EPILOG

Title:Because You're The Chosen One – Epilog
Author:nanaspineapple
Pairing:Yewook
Genre:Supernatural, drama
Rating:M
Disclaimer:Kesamaan nama tokoh memang disengaja
Summary: Seorang vampir sudah pasti mencintai manusia yang sudah dipilih untuknya, namun si manusia belum tentu mencintai vampirnya. Tidak mudah untuk mencintai seorang vampir, tapi mereka harus mencintai satu sama lain..


Duapuluhtiga kali kencan, empat kali berhubungan intim dalam waktu setahun. Kegiatan mereka memang begitu-begitu saja, namun tidak lantas melonggarkan hubungan mereka. Jongwoon sempat mengalami masa-masa sulit dalam transformasinya menjadi vampir, meskipun Hyukjae sudah mengatakan padanya bahwa semuanya akan baik-baik saja. Ryeowook pun tidak lantas diam, berkali-kali ia menyemangati kekasihnya itu agar tidak menyerah, dan Jongwoon sudah bisa membiasakan diri dengan keadaannya saat ini. Darah yang ia tidak suka karena bau anyirnya, kini terasa sangat manis.

Ryeowook yang saat ini sudah benar-benar bisa terlihat seperti manusia normalpun mulai mengambil pekerjaan tetap sebagai barista di sebuah coffee shop yang mana Kyuhyun juga bekerja di sana karena bosan hanya diam di rumah menunggu Jongwoon pulang.

Di hari di mana sudah setahun mereka menjalani hubungan mereka, Jongwoon mengajak Ryeowook untuk kencan ke pantai. Ryeowook yang selama ini hanya melihat laut dari tv sangat gembira dan antusias. Pantai yang dipilih Jongwoon adalah pantai yang sepi dan agak jauh dari jalan besar, dan hari itu juga bukan musim liburan, sehingga mereka benar-benar berdua saja di pantai itu.

"Indah sekalii~" ucap Ryeowook gembira sambil memandang matahari yang sudah berada di ufuk barat. Sejak melihat drama di mana sepasang kekasih melihat sunset bersama di pantai, ia selalu ingin melakukannya, dan Jongwoon mengabulkannya bahkan tanpa Ryeowook memintanya.

"Tenggelamnya masih lama," ujar Jongwoon, "kita jalan-jalan saja dulu."

Ryeowook mengangguk sambil tersenyum dan menggenggam tangan Jongwoon, lalu menariknya dan mereka berjalan beriringan.

"Sudah setahun, ya.." ujar Ryeowook. "Rasanya banyak hal yang sudah terjadi."

"Sangat banyak." Jongwoon mengangguk. "Terutama pada awal hubungan kita."

Ryeowook meninju lengan Jongwoon. "Kalau ingat itu jadi kesal, tahu. Kau dulu menyebalkan, keras kepala, gengsian, bodoh. Aku tidak percaya sekarang aku menjadi kekasih orang yang seperti itu."

Jongwoon menyentak tangan Ryeowook sampai vampir itu berhenti berjalan, menariknya dan memeluknya. "Apa kau pikir kau pantas mengatakan hal seperti itu padaku, hah?"

"Tentu saja pantas!" Ryeowook berusaha mendorong dada Jongwoon. "Itu benar, 'kan!"

Jongwoon menarik Ryeowook ke laut dan Ryeowook merasakan gelombang dingin saat air menyentuh kakinya, dan berteriak kaget saat Jongwoon menjatuhkannya. Air menciprat dengan keras dan celana pendek selutut yang dipakai Ryeowook langsung basah semua.

"Apa yang kau lakukan!" protes Ryeowook. Jongwoon tertawa.

"Main di laut memang harus begitu," ujar Jongwoon, masih tertawa.

"Awas kau, ya!" ancam Ryeowook sambil berdiri dan mengejar Jongwoon yang sudah kabur duluan.

oooooooooooooo

Mereka duduk di atas pasir, dari kepala sampai kaki masih basah karena bermain air terlalu lama, Ryeowook di antara kaki Jongwoon, punggung menempel erat ke dada pria itu, tangan Jongwoon di depan perut Ryeowook dan Ryeowook memeganginya lembut. Mereka menatap matahari yang perlahan-lahan semakin turun ke bawah.

"Indah sekali, ya. Aku sudah memimpikan ini sejak lama," ujar Ryeowook pelan. Matanya tidak lepas dari matahari yang perlahan-lahan semakin tidak terlihat.

"Kau masih lebih indah dari itu," bisik Jongwoon di telinga Ryeowook. "Ini juga sudah kuimpikan sejak lama. Bisa berdua saja denganmu di tempat seperti ini," tambahnya, bibirnya mulai bermain dengan daun telinga Ryeowook.

Ryeowook selalu tertawa tiap mendengar kata-kata gombal Jongwoon. Mereka melanjutkan menatap matahari yang semakin turun. Suasana semakin gelap, dan mereka terbawa suasana. Setelah matahari benar-benar menghilang dari pandangan, Jongwoon mengajak Ryeowook kembali ke penginapan untuk istirahat. Jongwoon berdiri lebih dulu dan menarik tangan Ryeowook sampai vampir itu berdiri. Ryeowook menepuk-nepuk pasir yang menempel di celananya, tapi karena terlalu banyak pasir di sana, ia menghentikan gerakan tangannya dan menatap Jongwoon di depannya. Tiba-tiba Ryeowook memeluk leher Jongwoon, membuat pria itu tersentak dan menciumnya lembut. Jongwoon tidak perlu kaget dua kali untuk memeluk pinggang vampir itu dan memperdalam ciuman mereka.

Ciuman yang hanya sepuluh detik itu, sudah cukup melukiskan cinta abadi mereka.

("Ryeowook-ah, tahu, tidak. Ciuman tadi itu, ciuman paling asin yang pernah kulakukan."

"Bibirmu juga asin, tahu!")

-THE END-

A/n:Akhirnya selesai jugaa :D lega banget rasanya xD banyak kendala dalam penulisan cerita ini, tapi selesainya ternyata lancar-lancar aja, bagus deeeh~
Saya akan sangat terkesan dan berterimakasih kalau pembaca mau ngasih kesan-kesannya selama membaca dan kekurangan-kekurangan saya dalam menulis cerita ini `-`)/ itu akan sangat membantu untuk cerita-cerita saya selanjutnya
Ke depannya mungkin saya bakal banyak nulis oneshot seperti biasa, karena nulis chaptered itu, jujur aja, susah -,-v dan pairing yewook bakal merajalela (?) di ff-ff saya yang selanjutnyaah, tapi gak menutup kemungkinan kalau saya bakal nulis pair yang lain jugaw

Akhir kata, makasih buat semua pembaca yang udah bersedia menyediakan sedikit waktunya buat membaca cerita ini hehe ^^ apalagi yang nungguin, yang ngecek udah apdet atau belum, saya yakin ada yang kayak gitu (pede tingkat provinsi), makasih buanget xD sama kalo ada silent reader juga.. ah sebenernya saya rada ilfil sama silent reader, padahal itu kerjaan saya jaman dulu .-.v /plak/

Terus dari beberapa pembaca yang review kemaren, kok ada beberapa yang gak menyadari kalau kemaren itu chap terakhir? Padahal di summary sama di author note juga udah ditulis .-. buat pembaca macam ini, saya mau ngasih tau aja kalo author note itu penting buat dibaca ^^ banyak informasi yang bisa diterima mengenai ff yang kalian baca, karena 'kan gak mungkin ngasih tau info di tengah-tengah ff? Selain ganggu cerita, itu juga ngelanggar aturan.
Aduh sok tua kan gue wakakak

Makasih buat yang udah baca, terutama yang nyempetin review :B

Sampai jumpa ^^

-nanas