Annyeong! SMOL UPDATE lagi. Saatnya balas2 reviews. Kmrn reviewnya lbh sedikit. Mungkin krn aku UPDATE pagi jd ketumpuk FF lain ya? Atau byk Siders… Entahlah dan biarkanlah! Aku senang udh ada yg mau review dan baca FFku. YUK! Dibalas dulu reviewnya!

Melsparkyu: Junsu peran baru. Hhe~ Emangnya kapan Min bilang suka Kyu? Makasih udh komen!

Mitcloud: Ne, gpp… udh review aja udh seneng. Hmmm… Kyknya tebakannya benar. Tp msh kyknya. Author-nya labil sih~ Buahahaaha… Review lg ya!

Kyumin13: Hehehe… Aku ga bs buat FF NC, itu coba2… eh malah GATOT #curhat# Cast akan bertambah terus seiring berjalannya waktu. Hohohoho~ itu masih rahasia. Review lg ya! Makasih!

Evilkyu: Panggil aku Yuya aja ya, jgn Min… Aku kan bukan Sarimin,,, hhe~ Mianhae, aku HARUS masukin KyuMin walaupun sedikit, krn mendukung u/ chapter selanjutnya. Makasih review n sarannya! Review lg ya~

Iam E.L.F and JOYer: yups… bener! Abisan Kyu kyk org ga salah gtu pdhl kan udh yg iya" ama Min. Thanks for review!

May AngelBunny: Mslh Siwon msh rahasia. Apa yg terjadi sm Taemin berhubungan dg chapter ini. Disimak ya. Siapa Junsu? Akan dijawab di Chap 11. Sungmin ngambek gr2 adegan NC itu lah~ makasih dah komen ya!

Han: I love happy ending, jd kemungkinan seperti itu. Hoho… makasih ya!

Hyona rae: Anak HanChul siapa ya? Keep reading! Mian, masih seneng main teka-teki. Gomawo for review! Review lagi ya!

Brigitta Bukan Brigittiw: Sbnrnya aku udh dpt ide sedikit, mirip2 sm ide kamu yg pertama. Kok kita sehati ya?! Hhe~ Kibum nanti jd org baik kyknya. Aku msh bgg jg. Yoochun blm kepikiran sm jodoh. Wkwkwk~ Thanks for review~ btw, kita udh tmnan di FB kan? Blm pnh ngobrol. Hhe~

Hukiie: Yes! Junsu anak baru… Ntar dy bakal nolongin Sungmin trs. Ortu-nya Sungmin? Nanti jg ketahuan. Makasih udh mau review, panjangan pula… hehe~ Gomawo :)

Sekian balasan reviews dari Yuya. Maaf jika ada nama yg salah penulisan dan jika ada yang terlewat. Yuya melihat dari email, karena beberapa REVIEW tidak masuk ke kolom review di FFn. Trmksh atas partisipasinya~ SELAMAT MEMBACA!


Kyuhyun mengetuk meja belajarnya beberapa kali. Ia tidak nyaman dengan sikap Sungmin yang ketus kepadanya. Otaknya bekerja keras untuk mendapatkan alasan kenapa Sungmin bersikap seperti itu kepadanya. TAK! TAK! TAK! Tangan Kyuhyun beralih dari atas meja ke arah tombol lampu meja belajarnya. Gelap. Terang. Gelap. Terang. "Apa jangan-jangan…", pikir Kyuhyun menebak-nebak.

Namja tampan itu menggelengkan kepalanya. "Ah, aniya! Pasti bukan karena itu. Kami melakukan itu karena dasar saling suka. Sungmin juga terlihat menyukainya. Hmmm… Apakah aku kurang memuaskannya? Mwo? Masa iya sih? Itu kan pengalaman pertamaku. Aish!". Kyuhyun menjambak rambutnya frustasi dengan pikirannya sendiri.

"Apa aku harus meminta maaf ya?", ujar Kyuhyun bermonolog. Oh, my god! Cho Kyuhyun! Kenapa butuh lima hari untuk menyadari semua kesalahanmu? Ck!

BRAAAAK! Pintu kamar Kyuhyun terbuka lebar. Kyuhyun terjungkal dari atas kursi putarnya. "Kyuhyun! Bantu aku!", teriak Leeteuk di depan pintu, lalu namja cantik itu menghilang lagi tanpa menutup pintu.

"Appo!", rintih Kyuhyun berusaha bangun dari posisinya. Namja itu menghela napas panjang. "Kebiasaan nih Leeteuk-hyung. Memerintah sesuka hatinya!", omel Kyuhyun sebelum masuk ke dalam lemari pakaiannya. "Ovunque Armadio! Leeteuk's position!"

BRUUUK! Kyuhyun terpelanting dari dalam Ovunque Armadio. Belum sempat ia mengomel kepada benda mati itu, lemari berwarna biru itu pun sudah hilang—kembali ke kamarnya. Kyuhyun mengedarkan pandangannya. Ruangan ini terlihat asing dari ingatan Kyuhyun, seperti perpustakaan tua.

"Kyu, cepat kemari! Jangan melongo terus seperti itu.", panggil Kangin yang masih sibuk dengan buku-buku di depannya.

Kyuhyun menghampiri namja bertubuh besar itu. "Ada apa, hyung?", tanyanya sopan.

Kangin sedikit kaget mendengar kata-kata Kyuhyun. "Okay. Sekarang cek dengan ponselmu. Sepertinya ada penyusup di sekolah ini.", jelas Kangin to the point.

"Hyung lupa? Ponsel dilarang di sekolah ini. Tapi aku punya hal lain.", kata Kyuhyun mengambil PSPnya dari dalam kantung. KLIK! Kyuhyun menyalakan benda berbentuk persegi panjang itu. SREEEET! Tiba-tiba layar hologram muncul di depannya. "Fammi vedereche cosa sta succedendo".

"Kamu bisa memastikan siapa penyusup di sekolah ini kan? Dia berusaha mengacak-acak keamanan. Sepertinya dia ingin mengambil dokumen penting di ruanganku.", tanya Leeteuk mulai sedikit cemas, karena ia melihat aura ruangannya yang berubah dan sedikit ada retakan.

Kyuhyun mengotak-atik layar hologram itu. Ada sosok yang terpantau dalam layar itu, namun ia belum bisa memastikannya. Tiba-tiba layar hologram bergerak tak beraturan. KLIK! PSP Kyuhyun mati. "Dia bukan orang biasa. Kita harus memperketat keamanan. Aku akan mengunci semua pintu masuk ke ruang-ruang penting di sekolah ini termasuk asrama.", jelas Kyuhyun sambil menyalakan kembali PSPnya dan mengutak-atik sambil berucap mantra.

Kangin dan Leeteuk hanya bisa mempercayai anak kesayangan mereka itu. Mereka yakin dengan kejeniusan seorang Cho Kyuhyun. 'Semoga semua belum terlambat.', batin Leeteuk berdoa.

.

Yuya Matsumoto

_Proudly Present_

Sungmin's Mystery Of Life

[ SMOL ]

Chapter 9: Suffer

.

.

\(^w^)/~ Happy Reading ~\(^0^)9

.

.

Sungmin melangkah pelan ke ruangan Leeteuk sendirian. Malam ini pelajaran tambahan harus tetap ia hadiri. Walaupun Sungmin enggan bertemu dengan Kyuhyun seperti beberapa hari ini, ia perlu menyelesaikan pelajarannya sebelum ujian akhir. Setiap kali mengingat kejadian seminggu yang lalu, Sungmin selalu merasakan gejolak perasaan berbeda-beda; penyesalan, sakit hati, ketakutan dan lainnya.

Langkah Sungmin semakin pelan. Ia menyeret kakinya untuk sampai di depan pintu ruangan Leeteuk yang tinggal berjarak sepuluh meter lagi dari tempatnya. Kepala Sungmin berat, seperti ada benda berton-ton menimpanya. Wajahnya terlihat pucat dan bibirnya kering. Sungmin merambat di dinding, mencari sandaran agar tetap bisa mencapai tempat tujuannya. Napasnya tersengal. Dadanya sesak. Perjalanan ini terasa sangat menyiksa dirinya.

'Sedikit lagi, Sungmin. Sedikit lagi. Kamu pasti bisa.', batinnya menyemangati dirinya sendiri.

Ceklek! Akhirnya Sungmin berhasil masuk ke dalam ruangan Leeteuk yang kosong. Sungmin segera melangkah tertatih ke arah meja, tempat dia biasanya belajar. Rasa lelah menyerbu tubuhnya. Dua jam perjalanan dari asrama dengan jarak yang bisa dibilang luar biasa jauh itu, pastinya membuat siapapun merasa sangat lelah. Jangan pernah lupakan betapa luas dan megahnya Internasional High School Of Lunar itu.

Sungmin mengambil bukunya, berharap ketiga guru private-nya cepat datang. Namja manis itu menghiraukan rasa menusuk yang menyerang perutnya. Ia menggelengkan kepalanya beberapa kali, berusaha menghilangkan pening pada kepalanya. Sungmin merasakan sesuatu mengalir dari sela-sela hidungnya. Ia meraba cairan pekat berwarna merah itu. Darah.

SREEEEET! BRAAAK! Sungmin terjatuh dari atas kursi. Kepalanya membentur pinggir meja, melukai keningnya hingga berdarah. "Eomma.", desis Sungmin sebelum kegelapan menyergapnya.

"Hyung! Sepertinya ada yang masuk ke dalam ruanganmu.", kata Kyuhyun memberitahu.

SIIING! Leeteuk dan Kangin menghilang dalam waktu sekejap mata. SIIIING! Tiba-tiba Kangin muncul lagi, lalu menarik kerah belakang Kyuhyun. PSP Kyuhyun jatuh dari genggamannya karena tarikan Kangin yang sangat tiba-tiba. "Kamu harus ikut.", ucap Kangin sebelum ia kembali menghilang bersama Kyuhyun, membuat ruangan itu tak berpenghuni.

"Sungmin-ah!". Jeritan Leeteuk masuk ke telinga Kyuhyun ketika ia baru saja menjejakkan kakinya di ruang pribadi Leeteuk. "Sungmin, bertahanlah!", teriak Leeteuk frustasi. Kyuhyun segera mendekati Leeteuk yang sosoknya tak terlihat di balik meja.

Tubuh Kyuhyun menegang. Ia tidak percaya atas apa yang dilihatnya saat ini. Namja manis yang selama beberapa hari ini ada di dalam pikirannya, sedang meregang nyawa di bawah meja itu. Keadaan Sungmin tragis. Jejak darah tertinggal di karpet, dekat kepala Sungmin. Wajah Sungmin pucat membiru, seperti mayat. Matanya terpejam dengan kelopak mata yang bergetar naik-turun. Bawah hidungnya merah, bekas darah tercetak jelas di sana, bahkan darah masih mengalir pelan dari dalam. Bibir Sungmin mengatup, namun masih terdengar rintihan dari bibirnya. Leeteuk merengkuh tubuh Sungmin yang mengejang. Tangan dan kaki Sungmin bergerak gelisah. Ia kejang-kejang.

Kyuhyun bingung harus berbuat apa. Ia hanya diam di tempat. Otaknya kosong. Kakinya terasa lemas. Ia tak bisa bernapas teratur. Rasanya ia juga akan pingsan. Ia tidak tega melihat namja manis itu tersiksa seperti ini.

"Kangin, cepat panggil Yesung ke sini! Palliwa!", teriak Leeteuk sambil beberapa kali menepuk pipi Sungmin agar namja itu sadar. "Sungmin! Ireona!", jerit Leeteuk frustasi.

Kyuhyun mendekat perlahan. Ia berjongkok di depan kedua namja itu. "Minnie.", panggil Kyuhyun pelan, lebih seperti bisikan. Kyuhyun tersentak kaget saat ia meraba kening Sungmin. Panas sekali. Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke arah Leeteuk. Bagaimana bisa hyung-nya memeluk Sungmin yang sangat panas?

SIIIIING! Kangin kembali bersama Yesung yang masih ternganga dengan semangkuk ramyeon di tangannya. PRAAAANG! Yesung membanting mangkuk itu ke sembarang tempat. Ia kaget melihat salah satu siswanya dalam keadaan kritis seperti itu. "Vola verso ildivano.", teriak Yesung membuat tubuh Sungmin melayang di udara, lalu mendarat pelan ke atas sofa.

Tubuh Sungmin terus saja mengejang. Cairan berwarna putih keluar dari dalam bibirnya. Yesung mengarahkan telapak tangannya di atas tubuh Sungmin untuk mengukur aura di dalam tubuh namja manis itu. Leeteuk menggigit bibir bawahnya, pertanda ia cemas. Kangin memeluk tubuh Leeteuk dari samping. Kyuhyun hanya diam di belakang semua orang.

"Dia diracuni sudah cukup lama. Aku rasa racunnya sudah menyebar ke seluruh tubuhnya. Kita harus bertindak cepat sebelum Sungmin tidak terselamatkan.", ucap Yesung menjelaskan apa yang terjadi kepada Sungmin.

"Apa yang harus kami lakukan?", tanya Kangin.

Yesung menghela napas panjang. "Kita harus membawanya ke ruang kesehatan. Pertama-tama, hentikan perdarahan dan busa racun dari tubuhnya. Lalu bersihkan seluruh badannya. Aku akan membuatkan ramuan untuknya.", kata Yesung memberi usulan.

"Kamu yakin di ruang kesehatan? Kenapa tidak di kamar Sungmin saja?", tanya Leeteuk khawatir dengan penyusup yang mungkin dengan sengaja ingin mencelakakan Sungmin.

Yesung menatap Leeteuk bingung. "Memang kenapa? Di ruang kesehatan semua hal yang diperlukan untuk Sungmin tersedia.".

"Ada penyusup. Kami takut Sungmin tidak bisa terjaga dengan baik di sana. Lebih baik kita ke kamar Sungmin saja.", jelas Kangin singkat.

"Tapi itu ak—".

"Ya! Kalian bertiga! Sampai kapan mau berdebat terus? Sungmin harus segera ditangani. Ayo kita berteleportasi ke kamarnya.", teriak Kyuhyun kesal dengan tindakan para Hexe dewasa itu, terlalu bertele-tele.

"Refrattario!", ucap Kyuhyun memantrai dirinya sendiri. Ia mengangkat tubuh Sungmin berhati-hati. Kyuhyun sedikit kewalahan karena Sungmin terus saja bergerak gelisah.

"Letakkan dia, Kyu! Aku tidak ingin racunnya semakin menyebar. Kita tidak bisa berteleportasi atau menggunakan Ovunque Armadio milik kalian. Dimensi hampa akan mempercepat penjalaran racun itu ke dalam jantungnya.". Yesung terdiam, tampak berpikir.

"Lalu? Lalu kita harus berjalan kaki ke asrama? Jaraknya luar biasa jauh. Itu justru akan membunuh Sungmin!". Kyuhyun sudah sangat kesal dengan tindakan seonsaengnimnya yang lambat mengambil keputusan.

"Berapa lama lagi racun itu bisa masuk ke dalam jantung Sungmin?", tanya Leeteuk untuk mencari solusi.

"Satu hari.".

"Seberapa cepat racun itu bereaksi setelah melewati ruang hampa?".

Yesung menggeleng. "Mollayo! Mungkin setengah hari, atau bisa lebih cepat dari itu.".

"Kamu yakin bisa menyelamatkannya dengan ramuan penyembuhmu? Berapa lama kamu membuatnya?", tanya Leeteuk memastikan.

"I'm not sure, but I'll do my best. Mungkin tiga sampai empat jam", jawab Yesung ragu.

"LAKUKAN SEKARANG!", perintah Leeteuk tegas.

Kangin mengerti dengan ucapan Leeteuk. Ia mengangkat tubuh Sungmin dengan menahan panas yang mulai membakar kulitnya. SIIIING! Kangin menghilang begitu saja bersama Sungmin. "Ovunque Armadio", panggil Leeteuk, membuat sebuah lemari melayang mendekati mereka yang tersisa di ruangan itu. "388 C, Sungmin's room!". BLAAAAM! Lemari itu lenyap, meninggalkan sayap yang mengepul.

.

.

(O.O!)

.

.

Yoochun terbangun dari tidurnya saat suara gaduh memenuhi kamarnya. Wajar saja! Kangin menapakkan kakinya begitu keras di atas lantai kayu, lantai atas kamar Sungmin. Kangin tidak mempedulikan lagi tata krama atau menjaga suara hasil teleportasinya. Keselamatan Sungmin nomor satu saat ini. Kangin merebahkan tubuh Sungmin hati-hati di atas ranjangnya. Pakaian Kangin terbakar menunjukkan kulitnya yang terkelupas oleh panasnya suhu tubuh Sungmin. Kangin mengucapkan mantra pada ranjang Sungmin, agar tidak ikut terbakar sepertinya.

BUUUUM! Ovunque Armadio terlah sampai di dalam kamar Sungmin, jatuh dengan keras karena kelebihan beban. Ovunque Armadio itu dirancang untuk satu orang. Leeteuk tidak sempat untuk memodifikasi lagi. Ketiga orang itu bergegas ke lantai atas yang sempit itu. Yoochun meloncat turun dari ranjangnya saat ia sadar kamarnya sudah dipenuhi oleh para Hexe, lagi.

"Ada apa dengan Sungmin?", tanya Yoochun di tangga paling bawah.

Kyuhyun mengamati dengan sesakma apa yang dilakukan oleh para seonsaengnim-nya. "Dia sekarat. Seseorang meracuninya.", jawab Kyuhyun singkat.

Yesung mengambil sampel busa racun yang terus mengalir di sudut bibir Sungmin dan mengumpulkannya di dalam tabung reaksi. Namja bermata sipit itu menekan jari telunjuk dan jari tengahnya pada kening dan hidung Sungmin yang berdarah. Perdarahan Sungmin terhenti seketika.

"Tolong bersihkan tubuh Sungmin dengan air dingin. Cek seluruh tubuhnya, agar tidak ada luka yang terlewati. Kangin, sekarang antar aku ke ruanganku, lalu kamu ambil beberapa barang yang ada di ruang kesehatan.", pinta Yesung dengan lembut. Ia tidak ingin menambah kacau pikiran orang-orang di sana, jika ia bersikap gegabah.

Setelah Kangin dan Yesung pergi, Leeteuk meminta Yoochun untuk mengambilkan sebaskom air dingin dan handuk kecil. Leeteuk meminta Kyuhyun untuk duduk tenang di meja belajar Sungmin yang berada di depan ranjang namja manis itu. Awalnya Kyuhyun menolak, namun Leeteuk beralasan ruang tidur Sungmin sempit, ia tidak ingin Kyuhyun mengganggu mobilisasinya yang akan mengurus Sungmin. Tak berapa lama Yoochun datang. Namja berjidat lebar itu diminta untuk tetap berada di lantai bawah, bahkan disarankan untuk tidur. Siapa juga yang bisa tidur jika teman sekamarnya dalam keadaan sekarat seperti itu?

Leeteuk mulai melepaskan pakaian Sungmin. Ia tercengang saat matanya menemukan beberapa memar membiru di sekitar perut Sungmin. Tubuh Sungmin juga semakin memucat. Suhu tubuhnya semakin tinggi. Handuk dingin itu seketika menjadi panas setelah menyentuh tubuh Sungmin. Hati Leeteuk terenyuh. Ia ingin sekali menangis keras, melihat penderitaan siswa kesayangannya. Sungmin terus saja kejang-kejang, menyulitkan Leeteuk untuk membersihkan tubuhnya.

"Sungmin kenapa?", tanya Kyuhyun penasaran dengan apa yang sedang dilakukan Leeteuk pada namja manis yang mulai dicintainya itu.

Leeteuk menghalangi Kyuhyun untuk mendekat. "Hei, Jangan! Aku sedang membersihkan tubuhnya. Kamu masih kecil untuk melihat tubuh polos Sungmin.".

"Kami kan sama-sama namja!", elak Kyuhyun tetap memaksa.

"Andwae. Tetap saja tidak boleh!".

Sebenarnya Leeteuk tidak ingin Kyuhyun semakin cemas jika ia tahu luka-luka pada tubuh Sungmin. Bukan hanya perut Sungmin yang membiru dan kulitnya yang memucat seperti mayat. Ada beberapa luka sayatan di leher belakang, dada, lengan atas, punggung dan paha Sungmin. Entah luka itu darimana. Setahu Leeteuk saat Sungmin ditemukan, ia tidak melihat luka apapun selain di kening Sungmin. Mungkinkah ini salah satu dampak racun itu?

Waktu bergulir dengan sangat lambat. Kyuhyun beberapa kali terkantuk dari tidurnya di atas kursi. Leeteuk tak pernah melepaskan pandangannya dari Sungmin. Kangin bolak-balik ke ruangan Yesung, ruang kesehatan dan kamar Sungmin untuk mengantarkan beberapa benda yang diperlukan oleh Yesung dan Leeteuk. Yoochun adalah satu-satunya namja yang tertidur pulas di atas ranjangnya. Aaaaah~ Sepertinya rasa letih melebih rasa cemasnya kepada Sungmin.

Pukul enam pagi, Yoochun sudah bersiap-siap menuju kelasnya hari itu. Leeteuk memaksa namja bermarga Park itu untuk tetap mengikuti pelajaran, sedangkan Kyuhyun tidak berhasil dibujuk olehnya. Sungmin sudah terlihat tenang. Ia nampak tertidur, setelah Leeteuk mentransfer sebagian energinya kepada namja itu.

BRAAAK! Pintu kamar Sungmin terbuka, beberapa menit setelah Yoochun keluar dari kamar itu. Sosok Yesung dengan jas lab putih—yang sudah ternoda dengan berbagai warna—masuk ke dalam kamar itu. Ia memegang sebuah gelas kimia besar dengan asap yang mengebul. Kyuhyun, Leeteuk dan Kangin terlihat lega. Harapan mereka terlimpah kepada ramuan penyembuh yang dipegang Yesung. Yesung seonsaengnim adalah guru biologi di sekolah itu, sekaligus ahli ramuan. Mereka yakin kali ini Sungmin dapat tertolong.

"Maafkan aku. Aku butuh waktu lebih lama dari yang aku pikirkan.", mohon Yesung sambil melangkah ke dekat ranjang Sungmin. Ia sendiri tidak menyangka telah menghabiskan waktu sepuluh jam. "Semoga saja ramuan ini bisa menolongnya.", doa Yesung yang langsung diamini oleh semua orang di ruangan itu.

Yesung memasukan ramuan itu sedikit demi sedikit ke dalam mulut Sungmin dengan pipet. Keempat namja itu menunggu perubahan yang akan terjadi kepada Sungmin. Mereka terus menunggu sampai ramuan dalam gelas kimia itu habis tak bersisa.

Lima menit. Tidak ada perubahan.

Lima belas menit. Masih terlihat sama.

Setengah jam. Tubuh Sungmin mulai memerah, tak sepucat sebelumnya.

Leeteuk meletakkan punggung tangannya ke atas kening Sungmin. "Suhu tubuhnya menurun. Sepertinya ramuanmu berhasil, Yesung-ssi.", ucap Leeteuk senang. Kangin dan Kyuhyun mengucap syukur atas apa yang telah terjadi.

Yesung menggelengkan kepalanya. Ia mengukur aura tubuh Sungmin untuk memastikan keadaan Sungmin yang sebenarnya. "Tidak. Ramuan itu tidak memberikan efek apapun pada Sungmin.".

JEDUAAAAR! Ketiga namja itu memandang Yesung dengan tatapan tak percaya. Mereka balik menatap Sungmin. Sepertinya namja itu sudah lebih baik dari sebelumnya, tapi kenapa? Kenapa Yesung mengatakan hal yang sebaliknya?

"Aku akan kembali ke ruanganku untuk membuat ramuan yang tepat. Kyuhyun, bisa kamu bantu saya. Biar Leeteuk dan Kangin berjaga di sini. Keamanan Sungmin yang terpenting.", kata Yesung mengambil keputusan cepat.

SREEET! Leeteuk menarik lengan Yesung. Ia masih ingin meminta penjelasan. "Berapa lama ia akan bertahan?".

Yesung melepas genggaman Leeteuk dengan lembut. Namja itu tersenyum. "Aku tidak tahu. Kita hanya bisa berdoa dan melakukan yang terbaik.".

"Ayo, Kyu!", ajak Yesung, menarik tangan Kyuhyun agar namja tampan itu tidak terpaku di depan Sungmin lagi. Kyuhyun hanya bisa pasrah ditarik seperti itu oleh Yesung. Sebenarnya ia tidak rela, tapi ia juga ingin membantu mereka untuk menyelamatkan Sungmin.

Setengah jam sejak kepergian Yesung dan Kyuhyun, keadaan Sungmin semakin memburuk. Suhu tubuh Sungmin menurun drastis. Ia sedingin es. Luka gores di tubuhnya melepuh, mengeluarkan nanah. Bibir Sungmin membiru. Ia tampak seperti mayat yang hampir membusuk. Leeteuk menangis dalam pelukan Kangin. "Cepatlah kembali!".

.

.

\(^w^)/…::YuyaLoveSungmin::…\(^0^)9

.

.

"Temukan Ghost Orchid atau Anggrek hantu. Itu adalah bahan terpenting. Satu-satunya yang mungkin bisa menyelamatkan Sungmin. Bunga ini dianggap sudah punah selama hampir dua puluh tahun. Bunga ini tidak memiliki daun dan tidak menggunakan fotosintesis untuk bertahan hidup. Perlu jamur khusus untuk berada dalam kontak dekat dengan sistem akar untuk makan. Dan bunga ini hanya mekar pada kondisi yang tepat, sehingga sulit untuk menemukan bunga ini. Temukan bunga ini sebelum matahari tenggelam, Kyu! Bergegaslah!"

Kata-kata Yesung siang itu terus saja terngiang di dalam otak Kyuhyun. Sialnya, ia tidak tahu seperti apa bunga itu. Yesung hanya mengatakan warnanya putih. PSP Kyuhyun tertinggal di perpustakaan tua itu. Ia tidak tahu dimana perpustakaan itu. Kyuhyun hanya bisa mengandalkan isntingnya dan mencari di seluruh penjuru sekolah, dimana kira-kira bunga itu tumbuh.

Langit sudah mulai berubah warna. Udara dingin mulai merasuk ke dalam tulang. Ini pertanda malam tak lama lagi akan datang. Kyuhyun terlihat gelisah. Ia belum menemukan bunga yang dimaksud. Ia terus berjalan ke arah pinggiran sekolah, berharap bunga itu tumbuh di sana. Tanpa Kyuhyun sadari, namja itu memasuki wilayah Der Verbotene Wald. Mata Kyuhyun menangkap sebuah bunga berwarna putih seperti sebuah anggrek di dekat dinding runtuhan kastil yang tidak dipakai. Kyuhyun melangkah tanpa takut ke tempat itu.

BEEEEES! Kyuhyun masuk ke dalam selubung mantra pertahanan yang menutupi kastil tua itu dari siapa pun. Selubung itu tidak melukai Kyuhyun sama sekali. Namja itu tidak menyadari lingkungannya yang berubah. Ia sudah berdiri di depan pintu kastil. Tanpa ragu, Kyuhyun mencabut Ghost Orchid dari tepi dinding. Telinganya mendengar seseorang bernyanyi.

Betapa terkejutnya Kyuhyun saat ia menemukan sebuah kastil berdiri tegak di hadapannya. Rasa penasarannya melebihi apapun. Ia masuk ke dalam kastil itu. Udara pengap menyerbu namja itu. Debu dan usang. Kastil ini seperti tidak pernah dihuni oleh siapapun, tapi kenapa ada suara nyanyian di sini?

Kyuhyun melihat sebuah tangga menjulang ke lantai atas. Ia melangkah naik, sesekali memperhatikan sekelilingnya. Tidak ada rasa takut, hanya rasa ingin tahu di benaknya. KRIIEEET! Kyuhyun membuka salah satu pintu dimana ia yakini sebagai asal suara itu berada.

"Nuguseyo?", tanya seorang yeoja, menghentikan nyanyian merdunya.

Kyuhyun tertegun melihat seorang yeoja cantik terkunci di kastil tua seperti itu sendirian. "Mianhaeyo. Aku tidak ada maksud mengganggu. Aku hanya heran kenapa Anda bisa ada di tempat ini sendirian?", tanya Kyuhyun sambil melangkah pelan mendekati yeoja itu—Taemin.

Taemin terlihat ketakutan. Yunho sedang berada di lantai bawah, membuatkan mereka makanan. Ia bisa saja berteriak, tapi ia melihat sesuatu yang familiar dari namja muda di depannya itu. "Aku memang tinggal di sini bertahun-tahun lamanya. Kamu siapa?", tanya Taemin ingin tahu.

Kyuhyun yakin yeoja ini bukan orang jahat. Ia justru mengelilingi kamar besar itu tanpa rasa takut. Langkah Kyuhyun berhenti di depan sebuah cermin besar berwarna hitam. "Aku siswa di International High School Of Lunar. Salah satu siswa kesayangan dan kebanggaan sir Leeteuk.", ucapnya sombong.

Taemin tersentak kaget saat nama itu terlontar dari mulut Kyuhyun. Ia hanya memandang Kyuhyun dengan sesakma. "Jangan sentuh itu!", teriak Taemin sesaat sebelum jemari Kyuhyun mengenai permukaan cermin kesayangannya—dimana sosok Minho bersemayam.

"Oh mianhae.", ucap Kyuhyun merasa bersalah.

Dada Taemin berdesir hebat saat matanya bertemu pandang dengan mata Kyuhyun. "Jadi, kamu anak kebanggaan Leeteuk?". Kyuhyun mengangguk. "Apa yang kamu lakukan di sini?", tanya Taemin penasaran. 'Mungkinkah dia anakku? Pantas saja dia tidak terluka saat menembus selubung itu.', batin Taemin menebak.

"Ah, iya! Maaf, agassi! Aku harus pergi. Seseorang membutuhkanku. Hmm… Apa benar ini Ghost Orchid?", tanya Kyuhyun. Siapa tahu yeoja ini mengetahui tentang bunga di tangannya.

"Benar. Kamu tidak mungkin bisa menyembuhkan seseorang dengan satu bunga.". KLING! Dua buah Ghost Orchid muncul di telapak tangan Taemin. "Bunga ini hanya bisa menyembuhkan. Bukan menghidupkan orang yang sudah mati. Pergilah!", jelas Taemin memberikan Kyuhyun dua bunga lainnya.

Kyuhyun tersenyum ramah. "Kamsahamnida, agassi.". Namja itu segera berlari keluar kastil.

Taemin melangkah ke depan cermin, mengelus cermin itu tepat di bagian wajah Minho. Hanya beberapa orang yang bisa melihat sosok di dalam cermin itu. "Minho-ah, dia begitu mirip denganmu. Aku yakin dia anak kita. Benarkan?", ucapnya menyimpulkan sendiri.

Yunho terpaku di depan pintu dengan senampan makanan untuk agassi-nya. "Anak?"

.

.

(!^3^)

.

.

Kyuhyun berlari masuk ke dalam lingkungan asrama. Matahari mulai tenggelam di belakangnya. Waktunya tinggal sedikit. Rasa sakit di kakinya, ia kesampingkan. Saat ini ia harus menemukan Sungmin dan memberikan bunga itu kepadanya.

DEG! Dada Kyuhyun terasa sakit. Sesuatu menusuk-nusuk jantungnya. Perasaan buruk menghantuinya.

BRAAAK! Kyuhyun tersungkur di lantai. Rasanya sesak. Ia sulit bernapas. Kyuhyun berlutut, memegangi dadanya yang nyeri.

TAP! TAP! TAP! Suara langkah kaki terdengar sepanjang koridor. Kyuhyun mengangkat wajahnya, melihat siapa yang sedang berlarian. Wajah-wajah yang ia kenal, terlihat cemas dan panik. Mereka berlari ke arah kamar Sungmin. Ya, Kyuhyun yakin itu kamar Sungmin.

Dengan menahan rasa sakit di dadanya, Kyuhyun melangkah gontai ke depan pintu kamar Sungmin. Ia terus mempercepat langkahnya, walau itu tidak berdampak apapun baginya. Sesampainya di depan kamar Sungmin, Kyuhyun melihat kamar itu penuh dengan para seonsaengnim dan beberapa teman seasramanya. Mereka semua menundukkan kepala. Leeteuk menangis di pelukan Kangin. Yoochun menoleh ke arah pintu, dimana Kyuhyun sedang mematung. Namja berjidat lebar itu menggelengkan kepala dengan berlinang airmata.

Kyuhyun berjalan pelan masuk ke dalam kamar itu. Ia melihat Yesung seonsaengnim menarik selimut Sungmin ke arah kepala namja manis itu. Kyuhyun mencegah pergerakan tangan Yesung. Ia tahu Sungmin hanya tertidur. Ya, Sungmin-nya hanya tertidur saja. Ia yakin Sungmin sebentar lagi akan terbangun lalu tertawa lepas karena telah membohonginya.

"Aku sudah mendapatkan bunganya, seonsaengnim. Ini. Sungmin sebentar lagi bangun kan?", tanya Kyuhyun terdengar putus asa.

Yesung menggelengkan kepalanya. Ia menyentuh bahu Kyuhyun. "Kamu terlambat, Kyu. Kami tidak bisa menyelamatkannya. Relakanlah dia.", ucap Yesung, bergeser dari sisi ranjang. Ia membiarkan Kyuhyun untuk mendekati Sungmin untuk terakhir kalinya.

"ANDWAE! ANDWAE! Sungmin pasti selamat! Ini tidak lucu! Kalian semua jangan menipuku! Sungmin masih hidup!", jerit Kyuhyun tak percaya dengan semua kenyataan yang ada di hadapannya. Ia memukul dinding beberapa kali, menyalurkan emosinya.

Kyuhyun menyesal. Seandainya ia tidak mencari asal suara itu. Seandainya ia bisa meminta maaf kepada Sungmin tepat waktu. Ia pasti masih bisa menemukan senyum cerah milik namja manis itu. Ia pasti bisa menjaga Sungmin sehingga tidak ada satu pun yang menyakitinya. Penyesalan memang datang belakangan. Kyuhyun tahu itu, namun ia masih tidak rela melepaskan kepergian Sungmin untuk selama-lamanya.

.

.

(O.O!)…::TBC::…(^O^)

.

.

Finished on 09 January 2013, 10:05 pm, Jakarta, Indonesia

Fammi vedereche cosa sta succedendo Tunjukkan padaku apa yang terjadi.

Vola verso ildivano = Terbanglah ke arah sofa

refrattario = Tahan panas


Bagaimana ceritanya? Maaf ya kalau mengecewakan. Mood aku sedang jelek hari ini. Hujan sepanjang hari. Jadi malas ngapa2in, belum lagi review chap sebelumnya lebih sedikit. Apa FF ini mulai membosankan ya? Hhe... Tapi biarlah! Aku masih berusaha UPDATE hari ini untuk para readers yg masih setia membaca. Chap ini lebih panjang dari sebelumnya. 3500an words. Seharian buatnya. Mungkin faktor mood dan juga nyiksa sungmin. ga tega, jadinya HANCURLAH seperti itu. Mianhae~~ Mianhae~~ Huhuhu #Curcol# Abaikan saja curhatan lebay dan ga penting ini!

Boleh minta REVIEWnya lagi? Untuk penambah semangat! Review kalian semangatku!

Semakin banyak Review, semakin pengen cepet2 nyelesaiin FF ini~ Hehe

Makasih