Chapter 10
Jas Putih
Happy Reading~^^
Kyungsoo merapikan penampilannya di depan cermin. Dia memakai dress simple selutut lengan pendek berwarna kuning lembut dengan motif bunga-bunga. Rambut hitamnya ia biarkan terurai begitu saja. Dress miliknya memang terasa cocok untuk keluar rumah saat musim panas seperti ini.
Ponsel putihnya berdering nyaring menandakan ada sebuah pesan masuk. Pesan itu dari Baekhyun yang mengatakan jika ia sudah sampai didepan rumah Kyungsoo. Gadis itu meraih tasnya lalu segera keluar dari kamar. Ia sudah memiliki janji untuk keluar bersama kedua sahabatnya untuk menikmati akhir pekan. Mereka merasa perlu refreshing setelah berkutat di Rumah Sakit selama dua bulan lebih.
Kyungsoo mengerutkan kening saat melihat Baekhyun keluar dari mobil hitam yang terparkir di depan rumahnya. Itu bukan mobil Sehun tapi mobil... Chanyeol?
"mana Sehun?" tanya Kyungsoo.
"dia menjemput Luhan" jawab Baekhyun santai sambil membenarkan letak kacamata hitam besarnya gadis itu memakai polo shirt berwarna soft pink dan celana pendek berwarna putih sepaha.
kerutan di kening Kyungsoo semakin dalam. "Apa Luhan ikut? Chanyeol juga? Kau bilang hanya kita bertiga" Kyungsoo berjalan mendekati Baekhyun yang malah menyandarkan punggungnya pada mobil sang kekasih. "dan... siapa yang duduk dibelakang itu?" tanya Kyungsoo setengah berbisik saat matanya menatap siluet seorang lelaki di jok belakang mobil Chanyeol.
"Jongin"
"APA? Kau benar-benar. kau bilang kit-" Kyungsoo memekik tidak percaya.
"Kau tahu aku ahlinya berbohong. Bukan hanya kita bertiga tapi berdelapan. Kris dan Tao juga akan ikut" ucap Baekhyun kelewat cuek sambil meniupi kukunya yang berwarna peach.
"APA?" Kyungsoo memekik untuk kedua kalinta "Yak bebek genit... kenapa banyak sekali. Kita kan sudah berjanji untuk bersenang-senang bertiga saja" Kyungsoo terlihat sangat kesal.
"Ayolah Kyung ini sabtu malam. Lebih menyenangkan jika kita melewatinya dengan pasangan kita"
"pasangan pantatmu! Jika kau mau berkencan ya pergi saja berdua bersama Chanyeol kenapa harus mengajak orang lain juga. Aku sudah sangat hafal tabiatmu. kau hanya ingin memanas-manasiku saja kan? Kau ingin mengejekku karena tidak punya pasangan dan kau akan bermesraan dengan Chanyeol lalu menyuruh Sehun dan Luhan bermesraan juga agar aku terlihat seperti orang meny-"
"kan ada Jongin" sela Baekhyun sebelum Kyungsoo meneruskan pikiran negatifnya "kau tidak akan terlihat seperti orang menyedihkan lagi" Baekhyun menunjukkan senyuman yang menurut Kyungsoo sangat menyebalkan.
Kyungsoo menatapnya tajam "Kau merencanakan sesuatu ya? Aku tidak mau pergi"
"jangan kekanakan! Cepat masuk, Sehun dan Luhan sudah menunggu mereka juga akan langsung pergi setelah menjemput Kris dan Tao"
"Aku tidak pernah bilang kita pergi kesana dengan yang lain, aku hanya ingin menghabiskan waktu bertiga saja!"
"Lupakan! Memangnya apa masalahmu? Jika kau tidak mau ikut yasudah sana masuk lagi saja ke rumahmu dan nikmatilah akhir pekan yang membosankan. lagi pula aku tidak memaksa" Baekhyun berujar kesal. Ia langsung masuk kedalam mobil kekasihnya tanpa memperdulikan Kyungsoo yang masih berdiri di tempatnya.
"Kyungsoo tidak jadi ikut? Apa karena ada aku?" tanya Jongin yang sedari tadi hanya menonton perbincangan Baekhyun dan Kyungsoo di dalam mobil. Ia tidak bisa mendengar pembicaraan mereka dengan jelas begitupun dengan Chanyeol.
"tidak-tidak. dia memang seperti itu. membuat orang lain kesal adalah bakatnya sejak lahir" Chanyeol terkekeh mendengar ocehan kekasihnya.
"Kita coba hitung sampai tiga dan lihat apa yang akan terjadi" ucap Chanyeol yang juga sudah sangat hapal kelakuan Kyungsoo.
"satu..." Baekhyun mulai berhitung sambil menatap Kyungsoo yang nampak sedang ragu di tempatnya "dua..." Chanyeol ikut berhitung juga. Kyungsoo nampak menghela nafas lalu mulai bergerak "tiga..."
Cklek
Gadis itu membuka pintu belakang mobil Chanyeol dengan wajah kesal. Jongin tersenyum tipis melihatnya.
"kenapa tidak jadi kembali kerumah?" sindir Baekhyun sambil terkekeh. Kyungsoo hanya mendelik kesal kearahnya tanpa mau menanggapi.
"maaf membuat menunggu lama Jongin, kita bisa pergi sekarang Channiiie. Pantaiiii kita dataaang!" pekik Baekhyun penuh semangat sambil mengepalkan lengan kanannya ke udara.
"Apa katamu? Pantai? YAAAAKKK!"
Dan Chanyeol pun segera melajukan mobilnya tanpa memperdulikan jeritan Kyungsoo.
...
Mereka baru sampai di pantai pukul 17.10. Baekhyun ternyata tidak membual. Dia memang mengajak banyak orang termasuk Kris dan Tao. Kyungsoo awalnya sangat kesal. Dia tidak tahu menahu jika mereka akan pergi ke pantai, dia bahkan tidak membawa baju ganti karena setahunya ia hanya akan pergi ke taman bermain bersama kedua sahabatnya. Dan lagi, bagaimana bisa Baekhyun mengajak Kris dan Tao padahal gadis itu tahu sendiri jika Kyungsoo selalu sensitif pada pasangan itu.
Tapi perasaan kesalnya langsung hilang saat ia melihat pemandangan indah didepannya. Dia tidak menyangka ditengah-tengah kesibukannya di Rumah Sakit nyatanya ia masih bisa menginjakan kaki di pantai Eurwangni. Sebuah pantai yang menjadi favorit liburan saat musim panas yang letaknya dekat dengan Seoul dan Incheon. Pantai ini dikelilingi dengan pohon-pohon pinus dan batu-batuan yang sangat indah. Pantai ini juga terkenal dengan kerang-kerang dipasir putihnya.
Matahari, angin yang berhembus, hamparan pasir dan ombak merupakan kombinasi yang sangat menarik untuk menghabiskan akhir pekan ini. Ia langsung melepas alas kakinya lalu berlari kearah pesisir pantai bersama Baekhyun, Sehun, Luhan, Tao dan Chanyeol. Sedangkan Kris dan Jongin hanya menjadi penonton saja. Keduanya duduk di atas pasir putih yang lembut sambil memandangi teman-temannya yang bermain air.
Sehun membawa kameranya kemana-mana untuk mengabadikan setiap moment yang ada. Tao juga tidak terlihat canggung. Meski ia tidak terlalu dekat dengan Kyungsoo tapi ia cukup akrab dengan Sehun apalagi Baekhyun dan ternyata ia juga kenal pada Luhan, mereka berada di sekolah yang sama saat sekolah menengah.
"Sehun-ah tolong fotokan aku dengan Chanyeol" ujar Baekhyun sambil menarik tangan kekasihnya untuk mencari posisi yang bagus. Chanyeol tersenyum senang, dia langsung merangkul bahu Baekhyun dan tersenyum cerah kearah kamera saat Sehun sudah bersiap mengambil gambar mereka.
Pasangan kekasih itu melakukan berbagai macam pose selama berberapa lama. Kyungsoo yang melihatnya mendelik kesal "YAK berhentilah! kalian hanya akan memenuhi memori kamera Sehun, memangnya kalian saja yang ingin berfoto" ocehnya.
"kenapa? Kau iri? Ingin di foto juga? Bilang saja, tidak usah marah-marah"
Sehun tersenyum mendengar perdebatan mereka. "Chan, tolong fotokan aku dan Luhan setelah itu aku akan berfoto bersama Kyungsoo dan Baekhyun"
Chanyeol mengangguk mengerti dan mengambil kamera Sehun dari tangan pemiliknya. Sehun segera mengajak Luhan untuk berpose di depan kamera. Mereka terlihat sangat manis dan serasi. Sehun yang tampan dan Luhan yang cantik. Kyungsoo memang terkadang merasa iri melihat pasangan ini. Bukan berarti dia cemburu, ia malah sangat senang dengan hubungan mereka.
Sekarang giliran ketiga sahabat itu yang berfoto. Sehun berdiri di tengah sambil merentangkan kedua tangannya lebar-lebar sedangkan kedua gadis itu memeluk Sehun dari sisi berbeda Kyungsoo dikanan dan Baekhyun dikiri. Ketiganya tersenyum cerah kearah kamera.
"Aku selalu senang melihat persahabatan mereka" ucap Tao dengan mata yang terus memandangi ketiga orang yang terus berganti pose di depan kamera.
"Aku juga" sahut Luhan yang berdiri disebelahnya. "mereka selalu memaki, memarahi dan mengejek satu sama lain di depan tetapi selalu memuji dan mengatakan hal-hal yang baik dibelakang. Itulah teman yang sebenarnya, bukan yang mengatakan hal-hal bagus didepan tapi membicarakan yang jelek dibelakang"
"Kau benar. tapi Lu, apa kau tidak pernah merasa cemburu melihat Sehun yang begitu dekat dengan Baekhyun dan Kyungsoo"
"tidak. Aku tahu bagaimana hubungan mereka selama ini. Lagi pula merekalah yang membantu hubunganku dan Sehun sejak awal"
Tao mengangguk mengerti lalu sekarang matanya tertuju pada Kris yang masih duduk diatas pasir bersama Jongin "hm.. apa kau tahu apa yang terjadi diantara Kris dan Kyungsoo dimasa lalu?"
"Kau tidak tahu?" Luhan malah balik bertanya dengan tatapan heran.
"tidak memangnya ada apa?" Tao memang tidak tahu apa-apa. Dia tidak berada di universitas yang sama bersama mereka sehingga tidak tahu ada kejadian, gosip atau apapun itu dimasa lalu mereka. Dia berasal dari universitas lain yang kebetulan mendapatkan tempat magang yang sama dengan mereka.
"mereka sempat berpacaran selama... aku lupa berapa tepatnya tapi lumayan lama meski tidak sampai satu tahun"
Tao membelalakan matanya "benarkah? Kenapa Kris tidak pernah mengatakannya padaku?"
"mungkin dia ingin menjaga perasaanmu" ucap Luhan sambil tersenyum lembut.
"ah pantas saja Kyungsoo selalu sinis padaku. Apa mungkin dia masih mencintai Kris?"
"Tidak. Mungkin dia hanya merasa kesal atau ah entahlah, Kyungsoo itu sulit ditebak malah cenderung sedikit aneh. Tapi setahuku dulu Kyungsoo memutuskan hubungannya dengan Kris karena ia merasa sudah tidak mencintai Kris lagi. Jahat memang, tapi ya begitulah Kyungsoo. dia selalu seperti itu"
"ahhh~ jadi gadis yang membuat Kris patah hati dulu itu Kyungsoo" Tao mengangguk-anggukan kepalanya entah karena apa.
"tapi kau harus banyak berterima kasih pada Kyungsoo. Kau mungkin tidak akan tertarik pada Kris jika dulu ia tidak berpacaran dengan Kyungsoo"
"memangnya kenapa?"
"Kris itu membosankan, kau tahu? dulu dia hanya mahasiswa kedokteran yang menjadikan buku-buku tebal sebagai teman hidupnya. Tapi Kyungsoo berhasil merubahnya, kau lihat sekarang kekasihmu itu sangat tampan dengan gaya rambut yang pas dengan wajahnya, selera fashion nya juga jadi bagus, dia bahkan dapat memperlakukan wanita dengan baik. Dia benar-benar keren sekarang" puji Luhan.
"Lu, kau tidak sedang tertarik dengan tunanganku kan?" tanya Tao dengan menekankan kata tunangan membuat Luhan memutar bola matanya malas.
"yang benar saja, bahkan Oh Sehun-ku seratus kali lebih baik dari si Ben-Ben itu" Luhan berujar santai sambil mengibaskan rambut panjangnya lalu berjalan menuju Sehun yang sudah menunggunya sambil merentangkan tangan menunggu sebuah pelukan dari sang kekasih.
"YAKKK!"
...
Setelah puas bermain air dan menyaksikan pemandangan matahari terbenam Kyungsoo meminta Luhan menemaninya untuk membeli pakaian ganti disekitar sana karena baju yang ia pakai sudah basah. Chanyeol, Baekhyun, Kris dan Tao pergi membeli bahan-bahan untuk makan malam. Sedangkan Sehun dan Jongin langsung pergi ke sebuah penginapan yang sangat dekat dengan pantai. Penginapan ini terdiri dari empat kamar tidur yang masing-masih kamarnya terdapat dua kasur, lalu ada dapur, ruang tengah, balkon yang menghadap langsung ke arah pantai dan halaman yang lumayan luas. Penginapan ini milik keluarga Kris. Sekarang Kyungsoo mengerti kenapa Baekhyun mengajak Kris juga, gadis itu mencari yang gratis, ck.
Sehun dan Jongin langsung menyiapkan peralatan untuk memanggan dan yang lainnya agar setelah yang lain pulang mereka bisa langsung mulai memanggang daging. Mereka juga menyiapkan beberapa kursi agar mereka bisa makan malam di halaman sambil menikmati suasana pantai saat malam hari.
"Bagaimana perasaanmu sekarang?" tanya Sehun setelah mereka selesai menyiapkan peralatan yang di butuhkan.
"lebih baik. Terima kasih sudah mengajakku kemari" jawab Jongin sambil tersenyum tipis.
"baguslah, kau harus menikmati liburan ini. Kapan lagi kita memiliki waktu seperti ini?" ujar Sehun sambil terkekeh.
Jongin mengangguk setuju.
"lalu bagaimana dengan Kyungsoo?"
"bagaimana apanya?"
"Perasaanmu. apa kau pikir dia gadis ya-"
"Sehunaaa!" panggil Kyungsoo dari arah pintu membuat Sehun langsung menelan kembali kata-kata yang baru saja akan keluar dari mulutnya.
"ah kau sudah kembali? Mana Lulu-ku?"
"Aku disini" Luhan pun berjalan kearah kekasihnya sambil membawa sebuah kantung belanjaan kecil di tangannya.
"kau beli apa sayang?" Sehun langsung merangkulnya.
"aku membeli barang couple untuk kita" jawab Luhan sambil tersenyum cerah lalu menunjukan beberapa gantungan dan aksesoris couple pada Sehun.
"waah bagus sekali. Terima kasih kesayangan-ku" Sehun mengecup pipi kiri Luhan membuat gadis itu merona. Kyungsoo memandang mereka malas sedangkan Jongin malah terkekeh melihat ekspresi Kyungsoo.
"Kau menertawakanku? Aku tersinggung dengan tawamu itu" Kyungsoo merasa terhina oleh kekehan Jongin yang terasa seperti mengejeknya.
"Ekspresimu tadi itu lucu. Kau sangat cantik Kyungsoo" ucap Jongin lalu segera pergi meninggalkan Kyungsoo yang kini sama meronanya dengan Luhan tadi.
"ehm" Sehun berdehem sambil tersenyum geli menggoda Kyungsoo sedangkan Luhan malah sudah tertawa melihat wajah Kyungsoo yang semakin memerah.
Tidak lama berselang datanglah Baekhyun, Tao, Kris dan Chanyeol yang baru selesai berbelanja. Keempat orang itu menatap heran pada mereka.
"Ada apa ini?" tanya Chanyeol penasaran karena Luhan masih tertawa.
"Aigoo~ Apa kau kepanasan? Tapi udara diluar sudah mulai dingin. Kenapa wajahmu merah begitu?" tanya Baekhyun heboh pada Kyungsoo yang masih diam dengan wajah yang masih memerah.
"Kau sakit, Kyung?" kini Tao yang bertanya.
"Jongin baru saja mengatakan jika Kyungsoo sangat cantik hingga membuatnya tersipu seperti itu"
"ahhh~ aku menyesal baru datang sekarang harusnya aku melihatnya secara langsung" Baekhyun langsung berujar semakin heboh membuat yang lainnya tertawa sedangkan Kyungsoo mendelik kesal kearahnya.
Kyungsoo yakin mereka pasti akan terus menggodanya sampai puas. Jadi ia memutuskan untuk segera pergi dari sana. Dia pergi menuju kamar untuk membersihkan diri tanpa mengucapkan sepatah katapun lagi.
"mereka terlihat lucu. Apa mungkin Jongin menyukai Kyungsoo?" tanya Tao sedangkan matanya menatap sekilas kearah Kris hanya untuk memastikan bagaimana ekspresi tunangannya itu.
"Aku tidak tahu. tapi aku harap sih iya" jawab Baekhyun dan mendapat anggukan setuju dari yang lainnya.
"Aku juga berharap seperti itu" ucap Kris yang mengerti arti tatapan Tao. Dia tidak mau Tao salah paham karena Tao terus menanyainya setelah ia tahu masa lalu Kris dan Kyungsoo dari Luhan saat dipantai tadi. Dulu ia memang sangat mencintai Kyungsoo dan sangat patah hati saat Kyungsoo memutuskan hubungan mereka secara sepihak. Tapi sekarang ia sudah tidak punya perasaan apa-apa lagi pada Kyungsoo. Toh sekarang sudah ada panda china cantik yang mengisi hatinya.
...
Setelah menikmati makan malam Kyungsoo tiba-tiba merasa sakit perut dan segera pergi ke kamar mandi. Dia terlalu banyak makan. Daging panggang buatan Chanyeol memang paling juara, dan hal itu membuatnya sulit berhenti mengunyah hingga melupakan program dietnya.
Lima menit berlalu dan Kyungsoo langsung keluar dari kamar mandi. Ia berjalan menuju halaman tempat mereka makan bersama tadi. Kyungsoo mengerutkan keningnya saat menyadari hanya ada Jongin yang sedang membereskan kursi-kursi disana.
"kemana yang lain?"
Jongin segera menoleh kearahnya. Ia cukup kaget dengan suara Kyungsoo "mereka sudah pergi"
"pergi?"
"ya.. Baekhyun dan Chanyeol pergi bersepeda. Sehun dan Luhan katanya mau berjalan-jalan dan mencari tempat-tempat yang bagus, sedangkan Kris dan Tao pergi berbelanja pernak-pernik" jawab Jongin.
Kyungsoo menghela nafas kasar 'mereka pasti sudah merencanakan ini' gerutunya dalam hati. Dia sadar, akhir-akhir ini Baekhyun sedang gencar mendekatkannya dengan Jongin.
Jongin menggigit bibir bawahnya. Ia sudah membuka mulut untuk bicara tapi segera menutupnya kembali. Ia terlihat ragu-ragu.
"ada apa?" tanya Kyungsoo yang menyadari raut wajah Jongin.
"apa kau membenciku lagi?" tanya Jongin pada akhirnya.
Kyungsoo mengerutkan keningnya "untuk apa aku membencimu?"
"Aku merasa kau kembali menjaga jarak dariku. Maksudku... ah lupakan saja" Jongin pun melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam penginapan.
"Jongin-ah" cegah Kyungsoo. Jongin menghentikan langkahnya dan memandang Kyungsoo dengan ekspresi bertanya. Kyungsoo baru sadar, orang seperti Jongin itu biasanya sangat sensitif. Dan lagi... dia tidak boleh meninggalkan Jongin sendirian.
"Mau keluar bersamaku?" ajaknya.
"..."
Kyungsoo langsung merutuki dirinya saat Jongin sama sekali tidak menanggapi ajakannya. 'Untuk apa juga kau mengajaknya keluar, Kyungsoo bodoh. Memangnya kau mau kemana' rutuknya dalam hati.
"tidak usah memaksakan diri. aku tidak akan memaksamu untuk dekat denganku" jawab Jongin setelah diam beberapa saat.
"tapi kita kan berteman"
Jongin tersenyum senang mendengarnya. "kau ingin kita pergi kemana?"
"ngg.. aku tidak tahu" Kyungsoo jadi bingung sendiri.
"mau menikmati suasana pantai di malam hari?"
"boleh juga" dan mereka pun berjalan beriringan menuju pantai.
...
Kyungsoo dan Jongin duduk bersisian di atas pasir menghadap kearah pantai yang terbentang di depan mereka. Angin malam yang berhembus kencang membuat Jongin merasa lebih tenang. Lelaki itu memejamkan mata sambil menghirup udara segar disekitarnya. Wajah tampannya mengulas sebuah senyuman tipis yang membuat Kyungsoo merasa ingin tersenyum juga. Ia sebenarnya merasa senang melihat Jongin menjadi sering tersenyum akhir-akhir ini.
"Aku sudah membicarakan tentang pengobatanmu pada ibuku. Ibu bilang kau bisa menemuinya setiap jum'at sore setelah tugas kita selesai. Bahkan jika kau merasa tidak nyaman untuk menemuinya di rumah sakit.. pintu rumah kita terbuka untukmu" ujar Kyungsoo membuat Jongin membuka matanya lalu menatapnya lama.
"Kau mengatakannya pada Ibumu?"
"Tentu, memangnya kenapa? kau tidak suka? Kau tidak boleh seperti ini terus Jongin. Kau harus diobati"
"bukan begitu.. aku pikir waktu itu kau hanya menghiburku dan tidak serius untuk membantuku" ucap Jongin pelan lalu kembali menatap hamparan pantai di depannya "terima kasih Kyungsoo"
"kau harusnya mengatakan itu pada Ibuku nanti" jawab Kyungsoo membuat Jongin kembali tersenyum mendengarnya.
Keheningan mulai tercipta setelahnya. Tidak ada satupun yang mengeluarkan suara lagi. Mereka seakan hanyut pada dunia masing-masing. Pemandangan di depan mereka terlalu indah untuk dilewatkan.
Hampir sepuluh menit berlalu dan mereka masih saling diam. Kyungsoo mulai merasa tidak nyaman, Apalagi saat ia merasa jantungnya kembali bermasalah. Dia terbiasa bergaul dengan Baekhyun dan Sehun yang banyak bicara –terutama Baekhyun- dia bahkan tidak pernah merasa kehabisan pembahasan selama bersama mereka. Tapi dengan Jongin? Sebenarnya banyak pertanyaan yang ada di kepalanya. Tapi ia merasa sedikit canggung untuk menanyakan hal itu. Kyungsoo merasa masih belum terlalu mengenalnya meski Jongin pernah menceritakan masa lalunya. Jongin masih terasa asing baginya. Kyungsoo juga merasa masih ada hal penting dihidup Jongin yang tidak ia ketahui. 'lagi pula kenapa aku merasa harus tahu? Oh pleaseee, Itu bukan urusanmu Do Kyungsoo'
Kyungsoo menghela nafas beberapa kali sambil menepuk-nepuk dada kirinya pelan. Mencoba menenangkan detak jantungnya, mungkin. Jongin menatap heran kearahnya.
"Ada yang sakit?" tanya Jongin yang kembali mengalihkan matanya pada Kyungsoo.
"t-tidak"
"lalu? Apa kau merasa kedinginan?"
"Tidak Jongin Aku tidak apa-apa" Kyungsoo menaikan nada bicaranya tanpa sadar membuat Jongin mengerutkan keningnya.
"oh.. oke"
Keheningan kembali tercipta diantara mereka dan Kyungsoo sudah tidak bisa bertahan lebih lama lagi untuk hanya berdiam diri tanpa ada perbincangan diantara keduanya.
"Jongin-ah" panggilnya saat merasa telah memiliki pokok bahasan untuk perbincangan mereka.
"hm?"
"Apa kau pernah merasakan cinta?" entah kenapa pertanyaan itu tiba-tiba keluar begitu saja dari mulut Kyuungsoo. Tapi Kyungsoo tidak menyesal telah bertanya seperti itu. Dia memang penasaran, apa manusia seperti Jongin yang memiliki perjalanan hidup yang rumit, memiliki banyak beban, dan kesepian selama hidupnya pernah merasakan cinta juga?
Jongin memandang wajah Kyungsoo selama beberapa saat lalu tersenyum penuh arti "tentu saja"
Kyungsoo menatapnya penasaran "benarkah?"
"Ada wanita yang sangat aku cintai dimuka bumi ini sampai membuatku merasa seperti orang gila karena terlalu mencintai dan merindukannya..." Jongin menggantungkan kalimatnya membuat Kyungsoo menahan nafas. Entah kenapa ia menjadi gugup sendiri. Perasaannya campur aduk, antara senang dan takut untuk mendengar lanjutan kalimat Jongin.
'Apa mungkin itu aku? Apa Jongin mencintaiku sampai merasa gila? Astaga... bagaimana ini' batinnya kelewat percaya diri.
"Namanya Lee Taemin.. Ibuku"
"haaahhh~" tanpa sadar Kyungsoo menghela nafas lega. Jongin menatapnya heran dan gadis itu segera merubah ekspresinya dan balas menatap Jongin sambil tersenyum. "Kau pasti sangat merindukannya" ucapnya lembut seolah mengerti dengan apa yang dirasakan Jongin sekarang.
"yah.. sangat.. Aku merasa benar-benar gila saat aku merindukannya" Jongin tersenyum miris membuat Kyungsoo merasa bersalah karena sudah memulai percakapan tentang ini.
"Kau pasti akan segera bertemu dengannya. Percayalah, aku akan membantu sebisaku. Tidak hanya aku kau juga punya Hanbin, Sehun, Baekhyun dan yang lainnya" ucap gadis itu sambil mengelus punggung Jongin membuat lelaki itu kembali tersenyu tipis.
Drrrtt drrrtt
Jongin merogoh kantung celananya untuk mengambil ponselnya yang bergetar membuat Kyungsoo menjauhkan lengannya dari punggung lelaki itu. Jonginpun segera membuka pesan masuk dan langsung terlihat senang setelahnya.
"siapa?" tanya Kyungsoo penasaran dengan siapa pengirim pesan yang bisa membuat Jongin kembali tersenyum ceria lagi.
"Soojung"
"Soojung? Kau berkomunikasi dengan Soojung?" Kyungsoo kembali bertanya dengan nada tidak suka.
"iya, memang kenapa?"
"ah tidak apa-apa" Kyungsoo tiba-tiba salah tingkah. "tapi... asal kau tahu saja Soojung itu sudah punya kekasih"
"Aku tahu"
"lalu kenapa kau masih menghubunginya?"
"memangnya tidak boleh? Aku hanya ingin tahu keadaannya. Aku tidak mau dia kenapa-kenapa lagi" wajah Jongin sangat santai saat mengatakan hal ini.
"kau mengkhawatirkannya? Tidak usah terlalu khawatir, Minhyuk sudah menjaganya dengan baik" Kyungsoo bicara dengan nada tidak suka.
"itulah yang aku sesali. Seharusnya dulu aku yang menjaganya. Tapi tidak apa-apa, aku merasa bersyukur Soojung masih mau berbaik hati padaku" Jongin tersenyum miris di akhir kalimatnya.
"kau... menyukai Soojung?"
"Apa aku punya alasan untuk tidak menyukainya?"
DEG
Entah kenapa Kyungsoo merasa sakit hati mendengarnya. Jadi sebenarnya Jongin itu menyukai Soojung? Dia langsung merutuki dirinya sendiri karena terlalu percaya diri dan mudah terbawa perasaan. Bagaimana bisa ia begitu mudah percaya dengan ucapan Hanbin, Sehun dan Baekhyun yang mengatakan jika Jongin mungkin menyukainya? Kyungsoo merasa ingin menenggelamkan diri ke dasar laut sekarang juga.
Kyungsoo tiba-tiba bangkit dari posisi duduknya. Entah mengapa ia merasa sangat kesal pada Jongin. Kyungsoo merasa Jongin telah mempermainkannya padahal Jongin sama sekali tidak melakukan apapun padanya. Lelaki itu menatapnya heran. "Kau mau kemana?" tanya Jongin saat Kyungsoo mulai berjalan menjauh darinya.
"Jangan bicara denganku dulu Jongin" jawabnya tanpa menoleh sedikitpun.
"hey! Kyungsoo-yaaa" Jongin ikut berdiri dan mengikuti langkah Kyungsoo dan gadis itu semakin mempercepat langkahnya. "Hey tunggu aku, kau kenapa?" ia segera menahan tangan Kyungsoo tapi Kyungsoo langsung menepisnya.
"Aku hanya ingin kembali ke penginapan, jika kau masih mau disini ya diam saja disini"
"Aku akan ikut denganmu"
Kyungsoo mendelik kesal "terserah kau saja" lalu kembali berjalan mendahului Jongin.
"apa aku salah bicara?" tanya Jongin bingung sendiri tapi ia tetap mengikuti Kyungsoo dari belakang.
...
Keesokan harinya mereka memutuskan untuk kembali menikmati waktu liburan yang singkat ini. Mereka pergi keberbagai tempat-tempat menarik yang ada disekitaran sana. Kyungsoo terlihat sangat ceria hari ini. Padahal tadi malam teman-temannya melihat ia kembali ke penginapan dengan raut kesal di wajahnya.
Kyungsoo berjalan paling depan dengan Baekhyun, Luhan dan Tao. Keempat gadis itu memakai dress pantai cantik dengan panjang sebatas lutut mereka. Baekhyun dan Tao memakai topi pantai yang lebar sedangkan Luhan dan Kyungsoo memilih memakai hiasan bunga dikepalanya. Mereka terlihat sangat cantik. Sedangkan para lelaki memakai pakaian yang lebih santai mereka hanya menggunakan kaos atau kemeja lengan pendek dan celana pendek. Hanya Jongin yang menggunakan kaos lengan panjang untuk pakaian atasnya. Tentu saja dia belum berani menunjukkan luka-luka yang ia miliki pada banyak orang.
Sehun dan Chanyeol mengambil banyak foto mereka. Chanyeol bertingkah bak fotografer profesional, ia bahkan sampai tengkurap di tanah saat mengambil foto Baekhyun agar mendapat hasil yang bagus. Pasangan itu memang terkadang berlebihan.
Setelah puas berkeliling mereka memutuskan untuk mencoba permainan air, mulai dari banana boat, Flying fish, parasailing, dan lain-lain. Mereka sangat menikmati setiap olah raga air yang mereka mainkan. Semuanya tertawa bahagia, segala penat yang mereka miliki selama ini seolah hilang seketika.
Olahraga air yang terakhir mereka mainkan adalah snorkeling. Snorkeling termasuk salah satu olahraga air yang paling menyenangkan. Melongok ke bawah air, melihat pemandangan terumbu karang dan ikan-ikan lucu yang mempesona membuat liburan kali ini terasa sangat sempurna.
Jongin juga nampak bahagia hari ini. Dia tertawa lepas beberapa kali bersama teman-teman barunya. Hal itu tentu saja membuat yang lain senang juga melihatnya. Jongin terlihat lebih cerah dengan senyum yang terus terpancar di wajah tampannya. Tidak terkecuali untuk Kyungsoo, gadis itu senang sekali melihat Jongin seperti itu. Dia bahkan tidak sadar jika sedari tadi ia terus menatap Jongin sambil tersenyum.
Kini mereka kembali ke pesisir pantai untuk menikmati makan siang. Kyungsoo membungkukkan badannya berusaha untuk membersihkan kakinya dari pasir-pasir dengan menggunakan tangan. Jongin yang berjalan tidak terlalu jauh darinya menatap heran kearah Kyungsoo.
"Apa yang kau lakukan? Tanganmu jadi kotor" ucap Jongin sambil menghampiri Kyungsoo.
"Chanyeol dan Baekhyun sudah memesan makan siang untuk kita dan aku tidak mau memakai sepatuku dengan kaki kotor seperti ini" jawab Kyungsoo tanpa merubah posisinya.
Kyungsoo nampak kaget saat Jongin tiba-tiba berjongkok di depannya. Lelaki itu meraik tangan Kyungsoo lalu membersihkannya dari pasir-pasir yang membuatnya terlihat kotor. Setelah itu Jongin membantunya untuk membersihkan kakinya yang juga kotor oleh pasir.
Kyungsoo langsung merona seketika. Baru kali ini ada lelaki yang memperlakukannya sampai seperti ini. Jongin bahkan membersihkan kakinya sampai ke sela-sela jarinya. Ia kembali merasakan jantungnya yang kembali bermasalah. Perasaannya campur aduk antara senang, malu dan bingung. Dia masih bingung sebenarnya Jongin itu menyukainya atau tidak karena kemarin Jongin jelas-jelas mengatakan jika ia menyukai Soojung. Tapi apa pedulinya, mau Jongin menyukai Soojung atau wanita manapun juga ia akan berusaha untuk tidak peduli toh ia juga belum terlalu yakin dengan perasaannya pada Jongin.
Wajah meronanya kini tergantikan dengan ekpresi kaget bercampur khawatir saat melihat punggung telapak tangan Jongin yang terluka "Jongin kenapa ini?"
Jongin terlihat bingung, ia mengikuti arah pandang Kyungsoo dan mengerjitkan kening setelahnya. "aku tidak tahu" ucapnya kelewat santai.
Kyungsoo memukul bahu Jongin "Sudah aku bilang untuk berhati-hati. Kau sudah berjanji padaku tidak akan terluka lagi"
Jongin memang sudah berjanji pada Kyungsoo untuk tidak akan terluka lagi saat ia menceritakan semuanya pada Kyungsoo ketika di rumahnya.
"Oke, aku tadi memang tidak berhati-hati mungkin tadi tergores oleh sesuatu saat kita snorkeling. Aku minta maaf"
"dan apa lagi ini... Astagaa" Kyungsoo mengeram kesal saat melihat luka lain di kaki Jongin. Luka itu berada tepat di atas mata kaki lelaki itu.
"ini hanya luka kecil Kyungsoo, aku tidak apa-apa. Sungguh"
"Apanya yang tidak apa-apa. Kau membuat tubuhmu kembali mengeluarkan darah. ishhh kau membuatku kesal saja. Aku benar-benar kesal padamu" Kyungsoo berbalik kemudian berjalan menjauh sambil menghentak-hentakan kakinya membuat Jongin panik. Dia tidak mau Kyungsoo membencinya lagi.
"Kyungsoo kau mau kemana ? Maafkan aku, aku benar-benar tidak sengaja" Jongin berteriak sambil mencoba mengikuti Kyungsoo yang semakin menjauh.
"Kau pikir aku mau kemana? Aku akan meminta obat pada Sehun, kau pergilah duluan untuk makan siang aku akan menyusul nanti"
Jongin berhenti mengikuti Kyungsoo lalu tersenyum setelahnya. Ia mengerti dibalik kata-kata sinis yang Kyungsoo ucapkan terdapat kekhawatiran dan rasa perhatian dari Kyungsoo untuknya. Dan Jongin sangat senang akan hal itu.
...
Joonmyun masuk kedalam sebuah rumah yang ia tempati bersama Ibunya selama beberapa bulan kebelakang. Ia membawa sebuah kantung plastik berisi obat-obatan lalu menaruhnya diatas meja yang berada di tengah ruangan. Sebuah senyuman langsung terpancar di wajahnya saat melihat sang Ibu sedang memasak sesuatu di dapur kecil yang berada di pojok rumah yang jauh dari kata mewah itu. Ia langsung menghampiri sang Ibu lalu memeluknya dari belakang.
"Ibu sedang apa?"
"ugh anak ibu sudah pulang? Mandilah dulu, Ibu sedang memasakkan makan malam untukmu" ucap wanita paruh baya itu dengan lembut.
"baiklah, tapi setelah makan malam nanti Ibu harus meminum obat ya? Aku sudah membelikan obat untuk Ibu, kenapa Ibu tidak pernah bilang padaku jika obat Ibu sudah habis? Untung kemarin aku mengeceknya jadi aku tahu"
Taemin tersenyum lembut kearahnya setelah mematikan kompor di hadapannya. "Ibu sudah sehat sayang, kau tidak perlu menghabiskan uangmu untuk membeli obat Ibu. Kau sudah bekerja terlalu keras selama ini seharusnya kau menikmatinya untuk dirimu sendiri"
"mana bisa begitu. Aku adalah anak lelaki, aku harus melindungi dan menjaga Ibuku"
"Kau benar" Taemin terkekeh mendengar "Andai Jongin bersama kita dia juga pasti akan menjaga Ibu dengan baik sama sepertimu"
"jangan ucapkan nama itu didepanku Ibu, apalagi memujinya. Si brengsek itu mana ingat pada kita"
"jaga ucapanmu sayang, dia adikmu"
"aku tidak pernah punya adik"
"Kim Joonmyun!"
"tidak ada Kim Joonmyun disini Ibu, namaku sekarang Lee Suho. Kim Joonmyun sudah mati dia tidak diinginkan di dunia ini"
"Joonmyun Ibu mohon~"
"tidak. aku tidak sudi menggunakan nama pemberian lelaki tidak bertanggung jawab itu apalagi memakai marganya" meski Joonmyun bicara dengan penuh emosi tapi matanya kini malah dipenuhi oleh airmata meski ia mencoba sebisa mungkin untuk menahannya.
"bagaimanapun juga dia adalah Ayahmu Joonmyun, dia tidak punya pilihan lain selain menuruti kata orang tuanya. Dan Jongin.. dia adikmu sayang, Ibu yakin dia juga tidak mau seperti ini" Taemin terus memberi penjelasan pada Joonmyun yang semakin keras setiap harinya. Hampir setiap hari mereka membahas hal yang sama tapi Joonmyun tetap tidak mau menerima apapun penjelasan dari Ibunya.
"Omong kosong. Jika pria itu benar-benar mencintai kita, dia tidak mungkin melepas kita begitu saja dia pasti akan mempertahankan kita bagaimanapun caranya. Dan si bocah brengsek itu..." Joonmyun menggantungkan kalimatnya beberapa saat "jika dia memang menyayangi kita... dia pasti akan mencari kita Bu, pasti. Tapi apa yang ia lakukan? Bahkan setelah aku dan Ibu mengiriminya surat dulu dia tidak pernah membalasnya sekalipun. Dia tidak pernah peduli dengan keadaan kita. Bahkan beberapa waktu yang lalu aku melihat ia sedang bersama dengan teman-temannya dan ia terlihat menikmati kehidupannya tanpa rasa penyesalan"
"Kau... bertemu Jongin?" Taemin nampak kaget mendengarnya "kau bertemu Jongin dimana Joon? Katakan pada Ibu, Ibu juga ingin melhatnya"
"..." Joonmyun hanya diam menatap Ibunya tanpa mau memberi jawaban. Taemin menguncang-guncangkan bahu Joonmyun tapi lelaki itu tetap saja bungkam "Joonmyun beri tahu Ibu, Ibu mohon, Ibu sangat merindukannya Joonmyun. Ibu mohon, Ibu ingin melihatnya"
Joonmyun menghela nafas panjang "Aku mandi dulu, aku tidak mau terlambat pergi ke bioskop. Jangan lupa memakan obatnya, Bu" ucapnya pelan sambil melepaskan tangan Taemin yang masih mencengkram bahunya lalu segera pergi ke kamar mandi. Dia memang bekerja di sebuah bioskop saat malam hari.
"Joonmyun jawab Ibu dulu... Joonmyun!" Taemin terus memanggil anaknya bahkan setelah Joonmyun benar-benar masuk kedalam kamar mandi.
...
"Apa liburanmu menyenangkan?"
Jongin dikejutkan dengan sebuah suara yang berasal dari arah pojok kamarnya. Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam dan Ia baru saja tiba di rumahnya, bibi Yoon pasti sudah kembali kerumahnya lalu siapa itu? Matanya kini tertuju pada seorang lelaki yang tengah menyeringai kearahnya. Lelaki itu duduk dengan angkuh di atas meja belajarnya.
"K-kai"
"Yeaaah.. ini aku, Kawan" seringaian di wajah Kai semakin lebar saat melihat wajah tegang Jongin "kau belum menjawab pertanyaanku, bagaimana liburanmu? Menyenangkan?" tanyanya dengan senyum menyeramkan.
Jongin meremas jari-jari tangannya sendiri tubuhnya benar-benar menegang setiap kali melihat Kai di hadapannya.
"jawab Aku Jonginnie~" ucap Kai lembut tapi malah terdengar menyeramkan.
Jongin mengangguk pelan untuk memberikan jawaban.
"jawablah dengan kata-kata. Kau punya mulut bukan? Atau mulutmu sudah tidak berguna? Perlu aku robek?" Kai bangkit dari posisi duduknya lalu berjalan mendekati Jongin. Setiap Kai melangkahkan kakinya kedepan maka Jongin akan memundurkan kakinya kebelakang untuk menghindarinya sampai tubuhnya merapat pada tembok.
"Apa kau benar-benar sudah melupakan Ibu dan Kakakmu?" tanya Kai dengan tatapan tajam saat ia berada tepat di depan Jongin dan Jongin tidak bisa lagi menghindar darinya. "Apa menurutmu kini lebih menyenangkan menjalin pertemanan dan berlibur bersama mereka dibanding harus mencari Ibu dan Kakakmu?... ah bahkan kau sudah mulai menaruh hati pada seorang wanita, apa kau akan memilih membuang-buang waktu dengannya lalu melupakan kesalahanmu pada Ibu dan Kakakmu?" Kai bertanya dengan nada santai namun sangat menusuk di telinga Jongin.
"A-apa maumu Kai?" tanya Jongin sedikit terbata. Keringat dingin sudah membanjiri tubuhnya.
Kai tertawa remeh mendengar pertanyaan Jongin "hahaha Ayolah kawan kau tidak mengenalku sehari dua hari. Kau jelas tahu apa mauku kan? Aku tidak suka kau menghabiskan waktu dengan hal-hal yang tidak berguna, jangan berhubungan dengan siapapun, tidak ada pertemanan, tidak ada kegembiraan, tidak ada cinta, KALAU PERLU KAU HARUS HIDUP SEPERTI ZOMBIE BAHKAN KETIKA DARAHMU MASIH MENGALIR DI PEMBULUH DARAH KARENA KAU HARUS MENEMUKAN IBU DAN KAKAKMU!" Kai berteriak didepan wajah Jongin membuat Jongin semakin ketakutan sampai harus memejamkan matanya erat-erat.
"kau sadar apa yang kau lakukan sekarang? Kau melanggar semuanya! Aku masih terima atas pertemananmu dengan bocah cilik bernama Hanbin itu karena dia tidak terlalu punya banyak waktu untukmu. Tapi sekarang? Temanmu semakin banyak. Kau bahkan bersenang-senang dengan mereka. Dan yang lebih parah... Kau menyukai salah satu dari mereka. Kim Jongin Brengsek kenapa Kau membuang-buang waktumu dengan hal-hal sampah seperti itu kau harusnya mencari Ibu dan Kakakmu sialan!"
BUGH
Sebuah pukulan mendarat telak di pipi kanan Jongin membuatnya langsung terjatuh kesisi kiri. Kai masih belum puas. Dia menarik kerah baju Jongin kemudian mengangkatnya lagi sampai berdiri setelah itu ia kembali memukulinya. Jongin tidak melawan sama sekali dia hanya meringkuk di lantai sambil membiarkan Kai memukulinya hingga puas.
Jongin sudah babak belur dan Kai masih terlihat emosi. Lelaki itu menatap Jongin dengan tatapan tajam seolah ingin membunuh Jongin dengan tatapannya "Kau, anak sialan! Sudah kubilang lebih baik kau mati saja dari pada kau hidup seperti sampah tidak berguna" dan tangannya kini beralih untuk mencekik leher Jongin.
Lelaki berkulit tan itu mulai kesusahan bernafas karena Kai mencekik lehernya dengan sekuat tenaga. Jongin tidak bisa banyak melawan. Badannya sudah sangat lemas, airmata mulai menetes dia sudah hampir mati.
"Kyungsoo" ucapnya lirih seolah meminta tolong pada gadis yang ada dipikirannya saat ini. Dan tidak lama kemudian Jongin menutup matanya dengan tubuh yang masih tergeletak begitu saja di atas lantai kamar tidurnya sendiri.
...
Kyungsoo bergerak gelisah di jok belakang mobil Chanyeol. Gadis itu terus menggigit bibir bawahnya sambil menghela nafas beberapa kali, wajahnya pun terlihat tidak tenang. Setelah mengantarkan Jongin sampai depan rumahnya tadi entah mengapa perasaannya tiba-tiba tidak enak. Dia merasa sangat khawatir pada Jongin.
"Jongin akan baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir" ucap Baekhyun tiba-iba membuat Kyungsoo tersentak mendengarnya.
"Siapa yang peduli. lagi pula Aku tidak mengkhawatirkan Jongin" cibirnya. Dia masih saja mengelak jika teman-temannya memergoki dirinya sedang memikirkan Jongin
"memangnya siapa yang bicara padamu. Aku bicara pada Chanyeollie-ku" ujar Baekhyun membuat Chanyeol terkekeh mendengarnya. Tentu saja Baekhyun hanya bercanda. Dia hanya ingin menggoda sahabatnya yang keras kepala itu.
"kenapa tidak jujur saja sih Kyung, kau mengkhawatirkan Jongin dan aku yakin kau pasti menyukainya 'kan?" sekarang Chanyeol yang angkat bicara.
"tidak"
"pembual! kau pikir mata besarmu itu bisa berbohong huh? Semuanya terlihat jelas disana" Baekhyun berujar malas "ahh Channie, tadi kau lihat juga kan saat ada seorang lelaki membantu seorang gadis menyebalkan membersihkan pasir dikakinya? Ugh~ manis sekali jika aku menjadi gadis itu aku tidak akan pernah melepaskannya" Chanyeol kembali tertawa mendengar sindiran Baekhyun pada sepupunya.
"Kau benar sayang, lelaki seperti itu jarang sekali. Aku bahkan tidak pernah melakukan hal seperti itu padamu. Maafkan aku" Chanyeol berujar dengan nada menyesal.
"tidak apa-apa Channie, aku kan mencintaimu apa adanya" ucap Baekhyun sambil terseyum –sok- imut pada kekasihnya membuat sang kekasih gemas sendiri sedangkan Kyungsoo menunjukkan wajah ingin muntah di belakang mereka.
"Jadi Kyungsoo-ssi. Tolong jawab pertanyaanku. Kau menyukainya kan?" Baekhyun membalikan badannya kearah Kyungsoo yang masih setia duduk di jok belakang.
"Kau ingin mati? Jika ada diantara kalian yang membahas hal ini lagi, Aku akan langsung membunuhnya" ucap Kyungsoo dengan tatapan mata tajam.
"Ugh, Mungkin memang sudah waktunya aku mati. Aku harus jalani hidup yang keras selama ini dan aku akan mati hanya karena bertanya 'apa kau menyukainya?' pada sahabatku sendiri lalu mati ditangannya" Baekhyun berujar heboh penuh drama membuat Kyungsoo semakin kesal.
"Apa kau pikir aku hanya bercanda?" tanyanya dengan wajah yang amat sangat serius.
"tidak" jawab Baekhyun cepat lalu kembali membalikan badannya kedepan tanpa pernah menoleh lagi. Do Kyungsoo itu kadang-kadang sangat menyeramkan juga.
...
Jongin membuka matanya perlahan saat mendengar suara ketukan di pintu kamarnya. Tubuhnya masih tergeletak di lantai dan terasa remuk semua, ia pikir ia akan mati kemarin malam. Tapi nyatanya Tuhan masih berbaik hati dengan masih memberinya kesempatan hidup hari ini. Ia mencoba bangkit sambil menahan sakit. Ia menyandarkan pungungnya pada ranjang yang ada di belakangnya.
"Aku sudah bangun Bi" ucapnya pelan dan ketukan di pintu kamarnyapun langsung berhenti.
Jam menunjukkan pukul 6.30 pagi. Ia harus segera pergi ke Rumah Sakit. Jongin tidak berniat untuk kembali absen hari ini. Ia pun memaksakan dirinya untuk bangkit lalu berjalan pelan kearah kamar mandi. Dia juga tidak lupa untuk membersihkan bekas luka di wajahnya. Kyungsoo akan marah melihatnya seperti ini.
Setelah berkutat di kamar mandi dan memakai pakaian yang rapi Jongin langsung pergi ke Rumah Sakit dan kembali melewatkan sarapannya. Padahal Bibi Yoon selalu menyiapkan sarapan untuknya setiap hari. Wanita paruh baya itu bahkan sampai bingung harus memasak apalagi agar Jongin mau sarapan karena saat bibi Yoon memasak makanan kesukaannya pun ia tetap tidak meliriknya.
...
Pasien di stase anak tidak pernah berkurang malah terus bertambah setiap harinya membuat pekerjaan para tenaga medis semakin banyak. Tapi sebanyak apapun pekerjaan kita, jika kita menyukainya kita akan tetap menjalankannya dengan senang hati. Sama seperti Kyungsoo, meski cita-citanya menjadi psikiater tapi kecintaannya terhadap anak-anak membuatnya juga menyukai stase ini.
Gadis itu baru selesai membantu dokter Irene untuk memeriksa banyak pasien di beberapa bangsal. Sekarang ia memiliki beberapa menit waktu luang sebelum jam makan siang dan ia memutuskan menghabiskan waktunya di ruang kerja karena Sehun dan Baekhyun pun pasti ada di sana.
Dan benar saja kedua sahabatnya itu sudah duduk manis di kursi mereka masing-masing. Sehun nampak sibuk menulis sesuatu seperti yang dilakukan oleh Kris dan Tao sedangkan Baekhyun sibuk menanyai Jongin yang duduk di depan Sehun. Kyungsoo sebenarnya sedang marah pada Jongin karena ia melihat Jongin tadi pagi datang dengan beberapa memar di wajahnya. Padahal Jongin sudah bilang jika ia dipukuli oleh seseorang Kyungsoo tetap tidak percaya.
Kyungsoo tidak langsung bergabung bersama teman-temannya ia memilih untuk mencari beberapa buku di perpustakaan mini yang ada di dalam ruangan itu. Tubuh mungilnya kini tertutup oleh lemari-lemari buku yang tinggi sehingga teman-temannya tidak menyadari kehadirannya.
"nggg.. aku sebenarnya merasa heran dengan sikapmu yang tiba-tiba berubah menjadi- ah maksudku dulu kan kau itu sangat dingin, kau seolah hidup dengan duniamu sendiri tanpa pernah perduli dengan orang lain, kau nampak sangat menjengkelkan dengan nada bicaramu yang datar, wajah yang dingin dan sikapmu yang sombong. Asal kau tahu dulu aku sangat ingin sekali menyirammu dengan air panas agar wajah bekumu itu bisa mencair" ujar Baekhyun yang memang selalu bicara seenak jidatnya. Sehun yang sedang minumpun bahkan sampai tersedak mendengar pertanyaan Baekhyun.
Tapi bukannya tersinggung Jongin malah tersenyum mendengarnya "apa aku semenyebalkan itu?"
"sangat. Bahkan Kyungsoo bilang dia ingin mengotopsi tubuhmu hidup-hidup saat itu" Kyungsoo yang sibuk mencari buku pun membelalakan matanya mendengar ucapan Baekhyun.
Jongin terkekeh mendengarnya "dulu aku terlalu menuruti apa kata Kai, yahhh.. bocah itu, aku tidak punya pilihan lain selain menuruti apa maunya karena aku tidak punya siapa-siapa lagi selain dia" Sehun menghentikan kegiatannya. Dia tidak menyangka Jongin akan semakin terbuka seperti sekarang dan ia pun memutuskan untuk mendengarkan percakapan antara Baekhyun dan Jongin. Kyungsoo juga ikut menajamkan pendengarannya saat mendengar nama asing yang keluar dari mulut Jongin.
"memangnya dia siapa?" tanya Baekhyun penasaran.
"dia temanku, satu-satunya teman yang aku punya sebelum aku bertemu dengan Hanbin. kami berteman baik sejak dulu. Dia yang selalu menemaniku saat Hyung mengacuhkanku dirumah. Tapi ia langsung berubah saat Hyung dan Ibu pergi, dia sangat marah padaku. Sejak saat itu hubunganku dan Kai juga jadi buruk, pertama kalinya dia berbuat buruk padaku adalah saat kejadian kecelakaan yang mengakibatkan Soojung tertabrak olehku. Dia menelponku dan menyuruh agar aku mati saja"
"Apa?" tanpa sadar Kyungsoo memekik kaget "Mana ada teman yang menginginkan temannya sendiri mati" ucapnya tidak terima. Kini ia keluar dari perpustakaan mini itu lalu berjalan menuju mejanya sehingga semua orang bisa melihatnya.
"kau menguping?" tuduh Baekhyun.
"apa itu penting?" ucap Kyungsoo dengan nada sinis "Jongin jawab aku mana ada teman yang seperti itu"
"Kai hanya terlalu marah padaku"
"tapi ini tidak masuk akal, memangnya apa urusannya? Itukan masalah keluargamu bukan keluarganya" Tao ikut menyuarakan pendapatnya.
Jongin tiba-tiba diam dengan wajah bingung seolah baru sadar jika perkataan Tao memang benar "Aku tidak tahu" ucapnya pelan.
"lalu apa saja yang dia lakukan padamu?" Kini Sehun yang bertanya. "apa luka-luka diwajahmu itu karena Kai juga?"
"yeah, dia marah karena aku berlibur kemarin. Tapi sebenarnya dia memiliki tujuan yang baik, dia hanya ingin aku fokus untuk mencari Ibu dan Hyung sehingga aku harus terpaksa menghindar dari orang lain yang sama sekali tidak bisa membantu dan mengerti keadaanku, Aku tidak boleh membuang-buang waktu untuk berteman, untuk memiliki keinginan, untuk bergembira, bahkan untuk merasakan perasaan suka pada wanita seperti lelaki pada umumnya. Kai bilang Itu hanya membuang-buang waktu"
"Kenapa?" Kyungsoo bertanya dengan nada tidak suka "semua orang memiliki hak untuk itu. kenapa Kai seolah membatasi semua hakmu? Dia bahkan bukan keluargamu. Lalu kenapa sekarang Kau menentang permintaannya? Kau mulai berteman dengan banyak orang, kau juga terlihat bahagia akhir-akhir ini"
Jongin menatap Kyungsoo lama "karena Kau" ucapnya pelan.
"YE?!" pekik semua orang yang ada disana termasuk Kyungsoo.
"tunggu tunggu tunggu. Apa maksudnya ini? Kenapa karena Kyungsoo?" Baekhyun mulai heboh kembali. "Apa kau... menyukainya?"
"ini bukan tentang siapa yang memuja kelebihanku, tapi tentang siapa yang memelukku setelah tahu kekuranganku. Dan Kyungsoolah orangnya. Dia bilang dia akan membantuku, dia memintaku untuk tidak terluka lagi, dia mengajakku berteman, dia memintaku untuk lebih membuka diri pada orang lain.. entahlah aku hanya ingin menuruti apapun yang ia minta. Bahkan jika Kai menentangnya dan memukuliku lagi. Aku tidak peduli" jawab Jongin dengan mata yang masih tertuju pada Kyungsoo.
Kyungsoo benar-benar salah tingkat dibuatnya wajahnya bahkan sudah seperti kepiting rebus. Baekhyun dan Tao menutup mulut mereka dengan tangan saking tidak percayanya dengan apa yang diucapkan Jongin. Sehun dan Krispun sempat melongo beberapa saat.
"Jongin-ah, apa kau mencintai Kyungsoo?" tanya Sehun dengan wajah penasaran. Jongin menatapnya sebentar lalu kembali menatap Kyungsoo dengan tatapan penuh perasaan.
"Aku tidak tahu bagaimana jelasnya perasaan cinta dari seorang pria pada seorang wanita, aku hanya tahu perasaan cinta terhadap keluargaku. Aku seorang amatir, tidak punya pengalaman sedikitpun tentang perasaan cinta pada lawan jenis. Hanya saja, setelah aku mengenal Kyungsoo dan merasa nyaman saat dekat dengannya aku merasa wanita lain sama sekali tidak menarik dimataku. Mataku seolah hanya tertuju padanya"
"UWOOOOO" Baekhyun dan Tao semakin heboh mendengar penjelasan Jongin. Kris semakin melongo dan Sehun hanya tersenyum senang penuh arti.
"tapi kau tahu Kyungsoo itu menyebalkan. Dia benar-benar ahli membuat orang lain jengkel" Kyungsoo langsung memukul bahu Sehun karena sudah berani bicara seenaknya. Padahal Sehunkan berkata jujur.
Jongin tersenyum melihatnya "tapi menurutku itulah yang membuatnya menarik. Dibalik sikap menjengkelkannya dia sebenarnya gadis baik yang penuh perhatian. Dia benar-benar berbeda, aku merasa dia seperti... orang yang akan menyelamatkan jiwaku" jawab Jongin tanpa ada keraguan diwajahnya.
"jika aku jadi Kyungsoo aku akan langsung memeluk Jongin dan tidak akan melepaskannya lagi" ucap Tao dengan mata berbinar.
"astagaaa.. cinta benar-benar membuat logika menjadi tidak ada gunanya" ujar Baekhyun pelan. Sehun dan Kris mengangguk setuju sedangkan Kyungsoo merasa ingin pingsan saja. Ia sebenarnya ingin mempraktekan apa yang Tao ucapkan hanya saja... ia merasa gengsi. Cih dasar Ratu gengsi.
TBC
Hai apa kabar ? hehe, maaf ya baru bisa update sebenernya aku udah beresin setengah cerita ini dari sejak kapaaan gitu tapi terpaksa kepotong sama beberapa hal sampe baru bisa lanjutin hari ini. Semoga kalian ga lupa sama ceritanya, karena aku aja sempet lupa dan harus baca ulang ampe tadi aja sempet bingung sendiri di depan laptop harus gimana lanjutinnya hihi.
Sekali lagi maaf ya, maaf juga kalau makin sini makin ngebosenin, atau ga nyambung dan ga sesuai harapan kalian. Pikiran aku lagi kebagi-bagi nih gabisa fokus kesini aja, mohon di maklum ya :') aku juga masukin adegan atau percakapan dari beberapa acara yang pernah aku tonton. Jadi kalau negrasa dejavu atau ngerasa mirip sama adegan di film atau acara apaa gitu itu emang aku terinspirasi dari sana meski setting dan hal-hal lain nya emang murni dari aku =))
Oke sigini aja buat chap 10, oh ya chap ini aku sengaja panjangin buat ucapan maaf karena lama update hehe semoga kalian suka yaaa~
Seperti biasa Aku mau ucapin makasih banyak buat :
Mcdon al, DyOnly One, humaira9394, Kim YeHyun, yesayamei, Kaisooship, kimyori95, vionaaH, MbemXiumin, ellaelysia, jdcchan, Kaisoo32, dejong13, Kimsibling, Insooie baby, Absolute Dwarf, Rinids, sehunpou, overdyosoo, auliawahyusantosa13, yyaswda, Baby Kim, zheazhiioott, dwimeisy, tinkaibell, Sofia Magdalena, pastelblossom, Luluhanbyun, noersa, erikawidya568, unyilkyung, reshaelli11, loovyjojong, dekaeskajei, Sniaanggrn, NopwillineKaiSoo, Dae Lee Moon, ryaauliao, Baby Crong, Fenny030502, pcydelight27, Guest, overdokai, Gigi onta, patriciacornelia, joonwu, Kyle, kysmpppprt, Ms. Do 12, kaimes, lovechanbaek09, iyas, rizkyalila1, Lovesoo, Luna, ShinJiWoo920202, anon, puputkyungsoo, kyungiejongie, Nisha483, anonz, zirayulfani1, xolovedi, Hinyan, ALrstFatihah
Makasih banyak ya kalian ({}) maaf kalau ada yang ga kesebut atau kesalahan penulisan nama hehe makasih banyak juga buat yang udah nge-follow dan nge-favorite ff ini semoga kalian suka dan gak bosen. Hehe
Jangan sungkan buat ngasih kritik dan saran. Aku tunggu banget karena aku butuh masukan juga biar ff-nya bisa lebih baik lagi hehe^^
Sampai jumpa di Chap depan^^
- ALKEY PCY -
