Yoo.. Minna.. Gomen kalau lama update ni fic gaje. Hmm.. Sedikit kolom review untuk chap kemaren, tapi gak apa. Ane juga buat fic baru selain Cerita ini. Mungkin kalian bisa membacanya dan mereview. Ok.. Untuk kali ini adalah chap terakhir dari Aishiteru Okaasan. Rencananya mau saya lanjut, tapi masih mikir dulu.. Ok, itu aja.. Langsung aja di...

.

.

.

Aishiteru Okasan

"Madara-san. Aku akan memberikanmu bantuan"

"Hmm? Aku sendiri sudah lebih dari cukup untuk mengalahkan mereka".

"Tidak apa.. Mungkin dia bisa berguna untukmu". Muu pun merapal segel yang sangat panjang.

Para kage yang melihat pria yang di sebelah Madara melakukan Handseal memasang posisi siaga.

"Sebenarnya ini adalah pion yang menakjubkan. Tetapi tak apalah, mungkin membantu".

"Kuchiyose:Edo tensei"

Crakk..Crakk..Crakk...

Tiba-tiba sebuah peti muncul di samping Madara. Saat peti itu terbuka, mereka semua melebarkan matanya.

"Ka.. Kau", ujar Kushina.

.

.

.

.

The Last Chapter

"Ka.. Kau", ujar Kushina. Para Kage yang mengenali orang itu, melebarkan mata mereka.

"Ti.. Tidak Mungkin.. "

"Bukankah kau sudah mati, "

"Danzo! ", Ujar mereka bersamaan.

Danzo hanya diam dan berdiri tegak disamping Muu dan Madara. Madara yang melihatnya, memicingkan matanya.

"Hmm.. Bukannya dia muridnya Tobirama? "

"Benar. Dia bisa sedikit membantu anda untuk melawan mereka".

"Apa dia cukup kuat? "

"Tentu saja. Sebelumnya dia memiliki Sharingan, namun sudah dicur-"

"Sharingan? Apa dia seorang Uchiha? "

"Tidak, Sharingan miliknya adalah curian dari Clan anda".

Madara yang mendengarnya menatap Danzo dari atas hingga kebawah. Sedangkan para Kage yang terkejut melihat Danzo, kembali seperti biasa.

"Tak kusangka, Danzo ternyata sudah mati. Pantas saja dia tidak nampak lagi sejak dua minggu yang lalu", ujar Tsunade.

"Hmm.. Kage-sama, sebaiknya kita mulai berhati-hati. Kita tidak tahu apa yang akan mereka lakukan sekarang."ujar Minato.

Madara kemudian terdiam beberapa saat. Tiba-tiba tubuh Danzo terbakar oleh api Hitam atau yang dikenal dengan Amaterasu, salah satu jurus dari Sharingan. Para Kage yang melihat itu kembali terkejut dan bingung. Siapa yang melakukan itu pada Danzo?

"Aku tidak ingin bekerja sama dengan orang yang telah melakukan perbuatan keji terhadap clanku. Aku tak ingin bekerja sama dengan seorang pencuri. Kau merendahkan kasta clanku", ujar Madara dengan Mangekyo Sharingan miliknya. Muu(Kabuto) hanya bisa terdiam saja.

"Hah.. Baiklah. Mungkin kau tidak ingin itu. Jika begitu, Aku akan mengeluarkan kartu As kedua ku selain dirimu", ujar Kabuto menyeringai sambil memegang sebutir telur. Madara yang mendengarnya hanya melipat tangannya.

"Kuharap kau tidak mengecewakanku, Bocah", ujar Madara sambil menatap Para Kage.

"Tidak akan. Yang ini adalah Kartu As terbaikku", Muu tiba-tiba langsung merapal segel sangat panjang.

Para Kage yang melihat pria disamping Madara merapal segel lagi, mulai memasang siaga. Kushina yang dibelakang Minato sudah siap dengan Rantai chakranya.

"Kuchiyose:Edo Tensei"

Crakk...Crakk..Crakk..

Tiba-tiba muncul sebuah peti disamping Madara. Peti itu terbuka dan memperlihatkan seseorang. Para Kage yang masih belum melihatnya, hanya bingung. Tiba-tiba, tubuh tadi itupun berjalan keluar dari Peti dan menampakkan wajahnya. Para Kage kembali terkejut terutama Kushina. Matanya berkaca-kaca dan air matanya sudah mulai keluar. Minato mengepalkan tangannya seakan tidak percaya ini.

Madara yang melihat siapa yang keluar, langsung menatap nya. Ia mengangkat sebelah alisnya melihat Remaja disampingnya. Sedangkan Remaja tadi masih bingung dengan sekitar.

"Hmm.. Dimana aku? Bukannya aku tadi sedang mengintip Gabriel-chan mandi disurga? ", ujar Naruto kebingungan. Mereka yang semula kebingungan, menjadi sweatdrop mendengar perkataan Naruto.

"Aku tidak menyangka anakku menjadi mesum setelah mati", ujar Minato.

"Hah.. Apakah itu Naruto no Ryuu? "

"Siapa Gabriel? ", tanya Raikage

"Naruto-chan", Kushina hanya bisa mengepalkan tangannya.

"Ara ara.. Anaknya Hokage tampan juga dan mesum.. Aku jadi menginginkannya, fufufu", ujar Mei.

Madara yang mendengar perkataan absurd Naruto, hanya menutup matanya. Naruto yang melihat Tou-san dan Kaa-sannya dibawah mulai bingung.

"Hah.. Apa kau yakin dia kuat? "

"Tentu saja, Madara-sama. Dia menjadi kapten anbu dalam usia 10 tahun. Yang mana usia itu adalah usia untuk anak-anak yang masih Genin. Jadi anda bisa memikirkannya sendiri".

"Ano.. Ojii-san. Kenapa kau seperti Mumi? "tanya Naruto melihat Muu."Dan juga kau siapa? ", Naruto kemudian menunjuk Madara. Madara yang mendengarnya langsung pundung sambil mengorek-ngorek tanah.

"Hiks.. Hiks.. Dia tidak mengenalku", Ujar Madara dengan ingus dan air mata yang meleleh.

Para Kage yang melihat tingkah laku Madara, kembali Sweatdrop berjamaah, termasuk Tsunade.

"Aku tidak yakin dia adalah Dewa Shinobi", ujar Oonoki.

"Tak kusangka Rival kakek ternyata seperti ini".

Muu yang melihat itu, hanya mengehela napas. Ia pun mengeluarkan sebuah Kunai dengan aksara segel disekelilingnya. Kemudian saat ia ingin memasukkan kunai itu ke kepala Naruto, sebuah suara menghentikanna.

"Biarkan saja dia bertarung dengan kemauannya, jangan kendalikan dia", ujar Madara. Naruto yang masih bingung, bertanya kepada Muu.

"Anoo.. Mumi-san, kita sekarang ada dimana? "

"Sekarang kita ada di Medan Peperangan".

"Heh.. Perang? Dalam rangka apa? "

"Mengambil Kyuubi dan Hachibi".

"Hmm.. Begitu. Baiklah aku akan ikut, Namun aku tidak ingin menyerang kedua orang tuaku. Kau taukan, Itu adalah Dosa. "ujar Naruto sambil memandang kedepan. Madara yang mendengarnya hanya menyeringai.

"Baiklah. Aku akan maju pertama, dan aku tak akan pandang bulu", Madara kemudian membuat segel tangan domba. Tiba-tiba dari atas langit muncul sebuah Meteor yang sangat besar. Para shinobi yang masih ada disana langsung terjatuh dan berputus asa.

"Sudah berakhir. Kita semua pasti akan mati", ujar Salah satu shinobi. Para kage yang melihat Semua shinobi berputus asa, langsung menyemangati mereka.

"Jika tidak ingin mati, keluarkan seluruh kekuatan kalian untuk menghancurkan meteor itu", ujar Oonoki kemudian ia terbang dan menahan meteor itu sendirian.

Gaara pun nengeluarkan jurus pasirnya untuk menahan meteor itu. Mizukage Mei pun langsung mengeluarkan jurus Yoton nya. Namun tiba-tiba meteor itu menghilang entah kemana.

Mereka semua kebingungan dengan kejadian ini. Para kage menatap Minato meminta penjelasan, namun ia hanya menggelengkan kepalanya.

"Apa kau yang melakukannya, Hokage? "tanya Raikage.

"Tidak, itu bukan aku."

"Jadi siapa? "

Madara yang melihat jurusnya menghilang, hanya mengangkat sebelah alisnya. Siapa yang bisa menghilangkan jurusnya tadi? Itu bukanlah sembarang jurus, menarik meteor kebumi membutuhkan chakra yang sangat banyak dan untuk menghilangkan meteor itu juga butuh chakra yang sama seperti mengeluarkannya.

"Ne, Madara-san, jangan membunuh shinobi-shinobi itu. Biarkan mereka pergi, dan target kita hanya para Kage", ujar Naruto.

"Apa kau yang menghilangkan Meteor itu? ", tanya Madara. Kini tinggal mereka berdua saja. Muu sudah pergi dikejar oleh Para Shinobi penyegel.

"Hmm.. Bisa dibilang begitu", ujar Naruto santai. Madara hanya menghela napasnya. Kemudia ia kembali menatap Naruto.

"Ternyata dia kuat juga", batin Madara.

"Minna, kalian pergilah membantu Shinobi lain di garis depan. Biarkan Madara dan Pria itu menjadi urusan kami. Bantu lah Menma dan Bee di depan", ujar Gaara.

Para shinobi yang mendengar itu, langsung bangkit dan mulai pergi dari sana. Madara yang melihat para shinobi pergi, hanya diam saja. Para kage kemudian kembali menatap Madara dan Naruto.

"Baiklah.. Saatnya perang dimulai. Kage-sama, Naruto biar aku dan istriku yang urus,Aku menyerahkan Madara pada kalian", Para Kage yang mendengarnya, langsung menganggukkan kepala mereka dan mulai berpencar.

Madara yang melihat mereka mulai menyerang, langsung memandang Naruto. Naruto hanya diam sambil melihat Tou-san dan Kaa-sannya berlari kearahnya.

"Hmm.. Sepertinya aku menarik ucapanku kembali. Madara-san, Aku menyerahkan para Kage kepadamu, biar aku yang mengurus Orang tuaku. "

"Baiklah.. Aku duluan", Madara pun langsung turun dan menyerang para kage.

Naruto pun hanya menatap kedua orangtuanya dengan tatapan datar. Minato pun kemudian berhenti berlari dengan Kushina. Mereka menatap Naruto dengan pandangan rindu. Kushina pun ingin mendekati Naruto, namun tiba-tiba ditahan oleh Minato.

"Apa yang kau lakukan, Anata? "

"Jangan bertindak gegabah. Kau harus berhati-hati dan jangan mudah lengah."

Kushina yang mendengarkannya hanya bisa menunduk. Minato benar, ia harus berhati-hati disini.

"Hishashiburi ne, Tou-san, Kaa-chan", ujar Naruto sambil tersenyum.

"Hmm.. Hishashiburi ne, Naru-chan".

"Naru.. Tou-san tidak ingin melawanm-"

"Jangan khawatir Tou-san. Keluarkan seluruh kemampuan kalian, aku akan melawan kalian tanpa pandang bulu. Kalian paham? ".

"Kaa-chan tidak ingin menyakitim-"

"Aku ini sudah mati, Kaa-chan. Jadi, serangan apapun tidak akan membunuhku kecuali kalian menyegelku".

"Ta.. Tapi aku tidak menginginkan in-"

"Aku membencimu, Kaa-san"

Degg.. Deg..

Kushina melebarkan matanya mendengar itu. Air matanya mulai meleleh dari pipinya. Hatinya terasa sangat sakit seperti tertusuk ribuan jarum mendengar perkataan anaknya.

"A.. Apa maksudmu, Naru-chan? "tanya Kushina.

"Aku membencimu. Kau langsung tidak menganggapku anak hanya karena Menma terluka. Padahal itu bukanlah salahku, namun kau langsung mengklaim bahwa akulah yang salah".

"Naruto, sudah cukup", ujar Minato.

"Kau langsung ingin membunuhku hanya karena itu. Kau tahu, hatiku sangat sakit saat mendengar ucapan itu langsung darimu. Seorang ibu yang sangat aku sayangi, yang sangat aku cintai, ingin membunuhku". Ujar Naruto sambil menundukkan kepalanya.

Kushina yang mendengarnya, hanya bisa menangis dalam diam. Minato yang mendengarnya langsung mengepalkan tangannya.

"Jika kau ingin ku maafkan, Maka bunuhlah aku dan aku akan memaafkanmu".

"Kushina, kau disini saja, biar aku yang melawan Nar-"

"Tidak. Aku juga ikut denganmu. Aku ingin menebus kesalahanku pada Naruto", Kushina pun memandang Naruto dengan tatapan membunuh. Ia pun mengeluarkan Rantai khas Clannya.

Minato yang melihat perubahan Kushina, langsung terkejut. Ia pun kembali menatap Naruto. Ia melihat Naruto yang menyeringai menatap mereka. Minato pun langsung mengeluarkan kunai khususnya.

"Baiklah, aku akan mengalihkan perhatiannya. Kushina, kau yang menyelesaikannya", Minato pun langsung menerjang Naruto dengan pukulan tangan kananya. Narutopun langsung menangkapnya kemudia melakukan tendangan ke arah kepala menggunakan kaki kanannya.

Minato pun menangkis dengan tangan kirinya dan langsung melakukan pukulan Upper cut. Naruto pun terlempar ke atas dan secara bersamaan, Kushina muncul diatas Naruto dan melakukan tendangan Axe Kick.

Bumm...

Setelah melakukan tendangan tadi, Kushina dan Minato langsung mengatur napas mereka. Tak berapa lama, dari kawah tempat Naruto tadi muncul Naruto dengan keadaan seperti yang tadi. Ia menampilkan seringai diwajahnya.

"Baiklah.. Aku akan serius kali ini", tiba-tiba dari tubuh Naruto keluar aura berwarna ungu gelap yang sangat menakutkan. Aura itu semakin lama semakin besar. Minato yang melihat itu melebarkan matanya. Ia mengingat aura itu. Jiraiya dulu pernah nengatakannya.

Flashback

Terlihat Jiraiya dan Minato sedang duduk di pinggir sungai gunung Myaboku. Mereka sedang beristirahat setelah melakukan latihan selama dua jam.

"Sensei, Apakah Kuchiyosemu dengan Sanin lainnya memiliki perbedaan? "

"Hmm.. Tentu saja. Kuchiyose katak memiliki aura berwarna Hijau, Kuchiyose Tsunade Katsuyu memiliki aura berwarna biru dan Kuchiyose Orochimaru berwarna Hitam. "

"Hmm.. Apa kita bisa memiliki aura seperti mereka? "

"Tentu saja bisa. Namun cukup sulit untuk memiliki itu bahkan mustahil, hanya 1 banding 1000 perbandingannya. Itu merupakan tingkatan tertinggi penggunaan Kuchiyose. "

"Hmm.. Bagaimana cara mendapatkannya? ", tanya Minato Antusias.

"Hah.. Kau ingin sekali memiliki aura itu adalah... ", jiraiya terdiam sebentar dan memandang Minato. "Membunuh dirimu sendiri".

"A.. Apa? Membunuh diri sendiri? "

"Ya.. Setelah kau mati, maka para Kuchiyose akan membawamu ke Ketua mereka dan Ketua itu akan memberikan darahnya untukmu dan kau hidup kembali. Namun untuk hidup hanya satu persen kemungkinanya kau bisa hidup".

"Hmm.. Jadi Kuchiyose apa yang terkuat didunia ini, Sensei? "

"Yang kutahu Naga adalah Kuchiyose terkuat didunia, dan Aura mereka berwarna Ungu Gelap".

Flashback Off

Minato pun mulai bersiaga melihat aura Naruto makin membesar. Kushina hanya menatap Naruto dengan diam. Naruto yang melihat mereka tidak bergerak sedikitpun langsung menerjang mereka. Minato melihat Naruto tiba-tiba menghilang, tak berapa saat ia merasakan sakit rusuk kirinya. Ya, Naruto muncul kembali dan langsung menendang rusuk kiri Minato. Kushina yang melihat itu langsung mengeluarkan Rantai Chakranya untuk menangkap Minato. Kemudian ia mulai adu taijutsu dengan Naruto.

"Hmm.. Kau lumayan juga ne, Kaa-san", Namun Kushina hanya mengabaikan perkataan Naruto.

Minato melihat Kushina sudah kelelahan langsung menerjang Naruto dengan menendang perutnya kemudian meninjunya hingga Naruto terlempar jauh. Minato pun mendekati Kushina.

"Tsuma, lebih baik kau membantu Menma di garis depan bersama yang lain, biar aku yang melawan Naruto", Ujar Minato.

"Tidak. Aku akan tetap bersamamu disini melawan Naruto." Kushina langsung berdiri menghadap Naruto yang mengelap darah dari mulutnya. "Aku ingin menebus kesalahanku padanya".

Minato yang mendengarnya hanya menutup matanya. Kemudian tak berapa lama muncul lingkaran orange di matanya. Ia memasuki Mode Sannin dan langsung mengeluarkan banyak Kunainya dan melemparnya kesegala arah.

"Baiklah. Aku akan serius dari sini." Minato pun merapal segel tangan sangat panjang.

"Kuchiyose no Jutsu"

BOOFFT...

Tiba-tiba muncul Katak raksasa dibalik asap tadi. Terlihat Minato dan Kushina berdiri diatas katak tersebut.

"Hmm.. Gamabunta-san, aku membutuhkan bantuanmu".

"Ada apa, Minato? "

"Aku ingin kita melawan anakku, Naruto", ujar Minato serius.

"Naruto? Bukankah ia sudah mati? "

"Tidak. Dia dibangkitkan lagi dengan edo tensei." Merekapun menatap Naruto dari kejauhan.

Namun tiba-tiba tubuh Naruto bercahaya. Naruto kebingungan dan menatap tubuhnya. Begitu pula dengan Madara. Tububnya juga bercahaya. Para kage yang melihat itu juga kebingungan.

"Ada apa ini? Apakah Pengguna edo tensei sudah ditemukan? ", tanya Raikage.

"Siapapun itu, dia adalah pahlawan Shinobi", ujar Oonoki.

Mereka melihat tubuh Madara mengeluarkan arwah aslinya. Namun tiba-tiba arwahnya kembali masuk ketubuhnya.

Para kage yang melihat itu kembali terkejut. Madara kemudian melihat Naruto yang juga sama dengan dirinya. Naruto saat ini sudah mulai mengeluarkan arwahnya, Namun Madara menggagalkan itu dan memasukkan arwah Naruto kembali.

"Kau jangan pergi dulu. Kau harus membantuku", ujar Madara.

"Hah.. Padahal aku ingin pergi dari sini, malah kau tahan. Dasar Baka Oyaji", ejek Naruto.

Madara hanya mengabaikan ejekan Naruto dan memandang ke Tujuh orang dibawahnya. Ia pun mengeluarkan Susano'o sempurnanya dan membawa Naruto kedalam Susano'onya.

"Hmm.. Tujuh melawan dua. Itu sangat tidak adil tahu. Kalian pilih mana, Kami berdua berpisah atau kami bersamaan? "tanya Madara. Para kage hanya terdiam, namun Kushina langsung maju kedepan.

"Aku.. Aku ingin kalian berpisah, agar aku bisa membawa Naruto dengan Minato. ", ujar Kushina. Madara pun menatap Kushina dan melihat rambutnya yang berwarna merah.

"Apa dia ibumu, Bocah? ", Naruto hanya memandang diam Kaa-sannya.

"Hmm.. Biarkan dia. Aku akan bertarung dengan mereka semua sekaligus, kau pergilah untuk mengambil Kyuubi dan Hachibi. ", ujar Naruto serius.

Madara yang mendengarnya hanya menutup matanya. Tak berapa lama, Susano'o nya menghilang dan menurunkan mereka berdua. Madara pun memandang Naruto yang mengeluarkan aura ungunya semakin gelap.

"Baiklah.. Aku serahkan mereka kepadamu", Madara pun langsung pergi meninggalkan Naruto sendiri.

Para Kage keheranan melihatnya. Tadi Madara mengelurakan Susano'o dan sekarang menghilang dan dia pergi entah kemana. Sekarang mereka akan melawan bocah ini sendirian?

"Aku rasa aku akan mengeluarkan kekuatan penuhku sekarang. Bersiaplah kalian para Kage", Naruto pun merapal Segel sangat panjang.

"Kuchiyose no jutsu"

BOOFFT... BOOFFT... BOOFFT... BOOFFT...

Terlihat banyak sekali asap mengepul di depan mereka. Tak berapa lama muncul emoat hewan Kuchiyose yang membuat mereka melebarkan mata.

"I.. Itu.. Bukankah itu", ujar Oonoki.

"Ba.. Bgaimana bisa", ujar Minato.

"Empat Hewan Penjaga Gerbang Desa Uzumaki", balas Mei.

"Bagaimana Naruto bisa memilikinya? Mereka adalah makhluk Mitos dari clan Uzumaki", ujar Kushina.

Naruto melihat ekspresi mereka semua yang melihat hewan Kuchiyosenya. Ia pun memandang kearah para Kuchiyosenya yang menunduk hormat.

"Ada apa Naruto-sama memanggil Kami? "tanya Suzaku.

"Kali ini kita akan bertempur, tapi jangan sampai membunuh wanita berambut merah disana".

"Baiklah, Naruto-sama", mereka Hewan Kuchiyose itu membuat formasi dengan Naruto di tengah.

Para kage yang melihatnya, langsung memasang posisi siaga. Tsunade beserta Kushina dan Mei dibelakang, sedangkan yang lainnya didepan mereka. Hewan Kuchiyose Naruto langsung bergerak menerjang para Kage. Suzaku langsung menyemburkan apinya, seiryuu dengan airnya dan Byakko dengan petirnya.

Para kage langsung menghindar dari serangan dadakan itu. Garaa membuatkan pasir untuk pijakan mereka. Tak berapa lama asap hasil serangan tadi menghilang, namun Kuchiyose yang menyerang mereka juga hilang. Hanya menyisakan Naruto yang sedang menatap mereka dari bawah.

"Hmm.. Mungkin tak adil dengan ini, namun aku akan menyerang kalian sekaligus", Naruto pun langsung melesat kearah mereka. Raikage juga langsung menerjang Naruto, dengan Oonoki di pundaknya. Naruto memukul perut Raikage namun di tepis dengan lutunya. Kemudian Raikage langsung mengarahkan sikunya ke kepala Naruto. Naruto pun jatuh kebawah, belum sampai ke tanah Gaara langsung menahan Naruto dengan Pasirnya.

Dari atas Naruto, muncul Tsunade dan Kushina melakukan tendangan Axe Kick. Naruto pun langsung terjun kebawah akibat tendangan mereka. Minato yang melihat Naruto sudah terjun, ia pun langsung melesat dengan Rasengannya.

"Rasengan"

BOOMM...

Naruto terlempar sangat jauh akibat rasengan dari Minato. Tak berapa lama asap menghilang, terlihat Naruto dengan keadaan yang mengenaskan. Mereka pun kembali berkumpul. Kemudian Gaara langsung membuat pasir dan menutupi tubuh Naruto dengan segel. Tubuh Naruto pun disegel dengan pasir Gaara.

Para Kage menghela napas karena sudah menyegel Naruto. Namun tiba-tiba, pasir Gaara basah dan berjatuhan. Mereka kembali bersiaga melihat itu. Naruto pun keluar dari tumpukan pasir Gaara. Naruto kembali menyeringai melihat ekspresi mereka.

"Hmm.. Untung saja Sensei pernah mengajarkan ku jurus ini", ujar Naruto.

"Itu.. Bukankah itu jurus yang dipakai oleh Gengetsu? ",ujar Minato.

Naruto pun merapal jutsu yang sangat panjang. Para kage kembali memasang posisi siaga. Kemudian Naruto meneriakkan Jurusnya.

"Mokuton Hijutsu:Jukai Kotan"

CRAKK..CRAKK..CRAKKK... DUARR...

Tiba-tiba dari dalam tanah, muncul banyak sekali pohon-pohon besar menyerang mereka. Para Kage langsung melompat menghindar dari akar-akar pohon itu. Naruto hanya menatap datar mereka. Tak berapa lama, gurun pasir tadi berubah menjadi hutan yang sangat lebat.

"Ini.. Ini... Adalah jurus Hashirama, Kakek ku. Bagaimana dia bisa melakukannya? ", ujar Tsunade.

"Entahlah.. ", jawab Minato.

Naruto kembali memandang mereka yang menatapnya. Tak berapa lama ia kembali merapal segel.

"Katon:Goka Mekyaku"

Naruto kemudia menyemburkan api dari mulutnya dan membuat seluruh Hutan terbakar. Suhu disana semakin panas, dan para Kage sudah terjebak. Naruto hanya menyeringai melihatnya.

"Rasakan itu".

Skip Time sampai Madara menyerap semua Jinchuuriki

Terlihat Madara hanya mengenakan celananya saja. Ia kemudian mengearah ke arah Para Jinchuriki. Menma juga berada disana dengan Kyuubi dan juga Hachibi. Tiba-tiba datang zetsu putih dari dalam tanah.

"Madara-sama, saya sudah membawakan yang anda perlukan. Ini silahkan ambil", ujar zetsu.

Madarapun langsung memutuskan tangan kanan zetsu putih kemudian dia memasukkan sesuatu kemata kananya. Setelah selesai, ia membuka mata kanannya dan merapal segel dengan sangat panjang.

"Kuchiyose:Gedo Mazo"

CRAKK..CRAKK..CRAKKK...

Tiba-tiba muncul patung Manusia Batu di tengah-tengah pertempuran. Patung itu tiba-tiba membuka mulutnya dan mengeluarkan sembilan rantai dan menjerat para Hewan Jinchuriki.

"Madara-sama. Lebih baik kau mengambilnya dari Ichibi baru ke Kyuubi", ujar Zetsu.

"Hmm.. Baiklah", Madara pun langsung menarik Shukaku, namun ditahan oleh Gaara. Namun Madara masih bisa menghalaunya dan memasukkan Shukaku ke dalam Patung tadi. Kejadian tersebut terus berlanjut hingga sampai ke Kyuubi.

Saat ingin memasukkan Kyuubi, Menma menyerang Madara untuk menggagalkannya. Namun Madara langsung mengeluarkan Shinra Tensei dan melempar Menma. Menma pun keluar dari tubuh Kyuubi.

"MENMA! ", Teriak Gaara.

Gaara pun langsung menangkap tubuh Menma dengan Pasirnya. Seluruh Hewan Jinchuriki sudah masuk kedalam Patung tadi. Tak berapa lama, patung tadi berteriak dengan sangat keras. Gaara yang teringat dengan perkataan Kyuubi, langsung membawa Menma ke tempat Minato dan Kushina.

Para Kage Side

Terlihat Minato dan Para Kage sedang melawan patung Buddha yang dibawa oleh Pria bertopeng lainnya. Tak berapa lama Gaara sampai dengan menggendong Menma di punggungnya.

"Tsunade-san. Aku membutuhkan bantuanmu untuk menyembuhkan Menma. Dia sedang sekarat sekarang", ujar Gaara. Minato yang mendengarnya langsung mendatangi Gaara.

"Memangnya ada apa? ", tanya Minato.

"Kyuubi sudah dikeluarkan dari tubuh Menma. Kyuubi berkata dia tak bisa ditolong, kecuali menyalurkan chakra kita semua ke Menma. Dengan kata lain, harus ada salah satu dari kita yang menyerahkan seluruh chakra kita kepada Menma."

Para shinobi yang ada disana mulai diam. Kushina sudah tak bisa lagi menahan air matanya. Ia pun berlari dan memeluk Menma. Para shinobi yang melihatnya hanya bisa diam dan menangis dalam diam. Menma sudah banyak membantu mereka dalam perang ini.

"Aku.. Aku akan memberikan seluruh chakraku untuk Menma agar dia hidup kembali. "ujar Kushina. Mereka yang mendengarnya terkejut, termasuk Minato. Minato pun langsung mendatangi Kushina.

"Apa yang kau lakukan, Kushina? Kau ingin Mati, HAH", Minato sudah tidak bisa menahan emosinya lagi. Ia sudah kehilangan anaknya, dan sekarang anaknya yang satu lagi sekarat dan istrinya ingin menggantikannya.

"Apa lagi yang harus kita lakukan Minato.. Hiks.. Hiks.. ", Kushina langsung memeluk Minato dan menangis dalam pelukannya. Minato hanya mengelus punggung Kushina. Ia bingung harus berbuat apa.

"Itu tidak perlu,biar aku yang melakukannya", ujar Naruto yang tiba-tiba Shinobi yang melihat Naruto langsung memasang posisi siaga. Kushina yang mendengar itu langsung menatap melihat Naruto melewatinya dan mendekati Menma.

"Aku akan memberikan seluruh chakraku padanya".

"Untuk apa kau melakukannya,HAH!",teriak Tsunade.

"Aku sudah mati,kalian ingat?"

"Tapi bagaimana kau melakukannya?",tanya Minato.

"Bukankah Chakramu terbatas,Naru?",tanya Kushina.

Naruto kemudian merapal segel tangan yang sangat panjang,dan tiba-tiba tubuhnya kemudian mengarahkan tangannya kearah Menma.

Play soundtrack Naruto:Water Iily

"Gomen ne Okaa-san karena aku mengatakan bahwa aku membencimu. Kau tahu,itu sangat menyakitkan saat aku mengatakannya. Mana mungkin aku membencimu,biar bagaimanapun kau tidak melihatku,aku tetap menyayangimu,Okaa-san."

"Gomen kalau aku pernah menyakiti hatimu. Aku ingin sekali kita berkumpul lagi seperti dulu. Namun itu tidak akan terjadi karena aku sudah mati. Okaa-san, janganlah bersedih, aku akan ikut bersedih. Aku sangat menyayangimu Okaa-san. Aishiteru Okaa-san. Hikss.. Hiks.. A.. Aishi.. Teru~", ujar Naruto sambil menangis bahagia.

Semua yang ada disana menangis mendengar ungkapan dari Naruto, termasuk Kushina. Ia sampai menggigit bibirnya untuk menahan gejolak hatinya.

"Ryuume Tensei"

Setelah mengatakan itu, tubuh Naruto langsung bersinar terang membuat para shinobi menutup mata mereka. Naruto kemudia memegang tangan Menma dengan erat dan mentranfer seluruh chakranya pada Menma.

"Jagalah Okaa-san untukku, Nii-san", bisik Naruto.

Setelah beberapa saat, cahaya tadi sudah menghilang. Kushina langsung membuka matanya dan melihat Naruto sedang terduduk mengatur nafasnya. Ia pun langsung berlari kearah Naruto dan langsung memeluknya. Kulit Naruto sudah mulai mengelupas dan terurai. Ia tersenyum karena sebelum ia mati, ia bisa memeluk Okaa-sannya.

"Tidak.. Naruto.. Jangan tinggalkan Kaa-san.. Hiks.. Hiks.. ", air mata Kushina sudah menyentuh pipi Naruto.

"Ne.. Okaa-san. Jangan menangis, kau terlihat jelek tahu", ujar Naruto sambil tersenyum lemah.

"Hiks.. Hiks.. Baka".

"Okaa-san.. Arigatou karena telah menjadi ibuku selama aku hidup. Terima kasih karena telah menyayangiku. Aku sangat senang karena kau menjadi ibuku didunia. Dan juga aku berterima kasih kepada Kami-sama karena telah menitipkanku padamu. ", tubuh Naruto semakin lama semakin terurai. Ia pun mengelus pipi ibunya dan mengusap air matanya.

"Aku berharap, Kami-sama mempertemukan kita lagi nanti. Berbahagialah disini, Okaa-san. Jangan terlalu cepat menyusulku, ne", arwah Naruto pun sudah keluar dari tubuh Edo tensei.

"Aishiteru mo Okaa-san".

Keadaan kembali hening. Para Shinobi masih melihat Kushina yang terduduk sambil menundukkan kepalanya. Minato yang melihatnya langsung memeluk Kushina. Dan tak berapa lama, Menma kembali tersadar dan meilhat sekitar.

Skip time setelah Perang Dunia

Play soundtarck Naruto:Suisei

Terlihat banyak shinobi di beberapa Negara sedang berdoa di pemakaman untuk mengenang jasa shinobi yang sudah meninggal. Terlihat Kushina dan keluarganya sedang berdoa di depan kuburan Naruto. Mereka semua menutup mata mereka dan berdoa dengan hikamat.

"Naruto, arigatou karena kau telah memberikanku kesempatan untuk hidup. Aku tak akan melupakan janjiku dan akan menjaga Okaa-san", Batin Menma.

"Naru, Tou-san sangat bangga karena kau adalah anakku. Aku berharap di kehidupan selanjutnya tetap menjadi ayahmu", batin Minato.

"Naru-chan, Okaa-san senang karena Kami-sama menitipkan mu kepadaku. Aku minta maaf karena dulu sempat ingin berbuat buruk kepadamu. Aku sangat merindukanmu, Naru. Kaa-san harap, kaa-san bisa menjadi ibumu lagi di kehidupan selanjutnya", Batin Kushina.

Setelah berdoa, merekapun pergi kerumah masing-masing untuk menjalankan aktivitasnya. Mereka tidak akan pernah melupakan kejadian pahit ini dan berharap kejadian ini tidak akan terulang lagi.

.

.

.

.

TAMAT...

Wah.. Akhirnya season 1 tamat. Dan jika dichap ini kalian beranggapan kalau Naruto itu lemah, terserah. Yang penting udah selesai. Dan saya mau promosi fic baru saya. Lihat aja di story ane.. Ada kok. Review yah.. Dan Makasih atas perhatian agan-agan semua terhadap fic saya selama ini.. Judul fic baru saya KELUARGA.. Tah nyambung tah nggak, gak tau lah.. Ok itu aja dari saya.. Shichidaime-sama... Sekiann

Hiraishin no jutsu