Sasuke mengerti dan paham sekarang, mengapa Naruto tidak bisa mengingat dirinya. Namun yang tak ia paham apa yang membuat Naruto melupakan dirinya? Ia tak bisa bertanya pada Naruto sekarang. Keadaannya masih terguncang ia memilih untuk membawa Naruto pulang.
Ia menggendong Naruto sepanjang perjalanan, hanya piggy back biasa namun melihat betapa kuat remasan tangan Naruto pada bahunya saat ia tertidur dalam gendongan Sasuke ada satu kesimpulan yang bisa ia buat. Naruto ketakutan, tapi jenis ketakutan apa yang Naruto takuti? Sepanjang perjalanan Sasuke terus memikirkannya namun bahkan ketika ia sampai dirumah dan melihat wajah Kyubi yang khawatir dan bengis begitu menatapnya, Sasuke masih belum mendapat jawaban.
"Kau…dari-" sebelum Kyubi berteriak lebih cepat Sasuke langsung ngacir kedalam. Ya Naruto kelelahan dan ia juga.
"Kalian habis darimana saja?" pertanyaan Kushina sarat akan kecemasan.
Bagaimana mungkin ia tidak cemas, salju sudah turun dan Naruto tidak membawa perlengkapan yang membuat dirinya hangat. Bagaimana mungkin Kushina tidak cemas.
"Kami dari kebun Maple oba-san, gomenasai membuat oba-san dan oji-san khawatir" ujar Sasuke.
"Keluarga-mu sudah pulang Sasuke, mereka berpesan jika kau ingn pulang Itachi bisa menjemputmu. Tapi ini sudah malam sebaiknya kau bermalam disini dikamar Naruto" ujar sang kepala keluarga Namikaze
"Arigatou atas bantuannya" ujar Sasuke.
"Otou-san! Sasuke ka-" lagi lagi ucapannya dipotong oleh Kushina.
"Kyubi… sudah malam. Waktunya tidur"
~.~
Sasuke membaringkan Naruto, dan mengganti baju Naruto dengan piyama hangat miliknya, sebenarnya ia berniat tidur disofa kamar Naruto namun Kushina tidak enak hati dan membolehkan Sasuke tidur seranjang dengan anaknya.
Sasuke memandang wajah tidur Naruto yang damai sekali, oh jangan lupa dengan 'tanda kepemilikan' yang masih bertengger manis di perpotongan leher dan bahu si pirang, ia menyelimutkan Naruto hati – hati dan mencoba mengililingi kamar Naruto.
Kamar Naruto tidak lah semewah dan seluas kamar Sasuke. Mungkin hanya setengah kamar Sasuke. Hanya ada tempat tidur dengan salah satu nakas kecil disamping kanan dan kiri kasur, lemari baju, meja belajar, dan kamar mandi. Kasurnya pun tak begitu lebar. Hanya spring bed biasa, tidak terlalu luas namun cukup menampung dua orang untuk tidur diatasnya. Meja belajar Naruto juga rapih didominasi oleh buku – buku komik dan novel. Saat ia membuka lemari buku Naruto isinya pun hanya sedikit buku tulis dan beberapa ensklopedia dalam balutan gambar gambar lucu –ketahuan sekali ini ensklo untuk anak kecil- dan buku mata pelajaran Naruko. Ia melihat beberapa figura kecil diatas lemari buku tersebut. Ada foto keluarga Namikaze disana.
Kushina dan Naruko yang duduk dengan manis disofa serta Minato,Naruto dan Kyubi yang berdiri dibelakang sofa tersebut. Mereka menggunakan setelan putih – putih. Foto keluarga sederhana namun cukup membuat Sasuke tersenyum sendiri apalagi melihat senyum Naruto di foto - foto lainnya.
"Sasuke-chan…"
"Sasuke menengok kearah pintu kamar dan menemukan Kushina membawa bantal untuknya.
"Aku dengar dari Mikoto bahwa Sasuke-chan hanya bisa tidur dengan posisi kepala agak tinggi ini aku bawakan satu bantal lagi untukmu, supaya dirimu nyaman tidur disini"
"Arigatou oba-san" ujar Sasuke duduk dipinggir kasur dan menimpa bantalnya dengan bantal pemberian Kushina.
"Naruto…kawai ne…?" pertanyaan itu terlontar dari Kushina, dan Sasuke hanya tersenyum mengiyakan. Melihat senyum Sasuke , Kushina berinisiatif mengambil beberapa album foto yang ternyata disimpan di nakas samping kasur Naruto.
Kushina ikutan duduk dipinggir kasur berhadapan dengan Sasuke ia membuka album yang paling kecil dan tipis dari semua album. Rupanya itu album waktu Naruto dan Naruko saat dikandungan.
"Sasuke lihat ini si kembar saat masih dikandungan saat selnya sudah membelah menjadi dua" ujar Kushina menunjukkan hasil usg tampak seperti satu telur namun mulai memunculkan dua bulatan kecil hingga salah satu bulatan itu memisahkan diri.
"Yang memisahkan diri ini adalah janin Naruto…" ujar Kushina senang.
Lalu foto selanjutnya menggambarkan proses pertumbuhan mereka dikandungan hingga foto terakhir dimana posisi Naruto yang ditimpa oleh Naruko yang kepalanya sudah lurus kearah kepala Vagina.
"Meski Naruto lemah dan pesakitan, namun ia kuat Sasuke…" ujar Kushina gamang saat melihat foto USG tersebut.
"Ia membiarkan Naruko untuk keluar lebih dahulu bahkan ia menggerakan tangannya untuk membantu Naruko keluar, sehingga Naruto terjebak didalam dan mengalami pendarahan karna air ketuban yang mulai menipis. Namun ia tetap semangat untuk keluar meski ia sudah banyak meminum darah" ujar Kushina dengan mata berkaca – kaca.
Ia membuka album selanjutnya yang menampilkan kedua box bayi yang berdampingan. Yang satu sehat yang satu berada dalam Incubator . Sasuke sepertinya tidak perlu bertanya siapa yang berada dalam incubator tersebut.
Lalu selanjutnya ada adegan dimana Naruto kecil menyuapi Naruko, meniup luka Naruko akibat jatuh dari sepeda, memberikan gulali untuk Naruko dan hal – hal kecil yang dilakukan otouto kepada Nee-channya. Lalu foto terakhir adalah saat Naruto berumur lima tahun di ranjang rumah sakit merayakan ulang tahunnya bersama Naruko.
"Naruto memang lemah, Sasuke tapi dia sangat berhati lembut, hati bersihnya menguatkan dirinya untuk tetap teguh dan kuat. Kami memang salah membiarkan ia tidak bergaul dengan yang lain tapi kami takut, takut kalau Naruto tidak diterima dilingkungan karna 'keanehannya'"
"Dalam sekali lihat aku tahu Naruto-kun anak yang manis oba-san"
'Bahkan dalam sekali lihat ia mampun mencuri hatiku'
"Kamu lihat foto ini" ujar Kushina saat menunjukkan foto yang terakhir tadi.
"Ha'I"
"Sebelumnya, saat Naruto berumur empat tahun ia sering ke kebun Maple dan berkata bahwa ada seseorang yang harus ia temui karna sudah menolongnya saat hujan. Naruto menunggu orang itu selama setahun dan saat salju pertama turun. Naruto tidak keluar dari lingkungan pohon itu sampai kami menemukan ia mengigil kedinginan bersama Kiba saat ia sadar, ia tidak bisa mengingat apa yang ia lakukan setahun terakhir. Kami menghiburnya dan mencoba untuk tidak mengembalikan ingatan itu karna takut suatu hari nanti justru meluka hatinya"
Sasuke bungkam. Jelas. Ia mengerti mengapa Naruto tidak mengingat dirinya. Ternyata dirinya lah yang membuat Naruto tambah sakit begini.
"Ada bagian dari memori ingatanku yang hilang, dan itu menyakitkan karna aku tidak bisa mengingatnya"
Dan itu menyakitkan…
Itu menyakitkan…
Menyakitkan…
Sasuke mendengus dalam hati. Ia berjanji melindungi Naruto tapi ia sendiri sumber utama yang akan menyakiti Naruto.
"Sasuke-chan…"
"Ya oba-san?"
"Melihat selama setahun betapa ulet dan sabarnya Naruto menunggu. Sepertinya orang itu adalah cinta pertama Naruto"
Hal itu menohok Sasuke dalam.
~.~
Naruto merasa hangat dalam tidurnya, ini tidur yang ia enggan untuk terbangun. Hangat ini berbeda dari hangat yang terjadi oleh karena balutan selimut, ini hangat yang nyaman dan juga aman.
"Sudah bangun?"
Suara yang datar namun tenang itu mengusik dirinya, ia masih enggan untuk membuka mata dan justru merapatkan dirinya pada sumber kehangatan itu
"Dobe, aku harus pulang"
Dan seketika Naruto langsung membuka matanya.
"Sasuke!?"
~.~
Dan disinilah Sasuke sekarang. Dikamar mandi Naruto, ah kalian jangan berfikir macam – macam. Ini hari minggu dan ia serta Naruto tak akan berebutan kamar mandi berujung mandi bersama dan menuju adegan 'ekhem' tersebut.
Setidaknya belum.
Sasuke sudah bangun dari dua jam yang lalu. Ya ia terbiasa bangun jam lima subuh dan mandi dengan air dingin pada waktu itu juga. Namun suguhan yang diberikan Tuhan padanya sangat amat sayang untuk dilewatkan. Naruto dengan damainya tidur dalam rengkuhannya dan kepalanya berada dalam tengkuk lehernya, bahkan deru nafasnya masih terasa oleh Sasuke.
Ia mengamati ciptaan Tuhan satu itu lebih dalam, ia dan Naruko kembar identik. Namun semakin diperhatikan semakin berbeda. Naruto itu lembut dan penyabar sedangkan Naruko itu 'slengean' dan tidak suka menunggu, Naruto berkulit sedikit kecoklatan dan Naruko putih bersih bak porselen, Naruto maniak ramen dan Naruko suka sushi, Naruto sedikit berisi dan pipinya chubby –namun tidak gemuk- sedangkan Naruko punya bentuk tubuh ideal untuk seorang model, Naruto manis sedangkan Naruko elegan dan sedikit angkuh atas kepintarannya, Mata Naruto biru safir sedangkan Naruko hampir mirip seperti warna biru langit, Naruto benci sayur dan Naruko benci buah-terutama tomat- dan masih banyak hal yang jauh berbeda.
Rambut Naruto sendiri halus secara alami –bahkan meski tidak memakai perawatan apapun- wangi Naruto juga khas, perpaduan wangi bayi dan aroma citrus jasmine. Manis,harum, memambukkan. Bibirnya tebal dengan warna peach merekah. Ya dia makhluk berdada rata yang sudah memporak – porandakan hati seseorang apatis dan perfeksionis seperti Sasuke.
Ini bukan bualan semata ini serius. Ia sangat senang berada dekat dengan Naruto namun dalam semalam ia mengutuk dirinya sekutuk – kutuknya. Ia tidak tahu ciuman yang ia berikan pada pemuda pirang ini pada enam belas tahun silam menyebabkan dirinya sendiri yang tidak diingat oleh Naruto.
Ya, saat ini mereka hampir menginjak tujuh belas tahun dan sampai sekarang Sasuke tidak bisa melupakan bocah pirang yang ia temukan menangis hanya karna kehilangan anjing. Ia tidak akan lupa keramahan bocah pirang itu, kepedulian bocah pirang itu, ekspresi khawatir,bingung, dan cemasnya saat berhadapan dengan bocah lain yang bertolak belakang sifatnya. Sasuke masih ingat dengan jelas.
Keesokan harinya memang Sasuke ingin berkunjung kesana tapi Tuhan berkehendak lain, justru ia malah disibukkan dengan Naruko. Ya Naruko. Entah apa yang terjadi dari TK hingga SMA ia masih bersekolah yang sama dengan sekolah Naruko, semenjak ada Naruko, Sasuke fokus menjaili Naruko mengalahkan anak itu dibidang akademis dan non akademis.
Dan Naruto yang terlupakan oleh keegoisannya sendiri
"Sebelumnya, saat Naruto berumur empat tahun ia sering ke kebun Maple dan berkata bahwa ada seseorang yang harus ia temui karna sudah menolongnya saat hujan. Naruto menunggu orang itu selama setahun dan saat salju pertama turun. Naruto tidak keluar dari lingkungan pohon itu sampai kami menemukan ia mengigil kedinginan bersama Kiba saat ia sadar, ia tidak bisa mengingat apa yang ia lakukan setahun terakhir. Kami menghiburnya dan mencoba untuk tidak mengembalikan ingatan itu karna takut suatu hari nanti justru meluka hatinya"
Oh perkataan Nyonya Namikaze muncul saat ia sedang mengguyur tubuhnya dengan shower sekarang.
"Ada bagian dari memori ingatanku yang hilang, dan itu menyakitkan karna aku tidak bisa mengingatnya"
Dan sekarang suara Naruto memenuhi otaknya, ia masih ingat dengan jelas kelanjutan percakapannya dengan Kushina.
"Sasuke, orang tua mu telah berbicara mengenai kunjunganmu kesini. Aku tak tahu mengapa kau memilih Naruto padahal kalian baru pertama kali bertemu. Tapi harus satu hal yang kau tahu Sasuke. Aku tidak ingin putraku sakit. Ia sudah terlalu lelah untuk sakit"
Andaikan saja Nyonya Namikaze tahu bahwa dia sosok yang menyebabkan putranya jatuh sakit pada waktu itu ialah dirinya sendiri
Orang pertama yang telah menyakiti putra-nya
"Melihat selama setahun betapa ulet dan sabarnya Naruto menunggu. Sepertinya orang itu adalah cinta pertama Naruto"
Dan entah kenapa ucapan itu sedikit menghangatkan hatinya.
~.~
Saat ini Sasuke berdiri di pintu kamar mandi yang berada dalam kamar Naruto dan Naruto yang gugup melihat sekujur tubuhnya basah dalam balutan bathrobe.
"Eung ini..ano…aku tidak punya baju yang pas untukmu, namun Kiba pernah membelikan Kemeja untukku namun kebesaran untukku kurasa ini muat untukmu" ujar Naruto gugup.
Oh sejak tadi pagi ia selalu gugup berhadapan dengan Sasuke.
Yah postur tubuh Sasuke memang lebih tinggi dari Naruto, mungkin Naruto hanya sampai dadanya saja.
"Eung..untuk celananya dan eum….pakaian dalamnya ada diatas kasur kau bisa pilih aku mau mandi dulu" setelah Naruto menggumam pelan saat berkata 'pakaian dalam' ia langsung lari masuk kedalam kamar mandi menerobos Sasuke yang bersandar di pintu kamar mandinya.
Sasuke berjalan kearah Kasur dan menemukan Kemeja yang masih apik dalam balutan plastiknya. Ketahuan sekali belum pernah dipakai, lalu jeans casual selutut –yang Sasuke yakini milik Kyubi karna memang postur tinggi mereka yang hampir sama- dan satu pack isi celana dalam berwarna hitam,biru,coklat,putih dan abu - abu.
Entah Sasuke harus tertawa atau tidak karna jelas ini satu pack celana dalam milik Tuan Namikaze karna Sasuke jelas melihat dibox tersebut tertulis :
'Male content'
Mungkin ini yang membuat Naruto memerah.
~.~
Entah Naruto yang matanya tidak sehat atau Sasuke yang terlahir sempurna. Celana jeans selutut itu dipadu dengan kemeja putih polos yang lengannya digulung rapih sampai siku dan kerah baju yang tidak ia kancingkan serta rambut Sasuke yang masih sedikit lembab dan berantakan-namun entah kenapa berantakannya terlihat rapi- efek sapuan handuk yang membuat Sasuke terlihat eum…
Keren?
Tampan?
Atau sempurna?
Naruto melihat kearah dirinya sendiri yang hanya mengenakan sweater berhoodie selutut berwarna kuning dengan gambar tokoh pokemon ditengah – tengahnya.
Ia justru terlihat kekanakkan.
Miris karna ini pertama kali ia dilihat Sasuke sebagai seorang laki – laki dan bukannya tampil sebagai 'laki-laki'
Atau memang aura Sasuke itu aura dominan?
Naruto duduk dalam diam di meja makan memuji sekaligus iri dengan Sasuke bahkan tanpa balutan alas kaki pun atau rambutnya yang disisir pun Sasuke masih terlihat 'oke'
Mungkin Naruto sudah harus rajin berolah raga sekarang supaya mempunyai badan yang bagus seperti Sasuke.
Sasuke turun kebawah dengan jalan santai seperti biasa dengan saluh satu tangan ia sembunyikan dikantung celana dan tangan lainnya memegang penyangga tangga, tidak seperti Naruto yang menjadikan tangga sebagai ajang bermain bersama pom – pom.
"Ah, Sasuke-chan sudah selesai mandi ayo makan bersama kami" ujar Kushina.
Sasuke hanya tersenyum tipis lalu duduk dalam diam menunggu makanannya dibuatkan oleh tuan rumah dan tersenyum berterima kasih, tidak seperti Naruto yang akan nyengir kegirangan lalu berlari kearah meja makan dan memainkan sumpit dan sendok dikedua tangannya dan memukulnya kearah meja makan sambil berkata 'giliranku!…giliranku!'.
Hari ini menu sarapan paginya hanyalah nasi, sup jamur dengan teh hijau sebagai teman makannya. Naruto masih memandang Sasuke lekat ia sedikit enggan untuk makan jamur namun tetap memaksakan dirinya untuk makan. Cara makannya pun pelan tidak bersuara
Elegan.
Tidak seperti Naruto yang akan makan dengan lahap hingga nasi berjatuhan disekitar piring dan mulutnya.
Ini jadi kenapa Naruto membandingkan dirinya dengan Sasuke?
Kedua kakaknya masih menatap Sasuke tajam, terbukti dari makanannya yang tidak mereka sentuh.
"Sepertinya celanaku cocok untuk 'kakimu' Sasuke" ujar Kyubi mencibir.
Hei bagaimana tingginya hampir dikalahkan oleh bocah SMA?
Sasuke menjawab setelah ia menghabiskan makanannya dan meminum tehnya.
"Aku sangat tersanjung karna Kyubi-kun mau meminjam kan pakaiannya besok akan kukembalikan beserta pakaian Naru-chan juga"
Oh jadi ia dipanggil dengan embel – embel 'kun' sedangkan adik kesayangannya dipanggil dengan 'chan'!?
Hanya ia yang boleh memanggil Naru dengan sebutan itu pantat ayam!
"Ah sebenarnya tidak dikembalikan juga tidak apa – apa Kyubi masih punya jenis celana yang sama seperti itu, dan Naru juga jarang memakai kemeja" Naruto hanya mengangguk polos mendengarkan ucapan Otou-sannya.
"Aku harap menu makan pagi ini kau menyukainya Sasuke-kun, mengingat bahwa dirimu benci jamur" kali ini Naruko angkat bicara. Seluruh anggota keluarga Namikaze terdiam begitu pula Sasuke, sedangkan Kyubi dan Naruko mengeluarkan senyum meremehkan
'Sekarang satu sama pantat ayam' kira – kira begitulah iner mereka sebelum Sasuke menjawab.
"Yah aku memang membenci Jamur namun Naruto mengajariku banyak hal…" ujar Sasuke sontak membuat Naruto melongo.
"Aku tidak terbiasa mandi dengan air dingin namun ia menyarankanku untuk mandi air hangat dipagi hari, katanya supaya peredaran darah lancar. Hari ini ia dengan kerelaan hati meminjamkan diriku kemeja yang bahkan belum pernah ia pakai dan ini merupakan pemberian orang, lalu dengan ketulusan hati keluarga ini menghidangkanku sup jamur. Hari ini aku bisa mandi air hangat di pagi hari jadi untuk menghabiskan sup jamur mengapa tidak? Apalagi sup jamurnya juga lumayan enak. Aku berterima kasih kalian mau repot – repot menyuguhkan hidangan enak pagi ini"
Kushina dan Mikoto tersentuh melihat bagaimana tutur kata Sasuke yang dengan kerendahan hati memuji masakannya dan Naruto entah mengapa sedikit tersanjung karna membawa perubahan yang baik untuk Sasuke.
'Hei hei, Naruto ini bukan karenamu!' ujar Naruto memukul pipinya pelan karna merasa dirinya mulai menyombongkan diri.
Sedangkan Sasuke hanya tersenyum miring melihat Kyubi dan Naruko menggurutu tidak jelas
'sekarang posisinya 2-1 manekin hidup,rubah sialan'
~.~
Kali ini Naruto pula yang mengantarkan Sasuke kedepan melihat mobil Itachi sudah terparkir apik didepan halaman rumahnya.
"Gomen untuk masalah sup Jamur, aku tidak tahu kalau kamu tidak suka sup Jamur"
"Tidak masalah lagian sup-nya juga enak"
"Eung…untuk mau mengikuti saranku…aku berterima kasih"
"Tidak masalah, tandanya dirimu perhatian"
Eh? Apa tadi? Perhatian?
Oh tidak, Naruto hanya…apa ya? Sekedar memberi saran mungkin?
Tidak – tidak pipinya tidak boleh menghangat saat ini juga!
Naruto sudah membuka pagar mempersilahkan Sasuke keluar namun selangkah setelah ia keluar dari pagar itu Sasuke berbalik dan mencium keningnya.
"Aku mungkin akan jadi mayat hidup selamanya jika tidak bertemu denganmu pirang, Terima Kasih"
Dan Sasuke masuk kedalam mobil yang telah menjauh meninggalkan Naruto yang terdiam dengan pipi yang memerah hingga ketelinga.
"KYAAAAAA"
Oh itu bukan suara Naruto itu suara Naruko dan Kyubi yang emosi melihat adiknya dinistai.
Hey Sasuke apakah dirimu belum cukup membuat urat dua bersaudara Namikaze tersebut bersitegang?
To Be Countinued
Moshi - moshi, masih ada yang setia baca fanfics ini? heheheh
Hai - hai masalah SasuNaru meman pelik ya? tapi gak apa - apa saya suka/? *dihajar
saya cuman mau bilang mohon bantuannya untuk partisipasi dalam voted (dalam bentuk Review,Follow,atau Favorites) dua cerita saya yaitu
1. New Era : 10 Review | 8 Favorites | 4 Followers
2. (WANT)ED : 13 Review | 9 Favorites | 7 Followers
Dimohon partisipasinya dan selamat menikmati karya - karya saya
Arigatou Gozaimasu~~~
