Maybe You Feel Like What I Feel
LANGSUNG AJA
****HAPPY READING****
.
.
.
.
.
***TYPO SUDAH BIASA***
.
.
.
***ENJOY***
.
.
Chap sebelumnya
''J..Jongin" panggi Kyungsoo agar Jongin tersadar
"waeyo, kenapa kau terlihat takut kau kan istriku dan kau hanya miliku" ucap Jongin sambil mengunci posisi Kyungsoo agar tak lepas, dengan tangan kanan kekar jongin yang sudah sejajar dengan telinga kyungsoo telapak tangan kanan Jongin kini ia tempelkan pada dinding serta tangan Kirinya yang tengah memegang pinggang Kyungsoo membuat Kyungsoo semakin bergerak gelisah tak nyaman akibat perlakuan dari Jongin,
"tidak Jongin" ucap Kyungsoo sambil berusaha mendorong dada bidang Jongin dengan tangan kirinya agar menjauh namun seberapa kuat Kyungsoo melawan Jongin sepertinya tenaga Kyungsoo kalah dengan tenaga Jongin, dengan gerakan cepat Jongin menahan pergelangan Kyungsoo dan menempelkannya dinding berusaha mengunci Kyungsoo agar tak lepas dari kurungannya.
chap 10
Kyungsoo, semakin takut dengan sikap Jongin sekarang jika saja Kyungsoo sedang berada di tempat lain pasti yeoja bermata bulat ini akan berteriak keras, tapi apa jadinya jika Kyungsoo berteriak di rumah mertuanya sendiri?, Kyungsoo hanya bisa diam dan menundukan kepalanya menghindar dari wajah Jongin yang semakin mendekat ke wajahnya, Kyungsoo hanya bisa menahan nafas dan memejamkan matanya erat tak bisa berbuat apapun untuk menyelamtkan dirinya. Jongin yang melihat keadaan Kyungsoo sekarang ia hanya dapat mengulas senyum lebih tepatnya smirk di wajah tampannya tapi saat beberapa detik kemudian ketika mata tajamnya menatap bibir Kyungsoo namja tan ini memandangi bibir Kyungsoo dengan lama entah apa yang akan di lakukan Jongin ia mulai lebih mempersempit jarak antara wajah nya dengan Kyungsoo, saat bibir mereka hanya berjarak satu cm Jongin berbicara pada Kyungsoo dengan posisi yang masih sama
"kau menginginkan nya?" kemudian Jongin memundurkan posisi badannya
Kyungsoo yang mendengar perkataan Jongin yeoja bermata bulat ini kemudian membuka perlahan matanya saat merasakan deruan nafas Jongin yang perlahan mulai menghilang dari wajahnya,
"..." Kyungsoo hanya bisa diam untuk menetralkan nafasnya yang terengah-engah, bebrapa detik kemudian Kyungsoo menatap dengan mata yang tengah membulat sempurna menatap tepat ke arah mata Jongin dengan tatapan yang seolah menyeruakan perasaan kesal dan marah dalam mata bulatnya. Jongin yang melihat Kyungsoo namja tan ini hanya dapat berdiam diri dan menatap Kyungsoo dengan ekspresi sedikit takut akan tatapan Kyungsoo, dan
DUK
Kyungsoo menginjak dengan keras kaki kiri Jongin dengan kaki mungilnya, jangan meremehkan tenaga Kyungsoo yang tak sebanding dengan Jongin jika Kyungsoo sedang marah ia akan menggunakan tenaga nya dengan maksimal cukup untuk membuat seseorang kesakitan
"AWW...Shhhh" pekik Jongin kemudian memegang kaki kirinya
"YAK, KIM JONGIN kau mengerjaiku eoh?" teriak Kyungsoo kesal dengan posisi sambil menghadap Jongin yang masih berjongkok menahan sakit
"mianhe, tapi Kyungsoo-ya kaki ku sakit sekali" ucap Jongin santai
"aku tak perduli" ujar Kyungsoo kemudian meninggalkan Jongin ke kamar mandi
Bruk
Kyungsoo masuk ke kamar mandi kemudian menutup pintu itu dengan keras hingga membuat debaman keras
"apa-apaan dia?"
"ya Kyungsoo-ya seharusnya kau berteriak saja tadi"
"kenapa kau malah diam saja?"
"argghhhh..."
"aku bisa gila"
Itulah ucapan yang dilontarkan Kyungsoo ketika dirinya sudah masuk kedalam kamar mandi dan menyenderkan punggung mungilnya di daun pintu, tangan kirinya tengan memegang dada yang sekarang terlihat masih mengembang dan mengempis akibat darah yang mengalir cepat. Sudah hampir lebih dari lima belas menit Kyungsoo belum keluar dari kamar mandi Jongin yang tidak melihat kembalinya Kyungsoo namja tan ini hanya dapat menyerinyitkan keningnya berpikir 'sedang apa Kyungsoo di dalam' , 'apa mungkin dia sekarang takut bertemu dengan ku?' batin Jongin bertanya lagi, Jongin akhirnya mulai melangkah mendekati pintu kamar mandi itu mengetuk pelan
"Kyungsoo-ya, kau sedang apa?''
"kenapa lama sekali?"
"..." tidak ada jawaban dari Kyungsoo
"kau baik-baik saja?"
"..." pertanyaan dari Jongin pun tak membuahkan balasan dari Kyungsoo
"apa kau tidur didalam?"
Yang benar saja Jongin masa istrimu tidur di dalam kamar mandi malam-malam begini
''Kyung-" ucapana Jongin terpotong
"PERGI, aku tidak ingin melihatmu Jongin" pekik Kyungsoo di dalam kamar mandi
'sepertinya dia sangat ketakutan, apa yang harus aku lakukan?'
"baiklah aku akan tidur di luar" ucap Jongin kemudian meninggalkan Kyungsoo seorang diri.
***Kyungsoo-pov****
Aku mulai memutar kenop pintu ketika mendengar langkahnya yang mulai menjauh dari arah kamar mandi, dan saat aku membukanya memang benar dengan apa yang di ucapkannya tadi, Jongin telah pergi keluar untunglah namja itu mulai mengerti. Setidaknya dia harus mengerti dengan situasiku sekarang. Aku keluar dari kamar mandi dan aku melangkah medekati ranjang untuk mengambil tas ku yang telah di letakan Jongin di atas ranjang tadi, aku mengambil piamaku di dalam tas dan kembali ke kamar mandi untuk mengganti pakaianku.
'di mana dia akan tidur?' batin ku bertanya, masa bodoh dengannya aku tak perduli untuk saat ini aku belum siap bertemu dengannya setelah apa yang dilakukannya tadi, dia pikir aku ini apa?.
Aku mulai menaiki ranjang dan duduk dengan posisi kaki ku yang terlentang serta punggung ku yang tengah menyender di kepala ranjang, aku mulai memperhatikan kembali isi ruangan yang tengah aku tempati, benar apa yang dikatakan Jongin kamar Jongin sekarang sudah berubah 180 derajat bahkan kamar ini lebih mirip dengan kamarku , hanya saja aku baru menyadari di dalam kamar Jongin ,hal yang tidak sama sekali di rubah ialah hanya ranjang dan sprei yang terakhir aku pakai ketika aku mulai tinggal di rumah ini. Mata ku kini tertuju pada foto pernikahan ku dengan Jongin aku mengulas senyum ketika melihat wajah tampan Jongin berdiri di sampingku dengan badan tegapnya yang tengah memakai tuxedo. Sedikit melamun aku teringat dimana ciuman pertamaku dilakukan dengan Jongin di gereja saat itu di hadapan orang banyak yang hanya tertuju kepada kami, aishh... wajahku memerah saat mengingat dimana kejadian itu. Tidak dapat di pungkiri lagi aku mencintaimu Jongin. Jam kini sudah menunjukan jam 00.30 malam tapi aku belum bisa tertidur entah apa yang terjadi dengan perasaanku sekarang, saat ini aku hanya mengkhawatirkan Jongin, aku ingin tahu dia sedang dimana sekarang dan aku ingin tahu apa yang sedang dia lakukan sekarang, tapi untuk bertemu dengannya sungguh aku belum siap bahkan jika boleh saja aku meminta Tuhan tolong Jadikan malam ini malam yang panjang, aku tak tahu apa yang akan terjadi besok antara aku dengannya.
Aku memutuskan untuk mengambil sebuah buku yang berada di rak buku Jongin, aku tak heran kenapa banyak sekali buku tebal yang tersusun rapih di rak itu pantas saja Jongin menjadi namja jenius ternyata dia seseorang yang gemar membaca, mungkin?, aku mulai mendudukan kembali duduk seprti tadi namun kaki ku kali ini aku lipat (duduk bersila). Aku mulai membuka lembaran-lembaran halaman buku itu mataku memperhatikan dengan jelas setiap kata-kata yang tersusun mejadi kalimat namun seberapapun aku memahami isi dari bacaan itu aku tak mengerti apa makna di balik tulisan itu, mungkin dalam hal ini memang otaku lemah.
Cklek
Terdengar pintu tengah terbuka, aku yang mendengar itu seketika badan ku refleks menaruh sembarang buku yang sedang ku baca di meja nakas dan membaringkan badanku serta menarik selimut hingga menutupi seluruh bagian tubuhku agar tak terlihat, dan memejamkan mataku erat berusaha agar cepat terlelap. Suara deritan ranjang seperinya Jongin tengah menaiki ranjang, dan aku pula dapat merasakan Jongin tengah menarik selimut yang tengah aku pakai pula,ya ampun ada apa ini kenapa punggung ku seperti akan di pegang oleh Jongin.
***Kyungsoo-pov end***
***normal-pov***
Jongin kembali dari luar dan masuk kedalam kamarnya, namja tan ini sepertinya kelelahan dan berjalan perlahan menuju ranjang yang tengah di tiduri oleh seseorang di atasnya dan siapa lagi jika bukan istrinya ya Kyungsoo.
'apa dia sudah tertidur?' batin Jongin bertanya dan mulai menaiki ranjang membaringkan badannya di sebelah Kyungsoo. Posisi jongin kali ini ia hanya dapat berbaring menghadap punggung Kyungsoo yang tengah membelakanginya, dalam hati Jongin ia merasa nyaman saat berada di samping Kyungsoo dan Jongin selalu ingin membuat Kyungsoo kesal padanya dan Jongin sangat menikmati dirinya yang sellalu berdebat dengan Kyungsoo namun Jongin juga namja tan ini ingin melihat Kyungsoo yang sedang tersenyum manis padanya seperti beberapa jam yang lalu yang telah di lakukan Kyungsoo pada Jongin saat Jongin datang ke aprtemen
'apa aku mulai menyukai mu soo?' batin Jongin bertanya masih mentap ke arah Kyungsoo yang membelakanginya
"apa kau sudah tidur?" tanya Jongin
"ku anggap kau sudah tidur,aku mau meminta maaf bukan aku bermaksud untuk berbuat sesuatu yang tidak-tidak terhadap mu tapi hanya saja aku terlalu kesal padamu, kenapa umma lebih memperhatikan menantunya sekarang di banding anaknya sendiri" ucap Jongin lirih dan sedikit merengek di kalimat terakhirnya
"kau bilang kau akan tidur di luar , kenapa malah kembali eoh?" ucap Kyungsoo seketika dengan badan yang tengah ia balikan tepat menghadap Jongin
Jongin yang mendengar ucapan Kyungsoo seketika badannya ia jauhkan, namja tan ini sepertinya kaget akan sikap Kyungsoo yang tiba-tiba
"aigoo.. kau membuatku kaget saja"
"kenapa kau kembali?"
"memangnya kenapa? lagi pula ini kamar ku, apa kau benar-benar takut?"
"takut apa?''
"tidak usah berbohong Kyungsoo-ya, saat melihat wajah ketakutan mu tadi sungguh ingin membuat ku tertawa haha..."
'dia tertawa? Apa itu lucu?' batin Kyungsoo menatap heran Jongin
"yak, kau pikir itu lucu eoh?"
"haha...'' jongin masih tertawa
Dimana sikap dingin Jongin yang selalu dia tunjukan di depan Kyungsoo sungguh kali ini Jongin menunjukan tawa lepasnya di depan Kyungsoo
''berhentilah tertawa Kim Jongin, atau kau akan mati" ancam Kyungsoo kemudian merubah posisinya menjadi duduk sambil melotot ke arah Jongin
"baiklah tapi ha...ha..haha..mfhtthh..." Jongin menuruti Kyungsoo dan bebrapa detik kemudian Jongin tak dapat menahan tawa yang akan kembali keluar dari mulutnya, melihat ekspresi Kyungsoo yang mulai marah akhirnya Jongin hanya dapat menutup mulutnya sambil tangan kanannya memegang perut yang terasa sakit akibat tawa lepasnya.
"YAK, dasar hitam kubilang berhenti"
Bugh
Uhuk
Kyungsoo yang sudah geram pada Jongin akhirnya yeoja mungil ini melayangkan tinjuan tangan kirinya tepat di perut Jongin, ternyata pukulan Kyungsoo berhasil membuat seorang Kim Jongin menyerinyit wajahnya terlihat seperti kesakitan karena ulah Kyungsoo, masih belum puas dengan tinjuan Kyungsoo akhirnya Kyungsoo mulai memukul dada bidang Jongin ya walaupun pukulannya ini sama sekali tidak membuat Jongin kesakitan.
Bugh bugh bugh
"kau pikir itu lucu eoh?"
"hentikan Kyungsoo"
"tidak akan"
Grep
Jongin yang tak tahan dengan pukulan Kyungsoo akhirnya namja tan ini mencengkram kedua tangan Kyungsoo menahan agar berhenti memukulinya,
"oh.."
Kyungsoo sukses mendarat tepat di dada bidang Jongin, wajah keduanya kini hanya berjarak beberapa senti saja, Jongin terus menatap intens ke setiap lekukan wajah lugu Kyungsoo yang membuatnya tanpa sadar menyeruakan perasaan kagumnya terhadap Kyungsoo
"cantik" gumam Jongin
"apa?" ucap Kyungsoo sambil mengerjapkan matanya kemudian kembali duduk menarik posisi badanya yang menindih Jongin
"ah.. tidak" tukas Jongin sambil mendudukan badanya sama seperti Kyungsoo
"aku mendengar kau mengatakan sesuatu tadi"
"tidak, aku tidak mengatakan apapun"
"ah ya sudahlah Jongin ini sudah larut, tidurlah aku lelah" ucap Kyungsoo kemudian membaringkan badannya memunggungi Jongin dan menarik selimut dengan gerakan cepat sampai menutupi seluruh tubuhnya
"..." Jongin masih terdiam duduk sambil menatap punggung Kyungsoo
'ada apa ini?' batin Jongin sambil memegang dada bagian kirinya
Jantung Jongin kini berdetak abnormal, Jongin merasakan hal lain saat berada di dekat Kyungsoo entah itu persaan apa, hanya saja Jongin sebelumnya pernah merasakannya saat dengan Krystal tapi untuk kali ini suasana nya sungguh berbeda ia merasakan berkali-kali lipat jika dirinya berada di dekat Kyungsoo. Tak lama kemudian Jongin mulai membaringkan badannya dan menyusul Kyungsoo yang sudah terlelap tidur.
Kim Yuri sedang memasak didapur tangan nya saat ini terlihat sedang memotong sayuran yang akan diolahnya untuk sarapan pagi ini.
"kau sudah bangun?" tanya Kim yuri dengan senyum tak lepas dari wajah paruh baya nya ketika melihat Kyungsoo yang datang menhampirinya
"iya umma selamat pagi"
"selamat pagi Kyungsoo bagaimana istirahat mu, apa kau tidur nyenyak?"
Jika saja Kyungsoo boleh berkata jujur ingin sekali Kyungsoo mengatakan hal yang sudah terjadi semalam pada umma Jongin bagaimana Kyungsoo bisa tidur nyenyak kalau ia tidur satu ranjang dengan namja yang telah membuatnya ketakutan setengah mati dan apa boleh buat Kyungsoo kali ini dia harus terlihat baik-baik saja di depan mertua yang sangat menyayanginya ini,
"nde aku tidur nyenyak, dan untuk kamar Jongin umma benar-benar sukses membuatnya sebal padaku"
"benarkah? Maafkan umma Kyungsoo, habisnya umma ingin sekali membuatmu senang di tengah-tengah keluarga kami"
"terimakasih umma aku selalu senang, umma tidak perlu melakukan apapun untuk ku" ucap Kyungsoo dengan senyum manis
"kau memang menantu idaman Kyungsoo pasti Jongin beruntung memiliki istri seprtimu" ucap Kim yuri sambil memegang tangan kanan Kyungsoo
"ah umma biar aku membantu memasak"
"baiklah, pakailah apron terlebih dulu"
.
.
.
"kyungsoo-ya" panggil Kim Yuri
"nde umma, ada apa?" sambil mengalihkan pandangan Kyungsoo dari sayuran yang tengah ia potong
"apa Jongin belum bangun?"
"mungkin dia masih tidur umma sepertinya dia sangat lelah"
"yah dia pasti lelah perjalanan dari aprtemen ke sini memang sangat jauh"
''kasihan sekali anak itu, bahkan saat dia datang umma menyabutnya tak seperti dulu"
"..." kyungsoo hanya diam dengan tatapan bingung
''walaupun Jongin terlihat dingin tapi sebenarnya dia anak yang manja jika dekat dengan ku Kyungsoo, dia akan terlihat lembut dan dia juga terlihat tampan jika tersenyum manis tapi entah kenapa untuk sekarang ini aku jarang melihatnya tersenyum tulus, hufhthh... ada apa dengan anak itu?"
Kyungsoo sempat teringat dimana kejadian Jongin yang tengah tersenyum pada seorang yeoja cantik di arena ice skating beberapa hari yang lalu, Kyunngsoo sangat menginginkan bahwa dirinyalah yang dbisa membuat Jongin tersenyum.
"soo-ya, kyungsoo-ya ada apa dengan mu kenapa kau melamun?"
''eoh? Anniyo umma "
"ya sudah ayo kita sajikan makanannya, kita akan sarapan bersama"
Kyungsoo dan Kim Yuri akhirnya mereka kini sudah selesai dengan urusannya didapur, keduanya kini terlihat puas ketika melihat beberapa makanan yang sudah tertata rapih dan terlihat enak di meja, tak lama kemudian terdengar suara berat menyapa telinga mereka
"ah, selamat pagi Kyungsoo, selamat datang di rumah kami kembali, maafkan appa semalam tidak menyabut kedatangan mu"
"tidak apa-apa appa"
"ya sudah mari kita sarapan" ucap Kim Jongsoo kemudian menarik salah satu kursi
"dimana Jongin?" tanya Kim Jongsoo
"mungkin dia belum bangun appa, biar aku membangunkannya"
"tidak seperti biasanya anak itu bangun terlambat?"
"mollayo" balas Kim Yuri pada suaminya
Di kamar
"maafkan aku tapi untuk hari ini aku tak bisa mengantar mu Krys lain kali saja ne?"
"aku tidak mau, jika kau tidak menjemputku dalam waktu tiga puluh menit aku akan ke aprtemenmu sekarang"
"aku sedang tidak di aprtemen, aku sekarang sedang di rumah orangtua ku"
"di rumah orangtua mu?"
"nde''
"tapi kenapa kau tidak memberitahu ku?"
"maafkan aku,"
Tut tut tuut
Krystal memutuskan sambungan secara seepihak membuat Jongin menatap bingung pada ponselnya, saat Jongin akan meletakan ponselnya di meja nakas Jongin sangat terkejut ketika melihat Kyungsoo yang tengah berdiri mematung di ambang pintu sambil menatap ke arahnya
"kau sejak kapan kau berdiri di situ?" tanya Jongin
"orangtua mu sudah menunggu mu untuk sarapan, cepatlah" ucap Kyungsoo tanpa menawab pertanyaan dengan wajah datar kemudian pergi meninggalkan Jongin
"selamat pagi appa umma" sapa Jongin ketika sudah berada di ruang makan
"pagi Jongin" jawab Kim Yuri dan Kim Jongsoo bersamaan
Kim yuri, Kim Jongsoo dan Jongin terlihat mengobrol asik di acara tengah makan mereka mungkin karena rindu orangtua dan anak yang tak bertemu hampir tiga bulan ini ketiganya terlihat sangat bahagia, bahkan saat ini terdengar tawa dari Kim Jongsoo sang kepala keluarga, berbeda dengan Kyungsoo yang sedari tadi terlihat murung kepala yang ditundukan mentatap kosong pada piring yang masih terlihat makanan yang utuh belum dimakanya.
"bagaimana dengan kuliah mu Jongin?" tanya Kim Jongsoo
"berjalan lancar appa, dan beberapa bulan lagi aku akan sidang dan aku akan lulus" ucap Jongin pada sang app
"bagus kalau begitu, umma sudah menyiapkan rencana bulan madu mu dengan Kyungsoo jika kalian sudah lulus nanti" susul Kim Yuri dengan nada semangat
"bagaimana Kyungsoo"
"eoh? Iya" Kyungsoo yang bengong akhirnya tanpa sadar mengiyakan pertanyaan dari Kim Yuri yang sama sekali tidak di dengarnya karena melamun
Jongin yaang mendengar keputusan Kyungsoo namja tan ini hanya bisa menatap tajam tak percaya pada istrinya, bagaimana untuk rencana bulan madu jika untuk tidur satu ranjang saja mereka harus melewati perdebatan dan suasana yang awkward.
"kyungsoo apa kau baik-baik saja?" tanya Kim Yuri ketika melihat wajah Kyungsoo yang terlihat pucat
"aku baik-baik saja umma hanya saja kepala ku terasa pusing"
"kau pusing? Apa kau merasakan hal lain?"
"hal lain? Apa maksud umma aku tidak mengerti"
"ah maksud umma, apa kau merasa mual atau semacamnya?"
"..." Kyungsoo hanya diam mencerna apa yang dikatakan mertuanya ini
"umma harap kau hamil Kyungsoo, umma benar-benar tidak sabar menunggu kelahirannya"
"hamil?" tanya Kyungsoo heran
Uhuk
Jongin yang mendengar percakapan antara umma dan istrinya seketika Jongin tersedak akibat air yang tengah diminumnya, Kyungsoo yang refleks akhirnya hanya dapat mengelus punggung Jongin dan memeberikan segelas air minum pada Jongin
'dia pasti terkejut' batin Kyungsoo
'aku harus menjelaskan semuanya, bagaimana jika umma Jongin terlalu berharap dengan kehamilan yang tidak akan terjadi ini'
"ah umma, tidak mungkin Aku hamil, aku merencanakannya dengan Jongin lagi pula aku belum siap jika aku hamil saat aku masih berkuliah, maafkan aku umma" ucap Kyungsoo sambil melirik Jongin sekilas , kemudian menundukan kepalanya merasa bersalah pada Mertuanya.
Kim yuri yang mendengar pernyataan dari Kyungsoo akhirnya hanya bisa diam dan kemabali memakan makanannya yang belum habis
'maafkan aku umma' batin Kyungsoo
Jongin yang mengerti akan suasana akhirnya namja tan ini mengajak Kyungsoo kebali ke kamar dengan alasan mengantarkan Kyungsoo agar istirahat di kamar
"umma biar aku mengantar Kyungsoo ke kamar sepertinya dia sakit"
"ya kau antarlah dia"
Kyungsoo hanya bisa diam dan menuruti semua perlakuan Jongin,
"duduk lah, kau baik-baik saja?" tanya Jongin cemas
"tidak usah mengkhawatirkan ku, kembalilah sarapan aku akan istirahat sebentar"
"baiklah"
Skip
"bagaimana kondisi mu Kyungsoo apa masih terasa pusing, apa sebaiknya perlu ke rumah sakit" ucap Kim Yuri saat melihat Kyungsoo yang menghampiri sofa ruang tempat berkumpul keluarga
"sedikit membaik umma, tidak usah khawatir aku baik-baik saja"
.
.
.
.
.
.
~TBC~
nah chap 10 udah di post walaupun pendek yang penting udah update, haha author ngomong apa sih, habisnya ngopy dari document ke blognya susah bgt jadinya gitu deh bnyk bgt kendala, author mau tanya, ini ff mending sampe berapa chap yah? author sendiri bingung, buat chap selanjutnya kira-kira ditunggu sampai 1 minggu yah, soalnya author mau fokus sama ulangan author!
.
.
*XOXO*
*BOW
.
.
.
.
PAY-PAY
NO SILENT READERS
Ditunggu koment and masukannya
