Disclaimer : Digimon © Akiyoshi Hongo


Malam mulai sangat larut, sementara itu Ken yang sedang duduk di depan laptopnya berkonsentrasi menghadapi hacker (Iori) yang telah mengacaukan sistemnya, dia mencoba menyamarkan , bahkan sampai menghilangkan ip nya sendiri, kadang kalau dia berhasil membalas perbuatan Iori, dia memasang wajah tersenyum bangga, tapi ketika dia terkena jebakan Iori, dia memasang wajah kesal, dan saat ini Ken sedang berada di posisi atas. Takeru kembali dari dapur yang sedang membuat kopi untuk mereka berdua. Kemudian Takeru melihat ke arah sofa, tempat Yamato yang sedang tertidur pulas.

"Bagaimana, Ken?" tanya Takeru.

"hahaha…semakin seru, aku penasaran siapa sebenarnya hacker ini, dia lumayan hebat juga." kata Ken sambil meminum kopinya.

"Sebelum itu, bisakah kau menolongku tentang hal yang lain?" tanya Takeru dengan nada serius.

"ada apa? " tanya Ken yang penasaran.

Takeru sempat ragu untuk memulainya, tapi dia harus memastikan perkataan Daisuke, sebenarnya Takeru pun takut untuk mengetahuinya.

"hhmm…bisa kau tolong kau carikan informasi tentang wanita bernama Hikari Yagami?" tanya Takeru ragu.

"Baiklah, itu hal yang sangat mudah untukku." kata Ken sambil berjalan ke arah kamar Takeru.

"hei..mau kemana kamu?" tanya Takeru heran.

"Tentu saja memakai komputermu, mana bisa aku memakai laptopku yang sedang main saling hack." kata Ken memutar bola matanya.

"Ah..iya." kata Takeru mengikuti Ken ke dalam kamarnya.

Ken langsung menekan tombol power dan duduk didepan monitor.

"Sebenarnya ada apa ini? Tidak biasanya kau sangat ingin tahu tentang wanita." Tanya Ken penasaran.

"Panjang ceritanya, aku juga masih belum yakin, pokoknya cari saja dulu wanita yang bernama Hikari, ah aku ke toilet dulu sebentar" kata Takeru yang langsung meninggalkan Ken.

Setelah Ken mencoba mencari-cari data yang bernama Hikari, akhirnya matanya tertuju pada nama Hikari Yagami, dan dia mengklik nama itu.

"haaah?"

Ken mencoba meyakini sekali lagi dengan membuka file tentang Sachi Minamoto, karena foto yang dia klik saat nama Hikari itu sama dengan Sachi.

"Takeru, kau mengerjai aku" kata Ken.

Saat itu Takeru kembali dari toilet.

"Bagaimana, sudah ketemu?" Tanya Takeru.

"Kau ini apa-apaan sih, menyuruhku mencari orang yang sama" kata Ken.

"apa? Maksudmu… Hikari dan Sachi…orang yang sama?" tanya Takeru yang kaget ternyata apa yang dibicarakan oleh Daisuke itu tidak bohong.

"iya, lihatlah…foto Hikari ini berseragam sekolah khusus putri, tapi yang bernama Sachi ini berseragam Odaiba…mereka kembar? Tapi nama belakang mereka tidak sama" kata Ken yang membaca terus sampai kebawah, dan matanya terhenti di kata 'menghilang'.

Ken membetulkan posisi kacamatanya dan mendekatkan wajahnya ke monitor.

"Takeru, orang yang bernama Hikari ini 'tiba-tiba menghilang secara misterius, dan anehnya lagi polisi tidak menindak lanjutkan pencarian'." Kata Ken yang membaca tulisannya.

"Sialan! Ternyata benar!" teriak Takeru.

"Heii..ada apa ini sebenarnya?" tanya Ken yang masih penasaran.

"Intinya, orang yang bernama Hikari dan Sachi itu satu orang, mereka adalah satu orang dengan dua identitas" jelas Takeru.

"bagaimana bisa begitu?" tanya Ken "memang sih, aku juga bisa membuatkan ID palsu, tapi itu terlalu ber resiko, aku tidak berani kalau tidak di back up oleh orang yang hebat, biasanya hacker seperti itu dipakai atau disewa oleh Yakuza" jelas Ken.

"aku tidak percaya ini" kata Takeru yang masih shok.

"memangnya siapa Hikari atau Sachi ini?" tanya Ken

" Nama aslinya adalah Hikari, tapi dia sekarang menjadi Sachi…dia sekarang teman sekelasku, tapi dulu saat dia menjadi Hikari, dia…."kata Takeru yang terputus "ah sudahlah.."

'sepertinya gadis ini sangat berarti untuk Takeru, aku tidak pernah melihat Takeru begitu resah seperti ini' pikir Ken.

Takeru meninggalkan kamarnya dan pergi keruang TV.

"Yamato! Bangun kau!" teriak Takeru sambil menggoyangkan tubuh Yamato.

"nngghhh…maaf, aku belum mengulik lagunya, besok saja yaaah" kata Yamato mengigau.

"bangun! Kau sudah tahu kan kalau Hikari hilang ingatannya!" bentak Takeru, perkataan Takeru membuat Yamato sadar dari tidurnya dan bangkit. Sekarang posisi Yamato sedang duduk dihadapan Takeru.

"dari mana kau tahu itu?" tanya Yamato serius.

"kenapa aku harus melibatkan Ken terlebih dahulu untuk tahu kebenarannya!, kenapa kamu tidak langusng memberi tahuku tentang masalah ini! Taichi? Hoo…pasti Taichi yang telah melarangmu? ! brengsek!" teriak Takeru sambil menendang meja di belakangnya.

Ken yang melihat Takeru seperti itu hanya memandanginya dengan tatapan serius, dan Yamato yang sedang duduk, menundukan kepalanya, tidak tahu harus berkata apa.

"Takeru, kami tidak bermaksud.."

"Tidak bermaksud apa? Sebenarnya apa tujuan kalian sampai kalian memisahkan aku dari Hikari..Yamato! kau kakakku! Kau tahu aku sangat mencintainya!" teriak Takeru yang terlihat ingin menangis. Mendengar kata 'mencintainya' Ken maju menghampiri Takeru.

"kalau mereka tidak mau bilang, biar kita temukan jawabannya sendiri." kata Ken memegang pundak Takeru.

"Tunggu," cegah Yamato "baiklah, aku akan menceritakan semuanya, tapi Takeru, tolong kau berjanji satu hal padaku."

Takeru yang tadinya berjalan menuju laptopnya Ken berhenti dan menoleh ke arah Yamato.

"Setelah kau tau kebenarannya, tolong…..jauhi Hikari." Pinta Yamato.

"apa? Punya hak apa kau memintaku seperti itu!" kata Takeru yang semakin marah.

Yamato yang dari tadi diam saja sekarang beranjak dari duduknya dan menghampiri Takeru lalu mendekatkan tubuhnya dan berbicara dengan tenang.

"Kau tahu kenapa dia hilang ingatan? Hah! karena dia telah mengalami tragedy yang sangat memilukan, kau tahu tragedy apa? Kau tahu kalau Hikari Yagami yang kita kenal, yang kita sayang telah mengalami pemerkosaan saat perjalanan pulangnya dari sekolah!" mendengar hal ini Takeru dan Ken sangat kaget dan hanya bisa melihat dan mendengar apa yang Yamato ucapkan selanjutnya "Kau tahu berapa orang yang memperkosa dia! Lebih dari satu orang! Itulah sebabnya aku bilang jauhi Hikari, kami tidak mau Hikari mengingat kejadian itu kembali, bisa kau bayangkan apabila dia mengingat hal itu? Hah!" kata Yamato yang lama-lama emosi.

"diperkosa?oleh siapa?" kata Takeru dengan tangan yang gemetar karena menahan marah. "si…sialan! Sialaaannn! Kubunuh orang itu! Aku berjanji akan menemukan orang itu dan membunuhnya!" teriak Takeru sambil menghancurkan sekelilingnya dengan air mata yang dia tahan supaya tidak keluar.

"Minamoto yang telah menolong Hikari, mereka berdua merawat Hikari, Taichi sudah tahu hal ini, Kouji yang memberi tahu kami." lanjut Yamato

"kira-kira kapan kejadian itu terjadi?" tanya Ken yang tiba-tiba.

"kira-kira Jumat yang lalu" jawab Yamato.

Ken langsung menghampiri laptopnya dan mencari kejadian pemerkosaan minggu lalu.

"banyak sekali terjadi pemerkosaan minggu lalu, aku tidak tahu Hikari ada di nomor berapa, tapi aku akan berusaha menemukannya" kata Ken dengan wajah serius.

Selagi Ken bekerja dengan tugasnya, Yamato memandang Takeru yang sedang duduk di lantai dengan wajah marah, Takeru yang sedang duduk tiba-tiba mengingat sesuatu, saat dia masih bergabung dalam geng itu.

Flashback

"huaaaahh…bosaaaaaaan" teriak salah satu anak buah Takeru yang setengah mabuk yang bernama Hiro "bos, enaknya kita ngapain yah.'

"hahahaa..jangan tanya pada Takeru, dia tidak akan menjawabnya." Kata Daisuke yang merangkul pundak Takeru.

"singkirkan tanganmu" kata Takeru dingin.

"ahahaha..maaf aku lupa kalau kau tidak suka disentuh" kata daisuke yang melepaskn tangannya.

Saat Takeru berjalan bersama ke empat anak buahnya dan salah satu kepercayaannya Ken, salah satu anak buah Takeru yang bernama Toshi menoleh kebelakang dan melihat seorang gadis sedang berjalan sendirian, gadis cantik berseragam sekolah khusus putri.

"heii..heii..Daisuke… ada cewek cantik" kata Toshi

"manaa..manaa?" kata anak buahnya yang lain yang bernama Kazu.

"waah sudah lama tidak melihat cewek cantik" kata Hiro dengan nada mesum.

"heii.. kalian kan mabuk, tidak bisa membedakan cewek cantik dan nenek-nenek" ejek Daisuke.

"kami tidak mabuk, Cuma setengah mabuk…ah lihat itu…cewek itu berjalan menuju ke arah gang sana, seragam siswi sekolah putri yang seksi…" kata Hiro yang setengah mabuk.

"mau apa kalian?" tanya Takeru.

"ah..tidaakk…hanya ingin sedikit usiil…" kata Toshi.

"aku duluan…Daisuke kau mau ikut aku atau tidak?" tanya Takeru

"Daisuke bersenang-senanglah dulu.." kata Hiro mengedipkan matanya.

"hhmm..Takeru kau duluan saja." Kata Daisuke, Takeru tidak menjawab dan langsung pergi bersama Ken.

Setelah mereka melihat Takeru dan Ken menghilang mereka tertawa licik.

"hehhehee..sudah lama aku tidak melakukan itu sejak putus dari pacarku" kata Hiro.

"heii..mau kita apakan cewek itu." Tanya Kazu dengan semangat.

"ehmm…semuanya…kalian bersenang-senanglah… tapi kalau masalah itu, aku tidak mau..hehehee..bagaimanapun juga aku hanya ingin melakukannya dengan pacarku." Kata Daisuke.

"wahahahahahaa…polos sekali kau!" teriak Toshi.

"hahaha..yaa terserah…rasanya lebih enak kalau sama pacar sendiri, kalian bersenang-senanglah yang tidak punya pacar." Kata Daisuke yang tidak jadi ikut dengan mereka.

Mereka akhirnya mengejar cewek itu dan mencegatnya.

End of flashback

"sepertinya aku tahu pelakunya" kata Takeru yang beranjak dari duduknya. "Ken kau ingat Toshi, Hiro dan Kazu? Mereka yang aku masukan kepenjara karena telah memperkosa gadis yang lewat malam itu?" kata Takeru tergesa-gesa pada Ken.

"yah..aku ingat" jawab Ken.

"jangan-jangan gadis itu Hikari, aku tidak melihat wajah gadis itu saat mereka membicarakannya, aku hanya dengar mereka menyebutkan seragam siswi sekolah khusus putri" kata Takeru.

"tunggu, bagaimana kau bisa tahu ketiga temanmu itu telah memperkosa seseorang?" tanya Yamato.

"saat itu, aku kembali ketempat itu karena punya perasaan tidak enak, saat aku kembali, aku melihat mereka yang sedang menikmati sesuatu dengan celana terbuka, tapi aku tidak menemukan korbannya, saat itu aku langsung menyeret mereka ke penjara, dan saat itu juga aku keluar dari geng" jelas Takeru.

"coba aku cek, aku akan mencari kasus yang sama" kata Ken. "ah! Ketemu…" teriak Ken. Yamato dan Takeru langsung menghampiri Ken.

"tapi artikel ini di block, sebentar, aku pecahkan dulu kodenya" kata Ken.

Yamato yang melihat keahlian Ken hanya bisa terkagum-kagum dengan bakatnya yang luar biasa itu.

"dapat…" kata Ken dan membaca artikel itu "seorang siswi dari sekolah khusus putri telah menjadi korban pemerkosaan, nama tak diketahui, identitas tak diketahui" kata Ken yang membacanya. "ah tapi kita bisa melihat fotonya" kata Ken yang mengklik tulisan 'klik the picture', ketika Ken mengklik foto tersebut, keluarlah foto Hikari, foto itu adalah foto dari kartu pelajarnya. Ketika mereka bertiga hanya bisa memandang foto itu dengan kaget, tiba-tiba laptop Ken mati.

"aaarrghhh! Siaaaal! Aku lengah!" teriak Ken.

"ada apa ini?" tanya Yamato.

"dia sedang saling hack dengan orang yang mengacaukan sistemnya" jelas Takeru.

"sekarang bagaimana?" tanya Yamato.

"aku tidak tahu, kak." Kata Takeru lemas.

"kau tahu kan, berapa lama aku menunggu Hikari, tapi setelah aku bertemu dengannya, dia telah menjadi orang lain, bahkan sepertinya dia jatuh cinta dengan orang lain" kata Takeru dengan nada yang sedih.

"dengan Kouichi maksudmu? Hhmm..begini…besok malam, Izumi mengadakan pesta ulang tahunnya secara formal, datanglah, seluruh Odaiba diundang tenang saja" kata Yamato.

"untuk apa aku datang? Untuk melihat Hikari bersama dengan Kouichi? Itu membuatku muak" kata Takeru.

"sudahlah, kau datang saja, sekarang aku tidur dulu, kau siapkan saja jas untuk besok malam" kata Yamato yang kembali tidur.

"bagaimana?" tanya Ken.

"hhhh….aku tidak tahu, aku mau tidur dulu, kau besok ikut denganku ke pesta itu" ajak Takeru.

"ha? Tapi aku bukan anak Odaiba" kata Ken.

"tenang saja, tidak akan ketahuan, lagi pula aku butuh bantuanmu untuk jaga-jaga" kata Takeru.

"ok, baiklah, kau tidur saja, aku masih melakukan peperangan dengan orang ini" kata Ken.

Takeru masuk ke kamarnya, dan Ken terus meneruskan pekerjaannya yang tadi.

Di luar sana…..

"Bos… ada yang ingin menemuimu"

"siapa?" tanya Daisuke yang ketika mlihat sosokorang itu "ah..kau, silahkan duduk…" kata Daisuke.

"aku punya perubahan rencana" kata sosok itu.

"hah? kenapa tiba-tiba?" tanya Daisuke.

"dan rencanaku ini pasti sangat bagus, kalian pasti juga sangat senang kalau mendengar rencanaku" kata sosok itu.

"katakana rencanamu" kata Daisuke dengan wajah senang.

Sosok itu mendekati Daisuke dan membisikan sesuatu di telinga Daisuke, dan Daisuke langsung tertawa besar.

"huahahahahahaha…kejam sekali kau, tapi baiklah…sepertinya amat sangat menyenangkan" kata Daisuke tersenyum licik.

Keesokan paginya dikediaman Orimoto.

"Izumi…sudah pagi, ayo bangun" panggil mamanya.

"ngh..iya maa… " kata Izumi yang setengah sadar.

"Izumi, ayo bergegas, nanti siang keluarga Kanbara akan datang" kata mamanya dengan lembut.

"mamaaa… nanti siang aku kan mau kerumah Kouji.." rengek Izumi.

"ayolah sayaaang… Kouji kan nanti malam datang, kita harus menjemput keluarga Kanbara di bandara" jelas mamanya sambil memilihkan baju untuk anaknya.

"huu… tapi aku kangen sama Kouji maaa.." rengek Izumi lagi.

"Izumi… tolong mengerti, ayahmu sudah membatalkan pertunanganmu, setidaknya kita harus menghargainya" jelas mamanya dengan lembut sambil membelai rambutnya Izumi.

"huu…okay..okay…" kata Izumi yang mengambil handphonenya dan menelepon Kouji.

"halo, selamat pagi sayaang" kata Izumi dengan suara manis, melihat anaknya yang sedang kasmaran, mamanya hanya tersenyum dan meninggalkan kamar Izumi.

"Kouji, maaf..siang ini aku tidak bisa ke rumahmu" jelas Izumi.

"kenapa?" tanya Kouji di telepon.

"mama memintaku ikut untuk menjemput keluarga Kanbara" kata Izumi, dan Kouji tidak membalasnya.

"Kouji? Apa kau masih disana?" tanya Izumi.

"ah..yaah…iya..ok.. tidak masalah" kata Kouji yang seperti orang bingung.

"Kouji…" panggil Izumi dengan lembut.

"ya?" jawab Kouji.

"kamu percaya padaku kan? Aku tidak akan berpaling pada orang itu…aku hanya mencintaimu seorang" kata Izumi dengan sangat lembut, sepertinya kelembutannya menurun dari mamanya.

"ah..hhehehehe… perkataanmu memang telah membuatku lega..terima kasih, aku juga mencintaimu" kata Kouji. "aarghh… mendengar suaramu di pagi hari, aku jadi ingat kejadian kemarin" kata Kouji di telepon.

"ahahaa..heii…dasar mesum, aku siap-siap dulu yah" kata Izumi.

"baiklah..ah Izumi.." panggil Kouji di telepon.

"yah?" jawab Izumi.

"kemarin kau hebat sekali" kata Kouji.

"KOUJIIIII!" teriak Izumi yang mukanya sayang teleponnya sudah putus. "uuhhh…aku maluuuu" kata Izumi yang menutupi wajahnya dengan bantal.

Di kediaman Minamoto.

"ahahahahahahahhaaa" tawa Kouji yang sangat besar diruang tamu.

"ada apa kak? Sepertinya kau bahagia sekali" tanya Hikari yang kebingungan.

"ah..tidak…bukan apa-apa…" kata Kouji yang kembali bersikap tenang tapi masih sambil menahan tawanya.


aahh...next xhapter...aku ngga tahu kapan updatenya..maaf yaaah...heheheehhee...tapi aku akan berusaha secepat mungkin..okaaay