DADDY, I MISS YOU!
.
AQUARYOUNG21
.
FAMILY, ROMANCE, DRAMA, HURT/COMFORT
.
CAST
SM FAMILY, GS for UKE
.
.
.
.
DADDY, I MISS YOU! CHAPTER 10
.
.
.
.
.
Sekedar ingetin aja, kalo dicetak miring itu berarti isi hati atau flashback-an tokohnya yaa~~
.
.
.
Chanyeol tengah bersiap di lobby perusahaan takashi namun tetap sibuk dengan ponselnya. Baekhyun yang berada di sampingnya hanya terdiam melihat aktivitas yang begitu familiar selama mereka di Tokyo sejak kemarin. Mungkin chanyeol terlalu sibuk menghubungi joonmyeon, terlalu sibuk merindukan joonmyeon dan mengabaikan baekhyun.
"eum, nona byun jadwal selanjutnya siang ini apa?" Tanya chanyeol tak beralih dari layar ponselnya. Baekhyun memeriksa note nya.
"tidak ada sajangnim, siang ini kosong"ucap baekhyun. Chanyeol menatap baekhyun dengan tatapan datar.
"bagus, siang ini temani aku berbelanja, sehun menitip video games padaku" ucap chanyeol. Baekhyun mengedipkan matanya bingung. Sehun?
15 menit kemudian mereka bersiap untuk rapat pertemuan dengan presdir takashi. Perbincangan berjalan begitu mulus sampai jam makan siang.
"huah, aku lapar" ucap chanyeol begitu ia keluar dari ruangan rapat.
"ohya sajangnim, aku tau tempat sushi yang enak di Tokyo. Apa kau mau coba?" ucap baekhyun menimpali. Chanyeol menatap baekhyun dengan tatapan berbinar.
"benarkah? Kajja!"
Mereka berjalan menuju restoran sushi yang baekhyun bilang. Ada koki yang khusus menyiapkan makanan mereka.
"kau harus coba ini sajangnim" baekhyun mengarahkan sumpitnya ke arah chanyeol.
"ige mwoya?"
"kau akan menyukainya"
HAP
Chanyeol membuka mulutnya dan memakan sushi yang disodorkan baekhyun.
"ottae?"
"mashita.. gomawo baekhyun-a" ucap chanyeol dengan senyuman tulus yang membuat baekhyun membeku di duduknya.
I hope we always have this moment
Mereka sekarang berada di dalam sebuah butik di pusat kota Tokyo.
"aku harus membelikan sesuatu untuk noona"gumam chanyeol melihat –lihat benda benda yang berada di butik itu. sementara baekhyun sendiri tenggelam di dalam fantasi nya tentang benda benada yang berada di butik itu. matanya terpaku pada sebuah high heels yang sangat cantik.
"yeppeudaa.."
"nde, yepeuda" timpal chanyeol. Baekhyun berjengit karena kaget.
"o –oh sajangnim, kau buat aku kaget"ucap baekhyun. Chanyeol mengambil high heels itu.
"apa kira –kira ini muat?"gumamnya pelan.
"mwo?" Tanya baekhyun memastikan.
"ani, hmm.. apa menurutmu ini cocok jika ku berikan ke joonmyeon noona?"Tanya chanyeol.
DEG
Baekhyun mengerti bagaimana rasanya jatuh dan bagaimana caranya untuk kembali bangkit.
"boleh ku pinjam kakimu?" chanyeol berlutut hendak mengepaskan sepatu itu pada baekhyun karena menurutnya ukuran kaki joonmyeon dan baekhyun sama. "ah pas sekali dan terlihat cantik" ucap chanyeol menengadah menatap baekhyun dengan senyuman lebarnya. Baekhyun tidak tau harus bagaimana bersikap dan hanya tersenyum kaku.
"oh, baekhyun-a? matamu.. kau menangis?"ucap chanyeol saat menyadari baekhyun menitikkan air matanya. Chanyeol pun segera bangkit menatap baekhyun bingung.
"uljima.. waeyo?"Tanya chanyeol namun baekhyun hanya diam.
"yak! Byun baekhyun wae?"Tanya chanyeol pelan.
"kau.. apa kau sangat menyukai joonmyeon?" Tanya baekhyun dengan suara parau. Chanyeol sendiri bingung kenapa baekhyun tiba –tiba bertanya soal itu. chanyeol sendiri tak memikirkan jawaban lain selain mengangguk pelan.
"oh, arraseo" ucap baekhyun pelan kemudian segera melepas heels itu dan pergi meninggalkan chanyeol sendiri di dalam butik itu.
"igo.."
Kenapa rasanya sesakit ini?
Just like you and I aren't meant to be
Just like it's merely a moment passing by
You pass by me so easily
Even if I can't go up
And take just a step
You make me walk around
You make me cry
Like an idiot, like a child
Just laugh it off [Taeyeon – Can You Hear Me]
.
.
"oppa annyeong!" ucap kyungsoo begitu dia sampai di tempat biasanya. Sehun sudah duduk di sana sekitar 5 menit.
"igo wae?" ucap kyungsoo mencoba menyentuh perban sehun.
"jangan sentuh!"ucap sehun memperingatkan. Kyungsoo mengurungkan niatnya dan mempoutkan bibirnya imut. Sehun terlihat sedikit kesal.
"yaa wae? Kau nampak kesal? Aku buat kesalahan? Ah mianhae aku tak sempat menjenguk.. aku tak tahu" ucap kyungsoo pelan.
"yak! Bukan itu! kenapa kau memberikan bekalku pada jongin?!" ucap sehun pelan. Kyungsoo membulatkan matanya kaget tapi kemudian tertawa pelan.
"wae?"
"aniya.. jinjja, kau ini lucu sekali oppa! Yaa.. daripada sayang tidak dimakan, aku tak bisa memakan semuanya sendiri kan?" ucap kyungsoo dengan senyuman manis. Sehun yang tadinya kesal berubah 180 derajat dan malah tersenyum ke arah kyungsoo.
"aku bercanda! Bukankah itu bagus? Kemajuan kalian makan bersama!"ucap sehun seraya mengacak kepala kyungsoo lembut.
"yak! Hajima!" ucap kyungsoo setengah memekik.
"arraseo.. sebagai gantinya ayo makan bekal itu, aku merindukannya" usul sehun. Kyungsoo mengangguk dengan senyuman lebar. Dia membukakan kotak bekalnya dan menyodorkannya pada sehun. Mereka tertawa bersama padahal tak jauh ada luhan yang memperhatikannya. Memperhatikan tawa mereka.
"mereka tak memiliki hubungan apa apa, percaya padaku" ucap seseorang di belakang luhan dan itu tersenyum kaku saat menyadari jongin menangkapnya tengah memperhatikan sehun dan kyungsoo.
"jongin.."ucap luhan pelan. Jongin tersenyum lembut.
"kau mau menghampiri mereka? Itu obat sehun kan? Kajja" ucap jongin menggenggam tangan luhan. Menuntunnya menuju sehun dan kyungsoo.
"hai!"
Sapa jongin pada dua manusia yang tengah sibuk makan. Sehun dan kyungsoo menengadah menatap 2 manusia yang berdiri di hadapan mereka. Mereka berempat begitu hening hanya menatap satu sama lain.
"yak. Sehun, luhan membawakan obatmu" ucap jongin kemudian. tangan luhan mengulur memberikan obat itu sehun menerimanya dengan hati yang menghangat.
"gomawo" ucap sehun singkat.
"ooh.. sunbae, sudah makan? Aku rasa aku bisa membagi bekalku" ucap kyungsoo kemudian. jongin dengan senyuman merekah segera duduk di samping kyungsoo.
"aku mau telur dadarnya kyungsoo-ya" ucap jongin. Kyungsoo pun menyuapi jongin telur dadarnya. "luhan duduklah di samping sehun" ucap jongin kemudian. luhan pun terduduk di samping sehun. Sehun mendeham pelan lalu kemudia menyodorkan sendoknya.
"kau bisa gunakan ini.." ucapnya pelan.
"gomawo.."
Jongin yang melihat kecanggungan sehun dan luhan tersenyum puas melihatnya, walaupun hatinya sedikit menyeri.
"wae sunbae? Kenapa tersenyum?"ucap kyungsoo pelan.
"bukankah mereka terlihat lucu bersama?" ucap jongin menatap sehun juga luhan. Kyungsoo tertawa pelan.
"kau benar"
.
.
Hingga malam menjelang, baekhyun belum juga kembali ke hotel dan hal itu membuat chanyeol begitu mengkhawatirkannya.
"Kenapa tidak? Menurutku nona Byun gadis yang manis, dia cantik dan muda, lagi pula menurutku dia baik, kenapa tak menyukainya?"
"Baekhyun kan menyukai presdir Park"
Chanyeol terlarut dalam pemikiriannya. Apa siang tadi dia salah bicara? Perasaan tidak. Tapi kenapa baekhyun menangis?
"apa karena kau menyukaiku?" chanyeol memainkan ponselnya.
TRRRTT..
PIP
"yeoboseyo? Noona wae?" ucap chanyeol saat mengangkat telepon dari joonmyeon.
"ani,bagaimana jepang?" ucap joonmyeon di seberang sana. Chanyeol tersenyum.
"sepi karena tak ada kau, bagaimana sehun? Apa dia baik baik saja?" Tanya chanyeol.
"ya tentu baik baik saja, chan, kau bersikap baik kan pada baekhyun?" Tanya joonmyeon. chanyeol terdiam. Apakah bisa dibilang dia bersikap baik kepada baekhyun? Bahkan baekhyun menangis siang ini.
"eumm.. ya begitulah, kau pikir aku akan melakukan apa?"ucap chanyeol pelan.
"aniya. Hanya cemas saja, hmm kau besok akan pulang kan?" ucap joonmyeon pelan.
"nde, kau merindukanku?"
"ani!"
"gotjimal!"
Chanyeol melebarkan matanya saat dia melihat baekhyun memasuki lobby hotel.
"noona saranghae!"
"nado, ah tidurlah .. kembali dengan selamat chanyeol-ah, ppaii ppaii"
PIP
Chanyeol memasuki ponselnya ke kantong dan menghampiri baekhyun.
"baekhyun-a" panggil chanyeol dan baekhyun menghentikan langkahnya.
"oh, sajangnim.. wae?"Tanya baekhyun.
"igo.." chanyeol memberikan sebuah kotak kepada baekhyun yang nampak begitu penasaran akan isi kotak itu.
"igo mwoya?" Tanya baekhyun.
"buka saja, oh sebaiknya kita duduk"chanyeol menuntun baekhyun meuju sofa yang tadi didudukinya. "sekarang kau bisa buka" ucap chanyeol pelan dengan senyuman canggungnya. Baekhyun membuka kotak itu dan matanya begitu berbinar saat melihat isinya. Sepatu yang dilihatnya di toko.
"sajangnim igo.."
"ku suka kan? Kau menangis karena sangat menyukainya kan? Aku pikir ini kado yang bagus kau sudah menemaniku ke jepang, aku sudah menyita waktumu.. gomawo" ucap chanyeol seraya mengacak kepala baekhyun.
"sajangnim, gomapta"
"cheonmaneyo.. eumm pergilah tidur besok kita harus pulang kan?" ucap chanyeol kemudian dia pun pergi ke kamarnya. Chanyeol menghela nafasnya pelan.
Maafkan aku baekhyun karena selalu menyakitimu, tapi aku tak bisa bohong aku hanya menyukai joonmyeon noona.
.
.
"mom~" sehun memunculkan kepalanya dari ambang pintu dapur.
"ne chagi?"
Sehun pun menghampiri mommy nya dan memeluk yeoja itu dari belakang.
"aku ingin ke sungai han mommy"ucap sehun pelan. Joonmyeon tersenyum pelan mendengar keinginan sehun itu.
"wae? Tumben sekali"
"dulu waktu aku kecil mommy sering mengajakku kesanakan sehabis mommy pulang kerja, sudah beberapa minggu ini kita tidak kemana mana, bosan mommy"ucap sehun pelan. Joonmyeon pun akhirnya membalikkan badannya dan menatap sehun lekat.
"kabulkan saja noona" ucap jongdae yang tiba –tiba muncul di ambang pintu dapur.
TING TONG
"nugu? Yak jongdae bukakan pintunya" ucap joonmyeon pada jongdae. Jongdae pun akhirnya pergi membukakan pintu dan tiba –tiba datang dengan sosok tinggi nan rupawan bersamanya.
"kris ahjussi?!" ucap sehun riang. Joonmyeon mengerutkan keningnya melihat kedatangan kris.
"yak, kris? Kenapa datang kemari?" Tanya joonmyeon heran. Kris menunjukkan cengiran bodohnya. Mirip seperti chanyeol hanya lebih jelek. Huh, joonmyeon jadi memikirkan chanyeol.
"ku pikir sehun menelponku.. jadi aku datang" ucap kris dengan raut wajah gembira.
"yak! Kim sehun!" pekik joonmyeon pelan.
"mwoya mommy? Karena chanyeol ahjussi tak ada di sini untuk mengabulkan keinginanku, jadi ku panggil kris ahjussi" ucap sehun dengan wajah polos. Joonmyeon hanya bisa memijat pelipisnya pelan.
.
.
Chanyeol memarkirkan mobilnya tepat di depan kediaman joonmyeon. senyumnya tak pernah bisa dia lepaskan sejak pesawatnya mendarat di incheon. Oleh oleh untuk keluarga joonmyeon sudah dibawa di dalam mobilnya. Hanya beberapa jam setelah landing chanyeol segera ke rumah joonmyeon. chanyeol masuk ke pekarangan dan melihat rumah begitu sepi.
"apa mereka pergi keluar?"Tanya chanyeol pada dirinya sendiri. Chanyeol menekan tombol bell rumah namun tak ada jawaban dan akhirnya memutuskan untuk duduk di kursi yang tersedia di teras rumah joonmyeon.
"mungkin harus menunggu sedikit"gumamnya pelan.
Selang 2 jam kemudian joonmyeon sehun dan Kris sampai di rumah joonmyeon setelah acara 'family outing' mereka.
"mommy! Chanyeol ahjussi!"pekik sehun riang. Bocah itu menghampiri chanyeol yang tertidur di sofa teras. "ahjussi ireona" ucap sehun mengguncang tubuh chanyeol pelan dan namja itu terbangun.
"sehun.." ucapnya pelan.
"chan? Kau menunggu disini? Berapa lama? Kenapa tidak telepon aku?" Tanya joonmyeon tak enak hati. Sementara chanyeol malah tersenyum bodoh.
"niatnya aku ingin beri kejutan..ck, failed" ucap chanyeol dengan cengiran lebar tapi berubah saat dia melihat sosok kris di belakang joonmyeon. "oh, presdir Wu? Annyeong" ucapnya pelan.
"annyeong, ah joon aku pulang dulu ya" ucap kris kemudian pergi.
"oh.. oke..hmm, chan kajja masuk" ucap joonmyeon kemudian menarik tangan chanyeol menyuruh namja itu masuk ke dalam rumahnya. Sementara kris masih menatap mereka dari mobilnya.
"sial.." gumamnya pelan.
Di dalam rumah, sehun sudah menagih video games titipannya. Chanyeol pun memberikan bungkusan yang memang sedari tadi dibawanya.
"ini video games sehun, ini untuk jongdae, dan ini untuk noona" ucap chanyeol dengan senyuman. Sementara sehun sudah larut dengen euphoria video games barunya joonmyeon malah memukul bahu chanyeol pelan.
"wae noona?"
"kenapa membeli begitu banyak? Seharusnya untuk sehun saja, tak perlu untukku juga jongdae!"ucap joonmyeon sebal, tapi chanyeol hanya tersenyum.
"ini hanya sebagian kecil dari yang bisa ku berikan, ku mohon terimalah" ucap chanyeol pelan seraya mengusak rambut joonmyeon.
"yak! Kau memperlakukanku seperti gadis remaja SMA labil!"
Chanyeol sendiri tertawa mendengarnya.
"saranghae" ucap chanyeol tetap membelai lembut kepala joonmyeon. joonmyeon tak bisa menyembunyikan semu yang menjalari pipinya.
"gomawo"
.
.
Sehun tengah bersiap siap ingin sekolah saat rasa pusing menyerang kepalanya. Tangannya menggapai lemari yang berada di sampingnya untuk menopang tubuhnya yang mulai oleng. Joonmyeon tengah sibuk di dapur, beruntung jongdae menyadari keanehan keponakannya itu.
"sehun gwaenchana?"ucap jongdae seraya menopang tubuh sehun. Sehun sendiri hanya diam meringis menahan kepalanya yang begitu pening. Jongdae kemudian membawa sehun duduk di tempat tidurnya.
"yang mana yang sakit?" Tanya jongdae. Sehun hanya memegang kepalanya. Jongdae pun meraba denyut nadi sehun dan terasa normal.
"samchon, aku sering pusing, apa aku baik baik saja?"ucap sehun pelan. Jongdae nampak diam dan berpikir sejenak.
"mungkin efek benturannya terlalu keras sampai kau masih merasakan pusingnya sayang, tapi kau rajin meminum obat kan?"Tanya jongdae memastikan. Sehun mengangguk pelan.
"sehuna~ jongdae-ya~ kajja sarapan sudah siap!" seru joonmyeon dari lantai bawah.
"ne noona!" sahut jongdae kemudian beralih menatap sehun. "kau bisa berjalan?"Tanya jongdae, sehun mengangguk pelan. Jongdae tersenyum dan mengelus kepala sehun pelan. "arraseo, kajja"
.
.
Luhan dan sehun kembali berangkat bersama namun kali ini jongdae mengantar mereka hingga kesekolah.
"hati hati, semangat belajarnya!" ucap jongdae sebelum pergi. Luhan dan sehun kemudian berjalan bersama menuju kelas. Tapi luhan menangkap ada gelagat tak enak dari sehun. Wajahnya pucat dan dia terlihat terhuyung saat jalan.
"sehun, gwaenchana?"Tanya luhan pelan.
"gwaenchana luhan" ucap sehun sama pelannya. Langkahnya pelan sekali dan terlihat limbung. Luhan tahu sehun tidak baik baik saja.
"kita ke UKS saja yuk?" ajak luhan. Tapi sehun tetap menggeleng.
"aku baik baik saja luhan, hanya pusing sedikit tapi tidak apa apa.." ucap sehun kemudian mempercepat langkahnya meninggalkan luhan dibelakangnya.
Saat di kelas luhan tak bisa untuk tidak memperhatikan sehun. Sehun terlihat lesu dan beberapa kali terlihat memegangi kepalanya. Jongin pun terlihat beberapa kali menanyai keadaan sehun tapi namja itu menggeleng pelan.
TREEENGG
Bell istirahat berbunyi dan semua murid sudah keluar menyisakan sehun, jongin dan luhan di kelas. Sehun diam saja di kursinya seraya menjatuhkan kepalanya di atas meja. Sementara luhan dan jongin terlalu khawatir meninggalkan sehun sendirian.
"kau tidak makan jongin?" Tanya sehun sembari memejamkan matanya.
"ani, bagaimana bisa aku makan kau sedang seperti ini" ucap jongin pelan. Sehun terkekeh pelan. Tak lama kyungsoo datang membawa bekalnya. Gadis itu tidak lagi menyerukan nama sehun melainkan langsung masuk dan duduk di depan sehun.
"kau kenapa oppa?" tanyanya pelan. Sehun menegakkan kepalanya dan tersenyum.
"gwaenchana, aku kelaparan" ucap sehun. Dia mencoba menggoreskan senyuman kecil dengan bibir pucatnya itu.
"oppa, kau pucat sekali" ucap kyungsoo pelan. "jja makan lah"ucap kyungsoo menyodorkan kotak bekal yang telah terbuka.
"tanganku terlalu lemas sampai tak kuat memegang sendok" ucap sehun lemah.
"kenapa sangat manja!" kyungsoo pun mengambil sendok dan mulai menyuapi sehun. Jongin dan luhan yang berada di sana merasa diabaikan oleh kyungsoo juga sehun.
Apanya yang Cuma oppa dan saeng, mereka mesra sekali! Seru batin jongin.
.
.
Baekhyun dan chanyeol berpapasan di lobby kantor. Perasaan canggung segera melingkupi chanyeol apalagi baekhyun kini tersenyum kepadanya begitu manis. Chanyeol merasa berdebar melihatnya dan hatinya terasa sedikit nyeri mengingat kemarin saja chanyeol sudah menyakiti baekhyun dan membuatnya menangis tapi semua nya seperti tak berefek kepada baekhyun dan gadis itu tetap tersenyum kepadanya.
"annyeong sajangnim" ucap baekhyun. Chanyeol menutupi kecanggungannya dan tersenyum ke arah baekhyun. Senyuman kaku.
"annyeong nona byun"ucap chanyeol dengan semua kecanggungannya. Mereka hanya berdiri menatap satu sama lain dalam kebisuan yang tidak berujung. Chanyeol merasa kakinya lumpuh dan tak bisa berjalan sementara baekhyun merasa berat untuk kembali melangkah dan meninggalkan chanyeol yang kini tersenyum kepadanya. Hingga akhirnya, manic mata chanyeol menangkap sosok joonmyeon tengah keluar dari mobilnya. Matanya begitu bersinar menatap yeoja itu dan baekhyun menyadarinya. Dan seperti insting, chanyeol melupakan kecanggungannya dan berjalan menuju joonmyeon. meninggalkan baekhyun begitu saja.
"noona" panggil chanyeol pelan. Joonmyeon menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah chanyeol. Joonmyeon tersenyum lembut. Chanyeol pun segera menggiring yeoja itu menuju lift. "igo wae?" Tanya joonmyeon heran.
"aniya, kau hampir terlambat!"ucap chanyeol sembari menekan tombol lift. Joonmyeon tersenyum.
"kau berlaku aneh, ada apa?" Tanya joonmyeon pelan ketika mereka berada dalam lift. Chanyeol diam saja. dia hanya mendeham beberapa kali tapi tak kunjung menjawab.
"baiklah.." ucap joonmyeon pelan, mengerti chanyeol hanya ingin diam. Pintu lift terbuka dan joonmyeon melangkah keluar menuju ruangannya dengan chanyeol membuntutinya bahkan sampai joonmyeon menutup pintu ruangannya.
"kenapa? Ruanganmu bukan disini" ucap joonmyeon sedikit ketus. Chanyeol tersenyum bodoh dan perlahan mendekati joonmyeon. dia memeluk joonmyeon erat sekali. Joonmyeon sendiri kaget dengan kelakuan ajaib chanyeol ini.
"aku mencintaimu kim joonmyeon, benar benar mencintaimu"bisik chanyeol masih tetap memeluk joonmyeon erat.
"kau kenapa chanyeol-a? aku merasa aneh" ucap joonmyeon pelan dan takut. Chanyeol bersikap aneh sejak kembali dari jepang, apakah ada sesuatu yang terjadi? Semua kenyataan buruk yang mungkin terjadi mengawang di kepala joonmyeon.
"aniya, biarkan seperti ini. Aku ingin memelukmu, satu satunya wanita yang kucintai, aku hanya jatuh cinta padamu noona, jangan pernah berpikir untuk meninggalkanku, arra?"
"kau aneh, kau membuatku takut tahu.."
.
.
TOK TOK
Tao mengetuk pintu ruangan kris dan suara berat itu terdengar menyuruh tao untuk masuk.
"ada apa tao?"Tanya kris. Tao meletakkan sebuah undangan dengan warna gold yang mendominasi.
"undangan pernikahan dari presdir choi, anaknya menikah" ucap tao pelan.
"oh, choi minho?"
Tao mengangguk.
"kapan acaranya? Kau bisa datang bersama ku kan?"Tanya kris.
"acaranya sabtu malam ini.. eum, kenapa tidak mengajak Jessica noona? Lagi pula aku ada acara ge saat itu" ucap tao dengan senyuman. Kris menatap dongsaengnya itu dengan seringaian.
"acara? Apa sebuah kencan?" Tanya kris.
"aniya bukan, aku mau bertemu pelatih wushu ku ge, sudah lama tak berlatih"ucap tao. Kris tersenyum dan menghampiri tao, merangkul namja yang hanya berbeda beberapa tahun darinya.
"kau kapan menikah? Kau sudah cukup umur dan mapan namun belum sekalipun aku mendengar kau berkencan, apa kau penyuka sesama jenis?" Tanya kris serius. Tao membulatkan matanya kaget.
"yak! Apa maksud gege!" seru tao sebal sementara kris malah tertawa. Hari itu berlanjut tanpa ada sesuatu yang penting sampai jam pulang kantor. Pukul 5 sore kris sampai di kediaman dan kembali disambut oleh istri barbienya.
"jess, sabtu ini temani aku ya" ucap kris pelan. Jessica yang tengah sibuk merapikan tas kris menatap kris bingung.
"mwo?"
Kris mengeluarkan dompetnya dan memberikan Jessica kartu kreditnya.
"belilah gaun yang pantas, sabtu ini rekan bisnisku mengadakan pesta pernikahan sabtu malam minggu ini arraseo" ucap kris datar. Jessica tersenyum kemudian menghampiri kris.
"benar kau mengajakku? Ini pertama kalinya, gomawo kris!" ucap Jessica gembira lalu memeluk kris karena terlalu senangnya.
"benarkah ini pertama kalinya? Aku merasa kejam mendengar fakta itu" ucap kris pelan. Jessica tersenyum lembut.
"aku mengerti, kemarin aku belum pantas untuk tampil sebagain istrimu" ucap Jessica pelan.
"ahya, pergilah mandi aku akan memasak"
Jessica menghilang di balik dapur sementara kris terpaku di tempatnya.
"aku.. merasa jahat jika masih mencintai joonmyeon, Jessica sudah mau berubah untukku tapi aku juga tak bisa membohongi hatiku, aku hanya jatuh cinta pada joonmyeon"
.
.
Sabtu malam di sebuah aula hotel bintang lima digelar pesta pernikahan yang begitu meriah. Bunga mawar putih sebagai dekorasi utama aula itu. semua yang berada di dalam ruangan itu tersenyum senang mengikuti aura yang dikeluarkan dari sang mempelai pengantin.
"mommy aku mau ambil minum yah"ucap itu pun segera pergi ke tempat minuman. Sementara joonmyeon tetap menemani chanyeol tengah mengobrol dengan rekan kerjanya yang lain.
"chan!" seru seseorang dan chanyeol pun menoleh ke sumber suara dan didapati seorang yeoja dengan gaun mahalnya yang membalut tubuh indahnya tengah melambai ke arah chanyeol. Jangan lupakan juga senyuman manis gadis itu.
"Jessica? Bagaimana bisa disini?" Tanya chanyeol. Yeoja itu berjalan menghampiri chanyeol dan memeluk chanyeol sebentar. Joonmyeon membulatkan matanya melihat bagaimana yeoja itu memeluk chanyeol tepat di depan matanya dan chanyeol nampak tak keberatan.
"aku datang dengan suamiku"ucap yeoja itu, Jessica.
"ohya? Mana suamimu? Aku ingin lihat siapa namja yang berhasil menaklukan ice princess seperti mu"
What? Chanyeol menyebutnya princess?
"dia sedang ke kamar mandi, tak ku sangka kita bertemu di sini"ucap Jessica. Kemudian yeoja itu menatap joonmyeon. "nugu?" ucapnya seraya menunjuk joonmyeon.
"ahya aku lupa, jess, ini joonmyeon"
"oh, hai joonmyeon, Jessica" ucap Jessica ramah. Joonmyeon tersenyum ke arah yeoja itu.
"kim joonmyeon"
"kau pasti kekasihnya chanyeol? Arraseo, jadi kau mencari yang seperti ini? Selera mu bagus joonmyeon manis sekali"puji Jessica yang langsung menimbulkan semburat merah di pipi putih pucat joonmyeon.
"gomawo"
Jessica tersenyum.
"ah aku harus kembali nanti suamiku mencariku, bye chan, bye joon" ucap Jessica pelan. Sementara di lain tempat ketika kris baru saja keluar dari toilet dia berpapasan dengan sehun.
"sehun?" ucap kris menepuk bahu sehun pelan dan bocah itu menoleh ke arahnya. Dengan senyuman manis seperti milik joonmyeon. apa itu tandanya joonmyeon ada disini? Pikir kris.
"kau sendirian?" Tanya kris. Bocah itu menggeleng.
"aku bersama mommy dan chanyeol ahjussi"kris mengangguk paham. Dan tetiba ia merasakan sakunya bergetar. Ada pesan masuk di ponselnya.
From: Jessica
Kau di tempat minuman? Ada seorang teman yang ingin ku kenalkan.. aku akan kesana
DEG
Jessica tak boleh melihat sehun.
"umm..sehun, ahjussi harus pergi, kembalilah ke mommy mu yah" ucap kris, sehun mengangguk dan segera pergi. Kris pun segera berlari meunuju meja salad buah.
To: Jessica
Aku sedang mengobrol dengan minho di dekat meja salad buah, kemarilah.
Tak berapa lama Jessica pun terlihat dengan senyuman yang begitu cerah.
"minho –ssi, kenalkan ini Jessica, dia ini istriku"ucap kris. Jessica mengangguk sopan dan tersenyum ramah.
"annyeong, Jessica imnida"
"hay, nyonya wu. Aku choi minho dan ini istriku choi taemin, senang berkenalan dengan anda"
"eum.. kalau begitu kami permisi dulu minho-ssi"
"oh arraseo, nikmatilah pestanya"
Jessica tengah menggandeng kris, menariknya dari obrrolannya bersama minho.
"siapa sih temanmu itu? kenapa sangat ingin mengenalkannya kepadaku?" Tanya kris heran. Jessica tersenyum ke arahnya.
"dia sahabat lama, teman sewaktu di amerika, dia punya perusahaan besar di sini, siapa tahu kau bisa bekerja sama dengannya" ucap Jessica. "ah itu dia" ucap Jessica saat menangkap punggung teman yang dimaksudnya. Kris menatap punggung itu aneh, terkesan sangat familiar di matanya.
"hey. chanyeol!"
DEG
Benar kan.
Namja itu menoleh.
"hai jess..." ucapan chanyeol terdiam saat menatap kris.
"ini suamiku, namanya kris wu" ucap Jessica dengan wajah yang berbinar.
"presdir wu?" ucap chanyeol dengan senyuman kaku. Begitu pun dengan kris yang tersenyum canggung.
"loh? Kalian sudah kenal?" Tanya Jessica heran. Kris mengangguk mantap tapi kemudian matanya melebar saat menyadari joonmyeon berada tepat di samping chanyeol dan menatapnya dengan tatapan terkejut.
"kami sedang melakukan kerja sama kebetulan" ucap chanyeol. Matanya beralih menatap kris yang tenagh sibuk melekatkan pandangannya pada joonmyeon dan chanyeol merasa terganggu akan hal itu.
"mommy!" seru seorang yang baru saja datang, sehun.
DEG
Jika bisa kris minta menghilang saja detik ini juga.
"siapa namja tampan ini?" Tanya Jessica. Matanya menatap sehun intens dan begitu pun sehun.
"kim sehun imnida" ucap sehun sopan. Jessica tersenyum menatap wajah sehun.
"kau sangat tampan, seperti kris kecil"
DEG
.
.
"dokter jongdae, pesananmu sudah selesai, hasil nya sudah keluar" ucap seorang suster yang masuk ke ruangan jongdae. Jongdae mengerti sekali pesanan yang dimaksud sang suster.
"ah gomawo sudah mengingatkan, aku akan mengambilnya nanti"
Jongdae baru saja kembali dari laboratorium dan pesanan itu sudah berada di tangannya. Sebenarnya tanpa perlu diuji pun jongdae sudah tahu apa hasilnya. Hanya saja, sebagai penguat jadi tak ada masalah kan?
"apa aku harus menelpon hyung sekarang?" ucap jongdae pada dirinya sendiri. Jongdae kembali ke ruangannya di dekat unit gawat darurat dan membuka amplop berisi hasil test dna milik sehun dan kris.
"let me see.."
Jongdae membaca surat itu perlahan lahan. Hatinya bergetar, apakah ini sebuah kesalahan melakukan ini? Apakah sekarang di sedang mengkhianati noonanya?
To: kris hyung
Hasilnya sudah keluar. Kau bisa ambil hari ini.
Sementara di lain tempat di sebuah lapangan proyek kris merasakan ponselnya bergetar.
From: jongdae
Hasilnya sudah keluar. Kau bisa ambil hari ini.
kris tersenyum lega. Ia merasa sebuah berita baik akan menghampirinya hari ini. Sementara yeoja yang berada di sampingnya menatapnya dengan kening berkerut.
"ada apa?" Tanya nya.
"aniya, joon.. lanjutkan" ucap kris. Joonmyeon malah terdiam.
"istrimu cantik, kau beruntung mendapatkan dia, dia juga wanita yang ramah menurutku" ucap joonmyeon pelan. Ada kekecewaan yang tersirat dari cara joonmyeon menyampaikan pujian untuk istri kris itu. kris tersenyum hambar.
"tak sulit bagiku untuk mendapatkannya, dia terasa biasa saja" ucap kris menanggapi gumaman joonmyeon yang sungguh membuat hatinya sesak.
"ohya, aku harus pergi sehabis ini, kau bisa kembali ke kantor mu dengan taxi, tak apa kan?"Tanya kris. Joonmyeon tersenyum samar.
"tak ada yang meminta mu untuk mengantarku kris"
.
.
Kris tengah berada di ruang kerja di rumahnya. Kertas hasil lab tes DNA nya sudah keluar dan kris tak bisa lagi menyembunyikan perasaan senang nya saat ini. Keraguannya dan instingnya selama ini tidak pernah salah. Putra yang begitu ingin dia miliki memang benar merupakan sebagian dari darahnya. Hanya saja sekarang ini yang kris pikirkan bagaimana caranya mengatakan kebenaran ini pada sehun. Terlebih reaksi joonmyeon.
"ck, eottokhe"
KLEK
"yeobo~ makan malam sudah siap" ucap Jessica dari celah pintu yang memisahkan ruang kerja kris ruangan lainnya.
Jessica, apa tanggapan Jessica.
"arraseo.." kris bangkit dari kursinya dan berjalan menghampiri Jessica. Yeoja itu tersenyum manis dan bergelayut manja pada lengan kekar milik kris.
"aku masak makanan kesukaan mu, ku harap rasanya tidak aneh"ucap Jessica manja, sementara kris hanya terdiam larut bersama pemikirannya. "kris?" Jessica merasa tak diacuhkan oleh kris.
"aku sudah lapar.." ucap kris memaksakan sebuah senyuman. Jessica mengangguk dan mereka sampai di meja makan mereka. Jessica memulai perannya sebagai istri yang baik, menuangkan makanan ke dalam piring kris. Mereka makan dalam diam hingga akhirnya Jessica memecahkan keheningan itu.
"bagaimana rasanya?"Tanya Jessica. Kris menghela nafas lemah.
"lumayan, hampir seperti masakan ibuku" ucap kris pelan dan mendengar itu Jessica senang bukan main.
"ohya by the way, soal kemarin kim sehun, dia sangat tampan, benar benar mirip denganmu.." Jessica menjeda ucapannya dan memperhatikan ekspresi wajah kris. Ada sedikit kegelisahan saat Jessica menyebutkan nama sehun namun kris cukup pintar untuk menyembunyikannya dengan wajah dingin dan kakunya. "ku pikir.. apakah kris wu memiliki hubungan dengan kim sehun? Atau jangan jangan kau ayahnya? Hahaha.. aku memikirkannya semalaman dan aku merasa idiot, mana mungkin kan?" Jessica tertawa dengan ucapannya sendiri. Jessica benar ingin menguji kris namun kris nampak tak terpancing sedikit pun.
"kau tahu, yoona dan krystal memiliki wajah yang mirip tapi mereka bukan saudara" ucap kris. Jessica tertawa.
"kau terdengar seperti tao"
DEG
Tao? Aku pikir Jessica tak sedekat itu dengan tao.
"kau sering mengobrol dnegan tao?" Tanya kris di sela makannya.
"tentu, saat aku ke kantor dan kau tak ada, aku sering mengobrol dengannya, dia menyenangkan untuk teman mengobrol"jelas Jessica.
"ya aku bisa lihat itu, kau nampak nyaman dengannya" ucap kris asal menanggapi ucapan Jessica. Jessica tersedak mendengarnya.
"kau terdengar tidak suka?"
"tidak.. aku suka kau akrab dengan sepupuku tapi apa kau tahu jess?" ucap kris memotong ucapannya dan menatap Jessica lekat. Jessica pun ikut membalas tatapan kris.
"kau tahu, betapa sukanya tao padamu?"
.
.
Hari itu adalah hari pertama sehun kembali mengikuti pelajaran olahraga setelah kecelakaan yang menimpanya. Hari ini olahraga atletik, pelajaran tentang lompat tinggi.
"kau bisa kan hun?" Tanya jongin, sehun mengangguk mantap. Mereka melakukan beberapa gerakan pemanasan sebelum memulai kegiatan olahraga mereka agar nantinya menghindari resiko untuk terkena cedera. Lee songsaenim mempraktekkan cara lompat tinggi yang benar dan semua siswa di antara para siswa itu sehun merasakan tubuhnya semakin aneh. Keringat dingin mulai membasahi keningnya. Ia juga merasakan pusing yang hebat mendera kepalanya.
Kenapa begini lagi? Ada apa denganku sih?
"baiklah, sekarang kita coba ambil test apakah kalian sudah paham tentang cara lompat tinggi yang baru saja ku praktekkan, arraseo?"
"arraseo songsaenim!"
Songsaeim mulai membuka buku absennya. Satu persatu nama nama itu dipanggil dan sejalan dengan itu pusing yang dirasakan sehun kian menghebat dan membuat wajahnya yang pucat terlihat semakin pucat.
"kim jongin!"
Jongin bersiap mengambil aba –aba dan dalam hitungan detik jongin sudah menuntaskan lompatnya.
"kim sehun!"
Sehun menengadah begitu namanya dipanggil. Dia mencoba berdiri mengabaikan rasa sakit yang mendera kepalanya itu. dia berdiri walau limbung, jongin yang baru kembali ke barisan memegang bahunya.
"kau serius tidak apa apa?" Tanya jongin khawatir.
"kau pikir aku kenapa?" ucap sehun memaksakan senyuman nya.
"yak kim sehun cepat!"
"ne songsaenim"
Sehun mulai berdiri dan mengambil aba –aba.
Mommy, kepala sehun sakit.
Satu langkah.. dua langkah.. tiga langkah..
Mommy, sakit mom.
BRUG
.
.
Ini belum jam makan siang tapi joonmyeon dipaksa untuk keluar menemui kris dengan alasan membicarakan proyek. Di café yang letaknya tak jauh dari kantor begitu sampai joonmyeon segera mengenali sosok kris yang memang outstanding itu.
"ada apa kris?" Tanya joonmyeon datar. Kris tersenyum kepadanya.
"kau ingat, kau menyuruhku mencari tahu sendiri jawaban dari pertanyaan yang ku ajukan padamu?"
Dahi joonmyeon berkerut tak mengerti kemana arah pembicaraan kris kali ini. Bukan tak mengerti mungkin hanya lupa.
"maksudnya?"
Kris terlihat tengah merogoh jasnya dan mengeluarkan sebuah amplop putih. Kemudian dia menyodorkannya ke arah joonmyeon.
"igo mwoya?" Tanya joonmyeon bingung.
"jawaban atas pertanyaan ku" ucap kris dengan sebuah senyuman yang terpampang jelas. Joonmyeon membuka amplop itu pelan. Hasil lab? Membaca tiap kata perlahan.
DEG
"bagaimana kau mendapatkan ini?" Tanya joonmyeon dengan mata yang masih terpaku pada kertas itu.
"kau tidak perlu tau.."
"apa jongdae membantumu?!" joonmyeon berucap dengan kilatan kemarahan terlihat jelas dalam sorot matanya yang bisanya terlihat teduh.
"joonmyeon…"
"lalu apa yang kau inginkan? Puas? Sehun memang anakmu, lalu kau mau berbuat apa? Merebutnya?"cecar joonmyeon pada kris. Kris merasa terpojok. Kesalahannya sejak awal meninggalkan joonmyeon hanya Karena iming iming perusahaan ayahnya. Ia juga menyesal tak mendengarkan ucapan ibunya soal hal ini.
"kenapa selalu berprasangka buruk?"ucap kris.
"kau pikir? Apakah ada wanita yang dicampakkan berprasangka baik pada pria yang mencampakkannya? Aku bukan lagi joonmyeon yang bisa kau permainkan seperti 14 tahun lalu kris, kau salah jika menilaiku seperti itu!"ucap joonmyeon pedas. Kris menatap joonmyeon penuh harap.
"aku tahu aku salah.. aku minta maaf joon"
"aku memberikan semuanya kepadamu, aku begitu mempercayaimu kau menjanjikanku begitu manis, semua yang kau katakan sangat sempurna di mataku tapi kenapa kris? Kenapa kau malah meninggalkanku? Semuanya terlalu berat untuk ku hadapi sendiri saat itu, rasanya seperti ingin mati saja. aku membutuhkanmu saat itu tapi kau menghilang begitu saja" joonmyeon tak bisa lagi menyembunyikan tangisnya.
"tapi aku belajar sesuatu, mungkin kau memang tak seharusnya berada di dalam hidupku dan mengacaukan semunya, aku membiasakan diriku hidup tanpamu jadi.. kau bisa pergi"
KREK
Hati kris terasa seperti patah terbelah entah menjadi berapa bagian. Joonmyeon serius menginginkannya pergi dari hidupnya.
DRRTTT
Ponsel joonmyeon bergetar. Dari nomor tak dikenal. Joonmyeon menghapus air matanya dan menoca menetralkan nafasnya.
"yeoboseyo?"
"nyonya kim, ini darurat, sehun jatuh pingsan saat jam pelajaran olahraga.. dia belum sadarkan diri sampai detik ini"
"mwoya?"
TBC
Huaaaaa finally bisa update T.T makasih yaa buat reader setiaku~~ maaf gabisa bales satu satu aku panic belom update soalnya X( miaannn~~ tapi aku baca semua kok ripiuunya mengharukan /?
Fuji jump910 melizwufan luhan8045 salsabilajum Choi Seong Yeon Guest U know who pinkcaramel sehun chagiya SimbaRella kaihunkrisho shipper pianissimo sita12keynes Tikha Semuel RyeoLhyun kevin izumi males login LittleMyeon j12 Genieaaa richsuo EXOTICARMYsasha fishyelf little Dark Wolf 99 littleXbetweenEO SyiSehun indaaaaaahhh mwinssi KyuraCho evirahmadani9 park suchy xing mae30 zoldyk aif Park FaRo PikaaChuu Zoldyk jimae407203 Kim XiuXiu Hunnie bellasung21 hasari28 Duo Bubble-Kim316 R053Wood ruixi Arcan'sGirl KrisHo WonKyu exindira lisnana1 Prince Changsa Guest DiraLeeXiOh Emmasuho Mr. Jongin albino fallforhaehyuk SMayanti EDP KHS kmldr100
Ohya, soal ending yang udah aku pikirin kayaknya gajadi aku pake soalnya kalian bakalan bakar aku kalo aku pake ending itu wkwk anyway makasih yaa masih setia sampai detik ini, young sayaaaangggg banget banget sama kalian =*
