Please, Look At Me!
Author : BunnyJungie
Cast : VKook, MinYoon, NamJin, Hoseok
Genre : Hurt, Family, Friendship, Romance
Summary : Aku mohon lihat aku hyung –Jeon Jungkook ... Jangan pernah berharap aku akan mencintaimu –Kim Taehyung

.

.

.

Happy Reading

.

.

.

Preview

.

.

"Aku mencintaimu hyung." ujar Jimin tepat saat ciuman itu terlepas. Jimin menempelkan keningnya pada kening milik Yoongi, memberikan sengatan indah pada kedua makhluk adam itu.

"Aku juga mencintaimu Jimin." balas Yoongi seraya tersenyum manis membuat matanya menyipit lucu. Keduanya kembali larut dalam ciuman manis di tengah-tengah atap di malam hari yang begitu indah, seperti kisah cinta keduanya yang bersemi saat ini.

.

.

.

Part 10

.

.

Taehyung POV

.

Aku melangkah dengan perlahan memasuki sebuah kamar yang kosong tak berpenghuni, aku semakin melangkah masuk lalu menjatuhkan bokongku pada ranjang di kamar itu. Kutatap sekeliling kamar ini yang begitu terasa nyaman dan menenangkan, dinding yang dicat biru tua yang dipadukan dengan biru muda membuat suasana kamar ini begitu hangat. Ranjang dengan seprai putih yang sangat halus, jendela besar yang memperlihatkan pemandangan malam hari semakin mempercantik kamar ini. Seharusnya kamar ini adalah kamar milikku dan juga Jungkook, tapi karena kebodohanku semuanya tak berjalan seperti seharusnya. Seandainya aku tak menuruti egoku mungkin kamar ini akan menjadi saksi bisu kebersamaanku bersama Jungkook. Di mana setiap pagi aku akan terbangun dengan Jungkook berada di sisiku, sedikit melakukan cuddling sebelum kami benar-benar menjalani aktivitas sehari-hari.

"Bogoshipo, Jungkook-ah" gumamku lirih.

Seandainya saja jika aku tidak bersikap pengecut saat itu, mungkin sekarang aku bahagia bersama Jungkook. Jika saja dulu aku jujur mungkin sudah sejak lama aku menikah bersama Jungkook, bukan seperti ini saling menghindar dan saling menyakiti satu sama lain. Coba saja aku diberi kesempatan untuk bisa memutar waktu, aku bersumpah aku akan memperbaiki semuanya yang terjadi saat itu.

Klek...

Aku menoleh ke arah pintu kamar yang terbuka dan menampakkan sesosok pria manis dengan balutan sweater putih yang begitu cantik dipakainya, bisa kutangkap ia terlihat bingung karena aku berada di dalam kamarnya.

"Apa yang kau lakukan di kamarku?" tanyanya dingin.

Aku hanya diam tak mengindahkan pertanyaanya, aku lebih memilih melangkah mendekatinya yang tengah berdiri tepat di belakang pintu kamar. Dia semakin menatapku bingung dengan tatapan mata yang begitu menggemaskan, aku sedikit merunduk untuk menatapnya saat aku sudah tepat berada di hadapannya.

"Hyu...

Grep

.

.

Taehyung POV End

.

.

Author POV

.

.

Jungkook berjengit kaget begitu Taehyung pria yang tadi tengah duduk manis di ranjangnya kini memeluknya begitu erat, pria manis itu tidak mengerti kenapa suaminya itu tiba-tiba saja memeluknya ketika ia sendiri berlaku dingin pada pria itu. Sedangkan Taehyung sendiri kini tengah menikmati rasa hangat dari pelukan mereka, pria itu melesakkan wajahnya pada bahu sempit milik sang istri. Menghirup dalam-dalam wangi cherryblossom yang bercampur dengan wangi tubuh milik Jungkook yang begitu menenangkan, Taehyung bisa merasakan nafas hangat milik Jungkook yang menerpa tengkuknya membuat tubuhnya meremang. Tanpa sadar pria itu mendaratkan kecupan-kecupan lembut pada leher putih milik Jungkook, membuat sang pemilik leher menegang dan lemas.

Jungkook menahan nafasnya kala benda lembut dan tebal menyentuh permukaan lehernya, kepalanya terasa pening dan lututnya melemas seiring dengan bibir lembut itu mendarat di seluruh bagian lehernya. Jungkook mengigit bibir bawahnya saat Taehyung mulai mengigit dan melumat kulit lehernya, tangan pria manis itu meremat kuat kaus yang dikenakan oleh Taehyung.

"Uhh..H..hyu..nghh..." desahan pertama berhasil lolos dari bibir cantik Jungkook. Mendengar desahan indah dari bibir sang istri Taehyung meremas sensual pinggang ramping milik Jungkook, membuat Jungkook mengerang karena rasa baru di tubuhnya itu.

Taehyung menjauhkan wajahnya dari leher jenjang milik Jungkook, pria tampan itu menatap dalam manik hitam milik pria di hadapannya yang sudah terlihat sayu dan sedikit dibumbui nafsu. Dengan tak sabaran Taehyung melahap rakus bibir merah milik Jungkook, Taehyung melumat, mengigit, menghisap dan begitu seterusnya. Taehyung semakin menekan tengkuk Jungkook bermaksud untuk semakin memperdalam ciuman mereka, sedangkan Jungkook hanya bisa pasrah dengan mengalungkan keduan lengannya pada leher Taehyung dan mencoba membalas ciuman panas itu.

"Aghh..." lagi, desahan Jungkook kembali terdengar saat Taehyung mengigit bibir bawah Jungkook untuk meminta akses agar bisa memasuki gua hangat milik pria manis itu.

Jungkook semakin menarik leher Taehyung meminta pria itu untuk memperdalam ciuman mereka, Jungkook membuka mulutya saat Taehyung mengigit kecil bibir bawahnya. Setelahnya pria manis itu merasakan benda lembut memasuki mulutnya, lidah mereka saling membelit berperang untuk mendominasi ciuman itu. Suara decak terdengar diseluruh penjuru kamar milik Jungkook, suasana kamar itu bahkan terasa panas meskipun pendingin di kamar itu menyala. Taehyung menurunkan lengannya menuju pinggul sang bottom, membawanya dalam gendongannya –Koala hug menuju ranjang milik Jungkook tanpa melepas pangutan panas mereka.

Bruk..

Taehyung menjatuhkan Jungkook di atas ranjang hingga membuat tautan keduanya terlepas, nafas kedua pria itu memburu mencoba menarik dalam oksigen yang sempat hilang pada keduanya. Taehyung menyangkah tubuhnya dengan kedua tangan yang pria itu taruh di sisi kanan dan kiri kepala Jungkook, begitupun dengan kedua kakinya. Taehyung masih tetap terpaku pada makhluk di bawahnya meskipun ia terus berusaha mengembalikan deru nafasnya, makhluk di bawahnya itu sungguh tidak bisa diabaikan saat ini. Bagaimana wajah cantik itu memerah dada yang naik turun dan juga peluh yang membasahi seluruh bagian atas tubuhnya, terlihat begitu mengairahkan dan mampu membuat pria tampan itu mengerang kecil. Merasa nafasnya sudah kembali normal Jungkook membuka kedua matanya yang langsung bertubrukkan dengan onyx cokelat tua milik pria di atasnya, Jungkook menatap mata tajam pria itu dengan tatapan mata sayunya. Jungkook begitu menyukai tatapan mata yang diberikan oleh suaminya itu saat itu, mata tajam itu sarat akan nafsu namun tidak menghilangkan sinar hangat dan memuja yang selalu Taehyung berikan padanya dulu. Meskipun otak milik Jungkook memerintahan pria itu untuk berhenti dan keluar dari situasi ini namun hatinya bersorak bahagia karena inilah yang selama ini Jungkook inginkan, bukan karena Jungkook penggila sex hanya saja ia selalu menginginkan situasi ini tanpa menghilangkan perasaan keduanya.

"Jeon Jungkook, biarkan aku mengenggammu malam ini dan seterusnya." ujar Taehyung lirih.

.

.

Author POV End

.

.

Jungkook POV

.

.

"Jeon Jungkook, biarkan aku mengenggammu malam ini dan seterusnya." ujar Taehyung lirih.

Aku mengerjapkan mataku saat mendengar penuturan dari Tae hyung, haruskan aku membiarkan pria yang menjabat sebagai suami sahku itu mengenggamku seperti selama ini yang aku harapkan? Haruskah? Tapi jujur saja aku takut kalau saja Tae hyung hanya mempermainkanku, atau mungkin ia bersikap seperti ini karena pernikahan kami yang hanya berjalan kurang dari sepuluh hari lagi. Aku tidak tahu alasan pria ini.

'Tuhan, aku mohon ... biarkan aku menikmati sepuluh hari terakhirku dengannya, aku berjanji setelahnya aku akan membebaskan Tae hyung dari penderitaan ini! aku berjanji Tuhan." gumamku dalam hati.

Aku menarik nafasku pelan lalu berusaha menampilkan senyum terbaikku pada Tae hyung, aku mengangkat lenganku untuk meraih pipi tirus milik Tae hyung mengelusnya lembut.

"Genggam aku hyung! Aku mohon!" pintaku padanya.

Bisa kulihat Tae hyung tersenyum tulus padaku membuat darahku berdesir halus dan jantungku kembali berdetak dengan cepat, ia mengelus lembut wajahku dari mata turun kehidung dan terakhir pada bibirku.

"Terima kasih, sayang." ucap Tae hyung padaku lalu mencium keningku, kedua mataku, kedua pipiku, hidung bangirku dan terakhir ia mencium bibirku.

.

.

POV End

.

.

Author POV

.

.

Taehyung dan Jungkook kembali larut dalam ciuman panasnya, mereka saling meraup rakus seakan-akan ciuman itu adalah satu-satunya penopang hidup mereka. Bahkan kini tangan Taehyung tidak tinggal diam, telapak tangan hangat itu kini berada di balik sweater yang Jungkook kenakan. Mengelus perut ber-abs milik Jungkook dengan cara yang begitu sensual dan mengairahkan hingga membuat sang pemilik mengerang nikmat di bawahnya.

"Aghh..." desah Jungkook dalam ciumannya.

Bibir Taehyung sudah berpindah pada leher jenjang milik Jungkook, pria itu menjilat dan mengigit kulit leher itu hingga menghasilkan warna keunguan di beberapa tempat. Tangannya menjalar semakin naik ke dada bidang Jungkook untuk mencari sebuah tonjolan pria manis itu, setelah menemukannya Taehyung mengelus pelan lalu memelintir dan menarik lembut nipple Jungkook.

"Shhh... Tae hyu..nghh..." Jungkook kembali dibuat mendesah oleh tangan pintar Taehyung.

Taehyung membuka sweater milik Jungkook dengan tidak sabaran lalu melemparnya entah kemana, Taehyung menatap takjub pada tubuh putih tanpa cacat milik istrinya itu. Tubuh dengan abs yang setengah jadi nipple pink yang sudah menegang dan juga kulit putih bak susu membuat Taehyung harus menahan nafas, tanpa mau menunggu lama lagi pria itu mendaratkan mulutnya pada nipple Jungkook yang menegang. Jungkook meremas surai cokelat tua milik Taehyung dengan remasan erotis membuat sang pemilik surai semakin meledak-ledak karena nafsu, mata pria manis itu terpejam kuat menahan rasa nikmat yang menderanya.

"Ngghhh~" desahan Jungkook kembali terdengar.

Taehyung membawa sebelah lengannya untuk meremas bokong milik Jungkook yang masih terbalut celana Jeans, semakin membuat suasana kamar itu semakin panas karena kegiatan mereka. Dan tanpa sadar Jungkook sedikit mengangkat bokongnya agar miliknya yang sudah menegang bersentuhan dengan milik Taehyung yang sudah turn on, Taehyung mengerang karena perbuatan Jungkook namun tertahan di dada Jungkook karena ia tengah mengulum nipple pria manis itu. Taehyung kembali mendaratkan bibirnya pada bibir Jungkook setelah ia puas dengan nipple istrinya itu, sedikit kasar dari sebelumnya ia menggigit bibir atas dan bawah Jungkook secara bergantian. Ciuman itu terlepas karena keduanya kehabisan nafas, nafas keduanya memburu dan wajah kedua sepasang suami istri itu sudah sangat merah.

"Aku akan berhenti jika kau ingin berhenti Kookie-ah." ujar Taehyung seraya menatap Jungkook lembut namun tetap tidak menghilangkan kilatan nafsu di matanya.

"Tidak hyung. Ini sudah menjadi kewajibanku untuk melayanimu, jadi kau bisa meneruskannya aku tak apa-apa" balas Jungkook pada Taehyung dengan senyum kecil yang terpantri di wajah manisnya.

"Tapi aku tak masalah jika kau memang belum siap Jungkook-ah." ucap Taehyung lagi.

"Gwenchana, aku baik-baik saja."

"Baiklah, katakan padaku jika sakit arra?" jeslas Taehyung dan Jungkook hanya mengangguk sebagai jawaban.

.

.

Kini Jungkook sudah naked sepenuhnya, sudah banyak tanda merah di sekitar leher hingga dadanya. Jungkook tengah memejamkan matanya dan sesekali membuka lalu menutupnya lagi merasakan rasa nikmat pada miliknya yang tengah dimanjakan oleh Taehyung di bawah sana, lengannya meremas surai Taehyung dan mulutnya tidak berhenti menyeruakan nama pemuda itu.

"Anngghh~~ Tae hyu..nghh.. ungghhhh... Hyu..ngiee "

Taehyung memasukkan milik Jungkook ke dalam mulutnya, karena milik Jungkook tidak sepenuhnya masuk ke dalam mulut Taehyung pria itu harus menutup setengahnya dengan telapak tangannya. Taehyung mengeluar masukkan kejantanan Jungkook dari mulutnya, sesekali mengeluarkannya untuk memberi jilatan dari bawah sampai ke ujungnya dan memasukkannya lagi untuk dihisap.

"Anngghh... Hyungggiee.. a..aku.. AH!" pekik Jungkook saat ia mengalami klimaks pertamanya di mulut Taehyung.

Jungkook memejamkan matanya lelah, tubuhnya terasa sangat lemas dengan nafas yang memburu. Permainan Taehyung tadi sungguh hebat hingga membuatnya sangat puas dan ketagihan. Beberapa saat kemudian Taehyung kembali menindih Jungkook dengan nafas yang sama memburunya dengan Jungkook, di bibir pria tampan itu terdapat bercak cairan berwarna putih yang diketahui adalah sperma milik Jungkook. Taehyung memanggut bibir bengkak milik Jungkook, membawa pria manis itu ke dalam ciuman lembut namun panas dan mengairahkan.

"Cakar atau lakukan apapun padaku jika kau merasa sakit Kookie-ah~!" ujar Taehyung sesaat setelah mereka memutuskan ciumannya. Jungkook mengangguk paham lalu mengalungkan kedua lengannya pada leher Taehyung.

Mendapat persetujuan dari Jungkook Taehyung lalu tersenyum kemudian mengecup bibir merah Jungkook, lalu tangan pria itu mulai menggerakan miliknya yang besar itu ke arah hole Jungkook. Taehyung mengocok miliknya sesaat agar membuatnya semakin menegang, dengan perlahan Taehyung memasukkan ujung kejantananya pada tubuh bawah Jungkook.

"Akkhhhh..." teriak Jungkook sedikit tertahan karena ia menahan nafas saat lubangnya terasa sangat perih dan panas.

"Apa kita berhenti saja sayang?" tanya Taehyung khawatir karena melihat keadaan Jungkook, padahal itu baru ujungnya saja yang sakit tapi sepertinya sudah sangat sakit pikir Taehyung.

"T..tidak, lan..jutkan saja!" seru Jungkook lirih dan masih menahan sakit.

"Tapi hyungie takut menyakitimu sayang." jelas Taehyung. Taehyung menatap Jungkook dengan pandangan lembut juga menyesal, pria itu sungguh tidak mau Jungkook tersakiti lagi karenannya meskipun dengan hal yang berbeda tetap saja itu menyakiti pria manis itu.

"Sudah kukatakan aku baik-baik saja hyungie" terang Jungkook meyakinkan Taehyung bahwa ia baik-baik saja.

Setelah mendengar perkataan Jungkook akhirnya Taehyung menyerah dan tetap melanjutkan kegiatan mereka, walaupun ia tahu ia akan menyakiti Jungkook lagi tapi sungguh Taehyung sudag tidak bisa menahan lagi hasratnya. Dengan sekali hentak Taehyung membobol lubang Jungkook hingga miliknya tertanam sempurna pada lubang Jungkook, Taehyung mengeram merasakan kejantanannya terasa diremas oleh lubang ketat Jungkook dan juga mendesis karena merasakan gigitan pada pundaknya. Taehyung menoleh ke arah Jungkook yang kini tengah membenamkan kepalanya di leher pria itu, ia mengecup pucuk kepala Jungkook lalu menghapus air mata yang mengalir dari pelupuk mata doe milik istrinya itu. Taehyung mendiaman miliknya di dalam lubang Jungkook membiarkan Jungkook agar terbiasa dan menghilangkan perihnya sebelum ia menggerakkannya, dengan sabar Taehyung menunggu Jungkook siap ia mengecup pucuk kepala pria manis itu berkali-kali memberikan rasa nyaman pada Jungkook.

"Bergeraklah hyung, aku sudah tidak merasakan sakit lagi." titah Jungkook pelan.

Pria bersurai cokelat tua itu mulai menggerakkan miliknya di dalam Jungkook secara perlahan, sungguh hole Jungkook sangat sempit membuat milik pria itu menjepit dan memijat milik Taehyung.

"Arghh.. Kookie..." desahan Taehyung mulai terdengar seiring dengan tempo yang pria itu percepat.

"Anngghh... Tae..hyu..ngie... ahh..."

"Shit... kau s..sem..pi..t sa..ya...ng.."

"Hyu...gie... fas...tterr.." desahan Jungkook semakin keras karena Taehyung semakin menaikkan temponya menusuk prostat Jungkook.

Jungkook mendesah kuat tepat di sisi kuping Taehyung karena saat ini ia tengah memeluk pria itu erat, pria manis itu terbuai dengan rasa nikmat pada bagian bawahnya yang terus keluar masukki oleh suaminya. Sementara miliknya tengah dimanjakkan oleh Taehyung dan sekitar lehernya pun tengah di kecup dan dimainkan oleh Taehyung, tiga kenikmatan di tempat yang berbeda tengah ia rasakan saat ini. Meskipun Jungkook tahu Taehyung tidak pernah mencintainya tapi pria manis itu tidak merasa menyesal karena menyerahkan kesuciannya pada pria tersebut, karena Taehyung adalah pria yang ia cintai maka ia tidak akan pernah menyesalinya. Jungkook juga sadar waktu kebersamaan mereka hanya tinggal menghitung hari jadi pria manis itu harus dengan baik menggunakan waktu sebaik mungkin sebelum semuanya berakhir.

'Aku mencintaimu hyung' gumam Jungkook dalam hati.

"Hyu...nghhh... a..aku... a..aka..n kel..uar..." ujar Jungkook mendekati klimaksnya.

"Ber...sa..ma... sa..ya...nghhh.." Taehyung semakin mempercepat sodokannya dan juga permainan tangannya saat mereka sama-sama akan menuju klimaks.

"JUNGKOOK/TAE HYUNG!" keduanya memekik bersama saat klimaks itu datang.

Jungkook menutup matanya saat rasa hangat melingkupi tubuh bawahnya, Taehyung menumpahkan cairannya di dalam tubuhnya membuat rasa hangat itu terasa nyaman. Sedangkan Jungkook sendiri menumpahkan seluruh cairannya di sekitar perut dan telapak tangan Taehyung, Taehyung menyandarkan kepalanya pada pucuk kepala Taehyung matanya terpejam karena rasa terpuaskan mendera tubuhnya.

"Kau lelahkan? Ayo tidur sayang" ujar Taehyung seraya mengeluarkan miliknya kemudian membawa Jungkook untuk berbaring di sebelahnya.

.

.

Author POV End

.

.

Jungkook POV

.

.

Tae hyung membawa tubuhku untuk berbaring tepat di sebelahnya, ia menarik selimut untuk menutupi tubuh kami berdua lalu membawaku ke dalam pelukannya. Rasanya sangat nyaman dan begitu hangat membuatku ingin berlama-lama berada di dalam dekapannya, jika bisa aku ingin menghentikan waktu agar aku bisa terus merasakan pelukan hangatnya. Kupejamkan mataku mencoba untuk tidur karena sungguh tubuhku terasa begitu lelah karena kegiatan panas kami, tapi entah kenapa mataku tidak mau terpejam dan membawaku ke alam mimpi. Aku mendongkak menatap Tae hyung yang sudah terlelap, wajahnya begitu tampan saat ia tertidur dan aku bersumpah aku mulai merasa berat meninggalkan Tae hyung jika waktunya datang.

"Ahaahh..."

Aku menghela nafas berat mengingat hanya tinggal sembilan hari lagi terhitung dari sekarang masa pernikahan kami akan berakhir, jujur saja aku sangat berat menghadapinya tapi aku tidak bisa lari dari perkataanku sendiri kan? Jelas-jelas aku sendiri yang mengucapkan kaliamat itu dan sekarang malah aku pula yang menyesalinya.

"Hyungie, aku janji setelah ini kau akan bebas! Hanya sembilan hari lagi, aku janji kau bebas setelahnya." aku berujar lirih pada Tae hyung yang terlelap di sampingku.

"Aku selalu mencintaimu Kim Taehyung!" lanjutku kemudian mengecup sekilas bibir tebal milik Tae hyung.

Setelah mengatakan semuanya aku memilih memejamkan mataku yang sudah mulai memberat, aku terlelap menyusul Tae hyung ke alam mimpi dan aku berharap saat aku terbangun aku mampu melewati semua ini sendirian.

.

.

Jungkook POV End

.

.

Taehyung POV

.

.

"Aku selalu mencintaimu Kim Taehyung"

Aku menahan nafasku mendengar ungkapan lirih dari pria manis yang berada dalam dekapanku, aku mengeratkan pelukanku padanya setelah mendengar setiap ucapannya sejak tadi. Aku membuka mataku saat mendengar deru nafas teratur yang bertanda bahwa pria manis dalam dekapanku ini sudah terlelap, aku menunduk untuk mensejajarkan wajah kami. Air mataku mengalir melewati pipi tirusku rasanya begitu sakit mendengar setiap kalimat yang ia lontarka padaku, apa kita harus berakhir setelah malam ini Jungkook-ah?

'Sembilan hari lagi yah? Apakah harus seperti ini? bahkan aku tidak pernah menganggap serius ucapanmu saat itu, tapi sepertinya kau serius tentang itu. Aku mencintaimu sungguh!' ungkapku dalam hati seraya menatap Jungkook yang tengah terlelap.

"Aku tidak bisa melepasmu Kookie-ah! Tapi aku takut kau tersakiti jika aku memaksamu tetap berada di sisiku." ujarku lirih. Aku mengusap lembut pipi tembam milik Jungkook kemudian mengecup keningnya cukup lama sebelum akhirnya aku kembali menatap wajahnya dalam.

"Kau harus tahu ... aku ... juga mencintaimu Jeon Jungkook." Laanjutku lalu kembali memejamkan mata untuk menyusul Jungkook ke dunia mimpi.

.

.

.

TBC

.

.

.

Hi, Bunny back with chapter 10!

Guys sorry yah karena Bunny lama update karena jujur aja Bunny sedikit kehilangan ide buat nerusin ceritanya, tapi tenang Bunny udah usahain nerusin dan jadilah gini. Oh yah, Bunny sedih deh soalnya review-nya makin kesini makin dikit banget jadi nggak semangat nerusin ff ini. tapi Bunny ucapin makasih sama yang udah ngasih review meskipun sedikit. Bunny mau minta maaf yah kalo masih banyak typo karena ini belum sempet Bunny edit.

Last, review juseyo...