.
.
NARUTO
Pair : SasuSaku
Genre : Romance, (Little Problem)
Author : NwK
Chapter : 10 (END)
Fiction ini fic pertama yang serius Nidya Kerjakan! Jadi fic ini sekedar untuk pelepas penat, karena fic ini kebanyakan tentang kebahagiaan SasuSaku... maaf jika kurang memuaskan readers sekalian dan terimakasih bagi kalian semua yang sudah setia juga mendukung Nidya...
.
.
.
.
Sasuke tengah berbahagia sekarang, karena pasalnya keluarganya merayakan kejutan tanpa sepengetahuan darinya.
"Sasuke-kun?" panggil Sakura pelan yang kini mereka berdua sedang berada di hotel depan pantai.
"Hn?" jawab Sasuke yang sedang memeluk Sakura erat.
"Aku tidak tau jika aku harus mengatakan ucapan terimakasih sebanyak apa terhadap Ibuku," gumam Sakura.
"Maksudmu?" tanya Sasuke tidak mengerti.
Sakura mendongakan kepalanya.
"Ya karena Ibuku bukan? Kita akhirnya bisa bersama?" lanjut Sakura.
Sasuke menganggukan kepalanya lantas ia mencium kepala merah muda Sakura.
"Aku tidak pernah sedikitpun berpikir jika aku akan mempunyai kekasih sepertimu! Kau adalah seorang pria berbakat yang sangat disenangi fans-fans nya, tapi aku? Aku hanyalah sebatas modelling biasa."
"Bukankah kita saling melengkapi? Kekuranganmu kelebihanku Sakura, dan kekuranganku adalah kelebihanmu," jelas Sasuke.
"Hihi aku tidak kau kau pandai membuat argumen!" ejek Sakura.
"Ini pengakuan bukan arguman!" dengus Sasuke.
"Baiklah terserah kau saja,"
"Sakura?"
"Hm?"
"Jika nanti kita sudah mapan, apakah kau masih seperti ini?"
"Maksudmu Sasuke-kun?"
"Apa kau akan tetap mencintaiku? Apa kau tidak selingkuh saat jarak kita berjauhan?"
"Haha harusnya aku yang tanyakan itu!" dengus Sakura.
"Aku serius!"
"Aku dua rius!"
"Sakura! Uchiha!" panggil Sasuke.
"Apa?- EH?" Sakura terbelalak mendengar panggilan baru untuknya.
"Jika kau benar-benar mencintaiku apa yang akan kau lakukan untuk membuktikannya?" tanya Sasuke.
Lantas Sakura menerjang Sasuke dengan sebuah ciuman mendarat di bibir pria Uchiha itu.
"Hn, kau nakal!" dengus Sasuke.
"Salahkah?" tanya balik Sakura dengan alis terangkat satu.
"Sangat salah! Karena kau sudah membangunkan harimau yang sedang tidur!" jawab Sasuke.
"Aku membangunkan harimauku karena aku ingin memberinya makan!" jawab Sakura membalikan.
Sasuke tersenyum tipis dan detik selanjutnya ia menerkam Sakura.
"Kau mangsaku jadi kau jangan berbuat apa-apa!"
Sakura memekik kala badannya terdorong ke ranjang hotel.
"Aku ingin kita segera menikah Sakura," gumam Sasuke.
"Sabar! Kita masih SMA Sasuke-kun!" jelas Sakura sewot.
"Kalau begitu aku mempunyai cara agar kita bisa cepat menikah!" ucap Sasuke meyakinkan.
"Huh? Bagaimana caranya?" tanya Sakura tanpa berpikiran buruk.
"Kita buat anak saja sekarang!"
"KYYYAAA!" jerit Sakura.
*PIP*
Apa yang terjadi pada mereka berdua?
*PIP*
Karena ini rated nya T
*PIP*
Sedikit bocoran, Sasuke tidak benar-benar membuat keturunannya sekarang, namun ia tetap nekad untuk melakukan hubungan 21+ dengan gadis pink nya.
.
.
"Karin-san!" panggil beberapa wartawan saat Karin turun dari mobilnya bersama sang manager.
Karin hanya membalas mereka dengan senyuman namun tersirat akan kepedihan.
.
"Sebenarnya aku kesini hanya untuk membicarakan bahwa aku 'sama sekali tidak ada hubungan apapun dengan Sasuke seperti yang dulu kalian sebarkan info tentang kami! Dan Sasuke aku tidak akan mencampuri urusanmu lagi mulai sekarang. Bahagialah bersama dengan orang yang kau cintai. Aku ingin kita tetap berhubungan dalam arti teman 'hanya teman'," Ucap Karin terlihat tegar namun dengan suara yang bergetar.
Ya! Sekarang ia berpikir bahwa Sasuke memanglah bukan ditakdirkan untuknya, dan ia sangat gengsi sekedar menjadi pihak ketiga atau pengganggu hubungan orang lain! Setidaknya Karin masih mempunyai harga diri untuk menyikapi hal tersebut.
Setelah Karin mengatakan pengakuan tersebut banyak orang yang membicarakan bahkan berbisik-bisik tentang hal tersebut.
'Aku memang mencintaimu, tapi aku akan lebih sakit jika melihatmu terluka Sasuke-kun,' kata Karin dalam hati.
.
.
.
5 tahun kemudian...
.
.
.
"Sasuke-kun!" panggil wanita berambut merah muda.
"Karin," jawab Sasuke disertai senyuman.
"Bagaimana kabarmu? Aku sangat merindukanmu setelah kita berpisah lima tahun," jelas Karin.
"Aku selalu baik Karin, aku merindukanmu juga, bagaimana kabarmu disana?" tanya Sasuke.
"Aku, oh ya ini adalah undanganku! Aku akan menikah dengan Gaara! Haha takdir memang tidak masuk akal bukan? Tapi inilah kenyataannya! Aku sangat berharap jika kau akan datang ke pernikahanku bersama dengan Sakura." Jelas Karin.
"Akan aku kabari Sakura, jika kau memang ingin dihadiri oleh kami berdua." Ucap Sasuke.
"Ya aku sangat berharap! Oh ya bagaimana rencanamu tahun ini? Apa kau akan segera menikah?" tanya Karin berbinar.
"Aku sudah menikah Karin," jawab Sasuke mendengus.
"HAAH?" Karin syok ditempat mendengar ucapan Sasuke.
"Aku disini sekarang karena aku sedang mengantar Sakura untuk membeli barang-barang bayi untuk putra ketiga kami," jawab Sasuke santai.
Mulut Karin semakin melebar mendengarnya.
Tidak lama setelah itu...
"Sasuke-kun!" panggil seorang wanita berambut merah muda mendekat kearah prianya juga kearah gadis berambut merah.
"Hn, Sakura kau masih ingat Karin?" tanya Sasuke setelah istrinya berada disamping dirinya.
"Tentu! Karin-chan, bagaimana kabarmu selama ini?" tanya Sakura ceria.
"Aku selalu baik Sakura-chan," jawab Karin disertai senyuman.
"Oh ya ini putra kami, aku dan Sasuke-kun.. yang ini namanya Daisuke, yang ini Yozora dan yang masih bayi bernama Sarada..." jelas Sakura.
"Apa anak kalian laki-laki?" tanya Karin mengernyit.
"Ah tidak yang aku gendong ini kelaminnya perempuan," jelas Sakura tersenyum geli.
"Haha jika memang bayi pasti sulit dibedakan ya, maafkan aku," Karin hanya bisa tersenyum canggung.
"Tentu saja tidak apa-apa," Sakura menganggukan kepalanya.
Merasa diacuhkan Sasuke menyeruakan suaranya.
"Sakura, ini udangan untuk kita."
"Hah? Dari siapa?" tanya Sakura polos membuat Karin canggung mendengarnya.
"Tentu saja dari Karin, siapa lagi."
"Oh gomenne, kenapa baru memberitahuku Karin?" tanya Sakura.
"Karena kita baru saja bertemu Sakura-chan," jawab Karin masih setia dengan senyumannya.
"Jadi siapa calon mempelai prianya Karin-chan?" tanya Sakura penasaran.
"Sabaku Gaara," jawab Karin. "Dia berasal dari Suna," lanjut Karin.
'Sabaku Gaara? Tunggu! Aku sepertinya mengenal nama pria itu!' Iner Sakura berteriak mencoba berpikir.
"Gaara? GAARA?" pekik Sakura.
"Apa kau pernah mengenalnya Sakura?" tanya Karin.
Sakura mengangguk pelan, sampai sebuah suara menyadarkan ketiganya.
"Karin!" panggil seorang pria mendekat kearah mereka bertiga.
"Gaara?" ucap Sakura tak percaya.
"Sakura!" balas Gaara.
Sakura segera memberikan Sarada pada pangkuan suaminya, juga Yozora dan Daisuke ia titipkan pada Sasuke.
Mereka berdua langsung berpelukan tanpa memedulikan status yang mengikatnya.
"Kemana saja kau selama ini? Kau tau jika aku merindukanmu? Aku pikir kau akan menikahi Matsuri?" tanya Sakura bertubi-tubi.
"Haha sudah kuduga, jika kita bertemu pasti akan seperti ini," ejek Gaara namun tersirat nada rindu didalamnya.
"Jadi jawab pertanyaanku?" desak Sakura.
"Memangnya kau tanyakan apa?" tanya Gaara meminta pengulangan.
"Baiklah, kenapa kau tidak menikah dengan Matsuri, ma-maksudku yah kan dulu kau dekat dengannya," tanya Sakura.
"Dia bukan jodohku Sakura, dia sudah menikah dengan Kankuro. Takdirku adalah Karin, apa kau kenal wanitaku sebelumnya?" tanya Gaara.
'Sangat kenal!' jawab Sakura dalam hati karena ia teringat jika Karin pernah menyukai suaminya.
"Tentu saja aku mengenalnya Gaara-kun maksudku Gaara!" jelas Sakura.
"Haha ternyata dunia ini sempit yah" ucap Gaara teringat dengan perpisahannya dulu bersama gadis –ah- tidak wanita yang ada dihapannya.
"Kalau begitu Sakura kita harus cepat pulang, sepertinya Sarada ingin meminta sesuatu padamu!" panggil Sasuke menyadarkan sang istri ketika melihat tatapan cemburu yang dilayangkan Karin.
"Ah, ya maaf... setelah dekat dengan pernikahan kabari aku! Jangan sampai lupa Gaara, Karin-chan!" jelas Sakura tersneyum.
Mereka berdua mengangguk menjawab perkataan Sakura.
.
"Ah dia adalah atasanku saat aku menjadi manager nya, juga dia adalah sahabatku karena dia pernah bersahabat dengan pacar- maksudku mantan." Jelas Gaara.
"Oke baiklah aku mengerti, karena kita akan menikah aku rasa kecemburuanku harus dihilangkan benar begitu?" tanya Karin menatap pemuda disampingnya.
"Ah ya tentu saja!" jawab Gaara setuju.
Setelah itu Gaara merangkul Karin dan keluar dari mall yang sudah melengkapi kebutuhannya.
.
Sepertinya takdir sudah menjadi Kejadian yang Indah dan harus dilalui bukan? Jika kita bergantung pada takdir pasti semuanya akan terasa indah!
THE END
A/N
Haha ini fic terakhir dari Sebuah Kejadian Yang Indah! Terimakasih buat para readers yang sudah mengikuti jalan fic ini... juga terimakasih banyak untuk yang bersedia meng review...
Maafkan Nidya ya, karena saat membuat fic ini rasanya pengen SasuSaku itu terus bahagia, haha ya maklum lah saat itu kan Sasuke nya lagi mau ngebunuh ke Konoha jadinya aku itu bingung dan karena emosi masih labil ingin SasuSaku bahagian jadinya buat fiction ini tanpa berpikir dua kali! Hihi akhirnya banyak tuntutan :P
Ya masih banyak sih yang ingin Nidya sampaikan namun berhubung tangan pegal dan males jadilah 'segini saja' :D
ARIGATOU GOZAIMASHITA
TERUTAMA BUAT REKAN AUTHOR NIDYA, JUGA PARA SENPAI AUTHOR
TERIMAKASIH YANG DIKHUSUSKAN
