Halove~ chapter 10 sudar rilis. Sepertinya ini chapter terpanjang selama ini. Semoga kalian suka ya! maafkan kalau masih ada typo dan lainya. hehehhe.


HAPPY READING ^^

Author POV

" John! Apa kabar?" tanya Minho yang terlihat begitu terkejut melihat Johnny tepat di hadapanya.

" Baik tentu saja, kamu bagaimana? Dia istrimu?" johnny balik bertanya pada Minho.

" Calon hahah" ucapan Minho disambut tawa dan cubitan pelan dari Taemin.

" Apa? Bukan, kita hanya berteman kok" ujar Taemin. Sambil membawa Hyoje ke pelukanya.

" Lalu anak siapa itu?" tanya johnny.

" Namanya Hyoje,ah pokoknya panjang kalau aku ceritakan sekarang, tapi bisa kubilang ini anak Jaehyun" ujar Minho. Johnny seketika menegang. Dia menatap bayi yang berada dalam gendongan Taemin dengan seksama. Tak lama dia menyadari sesuatu. Dia tersenyum dengan hangat.

" Bayinya sangat cantik, kamu harus menceritakan semuanya ok?" ujar Johnny.

" Tentu saja, datanglah kerumah besok. Umma dan appa merindukanmu John!" ujar Minho. Yang disambut dengan anggukan dari Johnny. Minho dan Taemin pun segera berpamitan untuk pulang. Johnny membalas lambaian tangan mereka. Wajah Hyoje yang cantik masih membekas di kepalanya.

" Payah! dia terlalu mirip dengan ibunya" gumam Johnny dengan kekehan khas dirinya.

Semakin sore semakin banyak pula kegiatan yang harus diikuti oleh para siswa dan siswi yang mengikuti perkemahan ini. Acara sore ini adalah acara kreasi seni jadi setiap kelas akan mempertunjukan suatu karya. Mereka semua diberi waktu selama 30 menit untuk latihan. Doyoung hanya menatap teman-temanya yang masih sibuk untuk menentukan kreasi apa yang akan ditampilkan. Tiba-tiba salah satu temanya menatap dirinya.

" Bagaimana kalau dia saja yang tampil" tunjuknya pada Doyoung. Doyoung yang ditunjuk pun terlihat kaget. Apalagi teman-temanya yang lain menatap remeh dirinya.

" Oke, kita putuskan perwakilan untuk kreasi seni dari kelas yaitu kau Kim Doyoung! Jadi cepat kau putuskan kau mau menampilkan apa" ujar temanya. Doyoung terdiam, dia harus menampilkan apa? Ditunjuk mendadak seperti ini siapa yang tidak kaget, merasa tidak siap itu sangat.

" Baiklah aku akan melakukanya, adakah yang membawa gitar? Aku akan menyanyi sambil memainkan gitar" teman-temanya terlihat kagaet dengan ucapan Doyoung, mereka tidak menyangka Doyoung akan menyanggupi permintaan mereka. Salah seorang dari mereka memberikan sebuah gitar pada Doyoung. Doyoung hanya memegang gitar tersebut dengan mata yang terpejam. Terlihat dia masih belum dapat memilih lagu apa yang harus dia nyanyikan.

" Kau pura-pura bisa memainkan gitar?" tanyanya sedikit keras. Doyoung tersenyum dia meyakinkan bahwa dia bisa untuk tampil sebentar lagi. Teman-temanya pun meninggalkan dia sendiri untuk berlatih.

Jaehyun POV

Ah Doyoungie ku sedang berlatih, akupun mendekatinya yang masih bersenandung sambil mencoba mencari kunci yang pas pada gitarnya.

" Sayang" panggilku. Dia menghadap kearahku, dan langsung menghentikan kegiatanya.

" Kenapa berhenti?" tanyaku penasaran, sebab dia terlihat sedikit kaget akan kedatanganku.

" Habis kau mengagetkanku Jae, aku kan sedang berlatih" jawabnya dengan tampang yang sangat imut. Ya tuhan aku gemas sekali melihatnya.

" Maaf deh, emang nyanyi lagu apa?" dia hanya menggeleng dan terus bilang 'itu rahasia'. Aku pun hanya tertawa mellihatnya. Kemudian aku mengingat sesuatu.

" Oh ya, aku sudah menyimpan bantal yang tadi tertinggal di barang bawaanku ke tenda mu dan Ten dan ada hadiah juga" ujarku.

" Gomawo~" ucapnya.

" Jadi kamu mau menyanyikan lagu apa?" godaku lagi.

" Yak! Kubilang itu rahasia Jae-ya" ujarnya dengan sedikit kesal.

" Hahaa, iya itu rahasia, yasudah aku akan menunggu saja pernampilan mu sebentar lagi. Aku harus membantu yang lain dulu. Semangat ya chagi~" ujarku sambil melakukan pose fighting.

" Hm, Jaehyun ah! Lagu yang kunyanyikan itu hadiah untukmu!" ucapnya dengan sedikit berteriak. Aku membalikan tubuhku ke arahnya sambil tersenyum aku memberikan heart sign dengan jariku. Kulihat dia sedikit tersipu. Aku jadi tak sabar untuk melihat hadiahku.

Author POV

Akhirnya acara kreasi seni pun dimulai, giliran tampil dilakukan dengan cara pengocokan. Kelas Doyoung mendapat urutan ke-4. Terlihat semua menikmati acara ini. Dan sekarang adalah saatnya kelas Doyoung untuk menampilkan kreasi seninya. Doyoung pun dengan langkah pasti berdiri dan kemudian duduk di bangku yang disediakan ditengah lingkaran. Doyoung tersenyum ketika dia sudah dipersilahkan oleh mc acara untuk memulai penampilanya. Semua orang menatap Doyoung dengan penasaran, sebab Doyoung terkenal dengan julukanya ice princess. Suara petikan gitar pun terdengar.

Especially for you
I wanna let you know what I was going through
All the time we were apart
I thought of you
You were in my heart
My love never changed
I still feel the same

Especially for you

I wanna tell you I was feeling that way too
And if dreams were wings, you know
I would have flown to you
To be where you are
No matter how far
And now that I'm next to you

No more dreaming about tomorrow
Forget the loneliness and the sorrow
I've got to say
It's all because of you

And now we're back together, together
I wanna show you my heart is oh so true
And all the love I have is
Especially for you

Especially for you

I wanna tell you, you mean all the world to me
How I'm certain that our love was meant to be
You changed my life... ooh
You showed me the way
And now that I'm next to you

I've waited long enough to find you
I wanna put all the hurt behind you
Oh, and I wanna bring out all the love inside you, oh

And now we're back together, together
I wanna show you my heart is oh so true
And all the love I have is
Especially for you

You were in my heart
My love never changed
And now that I'm next to you

No more dreaming about tomorrow
Forget the loneliness and the sorrow
I've got to say
It's all because of you

And now we're back together, together
I wanna show you my heart is oh so true
And all the love I have is
Especially for

Together, together, I wanna show you,
My heart is oh so true, and all the love I
Have is especially for you...

Doyoung mengakhiri lagunya dengan senyuman yang dia tunjukan untuk Jaehyun. Jaehyun menatap Doyoung dengan binar bahagia dan juga bangga bahwa kekasihnya telah berhasil memukau orang-orang yang telah mendengar dirinya bernyanyi. Ten bahkan bertepuk tangan dengan sangat heboh, dia pun sama tidak menyangkanya dengan yang lain bahwa Doyoung mempunyai kemampuan yang begitu indah. Jaehyun pun mengedipkan matanya sebagai tanda dia sudah mengambil hadianya. Acara ini berlanjut sampai semua kelas telah menampilkan karyanya. Acara pun dilanjutkan dengan kegiatan post to post. Dimana semuanya orang yang mengikuti ini akan mengambil nomor untuk menentukan kelompoknya. 4 orang yang memegang kertas dengan nomor yang sama akan dijadikan satu kelompok.

" Doyoung dapat nomor berapa kamu?" tanya Ten.

" No 1 Ten, kamu? Aku harap kita bisa berangkat bersama" ujar Doyoung dengan nada memohon.

" Sayangnya kita tidak satu kelompok sayang, tapi kamu satu kelompok dengan Taeyong" ujar Ten.

" Ah begitu, baiklah aku masih satu kelompok dengan orang yang aku kenal" Semuanya pun berkumpul dan mulai mencari kelompoknya masing-masing. Entah kebetulan atau memang disengaja. Doyoung satu kelompok dengan Taeyong, Jeno, dan teman Jeno. Sedangkan Ten satu kelompok dengan Jaehyun dan anak kelas 11 lainya.

-oOo-

Perjalanan pun dimulai dengan ceria. Masing-masing kelompok menyanyikan yelyelnya dengan begitu semangat. Setiap kelompok diberi selisih waktu 10 menit. Pemberangkatan tidak sesuai dengan nomor kelompok mereka, tapi hal tersebut diundi lagi. Kelompok Doyoung mendapatakan giliran terkahir untuk berangkat. Diperjalanan hanya Jeno saja yang terlihat sangat antusias terbukti dnegan bibirnya tidak berhenti untuk berbicara. Pos demi pos telah mereka lalui, tapi saat akan mencari pos terakhir mereka tidak dapat menemukanya.

" Astaga, pos terakhir itu ada di mana?" ujar Taeyong dengan nada gusar. Doyoung hanya melirik Taeyong dan ikut terdiam. Dia dan yang lainya pun sudah kelelahan, dan matahari pun sebentar lagi akan menghilang.

" Sebaiknya kita istirahat dulu" usul Jeno. Tanpa ucapan iya pun semuanya telah duduk dibawah pohon yang daunya cukup lebat. Langit pun telah kehilangan cahaya untung saja mereka telah mempersiapkan senter untuk keperluan mendadak seperti ini. Terdengar suara orang bersin, semuany pun melirik ke arah teman sekelas Jeno yang sangat pendiam.

" Kita harus cepat kembali ke perkemahan, aku rasa kita telah tersesat dalam hutan ini" ucap Taeyong. terlihat wajah-wajah penuh kegelisahan kecuali wajah adik kelasnya yang tertutup masker sejak awal.

" Sebaiknya kita mennggu beberapa saat, aku yakin pihak panitia dan yang linya pun menyadari kalau kita tidak kembali ke perkemahan" ujar Doyoung. Semuanya mengiyakan perkataan Doyoung, mereka tahu walaupun terllihat tenang tapi sebetulnya orang yang paling merasa takut itu adalah Doyoung sendiri.

Jaehyun POV

Aku sangat cemas, karena malam telah tiba udara semakin dingin, dan aku sama sekali belum melihat kedatangan kelompo Doyoung. Aku dan Ten berusaha berfikir positif bahwa kelompok mereka pulang bersama dengan panitia yang berada di pos terakhir. Tak lama kulihat rombongan dari pos terakhir telah kembali ke perkemahan. Belum sempat aku bertanya mengenai keberadaan Doyong mereka telah bertanya terlebih dahulu.

" Kelompok terakhir tidak berangkat? Mereka tidak datang ke pos ku" ujar Jiwoo.

" Benarkah?" tanya Ten dengan nada khawatir yang ketara.

" Iya, aku kira mereka tidak berangkat. Tapi serius mereka tidak datang ke pos terakhir, bahkan aku dan yang lainya sempat menunggu dulu beberapa saat" ujar Jihun lagi. Ke khawatiran pun memenuhi hatiku, bagaimana bisa Doyoung, Taeyong dan dua orang lainya tidak sampai ke pos terakhir. Akhirnya kulihat panitia dan guru pun sepakat untuk menunggu kedatangan mereka hingga satu jam kedepan. Jika lewat dari jam itu semua panitia dan guru akan berpencar mencari mereka. Sesungguhnya aku sudah sangat ingin mencari mereka.

" Apa yang kalian katakan hah?" " Apa maksud kalian?!" teriak Ten penuh marah. Aku menghampirinya dan mencoba menenangkanya. " Ada apa Ten?" tanyaku, dia tidak menjawab pertanyaanku. Kulihat beberapa adik kelas menatap Ten dan diriku dengan tatapan penyesalan.

" Jaehyun, Doyoung dan Taeyong ku menghilang karena mereka! mereka sengaja menukar arah jalan yang menuju pos terakhir. Pantas saja mereka tidak pernah sampai pada pos terakhir!" adu Ten yang mengarahkan tanganya untuk memukul mereka. Dengan refleks aku menangkap tubuh mungilnya. Guru dan panitia yang mendengar pun langsung mengintruksikan kita untuk berpencar mencari Doyoung dan lainya. Dan ku lihat seorang guru menjaga Ten yang tengah menangis dan yang lainya mengintrograsi adik kelas yang kelewat menyebalkan itu.

Author POV

Taeyong yang sudah kesal menunggu terlihat sesekali mencoba memberi tanda untuk teman-temanya. Jeno yang melamunkan nasibnya malam ini hanya sesekali menguap dan menaruh tanganya pada api yang mereka buat untuk menghangatkan diri. Mereka bukan tidak ingin mencoba untuk mencari jalan pulang. Tidak adanya penerangan yang memadai membuat mereka takut untuk pulang, karena mereka sudah memikirkan resikonya terlebih dahulu. Akhirnya Jeno pun mengusulkan untuk bermain TOT ( truth or truth) untuk memecah keheningan. Mereka pun semua menyetujuinya. Permainan di mulai dan korban pertama adalah Taeyong. pertanyaan-pertanyaan polos dari Jeno berhasil menguak siapa orang yang Taeyong sukai selama ini. Dan saatnya giliran Doyoung.

" Siapakah anak kecil yang tadi pagi datang bersama nuna? Dia mirip sekali dengan nuna" pertanyaan Jeno membuat Doyoung terkejut.

" Dia anaku" jawaban Doyoung membuat Jeno dan Taeyong terlihat sangat terkejut. Jeno yang terkejut karena baru mengetahui fakta ini, dan Taeyong yang terkejut karena kejujuran Doyoung.

" Omo! Anak nuna dan Jaehyun sunbae?" dengan spontan Jeno bertanya lagi. Dia menghiraukan tatapan tajam dari Taeyong. terlihat Doyoung menggeleng " Tidak Jeno ya, aku hamil karena kecelakaan" . Jawaban Doyoung membuat Jeno yang penasaran hampir saja bertanya kembali.

"Sudah diam, sekarang giliranku yang bertanya" Jeno pun mengalah dengan tatapan menyebalkanya, Taeyong pun hanya tersenyum kecil melihat interaksi kedua adik kelasnya ini.

" Bayi itu anak nuna dan mantan kekasih nuna?" pertanyaan polos tersebut membuat Doyoung tertawa pelan.

" Aniya, tapi dia anak dari sahabatku. Aku mengenal dia dengan baik, aku mengetahui keluarganya dengan baik, aku pun menyayanginya seperti seorang saudari yang menyayangi kakak lelakinya." Semuanya mendengar jawaban Doyoung dengan seksama.

" Kalau begitu kamu tahu siapa dia, mengapa tidak kau mintai pertanggung jawaban?" tanya Taeyong.

" Tidak, cukup masa depanku yang hancur. Dia itu orang yang sangat berbakat, aku tidak ingin membuat bebanya semakin bertambah. Sudah ku bilang aku menyayanginya seperti aku menyayangi oppaku sendiri. Lagipula aku harusnya berterimakasih sebab tanpa dia aku tidak akan memiliki malaikat cantik seperti sekarang ini. Mungkin jika waktunya tepatdan aku sudah siap, aku akan membertahukan keberadaan anak ini padanya."

Semua pun terdiam mendengar jawaban dari Doyoung. Taeyong bahkan mencap Doyoung sebagai seseorang yang sangat baik, dia merelakan masa depan serta keluarganya. tatapan Jeno yang menyiratkan rassa kasihan dan juga kekaguman dan tatapan yang sarat akan kesedihan di lontarkan oleh pemilik sepasang mata yang sedari tadi mendengarkan cerita Doyoung dengan sangat khidmat.

" Taeyong ah" panggil Doyoung di tengah keheningan.

" Ne?" tanya Taeyong.

" Aku ingin buang air kecil dan.."

" Ayo!" Taeyong pun segera berjalan mencari tempat yang sekiranya cukup nyaman untuk Doyoung. Mereka meninggalkan dua adik kelasnya yang masih terdiam.

" Taeyong ah, sebaiknya disekitar sini saja aku melihat ada aliran air" ujar Doyoung .

"Baiklah jangan terlalu kesisi ya nanti jatuh" ucap Taeyong memperingatkan. Doyoung hanya mengangguk. Taeyong pun segera membalikan badanya.

" Aku salut padamu, kau begitu jujur dan berani mengambil resiko" ujar Taeyong.

" Aku hanya tidak ingin menghancurkan hidup orang lain hanya gara-gara kecerobohanku"

" Tidakah kau berpikir, kau itu begitu naif?"

" Tidak juga, tapi aku hanya berbuat sesuatu yang harus aku lakukan"

" Dasar, sekarang aku tahu mengapa Jaehyun sangat mencintaimu"

" Memang apa yang membuat Jaehyun menyukai aaaah" tedengar suara Doyoung berteriak. Taeyong pun dengan refleks membalikan badanya. dia melihat Doyoung yang jatuh kedalam sungai entah danau, pikiranya kacau ketika dia memutuskan untuk masuk kedalam air dan menolong Doyoung . tiba-tiba ada seseorang yang telah menjatuhkan dirinya kedalam air. Dirinya bertambah panik ketika mendengar isakan Jeno yang terus memanggil-manggil Doyoung. Tak lama berselang Doyoung pun berhasil diselamatkan. Dengan cepat doyoung dibaringakan. Orang yang menolongnya pun dengan telaten berusaha untuk mengeluarkan air yang berada dalam tubuh Doyoung.

" Jebal nuna, ayo sadarlah" isaknya masih menekan-nekan perut Doyoung. Dia pun dengan segera memberikan nafas buatan pada Doyoung. Doyoung pun tersadar dan menatap penolongnya dengan seksama.

" Mark, Mark Lee" panggil Doyoung pelan. Orang yang dipanggilnya pun langsung memeluk dirinya.

TBC


untuk balasan review kemarin ya ^^

Min Milly : ga amnpe buntu shay, ntar juga ketauan wkwkkw. ayo jangan kapok bacanya. makasih yaa chingu, ditunggu reviewnya lag ^^

aiyoemi10 : iya emang udah mau terkuak ini... jeng jeng jeng sabar shayyy. iya nih kamu ekmana chapter kemarin;p. ga hiatus kok uma apdetnya aga lama, gimana sikon aja . jangan kapok buat baca sama review lgi ya chingu. thankschu~

ichinisan1-3 : biasa orang iri(?) taeten saling suka cuma belum ada yang bilang. hayoloh doyoungnya kecebur:((. iya pertanyaanmu kejawab disini shay. jangan kapok baca dan review yaaa . thankschuu~

tenbreeze : jangan nyalahin author hueeee, aku saja ga ngerti kenapa jadi gini jalan ceritanyaaa. untuk jhonny nanti pasti ada penjelasanya mungkin ga sekarang hehehehhe. makanya jangan kapok baca dan review yaa~ thankschuu.

Park RinHyun-Uchiha : jangan malas dong shayyy, review-an mu menambah semangat diriku. jangan kapok baca dan review lagi yaa thankschu~

ddoyoung : iya niih apdet lagiiii ^^. maaf ya kemrn kmern itu sibuk jadi hampir sebulan lebih ga apdet.. johnny ntar ada saatnya dia muncul banyak. kalo penasaran jangan kapok baca dan review terus yan shayyy, thankschuuu~

Guest : cie banget ga sih? xD kiwkiwkiw Jaedo~ jangan kapok buat baca dan review lagi ya shayyy thankschu~~


maaf ya kalau kalian kecewa disini gaada banyak penjelasan mengenai Johnny ? aku mau nulis di chap ini tapi kebanyakan ntar gumoh lagi bacanya. jadi ttg john itu aku simpen di chap chap depan~ jadi jangan sampe ketinggalan yaaa! thankchuu reader ku tersayang. jangan lupa review nya !