Teenage Dream
By D2L
Rate T+
Genre: Crime/Suspense
Summary: Kami hanya anak remaja yang bahkan masih menduduki jenjang SMA, tetapi kenapa kehidupan kami bahkan lebih rumit dari kehidupan semua orang dewasa yang ada? Bahkan kami sudah terjun di dunia underground sampai-sampai akan keselamatan suatu negara dimana mereka orang dewasa hanya beberapa yang berani terjun di dalamnya.
Chapter 10:
.
.
.
Happy Reading!
.
.
.
Kini Sungmin, Ahra, Eunhyuk, Jaejoong, dan juga Kyuhyun dalam keadaan yang sangat siaga di ruangan laboratorium bawah tanah milik Kingler. Tapi tiba-tiba saja ruangan itu penuh dengan asap.
Tapi siapa yang melakukannya? pikir Sungmin heran.
Tubuh Sungmin tersentak saat merasakan tangannya ditarik oleh seseorang. "Kita pergi sekarang," ucap Kyuhyun yang membuat tubuh Sungmin menjadi lebih relaks.
Mereka semua yang saat itu berpihak pada Sungmin segera berlarian keluar dari markas besar Kingler sebelum efek bom asap itu hilang.
.
.
.
"Hah? Besok festival sekolah? Bisa-bisanya ayahmu masih menyelenggarakannya padahal kita sedang dalam kondisi gawat seperti ini?" Kyuhyun berprotes.
Sungmin menghelah napas, sudah tahu bahwa reaksi Kyuhyun akan seperti itu. "Tapi ini sebetulnya caranya untuk menyatakan kita bersalah, dan," Sungmin menggantungkan perkataannya. "Masuk penjara," lanjut Sungmin.
"What? Bukan kita seharusnya yang masuk penjara ketika kita sedang berusaha untuk menyelamatkan dunia!" ucap Kyuhyun dengan suara tinggi lagi.
Kyuhyun dan Sungmin terkaget melihat ada seseorang yang membuka pintu kantor kepala sekolah milik Sungmin dengan kasar.
"Kau tidak sadar suara lengkingan yang super jelek milikmu itu sampai terdengar di luar, hah?!" ucap Eunhyuk yang ternyata dialah yang tiba-tiba masuk.
"Oh,ya, tapi kenapa dengan festival ini kita bisa tertangkap?" tanya Eunhyuk..
"Sialan. Kau menghinaku padahal tadi aku menanyakan hal yang sama," balas Kyuhyun sambil melemparkan vas bunga tanpa kasihan pada Eunhyuk.
Eunhyuk menghindari dengan cepat dan kembali mengoceh,"Yak! Aku bisa mati tahu!"
"Oh. Aku baru tahu monyet sepertimu bisa mati juga," hina Kyuhyun.
Kedua orang itu pada akhirnya saling menghina sampai mereka mendengar suara pistol yang mesinnya terbuka, dan Sungmin memasukkan persedian peluru baru miliknya.
"Sebaiknya kalian duduk manis sebelum timah panas ini mengenai kalian," ucap Sungmin dengan seringai setan. Eunhyuk dan Kyuhun menangguk cepat, dan duduk di sofa yang saling berhadapan dengan Sungmin.
"Kalian ini benar-benar seperti anak SD saja," ucap Sungmin menghelah napas, dan menyumpan kembali pistol miliknya.
"Jika kita tidak muncul dalam mempersiapkan festival ini atau mengikutinya, kita pasti dianggap kriminal yang tidak berani menunjukkan diri setelah meledakkan sekolah ini yang pada kenyataannya Siwonlah yang melakukannya," jelas Sungmin.
"Tapi kau tahu bahwa virus itu akan segera dioperasikan. Mungkin sebentar malam? Jika kita ikut dalam menyelesaikan bagian kelas untuk festival nanti, kita tidak akan bisa menghentikannya," ucap Kyuhyun.
"Kudengar mereka akan mengundurnya selama seminggu karena mereka perlu merekayasa ulang setelah vitus itu terkontaminasi dengan asap yang tiba-tiba muncul di ruangan itu," jelas Sungmin.
"Akh, sampai sekarang aku masih penasaran siapa yang melakukan pengeboman asap itu," ucap Eunhyuk. Kyuhyun dan Sungmin diam. Sejujurnya mereka penasaran siapa yang melakukannya dan mereka tidak bisa menemukan kandidat yang cocok untuk itu.
"Lebih baik sekarang kita ke kelas masing-masing. Sebentar lagi kukira bel akan berbunyi," ucap Sungmin menengahi.
Satu persatu keluar dari ruangan itu dan berpura-pura tidak mengenal satu sama lain. Sungmin kini sibuk dengan hadphonenya sedangkan Kyuhyun dan Eunhyuk dengan mudah berbau dengan para siswa dan siswi lainnya dalam mendekor kelas-kelas mereka.
Sungmin sibuk untuk membuka situs-situs ilegal untuk menemukan siapa saja yang turut dalam pengembangan virus itu dan kemungkinan siapa yang membeli virus tersebut dan juga vaksinnya. Ck, mengingat virus itu membuatnya teringat lagi pada Lee Sooman yang ingin melakukan persebaran virus itu hanya untuk mendapat uang yang banyak. Dengan tersebarnya virus itu, pasti akan banyak orang yang rela untuk membeli vaksinnya seberapa mahalpun itu, dan Sooman benar-benar akan memanfaatkan situasi.
Mata Sungmin terbelak saat melihat data transaksi yang paling dalam, yang paling rahasia. Betapa terkejutnya Sungmin dia menemukan nama ayahnya yang menjadi salah satu pembeli vaksin, dan juga ikut ambil dalam pengembangan proyek virus tersebut. Sungmin meremas dengan handphone miliknya dengan keras. Sampai-sampai dia tidak sadar bahwa dia sedang menabrak seseorang.
Ternyata Sungmin menabrak yeoja yang pernah ditabraknya sebelumnya, salah satu primadona di sini, Seohyun.
"Yak! Apa-apan kau namja miskin! Berani sekali kau menabrakku! Apa kau tidak punya mata,hah?! Kulitku yang mulus ini jadi terkena dengan kulit sakitmu itu!" seru Seohyun dengan keras yang tentu saja langsung mendapat seluruh perhatian dari semua murid yang ada di sana. Baik murid yang hanya sekedar lewat atau bahkan sedang bekerja mendekor kelas mereka.
Sungmin tidak berkata apa-apa. Dia hanya menatap Seohyun sebentar dengan tatapan sinis, dan lalu berlalu begitu saja.
"Sialan! Kau harus bertanggung jawab akan apa yang kau lakukan pangeran sakit-sakitan!" seru Seouhyun sekali lagi. Seohyun tampak ingin berseru lagi ketika melihat Sungmin yang masih tidak peduli dan berjalan semakin jauh, jika saja sebuah tangan tidak tiba-tiba ada di bahu kiri miliknya.
"Kau tidak bisa berhenti berteriak dengan suara cemprengmu itu? Kau menganggu semua orang yang sedang bekerja di sini," ucap Kyuhyun dengan tatapan sinis.
Kyuhyun yang tampak tidak seperti baisanya membuat Seouhyun mengerutkan kening sekaligus bergidik ngeri. Tidak pernah sekalipun Kyuhyun tampak membela seseorang apalagi menegurnya aapalagi ketika Seouhyun adalah salah satu anggota dari Kingler.
"Oh, ternyata gosip yang beredar itu benar,ya? Kau sudah menjadi kecoa penganggu sama dengan mereka pengkhianat," ucap seorang yeoja lainnya yang tiba-tiba saja ada di sana. Sunny kini saling bertatapan sinis dengan Kyuhyun.
Kyuhyun tampak dalam mode bersiaga ketika melihat tangan Sunny yang ada di saku roknya. Yeoja itu pasti bersiaga dengan memegang pistol di sana.
"Kau tidak akan berani melakukannya ketika berada di daerahku, Ms. Sunny," desis Sungmin tepat ditelinga kiri Sunny. Sungmin kini entah kenapa ada di belakang Sunny padahal arahnya berlawanan dengan jalannya tadi.
"Jangan berani-beraninya kau menggunakannya di sini. Atau aku tidak akan segan-segan mematahkan kedua tanganmu," ucap Sungmin sekali lagi dengan nada sangat mengintimidasi. Sunny dapat merasakan tubuhnya merinding bahkan kakinya tidak sanggup untuk berdiri. Inikah sosok asli dari orang yang paling berbahaya di S.U? Pemimpin yang melebihi Kyuhyun?
"Kita pergi sekarang," ucap Sungmin memberi komando pada Kyuhyun.
Kyuhyun menghembuskan napas. Apalagi ketika melihat Sungmin yang entah sengaja atau lupa, meletakkan sebuah gadget berlambang burung phoenix yang berlapis emas asli pada saku bajunya. Sontak saja itu sangat mendapat perhatian. Terutama kedua yeoja anggota Kingler itu.
"Lihat badget itu. Bukannya itu badget yang biasanya dipakai oleh para dewan pendidikan?"
"Apa dia salah satu dari orang-orang besar itu?"
"Gawat kalau itu memang benar! Aku pernah mengatainya orang miskin sakit-sakitan. Bagaimana ini? Bisa saja dia mengeluarkanku dari sekolah!"
Desa-desu, bisikan-bisikan panik dari murid-murid di sana segera saja menjadi lebih heboh lagi. Sedangkan orang yang digosipkan tidak peduli dengan semua itu dan tetap melangkah diiktui dengan Kyuhyun dibelakangnya.
"Kau sengaja melakukannya," ucap Kyuhyun.
"Aku hanya ingin mengatakan siapa yang berkuasa di sini seharusnya," ucap Sungmin cuek. Kini mereka berdua berjalan keluar dari gedung sekolah menuju taman belakang.
Kyuhyun mengerutkan keningnya. "Apa terjadi sesuatu?"
"Kangin terlibat menjadi salah satu diantaranya," ucap Sungmin dengan nada sinis.
Kyuhyun kini hanya bisa diam dan tidak berkata apa-apa lagi. Sungmin pasti sudah sangat marah ketika dirinya sudah tidak sopan lagi memanggil ayahnya dengan nama aslinya.
"Astaga. Anak itu berbuat hal heboh lagi. Pas kini julukannya bukan pangeran miskin atau sakit-sakitan lagi, tapi pangeran yang paling kaya raya dari semuanya," ucap Eunhyuk saat melihat Sungmin dan juga Kyuhyun dari atas atap sekolah. Kini dirinya juga sibuk untuk mengulum permen lolipop miliknya.
" Tapi kali ini kitalah yang akan membuatnya terkaget setengah mati atas rencana yang benar-benar kita lakukan di belakangnya," balas seorang namja berambut coklat brunette yang kini sibuk untuk mengutak-atik handphone miliknya, Lee Donghae.
"Kau benar. Kita lihat saja apa reaksinya nanti, dan juga reaksi Lee Sooman bangsat itu," ucap Eunhyuk tapi kali ini dengan sebuah seringai mengerikan yang jarang sekali digunakannya.
"Kita lihat saja siap yang akan menang," ucap Donghae dengan seringai yang sama.
.
.
.
"Kupikir kau terlalu berlebihan dengan semua itu," ucap Kyuhyun saat melihat banyaknya berbagai tipe senjata yang Sungmin masukkan ke dalam tas ransel miliknya.
"Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok di festival," ucap Sungmin sambil mengecek-ngecek beberapa pistol. Pistol yang menurutnya tidak terlalu bagus diletakkan di atas tempat tidur, sedangkan yang bagus segera dimasukkannya ke dalam tas ransel hitam miliknya.
"Memang, tapi aku saja tidak sampai berlebihan sekali seperti dirimu," ucap Kyuhyun membaringkan dirinya di atas tempat tidur dan menatap langit-langit.
Seketika itu juga Sungmin menghentikan kegiatannya. Dalam diam Sungmin pelan-pelan meraih bantal kepala yang ada di samping kirinya, dan kemudian dengan cepat dia naik ke atas tempat tidur itu lalu menghantamkan bantal itu pada kepala Kyuhyun.
"Kau yang kelewat santai!" seru Sungmin sekali lagi memukulkan bantal itu pada wajah Kyuhyun.
"Yak! Apa yang kau lakukannya!" seru Kyuhyun menyilangkan kedua tangannya di depan wajah tampannya berusaha untuk menghindari serangan brutal dari Sungmin. Tangan kanannya bergerak untuk mengambil bantal kepalanya dan malah balik menyerang Sungmin.
Tiba-tiba saja di tengah pernag bantal mereka, Sungmin tertawa lepas membuat Kyuhyun mengerutkan keningnya dan berhenti memukul Sungmin dengan bantalnya.
"Haha… aku tidak bisa membayangkan bagaimana rekasi anak buah ktia ketika melihat bosnya malah saling memukul dengan bantal dengan kekanak-kanakan begini," ucap Sungmin memegang perutnya. Dia betul-betul tidak bisa menahan tawanya.
Kyuhyun hanya tersenyum kecil. "Seharusnya kau sadar jika kita masih remaja. Tidak ada salahkan melakukan hal konyol seperti ini?"
Kini Kyuhyun kembali berbaring lagi, sedangkan Sungmin menurunkan semua pistol yang berserakkan di atas bagian ranjangnya, dan juga tas ransel miliknya yang penuh dengan senjata. Kemudian Sungmin kembali naik ke atas ranjang dan tidur di samping Kyuhyun.
"Kita sebaiknya tidur sekarang,ne?" ucap Kyuhyun sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua.
Sungmin mengangguk sekilas dan dengan cepat mencium kilat Kyuhyun sebelum dirinya menutup lampu tidur yang ada di dekat sana.
"Aih, aku iri dengan pasangan bodoh ini. Kapan, ya aku bisa seperti itu dengan presiden Shadder yang asli itu?" ucap seseorang diseberang bangunan hotal tepatnya kamar hotel yang disewa oleh Kyuhyun dan juga Sungmin.
Yesung yang sedari tadi sibuk mengamati pergerakan Sungmin dan juga Kyuhun dengan penggunakan teropong miliknya.
"Kapan ya? Kim Ryeowook? Kenapa kau tidak pernah memberiku kesempatan seperti Sungmin, hah? Padahal aku sudah melakukan semua rencanmu," ucap Yesung sekali lagi. Ketika melihat tidak ada lagi yang bisa diamatinya dari pasangan yang sudah tidur itu, Yesung segera membereskan baranganya bersiap pergi dari atap gedung itu. Tapi ketika dia membalikkan badannya Yesung menemukan seorang yang lebih tua darinya berdiri dengan pistol di tangan kanannya.
"Kenapa kau ada di sini ? Ingin melakukan kunjungan akan anakmu? Sayangnya dia sudah tidur, tuan Hangeng," ucap Yesung sinis pada laki-laki yang ada di depannya ini.
Laki-laki itu, Tan Hangeng sama sekali tidak menjawab pertanyaan. Dia malah dengan cepat berlari ke arah Yesung dan kini entah kenapa sudah berada di belakang Yesung dan melontarkan peluru miliknya. Yesung terkaget melihat kecepatan laki-laki yang sudah berumur itu, tetapi refleksnya yang menundukkan kepalanya dan melayangkan tendangan ke belakang cukup membantunya untuk menjaga jarak yang cukup jauh dari Hangeng ketika laki-laki berumur itu meloncat ke belakang untuk menghindari tendangan itu.
'Orang ini terlalu berbahaya. Aku bisa saja mati nanti,' batin Yesung miris.
Yesung bersiap dengan tiga butir bom mini yang ada di dalam saku mantel miliknya. Dia harus menggunakannya atau tidak dirinyalah yang akan mati jika berhadapan lebih lanjut dengan Hangeng.
"Kau tidak akan membunuhnya sebelum kita selesai membuat vaksinnya," ancam Kibum dengan nada mengintimidasi. Pisau yang dipegangnya kini ada di depan leher Yesung. Entah kenapa lagi-lagi anda tamu yang muncul dengan tiba-tiba.
Saat Yeusng sudah tidak fokus lagi dengan pisau milik Kibum, dia mengarahkan pandangannya ke arah tempat Hangeng berdiri tadi dan dia mendapati laki-laki berumur itu sudah tidak berada di sana.
Sedangkan mereka yang bertarung tadi sama sekali tidak merasakan bahwa orang yang sedari tadi mereka amati terbangun karena suara berisik. Kini Sungmin menatap tajam pada Kibum dan juga Yesung yang entah kenapa berbalik juga dan menatap ke arah jendela hotel kamar Sungmin.
Kibum hanya tersenyum aneh. Sedangkan Yesung sudah berkeringat dingin karena Sungmin yang sudah tahu mengintaian mereka.
"Kalian yakin apa yang kalian pikirkan selama ini benar?" ucap Kibum. Tapi karena jarak gedung yang cukup jauh, Sungmin tidak bisa mendengar suaranya, tapi dia bisa mengetahui apa yang dikatakan Kibum dari gerak bibirnya.
" 'Kalian yakin apa yang kalian pikirkan selama ini benar?,' " ucap Sungmin mengulangi kembali ucapan Kibum.
"Kau belum tidur?" tanya Kyuhyun yang terbangun karena ribut-ribut itu juga.
"Aku akan tidur kembali," ucap Sungmin kembali berbaring dan entah mengapa kini dia memeluk Kyuhyun dengan sangat kencang. Seakan meyakinkan dirinya bahwa Kyuhyun kini ada di sampingnya. Kyuhyun mengerutkan keningnya melihat perubahan Sungmin, tapi dia tidak berkata apa-apa. Kyuhyun membalas pelukkan Sungmin. Dan lalu beberapa saat kemudian, mereka kembali tertidur.
Tapi sepertinya hanya Sungmin yang tertidur. Tidak dengan Kyuhyun. "Mian. Aku harus membohongimu. Atau tidak tindakanmu yang terlalu berapi-api dan ceroboh itu bisa menggagalkan rencana kami," bisik Kyuhyun entah pada siapa.
.
.
.
"Aku bingung kenapa kita yang berjumlah berpuluh-puluh orang ini harus uring-uringan dalam menggagalkan rencana menyebaran virus yang hanya dipelopori untuk dua orang saja dan bawahannya yang sangat lemah dari kita. Yang kuatpun dari mereka kurang dari delapan orang!" protes Ahra.
"Tapi mereka memegang kendali penuh terhadap virus tersebut. Kita tidak bisa mengambil langkah yang semberono," ucap Jaejoong.
"Ini menyebalkan! Aku sudah tidak tahan lagi untuk melakukan gencatan senjata!" balas Ahra lagi.
"Sebentar saja! Kau tidak mau rencana ummamu yang selama ini dirancangnya menjadi sia-sia,kan?" peringat Jaejoong. Dan Ahra hanya bisa diam dengan wajah cemberutan.
Sebetulnya rencana apa yang mereka sebut-sebut dari tadi? Dia, dia, dan juga dia sedari tadi terus menyebutkan tentang rencana ini. Eunhyuk, Donghae, Ahra, jaejoong, orang-orang lainnya, bahkan Kyuhyun terlibat. Apa maksud dari semua ini?
.
.
.
TBC
.
.
.
A/N: Terima kasih sudah membaca bahkan mereview. Mian, tidak bisa membalas review kali ini. Chpt depan akan diusahakan!
