Forgiven you

Author : Song Dong Hee

Genre : Romance, drama

Rating : T

Cast : Super Junior

Pairing : Sibum , Haebum

Warning : GS , EYD berantakan , bahasa yang aneh

DONT LIKE GO AWAY

Here they are

Chapter 10

#np Amazing Grace

Kibum memandang nanar Park Ha Neul. Bertambah lagi rasa sakitnya. Orang yang disangka nya baik, ternyata telah membuat orangtuanya salah paham dan menyebabkan dia kehilangan orangtuanya. Ha Neul masih tidak mengerti sampai dia melihat bingkai foto yang pecah. Dia segera mengambil foto itu dan melihat kemiripan dalam wajah Kibum dengan pria yang dicintainya dulu.

"Ja-jangan kau.. Kim Kibum?" cicit nya. Kibum masih terdiam dan sorot matanya penuh dengan luka.

Ha Neul menghela nafas dan berkata "Ayahmu sering bercerita padaku tentang mu. Kau memang putri yang sangat cantik dan berharga baginya. Aku yang waktu itu mendengar kalau ibu mu tertabrak mobil, datang ke rumah ayahmu dan melihat dia benar-benar terpuruk. Hatiku benar-benar sakit melihat nya menangis seperti itu. Akhirnya aku tahu kalau dia memang benar-benar mencintai ibu mu. Dan aku memutuskan untuk menjadi biarawati dan mengabdi pada Tuhan"

"Kau pergi setelah membuat keluargaku berantakan huh?" sinis Kibum

"Tidak! Aku tidak pernah bermaksud untuk itu! Aku hanya mencoba memberi bantuan karena ayahmu membutuhkan uang. Aku sadar kalau aku tidak boleh mencintai suami wanita lain. Aku benar-benar minta maaf kalau kau membenciku..aku sungguh-sungguh minta maaf" Ha Neul menutupi wajahnya dan menangis keras. Dosa yang dialaminya di masa lalu kini tersibak kembali. Mengingat itu membuat hatinya perih.

"Lalu, apa kau masih mencintai ayahku?" tanya Kibum dingin

"Aku sudah tidak mencintainya lagi. Karena aku sudah mengabdikan diriku pada Tuhan" lirih Ha Neul. "Kumohon Kibum, jangan membuat hatimu semakin sesak dan kering dengan membenci orang-orang. Ini sudah 10tahun. Ampuni orang-orang yang kau benci itu"

"Diam! Kau tidak tahu bagaimana aku hidup selama ini! Kau tidak tahu apa-apa! Jangan ikut campur!" Kibum berteriak mengeluarkan segala emosinya selama ini. Air mata mengalir di pipi nya. "Sudah..cukup.." Kibum jatuh terduduk dan menangis keras.

Ha Neul berniat mendekatinya namun diurungkan niatnya itu. "Tuhan mengasihimu Kibum, Dia akan mengampunimu kalau kau mengampuni orang lain" Ha Neul bangkit berdiri dan keluar dari kamar itu.

.

.

.

Siwon melajukan mobil audy nya dengan kecepatan di atas 80km/jam. Tidak dipedulikannya kalau dia akan menabrak atau ditilang polisi. Yang penting dia bertemu dengan bummienya. Setelah mendapat informasi dari Tiffany kalau dia menyekap di salah satu bangunan kosong di Daegu, dia langsung kesana.

Setelah sampai dia langsung masuk ke dalam dan naik ke lantai 2. Tidak ada siapa-siapa disana. Tentu saja mengingat Kibum sudah melarikan diri. 'Ternyata dia bicara jujur' Siwon mengusap wajahnya frustasi. "Kau dimana Bummie.." lirihnya.

Saat dia hendak keluar dari sana, dia menginjak sesuatu. Siwon mengambil artikel yang ternyata tidak sengaja diinjaknya itu. Artikel yang sudah tua tertulis kecelakaan di jalan raya Seoul. Seorang wanita tertabrak mobil yang dikendarai oleh seorang anak laki-laki. Dan wanita itu meninggal.

DEGG

Siwon membulatkan matanya. 'Ini kan kejadian waktu itu' Siwon membaca artikel itu teliti dan melihat seorang anak perempuan yang menangis di dekat jasad ibunya. Siwon merasa dia pernah melihat anak itu. Diputuskannya menghubungi orang kepercayaannya untuk menyelidiki siapa anak perempuan itu.

.

.

.

Kibum bangun dari tidurnya. Matanya bengkak karena terlalu lama menangis. Diliriknya sarapan yang dibuat Ha Neul di atas meja. Mengabaikan sarapan itu dan masuk ke dalam kamar mandi. Setelah mandi, dia menyisir rambutnya dan menatap kosong cermin di depannya itu. "Donghae oppa" dia teringat kakak masa kecilnya itu. "Aku harus menghubunginya"

Kibum keluar dari kamar dan mencari telpon untuk menghubungi Donghae. Setelah ketemu, ditekannya nomor handphone Donghae yang diingatnya.

Donghae yang ada di depan rumah Kibum mendengar handphone nya berdering. Dari nomor yang tidak dikenal. Donghae tidak berniat mengangkat telpon itu. Kibum yang tau Donghae tidak mengangkat telponnya, kembali mencoba menelpon Donghae namun telponnya dimatikan. Kibum memutuskan mengirim pesan suara pada Donghae.

"Oppa..ini aku. Aku ada di gereja daerah Daegu. Aku benar-benar lelah. Bawa aku dari sini oppa" Kibum menutup telponnya dan terdiam. Haruskah dia menelpon Siwon? Untuk mendengar suaranya? Suara yang sangat dia rindukan. Kibum mengangkat gagang telpon itu dan menekan nomor handphone Siwon.

'Yeoboseyo?'

Kibum tersenyum getir. Air matanya kembali mengalir. 'Yeoboseyo? Kalau kau tidak bicara aku akan tutup telponnya'

"Wonnie.."

'Bummie? Ini kau Bummie? Bummie! Kau dimana? Aku mencarimu kemana-mana' suara Siwon yang panik membuat Kibum kembali terisak. Dia tidak tahan. Dia buru-buru menutup telponnya dan menutup mulutnya agar tidak ada yang tahu dia sedang menangis.

Siwon berusaha menghubungi Kibum namun tidak tersambung. "Bummie kau dimana?" Siwon menangis. Dia menyesal kenapa tidak bisa menjaga Kibum. Dia melupakan janjinya. 'Mianhae..'

.

.

.

Setelah dirasa Kibum tidak akan muncul di rumahnya, Donghae masuk ke dalam mobilnya dan bersandar di kursi pengemudi. Wajahnya lelah dan dia putus asa. Mencari Kibum selama seminggu namun belum ada hasilnya. Dia ingat belum menghidupkan handphone nya dari pagi.

'Huh? Ada voice message?' Dibukanya pesan itu dan didengarkannya.

'Oppa..ini aku. Aku ada di gereja daerah Daegu. Aku benar-benar lelah. Bawa aku dari sini oppa'

Donghae membulatkan matanya. Ini suara Kibum! Dan dia ada di Daegu. Buru-buru Donghae memutar mobilnya dan menuju Daegu.

.

.

.

"Yeoboseyo?"

"Tuan Siwon, kami sudah tahu siapa anak perempuan itu"

"Katakan, siapa namanya?" jawab Siwon tidak sabaran. Sungguh perasaannya benar-benar tidak enak.

"Kim Kibum namanya. Putri pasangan Jang Na Mi dan Kim Hyun Sik. Ibunya meninggal dalam kecelakaan dan ayahnya meninggal karena bunuh diri 3 minggu yang lalu"

Siwon menjatuhkan handphone nya. 'Ti-tidak mungkin..Bummie..aku menabrak ibu Bummie..'

"ARRGHH!" Siwon berteriak. Kenapa harus seperti ini? Dia membunuh ibu dari wanita yang dicintainya. Dia memukul-mukul dadanya, sesak. Benar-benar sesak.

.

.

.

Kibum duduk di kursi gereja. Di barisan belakang. Dipandanginya salib yang ada di atas altar. 'Tuhan, aku harus bagaimana? Aku benar-benar lelah'

Samar-samar dia mendengar suara piano mengalunkan lagu. Lagu yang benar-benar menyentuh hati Kibum. Lagu Amazing Grace.

Amazing Grace, How sweet the sound

That saved a wretch like me

I once was lost but now am found

Was blind, but now I see

Tes

Air mata Kibum kembali jatuh. 'Inikah jawabanMu Tuhan? Aku harus mengampuni mereka?'

Donghae berlari masuk ke dalam gereja itu dan menemukan Kibum yang duduk membelakangi nya.

"Bummie!"

Kibum menoleh dan menemukan Donghae. Donghae langsung memeluk Kibum erat. "Syukurlah kau selamat..aku mencemaskanmu"

Kibum tersenyum dan menepuk punggung Donghae lembut. "Aku tidak apa-apa oppa. Sekarang aku tahu apa yang harus aku lakukan. Aku akan belajar memaafkan mereka. Memaafkan Siwon, bibi Ha Neul, para polisi, dan teman-teman yang lain"

Donghae melepaskan pelukannya dan menatap Kibum. "Benarkah? Kau mau memaafkan mereka?"

"Ne, kau tahu membenci orang hanya membuat hatimu sesak dan sakit. Apalagi selama 10tahun. Benar-benar tidak enak. Hehehe" Kibum tertawa bahagia dan Donghae tersenyum. Kibum kecil yang dikenalnya dulu sudah kembali.

"Jja, kita kembali ke Seoul"

"Tunggu, aku mau menemui bibi Ha Neul. Oppa tunggu disini dulu"

"Bibi Ha Neul? Siapa dia?" tanya Donghae bingung. "Nanti akan ku jelaskan. Tunggu ya oppa" Kibum berlari kecil masuk ke ruangan di sebelah kanan. Diketuknya pintu itu dan setelah mendengar suara 'masuk' dia membuka pintu dan melihat Ha Neul yang sedang selesai berdoa.

"Kibum? Masuklah. Ada apa?" tanya nya lembut

"Bibi, aku rasa kau benar. Aku akan mencoba memaafkan orang-orang yang kubenci"

Ha Neul tersenyum dan memeluk Kibum. "Aku tahu kau pasti bisa mengampuni mereka dan juga bibi. Kau gadis yang baik Kibum-ah"

"Ne. Bolehkan aku memanggilmu Park eomma?"

"Tentu saja. Kau boleh memanggilku Park eomma. Eomma boleh memanggilmu Bummie kan?"

"Ne Park Eomma" keduanya tersenyum.

'Na Mi-ya, Hyung Sik-ah, kalian pasti bahagia melihat putri kalian'

.

.

.

"Oppa, ayo pergi" Kibum yang keluar bersama Ha Neul mendekati Donghae di tempat Kibum tadi.

"Ne. Kajja"

"Park Eomma, kami pergi dulu. Aku akan sering ke sini"

"Jaga dirimu Bummie. Eomma akan mendoakanmu selalu" Keduanya berpelukan sekali lagi dan pergi dari sana. Kibum melambaikan tangannya dan mobil Donghae membawa keduanya menuju Seoul.

Di dalam mobil Kibum menceritakan segalanya pada Donghae. Dari Siwon yang menabrak eommanya, siapa Ha Neul dan Tiffany yang menyekapnya. Donghae sempat ingin menghajar habis-habisan Siwon setelah mereka sampai namun Kibum melarangnya. 3 jam kemudian mereka sampai di Seoul tepatnya di rumah Kibum. Hari sudah beranjak malam saat mereka sampai.

Keduanya terkejut melihat Siwon yang terbaring di depan pintu rumah Kibum. "Wonnie! Irreona!"

Siwon perlahan membuka matanya dan langsung memeluk Kibum begitu melihatnya. Kibum hampir saja jatuh kalau dia tidak ditahan Donghae.

"Bummie..maafkan aku..aku menabrak eomma mu dan melarikan diri..maafkan aku" Siwon meminta maaf sampai menangis.

"Aku sudah memaafkanmu Wonnie. Saat aku tahu kau yang menabrak eomma ku, aku merasa benci padamu. Tapi aku tidak bisa benar-benar membencimu. Cintaku mengalahkan rasa benciku"

Siwon melepas pelukannya dan memandang Kibum "Kau mau memaafkanku?" Kibum mengangguk sebagai jawaban.

"Terima kasih..terima kasih Bummie. Aku akan menyerahkan diriku pada polisi besok. Aku harap kau mau menungguku"

"Aku akan menunggumu. Sampai kapanpun"

Donghae yang melihat keduanya hanya tersenyum. Meskipun dia harus merelakan gadis yang dicintainya, namun dia merasa bahagia saat Kibum bahagia. Yah, mungkin dia akan menemukan gadis yang lebih dicintainya daripada Kibum.

.

.

.

Besoknya Siwon menyerahkan dirinya pada polisi. Dia diadili di pengadilan dengan pengacara yang handal dia dijatuhi hukuman penjara 3 tahun penjara. Tiffany juga dilaporkan ke polisi dengan tuduhan penculikan dan penganiayaan. Suju M dan SNSD kehilangan anggota mereka dan SM menghentikan aktifitas mereka selama 1 bulan untuk meredakan wartawan yang terus meminta jawaban atas masalah Siwon dan Tiffany.

Kibum? Dia masuk ke Universitas Seoul dan mengambil jurusan kedokteran. Dia ingin menyembuhkan orang-orang yang sakit dan menguatkan anak-anak yang kehilangan orangtua mereka. Meskipun harus menunggu Siwon selama 3 tahun tapi dia tetap mengunjungi Siwon 3 hari sekali dan tetap mencintai namja itu.

Donghae pun tampaknya tengah menemukan gadis lain bernama Lee Hyuk Jae. Adik perempuan Eunhyuk. Meski keduanya sering bertengkar namun mereka saling mencintai.

.

.

.

Kibum memainkan harmonicanya di depan pasien anak-anak di tempatnya praktik kuliah.

"Uilsa benar-benar hebat main harmonicanya" puji anak perempuan yang manis setelah Kibum selesai bermain.

"Ne, uilsa sudah cantik pintar main harmonica lagi. Kalau Jonghyun sudah besar mau nikah sama Kibum uilsa ah"

"Ett tidak bisa bocah kecil. Kibum uilsa sudah ada yang punya" tiba-tiba Siwon memeluk Kibum dari belakang. "Wo-wonnie? Kau sudah keluar?"

"Ne bummie. Aku diberi gratifikasi dari presiden karena sebentar lagi hari natal"

"Yah! Ahjussi jelek berewokan jangan meluk-meluk Kibum uilsa!" sungut Jonghyun bocah cilik berumur 8 tahun

"Mwo? Ahjussi jelek berewokan?"

"Ne! Ahjussi jelek kayak gelandangan" ejek Jonghyun sambil menjulurkan lidahnya. "Sudah Jonghyunie, ahjussi ini namanya Siwon. Wonnie, jangan memarahi Jonghyunie. Arraci?"

"Ne ne Bummie. Tapi ada syaratnya" ujar Siwon jahil. Belum sempat Kibum bertanya apa syaratnya bibirnya lebih dahulu dibungkam oleh bibir Siwon. Membuat pasien anak-anak itu menjerit seperti fangirl. Ckck

"Haish.. Wonnie pervert! Jangan di depan anak-anak dong" kata Kibum kesal dengan wajah memerah.

"Kalau tidak di depan anak-anak berarti kau mau dong Bummie?" Siwon tersenyum mesum.

"Yah!"

Meski begitu Kibum tersenyum dan memeluk Siwon. Menghilangkan rindunya pada namja yang dicintainya selama 3tahun ini. Mata indahnya yang terbingkai kacamata melihat ke langit dari jendela dan tersenyum. 'Appa, eomma. Terima kasih. Sekarang aku akan menjalani hidupku yang baru sekarang. Semoga kalian bahagia disana'

END

Maafkan saya yang lama banget updatenya. Saya lagi hiatus. Maaf kalo endingnya jelek dan pendek. Terima kasih yang sudah membaca, mereview, memfavoritkan, memfolllow ff ini :) maaf saya gak bisa membalas review kalian :(

THANKS TO :

Shim Yeonhae

zakurafrezee

bumhanyuk

wonnie

neshiaexotic

Cho97

meyy-chaan

Merry Christmas and Happy New Year ^^