Regulus White Dwarf di sini. Ini episode kesepuluh. Hari pertama masuk kantor, atau yang sejenis dengan itu.

Pairing utama: belum diketahui. Specialshipping, Franticshipping, Commonershipping, dan Laverreshipping tersirat pada episode sebelumnya.

Rate, T, untuk sekarang ini, dan lebih karena kalimat ilmiah.

Disclaimer: tokoh-tokoh dalam Pokemon Special bukan punyaku. Mereka adalah punya Hidenori Kusaka. Aku hanya seorangshipperdan astronom amatir yang mencoba untuk menyatukan keduanya.

Perhatian,Mars!AU, kadang OOC.

...

Sol 8, 8 Sagittarius 300, 22 Juni 2173

06.31 AMT, 09.21 UTC

Sebuah pagi yang tenang dan damai di pangkalan Red Sunflora. Tanah merahnya menghiasi terbitnya matahari kecil di ufuk timur. Langitnya juga menjadi agak kecoklatan setelah munculnya matahari. Walaupun begitu, warna langit di ujung cakrawala sana berwarna biru. Inilah yang membuat satu istilah baru yang terlahir sejak awal abad ke-21.

Senja merah di planet biru, senja biru di planet merah.

Terdengar suara dari dapur. Sebuah suara yang menandakan matangnya suatu makanan yang baru saja dimasak. Ketika dibuka dari pemasaknya, bau semerbak wangi menyebar ke seluruh ruangan yang dipenuhi oleh orang-orang yang sudah kelaparan karena belum makan.

"Sarapan datang!" seru seorang laki-laki dengan pakaian masak dan topi kokinya yang berdiri tegak. Senyum terpancar dari wajahnya. Dia berjalan dengan hati-hati karena sekali dia salah langkah, makanan yang dia bawa akan terlempar lebih jauh daripada kalau di Bumi karena gravitasi rendah Mars.

"Diamond, kau terlihat senang sekali," kata Pearl.

"Tentu saja, ini pertama kalinya aku memasak di tempat ini. Aku harus bangun jam 3 pagi untuk mempersiapkan semua ini," kata Diamond sambil memberikan menu sarapan hari ini yang berupa kentang rebus dengan cabai dan jahe panas.

"Semoga saja hasil masakan pertamamu tidak sebercanda candaan kita," kata Pearl. Diamond dan Pearl tertawa mendengarkan celotehan Pearl.

"Tentu saja, kami semua menunggu masakan enak dari koki dari tim kita," kata Red sambil melihat kepulan dari kentang rebus yang baru saja matang. Lalu dia memandang Yellow yang masih mengantuk.

"Yellow, kau tidak apa-apa kan?" tanya Red.

"Aku hanya mengantuk, Red-san," kata Yellow sambil mengusap-usap wajahnya dengan tangannya.

"Ayolah, waktu makan hampir tiba. Kau tak ingin ketinggalan acara keren hari ini kan?" tanya Red.

"Uhh, baikah, aku akan berusaha bangun," kata Yellow. Lalu Diamond memanggil teman-temannya.

"Apa kalian semua sudah mendapatkan makanan?" tanya Diamond. Semua kru misi bersorak dengan jawaban "ya" yang berarti mereka sudah mendapatkan bagian makanan.

"Baiklah, untuk memulai sol ini, sekaligus sol pertama kita bekerja di planet ini, mari kita makan bersama-sama!" seru Red sambil mengangkat gelas jahenya. Semuanya bersorak dan ikut mengangkat gelasnya masing-masing.

...

08.00 AMT, 10.52 UTC

Ruangan dapur sudah kosong selain Diamond yang masih saja mencoba bereksperimen di ruangan itu, sementara itu, kru misi yang lain sedang mengamati tempat kerja mereka yang baru.

Di pusat kendali, Gold sedang duduk santai, mengamati daerah di depannya, juga dengan melihat-lihat Green, Blue, dan Silver yang memonitor keadaan. Crystal juga berada di ruangan itu, sedang berbincang dengan Green tentang sesuatu.

Itu, sampai akhirnya sang kapten datang ke ruang kendali. Dia datang dengan seragam kain katun berwarna merah polos, celana kain coklat, sepatu hitam, dan sebuah lencana misi di dada kiri dan nama serta jabatan di bagian kanan dadanya. Dia datang dengan membawa seorang teman. Dia memakai seragam katun kuning dan rok panjang sewarna dengan sepatu hitam. Ketika Gold melihat kehadiran Red di ruang kendali, Gold langsung sigap.

"Kapten di pusat kendali!" seru Gold, lalu Red dan temannya ini masuk ke dalam.

"Yellow, bagaimana menurutmu?" tanya Red kepada Yellow.

"Red-san, jangan tanyakan padaku terus, kau sudah pantas dengan pakaian itu," kata Yellow.

"Aku agak malu sebenarnya," kata Red.

"Tak usah malu, Kapten!" seru Gold.

"Ayolah, Gold, biasa saja, tak perlu terlalu formal," kata Red, duduk di kursi kapten yang berada di samping Gold, sementara Yellow berdiri di samping Red.

"Bagaimana keadaan pangkalan?" tanya Red.

"Oksigen bagus, tekanan bagus, reaktor bagus, vegetasi bagus menurut laporan Yellow baru saja," kata Blue sambil tersenyum jahil ke Yellow.

"Eh, ada apa?" tanya Yellow.

"Kau bersama Red ke taman ya?" tanya Blue.

"Ya, aku juga ingin melihat keadaan tanaman secara langsung," kata Red. Yellow hanya bisa menutup wajahnya karena malu.

"Oke, bagian lain?" tanya Red.

"Kecepatan angin sekarang, 3 kilometer per jam ke arah barat, suhu di luar pangkalan sebesar -44 derajat Celsius," kata Silver.

"Ada yang menarik hari ini?" tanya Red.

"Akan ada gerhana matahari sol ini," kata Crystal.

"Gerhana matahari? Jelaskan, Crystal," kata Red.

"Baiklah, gerhana matahari yang akan terjadi hari ini adalah gerhana matahari cincin yang disebabkan karena matahari tertutupi oleh satelitnya Mars, Fobos. Gerhana ini akan terjadi mulai pukul 10.38.25 dan akan berakhir pada pukul 10.38.55, semuanya dalam waktu Airy," kata Crystal.

"Cepat sekali gerhananya," kata Red.

"Ya, ini bisa terjadi karena Fobos mengorbit Mars sangat cepat. Dalam satu detik Bumi saja, Fobos sudah berjalan di orbitnya sejauh 2,138 kilometer," kata Crystal.

"2,138 kilometer per detik?" tanya Yellow.

"Bisa dikatakan kalau kita bergerak secepat itu, kita hanya butuh waktu sedetik untuk mengelilingi pangkalan ini," kata Crystal. Gold bersiul saking kagumnya dengan kecepatan orbit Fobos.

"Pasti Rapidash kalah dengan Fobos," kata Gold. Red dan Yellow terkekeh mendengar celotehan Gold.

"Bahkan kalau dibandingkan dengan Deoxys, Pokemon tercepat, Fobos lebih cepat 19 kali lipat. Tak perlu dibandingkan dengan Rapidash yang tak ada apa-apanya," kata Crystal.

"Oke ..." Gold bungkam sekarang karena dia tahu dia salah perkiraan.

"Bagaimana persiapannya, Crystal?" tanya Red.

"Kamera sudah terpasang ke teleskop. Itu semua dilakukan oleh Ruby, dan aku sekarang sedang berkoordinasi dengan Green untuk menayangkannya secara langsung dan mengirimkannya ke Bumi," kata Crystal.

"Ide bagus, Crystal. Karena kau berkata bahwa gerhananya hanya 30 detik, data yang kita kirim tidak terlalu besar untuk video singkat itu. Beberapa puluh menit setelah kita selesai dengan gerhananya, kita bisa kirimkan ke Bumi," kata Red.

"21 menit dan 30,89 detik, Red," kata Green.

" Untungnya Pearl baru saja berkata padaku bahwa kita masih bisa mengirimkan sinyalnya langsung ke Bumi walaupun matahari dan Bumi hampir segaris," kata Silver.

"Aku setuju, menurut perhitungan, Bumi tidak akan tertutup oleh matahari dalam waktu dekat. Jika itu terjadi, kita harus mengirimkannya melalui satelit kita yang berada di titik Lagrange kelima milik Mars. Satelit itu mengorbit asteroid yang berada di titik Lagrange kelima bernama 5261 Eureka," kata Green.

"Itu adalah tempat di mana sebuah benda kecil bisa berada di orbit yang sama dengan Mars walaupun dipengaruhi gravitasi Mars dan matahari," kata Crystal.

"Rasanya seperti kembali ke kelas astronomi di Bumi," kata Red sambil mengenang masa lalunya di Bumi.

"Ups, maaf, Red, aku hanya berusaha menyampaikan informasi seperlunya," kata Crystal. Red tersenyum.

"Tidak apa-apa. Itu sudah cukup. Sekarang, persiapkan acara nonton barengnya," kata Red.

"Dasar, perempuan superserius, kau terlalu serius menerangkan perkara gerhana ini ke Red sampai-sampai melebar ke asteroid," kata Gold.

"Maksudmu apa, Gold? Red saja tak punya masalah dengan itu, tapi kau malah menambah masalah," kata Crystal.

"Sudahlah kalian berdua, jangan berisik di pangkalan. Lebih baik kita bersiap untuk gerhana," kata Red sambil membawa Yellow pergi ke observatorium.

...

"Red-san, mengapa kau mengajakku menonton langsung? Bukannya menonton dari ruang pusat kendali lebih enak?" tanya Yellow.

"Aku ingin mencoba kacamata gerhanaku," kata Red.

"Bukannya kacamata gerhana hanya bisa dipakai pada saat kau masih ada di Bumi? Matahari di Mars lebih redup," kata Yellow.

"Ya, ini sebenarnya kacamata dengan tingkat kegelapan yang berbeda. Ini adalah kacamata gerhana khusus Mars," kata Red. Yellow terlihat tertarik.

"Masih ada satu lagi?" tanya Yellow. Red tersenyum lagi.

"Tentu saja, Yellow," kata Red, menunjukkan dua kacamata, lalu dia berikan salah satunya kepada Yellow.

"Terima kasih, Red-san," kata Yellow.

"Sama-sama, Yellow," kata Red, lalu mereka berjalan ke observatorium.

...

Sementara itu, di observatorium, Ruby dan Sapphire sedang melakukan persiapan akhir untuk menghubungkan penangkap layar otomatis pada teleskop pada layar monitor.

"Sapph, beri tahu aku kalau posisiku sudah benar," kata Ruby.

"Bagaimana aku tahu posisinya sudah benar?" tanya Sapphire.

"Kalau posisinya sudah benar, akan ada gambar matahari berwarna jingga di layar. Aku sudah menaruh filter pada teleskop, jadi kameraku akan aman," kata Ruby.

"Oke, akan kucek," kata Sapphire. Lalu, Ruby mulai mencari sambungan yang tepat dari kameranya ke layar monitor. Setelah membaca buku panduan dan melihat target yang akan dipasang, Ruby memasang peyambungnya dan langsung saja, gambar matahari muncul di layar monitor yang dilihat Sapphire dan pusat kendali.

"Mataharinya terlihat, Ruby!" seru Sapphire.

"Baguslah. Terima kasih, Sapph," kata Ruby.

"Sama-sama, Ruby. Aku heran, mengapa kau tidak meminta bantuan Emerald?" tanya Sapph.

"Dua alasan. Aku tidak ingin mengganggu Emerald yang sedang melihat-lihat barang bekas di gudang. Alasan kedua, aku ingin melatih kemampuan astrofotografiku," kata Ruby.

"Itu saja?" tanya Sapphire, agak kecewa.

"Ada alasan ketiganya. Aku ingin memiliki waktu denganmu. Waktu kita bisa bekerja bersama. Sayangnya kita ditaruh di divisi yang berbeda, jadi waktu kita terbatas," kata Ruby. Sapphire menjadi sedikit merona mendengarkan kata-kata Ruby.

"Oh, Ruby, aku tak menyangka kau masih menginginkan kita bersama," kata Ruby.

"Tentu saja. Kita ini sudah bersatu sejak kita ada di Bumi," kata Ruby. Sekarang Sapphire benar-benar malu dan langsung memukul tubuhnya Ruby bertubi-tubi.

"Aww, akit, Sapph!" seru Ruby. Pada waktu yang sama, Red, Yellow, Gold, dan Crystal datang ke observatorium hanya untuk melihat Ruby dan Sapphire bertingkah seperti anak kecil, kejar-kejaran di sekitar teleskop besar itu. Red hanya bisa menepuk keningnya sambil tersenyum.

"Anak-anak," kata Red.

"Ya, biarkan saja mereka, Red. Mereka sudah stres bekerja, mereka perlu bersenang-senang," kata Gold.

"Ya, lalu bagiamana denganku?" tanya Crystal.

"Itu juga termasuk kau, Crys," kata Gold, tersenyum kepada Crystal. Crystal menjadi sedikit malu karena Gold memanggilnya dengan nama panggilan singkatnya.

"Gold, jangan panggil aku seperti itu di sini, aku malu," kata Crystal.

"Memangnya mengapa? Ada yang salah? Crys itu nama yang manis," kata Gold sambil mengedipkan satu matanya.

"Red-san, sepertinya empat teman kita sedang dimabuk asmara atau semacamnya," kata Yellow. Red memahami apa yang sedang terjadi di observatorium dan mulai bertindak.

"Permisi, apa teleskopnya sudah bisa berfungsi?" tanya Red dengan suara agak keras untuk membuat teman-temannya memusatkan perhatiannya padanya. Semua yang tidak fokus itu langsung tenang. Ruby yang menjawab pertanyaan itu terlebih dahulu.

"Teleskop berfungsi, sudah dipasang ke kamera dan layar monitor, sudah siap untuk merekam," kata Ruby.

"Baguslah. Aku kira akan ada yang rusak. Yellow, bagaimana pengamatanmu terhadap para Pokemon? Kau siap melihatnya?" tanya Red.

"Siap, Red-san. Aku akan pergi ke posku," kata Yellow, lalu Yellow berjalan ke luar observatorium yang mana juga adalah tempat konservasi Pokemon untuk melihat keadaan Pokemon ketika gerhana berlangsung.

"Sekarang sudah pukul 10.30 waktu Airy, Ruby. Persiapkan rekaman," kata Crystal kepada Ruby. Mereka berdua mulai memeriksa semua bagian untuk terakhir kali sebelum rekaman.

"Ya, beberapa menit lagi kita akan menikmati gerhana matahari pertama kita di Mars," kata Gold. Red mengangguk setuju.

Setelah persiapan dilakukan dan hasilnya bagus, pada pukul 10.35 waktu Airy, perekaman dimulai.

"Siap, Crystal?" tanya Ruby. Crystal mengangguk.

"Oke, dalam hitungan ketiga, satu, dua, tiga, rekam!" Crystal menekan tombol rekam pada kamera milik Ruby sementara Ruby melihat hasilnya. Semua proses dilihatnya dengan seksama bersama Red dan Gold.

Menit pertama, belum ada tanda-tanda gerhana. Menit kedua, masih sama saja, belum ada tanda-tanda gerhana. Baru pada menit ketiga ...

"Menurut perkiraan jamku, seharusnya kita bisa melihat gerhananya pada waktu ..." dan Crystal terdiam. Gold terdiam. Red terdiam. Ruby terdiam. Green terdiam. Semua yang ada di dalam pangkalan, bahkan Emerald yang dari tadi fokus dengan benda bekasnya, terdiam. Semuanya terdiam karena mereka melihat satu buah fenomena alam yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.

Mereka baru saja melihat 30 detik yang tidak akan mereka lupakan. Gerhana matahari yang terjadi di planet selain Bumi. Gerhana matahari di Mars karena Fobos menutupi matahari. Memang bukan gerhana matahari total karena tidak menutupi matahari sepenuhnya. Jika dikatakan gerhana matahari cincin, tidak terlalu mirip juga karena Fobos tidak bulat melainkan seperti kentang.

Jadi, namanya apa?

"Donat gerhana! Donat spesial gerhana matahari!" seru Diamond di ruang dapur pada saat teman-temannya sudah ada di dapur untuk makan siang.

"Donat gerhana, huh?" tanya Sun.

"Ada apa dengan dia?" tanya Yvonne.

"Biasa, dia paling benci gerhana matahari. Pada saat itu, matahari tidak terlihat sepenuhnya," kata Moon.

"Masuk akal," kata Yvonne. Moon membujuk Sun untuk memakan donatnya.

"Sun, kau harus makan. Kau bisa berkeliling dunia untuk mencari uang, tapi kau lemas kalau ada gerhana matahari? Bagaimana kalau ada orang memesan dan harus melewati daerah gerhana? Kau mau kehilangan uangmu?" tanya Moon.

Sekali memikirkan uang, Sun menyala lagi.

"Benar juga. Aku tak boleh mengecewakan konsumen, yang sekarang ini adalah umat manusia!" seru Sun sambil memakan donatnya. Semua orang tertawa melihat tingkah Sun yang murung hanya sebentar, seperti gerhana matahari sol ini.

...

Sementara itu ...

"Teman-teman? Gerhananya sudah selesai atau sudah ada di puncaknya lagi?" tanya Yellow yang masih ada di bagian luar observatorium.

Kronologinya, setelah gerhana mencapai puncaknya, Yellow langsung tertidur tanpa dia sadari. Untungnya data yang diperlukan sudah dia catat. Dasar Yellow.

...

Bersambung.

Inilah gerhana matahari terdekat setelah Bumi. Gerhana matahari di Mars. Memang tidak bisa total untuk saat ini karena ukuran Fobos dan Deimos yang terlalu kecil.

Besok, salah satu dari mereka memiliki misi keren. Gerhana Matahari Cincin oleh Fobos.

Kritik dan saran dipersilakan.

RWD, keluar.