Tittle: The Real Reason We Broke Up
Author: Rha94line
Genre: Drama/Hurt/Comfort/Friendship
Summary: Cinta tidak bisa dipaksakan dan tidak boleh ada rahasia dalam sebuah persahabatan. Berpikirlah sebelum melukai hati orang lain, dan bersikaplah dewasa untuk bisa saling mengerti satu sama lainnya.
Main Characters:
Michael George William Lewis/Choi Michael
Namja London-Korea, 91'line, penyanyi solo Star Empire, sekaligus keponakan dari CEO Star Empire.
Pyo Hyemi
Yeoja Korea, 91'line, Main Vocal dan Maknae Line Girlgroup Nine Muses.
Park Minha
Yeoja Korea, 91'line, Maknae Girlgroup Nine Muses.
Other Cast:
· Star Empire CEO: Shin Joohak
· Vocal Trainer: Yoonhye
Attention: Saya hanya akan memperkenalkan para pemeran utama saja, sisanya akan muncul seiring dengan berjalannya cerita ini.
Disclaimer: Semua pemeran dalam cerita ini adalah milik Tuhan Yang Maha Esa. Dan segala sesuatu yang tertulis di dalam fanfic ini adalah hak cipta milik Author.
Copyright: Dilarang menjiplak ataupun meng-copy-paste semua yang ada di dalam fanfic ini tanpa seijin author.
Quote: Cerita ini hanyalah khayalan atau fiktif belaka, mohon maaf jika ada kesamaan, nama, tempat atau kejadian dengan cerita ini. Itu semua mungkin hanya kebetulan saja.
Author Says: Very well, sebelum membaca fanfic, alangkah baiknya kita membaca do'a dulu takutnya kaget dengan apa yang ditulis author hahaha~ Please RnR! ^^* thanks~
Chapter 10: The Real Reason We Broke Up
Part 1
Saat ini Mike sedang menghadap CEO di kantornya.
"Jadi, ada apa samchon memanggilku?" tanya Mike
"Seperti yang kau tahu, kau dan Hyemi baru merilis satu single duet kalian, dan aku berencana untuk membuat project duet kalian yang berikutnya." jelas Sajangnim
"Jadi… maksudmu, aku dan Hyemi- akan duet lagi?"
"Iya, wae? apa ada yang salah?"
"Ti-tidak, bukan apa-apa… aku senang bisa duet dengannya lagi."
"Baguslah… jadi, kau temui saja Yoonhee di ruangannya dan kau hanya tinggal meminta lagu padanya."
"Baiklah, nanti aku akan menemuinya… Kalau begitu aku pamit dulu samchon."
"Iya…"
Setelah itu, Mike pergi dan menuju tempat latihan ZE:A.
"Help me guys!" kata Mike saat membuka pintu.
"Apa? kenapa tiba-tiba?" tanya Hyungsik
"Aku harus duet lagi dengan Hyemi~ bagaimana ini?" Mike terduduk lemas
"Bukankah kau seharusnya senang bisa dekat dengannya lagi dan memperbaiki hubunganmu dengannya?" tanya Dongjun
"Tapi Hyemi pasti akan bersikap dingin padaku…"
"Ah, kau belum mencobanya saja…" kata Siwan
"Hyung~ aku sudah pernah berusaha mengajaknya pergi hanya untuk sekedar mengobrol… hanya saja dia menolak dan beralasan agar menjauhiku." jelas Mike
"Annyeonghaseiyo~ apa ada Mike di sini?" tanya Yoonhee Seonsaengnim
"Iya~ aku di sini Seonsaengnim!" Mike mengangkat tangannya
"Temui aku di ruanganku, kita diskusikan lagu duetmu dengan Hyemi."
"Nei~ jeiga arasseohaeyo~"
"Ayo cepat temui Seonsaengnim~ cepat sana!" kata Minwoo
"Tidak~ aku tidak mau" Mike menolak
"Ayo cepat! Seongsaengnim menunggumu~" kata Taehoon
"NOOOO!"
Mike memeluk kakinya Kwanghee dengan erat.
"Ya! ya! lepaskan kakiku!" kata Kwanghee
Akhirnya Dongjun dan Kevin menyeret paksa Mike untuk keluar dari tempat latihan mereka dan menyuruhnya pergi.
Apa boleh buat, Mike pun pergi menuju ruangan Yoonhee Seonsaengnim dan menemuinya.
"Annyeonghaseiyo…" sapa Mike kemudian duduk di sofa
Yoonhee Seonsaengnim memberi Mike kertas lirik.
"Kau latihan dulu dengan Hyemi, ini lagu untuk kalian…"
"Iya~" ucap Mike
"Hafalkan lagunya, sebentar lagi Hyemi datang…"
Dan benar saja, Hyemi datang. "Annyeonghaseiyo…" sapa Hyemi
"Ah, baguslah kau sudah datang… hafalkan lagunya dengan Mike. Aku ada urusan dulu sebentar."
Lalu Yoonhee Seonsaengnim pun pergi meninggalkan mereka berdua di Studio.
"Aku tidak menyangka Sajangnim melanjutkan project duet kita." Mike mengawali pembicaraan
Hyemi melirik ke arah Mike, "Iya…"
"Tidak sedang sibuk?"
"Tidak, Nine Muses belum comeback jadi ada waktu luang."
Hening…
Mereka berdua tak bicara sepatah kata pun.
"Umh… Hyemi-ssi…"
"Iya?" sahut Hyemi ketika Mike memanggil namanya.
"Kau… masih marah padaku, ya?" tanya Mike
"Marah apa?"
"Maksudku… kau marah karena kejadian waktu itu, dan kau juga marah karena aku menjalin hubungan dengan Minha."
"Untuk apa aku marah?"
"Jadi kau tidak marah?"
"Jangan membahas apa-apa lagi tentang hubungan kita dan hubungan kalian lagi, ok? Aku pusing memikirkannya."
"Tapi aku ingin tahu… apa… kau… masih mencintaiku?"
Hyemi menatap Mike dengan tajam, "Kenapa kau bertanya begitu?"
"Hanya… ingin tahu saja."
"Tidak penting."
"Bagiku itu penting…"
"Berhentilah bicara, aku sedang berusaha menghafalkan lirik."
"Kalau saja dulu kau tidak memutuskan hubungan kita, aku akan mencoba untuk bisa mencintaimu. Aku butuh lebih banyak waktu, hatiku sulit untuk bisa mencintaimu."
"Mencoba mencintaiku? Maksudmu dari dulu kau tidak pernah cinta padaku? Lalu untuk apa semua ucapan 'Saranghae' mu itu padaku dulu?"
"A- maksudku bukan begitu… Aku cinta padamu, hanya saja-"
"Kau hanya mencintaiku di awal saja, kan? kau hanya memperhatikanku di awal saja. Lebih baik kau latihan saja sendiri! Aku mau pulang saja!"
"Tapi, Hyemi-ssi-"
"Jangan ikuti aku! Kita lanjutkan latihan bersama kalau kau sudah mencuci otakmu!"
Hyemi pun memutuskan untuk pergi.
Part 2
Beberapa hari kemudian, akhirnya Hyemi mau latihan lagi dengan Mike.
Mike memang senang karena bisa dekat lagi dengan Hyemi, hanya saja mungkin Hyemi merasa sedikit kurang nyaman untuk bekerja sama lagi dengannya. Saat ini, mereka berdua sedang latihan di studio sebelum rekaman besok. Hanya ada Mike dan Hyemi berdua di studio, sibuk dengan pikiran masing-masing tanpa ada satu pun dari mereka yang bicara. Sesekali Mike melirik ke arah Hyemi, tapi Hyemi tetap fokus pada kertas lirik yang di pegangnya.
"Sudah hafal liriknya?" Mike mencoba memulai topik pembicaraan dan mencairkan suasana. Hyemi melirik ke arahnya lalu mengangguk pelan.
Suasana semakin kaku, dan kembali membeku karena Mike tak tahu harus mulai darimana bicara dengan Hyemi.
"Aku- bisakah aku bicara padamu?" tanya Mike
"Tidak ada yang melarangmu untuk bicara." jawab Hyemi
"Maksudku… maksudku membicarakan tentang kita."
"Kita? Memangnya kita kenapa? Ada apa diantara kita?"
"Aku ingin bicara serius padamu…"
"Silahkan…"
"Kau—berubah, ya?"
"Berubah? aku tidak…"
"Aku merasa kau berubah sejak hubungan kita, berakhir…"
"Hh… aku lelah membicarakan tentang hal itu, Mike."
"Aku tahu, tapi kali ini tolong dengarkan aku, sekali saja. Jujur aku merindukan sosok dirimu yang dulu, senyumanmu, tawamu, sifatmu yang ceria. Aku juga sangat merindukan kau memanggilku dengan sebutan 'Pabo'. Tapi aku merasa itu semua sudah hilang sekarang."
"Aku kesini hanya untuk menjadi partner duetmu dan tak ada hubungannya dengan itu semua, jadi berhentilah membicarakan hal itu sekarang!"
"Aku tahu… kau marah padaku, kan?"
"Aku tidak marah pada siapapun."
"Lalu kenapa kau mendiamkanku? Kupikir kau akan menyambut kedatangan sahabatmu ini kembali. Jalmothaesseo…"
"Bukankah kau akan lebih senang jika Minha yang menyambut kedatanganmu kembali karena dia yeojachingumu sekarang?"
"Tapi bukankah seharusnya kau juga menyambut kedatanganku kembali karena kita bersahabat? Kenapa sekarang persahabatan kita jadi kacau?"
"Persahabatan kita tak akan mungkin berakhir kalau kau berkata jujur padaku dari awal! Kenapa kau tidak bilang saja kalau kau lebih menyukai Minha dibandingkan aku?! Kau tidak pernah mencintaiku kan, Mike?!"
"Aku… saat itu aku merasa bingung dan marah karena tidak bisa mendapatkan Sera noona. Aku kecewa, lalu Sera noona bilang kalau kau sudah lama menyukaiku. Aku terus memikirkan tentangmu! Aku memang salah karena terlalu cepat mengambil keputusan untuk menjadikanmu sebagai yeojachinguku. Secara tak sadar aku menjadikanmu sebagai pelarian saja dari Sera noona."
"Kau memang tak sebaik yang kupikirkan, Mike."
"Tapi percayalah, bahwa aku tak pernah ingin melukai perasaanmu. Aku sadar bahwa perasaanku pada Sera noona saat itu hanya berdasarkan rasa penasaran saja. Orang yang sebenarnya selalu mengisi pikiran dan hatiku adalah kau… dan Minha."
"Dari dulu kau memang lebih mencintai Minha dibandingkan aku, kan?! Kenapa baru bilang sekarang?! Apa kau pernah membayangkan perasaanku bila aku tahu bahwa selama kau bersamaku, kau memikirkan yeoja lain?"
"Tapi aku berada di pilihan yang sulit!"
"Sudahlah, Mike…"
Mike terdiam menatap Hyemi.
"Alasan sebenarnya kita putus… apa kau tahu apa alasan sebenarnya? Kau tidak akan peduli tentang hal itu." kata Hyemi
"Alasannya karena kau tidak ingin jauh dariku, bukan? Dan kau ingin aku hanya terfokus pada masalah keluargaku saat itu, iya kan?" tanya Mike
"Tidak ada alasan sebenarnya kenapa kita putus. Hanya saja, kau sudah tidak mencintaiku lagi, kau tidak pernah mencintaiku… Semuanya sudah jelas sekarang."
"Tapi aku selalu mencoba untuk mencintaimu… aku selalu mencoba. Aku ingin membalas cintamu padaku."
"Itulah kenapa kau mudah saja menyetujui keputusanku saat aku meminta untuk mengakhiri hubungan kita dulu. Kalau kau memang benar-benar mencintaiku dulu, kau tidak mungkin menyetujuinya begitu saja. Kau pasti akan berusaha mempertahankan hubungan kita sampai kau kembali lagi ke Seoul."
"Bukankah aku mencoba untuk mempertahankan hubungan kita dan meyakinkanmu kalau aku akan kembali untukmu?"
"Percuma saja, Mike… keinginan kita terlalu berbeda. Kau menginginkan cinta yang lain, kau menginginkan Minha. Sedangkan aku menginginkan cinta yang abadi… aku sangat mencintaimu."
"Aku tahu… aku memang salah."
"Penyesalanmu saat ini tak akan ada artinya lagi, Mike. Kau memang bukan untukku…"
Kemudian Hyemi keluar dari studio dan pergi.
Part 3
Mike menyusul Hyemi yang pergi. Akhirnya dia menemukannya sedang menangis di rooftop.
Mike menghampiri Hyemi, "Hyemi… aku—"
"Pergilah! Melihatmu hanya menambah luka dihatiku!" kata Hyemi dengan marah.
"Aku ingin menjelaskan semuanya bahwa aku tak pernah ingin membohongimu tentang perasaanku…"
"Aku bodoh karena mengharapkanmu! Aku bodoh karena terlalu menginginkanmu! Kenapa kau tidak jujur saja dari awal, Mike?!"
"Aku tahu aku salah! Aku egois karena hanya mementingkan perasaanku sendiri dibandingkan kalian berdua! Kau dan Minha! Aku berada dipilihan yang sulit saat itu! Aku mencintai Minha tapi kau mencintaiku juga! Aku takut bila aku memilih Minha, kau akan terluka…"
Lalu Mike mencoba menggenggam tangannya, namun Hyemi menepisnya.
"Lebih baik kau pergi saja…" Hyemi memalingkan wajahnya.
"Aku tak akan pergi sebelum menjelaskan semuanya padamu…" kata Mike
"KAU MAU MENJELASKAN APA LAGI?! SEMUANYA SUDAH JELASKAN KALAU KAU HANYA PEMBOHONG! KAU TAK PERNAH MENCINTAIKU! DAN KAU HANYA MENJADIKANKU SEBAGAI PELARIAN SAJA DARI SERA UNNIE!"
Mike menghela napas dan kemudian menjawab, "BAIKLAH! JUJUR SAJA AKU TIDAK PERNAH BISA MENCINTAIMU! AKU TAK PERNAH BISA MENJADI NAMJACHINGUMU KARENA KAU SAHABATKU!"
"MINHA JUGA SAHABATMU! TAPI KENAPA PERASAANMU PADANYA BERBEDA?!"
"ITU KARENA PERASAAN SAYANGKU PADAMU HANYA SEBATAS SAHABAT! DAN AKU TAK BISA MERUBAHNYA MESKI TELAH MENCOBA MENCINTAIMU!"
Hyemi hanya bisa terdiam kemudian menangis. "Choi Michael pabo…" ucap Hyemi
Kemudian Mike berlutut di hadapannya. "Tolong mengertilah… bahwa aku tak ingin kehilanganmu. Dan tolong mengertilah, kalau aku tak bisa memaksakan hatiku padamu meskipun aku berusaha mencoba untuk bisa mencintaimu. Aku dan Minha saling mencintai, tapi jangan anggap kalau Minha mau berusaha merebutku darimu. Awalnya aku dan Minha juga ragu untuk mengakui hubungan kami padamu, karena pasti akan berakhir seperti ini. Kau akan membenciku karena telah membohongimu. Jangan membenciku… karena itu akan menyakiti dirimu sendiri…"
"Betapa sulitnya menerima kenyataan ini… Aku mencintaimu, tapi kau mencintai orang lain. Aku salah karena memaksakan hatimu. Minha memang lebih pantas mendapatkanmu dibandingkan aku."
"Tapi bukan berarti persahabatan kita juga harus berakhir seperti hubungan kita, bukan?"
"Aku berubah dan mendiamkanmu karena aku belum siap menerima kehadiranmu kembali. Bahkan jujur saja, aku memang cemburu saat pertama kali tahu tentang hubunganmu dan Minha. Aku merasa marah dan tak tahu harus berbuat apa lagi. Aku juga marah pada Minha, tapi aku tak ingin membencinya karena aku sudah menganggapnya seperti dongsaengku sendiri."
"Saat itu kita masih belum dewasa dan hanya mementingkan diri sendiri. Aku juga terlalu cepat mengambil keputusan untuk memilihmu setelah Sera noona menolak cintaku. Aku salah karena tidak jujur dari awal padamu tentang perasaanku… Mianhae…"
"Aku juga minta maaf padamu…"
"Aku benar-benar minta maaf… Akulah yang lebih bersalah atas semua kekacauan ini."
"Bisakah kita memulai lagi semuanya dari awal? Di saat kita bertiga, kau, aku dan Minha masih bersahabat seperti dulu."
"Aku juga merindukan masa-masa saat kita masih sering bercanda, bertengkar, tanpa pernah ada perasaan sakit hati diantara kita."
"Aku mengerti sekarang, kau tidak akan pernah bisa kumiliki karena kau dan Minha saling mencintai. Kau memang terlihat lebih bahagia ketika bersamanya, kalian berdua memiliki banyak kesamaan. Maaf aku telah menghambat kalian berdua untuk bersama. Sekarang sebaiknya kita lebih terbuka satu sama lain, jangan pernah ada rahasia lagi diantara kita."
"Kemarilah…" lalu Mike memeluk Hyemi, "Kau adalah sahabat terbaikku, dan aku tak pernah ingin kehilangan dirimu bagaimana pun caranya."
"Aku memang menyesali semua yang telah terjadi diantara kita bertiga. Tapi aku tak akan pernah menyesali perasaan cintaku padamu karena aku yang telah memilihmu."
"Lebih baik sekarang kita temui Minha dan membicarakan tentang ini, ok?"
Hyemi mengangguk tanda setuju.
Part 4
Mike dan Hyemi pergi ke tempat latihan Nine Muses.
"Kalau begitu aku telepon Minha, ya?" kata Mike
"Tidak perlu, sepertinya dia sudah datang dengan sendirinya…"
Hyemi menunjuk Minha yang baru saja memasuki ruang latihan Nine Muses.
"Annyeonghaseiyo…" sapa Minha
"Annyeong!" sapa Mike dan Hyemi
"Minha, kemarilah…" kata Hyemi
Lalu Minha menghampiri mereka berdua.
"Kenapa?" tanya Minha
"Tom and Jerry sudah bersahabat lagi." kata Mike
"Apa yang kau bicarakan?" Minha mengerutkan dahinya dan memiringkan kepalanya.
"Mike sudah menjelaskan semuanya padaku. Aku mengerti sekarang kalau aku dan Mike lebih baik menjadi sahabat, daripada menjadi pasangan kekasih. Kenapa juga kau tidak jujur dari awal kalau kau juga menyukai si pabo ini?!" kata Hyemi sambil memukul pundaknya Mike.
Mike mengusap-ngusap pundaknya, "Aw! sakit~"
"Hyemi, aku tak mungkin mengakui perasaan cintaku pada si pabo ini, karena kau yang lebih dulu mengakui perasaanmu padanya dulu! Aku memang kecewa saat kau bilang kalau kau juga menyukai Mike. Dari situ aku mundur untuk menghindari persaingan denganmu, dan berusaha mendukungmu untuk bisa mendapatkannya. Aku juga selalu berusaha untuk bilang pada Mike kalau kau menyukainya, hanya saja saat itu Mike sedang tergila-gila pada Sera unnie~" jelas Minha
"Mianhae~ aku kan, umh- pesona Sera noona terlalu kuat… aku sulit menghindarinya~" kata Mike sambil menunduk
"Dasar namja yang satu ini!" kata Hyemi
Lalu Minha menambahkan, "Saat itu Mike cerita padaku, kalau dia sangat sedih dan patah hati karena baru saja ditolak oleh Sera unnie. Aku pikir ini akan menjadi kesempatanku untuk bisa mendekatinya dan membuatnya sadar kalau aku juga mencintainya. Tapi Mike bicara tentangmu, dia ingin tahu perasaanmu yang sebenarnya. Hatiku hancur saat itu… terlebih lagi, Mike memintaku untuk berpura-pura menjadi yeojachingunya dulu agar kau cemburu dan mau mengakui perasaanmu itu padanya."
"Jadi saat itu kau— kau rela sakit hati dan berpura-pura menjadi yeojachingu si pabo ini demi aku?!" tanya Hyemi
Minha hanya tersenyum dan kemudian mengangguk, "Aku ini mak comblang…"
Hyemi menghela napas, "Hh… kau ini… kau memang terlalu baik, Minha… aku salah menilaimu."
"Saat itu Minha meneleponku dan menanyakan kabarku di London… sebenarnya aku berharap kau yang meneleponku, Hyemi!" kata Mike
"Jujur saja aku menelepon Mike karena merasa peduli padanya sebagai sahabat… tapi tetap saja aku tak bisa membohongi diriku sendiri, kalau aku masih menyimpan perasaan cinta padanya." kata Minha
"Awal aku dan Minha menjalani hubungan ini, kami takut kalau kau akan membenci kami, dan ternyata memang benar kau membenciku." Mike menatap Hyemi dan menyipitkan matanya
"Saat itu kan aku belum tahu yang sebenarnya…" kata Hyemi
"Tapi aku senang, karena sudah tak ada masalah lagi diantara kita." kata Minha
"Iya, semuanya sudah jelas sekarang, kan?" tanya Mike
"Dan aku ingin kau, pabo! Jangan pernah sakiti Minha!" ancam Hyemi
"Aku berjanji tak akan pernah menyakiti siapapun lagi… percayalah."
"Tenang saja, kalau sampai Tom menyakitiku, Jerry akan membantuku untuk membalasnya." kata Minha
"Kau bisa saja maknae…" kata Hyemi
"Jadi, kita kembali bersahabat kan, Jerry?"
Hyemi tersenyum, "Tentu saja, Tom, pabo!"
Ucapannya membuat Mike tersenyum, "Kau juga pabo!"
Akhirnya mereka bertiga bisa saling mengerti perasaan satu sama lain.
Cinta tidak bisa dipaksakan dan tidak boleh ada rahasia dalam sebuah persahabatan.
Berpikirlah sebelum melukai hati orang lain, dan bersikaplah dewasa untuk bisa saling mengerti satu sama lainnya.
-The end-
Author Says: Woooaahhh… akhirnya 10 chapter dari fanfic saya telah selesai! Mana tepuk tangannya? *Prok prok prok*. Ok, bagaimana? Apakah kalian suka dengan ceritanya? atau suka pada authornya? Hoho~ Terimakasih untuk kalian yang sudah mau membaca dan mereview fanfic saya, maaf juga bila banyak typo atau tulisan saya tidak sesuai EYD. Saya tunggu saran dan kritik juga masukan dari kalian semua para readers tercinta.
Well, this isn't goodbye~ semoga kita bisa bertemu di fanfic saya yang berikutnya. Nantikan karya-karya author lainnya, ya! Thank you! ^^*
