.

.

.

Disclaimers : Masashi Kishimoto

.

.

Sasuke X Sakura

.

.

Warn : Typo's , OOC , AU, Gaje dll.

.

.

Chapter : 10

Police Story © JuliaCherry07

.

.

.

.

Sasuke dan Sakura menyusul rekan mereka turun kelantai dansa. Sakura tiba tiba merasa canggung saat atasannya yang tampan itu merengkuh pinggangnya. Ia terpaksa melingkari leher pria Uchiha itu. Dengan kaku Sakura mengikuti gerak Sasuke. Pria itu sedari tadi memandanginya dengan pandangan yang sulit untuk dijabarkan, Senyum tipis tak lepas dari bibir pria itu. Sedangkan Sakura semakin salah tingkah. Ia tak berani membalas tatapan kaptennya tersebut, karna itulah ia membuang muka kesegala arah asalkan tidak memandangi pria yang berdansa dengannya sekarang.

Dari kursi yang Karin duduki, Matanya terus memandang tidak suka kearah Sasuke dan Sakura yang sedang berdansa. Ia meminum Tequila yang bartender berikan padanya dengan sekali teguk. Air yang sedikit membasahi sudut bibirnya karna bekas minumnya tadi, Ia seka dengan kasar.

Karin pun berdiri dan meninggalkan tempat itu dengan perasaan marah.

.

...

.

"Kenapa kau tiba tiba ingin berdansa denganku? bukankah kau tadi menolak ajakanku?" Tanya Sasuke ditengah gerak dansanya. Seringai menghiasi bibir tipis pria Uchiha itu.

Sakura mendengus. "Hanya ingin saja" Jawabnya ketus.

Sasuke tidak percaya. Tangannya yang masih bertenger dipinggang mungil Sakura , Ia tekan hingga membuat tubuh gadis itu menempel ditubuh Sasuke. Wajah mereka begitu dekat hingga Sakura bisa merasakan hembusan nafas pria itu.

Wajah Sakura memerah sempurna. Dengan jarak sedekat ini ia bisa melihat jelas mata onyx Sasuke yang penuh pesona itu. "A-apa yang k-kau lakukan?" Baru kali ini Sakura merasa begitu sangat gugup dengan jantung yang berdegup tak karuan. Apa dia punya penyakit jantung, Pikir gadis itu.

Sasuke tersenyum menawan. Mata onyxnya seakan mengunci mata emerald Sakura. "Kau cemburu kan? Katakan saja, Sakura" Suara Sasuke terdengar mendesah.

Sakura menelan ludahnya kaku, Ia bergerak gelisa dikungkungan pria itu. "S-Sasuke" Cicit Sakura.

Sasuke mencondongkan kepalanya dan mendekat, membuat gadis itu tau apa yang akan pria itu lalukan. Sakura menutup matanya saat bibir pria itu lagi lagi mencium bibirnya tanpa ijin. Sasuke menyeringai ditengah ciumannya saat menyadari Sakura tak menolaknya. Pria itu semakin menekankan bibirnya dan melumat bibir ranum gadis yang sudah ia sukai sejak dulu itu.

Tanpa mereka berdua sadari karna tengah asyik berciuman, Ino dan Sai terkekeh geli melihat mereka. Ino bertanya pada rekan dansanya itu. Apa Sasuke menyukai sahabatnya itu? dan Sai mengiyakannya. Ino bertanya lagi apa Sasuke mengenal Sakura dulunya? lagi lagi pria detective itu hanya menjawab iya. Tak menjelaskan secara rinci, membuat gadis pirang itu geram.

"Kenapa? kau juga ingin ku cium?" Goda Sai. Ino memerah sempurna.

"Kau, ini" Ino yang tersipu memukul pelan dada Sai. Pria itu terkekeh dan dengan kilat ia memberi kecupan singkat dibibir gadis pirang itu.

"Kau tau, Kau terlihat menggemaskan saat tersipu. Membuatku tidak tahan saja" Tutur Sai.

Ino menutup mulutnya yang menganga dengan kedua tangannya karna masih shock akibat kecupan yang diberikan pria itu padanya. "A-aku, mau ketoilet" Ino segera lari meninggalkan Sai yang terkekeh geli melihat tingkah Ino.

"Apa yang kau lakukan dengannya?" Sebuah suara menginterupsi. Sai menoleh kebelakang. Sakura dan Sasuke berdiri didedapannya. Sakura menatap Sai penuh selidik. "Kau melukai hatinya lagi?".

Sai mengerutkan keningnya. "Kapan aku melukainya?" Tanya balik Sai tak terima.

"Mungkin, Saat kalian masih di Amerika dulu." Sakura menjawab sambil mengangkat kedua bahunya.

Sasuke terkekeh. Sai mendengus. "Itukan sudah lama, Sakura" Ujar Sai. Sakura kembali mengangkat bahunya acuh.

"Aku hanya melakukan hal yang sama dengan apa yang kalian lakukan tadi." Terang Sai. Wajah Sakura bersemu merah.

"Dasar bodoh" Umpat Sakura sambil berlalu pergi meninggalkan kedua pria tampan yang terkekeh.

.

Police Story © JuliaCherry07

.

Naruto duduk diruang tamu diapartemen mewahnya. Ia terlihat merenung dengan tangan yang memegang gelas yang berisi minuman beralkohol. Diruangan yang sengaja ia gelapkan dengan tak menyalakan lampu diruangan itu. Naruto menatap kotak cincin yang ia taruh dipangkuannya saat ini.

"Kenapa, Setiap orang yang terpenting didalam hidupku. Selalu pergi meninggalkanku seorang diri?" Tanya pria itu entah pada siapa. "Ayah, Ibu dan sekarang kau. Shion" Sambungnya.

Pria itu kembali meneguk minumannya sampai tandas. Ia terlihat sangat mabuk saat ini.

TING TONG!

Suara bel apartemennya berbunyi. Naruto sedikit menggerutu, Ia berdiri dan berjalan terhuyung huyung untuk membuka pintu. "Siapa orang yang bertamu malam malam" Racaunya.

Dahi Naruto mengerut melihat sosok wanita cantik berdiri didepan pintu apartemennya saat ini. "Hinata?" Gumam Naruto. Wanita berambut panjang itu tersenyum ramah.

"M-maaf, bertamu malam malam. Saya hanya ingin menyerahkan berkas anda yang tertinggal. Karna saya tau berkas ini sangat penting." Terang Hinata menyodorkan sebuah amplob yang berisi berkas penting itu pada Naruto.

"Hn, Terima kasih, Masuklah" Naruto mengambil amplob itu dan menyuruh Hinata masuk.

Wanita itu nampak ragu, Ia terlalu segan berkunjung diapartemen atasannya malam malam, Apalagi atasannya itu tinggal seorang diri. Hinata menatap aneh Naruto yang berjalan terhuyung seperti itu.

Matanya melebar saat Naruto hendak terjatuh. Dengan sigap Hinata berlari dan menangkap tubuh pria itu yang hendak terjatuh kelantai. "Kapten, kau baik baik saja? Anda mabuk ya?" Tanya Hinata.

"Hm...Akuhh...baik baik sajahh.." Jawab Naruto yang mabuk berat itu. Hinata menuntunnya kearah sofa diruang tamu tersebut. Ia membantu Naruto duduk. Lalu ia berniat mengambilkan air mineral untuk kaptennya. Namun pria blonde itu menahan lengannya dan menariknya hingga wanita itu jatuh dipangkuan Naruto.

Wajah Hinata memerah sempurna. "K-kapten, A-aku...hmph..." Matanya melebar saat kaptennya itu tiba tiba melumat bibirnya dengan kasar. Hinata yang sempat terperangah kini sadar dan meronta untuk dilepaskan, Namun pria itu mempererat kungkungannya pada wanita itu dan semakin memperdalam ciumannya.

Hinata mendorong dada pria itu. "Ka-kap hmphh.." Lagi lagi Naruto mencium Hinata. Sepertinya pria itu mabuk berat dan tak sadar dengan apa yang ia lakukan pada gadis itu. Hinata memejamkan matanya erat saat merasakan tangan bebas Naruto meremas pahanya. "Ahhh...ukh..." Desah Hinata tertahan membuat pria yang seperti kemasukan setan itu semakin ingin melakukan hal yang lebih pada wanita yang dicumbunya itu.

.


.

Sakura tengah sampai diapartemennya. Ia segera membersihkan diri dikamar mandi. Wajahnya kembali memerah saat mengingat kembali kejadian beberapa jam yang lalu dengan kapten kepala ayam itu. Ia segera menggeleng.

"Ada apa denganku? tidak mungkin aku menyukai kepala ayam itu. Tapi..." Tangannya menyentuh dadanya sendiri. "Kenapa disini terasa senang saat bersamanya" Gumamnya.

PRAAK

Sakura segera menoleh kepintu kamar mandi yang ia tutup. Dahinya mengerut saat mendengar suara benda jatuh di luar sana. Dengan instingnya sebagai agent rahasia, Ia mengerti ada orang lain yang menyusup diapartemennya saat ini. Segera ia memakai piyama tidurnya yang sudah ia siapkan dikamar mandi dan segera memakainya.

...

Dibalkon tepat diluar jendela kamar diapartemen Sakura. Seseorang berpakaian hitam mengendap endap menerobos masuk lewat jendela kamar Sakura.

Orang itu mendekat kearah tempat tidur Sakura, dimana gadis itu terlihat tidur dibalik selimut yang menutupi tubuhnya. Keadaan kamar itu cukup gelap namun tak membuat orang yang berpakaian serba hitam itu mengurungkan niat jahatnya.

Penyusup itu menodongkan pistol kearah Sakura yang tidur dibalik selimut tebalnya. Penyusup berkaca mata itu menyeringai dan membenarkan kaca matanya yang sedikit menurun. "Kau, berurusan dengan orang yang salah. Gadis pink yang malang." Ujarnya.

DOOORRRRR

Penyusup itu menembakkan satu tembakkan tepat kearah Sakura yang tidur diatas ranjangnya. "Selamat tinggal." Ujar Penyusup itu tersenyum senang setelah berhasil membunuh targetnya.

DEG

Tiba tiba penyusup itu menegang dan berdiri kaku saat merasakan tekanan sebuah pistol dibelakang kepalanya.

"S-siapa kau?" Tanyanya sambil melirik melalui ekor matanya.

Sosok siluet yang berdiri dibelakang penyusup tersebut menodongkan pistol tepat dikepala penyusup itu dan menyeringai. "Ck! Kau mengganggu tidurku saja." Ujarnya datar.

Penyusup itu tersentak. Matanya yang terbelalak menatap targetnya yang ia bunuh tadi ditempat tidur. "T-tidak mungkin kau..." Cicitnya tak percaya.

"Hn. Aku tak semudah itu mati bodoh" Ucapnya malas. "Kau yang tengah berurusan dengan orang yang salah." Sambungnya.

"Siapa kau sebenarnya?"

"Kau, Tidak mengenalku. Tapi kau ingin membunuhku. Ck! Kejam sekali kau." Ketus sosok siluet itu yang ternyata adalah Sakura. Ia masih hidup. Jadi yang penyusup tembak tadi apa?. Tentu saja itu hanyalah guling yang sengaja gadis itu tutupi dengan selimut untuk menjebak penyusub tersebut. Cerdik sekali.

CEKLEK

Kamar itu tiba tiba menjadi terang. Terlihat jelas sekarang wujud penyusup yang ingin membunuhnya tadi. Ia seorang wanita. Wanita yang ia jumpai diclub malam tadi.

Sakura berjalan memutari penyusup itu dan berhenti tepat didepan penyusup itu sambil menodongkan pistol kearah kepala penyusup berambut merah tersebut.

"Tidak ku sangka. Kau adalah wanita jalang yang menggoda pria ku tadi." Ucap Sakura. Sejak kapan Sasuke menjadi priamu, Pinky?.

Karin, Penyusup itu mendengus. "Pistolmu itu bukan sembarang pistol. Itu adalah senjata api tipe QSZ-92 yang sering digunakan pihak kepolisian. Warga sipil sepertimu tak mungkin mempunyai pistol seperti itu. Siapa kau sebenarnya,heh?" Geram Karin.

Sakura tersenyum. "Wanita pintar. Apa sekarang target organisasi kalian adalah polisi? Aa, Ku tebak. Kau pasti yang melenyapkan sersan Shion, benar begitu?" Tebak Sakura.

Karin terperanjat dan membulat sempurna. "K-kau, Polisi?".

"Sayangnya iya. Bagaimana jika aku membunuhmu lalu ku kirim jasad mu kemarkas organisasi kalian? Anggap saja pembalasan. Bagaimana menurutmu?". Sakura bertanya dengan wajah innocentnya.

Karin terlihat pucat dan mengerang kesal. "Kau gila. Aku tak mudah kau bunuh, Bodoh!" Bentaknya.

Raut Sakura berubah dingin dan datar mirip orang mempunyai pribadi ganda."Sayang sekali. Aku bukanlah seorang polisi biasa yang dengan mudah kau bunuh. Aku tak pernah gagal membunuh target ku saat misi.".

"Siapa kau, Sebenarnya?".

Sakura menyeringai. Sisi lain dalam dirinya sebagai agent FBI yang berdarah dingin seakan kini menguasainya.

DOOOORRR

.

.

.

New York , America

.

Sasori dan Itachi duduk disebuah caffe yang cukup terkenal dikota New York itu. Seorang pelayan datang membawakan pesanan mereka. Setelah tugas pelayan itu pergi, Sasori mulai membicarakan rencananya.

"Kau, Yakin ini akan berhasil?" Tanya Itachi untuk kedua kalinya. Karna tadi sebelum pergi ke caffe ini ia sudah menanyakan pada pria berwajah imut tersebut dengan hal yang sama.

Sasori mendesah. "Jangan khawatir." Ujar Sasori. "Setelah ini selesai, Aku akan pulang ke jepang untuk menemui adikku. Aku tidak ingin dia berurusan lebih jauh lagi dengan organisasi hitam itu." Sambungnya.

Itachi mengangguk. Mata onyxnya tanpa sengaja menangkap sosok yang sudah mereka incar. "Dia datang, Arah jam 2" Kata Itachi memberi kode pada Sasori. Sasori menoleh kearah yang diberitau Itachi.

Seorang pria berambut hitam panjang yang baru memasuki caffe tengah duduk seorang diri diseberang sana. Pria paruh baya yang masih terlihat awet muda itu memesan kopi pada pelayan caffe. Sasori masih memperhatikan pria itu.

"Orochimaru. Ck!" Sasori menatap tajam pria yang duduk seorang diri tak jauh darinya. "Kita mulai, Itachi". Ujar Sasori.

Itachi mengangguk mengerti dan berdiri pergi keluar caffe. Sasori menghampiri Orochimaru dengan membawa gelas plastik yang berisi kopi ditangannya.

BRUKK

Sasori dengan sengaja menumpahkan kopi panas itu kearah Orochimaru. Pria itu tersentak dan lekas berdiri seraya membersihkan bajunya yang basah dan panas karna ketumpahan minuman Sasori.

"Sorry" Ucap Sasori pura pura menyesal.

"No problem" Tukas Orochimaru, Pria tua awet muda itu lantas pergi ketoilet meninggalkan Sasori yang kini menyeringai lebar.

Didalam toilet yang ada dicaffe itu, Orochimaru membersihkan bajunya yang terkena noda kopi. Pria itu berdecak kesal. "Sial" Umpatnya.

Setelah sudah cukup bersih, Orochimaru hendak keluar dari toilet namun pintu toilet tak bisa dibuka. "Apa apaan ini" Gerutunya kesal. Pria tua itu mengedor ngedor pintu toilet itu namun tak ada yang mendengar.

Disisi lain , dari arah ventilasi yang ada di toilet itu. Itachi yang berada diluar sana melempar bola kecil seperti kelereng lewat ventilasi kecil itu.

POOOF

Bola kecil itu lantas berubah menjadi kepulan asap. Orochimaru segera menutup indra penciumannya saat menyadari itu adalah gas tidur.

"Uhuk... uhuk..., Sialan" Umpatanya.

Tak butuh waktu lama kesadaran pria itu mulai melemah dan...

BRUUUK

Ia terjatuh kelantai dan tak sadarkan diri.

CEKLEK

Pintu toilet itu pun terbuka. Sasori menyeringai puas dengan keadaan Orochimaru yang tak sadarkan diri tersebut.

"Ini baru permulaan. Orochimaru."

.

.

.

TBC

Thanks :

DaunIlalangKuning , zarachan , sasorikun's wife, Hoshi Riri, Hanazono yuri, Younghee Lee, Fahrezaarpianti, victoriavict, mantika mochi, mls login, Aikaa-chan, Nurulita as Lita-san, Laifa, Saku hime, LaniKawaii, devanichi, Yuki Sakura, Yulia230, Uchiharuno-chan dsb.

Maaf tidak bisa membalas review kalian satu persatu

with love

JuliaCherry07