahan saat sang mempelai wanita didampingi oleh pendampingnya berjalan menuju mempelai laki-laki. Senyum kini terkembang dari kedua 'mempelai' kita ini.

"Pagi Sasuke-kun, Naruto?" sapa sang gadis ramah pada kedua pemuda yang berdiri bagai security penjaga gerbang.

"Hn, pagi Cherry" jawab Sasuke dengan senyum tipisnya.

"Pagi Sakura-chan, Sasori-nii," jawab Naruto setelahnya, tak lupa dengan senyum rubahnya.

"Hei, pantat ayam! Kau harus menjaga Saku-chan apapun yang terjadi. Jika tidak maka kau tahu akibatnya kan?" kata Sasori dengan sedikit ancaman. Namun dia hanya bermaksud menggodanya. Yang mendengar bahwa dirinya kini mempunyai julukan baru yaitu "pantat ayam" seketika itu pula muncul empat sudut siku di dahinya.

"Hn pasti, dasar sister complex!" jawab Sasuke ketus seraya menarik Sakura dari Sasori dan segera memeluk tubuh mungil itu. Yang mendapat perlakuan hanya tersenyum simpul. Sedang yang melihat adegan itu hanya bisa sweatdrop.

'Apa nanti di altar Teme juga akan seperti ini?'batin Naruto yang melihat adegan konyol sahabatnya itu.

"Nah Saku-chan aku pergi dulu. Jika si pantat ayam ini macam-macam segera hubungi aku ya?" kata Sasori pada Sakura sebelum meninggalkan mereka. Tak lupa kecupan hangat di kening Sakura dan dibalas pula dengan kecupan hangat di pipi baby face Sasori oleh Sakura. Namun itu menimbulkan sebuah percikan api cemburu bagi Sasuke.

"Iya pasti Saso-nii. Aku pasti baik-baik saja bersama Sasuke-kun." Jawab Sakura dengan senyum manisnya.

"Kau dengar sendiri kan? Sakura saja percaya dia akan baik-baik saja. Sudah sana pergi saja kau. Aku akan menjaga Sakura." Kata Sasuke dengan entengnya dan dengan wajah datar tanpa dosanya pada Sasori. Yang mendengar hanya bisa menghela napas melihat tingkah dan kelakuan calon adik iparnya itu. Dan Sasori lantas meninggalkan sekolah itu. Wait calon adik ipar? Wah Sasuke sepertinya kau mendapat lampu hijau. Hahaha :D

Setelah itu mereka bertiga berjalan menuju kelas. Sasuke kini enggan melepaskan tangan kekarnya yang melingkar di bahu Sakura. Sedang Sakura merasa dia tak ingin moment ini berakhir. Dan pastinya adegan ini membuat banyak mata memandang kagum sekaligus iri. Sedang Naruto yang mengekor di belakang mereka hanya tersenyum melihat tingkah kedua sahabatnya.

Saat di koridor yang akan menuju kelas mereka, seorang gadis pirang beriris violet terang hendak mencari perhatian dari Sasuke. Namun sayang sepertinya itu tak akan berhasil Shion. Hahaha :D. karena Author gak akan mengijinkan itu.

"Sasuke-kun pagi? Hari ini kau duduk denganku ya?" kata Shion seraya hendak bergelayut manja pada lengan Sasuke walaupun ia tahu bahwa Sasuke sedang asik dengan Sakura. Hmm, dasar gadis pengganggu.

"Cherry, hari ini aku akan bilang pada Kakashi-sensei bahwa kau akan duduk denganku. Kau tahu kan kakak merah mu itu mengancamku untuk menjagamu." Kata Sasuke pada Sakura tanpa menanggapi sapaan Shion.

"Sasuke-kun, kau dengar tidak?" kata Shion mulai merengek pada Sasuke.

"Hn, Cherry apa kau mendengar sesuatu?" kata Sasuke pada Sakura.

"Tidak , memang apa yang kau dengar?" jawab Sakura dengan senyum sinis ke arah Shion. Sakura tahu apa yang dibicarakan oleh sang kekasihnya.

"Kurasa aku mendengar ada yang merengek. Tapi aku tak tahu siapa itu." jawab Sasuke dengan sebuah seringai kecil di wajahnya.

Naruto dan Sakura yang mendengar perkataan Sasuke itu pun tak kuasa menahan tawa mereka. Terutama Naruto yang langsung tertawa terbahak-bahak mendengar Sasuke menyindir Shion secara langsung. Sakura pun tertawa tak kalah keras dari Naruto, dan Sasuke hanya tersenyum sinis. Yang merasa dibicarakan dan ditertawakan yang tak lain adalah Shion langsung berhenti di tempat dan menundukkan wajahnya. Menahan malu mungkin.

-FLASHBACK_OFF-

"Hahaha… ha.. benarkah itu Naruto? Kasian sekali gadis itu?" kata Ino saat mendengar cerita Naruto. Dibalas anggukan pasti dari si pendongeng dan membuat semua yang berada di meja itu tertawa membayangkan betapa malu dan marahnya gadis pirang itu.

.

.

.

Di lain tempat, di atap gedung KHS, dua anak manusia berbeda jenis kelamin tengah duduk menikmati bento yang sengaja dibawa oleh salah satu dari mereka.

Seorang pemuda tampan berambut ala chicken butt style tengah duduk bersandar pada tembok di salah satu sisi atap. Dan tepat di pangkuannya seorang gadis bersurai merah muda duduk dengan meletakkan bento di atas pahanya.

"Sasuke-kun tumben kau membawa bento?" kata sang gadis pada sang pemuda yang ternyata adalah Sasuke.

"Hn, aku hanya ingin menghabiskan waktu berdua denganmu. Dan apa aku salah jika aku ingin makan hanya denganmu, Sakura?" jawab Sasuke pada Sakura.

"Bukan begitu hanya saja…"

"Sudah cepat buka dan suapi aku. Aku sudah lapar." Kata Sasuke memotong perkataan Sakura. Sakura yang mendengar perkataan atau yang lebih tepatnya perintah itu hanya menuruti saja apa kata kekasihnya itu. Sakura segera membuka dan menyuapkan isi bento tersebut ke mulut Sasuke.

"Kau juga harus makan. Aku tak mau gadisku menjadi kurus dan tak seksi lagi." Celetuk Sasuke dengan seringai mesumnya pada Sakura.

BLEETAAK

"I..Ittai.Apa yang kau lakukan Sakura?" kata Sasuke meringis kesakitan serta memegangi kepalanya yang baru saja mendapat jitakan dari Sakura.

"Sudah jangan mulai Sasuke-kun. Atau kau akan berurusan dengan Sasori-nii" jawab Sakura dengan ketus.

"Hn, Gomen. Aku hanya bercanda Sakura. Sekarang kau makanlah juga, jangan hanya menyuapi aku saja." Kata Sasuke yang kini melingkarkan tangan kekarnya pada pinggul gadis pujaannya ini dan menyandarkan kepalanya pada bahu mungil sang gadis dari belakang. Sakura yang mendapat perlakuan seperti itu tak diragukan lagi kini wajahnya sukses memerah bagai kepiting rebus.

"Sa-Sasuke-kun bagaimana aku bisa menyuapi jika kau begini?" kata Sakura pada Sasuke setelah ia menyuapkan isi bento ke mulutnya sendiri.

" Ambilkan aku potongan tomat itu."

"Ini, buka mulutmu Sasuke-kun"

"Tidak, makanlah tomat itu." kata Sasuke pada Sakura yang disertai dengan sebuah seringai.

"Eh?" tanpa banyak bicara lagi Sakura memasukkan potongan tomat itu dalam mulutnya. Namun belum sempat ia menghaluskan tomat tersebut, dengan cepat salah satu tangan Sasuke memegang tengkuk Sakura, mengarahkan wajah Sakura ke wajahnya dan dengan lihai Sasuke 'mencuri' apa yang ada di dalam mulut Sakura.

"Sa-Sasuke-kun a-apa yang kau lakukan?" kata Sakura kaget dan sedikit terbata atas tindakan tiba-tiba Sasuke.

"Hanya ingin mengambil tomatku. Dan ternyata rasanya jauh lebih enak jika telah berada di mulutmu. Lakukan lagi sampai bento itu habis. Dan tak ada bantahan kali ini." kata Sasuke terlihat sedikit tegas atau pura-pura tegas guna menjalankan rencananya. Yah, lama bagi Sasuke menahan segala hasratnya pada Sakura karena janjinya. Dan dia berusaha sangat keras agar tak menyerang dan 'memakan' Sakura bulat-bulat.

Sakura hanya bisa pasrah dengan kelakuan nyeleneh kekasihnya itu. Setiap tiba giliran menyuapi Sasuke, maka Sakura akan memasukkan makanan itu dalam mulutnya. Setelah itu tugas bibir, mulut, dan lidah Sasuke yang berperan sebagai 'pencuri' yang akan mengambil secara paksa makanan yang ada di mulut Sakura. Tak jarang Sasuke menambah dengan ciuman penuh gairah, dan menjilati setiap sudut mulai bibir hingga setiap inchi dalam mulut Sakura.

"Hah..hah.. Sasuke-kun itu tadi yang terakhir." Kata Sakura terengah-engah saat selesai sesi 'menyuapi' karena kekurangan pasokan oksigen. Siapa lagi yang membuat ulah jika bukan Sasuke. Yang kini malah tersenyum seolah memperlihatkan bahwa ia lah pemenangnya.

"Cherry, kau sudah tahu kan jika aku tak ingin sesuatu yang tanggung. Aku ingin pencuci mulut juga." Kata Sasuke dengan seringai lebarnya dan sangat terlihat jika ia sangat menikmati apa yang kedua insan ciptaan Mr. Masashi Kishimoto ini lakukan. Sakura yang mengerti apa maksud dari perkataan kekasihnya kini hanya bisa menghela napas.

Tanpa banyak basa-basi lagi, Sasuke langsung menyerang bibir ranum Sakura. Mengecup dengan lembut namun perlahan menjadi penuh gairah. Lidah yang telah lihai kini mencoba menerobos masuk ke mulut lawannya, dan ternyata hal tersebut di sambut oleh sang lawan dengan memberi akses guna masuknya lidah Sasuke.

Tangan kekar yang tadinya berada di tengkuk kini kembali ke posisi awal yaitu pinggul ramping Sakura. Memeluk dengan erat seakan enggan melepasnya. Satu tangan lain kini mulai berani turun ke arah paha putih mulus Sakura. Menggosok-gosok dan hal ini menimbulkan erangan tertahan dari Sakura dalam mulut Sasuke. Lama mereka melakukan hal ini, sampai terpaksa harus berhenti karena kebutuhan mereka akan oksigen.

"Hah..hah… tak kusangka gadis ku ini kini mampu mengimbangi permainanku." Kata Sasuke memuji Sakura dan terengah akibat kekurangan pasokan oksigen.

"A-ku hah..hah.. cepat belajar hah.. Sasuke-kun."

Senyum terukir di wajah tampan Sasuke. Kini ia makin mempererat pelukannya pada pinggul Sakura. Menyandarkan kembali kepalanya pada bahu Sakura. Sehingga wajah mereka kini sangatlah dekat.

"Aku ingin ini tak lekas berakhir Cherry. Suasana ini, aku ingin berada di sini lebih lama lagi. Aku ingin tidur di sini." Ujar Sasuke yang kini memejamkan matanya.

"Hn, tidurlah Sasuke-kun" jawab Sakura yang kini ikut memejamkan mata menyusul kekasihnya yang telah berjalan menuju dunia mimpi terlebih dahulu. Melupakan bahwa masih ada jam pelajaran yang harus mereka ikuti. Yang terpenting kini bahwa bersama sang kekasih adalah suatu prioritas yang harus dipenuhi.

Kedua insan manusia itu tidur bersama di bawah terangnya sinar matahari. Sejuk angin yang sepoi menerpa wajah tampan dan cantik serta yang nakal memainkan anak rambut menambah betapa mereka adalah pasangan paling romantis. Wajah damai kedua anak manusia itu menampakkan betapa mereka sangat bahagia setelah apa yang mereka alami.

.

.

CEKLEK

Pintu atap tertutup dengan pelan oleh seorang pemuda berambut merah. Matanya penuh dengan kilatan kebencian atas apa yang telah ia saksikan sesaat lalu. Rasa cemburu kini mulai membuncah dari pemuda yang memiliki tattoo 'Ai' di dahinya, melihat gadis incarannya tengah bermesraan dengan pemuda yang sangat tidak ia sukai.

BUUUGK

"Kau akan menjadi milikku yang utuh, Sakura. Tunggu saat itu tiba. Dan kau Uchiha, kau pasti akan menderita." Kata sang pemuda entah pada siapa setelah meninju tembok di sebelahnya. Lalu ia berjalan pergi meninggalkan tempat yang telah membuatnya emosi.

.

.

.

Setelah berminggu-minggu hubungan Sakura dan Sasuke berjalan sangat normal. Bahkan kali ini konflik serasa enggan menghampiri mereka. Tampak selalu mengumbar kemesraan di depan banyak orang membuat yang melihatnya pun menjadi iri. Dan bahkan para sahabatnya Dark Assassin pun dibuat cemburu oleh kemesraan kedua anak manusia itu.

"Hei Jidat, kau dan Sasuke kenapa bisa membuatku iri sih?" kata Ino pada sahabatnya itu.

"Benarkah itu, Pig? Padahal aku dan Sasuke-kun biasa saja. Benarkan Sasuke-kun?" jawab Sakura pada Ino, dan kemudian mengajukan pertanyaan dan menoleh ke arah pemuda yang dengan senantiasa melingkarkan tangannya pada pinggul Sakura.

"Hn," jawaban singkat dari manusia hemat kata yang tak lain adalah Sasuke membuat Sakura merasa kesal. Sakura menggembungkan pipinya sebagai tanda ia tak suka dengan jawaban kekasihnya itu.

"Apa bagusnya mengucap dua huruf konsonan itu, hah? Dasar Pantat Ayam!" gerutu Sakura namun masih dapat di dengar oleh seluruh orang yang ada di meja itu. Dan sontak membuat yang mendengar melepas tawa mereka. Minus manusia hemat kata yang kini men-deathglare Sakura.

"Apa kau tak ingat jika kau juga sering menggunakan kata-kata itu, hah? Dasar Ji-dat." Jawab Sasuke sinis dengan penekanan di akhir kalimatnya.

"Apa kau bilang? Jidat? Awas kau Pantat Ayam!" ancam Sakura yang langsung menyambar gelas berisikan jus tomat milik Sasuke.

"Eh? Hey apa yang ingin kau lakukan. Itu jus ku?" kata Sasuke kaget. Sebab dia khawatir akan keselamatan jusnya yang belum ia minum. Ya ampun Sasuke, kau lebih khawatir pada tomat dari pada gadismu yang sudah mulai berubah jadi monster?

"Ini yang akan ku lakukan." Kata Sakura langsung meminum jus itu dengan lahapnya.

"Hey sudah berikan, aku bahkan belum meminumnya!" kata Sasuke yang tak terima bahwa jus tomat kesayangannya diminum dengan tidak elitnya oleh sang kekasih sendiri.

"Hah, tak terlalu buruk rasanya. Bagaimana? Apa kau sudah menyerah?" Kata Sakura setelah selesai menenggak habis isi gelas tersebut, dengan sebuah senyum kemenangan di wajahnya. Dan hal ini disambut tawa riuh para sahabatnya.

"Tidak, kau lah yang akan menyesal karena telah membuatku kesal Sakura!" jawab Sasuke dengan seringai di wajahnya. Lalu dengan cepat ia menarik kepala Sakura dan mendekatkan wajahnya pada wajah Sakura. Dan langsung mengecup lembut bibir pink milik Sakura ditutup dengan menjilat sudut bibir Sakura yang ternyata terdapat sisa jus yang sepertinya enggan masuk ke mulut Sakura.

"Bagaimana? Aku masih bisa merasakan jusku. Tapi sepertinya kau yang malu di sini." Jawab Sasuke dengan nada sombong akan kemenangannya membuat kekasihnya itu merona hebat.

"Ka-kalian ini. Ingat ini tempat umum. Dan kau Teme, kenapa kau suka sekali menggoda Sakura-chan?" kata Naruto yang juga merona wajahnya akibat melihat adegan sahabatnya itu.

"Eh, kalian lihat gadis pirang itu? sepertinya kini ia jadi pendiam ya? Tapi sepertinya ia tidak suka dengan adegan tadi." kini Sai angkat bicara guna mengalihkan pembicaraan.

"Hn, semoga dia tak membuat onar." Timpal Sasuke.

"Eh, Sasuke-kun apa kau tidak ingin ke taman bermain?" tanya Sakura yang telah sembuh dari malunya.

"Tidak, tempat itu ramai. Dan aku tak suka dengan suasana ramai." Jawab Sasuke datar.

"Ayolah, besok kan libur. Tak ada salahnya kan kita ke sana?" rengek Sakura kini pada kekasihnya.

"Tidak Sakura." Jawab Sasuke tegas. Membuat Sakura menggembungkan pipi dan menahan kesalnya. Lalu ia pergi meninggalkan kantin dengan kasarnya.

"Kau menyebalkan Pantat Ayam!" teriak Sakura saat meninggalkan kantin.

Yang mendengar hanya tersenyum simpul. Sasuke hanya ingin menggoda Sakura. Sebab sifat manja Sakura dan saat Sakura kesal membuatnya sangat gemas. Dia merasa perubahan sikap Sakura yang dulunya dingin terhadapnya kini berubah menjadi hangat.

.

.

Sakura berjalan dengan wajah cemberut namun lucu. Tapi aura gelapnya tak mampu ditutupi. Akibat kesal dengan Pangeran Es nya kini ia jadi bad mood. Siapa saja yang menghalangi jalannya bisa saja ia singkirkan dengan tatapannya. Tapi itu sepertinya tidak perlu, sebab orang yang berada di depan Sakura akan memberi jalan pada Sakura. Mereka mengerti bahwa gadis itu sedang bad mood jadi jika ingin selamat jangan coba- coba dengannya saat ini.

"Sakura-san?" panggil seseorang pada Sakura. Sakura yang mendegar membalikkan badan guna melihat siapa yang memanggilnya.

"Ada apa Karin?" jawab Sakura ketus pada gadis berambut merah yang kini berada di hadapannya.

"Ada yang ingin aku katakan padamu" jawab Karin sedikit canggung dengan suasana ini. Sebab ia ingat betul bagaimana gadis di depannya itu 'menghancurkan' nya.

"Apa?" jawab Sakura dengan nada bosan. Walaupun ia sudah memaafkan dan sudah tidak mempersalahkan tentang kejadian beberapa saat lalu, namun kini dalam keadaannya yang sedang kesal, ia tak bisa menahan emosinya.

"Ini mengenai gadis pirang itu. Shion, kau harus berhati-hati terhadapnya."

"Apa maksudmu?" tanya Sakura bingung.

"Dulu aku pernah satu sekolah dengannya waktu SMP, dan gadis itu adalah anak dari seorang mafia ternama di Jepang. Dia selalu mendapat apa yang ia inginkan. Dan sepertinya dia mengincar Sasuke-kun.. Emmph maksud ku Sasuke-san." Kata Karin yang salah ucap. Dan itu membuatnya menelan ludah dengan apa yang akan gadis pink itu lakukan padanya. Cemas lebih tepatnya.

"Hn, aku tahu jika dia mengincar Sasuke, dan aku juga tahu jika dia kini merencanakan sesuatu padaku dan Sasuke. Tapi percayalah aku tak akan membiarkan seorangpun merebut Sasuke dari ku. Apa gunanya aku telah 'menghancurkan' kalian. Dan kalian telah rela melepas Sasuke kan? Aku akan menjaganya untuk kalian juga. Dan arigatou atas informasinya Karin-chan?" jawab Sakura ditutup dengan sebuah senyum manisnya. Rasa kesalnya kini hilang entah kemana.

"Eh? Apa aku tak salah dengar? Sakura-san?" kata Karin yang merasa pendengarannya mengalami gangguan.

"Hm, tidak. Mulai saat ini kau juga teman ku. Kau telah mengajarkanku bahwa jangan mudah melepas apa yang kau suka. Ya walaupun cara mu salah tapi, terimakasih. Dan satu lagi jangan panggil aku dengan embel-embel san cukup Sakura saja. Dan maaf dulu aku telah menyakitimu." Papar Sakura panjang lebar.

"Akulah yang harusnya minta maaf. Dan terimakasih telah memaafkan ku. Tapi jujur dari dalam hati, kau dan Sasuke adalah pasangan yang serasi." Jawab Karin dengan senyum tulus di wajahnya.

"Hn, aku ke kelas dulu." Kata Sakura meninggalkan Karin yang masih terpaku di tempatnya berdiri.

.

.

.

Hari minggu pun tiba. Pagi ini sang surya dengan semangat bekerja menggantikan sang bulan untuk menyinari bumi. Burung-burung kini tengah berkicau seakan bernyanyi menyambut hari baru. Sebagian orang akan malas beranjak dari nyamannya belaian mimpi indah mereka. Bermalas-malasan di hari libur adalah hal terbaik yang banyak dipilih orang.

Begitupun dengan pemeran utama kita. Gadis bersurai merah muda itu masih meringkuk di bawah selimut hangatnya. Emerald indahnya kini masih bersembunyi di balik kelopak yang tertutup rapat. Sinar sang mentari yang dengan nakal menerobos tirai kamar membuat gadis tersebut menggeliat malas. Mengerjap-ngerjapkan matanya guna menyesuaikan dengan sinar terang yang telah mengganngu tidurnya.

Dengan malas gadis tersebut turun dari ranjang berukuran king size-nya. Hanya menggunakan gaun tidur tipis yang dengan samar menampakkan lekuk tubuh sang gadis. Dengan malas ia menuju kamar mandi guna mencuci muka untuk menghilangkan rasa kantuk yang masih dengan senang hati hinggap di mata sang gadis.

Jam menunjukkan pukul delapan pagi. Setelah membersihkan wajahnya kini ia berniat turun untuk mengisi perut yang ternyata telah mengeluarkan nyanyian wajib guna meminta jatah sarapan pagi. Dia turun ke lantai satu dan jika ingin menuju dapur ia akan berjalan melewati ruang tamu atau ruang keluarga. Dan dengan santai tanpa melihat sekitar, gadis yang tak lain adalah Sakura hampir menuju dapur saat sebuah suara masuk pada indera pendengarannya.

"Hei Saku-chan, Sasuke bilang kau dan dia akan pergi ke taman bermain hari ini?" kata seorang pemuda yang sepertinya sedang duduk di ruang tamu.

"Tidak Saso-nii. Dia bilang tidak suka tempat ramai. Jadi mungkin hari ini aku akan latihan saja, sudah lama aku tak berlatih." Jawab Sakura enteng pada Sasori sambil meminum susu yang telah disediakan para maid tanpa menoleh sedikitpun pada lawan bicaranya.

"Benarkah? Padahal aku sudah menunggumu bangun satu jam, dan terpaksa terjebak dengan manusia merah ini." suara baritone yang terdengar seksi tertangkap indera pendengaran Sakura. Sakura berbalik dan kaget dengan orang yang berbicara padanya. Dan dengan konyolnya ia semburkan susu yang ada di mulutnya.

"Sa-Sasuke? Kau ke sini? Apa yang kau lakukan?" kata Sakura kaget.

"Tentu saja untuk mengajakmu ke taman bermain, baka!" jawab Sasuke dingin. Namun matanya tak lepas dari tubuh gadisnya. Gaun tidur tipis menampakkan lekuk tubuh sang kekasih dengan samar. Pemandangan yang menggoda iman seorang Uchiha Sasuke dan itu membuatnya menelan ludah dengan sangat susah. Kini semburat merah namun tipis hinggap di pipi mulus pemuda itu.

Sakura yang menyadari tatapan nakal Sasuke segera berlari ke kamarnya untuk mandi membersihkan badannya dan menghindari tatapan Sasuke. Bisa-bisa ia menjadi 'santapan pagi' bagi pemuda itu.

"Tu-Tunggu aku 30 menit lagi. Aku siap-siap dulu." Kata Sakura saat menaiki tangga.

Setelah selesai dengan segala urusannya, mulai mandi, ganti baju sampai dandan kini Sakura turun dan menemui kekasihnya untuk menghabiskan waktu di hari libur ini. Dengan memakai hot pants berwana merah dan atasan tanpa lengan berwarna putih dengan kombinasi merah muda sangat pas dengannya.

.

.

.

"Waaaahh… Sasuke-kun ayo cepat kita main yang itu." rengek Sakura saat baru saja tiba di taman bermain.

"Hn," hanya jawaban itu yang Sasuke keluarkan untuk gadisnya. Dia harus tetap dengan gaya cool nya mengingat ini adalah tempat umum. Banyak pandangan iri saat melihat Sasuke dan Sakura berjalan melewati berates manusia. Iri sekaligus kagum dengan kedua pemuda pemudi ini.

Segera setelah itu Sakura yang memegang kendali. Ia yang menentukan ingin naik ini, naik itu. Dan itu semua wajib hukumnya dituruti oleh Sasuke. Walau Sasuke selalu menolak dengan berbagai alasan tapi pada akhirnya ia luluh juga dan menuruti segala mau Sakura. Dia berfikir tak ada salahnya untuk membuat Sakura senang dan tertawa lepas. Toh itu juga adalah janjinya.

"Huft capek sekali. Sasuke-kun ayo beli ice cream?" ajak Sakura saat mereka duduk di bangku taman bermain itu untuk sejenak melepas lelah.

"Tunggulah di sini. Aku akan membelikannya. Jangan kemana-mana." Kata Sasuke sebelum meninggalkan Sakura untuk menuruti permintaan kekasihnya itu.

"Hn, jangan lama-lama ya?" jawab Sakura dengan sebuah senyum manisnya. Setelah itu Sasuke pergi untuk membelikan ice cream. Setelah kepergian Sasuke sebuah suara mengagetkan Sakura.

"Ah,Sakura-san?" sapa seorang gadis berambut coklat terang sebahu pada Sakura.

"Eh? Kau kan gadis yang waktu itu? Hmmph nama mu aku lupa." kata Sakura saat menoleh pada gadis yang memanggilnya.

"Matsuri. Panggil saja aku Matsuri. Tak ku sangka aku akan bertemu dengan Sakura-san lagi. Dan sekali lagi arigatou atas pertolongan Sakura-san waktu itu. jika tidak aku mungkin akan kehilangan harta yang aku jaga selama ini." Matsuri berteri makasih dan membungkukkan badannya.

"Tidak usah seperti itu. Kita kan memang harus saling menolong jika terjadi kesulitan. Panggil saja aku Sakura dan kau ke sini dengan siapa?" kata Sakura ramah.

"Baik Sakura. Aku ke sini dengan tunanganku." Jawab Matsuri dengan sedikit semburat merah di wajahnya.

"Wah tak kusangka ternyata kau sudah bertunangan. Tapi di mana tunanganmu itu?" kata Sakura sambil melihat sekitar.

"Dia…" kata Matsuri terpotong oleh sebuah suara.

"Matsuri, kau di sini ternyata. Kau ingin membunuhku hah? Tou-san mu akan mencincangku jika kau hilang." Kata seorang pemuda dingin pada Matsuri.

"Cherry ini ice cream mu," kata Sasuke yang secara bersamaan datang bersama pemuda yang menyapa Matsuri.

"Ahh Gaara-kun aku hanya bertemu dengan Sakura yang dulu aku ceritakan padamu. Dia lah yang menolongku waktu itu." jelas Matsuri yang kini bergelayut manja di lengan pemuda yang ternyata adalah Gaara.

"Sakura? Sedang apa kau disini?" kini Gaara yang bertanya ke Sakura.

"Gaara? Kami.." perkataan Sakura terpotong oleh kekasihnya.

"Tentu saja menghabiskan waktu sebagai sepasang kekasih," jawab Sasuke dingin atas pentanyaan Gaara. Dan tak lupa pandangan dingin penuh benci pada pemuda ber-tattoo 'Ai' itu.

"Wah jadi benar. Sasuke-san dan Sakura sepasang kekasih? Eh apa kalian saling kenal?" kini Matsuri bingung dengan situasi ini. Gaara sang tunangan sepertinya mengenal Sakura dan Sasuke.

"Hehe, kami teman satu sekolah. Dan tak kusangka tunanganmu adalah Gaara. Hey Gaara kenapa kau tak pernah cerita?" jawab Sakura dengan wajah yang menunjukkan penuh keingin tahuan.

"Hn," hanya itu jawaban Gaara serta sebuah senyum sinis ke arah Sasuke.

"Sakura ayo pergi, kau masih ingin naik yang satu itu kan?" ajak Sasuke sedikit menarik tangan Sakura dan menunjuk pada sebuah bianglala raksasa.

"Hn, kami pergi dulu ya Matsuri, Gaara?" kata Sakura dan dilanjutkan pamit pada Matsuri dan Gaara.

"Kami juga ingin naik itu. Ayo bersama-sama, pasti akan seru. Benarkan Gaara-kun?" rengek Matsuri pada Gaara. Dan hanya dibalas helaan napas lelah oleh Gaara. Dan akhirnya mereka naik bianglala raksasa itu. Mereka naik dalam satu keranjang.

Sasuke duduk di bersama Sakura. Di sisi sebaliknya Gaara dan Matsuri berada. Tanpa canggung dan ragu Sasuke melingkarkan tangannya pada pinggul Sakura. Sakura yang nyatanya sudah biasa hanya tersenyum mendapati perlakuan kekasihnya. Sedangkan di depan mereka Gaara sama sekali tidak menyentuh Matsuri. Bahkan terkesan dingin dan Matsuri lah yang kini bermanja dengan menyandarkan kepala di bahu Gaara.

Diam. Iitulah yang dilakukan oleh kedua pemuda yang saling bertatap mata dan saling menunjukkan kebencian mereka. Berbeda dengan kedua gadis yang sedang bercerita panjang lebar tentang sesuatu yang menurut mereka menarik. Kedua pemuda itu saling menyelami pikiran masing-masing. Terlihat jelas ketidak sukaan dari masing-masing. Dan hal itu berakhir ketika bianglala berhenti dan mereka memutuskan untuk pulang.

"Hari yang menyenangkan. Kapan-kapan kita jalan bersama lagi ya Sakura?" ucap Matsuri pada Sakura sebelum mereka berpisah.

"Hn, dan hati-hati di jalan kalian berdua." Jawab Sakura seraya tersenyum lembut.

.

.

.

Dalam perjalanan pulang pemuda raven hanya diam saja. Sakuralah yang terus mengoceh tentang hari ini yang menurutnya menyenangkan. Namun tak ada respon dari orang yang diajakknya bicara, membuatnya kesal.

"Hey, Sasuke-kun apa kau sakit gigi? Kenapa kau diam saja?" protes Sakura saat tak satupun ceritanya di respon oleh kekasih Es-nya itu.

"…"

"Kau kenapa sih?" tanya Sakura lagi kini menghadap pada Sasuke.

"…"

"Kau marah karena kita ke taman bermain?" tanya Sakura dengan khawatir.

"Bukan,"

"Lalu?"

"Kau."

"Aku?" kini dahi Sakura berkerut mendapat jawaban atas pertanyaannya sendiri.

"Hn,"

"Aku kenapa? Sepertinya aku tak membuatmu susah hari ini?"

"…"

"Sasuke? Ceritalah!"

"Senyum mu. Kau terlalu banyak memberikan senyum manismu pada Sabaku itu. Dan aku tak suka!" jawab Sasuke dingin.

1 detik

3 detik

10 detik

"Hahaha…. Kau terlalu Sasuke. Cemburu mu itu memang yang nomor 1 ya?" tawa Sakura pecah saat tahu ternyata kekasihnya cemburu.

"Tidak lucu!" jawab Sasuke yang kesal karena ditertawakan oleh gadisnya.

CUP

"Percayalah hanya kau yang ada di hatiku." Jawab Sakura setelah mengecup ringan pipi Sasuke.

"Hn, janji?" kata Sasuke sedikit manja. Dasar kalau bersama Sakura saja kau selalu bermanja-manja ria Sasuke. Apa kau telah menghilangkan gengsi mu yang selangit itu hah?

"Hn," jawaban dan anggukan pasti dari Sakura kini mampu menghilangkan api cemburu seketika.

.

.

.

Hari telah berganti lagi. Tak ada hal istimewa di hari ini. Hanya rentetan rutinitas sehari-hari yang sepasang sejoli kita lakukan.

Siang itu di atap KHS.

"Hah…hah…. Kau kalah tiga kali hari ini..hah.. Cherry." Ucap seorang pemuda dengan rambut mencuait kebelakang yang ter-engah-engah.

"Hah.. itu karena kau selalu… menyerangku…hah Sasuke-kun!" jawab Sakura pada Sasuke yang sama-sama terengah.

"Tapi lihatlah tanda itu. Aku lah yang banyak membuat tanda itu." jawab Sasuke dengan seringai di wajah tampannya. Huft dasar anak muda. Hari ini mereka melakukan ritual 'suap menyuap' tapi dengan sedikit bumbu yang pastinya itu ulah sang Uchiha kita.

"Dasar Pantat Ayam mesum!" protes Sakura dan segera mengancingkan seragamnya yang terbuka oleh ulah kekasihnya itu. Terlihat beberapa kiss mark tertinggal di leher serta di atas dada Sakura. Hmm, sepertinya Sasuke sudah mulai berani ya?

"Kau dijemput Sasori hari ini? Gomen ne Sakura aku harus segera pulang karena Tou-san meminta ku untuk ke kantornya." Kata Sasuke sambil membantu merapikan baju dan rambut Sakura yang berantakan.

"Hn, mungkin. Aku bisa pulang sendiri kok." Jawab Sakura dengan sesimpul senyum di bibirnya. Nampak bibir yang biasanya berwarna pink itu kini sedikit merah dan sedikit bengkak. Siapa lagi tersangkanya jika bukan Sasuke Uchiha. (Di chidori ama Sasu karena Author dari tadi memojokkan Sasu).

"Kau yakin? Apa mau ku antar?" tawar Sasuke dengan nada khawatir.

"Iya, kau pergi saja. Kau sudah ditunggu kan?" bujuk Sakura agar kekasihnya tak khawatir lagi.

"Hn, aku pergi dulu." Sasuke pamit lantas mencium kening Sakura mesra. Dan setelah itu ia lekas turun meninggalkan Sakura. Enggan memang jika harus meninggalkan gadisnya itu sendiri tanpa pengawasan. Tapi jika Tou-san-nya murka akan lebih merepotkan lagi.

Sakura berjalan santai melewati koridor di sekolahnya. Para Dark Assassin telah pulang lebih dahulu sebab tadi Sakura dan Sasuke kembali membolos beberapa jam pelajaran hingga jam terakhir berakhir beberapa menit lalu. Sesampainya di parkiran KHS ia hendak menghubungi salah seorang di mansion untuk menjemputnya. Tiba-tiba….

"Sakura? Kenapa kau sendirian di sini?" kata seorang pemuda yang menghampiri Sakura.

"Ahh kau ternyata, Gaara. Aku mau pulang. Kau sendiri?" jawab Sakura ramah.

"Hn, kau tak bersama Uchiha?" tanya Gaara ragu.

"Tidak, dia ada urusan di kantor Tou-san nya, sehingga tak bisa mengantarku." Jawab Sakura dengan ekspresi berpikir keras.

'Ini kesempatanku. Kau akan menjadi milikku Sakura.' Batin Gaara.

"Kalau begitu ayo pulang bersamaku. Aku ingin ke kafe yang waktu itu." ajak Gaara.

"Hn, sepertinya asik juga. Aku juga ingin keluar sebentar. Baiklah aku ikut." Jawab Sakura dengan polosnya.

'Got it. Dan dengan sedikit obat yang aku siapkan kau akan berada di bawah kendaliku,Sakura' batin Gaara lagi.

Motor Gaara kini melaju di tengah kota Konoha. Sampai akhirnya mereka sampai di tempat yang mereka tuju.

"Kau pesan apa?" tawar Gaara pada Sakura.

"Milk Shake Strawberry saja." Jawab Sakura.

Setelah itu Gaara meninggalkan Sakura guna memesan pesanannya. Tapi sedikit aneh bagi Sakura, karena biasanya hanya memanggil pelayan untuk memesan. Tapi itu hanya sedikit kecurigaan saja yang segera lenyap.

"Ini." lamunan Sakura buyar saat Gaara sendirilah yang membawa pesanannya.

"Eh?"

"Sudahlah minum saja." Kata Gaara yang seakan tahu isi otak Sakura. Tanpa ragu Sakura meminum minuman yang diberikan oleh Gaara. Dan tanpa Sakura sadari sebuah seringai tipis kini terukir di wajah tampan seorang Sabaku.

"Sakura ada yang ingin aku bicarakan." Kata Gaara.

"Hn, katakan saja Gaara." Kata Sakura seraya sedikit memijat pelipisnya.

"Aku menyukaimu Sakura. Tak peduli kau sekarang adalah gadis si Uchiha itu. Maukah kau menjadi milikku?" pernyataan Gaara sukses membuat emerald Sakura membulat. Pasalnya ia tak pernah menyangka Gaara yang dia anggap sebagai teman akan menyatakan perasaannya padanya.

"Itu tidak mungkin Gaara. Kau tahu aku telah memilih Sasuke-kun dan kau juga telah mempunyai Matsuri kan?" jawab Sakura yang kini merasa kepalanya pusing sekali.

"Kenapa selalu Uchiha itu yang kau pikirkan. Aku tahu kau selalu terluka jika telah menyangkut Uchiha itu."

"Cukup Gaara. Hentikan ini. Matsuri sangat menyayangimu." Bantah Sakura.

"Aku tak mencintai Matsuri. Aku hanya dijodohkan dengannya. Kaulah yang aku inginkan." Jawab Gaara.

"Tidak Gaara. Gomen Gaara. Tapi aku tak bisa. Aaargghh." Kata Sakura lirih karena merasa pusing yang sangat di kepalanya. Lalu ia mengerang menahan rasa itu.

"Kau tak apa Sakura?" tanya Gaara panik. Pura-pura panik tepatnya. Dan sebuah seringai kembali menghiasi wajah tampan itu.

"…"

"Ayo kau harus istirahat. Apartemenku tak jauh dari sini. Kau bisa istirahat di sana." Kata Gaara seraya memapah tubuh lunglai Sakura.

Gaara membantu Sakura untuk berjalan. Setelah di luar kafe, Gaara lalu menghentikan sebuah taksi dan mengajak Sakura untuk ke apartemennya.

Tanpa Gaara dan Sakura sadari seorang pemuda tampan dengan iris yang tak kalah kelamnya dengan iris Sasuke memperhatikan gerak-gerik mereka. Terutama Gaara, pemuda itu selalu memperhatikannya dan ia mengetahui apa yang di lakukan pemuda bermata seperti mata panda itu. Lalu ia menelepon seseorang.

"Gadismu sepertinya dalam bahaya," kata pemuda itu pada orang di seberang teleponnya.

"…"

"Jangan terbawa emosi dulu. Jernihkan kepalamu."

"…"

"Iya Iya aku mengerti. Aku telah menembakkan alat pelacak di tas Saku-chan. Aku akan menghubungkannya denganmu."

"…"

"Hn, semoga berhasil Sasu-kun." Setelah bicara seperti itu pemuda itu memutus sambungan teleponnya.

"Hah, kenapa kisah kalian berdua serumit ini sih." Kata si pemuda yang tak lain adalah Itachi sambil meminum kopinya.

.

.

.

To Be Continued

A/N :

Huwaaaa gomen se gomen gomennya…

SaGaa-chan telat update. T,T

Ohh ya mungkin SaGaa-chan akan update tiap minggu atau sabtu. Hehe maaph ya? :p

Para reader marah ya? #SaGaa-chan dilempari ama sandal.

Gomen sebelumnya, soalnya di kampus SaGaa-chan kena masalah. Yah tahu sendiri anak urakan itu kayak apa. Hahaha :D. Dan berhubung SaGaa-chan kesandung masalah itulah setiap hari SaGaa-chan musti memenuhi panggilan ini itu dan juga mulai selasa ampe jum'at masuk pagi n pulang malam mulu. Hari sabtunya baru pulang sore. So praktis waktu SaGaa-chan buat ngelanjutin fic ini antara hari minggu dan senin.

Nah di sini SaGaa-chan mau ngelurusin seperti yang di tanyakan tiffaniyuki kenapa SaGaa-chan selalu bikin TBC di moment yang menurut sebagian reader seru soalnya pengen bikin para reader penasaran. Hahaha… :D #tawa devil. Jadi biar para reader keluar emosinya. Pengennya sih gitu. Tapi kayaknya fic ini belum sesukses itu deh #pundung di pojokkan.

Dan lalu buat lemon SasuSaku, banyak yang nanyain ya? Hm, sesuai jadwal sih kalo gak di chap 10 ya di chap 11. Dan kemungkinan besar di chap 11, doakan saja semoga otak SaGaa-chan kemasukan roh hentai yang bisa membantu menyelesaikan lemonnya. Hahaha :D #senyum mesum.

Untuk di chap ini SaGaa-chan udah berusaha membuat SasuSaku seromantis mungkin. Yah dengan berbekal sedikit pengalaman pribadi, dan di tambah dengan bumbu penyedap di sana sini jadilah chapter ini seperti ini. dan maaf jika tak menarik, SaGaa-chan kan emank gak sempurna.

Owh ya tidak lupa SaGaa-chan ingin tanyakan tentang adakah progress dari chap sebelumnya ke chap ini? dan juga apakah fic ini sudah bisa menguras emosi para saudara? Hehehe :D ya walaupun SaGaa-chan tahu fic ini sangat jauh dari kata fic bagus.

Nah sudah capek SaGaa-chan cuap-cuapnya. Sekarang semua penilaian ada pada para reader. Mohon jika berkenan tinggalkanlah sepatah dua patah kata untuk SaGaa-chan guna sebagai tolak ukur dalam pembuatan lanjutan chapnya.

Sasuke: Hei SaGaa-chan kau terlalu bawel. Sudah sana cepat buat lanjutannya. Kapan lemonku sama Sakura-chan

SaGaa-chan : Biarin orang ini fic SaGaa-chan yang bikin. #weeekkk :p Kamu kan cuma meranin. Ahhh bilang aja udah gak tahan pengen lemonan ama Saku ya kan?

Sasuke :SaGaa-Chan? (Ngeluarin Chidori)

SaGaa-chan : hehe I-Iya gak usah pake itu napa? Nah para reader mohon segera tinggalkan review sebelum anda mendapat chidori dari si pantat ayam ini. Dan arigatou sebelumnya. Jaaa sampai jumpa di chap depan (SaGaa-chan lari dari Sasuke buat nyelamatin otak SaGaari, eh salah diri SaGaari)

Sasuke : SA-GAA-CHAN! (Chidori udah gede siap buat nyerang SaGaa-chan)

:D