.
Chapter 10 : District 3 (Sacrifice)
.
Summary :
Di tengah perjalanan menuju God House distrik 3, terjadi penyerangan di kapal mereka karena ada penyusup yang masuk ke hawkzille, tepatnya seorang pembunuh bayaran yang mengincar nyawa Ouka. Karena terdesak oleh Souichirou, Ouka didorong jatuh keluar hawkzille sehingga Souichirou ikut lompat dari hawkzille demi menangkap Ouka. Untungnya mereka terjatuh ke sungai yang ada di distrik 3, meski keadaan tak begitu baik mengingat mereka harus terdampar di tengah hutan yang sudah dipenuhi para pembunuh bayaran sesuai rencana. Saat Souichirou dan Ouka berusaha untuk kabur dari kejaran para pembunuh bayaran, Ouka berhasil melarikan diri bersama Hakuren meski dengan bayaran nyawa Souichirou.
Ouka menghela napas, ia memikirkan apa yang telah terjadi padanya sejak perjalanan dimulai. Sekarang ia dibingungkan perasaannya sendiri karena ia tak mengerti perasaannya sekarang ini harus disebut sebagai apa. Ia berusaha tak memikirkannya lebih lanjut, sehingga ia kembali ke kamarnya dan ingin beristirahat "berapa lama lagi sampai kita tiba di God House distrik 3?".
"sekitar 6 jam lagi, saat matahari terbenam, tuan putri..." ujar seorang dayang.
Ouka agak heran bukan karena melihat ke-3 dayangnya tak ada, tapi karena bahkan ke-4 orang yang harusnya menemaninya bersama Hakuren juga sedang tak ada di kamarnya saat ini "mana yang lain?".
"sayang sekali, mereka sedang sibuk dan takkan datang kemari, tuan putri..." ujar dayang itu menghunuskan pedangnya "matilah!?".
Souichirou dan Hakuren tiba tepat waktu, Hakuren pun melindungi Ouka sementara Souichirou menghadapi gadis yang hampir menusuk Ouka. Gadis itu terbelalak melihat Souichirou, lalu melepas penyamarannya sebagai pelayan. Begitu ciput, seragam pelayan dan wig itu ia lepas, terlihat rambut lurus merahnya yang pendek, dress ala China selutut dengan belahan hingga paha dan celana legging hitam membentuk lekuk tubuh wanita dengan mata merah tua seperti darah, warna yang sama dengan warna rambutnya itu terlihat sangat seksi.
Yang mengejutkan adalah saat wanita itu mengeluarkan pisaunya dan menyerang Souichirou berkali-kali "lama tak berjumpa, pangeran es... atau kau bahkan sudah lupa wajahku?".
"...kau potong rambutmu, Scarlet?" ujar Souichirou menghindari serangan Assassin yang ia panggil dengan sebutan Scarlet itu.
"rambut? Aku tak membutuhkannya..." ujar Scarlet terkekeh, menyerang Souichirou sekuat tenaga "kubuang semua sisi kewanitaanku sejak malam itu... di malam kau membunuh semua anggota keluargaku dan membakar habis rumahku?!".
"wajar jika kau membenciku... tapi kenapa kau muncul disini dan berusaha membunuh tuan putri?".
"setelah aku kehilangan keluarga dan tempat tinggal, sebuah kelompok Assassin merekrutku, melatihku hingga aku sekuat mungkin... demi membunuhmu?!" ujar Scarlet melempar pisau ke belakang Souichirou, mengenai lengan kiri Hakuren "sayangnya, kali ini aku hanya ditugaskan kemari untuk menculik, bukan membunuh...".
"jika kau ingin balas dendam, lakukan padaku!? jangan libatkan orang lain?!" ujar Souichirou mengalihkan pandangannya dari Hakuren dan Ouka yang ada di belakangnya.
"sejak kapan kau jadi naif, tuan baik hati? Jika kau bunuh aku juga saat itu, aku tak perlu semenderita ini atau berusaha untuk membunuhmu..." ujar Scarlet mengarahkan pisaunya ke wajah Souichirou setelah ia naik ke atas tubuh Souichirou dan mendesaknya.
Souichirou menahan pisau Scarlet sekuat tenaga dan melontarkan Scarlet ke belakangnya. Ini digunakan Scarlet untuk mendorong Ouka ke luar hawkzille dimana di bawah terdapat sungai dan hutan di distrik 3 yang merupakan ciri khas di distrik 3, tepat setelah Scarlet mendorong Hakuren menjauh. Saat Keith, Satsuki dan Kasumi tiba di kamar bersama ke-3 dayang, mereka melihat Souichirou ikut melompat dari hawkzille. Setelah berhasil menangkap tubuh Ouka dan memeluknya erat, Souichirou dan Ouka tercebur ke dalam sungai.
Sesampainya di daratan, Souichirou mengamati keadaan sekeliling setelah ia memastikan Ouka hanya pingsan "di tengah hutan, rupanya... tapi kenapa perasaanku tak enak? Aku rasa sekarang hanya bisa mencari jalan keluar berdasarkan posisi matahari dan berdoa agar si anjing gila itu bisa menemukan kami".
Muncul pertigaan di kepala Keith yang berhasil menangkap Scarlet, kini dia menginterogasi Scarlet setelah tadi Satsuki dan Kasumi mengikatnya kuat-kuat "nah, sekarang, nona Scarlet... aku tak berharap kita bertemu lagi dalam kondisi sekarang... kenapa kau menyerang tuan putri dan mendorongnya jatuh ke sungai?".
Hakuren kembali setelah ia pergi ke ruang kopilot "aku sudah meminta pilot untuk melakukan pendaratan darurat, kita akan mendarat di tepi hutan dalam waktu 15 menit... tapi jika kita ingin melakukan penelusuran di hutan demi melakukan pencarian, kita harus melakukannya secepat mungkin sebelum matahari terbenam, yang berarti kita hanya punya waktu sekitar 5 jam 30 menit...".
Scarlet tertawa keras "kusarankan lebih baik kalian bergerak cepat sebab penyusupanku kemari hanyalah umpan, pasukan yang sesungguhnya sudah menunggu di dalam hutan... tak ada pilihan lain bagi Souichirou selain membawa tuan putri melewati hutan itu jika mereka ingin keluar dan menuju God House... dan yang menunggu di dalam hutan adalah seluruh anggota Assassin tempatku bernaung... sekuat apapun anak iblis itu, dia pasti tetap kesulitan karena harus melindungi tuan putri sekaligus bertarung...".
"oh, ya? aku malah tak yakin teman-temanmu akan selamat..." ujar Keith.
"kau tak tahu siapa yang akan dihadapi anak iblis itu, sebab Assassin yang menunggu di hutan adalah anak-anak yang sama sepertinya, sama-sama Homunculus hasil Valhalla Project..." ujar Scarlet terkekeh "mereka bukan manusia biasa dan total pasukan itu sekitar 69 orang...".
Satsuki yang mendengar ucapan Scarlet langsung berdiri dengan wajah pucat "Homunculus hasil Valhalla Project, kau bilang?".
"kenapa Valhalla Project dibawa-bawa?" ujar Kasumi ikut berdiri.
Keith mengerutkan kening "tunggu, maksudmu apa? Homunculus itu apa?".
"Keith, gunakan kemampuan pelacakmu, kita harus menemukan Souichirou dan tuan putri secepatnya... Souichirou sekalipun akan kesulitan!?" ujar Kasumi.
"kenapa kau berkata pesimis begitu?" ujar Keith.
"karena yang akan dilawan Souichirou memang bukan lawan sembarangan, sebenarnya bisa saja Souichirou mengatasinya meski ia seorang diri, tapi dengan tuan putri di dekatnya, itu hal yang sulit..." jawab Satsuki membuka salah satu file ada di tasnya "prioritas utama kita saat ini adalah menyelamatkan tuan putri dan Souichirou, kita harus temukan mereka berdua... setelah itu, akan kujelaskan apa itu Homunculus dan Valhalla Project karena itu semua tertulis di dalam file ini... jika sampai ada salah satu dari kalian yang bertemu dengan Homunculus, jangan ragu, larilah?! Kalian tak boleh melawannya, lari sejauh mungkin dari mereka...".
Sementara itu, di dalam hutan, Ouka sadar dan menemukan dirinya diselimuti oleh jubah militer Souichirou "ini, dimana aku?".
"kita ada di tengah hutan setelah terjatuh ke sungai di distrik 3".
Ouka menoleh ke atas dimana Souichirou tengah memeras kemeja putihnya, sehingga Ouka terbelalak melihat tubuh Souichirou yang telanjang dada. Semua bekas luka di tubuh Souichirou terlihat, termasuk bekas luka yang melingkari leher, bekas luka bakar di bahu kanan dan cap budak perang di pinggul kiri.
"Souichirou... bekas luka di tubuhmu itu...".
"oh, ini... bekas luka dalam pertempuran yang kualami selama ini... menakutkan?".
Ouka menggelengkan kepala "menurutku itu menyakitkan... apa kau baik-baik saja dengan semua bekas luka itu?".
Souichirou memakai kembali kemejanya "tak apa, ini bukti kalau saya masih hidup...".
Ouka melingkarkan kedua tangannya ke leher Souichirou ketika Souichirou menggendongnya dan mencari jalan keluar.
Tiba-tiba, Souichirou berlari dan meminta Ouka mempererat genggamannya padanya "pegang erat-erat dan jangan tengok ke belakang, tuan putri... ada yang mengejar kita...".
Homunculus yang mengamati mereka diam diam mulai bermunculan, Souichirou hanya bisa berlari sambil menggendong Ouka, sesekali ia mengarahkan offensive zaiphon untuk menghalau mereka.
Di tepi hutan, ke-3 dayang diminta menunggu di hawkzille.
"kalian yakin, mencari di tengah hutan hanya dengan kalian berempat?" ujar Ohruri yang memegangi Isabella.
"dengan begini kami lebih bebas bergerak, tapi jika kami tak kembali sampai matahari terbenam, baru kalian bisa mengirim pasukan bantuan ke dalam hutan" ujar Keith.
"meskipun Keith bisa mencari dengan kemampuan pelacaknya, agak sulit jika jejak mereka tak berbekas karena masuk ke air, kan?" ujar Hakuren.
"tak apa, Satsuki memiliki radar untuk mencari keberadaan mereka berdua" ujar Kasumi menunjuk Satsuki.
"karena dalam tubuh Ouka-sama ada Raphael's Eye dan dalam tubuh Souchirou ada Michael's Eye, alat ini juga sudah kutambahkan dengan alat pemancar yang diberikan oleh kak Chitose berupa pendeteksi gelombang otak dan frekuensi detak jantung, jadi kita bisa saja mendeteksi keduanya" ujar Satsuki menyalakan radarnya "jarak mereka sekitar 120 km dalam radius 500 km dengan posisi kita sebagai pusatnya...".
"arah mana?" ujar Keith.
"di arah jam 1, situasi darurat, kuizinkan kau memakai kekuatanmu, Mad Dog..." ujar Satsuki melirik Keith.
Keith menyeringai dan melepas jubah militernya "dasar, kau yang tanggung jawab, ya".
Detik berikutnya, Keith berubah wujud menjadi serigala yang ukurannya lebih besar dari sapi.
"cepat naik!?" ujar Satsuki mengulurkan tangannya pada Hakuren.
Setelah Satsuki, Hakuren dan Kasumi naik ke atasnya, Keith berlari memasuki hutan dengan instruksi arah dari Satsuki yang makin lama makin bergeser, hingga akhirnya mereka berada pada satu garis lurus vertikal.
"arah jam 3, mereka berdua berhenti bergerak..." ujar Satsuki.
Begitu tiba di tempat yang dimaksud, mereka malah menemukan sebuah bangunan berbentuk setengah bola, sebuah bangunan yang terbengkalai.
Keith menyentuhkan wajahnya ke tangan Hakuren sehingga Hakuren bisa mendengar kata hati Keith "apa kita harus berpencar?".
Saat hal ini disampaikan oleh Hakuren, Satsuki memberi sebuah alat komunikasi pada Kasumi "kau dan Keith tetaplah disini, berjagalah jika ada orang yang mencurigakan keluar dari sini... aku dan Hakuren akan masuk ke dalam, kami akan segera menghubungi kalian jika kami butuh bantuan...".
Kasumi menganggukkan kepala "hati-hati".
Sebelum masuk ke dalam bangunan, Satsuki mengeluarkan tongkat Hermes miliknya yang telah dimodifikasi sebagai senjata, yaitu ukiran ular di tongkat itu dapat menjadi tali busur sedangkan anak panahnya berupa listrik yang berasal dari zaiphon yang dipadatkan.
Mata di tongkat Hermes itu dapat mengeluarkan cahaya lampu hanya dengan memasukkan zaiphon ke dalam tongkat itu. Begitu mereka berdua menelusuri lebih dalam, ternyata tempat itu adalah bekas laboratorium penelitian yang kini jadi bangunan terbengkalai.
"temukan tuan putri dan Souichirou, lalu bawa mereka keluar... ada satu misi yang harus kuselesaikan diam-diam, sesuai perintah kak Chitose" ujar Satsuki menyerahkan radar dan alat komunikasi pada Hakuren.
"...misi apa yang harus kau lakukan itu?" tanya Hakuren menerima radar dan alat komunikasi itu.
"...memusnahkan peninggalan sejarah hitam dunia kedokteran, akan kuledakkan laboratorium ini, jadi segeralah keluar setelah kau menemukan mereka berdua..." ujar Satsuki berlari ke bawah bangunan.
Hakuren berhasil menemukan Souichirou dan Ouka, dia menyaksikan semuanya, saat Ouka hampir tertusuk beberapa pipa besi yang jatuh dari atas akibat serangan para Homunculus, dan saat Souichirou melindungi Ouka dengan tubuhnya. Akibat tertusuk beberapa pipa besi di kedua lengan, kaki dan tubuhnya, Souichirou memuntahkan sejumlah darah yang mengenai wajah dan baju Ouka.
Souichirou tersenyum dan memegang wajah Ouka "maaf, tuan putri... tubuh anda... jadi terkotori...".
"SOUICHIROU?!" teriak Hakuren dan Ouka bersamaan melihat Souichirou jatuh terkulai, ia hampir tak sadarkan diri.
Hakuren memakai zaiphonnya untuk mematahkan pipa besi di tubuh Souichirou dan menahan pendarahan dengan sobekan kain "pipa besi yang terlanjur masuk ke dalam tubuhnya hanya bisa dikeluarkan dengan operasi, ia harus segera ditangani Satsuki...".
Souichirou menggenggam erat lengan Hakuren dan menyerahkan rosario hitam yang terkalung di dadanya "tolong kembalikan ini... pada adikku... dan bawa tuan putri... keluar... tinggalkan aku disini... kumohon...".
"jangan bercanda!? Apa yang harus kukatakan pada..." ujar Hakuren menggenggam tangan Souichirou dan terbelalak saat tangan Souichirou terkulai lemas ke lantai, pandangan matanya kosong.
Hakuren mengecek radar dimana detak jantung Souichirou memang sudah berhenti, sama seperti saat ia memeriksa sendiri kondisi Souichirou.
"DASAR BODOH!?" ujar Hakuren meninjukan kepalan tangannya ke lantai sekuat tenaga dan menutupi kedua matanya, ia segera memanggul Ouka keluar sambil menangis.
Setelah menemukan jalan keluar, Hakuren menekan tombol alat komunikasi "Satsuki, sudah ketemu?! Kami akan segera lompat keluar?!".
"okay" ujar suara Satsuki di seberang sana.
Begitu Hakuren melompat dari lantai 2 dan Satsuki keluar dari pintu depan, bangunan itu luluh lantak akibat ledakan. Hakuren menceritakan semuanya, tak ada satupun dari Keith, Kasumi dan Satsuki yang bisa menyalahkan apa yang terjadi pada Souichirou barusan, terlebih ketika mereka melihat banyaknya darah yang menempel pada tubuh Ouka yang terlihat sangat shock.
Satsuki memegang kedua bahu Ouka "tuan putri, darah yang menempel di tubuh anda ini... ini semua...".
"semuanya... darah Souichirou... maaf... maaf..." isak Ouka.
"ayo, kita kembali..." ujar Satsuki.
Setibanya di hawkzille dan melanjutkan penerbangan menuju God House distrik 3, di dalam kamarnya dimana mereka semua berkumpul, Ouka menceritakan apa yang terjadi dalam hutan tadi. Merasa ada yang mengikuti mereka, Souichirou mempercepat langkahnya dan tiba di depan bangunan terbengkalai. Dalam bangunan, setelah menyembunyikan Ouka di tempat yang ia rasa aman, Souichirou melawan puluhan Homunculus itu hingga hanya tersisa 1 orang. Tapi satu orang ini sangatlah licik, ia menyadari keberadaan Ouka sehingga ia menyerang Ouka dan selanjutnya seperti yang disaksikan Hakuren.
"maafkan aku... gara-gara aku..." isak Ouka.
Di luar dugaan, Satsuki terlihat sangat tenang, ia menepuk bahu Ouka "tuan putri, tenang dan tarik napas yang dalam... ini bukan salah anda, jadi jangan salahkan diri anda, dan anda tak seharusnya minta maaf. Sudah kewajiban Souichirou untuk melindungi anda dan jika terjadi sesuatu pada anda, anda pikir siapa yang akan paling merasa bersalah karena tak bisa melindungi anda?", Satsuki mengeluarkan sebuah berkas dalam tasnya, sebuah buku hitam yang tebal "dan... sesuai janjiku, akan kujelaskan apa itu Valhalla Project dan Homunculus... yang merupakan sejarah kelam di dunia kedokteran kekaisaran Barsburg... dengan satu syarat, tolong kalian tutup mulut atas apa yang kalian dengar".
Valhalla Project adalah suatu eksperimen rahasia yang dilakukan oleh sebuah kelompok peneliti yang bekerja sama membuat Homunculus, yaitu manusia buatan.
"para ilmuwan gila ini bekerja sama dengan kemiliteran yang bertujuan untuk membuat pasukan manusia sementara para ilmuwan juga meneliti cara untuk mendapatkan keabadian... hal ini bertentangan dengan Order, sehingga Order mengirim sebuah tim penyelidik yang dipimpin para uskup yang berpengalaman bertarung... pemimpin ekspedisi pemusnahan ini adalah uskup Fair Kreuz... aku menemukan file berisi daftar kelinci percobaan mereka dalam Valhalla Project termasuk siapa saja Homunculus itu, mulai dari yang gagal dan mati hingga yang berhasil dan masih hidup... dan salah satu Homunculus itu adalah... kami berempat... aku, Kasumi, Keith dan Souichirou, meski berasal dari laboratorium yang berbeda, Kal mengambil Souichirou sementara kepala staff Chitose mengadopsiku dan Keith, sementara Kasumi, orang tuanya adalah peneliti di laboratorium itu...".
Kasumi tertawa sinis "dan mereka menggunakanku, anak mereka sendiri, sebagai kelinci percobaan".
Satsuki kembali menjelaskan, Homunculus macam apa yang dibuat para peneliti itu "terdapat 4 kelas yang mereka buat, yaitu Beast, Humanoid, Angel dan Devil... Beast adalah campuran gen hewan dan manusia, sehingga dia bisa mengubah wujudnya menjadi hewan, seperti Keith. Humanoid tak ada bedanya dengan manusia biasa, hanya saja mereka memiliki otak jenius dan kemampuan fisik di atas kemampuan manusia rata-rata berkat kode genetik di dalam tubuh mereka yang telah ditingkatkan seperti Kasumi. Untukku dan Souichirou, aku termasuk kelas Angel dan Souichirou termasuk kelas Devil, yang kami dapatkan sama meski kami bertolak belakang... kelas Angel pada dasarnya diciptakan untuk menandingi wadah Michael's Eye dan Raphael's Eye... sedangkan kelas Devil sengaja diciptakan untuk membunuh kelas lain yang tak mau menurut, pendeknya... kelas Devil adalah manusia yang dijadikan senjata biologis... hanya ini yang bisa kujelaskan pada kalian, sebab kami juga masih dalam tahap penyelidikan, terutama untuk kelas Angel dan kelas Devil... pihak kekaisaran Barsburg hanya memberi dua pilihan untuk kami, kami menurut pada mereka, atau kami mati...".
Keith beranjak "...dimana Scarlet?".
"kami letakkan di sel tahanan" ujar Kikune.
"begitu? akan kuinterogasi dia, kalian berdua istirahatlah..." ujar Keith menepuk kepala Kasumi dan Satsuki.
Satsuki meletakkan barang-barangnya ke dalam tas "aku harus membuat laporan keadaan yang harus kuberikan untuk kepala staff Chitose, jika ada perlu, aku ada di kamar...".
Kasumi yang dari tadi diam ikut beranjak "ah, aku juga harus membuat laporanku... kalau kau sudah selesai, aku ada di kamarku, Keith...".
"apa-apaan? Meski baru saja ada teman mereka yang terbunuh, mereka tetap kembali bekerja?" ujar Gyokuran.
"dingin sekali..." ujar Ohruri.
"begitukah? aku tidak yakin kalau mereka baik-baik saja saat ini..." ujar Hakuren beranjak keluar memeriksa keadaan.
Sesuai ucapan Hakuren, saat ke-3 dayang, Hakuren dan Ouka memeriksa keadaan, di depan sel tahanan Keith berusaha menahan amarah "tertawalah, pria yang kau benci itu sudah mati...".
"...kau bercanda, kan? mana mungkin anak iblis itu bisa mati semudah ini" ujar Scarlet yang akhirnya bereaksi.
"dia mati saat berusaha melindungi tuan putri dari serangan salah satu temanmu, seharusnya kau senang karena balas dendammu berhasil, kan?" ujar Keith dengan suara bergetar.
"yang benar saja... aku tak terima kalau dia mati semudah ini?!" sahut Scarlet memegangi jeruji penjara.
"sayangnya itu benar... aku sendiri yang melihatnya..." ujar Hakuren yang ikut masuk ke dalam "jika kau masih tak percaya, silahkan kau tanyakan pada tuan putri... bagaimana Souichirou meninggal di hadapan kami berdua, setelah tubuhnya tertusuk pipa besi yang hampir mengenai tuan putri...".
Melihat Scarlet meringkuk di pojokan setelah menatap Hakuren dengan ekspresi shock, Keith menepuk bahu Hakuren "terima kasih...".
Saat Keith masuk ke kamar Kasumi, kamar itu gelap gulita sehingga Keith menyalakan lampu kamar dan menemukan Kasumi meringkuk sambil bersandar di bawah ranjang "laporanmu sudah selesai?".
"sudah kukirim, tapi kak Chitose menyuruhku istirahat sejenak" gumam Kasumi.
Keith berlutut di hadapan Kasumi "kau bisa memelukku sekarang...".
Kasumi langsung melompat ke pelukan Keith dan menangis sejadi-jadinya sementara Keith memeluk Kasumi dengan tubuh bergetar. Ouka yang mencemaskan kondisi Satsuki, menemukan Satsuki ada di depan kamar Isabella.
Isabella menarik roknya sehingga Satsuki tersenyum sambil jongkok di depan Isabella "ada apa, tuan putri?".
"kenapa kakak nggak nangis? Padahal kan nggak apa-apa kalau kakak menangis saat kakak memang sedang sedih..." ujar Isabella memegang wajah Satsuki.
Satsuki menundukkan kepalanya sesaat, saat air matanya menetes, ia menyembunyikan wajahnya ke bahu kecil Isabella dan memeluk Isabella dengan tubuh bergetar "boleh kakak memelukmu? sebentar saja, ya...".
Isabella hanya menepuk-nepuk kepala Satsuki yang menangis di bahunya yang kecil.
Hakuren kembali ke kamarnya, bersandar di pintu kamar dan terduduk lemas, saat melihat rosario hitam yang ada di sakunya, Hakuren menggenggam erat rosario hitam itu "apa yang harus kukatakan pada Maria, dasar brengsek... aku berharap seseorang membangunkanku dari mimpi buruk ini".
.
.- TO BE CONTINUED -
.
BEHIND THE SCENEā¦
Author : jadi... (mengeluarkan kotak tissu dan kantung plastik) ada yang butuh ini?
Ouka : dua-duanya... (muntah di dalam kantung plastik dan menutupi mulutnya dengan tisu)
Author : kau sudah berjuang keras, Ouka-chan~ (tersenyum puas)
Hakuren : (wajah pucat pasi) dasar Author sinting, sejak kapan cerita ini jadi genre Gore?
Author : (menunjukkan beberapa adegan yang terbilang sadis di komik) oh ya? tapi menurutku beberapa adegan ini tak kalah sadisnya, seperti saat Castor terpotong tangannya, etc... etc... kau masih pucat karena adegan tadi?
Hakuren : kau tak bilang kalau aku akan terlibat dan melihat semuanya?!
Maria : (mengelus kepala Hakuren dan menyodorkan obat mual) cep cep cep... perlu obat maag juga?
Hakuren : (menerima obat itu) thanks
Keith : tapi beneran deh, ceritanya akhirnya gimana, nih? Masa tokoh utamanya mati?
Author : memangnya aku menyatakan kalau tokoh utamanya sudah fix mati sehingga cerita ini berakhir? Belum, masih ada Ouka-chan sebagai Heroine... sebagai permintaan maaf, kukasih spoiler deh... chapter berikutnya akan menceritakan sudut pandang Ouka, akan ada pertemuan antara Frau, Maria dan Ouka... untuk Hakuren dan Maria, masih kupikir-pikir dulu lah, ya~ see you next chapter~
