Keesokan harinya...
Natsu melangkahkan kaki lemas menuju sekolah, sudah seminggu lebih semejak Lucy dirawat di rumah sakit, meski sudah cukup lama Natsu belum terbiasa dengan semua itu. Siapa sangka akan begini jadinya, kalau dulu ia tetap bersikap cuek terhadap Lucy untuk apa berwajah murung tiap hari, dihantui oleh perasaan campur aduk antara suka, takut dan khawatir. Keputusan ini memang tepat bukan?
"Natsu!" panggil Laxus-sensei hendak menaiki tangga menuju kelas, membuatnya sempat menoleh untuk sesaat
"Ada apa sensei memanggil saya?"
"Apa maksudmu pergi tanpa izin pada guru bersangkutan?!"
"Ma...maafkan saya"
"Tidak bisa begini terus, Natsu jika kamu bertindak lebih nekat sekolah tidak akan segan-segan untuk mengeluarkanmu!" peringat sensei tegas, terlihat serius dari awal ucapan hingga akhir
"O...oh..kalau begitu saya permisi dulu.."
Dikeluarkan dari sekolah hanya karena beberapa masalah? Sekolah seni Fairy Tail jauh lebih ketat dibandingkan bayangan Natsu selama bersekolah di sana, mungkin dulu hal ini tidak pernah dirasakan olehnya karena sebelum kecelakaan itu terjadi dia adalah murid kebangaan sekolah, sekarang di mata semuanya mungkin tidak lebih dari seengok sampah, hanya Lucy yang masih menggangap Natsu seorang pelukis terkenal, hanya dia seorang...
"Karena itulah apapun yang terjadi aku akan melindungimu, Lucy..."
Hari ini juga dia menjadi lebih rajin dibandingkan hari-hari sebelumnya, Natsu mencatat, mendengarkan penjelasan guru, mengerjakan PR, mengejar semua ketertinggalan akibat waktu yang disia-siakan. Kalau bukan karena Lucy, apa Natsu akan tetap melakukannya? Tidak, bukan hanya demi Lucy tetapi juga dirinya sendiri dan guru-guru, ia benci dipandang rendah terus-menerus, dipergunjingkan karena tidak berguna.
Ding...dong..ding...dong...
Bel pulang pun telah berbunyi, tanpa menunda waktu Natsu langsung pergi ke rumah sakit, berlari-lari kecil di pinggiran jalan agar lebih cepat sampai. Tetapi kemudian ia berhenti setelah melihat sebuah toko pastry yang memajang aneka kue dan makanan manis lainnya, ini mengingatkannya tentang percakapan beberapa bulan lalu.
Flashback...
Setiap kali pergi ke rumah sakit untuk menjenguk seseorang, Lucy selalu memandangi sebuah toko bernama "Lovely Pastry" memperhatikan lekat-lekat kue yang dipajang pada etalase, harganya yang mahal membuat kue-kue tersebut tidak bisa dibeli oleh semua orang. Natsu sudah menyadari hal ini dari lama sekali, merasa penasaran akan tingkah Lucy dia pun bertanya.
"Kamu ingin membelinya?"
"E..eh, tidak tidak" jawab Lucy cepat, sudah jelas dia berbohong
"Jangan bohong, raut wajahmu mengatakan sangat menginginkan kue tersebut, beli saja kalau mau"
"Ta-tapi aku tidak punya uang"
"Kalau begitu kupinjam saja dulu, nanti baru dikembalikan"
"Ayo cepat, kakek menunggu kita"
Entah kenapa setiap kali ditanyakan alasannya Lucy akan menghindar dan langsung berlari menjauh, bahkan hingga sekarang hal itu masih menjadi rahasia...
End flashback..
Meskipun Lucy tidak berada di sini, dia pasti tetap menginginkannya sampai kapanpun. Natsu membuka pintu hingga terdengar bunyi lonceng, pegawai yang ada menyapa ramah sambil tersenyum. Tidak ingin berlama-lama ia langsung membeli dan pergi menuju rumah sakit, apapun kuenya Lucy pasti suka asal diberikan secara tulus. Natsu sampai lebih cepat karena menaiki lift, kalau tidak harus menaiki puluhan anak tangga menuju lantai tiga seperti kemarin.
Tok..tok..tok
"Masuk!"
"Bagaimana keadaanmu sekarang?"
"Sudah lebih baik, apa itu untukku?" tanya Lucy memperhatikan bungkus kecokelatan yang sedang Natsu pegang
"Ya begitulah, aku tau kamu selalu ingin membeli kue di toko tersebut, tetapi kenapa...?"
"Jangan dibahas lagi, terima kasih sudah memberikannya untukku"
"Ah ya...sebenarnya aku tidak tau kue kesukaanmu, jadi..."
"Tenang saja, kue apapun yang Natsu belikan akan kuhabiskan!"
"Hahaha...kamu ini rakus!"
Melihat Lucy makan dengan lahap sempat membuat Natsu tertawa kecil, dia sudah seperti orang kelaparan tidak makan selama tiga hari saja. Tetapi di sisi lain terselip rasa kasihan di dalam benaknya, makanan rumah sakit pasti tidak enak sehingga pemberian Natsu barusan amatlah berharga. Keluarga Heartfilia begitu kaya, kalau Lucy adalah seorang wanita yang sombong pemberian dari Natsu bukanlah apa-apa, dengan uang mengalir bak sungai toko pastry tersebut pasti bisa dibeli.
"Mau?" tawar Lucy menyodorkan sepiring kue
"Aku tidak terlalu suka makan-makanan manis, habiskan saja"
"Tapi ini sangat enak, kamu juga harus memakannya..."
"Ba-baiklah kalau kamu memaksa" lagi-lagi tatapan maut itu muncul, langsung membuat Natsu tak bisa menolak
"Enak bukan?"
"Iya kue ini enak, terima kasih"
"Kapan-kapan belikan lagi ya untukku"
"Tentu, asal Lucy suka akan kubelikan lagi nanti"
Dari dalam tas Natsu mengeluarkan beberapa buku tulis atau lebih tepatnya buku catatan. Selama jam istirahat berlangsung ia sibuk menyalin ulang kemudian menggabungkan tumpukan buku tersebut menjadi satu, memang tulisan Natsu agak berantakan tetapi setidaknya masih terbaca. Lucy membulak-balik halaman buku, menganguk-anggukan kepala kemudian tersenyum.
"Bagulah tulisanmu sudah lebih baik dibandingkan dulu, syukurlah menyuruhmu berlatih dengan tangan kiri adalah pilihan terbaik!"
"Tanpamu mungkin sekarang aku tidak akan bisa menulis"
"Natsu itu pintar, baik, dapat diandalkan, pengertian dan selalu optimis. Jadi meski tanpa kehadiranku kamu tetap bisa asal rajin berlatih"
"Senang mendengarnya...oh iya ada juga beberapa tugas dan..."
Selama sejam lebih Natsu menemani Lucy, mengajari matematika, membantu dalam mengerjakan tugas dan hal lainnya. Jam tepat menunjukkan pukul tiga sore, waktu berjalan terlalu cepat ya...gumam Natsu menundukkan kepala, itu berarti sebentar lagi dia harus pulang ke rumah.
"Jangan murung seperti itu" hibur Lucy menepuk-nepuk bahu sahabatnya
"Kamu akan baik-baik saja-kan?"
"Sebentar lagi ayah dan ibu akan datang kemari jadi tenang saja, kamu terlalu banyak khawatir Natsu..."
"Ha-habis...sudahlah lupakan saja"
"Oh iya, ini!" selebaran tentang lomba melukis, tetapi untuk apa?
"Tunggu, jangan bilang..."
"Supaya kemampuanmu semakin meningkat, ikutilah lomba tersebut. Menurutku temanya sangat bagus dan pas"
"Memang apa temanya?"
"Tentang seseorang yang paling berharga dalam hidupmu, terdengar bagus bukan?!" entah kenapa Lucy sangat antusias tentang perlombaan lukis tersebut, padahal dia tidak menjadi peserta
"Boleh juga saranmu"
"Tetapi ada syaratnya, tidak sulit kok"
"Aku sudah tau, lagipula semua tertulis di dalam selebaran ini kok"
"Ini syarat khusus dariku, aku ingin agar kamu tidak menggambarku"
Lucy mengatakannya seakan sudah tau bahwa Natsu akan mengambar dirinya saat perlombaan nanti, dia sempat mengernyitkan dahi, merasa syarat tersebut sangatlah aneh. Tetapi Natsu memutuskan untuk tidak bertanya dan langsung pulang menuju rumahnya, kalaupun ditannya mengapa Lucy akan langsung membelokkan topik seperti persoalan tentang "toko pastry".
Pintu rumah kediaman Heartfilia terbuka lebar tanpa ada seorangpun yang menutupnya, mungkin bisa dibilang tindakan Natsu kali ini agak nekat dan tidak sopan, dia masuk ke dalam sambil melihat-lihat sekitar, menaiki tangga lalu memasuki sebuah ruanngan yang diyakini adalah kamar Lucy. Meski gelap Natsu memutuskan untuk tidak menyalahkan lampu, bisa-bisa nanti kepergok tetangga, bibi atau paman.
Kalau diminta untuk menjelaskan kamar tersebut cukup luas dengan boneka yang menyebar ke segala arah. Jadi Lucy adalah penggila boneka ya...gumam Natsu melihat langit-langit kamar dipenuh dekorasi bergambar bintang, meja belajarnya pun terlihat acak-acakkan dengan kertas bertebaran di sana-sini. Saat mengambil salah satu rupanya itu adalah sketsa komik, tetapi semakin diperhatikan entah kenapa karakter ini sangatlah mirip dengan Natsu, meski dia sendiri tidak terlalu jelas saat melihatnya.
PRUKK!
Sebuah map terjatuh dari atas meja karena tergeser oleh tangan Natsu, ia mengambil map tersebut dan membuka isinya, banyak sekali sampai berlembar-lembar...merasa penasaran dinyalakannya lampu meja belajar hingga semua terlihat jelas, Natsu sendiri tidak terlalu mengerti tentang isi dari setiap lembaran kertas karena ada begitu banyak istilah medis, dan saat nama Lucy Heartfilia tertera di sana...
"I-ini bohongkan?!" ucap Natsu tidak percaya, menjatuhkan berkas tersebut karena shock
"Tidak ada rekayasa apapun dalam isinya" balas seseorang menuju kamar Lucy
"Paman?!"
"Siapa sangka kamu akan masuk ke dalam rumah dan melihat isi kamar Lucy..."
"Ma...maaf...pintunya seakan-akan memanggil saya untuk masuk ke dalam" memang terdengar aneh, tetapi Natsu tidaklah berbohong
"Setelah mengetahui hal ini, apa yang akan kamu perbuat, Natsu Dragneel?" tanyanya serius, Jude Heartfilia, ayah dari Lucy
"Sa-saya akan mengabulkan segala permintaan Lucy, jadi paman tenang saja, saya akan membuatnya bahagia"
"Kami mengandalkanmu Natsu"
Melihat amplop bertulisan "foto" di depan bungkusnya, Natsu langsung menyambar amplop tersebut dan membawanya pulang ke rumah untuk dilukis. Sekarang dia mulai bergerak untuk mengabulkan permintaan Lucy, dan juga berusaha demi perlombaan yang akan diadakan sekitar dua minggu lagi.
Bersambung...
A/N : Minna, makasih ya udh mendukung dari awal hingga skrg! Sepertinya ad yg kurang nih, hmm...oh iya, saya berharap bisa mendapatkan lebih dari 40 riview, kalau bisa melampaui cerita Kokoro no Placard! E-eto, maka dari itu mohon bantuannya ya! Terima kasih sekali lagi.
Balasan riview :
Anonim : Liat nanti aja deh wkwkwkw, ok thx ya udh riview hehehe :D
Kaoru Dragneel : Iya ya untuk Lucy gpp hehehe...oke dehh makasih ya udh riview terus dari awal hingga srkg, semoga chapter 10nya tidak mengecewakan!
