~ URI FAMILY ~
Disclameir :
Ini hanya FF, sebuah karya fiksi yang terlahir dari otak sederhana saya. Jangan bash cast yang saya pakai karena mereka tidak tahu apa-apa. Saya hanya pinjam nama saja. V cinta damai chingu
Main Cast : Kyumin
Support Cast : OC
Warn : GS, Typo(s), geje, abal, OOC
Kyuhyun-Sungmin : 40 thn
Justin (21), Sungkyu (20), Priyanka (18), Minhyun (16), Guixian (14), Shengmin (11), Ryeo-Li Shi (7), Hana-Kayla (5), Sandeul (3)
.
oOo
.
3 tahun kemudian
"Hana kepalanya jangan gerak-gerak kepangannya tidak akan selesai. Lihat tuh Kayla sudah selesai."
Minhyun sedikit kesal karena adiknya itu susah di bilangin. Sedari tadi Hana menggelengkan kepalanya mengikuti irama lagu anak-anak yang Sungmin putar di dvd. Kayla terkikik melihat kakaknya yang di marahi.
"Gomawo. Eonni," kata Kayla pada Shengmin yang selesai mengepang rambutnya yang sama-sama panjang sepinggang seperti Hana.
Shengmin tersenyum. "Sama-sama. Bukunya sudah disiapkan?" tanyanya.
"Sudah," jawab Kayla.
"Hana bagaimana?" tanya Shengmin.
Minhyun menggigit bibirnya saat kepala Hana menoleh kesamping pada Shengmin. "Sudah juga," jawab Hana.
Hana dan Kayla kini berumur 5 tahun. Sudah masuk taman kanak-kanak. Jika waktu kecil banyak orang tidak bisa membedakan (Keluarga Cho tentu bisa membedakan) mana Hana mana Kalya. Kini dua gadis kecil itu sudah bisa di bedakan. Yang membedakannya adalah Kayla memiliki tahi lalat kecil di bawah matanya sebelah kanan seperti milik sang Ayah, Kyuhyun. Sedangkan Hana tidak punya.
Shengmin sendiri kini 11 tahun. Dan dia sudah mendapati haid pertamanya tiga bulan lalu. Itu sempat membuat Shengmin menangis melihat celana dalamnya penuh darah. Tapi kini, Shengmin sudah tahu dan tidak histeris lagi. Ia juga sudah di beri tahu ini itu oleh Ibunya dan juga kakak-kakak perempuannya.
Minhyun di umurnya yang ke 16 tahun. Ia sudah duduk di kelas 3 SMA. Saat mengikuti kelas akselerasi dan menjadi hobee Priyanka di SMA. Ia di tawari untuk ikut kelas akselerasi sekali lagi namun ia menolak. Karena dirinya tidak mau setingkat dengan kakaknya Priyanka yang kini baru memasuki kehidupan mahasiswi semester pertama.
Sungmin berhenti dari kegiatannya yang tengah menyiapkan makanan saat melihat Ryeo dan Li Shi sibuk bermain game online dari tablet masing-masing. "Hohohoho, hyung aku yang menang kali ini," seru Li Shi.
"No, aku masih unggul."
"Oh yeah. Lihat saja kau akan- WOOH hahahah losell losell. Game ovel. Kau kalah," seru Li Shi.
Ryeo mendengus sebal. "Losel losel. Loser Game over bukan game ovel," ejeknya.
"Telselah. Aku tetap pemenangnya." Li Shi menyunggingkan smirk kebanggannya yang sama seperti milik sang Ayah.
Yup. Walau kini umurnya sudah 7 tahun. Li Shi tetap cadel. Dulu, bocah itu cengeng dan suka di ganggu oleh kakaknya namun kali ini entah bagaimana Li Shi yang selalu membuat Ryeo tak bisa berkutik.
"Ehem. Enak ya pagi-pagi sudah main game?" Sungmin berkacak pinggang melihat kedua putra kecilnya.
Dua bocah kembar itu mendongak yang langsung di suguhi wajah keruh Sungmin. "Heheh Umma~" kekeh keduanya.
Sungmin tersenyum manis, namun senyumnya langsung hilang dan wanita yang kini berumur 40 tahun itu mengambil cepat tablet milik Ryeo dan Li Shi membuat dua putranya itu berseru.
"Tablet kalian Umma yang pegang, oke."
"Umma."
Sungmin menggeleng menolak untuk berunding lagi. Ryeo dan Li Shi menunduk lemas. Gelak tawa terdengar saat Guixian menghampiri meja makan.
"Makanya, kalau main game harus tahu waktu," ejeknya sembari mengusak kedua rambut adik kembarnya.
"Ishh Hyung." Ryeo menepis tangan Guixian lalu mendelik tidak suka. Li Shi pun melakukan hal yang sama sembari membenarkan tatanan rambutnya. "Ih, lambutku jadi belantakan," dengusnya.
Guixian menghampiri Sungmin yang berada di pentry. "Umma susu coklatku mana?" pintanya.
Sungmin menepuk dahinya. Ia nyengir lebar pada Guixian yang cemberut karena tahu jika ibunya lupa. Guixian berdecak. "Ihh..."
"Dua minggu tidak membuat susu coklat, Umma jadi lupa hehe. Mianhae." Sungmin menangkup pipi Guixian gemas.
Guixian masuk menjadi atlet nasional dalam bidang beladiri taekwondo. Ia baru saja pulang dari pelatihannya di Jeju.
Dalam 3 tahun, Guixian yang dulu tingginya hanya sebatas dada Sungmin, kini sudah menjulang melebihi tinggi tubuhnya. Masih 14 tahun tapi tinggi Guixian sudah 172 cm. Hal itu selalu membuat Guixian tersenyum bangga karena tinggi badannya. Pokoknya dia harus menyamai tinggi pria-pria keluarga Cho. Pertama Ayahnya, Cho Kyuhyun (180), lalu Justin (183) kemudian Sungkyu yang paling tinggi (187).
"Ya sudah, aku buat sendiri deh," katanya. Sungmin tersenyum kemudian mengacak rambut Guxian. "Umma," protesnya. Sungmin mengendikan bahunya.
Minhyun dan Shengmin membantu Sungmin menata meja makan. Hana dan Kayla sudah duduk manis di kursi masing-masing.
"Pagi semuaaa." semuanya menoleh pada sumber suara yang tak lain Priyanka. Dibelakangnya ada Sungkyu.
"Pagi, Nuna." Ryeo, Li Shi.
"Pagi Eonni." Shengmin, Hana, Kayla.
Sedangkan untuk Minhyun dan Guixian tidak berniat menjawab sapaan Priyanka.
"Uhuk.. muka tebal..." celetuk Guixian. Priyanka mendelik namun ia mencoba bersabar. Ia mengibaskan rambutnya lalu duduk dengan anggun di kursinya.
"Priya, rok mini mu terlalu mini, bagaiman jika Dad lihat?" Sungmin berujar.
"Aku juga sudah bilang begitu padanya," sahut Sungkyu yang juga sudah duduk di kursinya. Kyuhyun masih sama protektifnya, apalagi pada anak-anak gadisnya.
"Mom, aku sudah 18 tahun. Dan ini rok mini standar, tidak terlalu pendek kok," sanggah Priyanka.
"Coba kau menunggung, aku jamin celana dalammu akan terlihat," cibir Guixian. Sungmin menggeplak kepala bocah itu.
"Priya lebih baik kau kembali ke kamarmu dan ganti rok itu sebelum Dad melihatnya."
"Please..."
Sungmin menggeleng. "No. Ganti atau kau lebih memilih Dad membakar semua koleksi rok mini mu sampai rok mini yang memang layak di pakai."
"Owh, God!" dengus Priyanka. Dengan menghentakkan kakinya Priyanka menuju lantai 2. Saat di tangga ia berpapasan dengan Justin.
"Wajahmu keruh sekali."
"Shut up!"
"Omo." Justin menutup mulutnya. "Juteknya."
Justin tersenyum saat sampai di meja makan. "Selamat pagi semua." ia menunduk mengecup kepala Hana dan Kayla. Bersamaan dengan selesainya Minhyun dan Shengmin menatap meja makanan. Mereka pun mulai acara sarapan paginya kecuali Sungmin yang menangkup kedua pipinya.
Ia selalu kagum melihat Justin yang memakai Jas. Yup, Justin kuliah sembari kerja di perusahan Kyuhyun. Ia mengambil fakultas bisnis, dan ia bekerja sebagai Asisten Manager Marketing.
Sungmin masih ingat saat Justin menerima uang gajihnya yang pertama kali. Justin terkagum sembari memandang agung pada lembaran uangnya. Ia merasa bangga mandapati uang hasil jerit payahnya sendiri.
Seketika itu ia melemparkan kunci mobil yang ia pinta dari Kyuhyun pada Priyanka. Menyerahkankan sepenuhnya pada sang adik. Ia akan kembali memakai motor Sportnya dan akan mulai menabung untuk bisa memiliki mobil sendiri. Selain itu, Justin sudah mulai mencicil rumah, yang kelak ia tempati dengan Hye Mi yang masih di rahasian dimana letak rumahnya.
"Mom, Dad belum bangun ya? Baby Sandul juga?" tanya Justin.
"Baby Sandeul udah bangun jam 5 tapi tidur lagi. Kalo Dad..." Sungmin tersenyum pada Justin dengan wajah merona. "Udah lembur, terus 'gitu' jadi kelelahan deh."
Guixian yang memang sudah mengerti adegan 17 tahun keatas, tahu maksud dari perkataan ibunya. Ia menepuk dahinya keras. Minhyun geleng-geleng, Sungkyu mendengus. Justin cemberut.
"Mom, aku sudah 21 tahun, 3 hari kedepan aku akan menikah. Aku tidak mau punya adik lagi." protes Justin.
"Tenang-tenang. Sejak kelahiran baby Sandeul, Mom sudah pake spiral. Amaaann." Sungmin mengacungkan jempolnya.
"Spiral berlapis tembaga atau spiral mengandung hormon?" sahut Sungkyu si ganteng kalem sembari mengunyah makanannya.
"Spiral mengandung hormon," jawab Sungmin.
"Spiral yang Umma pakai bisa tahan sampai 3-5 tahun. Walau memakai alat pencegah kehamilan. Jika Umma dan Appa melakukan sering dan di keluarkan di dalam, ya sama saja bohong," kata Sungkyu.
Justin dan Guixian menunjuk Sungkyu. "Dengar apa kata calon Dokter," ujar Guixian. Justin menganguk setuju. Ya, Sungkyu tidak masuk fakultas bisnis tapi kedokteran.
"Kadang Dad pake pengaman juga." Sungmin mencoba berkilah.
"Itu juga bisa berlubang." Sungkyu kembali menyahut.
'Kyu aku dipojokan hueeee.' batin Sungmin nelangsa.
Sungmin mengerucutkan bibirnya. Sedangkan Justin dan Guixian tertawa melihat sang Ibu tak bisa membalas perkataan Sungkyu. "Umma akan membangunkan Appa." seperti Priyanka, Sungmin menghentakkan kakinya sebal.
"Priyanka cepat turun dan sarapan," teriak Sungmin sebelum menuju kamarnya dan sang Suami.
Justin dan Guixian bertepuk tangan. Minhyun menggelengkan kepalanya, karena ia tahu. Setelah Guixian mendapati mimpi basahnya, pembicaraan Guixian dan dua kakak tertuanya itu selalu tidak jelas.
"Ckckck! Calon Dokter hebat. Cho Sungkyu." puji Justin.
"Dokter mesum tepatnya." ejek Guixian.
Sungkyu melayangkan jitakannya pada sang adik membuat bocah berumur 14 tahun itu meringis. "Benar juga, pake marah."
"Asal jangan sampai pasiennya nanti di mesumin saja." celetuk Justin.
"Yakk!" seru Sungkyu.
Kan benar apa yang Minhyun bilang. Shengmin, Ryeo, Li Shi, Hana dan Kayla tidak memperdulikan ucapan kakak-kakaknya. Toh mereka tidak mengerti apa yang di bicarakan jadi mereka hanya fokus pada makanan mereka hehe.
"Sungkyu Oppa tidak mesum pada orang lain," ujar Priyanka yang baru kembali dengan rok mini layak pakai. "Dia hanya mesum pada Hyun Min Eonni." Sungkyu berdesis, Priyanka tidak peduli.
Priyanka duduk dikursinya, samping Justin. "Kalian tidak tahu. Aku pernah memergoki Sungkyu Oppa yang bernafsu mencium Hyun Min eonni. Oh my god! Hyun Min Eonni sampe kewalahan meladeni-awww appoo," seru Priyanka saat tahu-tahu Sungkyu sudah berdiri di belakangnya dan mencubit kedua pipinya.
"Diam tidak?" ancam Sungkyu.
"Justinnnn." Priyanka meminta pertolongan. Justin terkekeh. Ia menendang pinggul Sungkyu pelan mengisayakatkan untuk berhenti mencubit pipi Priyanka.
"Oppa lepasin Priyanka Eonni," seru Hana.
"Iya, kalo di cubit begitu, pipi Priyanka Eonni kayak Kayla nih cubby," tambah Kayla. Sungkyu tersenyum pada Hana dan Kayla lalu melepas cubitannya.
"Ah! Kenapa aku tidak terkejut." Guixian memasang wajah sok serius.
"Kau ingin di cubit juga?" tawar Sungkyu Guixian mengangkat kedua tangannya.
"Hati-hati saja kebablasan. Bisa gawat kan, aku yang akan menikah tapi kau yang lebih dulu punya anak dengan Hyun Min." gumam Justin lalu terkekeh begitu pula Guixian, Priyanka dan Minhyun.
"YAKK!"
.
Duk duk duk duk
Brug!
"Uhuk."
Kyuhyun terlonjat kaget kemudian terbatuk saat tiba-tiba ada sesuatu yang menindih tubuhnya. Pria berkepala 4 itu yang masih tetap tampan itu perlahan membuka matanya dan mendapati sang istri oknum penindihan tubuhnya.
Kyuhyun tersenyum tipis. "Kenapa cemberut begitu?"
"Aku di pojokan."
"Dipojokan?"
Sungmin menganggguk. "Justin, Guixian, terus Sungkyu."
"Memangnya kenapa sampai dipojokan seperti itu."
"Iya, Justin kan bertanya kau belum bangun. Terus aku jawab, kau sudah lembur dan kita 'begitu' jadi kau belum bangun karena kelelalan. Setelah itu aku di bully oleh anakku sendiri. aish! Nasib punya anak tampan-tampan dan pintar kali ya." Sungmin terkekeh dengan ucapannya sendiri.
"Kau sendiri yang salah. Kenapa bilang 'gitu' pada 3 pemuda itu."
"Heheh kelapasan."
Kyuhyun tersenyum. "Morning kiss."
"Semalan masih belum puas?"
"Aku tidak pernah puas, sayang." setelah itu Kyuhyun sudah menerjang Sungmin. Kyuhyun mengulum bibir bawah dan bibir atas istrinya. Sungmin tak menolak, tentu saja ia pun membalas tiap lumatan yang Kyuhyun lakukan.
"Mom."
Aktifitas saling melumat itu terhenti. Kyuhyun mengecup bibir Sungmin sekali lagi lalu menoleh ke samping. "Baby Sandeul sudah bangun rupanya. Morning baby."
"Molning Dad," balas Sandeul.
Sungmin tersenyum. Ia beranjak dari posisinya menindih sang suami. Ia mengendong putra bungsunya yang masih asyik mungucek matanya. "Baby Sandeul mau mandi sama siapa? Mom atau Dad."
Sandeul menatap ibunya lalu beralih menatap ayahnya. "Cama Dad aja," katanya. "Ayo, Dad bangunnn."
Sandeul menarik tangan Kyuhyun. "Dad, palliiii!" serunya. Karena sang Daddy masih meregangkan ototnya.
"Ayo Daddy," kata Sungmin ikut-ikutan membuat Kyuhyun gemas saja.
Kyuhyun pun bangun. Menyingkap selimutnya, seketika itu Sungmin merona. "Dad sudah telanjang," kata Sandeul.
"Oh!" Kyuhyun baru sadar dia tidak memakai apapun setelah yeah you know lah. "Dad kan mau mandi."
"Oh iya ya heheh."
Kyuhyun mengerling pada Sungmin. "Mau lagi?"
Sungmin mengerucutkan bibirnya. "Baby Sandeul cepat bawa Dad ke kamar mandi sana."
.
Uri Family
.
Akhirnya, hari yang di tunggu-tunggu Justin datang juga, hari pernikahannya. Justin tersenyum saat Hye Mi telah menyematkan cincin di jari manisnya.
"Silahkan cium pasangan anda," kata sang pastur.
Justin dan Hye Mi saling berhadapan. Ia membuka cadar yang menutup wajah cantik Hye Mi. Perlahan ia mendekatkan wajahnya.
Cup!
Sebuah kecupan didahi yang Justin berikan. Tepuk tangan pun terdengar diiringi seruan selamat karena kini Justin dan Hye Mi resmi menjadi sepasang suami istri.
"Cium kening lagi? Kenapa tidak ciuman bibir?" protes Guixian.
Justin terkekeh. "Sorry bro. Tidak untuk di publikasikan."
Guixian mendengus. Ia sudah terlalu sering melihat Sungkyu dan Hyun Min berciuman tapi ia belum pernah melihat Justin dan Hye Mi berciuman. Justin pelit sekali bukan.
Setelah upacara pernikahan, kini dilanjutkan dengan resepsi. Acaranya begitu meriah. Donghae dan Eunhyuk tampak kerepotan karena Eunhae sedari tadi rewel. Putra mereka itu sepertinya tidak nyaman karena banyak orang.
Ryeowook tampak mengomel pada keponakan karena dia saja yang jadi Bibi Justin belum menikah, ini sang keponakan sudah mencuri start saja. Lalu Kyuhyun sedang asyik berbicara dengan Siwon dan Kibum. Heechul dan Leeteuk sedang menggobrol dengan Tuan dan Ny Kim, orang tua Hye Mi. Semuanya tampak menikmati pesta. Sungmin menyaksikan itu dari kursi paling pojok dengan Sandeul di pangkuannya sudah mulai tertidur karena kelelahan.
"Kenapa menyendiri, hm?" Sungmin mendongak, tersenyum pada Kyuhyun yang kini duduk disampingnya. Kyuhyun merangkul Sungmin membuat Sungmin bisa bersandar di dadanya.
"Kenapa menangis?"
Sungmin menggeleng. "Aku bahagia." Kyuhyun mengecup dahi Sungmin.
"Lihat Justin," kata Sungmin. Kyuhyun ikut menatap putra sulungnya. "Dia sudah menjadi seorang suami sekarang. Baby kecil kita. Mungkin sebentar lagi Sungkyu akan menyusul. Atau Priyanka?"
"Oh, No, dia masih kecil." Kyuhyun menolak begitu cepat. Sungmin dan Kyuhyun terkekeh.
"Baby-babyku sudah besar," lirih Sungmin. Ia menatap Sungkyu, Priyanka, Minhyun, Guixian.
"Aku belum siap melepaskan mereka." Sungmin membenamkan wajahnya pada Kyuhyun. Menangis di dada suaminya. Kyuhyun mengelus bahu Sungmin. Sepenuhnya ia mengerti.
"Kau harus bisa sayang. Sekarang Justin sudah mempuanyai seorang istri yang menjadi tanggung jawabnya." Sungmin menganguk. Kyuhyun tahu, Sungmin hanya terbawa perasaan saja. Apa memang seperti ini perasaan orang tua saat harus melepas anak-anak mereka?
Sungmin merasa ada yang mengelus kepalanya. Ia mendongak menadapati senyum hangat ibunya.
"Umma" Sungmin mengusap air matanya. "Ada apa?" tanyanya.
Leeteuk masih mengusap kepala putrinya. Ia mengerti apa yang dirasakan Sungmin. "Jangan sedih," katanya pelan.
Sungmin membalas senyum ibunya. "Iya. Aku bahagia kok."
Leeteuk tersenyum. "Sini Sandeulnya. Dia sudah nyenyak tertidur. Hana dan Kayla juga sudah kelelahan." tunjuknya pada Kangin yang sudah menggendong Hana dan Kayla.
"Terima kasih Umma," kata Kyuhyun.
"Sama-sama, sayang."
.
Meja bundar itu sudah terisi oleh KyuMin, Haehyuk, KangTeuk, HanChul, Justin Hye Mi dan juga Sungkyu Hyun Min. Acara sudah selesai, di ruangan besar itu hanya ada beberapa orang.
"Jadi, rencananya kau mau memberi berapa cicit untuk Haraboji?" Kangin menatap Justin lalu Hye Mi. Muka sepasang suami istri itu tampak merona.
Justin berdehem. "Dua saja, iya kan?" tanya Justin pada Hye Mi, istrinya itu menganguk.
"Kenapa tidak ikuti jejak Daddy dan Mommy?" celetuk Kyuhyun.
"Tidak. Dua saja, jika ingin lebih minta pada Sungkyu."
"Lah kok aku?" Sungkyu mengerutkan dahinya.
"Iya, Sungkyu kapan nih melamar Hyun Min." Heechul menaik turunkan alisnya.
"Halmonie~" cicit Hyun Min.
"Kami sudah sepakat untuk menyelesaikan kuliah dulu," kata Sungkyu. "Sudah, kenapa jadi memojokannku?" protesnya.
"Kalian akan pergi bulan madu kemana?" tanya Hangeng pada Justin.
"Lombok," bukan Justin menjawab tapi Sungmin. "Kyuu~ aku juga ingin ke Lombok. Katanya itu pulau indah yang ada di Indonesia buat honeymoon."
"Apa kita juga pergi honeymoon? Kita bisa pergi bersama Justin dan Hye Mi?" kata Kyuhyun. Sungmin mengangguk semangat.
"Kalian sudah gila ya," seru Donghae. Kyuhyun dan Sungmin tersenyum lima jari.
"Setelah bulan madu, apa mau langsung pindah?" tanya Hangeng.
Justin menganguk. "Iya, aku dan Hye Mi sudah membeli keperluan rumah juga. Jadi kami tinggal menempatinya saja."
"Justin~~" Sungmin merengek dengan mata berkaca-kaca. Kyuhyun sigap mengusap bahu istrinya. "Nanti sering-sering pulang ke rumah ya. Hye Mi juga," katanya.
Melihat ibunya yang hampir menangis membuat Justin pun sedih. "Mom juga harus sering mengunjungiku di rumah kami," katanya berusaha tak menitikan air matanya.
Suasana yang ramai tadi kini berganti menjadi hening. Isakan Sungmin terdenger, Kyuhyun berusaha menghentikan tangisan istrinya. Begitu pula Justin yang mengusap matanya. Justin berdiri menghampiri Sungmin kemudian memeluk ibunya. Tangisan Sungmin semakin keras. Semuanya ikut merasakan bagaimana perasaan Sungmin begitu pula perasaan Justin.
Beberapa menit kemudian, tangisan Sungmin mulai mereda, Justin mengusap air mata ibunya, mengecup kedua pipi Sungmin lalu kembali ke tempat duduknya.
"Oh iya." Leeteuk memulai pembicaraan lagi. "Justin dan Hye Mi kan sudah jadi suami istri. Kalian harus mempunyai panggilan sayang dong."
"Ah iya itu benar," sahut Eunhyuk. "Justin dan Hye Mi selalu bilang, kau, kau, atau memanggil nama masing-masing. Harusnya kan sayang kek, honey kek," katanya.
"Ayo coba." Sungkyu ikut menyudutkan.
Justin dan Hye Mi tampak enggan. "Eonni, ayo coba," ujar Hyun Min.
"Harusakah?" tanya Hye Mi. Semua orang menangguk. Ia menatap Justin. "Sa-yang?"
"Ho-ney?" Justin pun mencoba.
"Aneh," ujar Justin dan Hye Mi bersamaan lalu kedua pasang itu tertawa.
"Kalian tidak romantis," kata Sungmin. "Tapi tetap saja manis," lanjutnya. Obrolan itu pun kembali ke awal. Penuh kebahagian diiringi gelak tawa.
.
oOo
.
Sungmin mengerucutkan bibirnya merasa bosan. Baby Sandeul di ajak pergi oleh Ibu dan Ibu mertuanya. Mereka juga bilang jika mereka akan membawa Hana dan Kayla juga untuk menginap, ah bersama si kembar Ryeo dan Li Shi.
Pekerjaan rumah sudah selesai. Rumah ini memang tampak lenggang biasanya ada Sandeul yang menemani Sungmin. Atau menggobrol dengan Eunhyuk tapi temannya itu sudah seminggu ini tinggal di rumah Ibu Donghae. Mertuanya itu merindukan Eunhae cucu tunggalnya. Wanita cantik itu mencoba menonton gosip untuk menghilangkan kejenuhan tapi tak ada yang menarik.
Dua jam lagi sebelum makan siang. Sungmin memutuskan memasak dan membawa makan siang untuk suaminya. Dengan cekatan tangan terampil Sungmin membuat makanan. Hanya butuh waktu satu jam semuanya sudah siap. Sungmin pergi kekamarnya mengganti baju kemudian langsung berangkat memakai mobil Justin atau mobil Priyanka sekarang. Anak gadisnya itu memang tidak membawa mobil karena sudah di jemput oleh kekasihnya. Sungmin jadi terkikik mengingat raut kekasih Priyanka saat di temui oleh Kyuhyun, Justin, Sungkyu dan Guixian.
Sungmin sampai di perusahan milik suaminya 10 menit sebelum jam istirahat. Sungmin dengan anggun melenggang menuju ruangan Kyuhyun.
"Hai, Hae."
Donghae yang tengah mengurus beberapa dokumen mendongak. Ia membalas sapaan sahabatnya itu. "Hai, Ny Cho."
Sungmin mengurucut lalu tersenyum. "Bagaimana keadaan Eunhae?"
"Dia masih cerewet seperti ibunya." kata Donghae. Ia dan Sungmin terkekeh kecil.
"Apa ada tamu?" tanya Sungmin.
"Tidak ada, hanya ada Wi Xian yang sedang meminta tanda tangan Tuan Cho."
Sungmin mengangguk. Wi Xian putri dari Siwon itu memang kini sudah menjadi karyawan tetap di perusahaan Kyuhyun.
"Aku masuk dulu ya," pamitnya. Donghae mengangguk.
Saat Sungmin masuk ke ruangan suaminya, alangkah ia tidak percayanya melihat Kyuhyun dan Wi Xian saling bertatapan, tangan mereka tampak tumpang tindih. Sungmin merasa terbakar. Bagaimana bisa Kyuhyun menatap seorang gadis seperti itu? Wi Xian keponakan suaminya bukan?
"Sayang kau sedang apa?" Sungmin bersuara. Ia sungguh tidak tahan melihat itu. Pikirannya di penuhi hal-hal negatif, namun Sungmin mencoba mengenyahkan pikiran itu.
Dua orang itu tampak gelagapan. "Oh sayang, kau kemari?" tanya Kyuhyun.
"Hai bibi Sungmin," sapa Wi Xian.
Sungmin berdehen pelan. Wi Xian yang menyadari aura mencekam itu buru-buru berpamitan pada Kyuhyun untuk kembali keruangannya.
Selepas kepergian Wi Xian. Kyuhyun beranjak duduk disamping Sungmin yang berada di sofa. "Kau membawa makan siang? Wooh kebetulan sekali aku sedang lapar," kata Kyuhyun.
Pria itu langsung membuka bekal yang Sungmin bawa kemudian mulai melahapnya. Ia tidak menyadari jika Sungmin terus menatapnya kesal. "Bagaimana bisa kau menatap Wi Xian seperti itu?"
"Hm? Apa maksudmu?"
"Kau menatap Wi Xian seakan kau menatap seorang wanita bukan paman pada keponakannya." seru Sungmin.
"Aku tidak mengerti maksudmu," Kyuhyun kembali menyuapkan makanan. "Kau sudah makan?"
"Katakan yang sesungguhnya."
Kyuhyun memejamkan matanya. Ia mencoba bersabar pada Sungmin. "Sungmin, aku sungguh tidak mengerti apa maksudmu. Wi Xian itu keponakanku."
"Aku tahu dia keponakanmu. Tapi masalahnya kau menatapnya berbeda," teriak Sungmin.
"Sungmin dengar..."
"Sudahlah, aku mau pulang saja." Sungmin beranjak tapi Kyuhyun mencekal tangannya.
"Sayang, aku mohon jangan kekanak-kanakan."
"Apa?" Sungmin tertegun dengan perkataan Kyuhyun. Kekanak-kanakan?
Sungmin melepas paksa cekalan Kyuhyun. "Kau menyebalkan."
"Sungmin, Sungmin."
Sungmin tidak mendengarkan panggilan Kyuhyun. Ia terus melangkahkan kakinya. Ia ingin pulang.
"Sungmin ada apa?" tanya Donghae khawatir melihat wajah Sungmin yang sendu.
Kyuhyun tampak mengikuti Sungmin sembari meminta maaf tapi Sungmin tidak mau mendengar dan masuk ke lift tanpa mau menatap suaminya.
Kyuhyun berjalan menghampiri Donghae. Sahabatnya itu geleng-geleng kepala. "Kau memang keterlaluan."
Kyuhyun mengusap wajahnya kasar. Tidak terganggu dengan cibiran Donghae. Ia merasa menyesal tapi mau bagaimana lagi? Dia harus melakukannya.
.
oOo
.
Sungmin mengerjapkan matanya, ia melirik pada jam dinding sudah pukul 4. Sungmin terdiam, memikirkan kejadian tadi. Ia pulang dari kantor Kyuhyun, sepanjang jalan ia menangis dan saat sampai dirumah ia melanjutkan tangisannya hingga jatuh tertidur.
"Sayang, aku mohon jangan kekanak-kanakan."
Air mata itu kembali mengalir mengingat perkataan Kyuhyun. Ia tahu tempat. Ia tahu kapan saatnya bertingkah kekanak-kanakan, ia juga tahu kapan harus serius. Dan tadi, dia tidak kekanak-kanakan. Dia sudah mencoba bersabar tapi ia tahu Kyuhyun berkilah hingga emosinya keluar ke permukaan. Ia hanya cemburu. Ia terus mempercayai Kyuhyun adalah suaminya yang setia tapi kejadian Kyuhyun menatap Widia dengan tatapan memuja membuatnya sedikit goyah.
Drrt drrt
'Justin calling'
Sungmin menghapus air matanya, menetralkan suaranya agar Justin tidak curiga jika ia sudah menangis.
"Iya sayang?"
"Mom, Sungkyu tidak bisa menjemputku dan Hye Mi karena dia harus lembur di rumah sakit tempatnya magang."
Sore ini memang Justin dan Hye Mi pulang dari bulan madu. "Oh, kenapa Sungkyu tidak bilang pada Mom?"
"Aku kira Sungkyu sudah bilang. Lalu, apa Mommy bisa menjemputku dan Hye Mi?"
"Oke sayang. Mom akan segera kesana."
"Thank you, Mom."
Panggilan itu terputus. Saat Sungmin melihat ponselnya ternyata ada panggilan tak terjawab dari Kyuhyun dan Sungkyu lalu ada sebuah pesan dari Sungkyu yang menggabarkan jika dirinya akan pulang terlambat karena lembur.
Tak membuang waktu, Sungmin langsung menuju ke bandara.
.
Sungmin mencari kesana kemari tapi sosok Justin dan Hye Mi tidak ada. Ia hendak menghubungi Justin namun sang putra sudah lebih dulu menghubunginya.
"Sayang kau dimana?"
"Mom, aku sungguh minta maaf. Tadi Hye Mi pingsan, aku panik hingga langsung menghentikan taksi dan membawa Hye Mi ke rumah sakit."
"Astaga, Hye Mi kenapa?"
"Dia hanya kelelahan. Dan sekarang aku dalam perjalanan pulang ke rumah. Mom, aku sungguh menyesal. Maaf."
"Tidak apa-apa sayang. Kau harus menjaga Hye Mi arra?"
"I will. Mom, hati-hati dijalan."
"Iya sayang." Sungmin menghembuskan nafasnya kemudian melangkah meninggalkan bandara.
.
Entah sudah berapa kali Sungmin menghembuskan nafasnya. Rumah benar-benar sepi. Ia telah selesai mencuci piring bekas makannya. Makan sendiri ternyata tidak enak.
Priyanka menelpon jika ia akan menginap di rumah temannya. Sedangkan Minhyun tengah mengantar Shengmin untuk mencari tempat bimbel. Kyuhyun sendiri pun sudah menghubunginya, meminta maaf tapi Sungmin sedang tidak ingin bicara langsung mematikan panggilan tersebut.
Sungmin duduk di sofa. Ia menekan angka 5 panggilan cepat di ponselnya. Semoga diangkat doa Sungmin.
Plip
"Umma?"
"Guixiaaannn," seru Sungmin senang.
"Ya ampun, Umma rindu padaku ya?"
"Hm. Sedang apa?"
"Sebantar, disini ribut sekali." tak lama Sungmin menunggu, suara Guixian kembali terdengar. "Umma?"
Sungmin mengangguk walau tahu Guixian tidak akan melihatnya. Guixian sudah tiga hari ini berada di negeri sakura sedang mengikuti olimpiade tentu saja Guixian turun menjadi salah satu atlet Taekwondo. Sungmin tidak bisa menonton langsung tapi ia tak ketinggalan menonton dari siaran televisi.
"Ne. Sayang. Umma liat di tv kau masuk semi final?"
"Ini semua tak lepas dari doa Umma kan?" Guixian terkekeh. Sedangkan Sungmin berusaha mati-matian menahan tangisnya. Hari ini sungguh melelahkan. "Tiga hari lagi pertandingan finalnya."
"Apa kau akan pulang dulu?"
"Aku rasa, aku akan tetap disini."
"Ahh ne. Semoga kau menang, sayang."
"Terima kasih. Umma sudah dulu ya, teman-teman memanggilku. Saranghae."
"Nado saranghae, baby."
Plip.
Padahal ia masih mau berbincang dengan Guixian. Hah sudah lah!
Sungmin menghapus kasar air matanya. Ia tidak mau sendirian. Sungmin pun kembali mengendarai mobil. Ia akan pergi kerumah ibu mertuanya. Ia yakin, Leeteuk, Kangin, Hangeng, Heechul, si kembar Hana Kayla Ryeo Li Shi dan Sandeul ada disana. Namun setelah sampai, maid bilang jika mereka ada di mansion.
Benar juga, tiap menghabiskan waktu, mertuanya itu selalu mengajak anak-anak kesana. Sungmin langsung tancap gas. Tak lupa ia pun mengirim pesan pada Minhyun dimana keberadaannya. Agar anaknya itu tidak bingung jika rumah terasa sepi. Setengah jam kemudian ia sudah sampai. Pokoknya, ia ingin memeluk tubuh ibunya Leeteuk lalu pergi tidur, ya seperti itu.
Ceklek
"Umm-"
"Surpriseeeeeeee!" suara serempak itu membuat Sungmin terkejut.
Dihadapannya kini berdiri kedua orang tuanya, kedua mertuanya dan juga kesebalas anaknya. Justin, Sungkyu, Priyanka, Minhyun, Guixian yang katanya masih berada dijepan ternyata ada disini, lalu Shengmin, Si kembar Ryeo, Li Shi, Hana, Kayla dan Sandeul. Oh jangan lupakan menantu dan juga kekasih Sungkyu oh ya Donghae Eunhyuk dan si kecil Eunhae putra tunggal mereka pun ada.
Dan tentu saja, yang kini berada tepat di hadapannya. Kyuhyun.
"Apa ini?" lirih Sungmin. Matanya sudah berkaca-kaca.
"Maaf membuatmu menangis seharian ini. Maaf." Kyuhyun mengeluarkan sebuket bunga lili dari balik punggungnya. "Ini baru pukul 7 malam. Harusnya aku mengucapkan ini 5 jam lagi, tapi aku akan mengatakannya sekarang."
Kyuhyun semakin mendekat pada Sungmin. Jemarinya mengusap air mata yang membasahi pipi istrinya. "Happy anniversary ke 20 pernikahan, sayang. Oh dan jika di tambah dengan masa pacaran berarti anniversary ke 25 kita."
Kyuhyun tersenyum lebar. Ia segera membawa Sungmin kedalam dekapannya saat istrinya itu menangis. Sungmin benar-benar menangis hebat.
"Kau jahat sekali," lirih Sungmin membalas pelukan suaminya. Kyuhyun tersenyum, mengecup kening Sungmin. "Maaf," katanya sekali lagi.
"Jadi, bisa jelaskan? Tatapan kau pada Wi Xian?" tanya Sungmin.
"Akting. Wi Xian juga sudah setuju membantuku."
Sungmin memukul dada Kyuhyun. "Sungkyu katanya lembur?"
"Bohong. Aku yang menyuruh."
"Lalu, Hye Mi pingsan. Priyanka katanya akan menginap, Minhyun dan Shengmin yang mencari tempat bimbel, Guixian yang berada di jepang?"
Kyuhyun tersenyum lebar. "Itu semua bagian dari skenario heheh."
.
oOo
.
Sungmin meregangkan ototnya yang pegal. Ia tersenyum memandang suasana kota Tokyo yang tampak mulai ramai oleh orang-orang.
Setelah insiden hari yang melelahan itu, Sungmin terus menangis dan Kyuhyun terus meminta maaf. Suaminya itu pun mengakui melakukan kejutan anniversary seperti itu karena ingin membalas kejutan anniversary yang Sungmin pernah lakukan bertahun-tahun silam. Dasar!
Tapi setelahnya, Kyuhyun tidak melepaskan Sungmin dari pelukannya. Bahkan Sandeul saja sampai menangis ingin dipeluk oleh Sungmin namun Daddynya tidak mau melepaskan Sungmin.
Kyuhyun bertanya pada Sungmin, ia harus melakukan apa agar Sungmin tidak marah lagi yang sebenarnya Sungmin pura-pura marah. Kesempatan itu pun di ambil oleh Sungmin. Ia mengatakan dengan lantang jika ingin pergi berbulan madu. Membuat anak-anaknya protes. Tapi dengan menunjukan puppy eyes super memelasnya pada sang suami. Kyuhyun mengangguk menyetujui. Ia meminta Sungmin untuk memberinya waktu menyelesaikan pekerjaan di kantor sebelum pergi.
Disinilah Sungmin sekarang. Di salah satu kamar VIP sebuah hotel. Kemarin ia dan Kyuhyun melihat pertandingan final Guixian. Putranya itu berhasil menjadi juara. Sorenya, Guixian dan rombongan pun kembali ke Korea sedangkan Sungmin tentu saja tetap di Tokyo, bulan madu kedua.
Merasa angin awal musim semi masih terasa dingin. Sungmin pun memutuskan untuk masuk kedalam. Ia tersenyum melihat suaminya masih tertidur. Sungmin membuka ikatan piyamanya hingga tubuh telanjangnya kini tak terhalang apapun. Ia menaiki ranjang dan menindih tubuh Kyuhyun.
Sungmin terkikik melihat Kyuhyun terusik. Wanita cantik itu menempelkan tubuhnya pada Kyuhyun dan langsung meraup bibir suaminya. Terus melumat menggoda lidah Kyuhyun untuk membalasnya. Sungmin tersenyum saat melihat kedua kelopak mata Kyuhyun terbuka. Ia mengedipkan matanya nakal menggoda Kyuhyun tanpa melepas pagutannya.
Sungmin memekin tertahan saat Kyuhyun membalikan posisi hingga kini dirinya berada di bawah. Sungmin melepas pagutannya lalu terkekeh. "Ohayou."
"Ohayou mo. Moring kiss yang kau berikan sungguh mengagumkan. Bibirku sampai basah," kata Kyuhyun.
Sungmin tersenyum lebar. Ia menggapai tangan Kyuhyun, lalu meletakkan di atas dadanya yang polos. "Bagaimana jika bukan hanya morning kiss yang akan ku berikan. Apa kau mau?"
Kyuhyun menyeringai. "Dengan senang hati." Pria tampan itu pun kembali memagut bibir istrinya. Entah mengapa, Sungmin tampak begitu agresif dan libido istrinya sangat tinggi. Jujur, itu membuat Kyuhyun senang. Biasanya dia yang meminta.
Well, pagi itu pun Sungmin dan Kyuhyun melakukan aktifitas paginya padahal semalam pun mereka melakukannya. Ya, biarlah namanya juga bulan madu :p.
.
Kyuhyun mengengam tangan Sungmin. Mereka berdua berjalan-jalan menyusuri pantai. Suasananya sangat sepi, ya tentu saja siapa yang ingin pergi kepantai di awal musim semi? Suhu udaranya masih dingin.
Kyuhyun mengajak Sungmin ke sebuah kedai disana. Menikmati air kelapa dari buahnya. Kyuhyun tertawa melihat ekpresi Sungmin yang tak menyukai air kelapa yang sebenarnya mengandung banyak nutrisi.
"Ayo berfoto," kata Kyuhyun. Sungmin tentu saja tidak menolak. Ia merapatkan tubuhnya pada sang suami.
"Sayang. Cium pipiku ya."
"Ih, genit deh," kata Sungmin tapi ia tetap melakukannya. Kyuhyun mengambil gambar mereka beberapa kali.
Sungmin mengerutkan dahinya melihat Kyuhyun yang tertawa sendiri. "Kenapa tertawa terus sih?" tanyanya.
Kyuhyun menyodorkan ponselnya pada Sungmin. Ternyata Kyuhyun memposting foto mereka tadi di instagram dan memberi tag pada anak-anaknya.
'Ige Mwoya?' PriyankaChoCho.
'Sok seperti anak muda -_-.' TheHansomeGuixian.
'Cepat pulang, ingat anak-anak dirumah.' SungkyuCho.
'Fotoku dan Hye Mi tak kalah mesra dari Mom dan Dad.' JustinLoveHyeMi.
"Kyu~~" rengek Sungmin. Dia malu ternyata Kyuhyun selalu memposting foto mereka.
"Wae?"
"Aku kan malu." Sungmin menunduk imut.
Kyuhyun mencondongkan kepalanya lalu mengecup pipi Sungmin. "Jangan menampilkan wajah imut seperti itu," bisiknya.
Sungmin menatap Kyuhyun, menantang. "Memangnya kenapa?"
Kyuhyun berdecak, menyanggah dagunya dengan tangan. "Suasana di pantai ini sangat sepi," ujarnya. Ia menggengam tangan Sungmin. "Sepertinya tidak akan ada yang menyadari jika mobil kita ber'goyang' nantinya." Kyuhyun mengerling pada Sungmin. Wanita cantik itu hanya ternganga dengan pipi merona.
Kyuhyun berdiri. Meraih ponselnya di atas meja, lalu menarik Sungmin. "Ayo." ujarnya dengan nafas berat. Membuat Sungmin panas dingin.
.
oOo
.
Epilog
Kyuhyun mengundang Heechul, Hangen, Leeteuk dan Kangin untuk pesta BBQ di rumahnya. Suasananya sungguh ramai. Sandeul, Hana dan Kayla berlarian kesana kemari. Ryeo dan Li Shi tampak asyik berenang. Guixian menggerutu karena Priyanka beberapa kali menyuruhnya ini itu.
Minhyun dan Shengmin menyiapkan makanan lainnya sedangkan Hye Mi dan Hyun Min tengah memanggang daging. KyuMin, HanChul, KangTeuk, Justin dan Sungkyu hanya duduk bersantai.
Kyuhyun dan Sungmin baru kemarin pulang berbulan madu setelah 2 minggu berada di Negeri matahari terbit itu.
Justin berdeham sebentar. Ia menatap Sungmin dan Kyuhyun lalu beralih pada Kakek dan nenek-nenaknya. "Mom Dad dan semuanya ada sesuatu yang ingin ku katakan."
Semuanya menatap Justin penasaran. Justin tersenyum lebar. "Mom Dad kalian akan punya cucu." Justin menatap HanCul dan KangTeuk. "Halmonie, Harobojie. Kalian akan punya cicit."
Sontak para orang tua itu berseru. Heechul sudah berlari menghampiri Hye Mi lalu memeluknya. Kyuhyun, Hangeng dan Kangin bergantian memeluk Justin memberinya selamat.
"Hye Mi hamil?" Sungmin menatap Justin antusias. Putranya itu mengangguk. "Masih dua minggu sih," katanya.
Kyuhyun menepuk bahu putra sulungnya. "Baru satu bulan menikah, Hye Mi sudah hamil." Kyuhyun menaik turunkan kedua alisnya lalu berbisik pada Justin. "Sperma kita benar-benar hebat. Yakin ingin punya dua anak saja?"
"Tidak berubah pikiran," kata Justin telak.
"Kok Sungkyu biasa saja? Tidak terkejut? Sungkyu mau punya keponakan pertama lho," kata Sungmin.
"Aku sudah tahu lebih dulu, Umma," kata Sungkyu kalem.
"Sungkyu yang memeriksa Hye Mi, Mom," tambah Justin.
Sungmin memeluk Justin. "Baru saja jadi suami, sebentar lagi kau akan jadi seorang ayah," kata Sungmin. Justin tersenyum.
"Hmpp." Sungmin tiba-tiba membekap mulutnya. Justin mengerutkan dahinya. "Mom kenapa?"
"Sayang kenapa?" Kyuhyun merangkul Sungmin. Istrinya itu menggelengkan kepala. "Aku tidak tahu, perutku mual. Pengen muntah."
Leeteuk melotot. Begitu pula Kangin dan Hangeng. "Sayang, jangan bilang..." Leeteuk menghentikan ucapannya menatap Sungmin tidak percaya.
"Jangan bilang ap-Hmpp." Sungmin sudah tidak kuat, ia berlari ke kamar mandi.
"Sungmin kenapa?" tanya Heechul.
"Aku tidak yakin tapi sepertinya... " Kangin menatap Kyuhyun.
"Sungmin ha-mil?" sambung Kyuhyun. Menatap balik ayah mertuanya.
Justin melonga. Lalu berseru. "Dadddddd. Kenapa menghamili Mommy?"
"Apa?" Guixian, Priyanka, Minhyun, Shengmin terkejut mendengar ucapan Justin. Mereka menghampiri Kyuhyun meminta konfirmasi.
"Umma hamil?" –Guixian.
"Sungguh?" –Priyanka.
"Appaa? Umma hamil, again?" –Minhyun.
"Aku akan punya adik lagi?" –Shengmin.
"Aaaa Daddy, aku akan jadi ayah masa aku juga punya adik lagi? Anak dan adikku seumuran nantinya? Oh My God." Justin mencerocos tidak bisa berhenti meracau.
"Appaa/ Dad?"
"Aku juga tidak tahu," seru Kyuhyun frustrasi. "Sungkyu periska Ummamu," kata Kyuhyun penuh permohonan.
Sungkyu mendesah. "Ya ampun."
.
.
END
.
.
Omake
Sandeul menatap polos pada keributan disana. Ayahnya tampak kerepotan dengan kakak-kakaknya. "Dicana ada apa?" tanya Sandeul.
Hana dan Kayla melihat apa yang Sandeul tunjukan. Dua bocah itu mengendikan bahunya. "Nuna tidak tahu," jawab Hana. "Kayla tahu?" tanya Hana.
Kayla menggeleng. "Kayla tidak tahu. Tanya pada Ryeo Oppa dan Li Shi Oppa saja."
Ketiga bocah itu pun menghampiri Ryeo dan Li Shi yang sedang beristirahat di pinggir kolam renang anak. "Oppa tahu kenapa mereka ribut-ribut?" tanya Hana.
Ryeo dan Li Shi menatap keributan itu. "Entahlah," jawab Ryeo.
"Oppa?" Hana menatap Li Shi.
"Oppa juga tidak tahu. Bialin lah, ulusan olang gede. Hana, Kayla mau belenang tidak?" tanya Li Shi. Hana dan Kayla mengangguk. Kedua gadis kembar itu pun masuk kedalam air yang sebatas perut.
"Hyung Candeul juga mau."
Ryeo terkekeh. Ia menggendong Sandeul untuk masuk kedalam air. "Nah, kita berenang saja ya."
"Yoooo!" seru Li Shi, Hana, Kayla dan Sandeul.
.
.
.
.
.
REALLY ENDING
Yah, beginilah chapter ending ff Uri Family, geje ya hehehe! Untuk masalah spiral itu memang ada dua macem, tapi klo masalah bisa hamil pas pake spiral aku ngarang sumpah ga tahu aslinya gimana maklumlah ini kan ff yg g bisa jadi bisa bisa aja #ngeyel
Jujur pribadi, dari sebelas anak2nya aku palin suka justin sama guixian heheh #curcol. tadinya sih aku pikir mau jadi 13 chpter kayak yg pernah aku bilang. tapu dipikir lagi takut udah pada bosen jadi 10 aja deh hehe #plak
Makasiiihhhhh bgt aku ucapkan buat temen-temen yg udah dukung ff ini, fav, follow, apalagi yg udah kasih reviewnya. Terima kasih juga buat saran dan semangatnya ^^ jongmal gomawooo #flyingkiss
Sampai jumpa di ffku selanjutnya.
see youuuuuu #chuuu :)
