"Sssttt... Wookie."
Ryeowook yang duduk didepan Kyuhyun hanya bergumam. Berkutat dengan buku-buku dihadapannya.
"Kenapa kau bisa menyukai si kepala besar itu?"
Kyuhyun bertanya pelan.
Mereka sedang berada di perpustakaaan kota untuk mengerjakan tugas kelompok. Kyuhyun bersyukur tidak ada pasangan berisik itu, jadi dia berani bertanya hal seperti itu pada Ryeowook karena anak itu sedikit lebih normal. Dia juga tak akan bertanya macam-macam.
Gerakan tangan Ryeowook berhenti lalu mendongak menatap Kyuhyun. Tersenyum dan matanya berbinar-binar.
"Dia itu tampan, jari-jarinya kecil, suaranya juga bagus, dia-"
"Bukan itu maksudku." Sela Kyuhyun. "Kenapa kau bisa mengatakan kalau kau menyukainya?"
"Aaaahhhhhh. Apa yang kurasakan?"
Kyuhyun yang bertopang dagu mengangguk.
"Jantungku selalu berdetak saat melihatnya, entah tersenyum atau tak berekspresi sama sekali."
"Jantungmu juga akan begitu saat kau melihat hantu."
Perkataan Kyuhyun benar kan? Bukankah saat kau takut jantungmu juga akan berdetak kencang? Saat tak berekspresi saja menakutkan apalagi tersenyum.
"Jangan menyelaku." Sentak Ryeowook. Wajahnya menyiratkan kekesalan, karena Kyuhyun masih ingin tahu jadi dia diam.
"Saat dia menatapku dan tersenyum, perutku rasanya menggelitik, seperti ada kumpulan kupu-kupu yang berterbangan didalamnya. Bahkan hanya memikirkannya jantungmu akan berdetak cepat. Kau akan bersikap semanis dan sebaik mungkin didepannya." Ryeowook mengakhiri pendeskripsiannya dengan wajah bahagia. Membayangkan wajah Yesung, orang yang di sukainya.
"Aku juga merasakan semua hal itu saat melihat wajah idolaku, Sung Sikyung ahjussi dan Jung Yunho." Kyuhyun benar-benar tidak mengerti dengan semua yang dikatakan Ryeowook.
Semenjak satu minggu lalu saat Siwon mengatakan mencintainya, dia tak bisa tidur dengan nyenyak. Ditambah dia satu ranjang dengan Siwon semakin memperburuk keadaan. Pria itu tak mengungkit apapun tentang hal itu. Dia bersikap seperti biasanya, membuat Kyuhyun bingung.
Siwon benar-benar mencintainya atau hanya mempermainkannya.
"Itu hal berbeda. Cinta dan rasa kagum itu berbeda." Kenapa Kyuhyun jadi secerewet ini?
"Lalu apa bedanya? Itu yang aku tanyakan dari tadi." Ucap Kyuhyun kesal sekaligus frustasi.
"Aku juga tak tahu. Setiap orang merasakan hal yang berbeda. Dia akan tahu kalau dia sudah mendapatkan orang yang tepat. Orang yang dicintainya." Penjelasan Ryeowook semakin membuat kepala Kyuhyun pusing.
"Tak bisakah kau menggunakan kalimat yang lebih sederhana?" Keluh Kyuhyun.
"Kau ingin melihat dan dekat dengannya setiap waktu. Hatimu akan tahu sendiri siapa orang yang tepat. Saat itu, tanpa sadar kau akan mengatakan bahwa kau mencintai orang itu."
Ryeowook kembali berkutat dengan buku tugasnya.
Kyuhyun ingin bertanya lagi tapi ekspresi Ryeowook sudah seperti anjing penjaga rumah. Kyuhyun jadi mengurungkan nya karena Ryeowook bisa saja berteriak dengan suara melengking jika kesal. Itu akan menimbulkan masalah jika terjadi di tempat mereka berada saat ini.
"Aku masih tidak mengerti." Gumam Kyuhyun. Dia menopang dagunya dan memainkan pulpen ditangannya diatas meja.
"Jangan melamun terus. Tugas ini harus kita kumpulkan besok." Omel Ryeowook.
Mata Ryeowook menyipit berusaha melihat lebih jelas kearah leher bagian bawah Kyuhyun. "Lehermu kenapa Kyu?"
"Memangnya kenapa?"
"Ada warna merah dilehermu. Disebelah sini." Ryeowook menunjuk lehernya sendiri untuk menegaskan.
Kyuhyun meraba lehernya ditempat yang ditunjukkan Ryeowook padanya. Dia menerima cermin yang disodorkan Ryeowook agar melihatnya sendiri.
Benar disitu ada warna merah, letaknya hampir tertutup kerah baju seragamnya. Kyuhyun mengerutkan dahinya mengingat-ingat kejadian apa yang bisa menyebabkan tanda itu. Dia tidak merasa digigit serangga apapun dan tidak merasa gatal, lalu kenapa? Atau memang dia sendiri yang tidak merasakannya?
"Sepertinya ini karena digigit serangga." Gumam Kyuhyun sembari tangannya mengelus-elus lehernya.
"Oh mungkin saja semalam saat kau tidur, kemarin belum ada." Ucap Ryeowook menyetujui.
.
.
.
"Jika kau ingin berlatih dance, aku akan meminta Kai untuk mengajarimu."
Siwon tadi sudah bersiap untuk tidur saat tiba-tiba Kyuhyun meminta salah satu anak asuhnya untuk mengajarinya dance. Kyuhyun menjadi peran utama dalam drama musikal yang diadakan sekolahnya untuk pesta kelulusannya nanti, Singing In The Rain. Dia diharuskan untuk dance dalam salah satu scene sambil bernyanyi. Sedangkan disekolahnya hanya ada guru seni musik dalam hal vokal dan memainkan alat musik. Dengan dalih itu Kyuhyun ingin belajar dance dari Yunho. Tentu saja Siwon menolaknya. Dia tidak bisa membiarkan Kyuhyun bertemu dengan Yunho.
"Anak itu baru saja debut. Aku meragukan kemampuannya."
Kyuhyun menurunkan tabletnya yang sedang memutar gerakan dance yang harus ia kuasai nanti.
"Dia pernah belajar balet dulu. Dan kulihat di drama musikal mu ada gerakan balet."
"Tapi juga ada tap dance. Yunho pandai menari dalam segala macam dance hyung. Selain itu aku juga bisa belajar vokal darinya." Kyuhyun mengajukan argumennya. Bagaimanapun caranya dia harus bertemu dengan idolanya itu.
"Ayolah hyung." Rengek Kyuhyun. Dia memberikan tatapan puppy eyes semampu yang ia bisa. Ia sangat benci berakting imut karena pria tampan tak cocok dengan image itu.
"Aku akan meminta Taemin untuk mengajarimu." Tolak Siwon.
"Hyung, anak kecil itu spesialis popping. Hanya Yunho yang cocok untuk mengajariku." Taemin juga artis di agensi Siwon yang juga baru debut setahun lalu. Umurnya baru 16 tahun. Kyuhyun tak suka dengan anak itu karena setiap ada konser SMTOWN, anak itu selalu menempel pada Yunho.
"Kalau tidak mau ya sudah. Belajar saja sendiri." Siwon mematikan lampu utama kamar, menyisakan lampu tidur disebelah ranjang.
Siwon tidak mau selama liburan musim panas, Kyuhyun menghabiskan waktunya bersama Yunho. Apalagi Siwon juga punya banyak jadwal ke luar negeri selama itu. Bukan tidak mungkin rasa kagum Kyuhyun terhadap Yunho akan bertambah. Jika Siwon menyetujui usul Kyuhyun, sama saja dia memberikan kesempatan padanya untuk semakin dekat dengan Yunho. Dengan tampang Kyuhyun yang bisa dibilang cantik, semua orang pasti akan langsung menyukainya begitu melihatnya. Tak terkecuali Yunho.
"Bagaimana kalau aku memberikanmu kecupan dipipi sebelum tidur setiap malam?"
Kyuhyun mengajukan penawarannya. Oh oke kenapa sikapnya jadi begini? Dia merasa menjadi pria murahan dengan memberikan ciuman secara cuma-cuma. Walaupun dia 'kekasihnya', tapi ini sama sekali bukan gayanya.
"Tidak." Jawab Siwon. Siwon berganti posisi miring membelakangi Kyuhyun dan menaikkan selimutnya hingga menutupi kepalanya.
Kyuhyun menggertakkan giginya kesal. Dia hanya ingin belajar langsung dengan yang sudah ahli karena dia sudah bertekad akan berprofesi menjadi aktor musikal. Dan bisa dibilang perayaan kelulusan ini menjadi debutnya.
Kyuhyun bergerak mendekati Siwon kemudian melangkahkan satu kakinya melewati badan Siwon dan menyalakan lampu utama lagi. Setelah itu dia membalikkan badan Siwon menjadi terlentang dan mendudukkan dirinya diatas perut datar Siwon. Dia menyibakkan selimut yang menutupi kepala Siwon. Siwon memberikan tatapan tajamnya.
"Yunho punya jadwal yang padat. Dia tak punya waktu untuk mengajarimu. Kau pun butuh waktu lama untuk menguasainya karena kau baru pertama kali belajar dance."
"Aku cerdas hyung. Aku akan cepat menguasainya. Dan jangan berbohong padaku. Aku ini fansnya. Aku tahu semua jadwalnya."
"Aku tetap menolak." Siwon berusaha menyingkirkan badan Kyuhyun dari atas perutnya keposisi awalnya.
"Masa bodoh! Tanpa bantuanmu aku juga bisa menemui Yunho!" Teriak Kyuhyun dan membalikkan badannya membelakangi Siwon. Sesekali matanya melirik kebelakang, berharap Siwon berubah pikiran setelah melihat tingkahnya yang merajuk.
"Kecupan setiap pagi, setiap aku pulang bekerja dan setiap aku mau tidur. Deal?"
Siwon menyerah. Yang ia dengar dari Heechul jika Kyuhyun sudah marah dan merajuk, ia akan mendiamkan orang yang membuatnya marah selama berminggu-minggu. Siwon tidak bisa membayangkan hari-harinya suram tanpa suara dan senyuman Kyuhyun untuknya.
Kyuhyun membalikkan badannya dengan tersenyum lebar dan tatapan berbinar-binar lalu mengecup pipi Siwon. "Oke deal."
.
.
.
Siwon mendesah berat merutuki keputusannya membawa Kyuhyun menemui Yunho. Kyuhyun yang berdiri disebelahnya belum berkedip sejak mereka memasuki ruang latihan TVXQ yang kebetulan hanya ada Yunho disitu sedang berlatih dance.
Lidah Kyuhyun menyapu sudut bibirnya yang air liurnya hampir keluar. Dia tidak menyangka hal yang ia impikan bisa terwujud. Didepan sana Yunho berlatih dance tanpa atasan dan seluruh badannya sudah basah oleh keringat. Seksi sekali. Ia ingin sekali meraba tubuh atas Yunho.
Siwon berdehem sedikit keras. Yunho menoleh kearah pintu masuk lalu mematikan musiknya. Dia membungkuk hormat kepada atasannya itu sebagai sapaan.
"Annyeong haseyo Sajangnim, Kyuhyun~ssi." Sapa Yunho sembari tersenyum kepada keduanya. Tentu saja siapa yang tidak kenal Kyuhyun yang notabene kekasih atasannya itu.
Siwon hanya mengangguk dengan wajah datar. Bukan kebiasaannya. Dia mulai membenci Yunho karena sudah memberikan efek luar biasa pada Kyuhyun. Bahkan Kyuhyun belum pernah berekspresi separah itu setiap melihatnya.
Kyuhyun membungkukkan badannya dan tersenyum manis setelah sadar dari alam fantasinya. "Annyeong haseyo Yunho~ssi."
Tekukan di wajah Siwon mulai bertambah setelah mendengar betapa manis dan lembutnya sapaan Kyuhyun.
"Kau. Setiap senin selama dua bulan kedepan kutugaskan untuk mengajari kekasihku dance." Siwon menekankan suaranya pada kata kekasihku.
"Kenapa hanya sekali dalam seminggu?!" Protes Kyuhyun.
"Seperti yang kau bilang. Kau anak cerdas. Kau akan cepat bisa." Siwon membalikkan kata-kata yang semalam Kyuhyun ucapkan padanya.
"Aku mengerti hyung." Jawab Yunho. Setiap artis dalam agensi ini memang tidak memanggil Siwon sajangnim kecuali dalam situasi serius dan formal. Dan sekarang bukan termasuk keduanya.
.
.
.
"Kau harus melangkahkan kakimu sedikit lebar dalam posisi menyamping." Ujar Yunho sambil mencontohkan gerakan yang ia maksud.
Setelah perkenalan singkat dan Yunho sudah mempelajari apa yang harus ia ajarkan pada Kyuhyun, keduanya langsung memutuskan untuk berlatih. Itu instruksi Siwon. Semakin cepat mulai semakin cepat pula status mereka menjadi partner akan berakhir.
"Bukan seperti itu. Tapi seperti ini." Yunho memegang paha Kyuhyun agar mendapatkan posisi yang benar.
Siwon yang duduk selonjoran dan bersandar didinding menggeram tertahan melihatnya. Apa-apaan yang dilakukan Yunho itu?! Bahkan dirinya belum pernah memegang paha Kyuhyun. Siwon menyatukan alis tebalnya saat melihat wajah Kyuhyun yang memerah. Siwon sudah tidak tahan lagi melihat hal ini. Dia ingin mematahkan lengan Yunho yang sekarang memegang pinggang Kyuhyun dari belakang lalu bergerak bersama diiringi musik.
"Karena kau berperan menjadi si pria, sekarang kau praktekkan yang sudah kuajarkan tadi. Aku akan menjadi si wanita."
Kyuhyun bergerak kebelakang Yunho. Salah satu tangannya ia letakkan di perut Yunho yang hanya dilapisi kaos putih tipis dan tangan lainnya dilengan Yunho. Kyuhyun hanya bisa menggigit bibir bawahnya untuk mencegah tangannya tidak bergerak meraba abs Yunho.
"Yunho. Aku akan melipat gandakan jadwalmu setahun kedepan." Desis Siwon.
Demi Tuhan. Siwon ingin sekali menyeret Kyuhyun pulang dan mengurungnya dirumah selamanya. Tapi dia sudah membuat kesepakatan dengan Kyuhyun. Dan dia bukan tipe orang yang ingkar janji.
Yunho bukannya tidak sadar akan tatapan mengerikan yang dilayangkan Siwon padanya. Tatapan yang baru pertama kali ia lihat selama hidupnya. Dia bukan orang bodoh yang tidak tahu penyebabnya, semua orang akan seperti itu jika melihat kekasihnya disentuh orang lain. Tapi ia hanya mengikuti video dance yang sudah diperlihatkan Kyuhyun tadi. Dia berusaha bersikap se-profesional mungkin. Dan yang ia lakukan adalah hal wajar sebagai pelatih, karena dia juga bersikap seperti itu kepada siapapun.
"Oke. Cukup untuk latihan gerakan itu. Kau menguasainya dengan cepat. Sekarang kita berlanjut ke gerakan yang kedua." Yunho tersenyum dan mengacak rambut Kyuhyun.
Ini sudah keterlaluan. Batin Siwon sudah berteriak mengumpat sebanyak dan sekasar mungkin. Tapi dia hanya bisa diam untuk menjaga sikap wibawanya terhadap anak asuhnya.
Kyuhyun sendiri hanya bisa tersenyum malu dengan wajah memerah. "Terima kasih Yunho~ssi."
"Panggil saja aku hyung." Kyuhyun hanya mengangguk.
Tak lama setelah itu Siwon melangkah pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun. Tentu saja dia ingin tinggal dan mengawasi gerak gerik mereka, tapi dia mempunyai rapat yang tidak bisa ditinggalkan. Dia bersumpah akan mematahkan leher Yunho jika pria itu menyentuh bagian lain tubuh kekasihnya.
Yunho dan Kyuhyun menoleh kearah pintu yang dibanting kasar oleh Siwon dengan tampang ngeri. Suara debamnya keras sekali hingga kaca pintu itu bergetar.
"Aku dalam masalah besar." Desah Yunho.
"Dia saja yang berlebihan. Kita kan hanya mengikuti apa yang seharusnya dilakukan." Ujar Kyuhyun.
"Ayo hyung kita lanjutkan."
.
.
.
"Aku lebih suka tahi lalat yang ada diatas bibir daripada dihidung." Telunjuk Kyuhyun menyentuh sebentar tahi lalat yang ada diatas bibir Yunho.
Setelah berlatih lama mereka memutuskan untuk makan karena sudah masuk jam makan siang. Yunho yang mengusulkan untuk makan diruang latihan saja dan memesan makanan daripada harus keluar dan membuang-buang waktu.
"Kenapa?" Yunho menoleh kearah Kyuhyun dengan tatapan bingung.
Kyuhyun hanya menaikkan bahunya dan menelan makanan dimulutnya sebelum berkata. "Apa jika kita menyukai sesuatu harus mempunyai alasan?"
"Selalu ada alasan dibalik sesuatu. Hanya saja kita terkadang bingung mengatakannya karena terlalu banyak alasan."
Yunho mengacak poni Kyuhyun yang menyentuh dahinya dengan gemas. Kyuhyun merespon perkataan Yunho dengan ekspresi bingung, kepalanya ia miringkan dan mulutnya mengemut sendok yang ia pegang.
"Pantas saja Siwon hyung sangat menyukaimu. Kau cantik dan lucu."
Tapi Kyuhyun hanya mendengus kasar, lagi-lagi dia dibilang cantik. Kapan semua orang akan menyadari jika dirinya itu tampan?!
"Kau mengingatkanku pada seseorang." Yunho menundukkan kepalanya sejenak dan tersenyum tipis.
"Siapa?"
"Kekasihku. Ah apa aku masih bisa memanggilnya begitu?" Yunho tertawa pahit meratapi kisah cintanya yang kandas karena terganjal tentangan orang tuanya.
"Apa-" Kyuhyun merasa ragu melanjutkannya. Apa ini tindakan baik menanyakan masalah pribadi orang yang baru kau kenal? Tapi dia sangat penasaran siapa orang yang beruntung dicintai oleh pria tampan ini. Dia hanya punya satu nama yang dipikirkannya.
"Ya kau benar. Kim Jaejoong. Dia memutuskan menjadi straight sekarang. Sedangkan aku masih saja berhenti ditempat yang sama." Mata Yunho menyiratkan rasa kekecewaan yang besar. Menyelami kembali masa lalu yang indah bersama Jaejoong ketika masih dalam satu grup.
"Hyung, apa kau bisa memberiku saran agar perutku bisa bagus seperti dirimu?" Sebenarnya Kyuhyun sedikit malu bertanya seperti ini, tapi dia tidak menemukan bahan pembicaraan. Dia benci suasana sedih juga hening kecuali jika dia tidur atau bermain PSP.
"Habiskan dulu makananmu. Aku akan mengajarimu tentang itu ketika kita selesai berlatih dance."
"Oke."
.
.
.
Kyuhyun memegang sisi wajah Yunho dan menatap mata musang milik Yunho yang sangat mempesona. Dia tersenyum sangat manis sambil menyanyikan bait terakhir lagunya.
"Oke. Kerja bagus." Yunho melangkah mundur dan bertepuk tangan lalu mengacungkan kedua jempolnya.
Kyuhyun meloloskan nafas beratnya sebelum tersenyum lebar kearah Yunho. Oh ayolah siapa yang tidak menyukai berdekatan dengan pria tampan seperti Yunho? Lagipula dia itu idolanya, hal-hal seperti ini yang diimpika oleh semua fans.
Kyuhyun menangkap botol air mineral yang dilemparkan Yunho padanya. Dia berjalan kearah Yunho dan duduk disamping pria itu sembari meneguk air.
"Suaramu bagus. Kenapa kau tidak menjadi penyanyi saja?" Yunho mengelap keringat dilehernya dengan handuk putih kecilnya.
"Aku ingin jadi aktor musikal saja. Aku merasa tidak nyaman jika menjadi artis terkenal. Sudah cukup aku menjadi pasangan Siwon hyung." Kyuhyun bergidik ngeri membayangkan dirinya dikejar-kejar fans dimanapun dia berada. Belum dia harus menjaga image-nya sebagai orang baik, bukan tipe Kyuhyun sekali.
"Dengan cara itu saja kau sudah terkenal."
"Eum. Itu sangat merepotkan." Gumam Kyuhyun.
"Ayo kuajari kau cara membentuk perutmu." Ajak Yunho setelah sekiranya istirahat mereka sudah cukup.
"Kau bisa sit-up kan? Baringkan tubuhmu, aku akan memegang kedua lututmu."
Kyuhyun mengikuti instruksi Yunho. Yunho sudah mendekap kedua lututnya dan hampir menyentuh dada pria itu. Dengan susah payah Kyuhyun menegakkan punggungnya dengan bantuan kedua tangannya menyentuh lantai. Menyadari hal itu Yunho berinisiatif menarik kedua tangan Kyuhyun untuk membantunya. Beberapa kali seperti itu hingga Kyuhyun bisa melakukannya sendiri. Wajah hingga telinganya semakin memerah setiap kali wajahnya berhadapan sangat dekat dengan wajah Yunho. Dan beberapa menit kemudia aktivitas mereka terhenti karena gebrakan pintu.
.
.
.
Siwon menyeret Kyuhyun menuju kamar mandi didalam kamarnya dengan tergesa. Dia sudah berhasil menahan emosinya ketika ia keluar dari ruang latihan TVXQ untuk menghadiri rapat. Tapi tidak setelah dia melihat semua interaksi yang mereka lakukan melalui cctv yang tersambung ke ipadnya. Ditengah perjalanan menuju lokasi rapat dia meminta sopirnya untuk memutar balik mobilnya menuju gedung latihan SM dan menyuruh Shindong untuk menggantikannya. Sesampainya disana dia menyeret paksa Kyuhyun untuk pulang setelah meninju wajah Yunho satu kali. Dia masih waras untuk tidak memukulinya karena Yunho masih punya banyak jadwal.
Kyuhyun sendiri sudah berusaha memberontak dan berteriak-teriak. Tapi Siwon tidak memperdulikannya seperti orang tuli.
"Yak yak yak. Apa yang kau lakukan?!" Kyuhyun menahan kaosnya yang dilucuti Siwon tapi tidak berhasil karena Siwon langsung merobek dan melemparnya.
Tangan Kyuhyun beralih memegang celana jeansnya dengan erat saat Siwon sudah melepaskan sabuknya dan akan menurunkan celananya. "EOMMA! CHOI SIWON INGIN MEMPERKOSAKU!" Kyuhyun berteriak kencang saat usahanya mempertahankan celananya tidak berhasil.
"Diamlah." Ujar Siwon dengan nada datar dan dingin.
Kyuhyun hampir menangis, tangannya berusaha menutupi seluruh badannya yang terekspos. Dia ingin berlari pergi tapi Siwon sudah memojokkannya didinding.
"Kaos dan celana itu harus dibakar karena sudah terkontaminasi tangan Jung Yunho."
Siwon mengguyur badan Kyuhyun dengan shower yang sudah ia atur dengan air hangat. Kemudian ia menyabuni badan Kyuhyun berkali-kali dengan teliti, memastikan tidak ada kuman dan bakteri yang tertinggal. Menyampo rambut Kyuhyun juga berkali-kali yang sebelumnya telah disentuh Yunho. Siwon tidak ingin bau dan sentuhan Yunho tertinggal dibadan Kyuhyun. Membersihkan jari-jari tangan Kyuhyun yang panjang, lututnya, dan telapak kakinya.
Kyuhyun hanya berdiri diam membelakangi Siwon. Merenungi apa yang sudah ia lakukan. Jadi Siwon berbicara serius malam itu? Inikah akibatnya jika dia mengagumi pria lain selain Choi Siwon? Tapi dia hanya melakukan apa yang memang harus dilakukan. Kenapa dia berlebihan seperti ini?
Siwon membungkus badan Kyuhyun lalu menggendongnya ke kamar dan mendudukkannya diranjang.
"Untuk latihan seterusnya, kau dengan Kai saja. Dia lebih aman daripada Yunho." Ujar Siwon.
Kyuhyun mengangkat kedua tangannya keatas bergantian saat Siwon memakaikannya kaos. Kyuhyun menahan tangan Siwon yang ingin membuka handuknya dan memakaikannya celana. "Aku bisa sendiri. Kau berbalik."
Siwon menuruti Kyuhyun saat anak itu memberikan tatapan tajam. Lalu berbalik lagi untuk membantu Kyuhyun mengeringkan rambut tebalnya.
"Kami kan hanya melakukan sesuai naskah. Kami juga hanya bersikap seperti kakak adik."
"Aku akan diam saja jika kau tidak mengeluarkan air liurmu setiap memandang Yunho. Kau menatapnya seolah dia pria yang kau cintai. Aku tidak menerima itu." Siwon tidak akan membiarkan hal ini terjadi lagi. Jadi dia merekomendasikan Kai, yang ia yakini tak akan berbuat berlebihan seperti Yunho.
"Dia memang pria yang aku cintai. Dia idolaku, pantas aku bersikap seperti itu." Bantah Kyuhyun dengan tangan bersedekap didepan dada.
"Tapi dia menatapmu seolah akan menerkammu kapan saja." Alasan inilah yang memaksanya menjemput paksa Kyuhyun. Dia bisa melihat Yunho memajukan badannya sedikit demi sedikit saat Kyuhyun melakukan sit-up.
Kyuhyun memalingkan wajahnya kesamping dengan bibir mengerucut dan bergumam. "Aku tidak tahu itu."
"Turuti perkataanku itu. Oke?" Kyuhyun hanya mengangguk, tidak ingin melihat semburan kemarahan Siwon yang lain dan lebih ekstrim.
"Satu lagi." Siwon menaruh telunjuknya didahi Kyuhyun dan menekannya sedikit.
"Jangan berikan senyum manismu pada siapapun, jangan berikan tatapan memujamu pada pria lain. Kau hanya boleh memberikannya padaku."
Kyuhyun menepis kasar tangan Siwon dan memberikan tatapan menantang. "Memangnya siapa kau berani memberikanku perintah seperti itu?!"
Kyuhyun memundurkan kepalanya dengan mata membulat saat Siwon memajukan wajahnya. Dia berakhir terlentang diranjang dengan Siwon berada diatas tubuhnya dan kedua tangan Siwon terjulur mengurung kepalanya. Ujung hidung mereka bersentuhan hingga Kyuhyun bisa merasakan hembusan nafas Siwon menyapu bibirnya dan mata mereka saling menatap.
"Aku adalah orang yang mencintaimu, pendamping hidupmu."
Siwon menarik kembali kepalanya dan beranjak bangun lalu berdiri didepan ranjang. Kyuhyun masih diposisinya dengan tatapan kosong. Berusaha menarik nafasnya yang mendadak berat dan jantungnya yang berdetak tak karuan.
"Kau disini saja. Aku akan membuatkanmu teh hangat." Siwon berjalan menuju pintu kamar. Tapi setelah menutupnya dia kembali membuka dan menyembulkan kepalanya dengan senyum mengembang dibibirnya.
"Ngomong-ngomong, milikmu sedikit bertambah besar dari yang terakhir kali aku lihat." Siwon mengakhiri perkataannya dengan terkekeh.
"CHOI SIWON!" Kyuhyun yang sudah sadar berteriak sembari melemparkan bantal yang hanya membentur pintu karena Siwon sudah menutupnya terlebih dahulu.
"Kenapa aku selalu bisa dibodohi olehnya?!" Kyuhyun berteriak frustasi. Dia membenamkan wajahnya yang memerah kebantal.
Siwon meringis tepat ketika menutup pintu kamar. Oh ayolah dia pria normal. Siapa yang tidak akan tergoda jika disuguhi pemandangn tubuh putih pucat Kyuhyun yang telanjang selama 30 menit? Ditambah tangannya menyentuh semua bagian tubuh Kyuhyun yang sangat halus. Dia harus menelan ludahnya susah payah dan berusaha tidak meremas apapun. Dia berhasil mengenyahkah pikiran itu di sepuluh menit pertama karena kemarahannya. Dia hampir lepas kendali saat memberikan peringatan pada Kyuhyun tadi.
"Daddy kenapa? Daddy kesakitan?!" Suho menjatuhkan semua kantung belanjanya dan dengan tergesa menghampiri Siwon. Anak itu baru saja pulang dari jalan-jalan bersama neneknya.
"Daddy baik-baik saja. Suho ganti baju dulu lalu makan, jangan lupa ajak Kyuhyun hyung." Siwon berusaha berkata dengan normal ditengah usahanya menahan sakit. Fantasi-fantasi liar sudah memenuhi kepalanya.
Setelah Suho pergi kekamarnya, Siwon menuruni tangga menuju kamar mandi dekat dapur. Sepertinya akan membutuhkan waktu yang sangat lama hanya untuk membuatkan teh hangat untuk Kyuhyun.
**************TBC ?*************
Terima kasih untuk yg sudah meninggalkan review ^^
Untuk angelhana9 , gak papa kmu review disini. Terima kasih utk tdk menjadi silent reader ^^
Ada yg bilang "kasih orang ketiga dong" , sarannya aku tampung :)
Utk yg lainnya (aku lupa catat pen name kalian, maaf) terima kasih sudah memberikan semangat
Sampai jumpa di Chapter selanjutnya ^^/
